}); June 2012 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

"Bual Pokkalan" di FB KURIA GKPS Tentang Sinode Bolon GKPS di Hotel Simalungun City P Raya 26 Hingga 30 Juni 2012

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 28 June 2012 | 05:13

"Bual Pokkalan" di FB KURIA GKPS Tentang Sinode Bolon GKPS di Hotel Simalungun City P Raya 26 Hingga 30 Juni 2012Foto Sampul


PANITIA UNDANG PERS NASIONAL UNTUK MELIPUT SINODE GKPS, BIAR TERPUBLIKASI VISI DAN MISI GKPS KEDEPAN. GKPS JANGAN SEPERTI KATAK DALAM TERPURUNG, MASIH BICARA SOAL DIDALAM, NAMUN UNTUK KELUAR TAK PERCAYA DIRI. AJAK PERS PROFESIONAL UNTUK SOSIALISASI KEBIJAKAN ATAS VISI DAN MISI. "JANGAN UNDANG PERS GADUNGAN".................PERUTUSAN SINODE BOLON GKPS HARUS BERSUARA SOAL KONDISI JEMAAT DAN TATA-PELAYANAN PENDETA DI RESORT. PERUTUSAN SINODE BOLON JANGAN HANYA "DUDUK MANIS" DI SIDANG SINODE. BUKA SUARA, SUARAKAN ...SUARA JEMAAT..
    • Berlian SaragihHuahap porlu do icatat admin komentar ni sdr Duniaman Purba on, untuk bisa dipertanggungjawabkan di pengadilan, dengan tuduhan: menghasut ttg kebohongan atau apa saja yg tepat menurut pengacara . Saya mau meminta bukti pd saudara kita Duniaman Purba, siapa saja pelayan GKPS yg melakukan penindasan yg menyebabkan jemaat menderita sehingga hal tersebut perlu diajukan ke Synode Bolon GKPS.
    • Rolandi H Situmorang Hello...... Ap kriteria gadungan dan profesional? Ulang i jengkali hita hasoman. tx
    • Jonly R Saragih Asenk Lee Saragih, anggo pers Nasional ai kan lang sekelas pers Bodreks, homa parlajari ma mambahen tulisan ulang huruf kapital, holi ihatahon halak marah-marah ianggap halak holi pers gadungan ho kan maila diri, ok?
    • Asenk Lee Saragih memang marah do auda Sanina Jonly. Sonari bahat pers gadungan, STATUS WARTAWAN, TAPI LANG BOI MANULIS BERITA. KERJANYA CUMAN CARI-CARI MASALAH, YANG UJUNG-UJUNGNYA RECEHAN.....
    • Asenk Lee Saragih Sedo namanjengkali diri Lawei Rolandi, maaf bani jurnalis gadungan..
    • Asenk Lee Saragih statemen di dunia jejaring...ulang iboan boan bani dunia nyata, ulang gagab teknologi hita on
    • Asenk Lee Saragih UU KIP NO 14 DOMMA TERBIT
    • Jaberkat Purbaau manggaris bawahi "BUKA SUARA, SUARAKAN ...SUARA JEMAAT.." ase ulang sagala perutusan hanya untuk jalan-jalannya dan huhuhaha, lang adong sinode itoruh ni sawit, fokus ma bani kualitas pamajuhon pelayanan bani GKPS pakon bangsa.
    • Berlian SaragihNamin hita on tarlobih ma bani group kuria, nini na tarsurat ai: "Ulang ma dos hanima songon dunia (maya) on." Ase, atap na ija bei pe hita on, parsahap, pangabak pakon paruhuron tong ma patuduhkon toruh ni uhur, hapormanon ampa holong ni uhur.
    • Juandaha Raya Purba Pers na hadir panorang ai ma SIB, Metrosiantar, Siantar 24 Jam, Simantab. Khusus pakon SIB dong do kerjasamanta pakon sidea.
    • Asenk Lee Saragih Usul Media Meliput MEDIA INDONESIA, SEPUTAR INDONESIA, SUARAPEMBARUAN, ANTARA, HU BATAKPOS, Majalah Sauhur. Ase Menasional Sinode GKPS Ai. Ulang Pitas Ibotoh Warga SUMUT Tumang.
    • Juandaha Raya Purba SIB das do da hu istana negara, anjaha anggo Batak Pos lang sai itanda hanami i Siantar on!
    • Juandaha Raya Purba Lang pe menasional anggo jaringan kerja ni GKPS das hu Internasional, halani ai do ase dong i Kantor Pusat GKPS sada bidang khusus menangani ai aima Bidang Oikumene na Kabid ni sonari aima PW Lertina Saragih na dokah mangidangi i Jerman.
    • Asenk Lee Saragih sib kurang berkualitas dahkam koranni,

Huta Bornoh Terisolir di Pinggiran Ibu Kota Simalungun


Ehe Nahama Baenon, Lape Merdeka Hanami On
Bupati Simalungun bersama rombongan melihat yang nyaris putus.Bupati Simalungun bersama rombongan melihat yang nyaris putus.
SIMALUNGUN- Nahama baenon, sononma gatni huta nami on. Domma dokah merdeka, tapi pangahap lang songon na merdeka. (Gimana mau dibuat, sudah begini kampung kami. Sudah lama merdeka, tapi kami belum pernah merasakan kemerdekaan).

Demikian diungkapkan M Saragih (45), warga Huta Bornoh Nagori Siporkas Kecamatan Raya, ketika bertemu dengan METRO, Selasa (27/6) di jalan menuju Bornoh. Kata-kata tersebut, bisa dikatakan bahagian dari pesimisme Saragih mewakili warga Bornoh yang hingga saat ini belum mendapatkan fasilitas pembangunan dari pemerintah.

Bayangkan saja, hampir 68 tahun Indonesia merdeka, di sana tidak terlihat fasilitas umum baik sekolah, pos pelayanan kesehatan dan sarana lainnya.

Jangankan fasilitas pelayanan demikian, jalan menuju ke Huta Bornoh saja sulit dilalui. Bahkan, untuk bersekolah anak-anak dari daerah itu harus berjalan kaki 7 kilometer ke Bah Pasusang. “Holong atei dak-danak ai. Etek-etekpe sidea, tapi mardalan nahei laho hu sikolah sonai daohni. Nahama, ijai dassa dong sikolah,” (Kasihal melihat anak-anak, masih kecil harus berjalan jauh untuk sekolah yang begitu jau. Bagaimana lagi, hanya di Bah Pasussang ada sekolah,” sebut Saragih.

Dari sikap pesimis Saragih, dia juga mengaku ada harapan bahwa akan ada pembangunan di Huta Bornoh. Hal itu diakuinya, karena pada Selasa pagi, rombongan Bupati Simalungun JR Saragih datang ke Huta Bornoh dan berjanji akan membarikan pembangunan. “Nakkonai roh do hujon bupati, marjanjido ia laho mambangun huta nami on. (Tadi, bupati datang ke sini. Dia (bupati,red) berjanji, akan membangun kampung kami,” kata Saragih.

Disebutkan Saragih, rombongan bupati datang ke kampung mereka mengedarai sepedamotor. Hal itu dilakukan, karena kondisi jalan ke Bornoh memang tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. “Lang boi marmotor hujon, jadi tarpaksama gatni markareta nakonai nasi bupati ai,” (Tak bisa motor melalui jalan ini, jadi terpaksa rombongan bupati tadi memakai sepedamotor,” ujar Saragih sembari menambahkan, selama ini warga juga kesulitan melintasi jalan itu. Bahkan, untuk mengangkut hasil bumi, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melansir ke simpang Buttu Ganjang.

Dituturkannya, jarak Raya ibu kota Kabupaten Simalungun ke Huta Bornoh hanya 26 kilometer. Namun karena kondisi jalan yang parah, perjalanan bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam. Sepeninggalan Saragih, METRO kembali melanjutkan perjalan menelusuri jalan terjal berbatu, menanjak dan menurun yang hanya bisa dilintasi sepedamotor. Di perjalanan sore itu, METRO disuguhi pemadangan indah Gunung Simbolon dan udara sejuk serta hamparan 50 hektare sawah milik warga.

Sebelum sampai di Huta Bornoh, siapa pun termasuk rombongan bupati harus melintasi jembatan Bah Hulistik yang terakhir kali dibangun pada Tahun 1995. Kondisi jembatan itu, terlihat sudah rusak. Bahkan, lantai jembatan yang terbuat dari papan tebal itu sebahagian sudah hilang, sehingga ketika melintasi jembatan itu harus hati-hati. 

Ketika melintasi jembatan itu, salah seorang warga menuturkan, ketika rombongan bupati melintasi jembatan itu juga harus berhenti dahulu karena kalau tidak berhenti bisa masuk ke dalam sungai. Sebab, beberapa lantai jembatan sudah hilnag rapuh termakan usia.

Data yang bisa dihimpun METRO, di Huta Bornoh terdapat 50 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 250 jiwa yang seluruhnya warga menggantungkan hidup sebagai petani karet, coklat. Selain itu, warga juga bercocok tanaman palawija dan juga mengelola 50 hektare sawah yang dialiri dari irigasi tradisional buatan warga yang airnya dialirkan dari mata air Bah Gipulan. Di Huta Bornoh, warga hanya bisa menikmati listrik selama 2,5 jam.

 Itupun, arus listrik yang dihasilkan genset milik salah satu warga. Selebihnya, warga yang rata-rata memiliki rumah papan dan sebahagian semi permanen hanya mengandalkan penerangan lampu teplok. Selama ini, warga sudah berulang kali mengajukan permohonan pembuatan jaringan listrik dari PLN. Namun, hingga saat ini belum terealisasi.

Karena METRO tidak bertemu dengan rombongan bupati di Huta Bonoh, METRO mencoba mengkonfirmasi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Simalungun Ir Janwaner Saragih MSi, terkait tertinggalnya pembangunan di Huta Bornoh. Ir Janwaner, dia yang termasuk dalam rombongan Bupati JR Saragih benar berkunjung ke Huta Bornoh. Kunjungan bupati ke daerah itu, merupakan komitmen Pemkab Simalungun untuk memberikan pelayanan pembangunan kepada masyarakat. Menurutnya, ironis daerah yang berdekatan dengan ibu kota kabupaten masih tertinggal.

Sehingga, Pemkab Simalungun mencoba melakukan inventarisir terhadap daerah-daerah terisolir di wilayah ibu kota kabupaten, dan akan melakukan perencanaan pembangunan secara bertahap. “Benar, kita tadi ke Huta Bornoh. Kita prihatin dengan tidak adanya fasilitas umum di sana. Bahkan, sarana jalan juga rusak parah,” katanya. (MSC)

Warga Bandar Betsy Demo DPRD


Tuntut Pembebasan Lahan
(FOTO: TONGGO SIBARANI) Ratusan warga Bandar Betsy, demo ke DPRD Simalungun, Selasa (26/6).(FOTO: TONGGO SIBARANI) Ratusan warga Bandar Betsy, demo ke DPRD Simalungun, Selasa (26/6).
SIMALUNGUN- Dua ratusan masyarakat Bandar Betsy, Kabupaten Simalungun demo ke kantor DPRD Kabupaten Simalungun, Selasa (26/6). Mereka menuntut pelepasan lahan 943 hektare yang diambil PTPN III Bandar Betsy dari warga. Agus Marpaung sebagai pendamping masyarakat Bandar Betsy mengatakan, aksi damai masyarakat Bandar Betsy mendesak keseriuasan DPRD dan Pemkab Simalungun menyelesaikan kasus lahan Bandar Betsy yang diserobot PTPN III.

Kata Agus, untuk menyelesaikan kasus lahan Bandar Betsy, DPRD diminta untuk membentuk tim independen agar mempercepat proses penyelesaiannya. Sebab, warga sudah sangat terzolimi dibuat tindakan PTPN III yang merampas lahan masyarakat. “Kami meminta DPRD dan Pemkab Simalungun, agar secepatnya menyelesaikan permasalahan lahan Bandar Betsy,” tegas Agus.

Setibanya massa di kantor DPRD Simalungun, perwakilan massa sebanyak 10 orang diminta untuk menyampaikan orasi sekaligus diskusi di ruang Komisi I DPRD Simalungun. Turut hadir saat itu, Ketua Komisi I Mangapul Purba, dan anggota Bernhad Damanik dan Suhadi. Sedangkan dari pemkab diwakili Asisten I Oberlin Hutagaol dan Kabag Humas Andreas Simamora.

Mangapul Purba mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat Bandar Betsy menyampaikan orasinya dengan tertib dan sportif. Ia berjanji akan memperjuangkan hak-hak masyarakat Bandar Betsy. “Tanggal 15 Juli mendatang kami komisi I DPRD Simalungun akan berangkat ke Jakarta menemui Kementrian BUMN dan BPN Pusat untuk mempertanyakan kasus-kasus tanah di Simalungun. Kita harapkan, dengan didapatkannya nanti peta lahan BUMN di Simalungun, permasalahan tanah di Simalungun cepat tuntas teratasi,” tegasnya.

Sementara itu, Oberlin Hutagaol menjelaskan, pemkab dalam hal ini Bupati, telah menyurati pihak PTPN III terkait penyelesaian tanah permasalahan tanah di areal HGU PTN III tertanggal 5 Juni 2012, meminta pihak PTPN III agar sampai batas waktu tanggal 13 Juni 2012 dapat menentukan besaran nilai sagu hati (ganti rugi) guna penyelesaian masalah tanah Bandar Betsy.

Menurut Oberlin, surat Bupati telah mendapat balasan dari pihak PTPN III. Dalam surat tersebut, jawaban Dirut PTPN III tertanggal 11 Juni 2012 hal garapan di kebun Bandar Betsy menyebutkan, PTPN III belum dapat melaksanakan penetapan besaran sagu hati pada tangal 13 Juni 2012 berhubung tim dari Kejaksaaan Tinggi Sumut selaku kuasa khusus dari direksi akan melakukan kunjungan lapangan untuk mengindentifikasi luasan dan jenis tanaman yang saat ini dikuasai masyarakat.

Berdasarkan kunjungan dimaksud, akan menentukan besaran dana sagu hati dan ketepanya akan disampaikan kepada Pamkab Simalungun. “Nah saat ini kita masih menunggu dari pihak PTPN III tentang realisasi dana sagu hati tersebut. Oleh karena itu, kita berharap hal ini dalam waktu dekat dapat terealisasi,” ucap Oberlin.(MSC)

Rumah Roboh Tertimpa Pohon

Empat Balita Selamat dari Maut
(Foto: Eko) ROBOH- Rumah Horas Simanjuntak yang roboh tertimpa pohon bambu dihantam hujan lebat dan angin kencang, Jumat lalu.(Foto: Eko) ROBOH- Rumah Horas Simanjuntak yang roboh tertimpa pohon bambu dihantam hujan lebat dan angin kencang, Jumat lalu.SIANTAR- Akibat hujan lebat disertai angin kencang Jumat lalu, rumah Horas Simanjuntak (50)-Magdalena boru Manalu (50) yang memiliki 11 anak roboh tertimpa pohon bambu yang tumbuh di samping rumahnya, di Jalan Damar Laut, Kelurahan Kahean, Siantar Utara. Empat anaknya nyaris kehilangan nyawa akibat robohnya rumah itu.

Kepada METRO, Senin (25/6) sekitar pukul 17.30 WIB, Magdalena yang bekerja sebagai pedagang buah musiman di bus, baru saja kembali dari Medan karena ada urusan keluarga. Merasa lelah selama perjalanan, Magdalena tidur pulas dan 4 orang anaknya yang masih balita. Sementara dua anaknya sedang bermain di luar rumah dan Horas, suaminya, sedang bekerja di terminal sebagai agen bus Tao Toba Indah jurusan Medan-Tarutung.

Awal hujan lebat itu turun, Magdalena juga tidak begitu mengetahui karena sudah pulas tertidur dimanjakan angin yang dingin. Namun tak lama kemudian dia terbangun untuk menghidupkan senter dan ditaruh di atas lemari pakaian. Sementara Horas beserta dua anaknya belum pulang. 

Magdalena pun melanjutkan tidurnya.
Tiba-tiba, sekira pukul 21.30 WIB, Magdalena mendengar suara benturan keras dan lampu senter sudah terguling akbiat tertimpa pohon bambu besar. Seketika itu juga Magdalena mencari keempat anaknya, yakni Manjur Roki ,Ebri dan Iman yang ikut tidur. Upaya pencarian pertama, dia hanya menemukan 2 anak dan langsung mendobrak dinding tepas rumahnya untuk mengeluarkan mereka.

Sementara yang dua lagi masih berada di dalam. Segera Magdalena menuju rumah RT Kahean Nelson Simanjuntak guna meminta pertolongan karena rumahnya sudah roboh tertimpa pohon. “Pak, tolong batu kami. Bambu di samping rumah kami roboh tertimpa pohon. Dua lagi anakku di dalam (rumah) sudah tidak tahu lagi bagaimana keadannya. Entah sudah meninggal, saya tak tahu,” ujar Magdalena dalam bahasa Batak.

Namun saat itu Nelson tak bisa membantu karena kandang ternak miliknya pun rusak dan ternaknya bermatian. Kesal permohonannya tak ditanggapi, Magdalena kembali ke rumahnya untuk mencari dua anaknya yang belum dia temukan sembari berteriak minta tolong. Namun tak seorang pun warga yang mendengar teriakan itu, mungkin karena suara hujan lebat disertai angin kencang itu.

Setelah kembali ke rumah yang sudah tertimpa pohon bambu itu, dia mencari dua anaknya. Setelah dicek, kedua anaknya itu sudah terjepit timpahan lemari pakaian. Magdalena pun berupa sekuat tenaga menarik keduanya keluar sambil berdoa meminta pertolongan.

Sejurus kemudian, api berkobar dari dalam rumahnya yang menjilat kain kering di lemari. Namun akhirnya dia berhasil menemukan dua anaknya tersebut dan mengantarkan mereka ke rumah A Sihotang, Jalan Damar Laut, Kelurahan Kahean, Siantar Utara, yang letaknya di atas rumah mereka. Di sana dia minta tolong agar keempat anaknya dapat tinggal sementara di sana.

Magdalena kembali lagi ke rumah itu, berupaya mematikan api yang menyala di dalam rumah dengan cara menyiram menggunakan ember. Tidak lama kemudian api padam. Namun, rumah dan seisinya rusak parah.
Atas kejadian ini, pasangan suami istri (pasutri) ini mengharapkan kepada pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pematangsiantar untuk memberikan bantuan kepada mereka yang tertimpa bencana.

Sementara Lurah Kahean J Silitonga mengatakan, setelah mendapat kabar bahwa rumah Horas Simanjuntak roboh tertimpa pohon bamboo, dia langsung menugaskan pegawainya mengecek kondisi rumah tersebut. Hanya saja ketika para pegawai kelurahan mendatangi rumah itu, yang bersangkutan sedang tidak berada di sana. (MSC)

Wisatawan Waswas Karena Longsor Jalan Siantar-Parapat


Berdampak Buruk Bagi Sektor Wisata
(Foto: Jetro Sirait) Jalan Siantar Parapat yang terancam longsor di kawasan Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan, Senin (25/6).(Foto: Jetro Sirait) Jalan Siantar Parapat yang terancam longsor di kawasan Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan, Senin (25/6).
PARAPAT- Hingga kini, longsor di jalan umum Siantar-Parapat tepatnya di Km 24 Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, tak kunjung diperbaiki. Longsor yang terjadi pada Maret lalu kini sudah mulai melebar dan memakan hampir separuh bahu jalan.

Jika tak segera diperbaiki, akses Siantar-Parapat akan terputus total, dan arus lalu-lintas terpaksa dialihkan dari simpang Sidamanik-Sipolha-Tanjung Dolok. Selain jarak tempuh makin jauh, kondisi jalan via Sidamanik yang sempit dan berlubang akan berdampak buruk terhadap sektor wisata. 

Dampak lain juga dapat mengancam nyawa pengendara dan sering menimbulkan kemacetan ketika terjadi lonjakan kendaraan menuju daerah wisata Parapat di Danau Toba. Hal itu dirasakan sejumlah wisatawan dan pengemudi angkutan umum jurusan Siantar-Parapat dan Siantar-Bonapasogit, yang merasakan kekawatiran jika jalan tersebut tiba-tiba terputus, dapat mengganggu kelancaran arus transportasi kedua arah.

Sejumlah supir, pelaku wisata dan pengusaha angkutan di Ajibata dan Parapat, kepada METRO, Senin (25/6), meminta keseriusan pemerintah untuk segera memperbaiki jalan rusak khususnya di lokasi longsor.

“Ini tugas pemerintah, jangan dibebankan lagi kepada pihak swasta. Kita bayar pajak dan retribusi kemana semuanya itu jika jalan raya sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat dibiarkan begitu saja. Apa menunggu terputus baru diperbaiki,” ujar Tuan Nanser Sirait.

Pengusaha Angkutan asal Ajibata ini menilai, pemerintah tidak serius dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba dengan alasan banyaknya infrastruktur penunjang wisata yang kurang memadai. “Jika jalan rusak, maka wisatawan akan enggan datang berkunjung ke Danau Toba,” ucapnya.

Senada disampaikan Pengamat Pariwisata Danau Toba dan Wakit Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Kabupaten Tobasa Monang S. Dia meminta pemerintah membenahi fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata. “Jika ingin Danau Toba maju sebagai daerah kunjungan wisata, pemerintah harus memperbaiki sejumlah jalan rusak dari Siantar-Parapat hingga Tarutung,” katanya.

Monang berharap pemerintah tidak hanya membuat program-program yang belum jelas arahnya. “Kita salut atas keseriusan mereka membuat program seperti Geopark di kawasan Danau Toba dan pembentukan Forum Pengembangan Pariwisata (FPP) atau Destination Management Organization (DMO), tapi yang terpenting diperbaiki adalah fasilitas-fasilitas yang sudah rusak seperti jalan, dermaga wisata dan mengadakan penyulusah sadar wisata terhadap masyarakat di kawasan wisata,” harapnya.

Sementara Manager Sapadia Hotel P Sidabutar, mengungkapkan dampak buruk dari rusaknya jalan menuju Danau Toba yang dapat mengakibatkan beralihnya pengunjung ke daerah lain. “Jalan dari Siantar ke Parapat lebih dekat jika melalui Pondok Bulu, kalau jalan itu terputus hanya ada satu jalan alternatif melalui Simpang Sidamanik ke Sipolha dan keluar dari  Simpang Tanjung Dolok.

Namun jarak tempuhnya akan memakan waktu 3 jam dari Siantar ke Parapat, jelas itu pemborosan waktu, di samping itu mereka akan lebih memilih menuju ke Kabanjahe dan Berastagi, karena jalan ke sana lebih bagus dan ramai,” terangnya.

Namun Sidabutar mengakui, keindahan panorama Danau Toba jika melitas dari arah tersebut akan melalui beberapa objek wisata. “Dulu jalan itu dibangun untuk memajukan wisata Batu Hoda, Tanjung Unta, Simarjarunjung, Pantai Sipolha dan Repa dengan pembukaan jalan lintas kanan Danau Toba, namun kurangnya fasilitas seperti hotel dan restoran di sana menjadikan pariwisata di daerah  itu tertinggal,” tandasnya. (MSC)

Kardius Buronan Licin


Dite Surendra/Jawa Pos n Tim satgas menangkap Kardius, tersangka kasus korupsi proyek jalan di Simalungun.Dite Surendra/Jawa Pos n Tim satgas menangkap Kardius, tersangka kasus korupsi proyek jalan di Simalungun.JAKARTA- Kardius tergolong buronan licin. Dalam masa pelariannya sejak 2010, sebelum akhirnya dibekuk tim Intel Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, tersangka kasus korupsi proyek pembangunan jalan raya di Kabupaten Simalungun itu beberapa kali mengganti namanya.

Sudah tentu, tujuannya agar identitasnya tak terendus aparat yang memburunya. “Yang bersangkutan beberapa kali mengganti namanya. Ini dilakukan sebagai upaya menghilangkan identitas diri,” ujar Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Kejagung, M Adi Toegarisman, yang secara khusus menggelar keterangan pers terkait penangkapan Kardius, di gedung Kejagung, Jakarta Selatan, kemarin (25/6).

Meski berupaya menghilangkan identitas diri, lanjut Adi, akhirnya Kardius yang saat proyek berlangsung menjabat sebagai Direktur PT Kurnia Putra Mulia itu, bisa dibekuk setelah tim intel kejaksaan mendapat informasi akurat dari masyarakat. 

Begitu informasi jejak Kardius diterima, tim melakukan penguntitat. “Hingga akhirnya tim mendapatkan kepastian tersangka dan langsung ditangkap,” beber Adi. Kardius dibekuk Minggu (24/6) petang di kamar 827 Hotel Tunjungan, Surabaya, Jatim.

Sebelumnya, Kasi III Asintel Kejati Sumut, Ronald Bakara yang ikut menangkap Kardius mengatakan Kardius sudah sejak 2010 telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Beberapa bulan ini, keberadaan Kardius memang sulit untuk di deteksi oleh petugas. Ronald menambahkan jika, selama satu bulan akhir ini, Kardius terlacak keberadaanya di Jakarta dan Surabaya. “Sehingga kami meminta bantuan dari Intel Kejagung dan Kejati untuk menangkapnya,” ujarnya. 

Kardius dinyatakan sebagai buron setelah tidak memenuhi panggilan kejaksaan, terkait kasus dugaan korupsi proyek sebesar Rp 5,6 miliar.  Dalam pengerjaannya, proyek ini tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar.

Dari Surabaya, Kardius dibawa ke Jakarta dan tiba di gedung Kejagung kemarin menjelang pukul 11.00 Wib. Diangkut mobil petugas kejaksaan, pria yang kemarin mengenakan baju putih celana hitam, berupaya menutupi wajahnya. Tingkahnya mirip tatkala baru saja dibekuk di Surabaya. Pakaian yang dikenakan pun tampaknya masih yang dipakainya saat ditangkap.

Dia terus mengelak dari cercaan pertanyaan wartawan, termasuk jepretan kamera wartawan foto, dengan cara menutupkan koran ke wajahnya. Hanya sesaat mampir ke gedung Kejagung, Kardius langsung dimasukkan lagi ke mobil, menuju bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk diterbangkan ke Polonia, Medan. (msc)

Kegitan PMS Tebingtinggi Dalam Peluncuran Buku Sejarah "Sipukkah Huta"

Kegitan PMS Tebingtinggi,sabtu 16 Juni 2012 dilapangan Merdeka,acara Peluncuran Buku Sejaraha " Sipukkah Huta " Kota Tebingtinggi,pelantikan PMS Kecamatan dan Marsombuh Sihol dihadiri PLt Gubsu,Walikota Tebingtinggi,PMS Kisaran,PMS Asahan,PMS Batu Bara,Drs.Alexsius Purba dan SKPS Propinsi dan Tebingtinggi.Horas........Foto FB PMS Tebingtinggi
 
 
 
 
 
 
 
Kegitan PMS Tebingtinggi,sabtu 16 Juni 2012 dilapangan Merdeka,acara Peluncuran Buku Sejaraha " Sipukkah Huta " Kota Tebingtinggi,pelantikan PMS Kecamatan dan Marsombuh Sihol dihadiri PLt Gubsu,Walikota Tebingtinggi,PMS Kisaran,PMS Asahan,PMS Batu Bara,Drs.Alexsius Purba dan SKPS Propinsi dan Tebingtinggi.Horas........Foto FB PMS Tebingtinggi

Peluncuran Buku Sejarah Kota Tebingtinggi

 
Spanduk ucapan untuk kemeriahan Peluncuran Buku Sejarah Kota Tebingtinggi,Pelantikan Partuha Maujana Simalungun Kecamatan Se Kota Tebingtinggi dan Marsombuh Sihol.Acara,sabtu 16 Juni 2012 direncanakan akan dihadiri oleh DPP Presidium PMS ,Plt Gubsu dan Walikota Tebingtinggi.Horas.......Foto dan teks : Pms Tebingtinggi

JR Saragih: ICMI Harus Beri Contoh Terbaik Kepada Masyarakat

Written By GKPS JAMBI on Monday, 25 June 2012 | 13:34


Foto Bersama- Bupati Simalungun JR Saragih foto bersama pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. (Foto: Leo)Foto Bersama- Bupati Simalungun JR Saragih foto bersama pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia. (Foto: Leo)

SIMALUNGUN- Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM berharap kepada Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), agar dapat memberikan contoh terbaik kepada masyarakat serta dapat mengayomi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Bupati, saat menerima kunjungan silahturrahmi ICMI, di rumah dinas Bupati Simalungun Pamatang Raya, Rabu (20/6) kemarin. Dia mengatakan, pemerintah melaksanakan pembangunan untuk kepentingan masyarakat, namun dalam hal kelangsungan pembangunan tersebut diharapkan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat. Sehingga pembangunan baik sarana dan prasarana berupa jalan dan fasilitas pedukung lain dapat lebih bermanfaat.

Dalam hal pembangunan mental spiritual masyarakat, JR Saragih mengatakan, ICMI diharapkan dapat bergandengan tangan pemerintah. “Ini sangat penting dalam membentuk jati diri bangsa,” tandas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga masih berharap kepada ICMI untuk tetap memberikan pencerahan kepada masyarakat dan memberikan masukan saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Artinya Pemkab Simalungun siap bergandengan tangan dangan ICMI.

Sementara itu, Suhardiman, salah seorang pengurus ICMI menyampaikan, selain untuk bersilahturrahmi dengan Bupati Simalungun, dia juga menjelaskan tentang eksistensi ICMI dan program kerjanya di daerah ini. Di samping itu, Suhardiman juga menyampaikan bahwa Juli 2012 mendatang, Majelis Pimpinan Daerah (MPD) ICMI Kabupaten Simalungun akan melaksanakan pelantikan kepengurusan yang baru.

Silanturahmi ICMI dengan Bupati Simalungun tersebut dihadiri salah seorang tokoh masyarakat, yaitu Ngatijan Thoha. Di kesempatan ini, Ngatijan Thoha yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Simalungun berharap kepada ICMI, agar dapat bekerjasama dengan Pemkab Simalungun dalam melaksanakan program pembangunan dan berikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah.  

Di akhir acara silahturrami tersebut, atas nama pribadi dan keluarga, Bupati Simalungun disaksikan Kaban Kesbangpol dan Linmas Ir Djadiaman Purba, memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk kas ICMI Kabupaten Simalungun.

Tampak hadir dalam kesempatan itu, Plt Ka BPMPN Lurinim Purba SSos MSi, Kasatpol PP Drs Mudahalam Purba dan Kabag Umum dan Perlengkapan Imman Nainggolan S.Sos.(msc)

Mengabadikan Motto Daerah Lewat Tembang Simalungun

Sosok Intan Saragih
 
Foto Asenk Lee Saragih
Nama Intan Saragih tidak asing lagi dikalangan masyarakat Simalungun yang mencintai “Habonaron Do Bona” (Kebenaran Adalah Permulaan) melalui tembang Simalungun. Motto Simalungun tersebut dipegang teguh oleh Intan Saragih, artis Simalungun yang berdomisili di Pematang Siantar. Kecintaannya terhadap Simalungun disalurkan lewat tembang Simalungun hingga melambung ke daerah perantauan.

Penampilan Intan Saragih, tidaklah seperti sebagian penyanyi Batak ibukota atau daerah yang gemar dengan keglamoran. Namun Intan Saragih adalah sosok gadis Simalungun yang sederhana yang menjungjung tinggi adat budaya Simalungun. Fanatismenya terhadap Simalungun dia abadikan dengan menggeluti profesi penyanyi lagu-lagu daerah Simalungun.

Selama delapan tahun bergelut di dunia tarik suara Tembang Pop Simalungun dibawah bendera Nita Group Record, Intan Saragih sudah menelorkan tiga album Pop Simalungun. Diantara tembang dari tiga album tersebut cukup akrab di masyarakat Simalungun.

Seperti Lagu Cinta Bulung Motung, Sorod Ni Ranggiting serta album ketiga Bunga Papan. Seluruh tembang tersebut atau yang ada di album Pop Simalungun Intan Saragih merupakan ciptaan Sabar Tondang. Album ketiga adalah Produksi Gunung Artha Record.

Kecintaan Intan Saragih terhadap lagu-lagu Simalungun ternyata juga mengalir ke daerah luar Simalungun. Sabtu-Minggu (20-21 September 2008) Intan Saragih bersama Sabar Tondang tampil memukau di hadapan 1000 orang masyarakat Simalungun yang ada di Provinsi Jambi.

“Saya cukup bangga di Jambi. Ternyata kecintaan masyarakat Jambi asal tanah Simalungun cukup tinggi terhadap budaya dan musik daerahnya. Kerinduan akan lagu-lagu daerah Simalungun di perantauan membuat kami termotivasi untuk lebih berbuat terhadap lagu-lagu Simalungun. Saya selaku penyanyi dan putri Simalungun bangga dengan Simalungun,”ujar Intan Saragih saat berbincang-bincang dengan HOKI di Jambi, Senin (22/9) sebelum bertolak dari jambi menuju Siantar.

Sejak Kecil

Kecintaan Intan Saragih akan lagu-lagu Simalungun sudah ditunjukkannya sejak menginjak bangku sekolah dasar (SD N 122381 P Siantar). Dirinya juga hobi menyanyi dan sering disalurkan saat ada acara hajatan pesta perkawinan atau kegiatan lainnya.

“Saya hobi menyanyi sejak SD. Saya juga mencintai lagu-lagu Simalungun sejak kecil. Dan sekarang saya menancapkan profesi sebagai penyanyi Simalungun yang profesional. Tiga album Pop Simalungun saya selama delapan tahun adalah bukti kecintaan saya terhadap Simalungun,”ujar putri pasangan J Saragih dengan P boru Situmorang ini.

Awal karier Intan Saragih di dunia tarik suara profesional, dimulai dari paggung pesta perkawinan. Banyaknya permintaan terhadap dirinya untuk bernyanyi, membuat Intan Saragih serius untuk menekuni talenta yang dimilikinya.

“Saya memulai karier dari panggung ke panggung hingga bisa rekaman sejak tahun 2001 dan mulai rekaman tahun 2003. Saya diberi Tuhan talenta bernyanyi yang bisa menghibur orang banyak, khususnya komunitas saya sendiri. Mudah-mudahan kecintaan dan perhatian orang Simalungun terhadap lagu-lagu Simalungun tetap abadi,”ujar anak keempat dari lima bersaudara ini.

Tak Punya Royalti

Dibalik eksistensi Intan Saragih menggeluti dunia tarik suara Pop Simalungun hingga bisa memasuki dapur rekaman, ternyata meninggalkan kesan yang kurang menguntungkan. Tiga album Pop Simalungun yang telah dihasilkannya, ternyata tidak mendapatkan Royalti dari penjualan kaset dan VCD.

“Penyanyi Simalungun jarang mendapatkan royalti dari hasil karya mereka. Kontrak kerja yang kerap disepakati hanya bagi hasil dari penjualan kaset saat album keluar. Penyanyi hanya mendapatkan sedikit dari penjualan kaset. Bahkan pembayaran sering dilakukan setelah penjualan kaset,”kata putri Simalungun lulusan SMP N 7 P Siantar ini.

Menurut Intan Saragih, entertainment Simalungun hingga Producer Simalungun hingga kini belum mampu mensejahtrakan Artisnya. Bahkan managemen Artis Simalungun tergolong managemen perorangan. Hal itu ditandai dengan belum adanya Artis Simalungun yang melakukan kontrak hingga tahunan dalam segala kegiatan entertaiment.

Butuh Perhatian

Sementara itu, ternyata penyanyi Simalungun tidak menjadi tuan di negeri sendiri. Saat malam hiburan Pesta Danau Toba baru-baru ini yang berlangsung di Parapat, Kabupaten Simalungun, ternyata artis Simalungun tidak ada yang tampil. Bahkan Pemerintah Kabupaten Simalungun terkesan melupakan Artis Simalungun pada malam hiburan itu.

“Perhatian Pemerintah Kabupaten Simalungun terhadap lagu-lagu daerah serta penyenyi Simalungun minim sekali. Malam hiburan Pesta Danau Toba adalah bukti ketidak berpihakan Pemerintah Simalungun terhadap Artis Simalungun,”kata Intan Saragih didampingi Sabar Tondang.

Disebutkan, lemahnya nilai jual artis Simalungun, karena tidak memiliki manajemen yang profesional dibidang entertainment. Sehingga promosi jual artis-artis Simalungun di kampung sendiri kurang diminati para pengusaha hiburan.

Menurut Intan Saragih, lulusan SMK N 1 P Siantar ini, selain pemerintah setempat, tokoh-tokoh masyarakat Simalungun yang sukses di perantauan juga masih minim memberikan perhatian terhadap Artis Simalungun, termasuk lagu-lagu Simalungun.

“Banyak orang Simalungun yang sukses di perantauan atu di Simalungun sendiri. Namun perhatian terhadap lagu Simalungun dan pelantunnya sangat minim. Kami berharap kedepan Tokoh Simalungun mau berbuat untuk mengabadikan lagu-lagu Simalungun demikian juga dengan artisnya,”katanya.

Intan juga berharap dukungan masyarakat Simalungun dimanapun berada untuk tetap mencintai dan mau membeli kaset lagu-lagu Simalungun. “Saya berharap Motto Simalungun “Habonaron Do Bona” tetap mendarah daging bagi orang Simalungun dimanapun berdomisili. Bagi orang Simalungun perantauan tetap peduli terhadap kampung halamannya,”ujarnya.

Tampil Memukau

Sementara itu, Malam Kesenian Simalungun, Marsombuh Sihol (Melepas Rindu), Sabtu (20/9) malam dan Puncak Perayaan Pesta Jubileum (Olob-olob) 105 Tahun Injil di Simalungun tingkat GKPS Resort Jambi, di GKPS Jambi, Minggu (21/9), Intan Saragih dan Sabar Tondang tampil memukau.

Intan Saragih dengan kyboris Sabar Tondang mampu mengobati kerinduan 1000 masyarakat Simalungun di jambi yang hadir pada acara tersebut. Puluhan tembang Simalungun dari album Intan Saragih serta tembang-tembang lawas Simalungun berdetak di acara Marsombuh Sihol dan Pesta Jubileum itu.

Antusiasme warga GKPS se Resort Jambi yang meliputi GKPS Kota Jambi, Suka Makmur (Tebo), GKPS Bungo, Sumber sari dan Simpang TKA (Kabupaten Bungo) dan GKPS Bangko (Merangin) serta satu pos pelayanan Aur Duri Kota Jambi pada malam hiburan itu sungguh luar biasa.

Intan Saragih mampu menyanyikan sedikitnya 30 tembang Simalungun yang akrab ditelinga masyarakat Simalungun yang berdomisili di Kota Jambi dan sekitarnya. Tidak heran, kalau lelang sejumlah tembang Simalungun yang dilantunkan Intan Saragih mampu mengumpulkan dana untuk GKPS Resort Jambi puluhan juta Rupiah.

Selain masyarakat Simalungun, simpatisan Simalungun yang ada di Kota Jambi dan sekitarnya juga menikmati kerinduan tembang-tembang Simalungun yang dilantunkan artis Simalungun (Pematang Siantar) Intan Saragih dengan Sabar Tondang, Willy Silalahi (Personil Lasidos Plus), Trio Gama Jambi.

Artis pendukung tersebut mampu mengobati kerinduan ribuan masyarakat Simalungun yang ada di Provinsi Jambi akan lagu-lagu Simalungun. Parade lagu-lagu Simalungun itu juga dihiasi dengan tampilnya tarian khas Simalungun yakni Tortor Sombah yang dibawakan Pemudi GKPS Jambi (Kristi, Rose, Junitha, dan Henny). ruk/asenk lee saragih (kabarindonesia.com)

Intan Saragih saat tampil di GKPS Jambi. Foto Asenk Lee Saragih. (Foto Bawah. Intan Saragih bersama Group Nisha saat tampil di Muarobungo Nopember 2011). 

Angin Kencang Rusak Sawah di Siantar Marihat

Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
(Foto: Mangasi) RUSAK: Padi sawah di Kecamatan Siantar Marihat rusak akibat diterjang hujan deras dan angin kencang pada Jumat lalu.(Foto: Mangasi) RUSAK: Padi sawah di Kecamatan Siantar Marihat rusak akibat diterjang hujan deras dan angin kencang pada Jumat lalu.
SIANTAR- Puluhan hektare sawah yang tersebar di beberapa lokasi di Kelurahan Marihat Baris, Kecamatan Siantar Marihat, rusak dihantam angina kencang yang menyerang pada Jumat (22/6) lalu. Kini para petani terancam merugi hingga ratusan juta rupiah.

Kepada METRO, Minggu (24/6) sejumlah petani mengatakan, padi-padi mereka mengalami patah pada batang bawah, bulir padi jatuh menyentuh tanah, terendam air dan tertanam lumpur. Salah seorang petani  bermarga Siahaan ketika ditemui di sawah miliknya menuturkan, hujan kencang disertai angin kencang telah menumbangkan sekitar puluhan hektare persawahan milik para petani, termasuk lahan miliknya.

Padahal, katanya, padi-padi tersebut dalam waktu dekat akan memasuki masa panen. “Dalam waktu dekat aku akan segera memanen dan ternyata padi-padi ini rusak karena dihantam angina,” ujarnya dengan raut wajah lesu.

Dia menambahkan, saat ini para petani padi sedang berusaha memperbaiki padi-padi merekja yang patah dengan mengikatnya dan diharapkan bisa kembali seperti semula, setidaknya petani tidak rugi besar.
Petani lainnya, boru Samosir juga mengaku tanaman padinya juga hancur akibat terjangan hujan angin kencang. Katanya, padi yang akan siap panen kini telah rata dengan tanah.

Dia menjelaskan, hasil yang diperoleh dari panen yang akan datang dalam waktu dekat ini akan sangat sedikit karena sebagian besar bulir padi kini telah terendam lumpur. “Jika padi tidak mengalami kerusakan, biasanya mampu berproduksi 6 ton per hektare. Namun dengan kondisi bulir padi yang kini telah rontok dan banyak tertanam lumpur, petani akan mengalami kerugian besar. Kita saat ini sedang berusaha keras mengatasi ini,” ujarnya.

Mereka juga mengharapkan adanya uluran tangan pemerintah atas musibah yang dialami para petani.
“Kami mengalami kerugian sangat besar akibat bencana ini. Besar harapan kami pemerintah memberikan bantuan untuk meringankan beban kami ini,” pinta D Sihombing, salah seorang petani dan beberapa petani lainnya. (MSC)

Danau Toba Lokasi Syuting Trio Sekawan (Buntora Situmorang, Jhonny Manurung, Tunas Sirait)

(Foto:JETRO SIRAIT) TIGA SEKAWAN: Tiga Sekawan, antara lain Buntora Situmorang, Jhonny Manurung, Tunas Sirait foto bersama Ria Turnip, Minggu (24/6).(Foto:JETRO SIRAIT) TIGA SEKAWAN: Tiga Sekawan, antara lain Buntora Situmorang, Jhonny Manurung, Tunas Sirait foto bersama Ria Turnip, Minggu (24/6).AJIBATA- Setelah sukses pada album Siraja Andung Vol. 1, Trio 3 Sekawan kembali merilis album keduanya, yakni Loja do Au Mandiori, dengan mengambil latar belakang kondisi kehidupan orang Batak di bonapasogit (kampung asal orang Batak) dan di perantauan.

Ditemui di Lokasi syuting Cafรฉ Naborsahan, Minggu (24/6) personel Trio Sekawan yang terdiri Buntora Situmorang, Jhonny Manurung dan Tunas Sirait didampingi para artis pendukung tampak dikerumuni fansnya yang ingin berfoto bersama.

Di sela-sela acara syuting, Buntora selaku pencipta lagu dan sutradara klip mengatakan, seluruh lagu yang diciptakannya adalah permintaan dari para fansnya. “Ini sengaja kita buat dengan mengambil latar belakang Danau Toba sehingga lebih menyentuh pendengar musik Batak,” ujarnya.

Lebih lanjut Dia menyoroti industri musik saat ini yang sudah jauh berbeda dengan musik dan lagu-lagu terdahulu. Menurutnya, lagu-lagu saat ini kurang memberi makna terhadap pendengarnya. ”Sekarang banyak lagu-lagu yang sentimentil dan kurang membangun masyarakat. Untuk itu mereka merilis album ini agar lebih dekat dengan masyarakat.

Kameraman dan editing video dari Toba Record Jakarta, Pardamean Sijabat menambahkan, keindahan syuting kali ini diprediksi akan lebih indah karena mengambil lokasi di Danau Toba dan Jakarta. ”Pembuatan klip ini tergolong mewah. Di samping itu para pendukung acara dalam klip merupakan orang yang benar-benar mengalami peristiwa yang diceritakan dalam lagu sehingga semuanya berjalan dengan lancar,” terangnya. (MSC)

Resort GKPS Bah Pasunsang Diresmikan

Jemaat Harus Bangun Komunikasi yang Baik
(FOTO: MARIHOT) PROSESI: Prosesi oleh Sekjen GKPS Pdt El Imanson Sumbayak, Gideon Purba dan Jan Wanner Saragih diikuti para pendeta dan panitia.(FOTO: MARIHOT) PROSESI: Prosesi oleh Sekjen GKPS Pdt El Imanson Sumbayak, Gideon Purba dan Jan Wanner Saragih diikuti para pendeta dan panitia.RAYA- Setelah sebelumnya bergabung dengan Resort Bulu Raya Pasar, akhirnya GKPS Bah Pasunsang diresmikan menjadi GKPS Resort Bah Pasunsang. Peresmian resort yang terdiri dari 4 GKPS Pagaran ini berlangsung saat acara kebaktian Mingggu di Gereja GKPS Bah Pasunsang Minggu (24/6).

Peresmian resort tersebut juga berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat GKPS yang dibacakan Praeses Distrik II Pdt Marlan Damanik dan disaksikan Sekjend GKPS Pdt El Imanson Sumbayak. Setelah diresmikan menjadi Resort maka Resort GKPS Bah Pasunsang terdiri dari GKPS Bah Pasunsang, GKPS Bukit Doa, GKPS Durian Tukang dan GKPS Bornoh.

Dalam kotbahnya, Sekjend GKPS Pdt El Imanson Sumbayak menekankan agar warga GKPS bisa bersyukur dalam segala hal walapun saat menerima cobaan yang diberikan Tuhan.  Sekjend juga mengimbau agar warga GKPS bisa saling mengunjungi untuk membangun komunikasi antara sesama jemaat.

“Kalau kita dengar kata pasunsang, maka bisa diambil kata sunsang yang berarti mengunjungi. Hal itu mengingatkan agar kita saling mengujungi sesama dan lebih sering mengunjungi rumah Tuhan, yakni gereja,” katanya.

Dalam acara kebaktian Seksi Bapa GKPS Pamatang Raya 1903 juga diisi vokal grup sebagai bentuk puji-pujian kepada Tuhan. Usai kebaktian acara dilanjutkan dengan pemberian Hiou Pamalas Uhur kepada Plt Sekda Gidion Purba dan keluarga.

Usai menerima Hiou, spontan Sekda memberikan bantuan sebesar Rp6 juta untuk pembangunan rumah resort. Selain itu Sekretaris Umum Panitia Ir Jan Wanner Saragih juga memberikan bantuan Rp6 juta. Beberapa warga perantau asal Huta Bah Pasunsang turut memberikan bantuan guna mempercepat pembangunan rumah resort yang nantinya diperuntukkan untuk rumah dinas pendeta. Peresmian Resort Bah Pasunsang ini juga dihadiri Praeses Distrik I Pdt Abdi Jekri Damanik STh MSi, tokoh masyarakat Raya, dan 7 pendeta resort se-Distrik II.(MSC)

Buronan Korupsi Dinas PU Simalungun (Kardius) Ditangkap di Surabaya


(Foto: Dite Surendra/Jawa Pos)  Tim satgas menangkap Kardius, tersangka kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Simalungun.(Foto: Dite Surendra/Jawa Pos) Tim satgas menangkap Kardius, tersangka kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Simalungun.
MEDAN- Tim gabungan dari Intel Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berhasil meringkus Kardius, yang merupakan buronan atas kasus korupsi di Dinas PU Kabupaten Simalungun tahun 2009 sebesar Rp1,7 miliar.

Tersangka diringkus di salah satu hotel di Surabaya, Minggu (24/6) pukul 18.30 WIB. “Sejak ditetapkan tersangka pada tahun 2011, tersangka tidak pernah hadir saat dilakukan pemanggilan dan kemudian menghilang. Bersama tim Intel Kejaksaan Agung dan Kejatisu, kita berhasil menangkapnya di salah satu hotel di Surabaya dan Kajatisu, Noor Rachmad juga turut dalam penangkapan tersebut,” ujar Kasi III Asintel Kejatisu, Ronald Bakkara SH, kepada wartawan koran ini.

Lebih lanjut diterangkannya, tersangka merupakan pemborong dalam proyek pembangunan jalan di Kabupaten Simalungun. Diduga dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan volume. Akibatnya, dari anggaran Rp5 miliar, negara dirugikan sebesar Rp1,7 miliar. “Pada tahun 2010 kita lakukan penyidikan atas dugaan korupsi tersebut. Kemudian dari hasil penyidikan kita menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar,” jelas Bakkara yang ikut dalam penangkapan tersebut.

Bakkara menambahkan, sebelum diterbangkan ke Medan, terlebih dahulu tersangka dibawa ke Kejaksaan Agung untuk dilakukan pemeriksaan. “Tersangka kita bawa ke Kejaksaan Agung, dan setelah itu kita bawa ke Kejatisu,” pungkasnya. Sementara, Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare SH yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. “Benar ada penangkapan buron di Surabaya. Besok siang, Senin (25/6) akan dibawa ke Kejatisu,” kata Marcos.

Namun, mengenai adanya tersangka lain yang sudah ditetapkan penyidik, Marcos mengatakan ia tidak mengetahui persis kasus tersebut, mengingat kasus itu merupakan kasus lama. “Besok-lah ya saya cek dulu, itu kasus lama,” ucapnya.

Tak Tau Jadi DPO

Kardius sendiri menjabat sebagai direktur dalam proyek pembangunan jalan dengan nilai proyek sebesar Rp5,6 miliar. Namun dalam pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi kontrak dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar.

Wajah Kardius tampak tegang ketika digelandang keluar mobil oleh petugas. Mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana kain warna hitam. Dia berulang kali menutupi muka dan menghindar ketika berusaha untuk dipotret. “Kenapa ini pakai foto-foto segala,” protesnya.

Tiga petugas kejaksaan yang mengapit Kardius langsung menggelandangnya masuk ke terminal keberangkatan pesawat Garuda pada pukul 20.00 WIB. Rencananya Kardius akan langsung diterbangkan ke Jakarta. Di Jakarta, Kardius akan menikmati satu hari bermalam di Rutan Kejagung. Setelah itu, dia akan langsung diterbangkan ke Sumatra Utara.

Ketika ditanya, Kardius enggan menjawab. Dia hanya mengatakan bahwa selama ini tidak bersalah. “Saya tidak tahu kalau dijadikan DPO,” jelasnya. Pria bertinggi sekitar 170 cm itu mengatakan, akan segera menghubungi kuasa hukumnya.

Kasi III Asintel Kejati Sumut Ronald Bakara yang ikut menangkap Kardius mengatakan, Kardius sudah sejak 2010 telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Beberapa bulan ini, keberadaan Kardius memang sulit untuk dideteksi oleh petugas.

Ronald menambahkan jika, selama satu bulan akhir ini, Kardius terlacak keberadaanya di Jakarta dan Surabaya. “Sehingga kami meminta bantuan dari Intel Kejagung dan Kejati untuk menangkapnya,” ujarnya. Kardius tertangkap di Hotel Tunjungan kamar 827 Surabaya pada pukul 18.45 WIB. Tim gabungan dari Kejati Sumut, Kejagung, dan Kejati, menyergapnya ketika sedang berada di kamarnya. Pada saat itu Kardius sedang santai di kamar hotel. Ketika petugas menangkapnya, tidak ada perlawanan dari Kardius.(MSC)

Iwan Fals Tertarik Budaya Batak, Ciptakan Lagu Mursala


Iwan FalsIwan FalsJAKARTA- Film layar lebar berjudul ‘Mursala’ produksi Raj’s Production akan dirilis Desember tahun ini. Penyanyi legendaris Iwan Fals pun menciptakan lagu khusus untuk mengisi sountrack-nya.
Menurut sang eksekutif produser Anna Sinaga, Iwan Fals sangat antusias menggarap lagu tersebut. Iwan tertarik karena film itu mengangkat budaya Batak dan keindahan panorama Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Waktu saya berikan script ‘Mursala’ ke mas Iwan Fals, beliau tertarik untuk membuatkan soundtrack-nya. Makanya dia ciptakan lagu yang judulnya sama dengan filmnya,” ungkapnya saat dihubungi via telepon, Minggu (24/6). Kata Anna, lagu ‘Mursala’ digarap Iwan bersama arranger musik Iwang Noorsaid. Lagu tersebut telah selesai digarap dan sedang dalam proses penyempurnaan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Lagu ‘Mursala’ sudah jadi, tapi mau di-mix sedikit di KL (Kuala Lumpur), sekalian menunggu video klip dan jumpa press. Rencananya Juli nanti, setelah proses mix dan video klip selesai,” jelasnya. 

Film yang disutradarai Viva Westi itu dibintangi sejumlah aktris dan aktor ternama. Di antaranya Rio Dewanto, Titi Sjuman, Mongol, Tio pakusadewo, Rudy Salam, Roy Ricardo, Elsa Syarief, Bonaran Situmeang, dan juga Anna Sinaga.

“Film ini mengangkat budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh nikah sampai sekarang. Dan ketika mas Iwan Fals menciptakan lagu ‘Mursala’, buat saya lagu itu sempurna banget,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, film Mursala, Cinta Versus Adat berdurasi sekitar 100 menit ini menurut rencana akan digarap tidak hanya bertujuan mempromosikan pariwisata Tapteng semata. Namun juga melestarikan budaya adat Batak yang ada. Shootingnya sebagian besarnya akan dilakukan di Pulau Mursala. Dan, tentunya mengutamakan para pemain yang berasal dari Tapteng. Hanya empat pemain utama yang dibawa dari Jakarta.

Film ‘Mursala’ diawali dengan cerita tekad seorang pemuda Batak bernama Anggiat Saragi yang diperankan Rio Dewanto, merantau dari kampungnya Sorkam Tapteng ke Jakarta. Dia sukses menjadi pengacara dan dibanggakan orangtua, namun itu belum sempurna karena ibunya Inang Romauli dan ayahnya Amung Hotman mengharapkan Anggiat menikah dengan paribannya (sodara sepupu).

Hal itu tidak mudah, karena di Jakarta Anggiat telah memilih wanita Batak lain yang dicintainya yakni Clarisa Turnip seorang presenter televisi. Persoalan muncul karena marga keduanya, ternyata masuk ke dalam larangan adat yang tidak memungkinkan keduanya untuk menikah kecuali keluar dari adat marganya masing-masing. Meskipun Anggiat bertekad untuk mempertahankan hubungan mereka.

Di tengah kegalauan, Anggiat bertemu kembali dengan Bonatiur Sinaga yang diperankan oleh Titi Sjuman, pariban yang ternyata adalah teman masa kecilnya di Pulau Mursala, dulu. Tiur gadis yang diceritakan sebagai pecinta alam biota laut ini juga beberapa kali gagal menjalin cinta. 

“Saya pecinta film. Makanya terhadap sutradara saya akan kritis. Agar film ini benar-benar nantinya memiliki skenario kuat. Demikian juga ceritnya harus dalam. Makanya saya akan turun langsung,” ungkap Bupati Tapteng Bonaran Situmeang di Jakarta, Sabtu (4/2) lalu.

Eksekutif Produser Anna Sinaga menuturkan, pembuatan film tersebut karena kekaguman akan keindahan Pulau Mursala. “Kebetulan saya bekerja di kantor pengacara Bonaran Situmeang sebelum beliau menjadi Bupati Tapteng. Keterharuan saya muncul waktu kampanye, Bonaran bilang apa yang mau kita buat untuk kampung halaman? Makanya kita tergerak untuk buat film, apalagi Pulau Mursala itu benar-benar indah.
Letaknya di tengah laut, di Samudera Hindia. Bahkan di atas ada pulau itu juga terdapat danau,” ungkap Anna yang juga berprofesi sebagai seorang advocate ini.(MSC)

Tujuh Bupati Se Danau Toba Tandatangani Kesepakatan Dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Bangkitkan Kejayaan Danau Toba
JAKARTA- Tujuh bupati di seputar kawasan pesisir Danau Toba, baru-baru ini dipastikan telah menandatangani kesepakatan bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparenkraf) Mari Elka Pangestu.

Langkah tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen bersama menata kembali Danau Toba, sehingga dapat kembali menjadi objek pariwisata yang menjanjikan. Informasi ini diperoleh saat METRO berbincang-bincang dengan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Saidi Butarbutar, kemarin. Bahkan menurutnya, Menparenkraf mengajaknya secara khusus untuk bersama-sama membangun kembali masa-masa kejayaan Danau Toba yang sempat menggema hingga seluruh penjuru dunia.

“Jadi Menteri Pariwisata sudah bicara dan bersama-sama dengan tujuh bupati di pesisir Danau Toba, telah menandatangani kesepakatan untuk mengelola dan menata kembali Danau Toba. Jadi akan ada langkah-langkah khusus yang akan segera dilakukan dan ada pembangunan khusus di beberapa tempat, supaya Danau Toba bisa dipasarkan,” ungkapnya.

Langkah ini ditempuh setelah sebelumnya saat duduk di Komisi X, sebagai putra asli kelahiran Parapat, Saidi secara terang-terangan menyampaikan gagasannya di hadapan Mari Elka Pangestu. Ia mengkritisi mengapa anggaran pariwisata yang begitu besar, namun pengembangan pariwisata di Danau Toba tidak bisa ditingkatkan.
Padahal sebelumnya, Danau Toba sangat ramai dikunjungi baik turis mancanegara maupun wisatawan dari dalam negeri sendiri.“Jadi mengembangkan kembali Danau Toba ini, menjadi cita-cita saya. Karena pariwisata merupakan tambang yang tidak pernah habis. Coba lihat seperti Kanada, untuk masuk ke Niagara saja, itu harus bayar 14 dollar. Tapi tetap saja orang sangat ramai berkunjung. Bahkan hingga jutaan orang setiap tahunnya. Nah mengapa kita tidak bisa?”

Menanggapi hal ini, Menparenkraf menurut Saidi, benar-benar sangat antusias. Dan menyatakan komitmennya. Makanya tidak heran jika kemudian Mari Elka secara khusus mengajak Saidi bersama-sama, termasuk ketujuh pemerintahan daerah yang ada, mewujudkan komitmen tersebut. Sebab jika hanya dilakukan pemerintah pusat, maka hasilnya tentu tidak akan maksimal. Karena dalam hal ini, dibutuhkan adanya sinergitas dan kepedulian menyeluruh segenap elemen yang ada. Oleh sebab itu, sebagai langkah awal, Saidi menilai penting mencari tahu terlebih dahulu apa yang menjadi kendala utama.

“Harus kita cari tahu mengapa Parapat dan Danau Toba tidak bisa maju? Apakah karena kita orang batak ini dinilai tidak bisa melayani orang? Atau karena pembangunan dan infrastrukturnya yang memang tidak diperhatikan? Karena memang untuk mencapai Parapat saja, dari Medan itu membutuhkan waktu paling tidak 5-6 jam.”

Artinya dalam hal ini menurut anggota DPR yang baru sebulan terakhir dilantik menggantikan Amrun Daulay ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur. “Kalau di Niagara itu, mereka buat transportasinya sangat bagus. Selain itu, masyarakatnya juga bekerjasama dengan pemerintah. Sehingga lahir kebijakan-kebijakan yang memang sangat mendukung bagi pariwisata. Dan itu merupakan salah satu daya tarik tersendiri. Jadi mengapa kita disini tidak bisa? Padahal Danau Toba ini kan danau vulkanik terbesar kedua di dunia?”

Saidi yakin, ketika Danau Toba diciptakan sebagai tambang pariwisata, maka tidak saja pendapatan masyarakat dipastikan meningkat, namun sekaligus kondisi alam juga tetap terpelihara dengan baik. “Karena seingat saya dulu waktu kecil, di Parapat itu kita bisa mencari uang. Bayangkan, dengan memancing ikan yang begitu banyak, saya bisa membeli baju dan bisa bersekolah. Tapi sekarang kemana semua ikan-ikan itu. Apakah mati, habis atau karena karena polusi?”ungkapnya. (msc)

Walikota Siantar Hulman Sitorus Disuruh Keluar dari Acara Resmi

Hulman Dinilai Tak Pantas MENJADI WALIKOTA
(FOTO: TONGGO SIBARANI) Amiruddin Tambunan bersama pengurus Forum Solidaritas Wartawan LSM Siantar-Simalungun saat diwawancarai wartawan, Minggu (24/6).(FOTO: TONGGO SIBARANI) Amiruddin Tambunan bersama pengurus Forum Solidaritas Wartawan LSM Siantar-Simalungun saat diwawancarai wartawan, Minggu (24/6).SIANTAR- Walikota Siantar Hulman Sitorus, disuruh keluar saat acara resmi nampaknya tidak akan sekali saja terjadi. Direncanakan di setiap acara resmi, Hulman akan di demo Forum Solidaritas Wartawan dan LSM Siantar-Simalungun (FSWLSS). 

Seperti yang terjadi pada acara silahturahmi Cagubsu, Sutan Bhatoegana di Convensen Hall Siantar Hotel.

"Hulman tak pantas jadi Walikota Siantar. Selama 13 kali kami berdemo, Hulman tidak pernah menampung aspirasi kami. Malah Hulman terkesan mengejek aksi-aksi di Siantar lewat sambutannya pada acara yang pernah dihadirinya," ujar Amiruddin Tambunan wartawan Sangkakala, Minggu (24/6). 

Semalam, Amiruddin menyuruh Hulman keluar dari acara silahturahmi Cagubsu Sutan. Ia mengaku, bukan niat mengusir Hulman, tetapi mau menyampaikan kepada Sutan bagaimana karakter kepemimpinan Hulman. "Saya sangat suka pengarahan Sutan. Saya menilai itu bagus. Tetapi kenyataannya, Hulman tidak pernah melakukan tupoksinya sebagai Walikota Siantar," tegasnya.

Bukti kebobrokan kepemimpinan Hulman, ketika mau diberitahukan kondisi Siantar pada acara Silahturahmi Sutan, para antek-antek Hulman langsung maju ke depan untuk menyerang. "Saya mau memberitahukan apa yang dirasakan masyarakat selama 2 tahun Hulman jadi walikota.

Tetapi belum sempat saya sampaikan, antek-antek Hulman langsung menyerang saya. Ada yang menarik-narik saya, dan ada juga yang mencoba merampas mikropon dari tangan saya. Untung saja ada wartawan teman saya yang membantu," paparnya. Ia mengaku belum ada pernah mendapatkan ancaman pasca kejadian terserbut. Dia mengatakan, tidak akan pernah gentar mengungkapkan keadilan.

"Ancaman apa yang datang sama kita. Kalau pun ada ancaman, saya cueknya. Saya tidak pernah takut menegakkan keadilan," katanya didampingi kordinator FSWLSS, Samsudin Harahap.

HulmanTetap Kami Seser

Samsudin menambahkan, melihat SDM Hulman, kayaknya Hulman harus mundur dari Walikota Siantar. Hulman tidak kapabel mengungkapkan pemimpin berani, bersih, merakyat, dan bertanggungjawab.
Forum Solidaritas Wartawan dan LSM Siantar-Simalungun (FSWLSS) mendukung sikap Amiruddin Tambunan, tak akan pernah gentar menegakkan keadilan.

Kordinator FSWLSS Samsudin Harahap menegaskan akan tetap menyeser Walikota Hulman Sitorus. Mereka menilai Hulman tak layak lagi memimpin Kota Pematangsiantar. "Hulman tetap akan kami seser. Dimana Hulman kami akan cari, sekalipun itu pada acara seremonial, karena Hulman tidak pernah di kantor, makanya tidak pernah menampung aspirasi masyarakat. Solusinya Hulman harus didatangi ke tempat acara-acara," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wartawan Mingguan Sangkakala Amri Tambunan, menyuruh keluar Walikota Siantar Hulman Sitorus dari Acara Silaturrahmi Masyarakat Siantar dengan Sutan Batugana Siregar Menuju Sumut 1 di Convention Hall Siantar Hotel, Sabtu (23/6) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

Kericuhan sempat terjadi antara wartawan dengan beberapa anggota Hulman yang hadir saat acara itu. Hulman Sitorus sendiri sempat terlihat emosi dan berdiri dari bangku yang didudukinya.(msc)

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.