}); July 2012 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Sidang Korupsi APBD Simalungun, Zulkarnain Setujui Pencairan Cek

Written By GKPS JAMBI on Tuesday, 31 July 2012 | 18:09

MEDAN- Sidang lanjutan dugaan korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2005-2006 Pemkab Simalungun, senilai Rp529.654.638, dengan terdakwa mantan Bupati Zulkarnain Damanik, kembali digelar di ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/7).

Dalam sidang dengan majelis hakim yang diketuai Jonner Manik itu, tiga orang saksi kembai dihadirkan masing-masing Jhon Walter Purba mantan Kepala Seksi Operasional Bank Sumut Cabang Pembantu (KSO-Capem) Pemkab Simalungun, Bachtiar Gultom mantan Pimpinan Bank Sumut Cabang Pembantu Pemkab Simalungun tahun 2002-2008 dan Siti Aisyah selaku mantan Teller Bank Sumut Pemkab Simalungun.

Berdasarkan fakta di persidangan, Bachtiar Gultom mengaku mantan Bupati Simalungun, Zulkarnain Damanik telah menandatangi dan menyetujui dua pencairan cek. Di antaranya cek nomor 724329 tanggal 20 Februari 2006 senilai Rp130.355.729 ditujukan ke Swiss F Damanik dan cek nomor 788417 tanggal 15 Februari 2006 senilai Rp100.408.750 ditujukan CV Cahya Utama.

“Seingat saya kedua cek tersebut dibawa oleh Helga Hutazulu dan Rosdiana. Kedua cek itu ditandatangani oleh Bendahara Umum Sugiati dan diketahui Bupati Zulkarnain Damanik. Untuk mencairkan kedua cek tersebut harus mendapat persetujuan dan tandatangan Bupati. Kalau tidak, cek-nya tidak mungkin bisa dicairkan,” terangnya.

Lantas, lanjut Bachtiar Gultom, dirinya sempat mengecek spesemen tandatangan kedua pejabat yang tertera dalam cek tersebut. Karena tidak ada keraguan, lalu dirinya menandatangani kedua cek itu dan dicairkan. “Setelah tandatangannya dipastikan adalah milik Bupati dan Bendahara, lalu saya menyetujui pencairan itu dan cek nya diserahkan ke teller, sehingga uangnya dapat dibawa kedua orang yang membawa cek tadi,” jelasnya.

Bachtiar Gultom sendiri baru mengetahui bahwa pencairan cek tersebut bermasalah saat dimintai sebagai saksi di persidangan. “Belakangan saya mengetahui cek ini bermasalah sejak saya diminta sebagai saksi,” ucapnya saat menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amardi Barus.

Dalam persidangan tersebut, juga dihadirkan dua bukti cek asli mengenai penarikan uang dari Bank Sumut Cabang Simalungun seperti permintaan Penasehat Hukum (PH) terdakwa pada persidangan sebelumnya.
Sementara saksi Siti Aisyah selaku mantan Teller Bank Sumut Pemkab Simalungun lebih banyak mengaku tidak ingat dengan pencairan cek itu saat ditanyai majelis hakim. 

“Saya tidak ingat. Karena sudah lama sekali itu,” sebutnya. Sedangkan Jhon Walter Purba, mantan Kepala Seksi Operasional Bank Sumut Cabang Pembantu (KSO-Capem) Pemkab Simalungun, mengaku keterangannya masih seperti di persidangan sebelumnya.

Di mana pencairan cek itu harus mendapat persetujuan Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik. Usai mendengar keterangan para saksi, majelis hakim kemudian menunda persidangan hingga Kamis, (2/8) dengan agenda masih mendengarkan keterangan para saksi. (MSC)

Pengosongan Lahan Eks Goodyear, Ibu-ibu Diseret & Ditendang Satpol PP


[Foto: Billy] HADANG-Ratusan warga petani penggarap di lahan eks Goodyear mencoba hadang personil Satpol PP.
[Foto: Billy]
HADANG-Ratusan warga petani penggarap di lahan eks Goodyear mencoba hadang personil Satpol PP.

SIMALUNGUN- Ratusan petani yang didominasi kaum ibu diseret, ditendang dan dipukuli anggota Satpol PP Pemkab Simalungun. Hal itu terjadi pada hari ke-3 pengosongan lahan 200 hektare eks Goodyear, Senin (30/7) di Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok. Warga bersusah payah menghentikan  alat berat (traktor) yang berusaha memasuki lahan.

Akibatnya, puluhan petani penggarap mengalami luka lecet dan bengkak di tubuhnya. Insiden ini terjadi saat puluhan petugas Satpol PP berusaha menerobos blokade petani yang menutup jalan. Aksi itu mereka lakukan untuk menghalangi petugas Satpol PP yang hendak mengosongkan tanaman ubi yang mereka tanami di lahan eks lahan PT Goodyear.

Aksi ini diperparah saat petugas Satpol PP menyeret wanita yang melakukan aksi tidur di jalan untuk menghalangi petugas saat berusaha menerobos blokade petani. Tak pelak ratusan petani yang juga berada di barisan tersebut, langsung malawan puluhan petugas Satpol PP yang berjaga–jaga dengan tameng ini. Kemudian kedua kubu ini langsung bentrok, puluhan ibu–ibu ditendang. Bahkan dipukuli petugas Satpol PP tanpa belas kasihan.

Alasan warga melakukan aksi penghadangan alat berat ini, agar pemerintah tegas memperbolehkan mereka untuk ikut mengelola lahan tersebut, walaupun nantinya lahan sudah diusahai PD Agromadear. Warga memohon dengan cara menjerit-jerit, sebab lahan tersebut salahsatu sumber mata pencaharian mereka.

Pantauan METRO, sekitar pukul 08.00 WIB, di lokasi sudah terlihat ratusan warga yang berniat menghentikan kebijakan Pemkab Simalungun untuk mengosongkan lahan. Juga terlihat ratusan personel keamanan dari Polres Simalugun, TNI dan Satpol PP berusaha mengamankan petugas dalam pengosongan lahan.

Hingga pukul 10.00 WIB, warga yang bertahan di lokasi sedikit demi sedikit berjalan mengarah ke Beringin. Namun di tengah jalan, terlihat keributan. Saat itu terlihat sebuah alat berat hendak menuju ke lokasi. Dengan sigap, secara ramai-ramai warga menghadangnya di tengah jalan.

Aat itu terjadi tarik menarik dan dortong mendorong antara ratasun masyarakat dengan perugas keamanan. Bahkan, seorang warga, Suyatno menaiki alat berat dan sempat memukul supir alat berat tersebut. Mungkin karena ketakutan, supir alat berat membalikkan arah traktor menuju Siantar dan lari dan Suyatno sampai sekarang diamankan polisi.

Karena ada temannya diamankan Polisi, suasana semakin panas, warga memaki-maki petugas keamanana. Bahkan berusaha mendekati. Namun dengan sigap petugas keamanan bertindak dengan mengahalau mereka agar tidak ribut di tangah jalan. Salahseorang anggota DPRD Simalungun, Bernard Damanik sempat marah-marah kepada petugas keamanan, karena dinilainya, aparat keamanan tidak berpihak kepada warga.

“Warga hanya cari makan di lokasi ini. Jangan sakiti warga, biarkan mereka ikut berperan membantu pemerintah. Kenapa harus dilarang. Jangan lakukan teori pemiskinan kepada masyarakat, karena saya lihat, sudah terjadi kebijakan pemiskinan rakyat di sini,” tegas Bernard menenangkan suasana yang sudah mulai memanas.

Terjadinya insiden tersebut sempat membuat Jalan Medan di KM 10 macet. Terlihat antrean panjang kendaraan dari arah Medan dan arah Siantar. Karena kesigapan Polisi, kemacetan tidak berlangsung lama, namun masyarakat sudah marah dan memaki-maki personel keamanan.

Beberapa saat kemudian, aparat keamanan bergerak kembali menuju lahan dan diikuti ratusan warga yang sudah mulai terlihat emoasi. Tiba di lokasi, warga melalui, Ketua Forum Komunikasi Masyrakat Tani Purba Sari dan Sinaksak, Mariono,  dan ratusan ibu-ibu di hadapan petugas keamanan mengatakan, mereka bukannya ingin mengusai lahan tersebut. 

Keinginan warga hanya ingin agar dilibatkan untuk mengelolanya.
“Kami bukan mau mengambil lahan tersebut. Jika memang ada pihak lain ingin mengelolanya dan membayar retribusi, patani juga sanggup melakukannya. Bapak-bapak sekalian, lihatlah warga kami, kaum ibu yang banyak menggantungkan hidupnya di lahan ini, pikirkanlah nasib mereka ke depan,” kata Mariono.

Soal adanya isu bahwa PD Agromadera telah menerima Rp2 miliar dari pihak swasta lokal untuk mengusahai lahan tersebut, dibantah Benny dan Wison. “Siapa yang bilang itu. Sampai sekarang belum ada investor yang sudah pasti untuk menanamkan investasinya,” tambahnya.

Pengosongan lahan ini juga, kata Benny untuk menghindari terjadinya konflik horizontal. Pasalnya, mereka sudah mendengar adanya pihak ketiga yang juga ingin menggapa lahan tersebut. Alasan pihak ketiga, kenapa warga di sana bisa, mereka tidak. “Jadi, untuk menghindari konflik horizontal ini, pemkab harus mengosongkannya, dan nantinya pengeloalanya adalah badan yang resmi, bukan pihak-pihak ketiga yang bermaksud menggarap.

Benny: Tetap Kosongkan

Dirut PD Agrmoadear, Ir Benny Purba  didampingi Kadis Pendapatan Pengeloaan Keuangan Daerah (PPAD), Wilson Manihuruk di lokasi, kepada METRO terkait penolakan warga mengatakan, walau apapun yang terjadi, Pemkab dan Muspida akan tetap melakukan pengosongan lahan. Alasannya, sudah sejak 5 bulan lalu, warga penggarap diberitahu, agar tidak lagi melakukan penanaman jenis tanaman apapun di lokasi tersebut.
[Foto:  Pholmer] PADATI-Ratusan warga petani penggarap lahan 200 eks Goodyear memadati Jalan Medan menuju lokasi dan menimbulkan kemacetan.
[Foto: Pholmer]
PADATI-Ratusan warga petani penggarap lahan 200 eks Goodyear memadati Jalan Medan menuju lokasi dan menimbulkan kemacetan.

“Sejak 5 bulan lalu, Pemkab sudah menyurati warga penggarap agar menghentikan kegiatan bertanam. Apabila masih ada tanamannya yang belum menghasilkan, agar setelah panen jangan menanam lagi. Nyatanya, walau sudah panen, warga kembali menanami lahan dan terpaksa kita lakukan pengosongan ini. Akhirnya, pada 5 Juli 2012, Uspida membuat kepsepakatan, agar lahan tersebut dikosongkan dari aktifitas warga,” kata Benny dan Wilson.

Katanya, PD Agromadear ingin mengosongkan lahan ini, agar nantinya ada investor yang mau menanam investasinya. Saat ini, katanya pihaknya sudah melirik investor dari Thailand, dan yang mereka minta, lahan harus kosong. Nantinya, jika lahan ini sudah berproduksi, PD Agromader sebagai pengelola aset yang ditunjuk bupati, akan menyumbangkan Rp500 juta bagi PAD.

Soal banyak permintaan warga agar ikut mengelola, ditegaskan Benny Purba, sampai saat ini belum ada permintaan remi dari warga. “Untuk mengsosongkan lahan saja warga tidak mau, apalagi memohon secara resmi. Yang jelas, pemerintah pasti akan selalu membantu rakyatnya. Mari bantu pemkab mengosongkan lahan, selanjutnya dicari jalan terbaik bagi warga dan pemerintah,” tegas Benny diamini Wilson Manihuruk.

Kapolres: Pelanggar Hukum Diproses

Menyikapi adanya warga yang diamankan aparat keamanan karena memukul supir alat berat. Kapolres Simalungun, AKBP M Agus Fajar didamping Wakapolres, Kompol Amri S, Kabag Ops, Kompol S Siregar, Kaposlek Serbelawan AKP K Manurung  dan yang lainnya mengatakan, pihaknya hanya bersifat sebagai pengamanan.

“Karena  lahan yang diskosongkan ini adalah aset Pemkab Simalungun, maka kita membantu pengamanan pemerintah untuk mengosongkan lahan tersebut. “Soal adanya warga yang diamankan, Polisi pasti akan bersikap netral dan melakukan proses penyelidikan dengan melihat dari segi hukum.

Jika memang ada warga yang merasa dipukul atau ditendang dan mengalami luka, silahkan lakukan visum dan buat pengaduan.  Siapa yang bersalah pasti akan diproses sesuai hukum,” ujar AKBP M Agus Fajar sambil berlalu menuju mobil dinasnya. (MSC)

Catatan Facebook Pdt Defri Judika Purba STh



MY FATHER IS MY HERO. Ayah sedang bekerja di ladang. Kehidupan sebagai petani sudah dijalani ayah bertahun-tahun. Dalam sebuah kisah keluarga yang kami jalani, saya selalu bangga bercerita bahwa saya adalah anak seorang petani; yang dalam sebuah kesusahan hidup yang menekan, pernah tidur di ladang berhari-hari, selama kurun waktu enam tahun.

Sejak ayah ditinggal ibunda tercinta tiga tahun yang lalu, semangat ayah untuk bekerja tidak pernah luntur. Pagi sampai sore selalu di ladang. Bekerja keras melebihi kekuatan yang ayah miliki.

Sebuah cita-cita luhur terpatri kuat di hati ayah. Beliau ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Di usia ayah yang sudah menginjak 55 tahun, sudah sepatutnya ayah menikmati kehidupan ini dengan memberi tubuhnya tidak terlalu bekerja keras.

Tapi beban tanggung jawab dan cita-cita ayah untuk anak-anaknya tidak memberi ruang untuk itu. Semogalah Dia Pemilik Kehidupan ini, berkenan memberikan kemurahan-Nya, kelemah lembutan-Nya, belas kasihan-Nya kepada ayah. Ayah, saya sangat bangga dan sangat menyayangimu. (Sumber Facebook : Pdt Defri Judika Purba STh)

HIDUP ADALAH TUGAS, Tekunilah. Ramai-ramai pulang partonggoan bersama jemaat. Berjalan kaki dengan kondisi jalan yang berbatu-batu. Badan yang letih tidak terasa karena alam menghadirkan dirinya dengan megah, pebukitan yang menawan dan hamparan danau toba yang indah.

Sepanjang perjalanan, berbagi cerita dalam sebuah sukacita. Hidup ini sungguh indah adanya. Bekerjalah...selama masih siang; akan datang malam, dimana tidak seorang pun yang dapat bekerja (Yoh.9:4). (Sumber Facebook : Pdt Defri Judika Purba STh)

 
HIDUP ADALAH CINTA –terimalah dan bagilah. Bersama salah seorang jemaatku. Beliau dipanggil na patar, sesuai dengan nama anaknya yang paling besar. Ibu dari empat anak ini sudah hampir tiga tahun ditinggal oleh suami yang dia cintai.

Anak-anaknya dua orang sudah berumah tangga, yang sulung dan bungsu belum berumah tangga. Tentu beban kehidupan sejak ditinggal oleh suami semakin berat. Untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan dalam keluarga, inang ini berjualan.

Membawa dagangan ikan mas, nila, pora-pora (haporas Danau Toba) yang diperolehnya dari penduduk sekitar Danau Toba di Desa Tambun Raya dan menjualnya ke pekan yang ada di Sarimatondang dan Sait Buttu, Kabupaten Simalungun.

Kalau dagangan inang ini tidak habis di pekan, beliau akan memasuki perkampungan yang ada di PTPN IV Kebun Toba Sari, menjajakan dagangannya kepada masyarakat di Perumahan Emplasmen atau Afdeling.

Dari usaha inilah inang ini bertahan memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai anaknya yang masih berada di bangku perkuliahan. Doa yang tulus yang dilatarbelakangi oleh kisah Petrus dan Yohannes yang menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahirnya di Bait Allah itulah yang kupanjatkan. (Kis.3:1-10).

Dalam kisah tersebut, diceritakan Petrus dan Yohannes akan bersembahyang di Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya dan harus diusung. Tiap-tiap hari dia diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah untuk meminta sedekah.

Ketika dia bertemu Petrus dan Yohannes, orang lumpuh tersebut menatap mereka dengan harapan mendapat sesuatu. Tetapi Petrus berkata: emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah.

Dan orang lumpuh itu menjadi sembuh. Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi yang kupunyai, kuberikan kepadamu; itulah yang kulakukan saat ini. Saya tidak memiliki emas dan perak untuk dibagi kepada jemaatku, karena mustahil untuk memiliki benda-benda tersebut dan saya juga yakin mereka tidak mengharapkan itu.

Yang saya miliki hanyalah cinta, cinta dan cinta. Cinta dalam sebuah tawa, cinta dalam keberpihakan kepada seorang inang yang sudah mabalu, cinta dalam sebuah kepedulian. Semoga inang ini bertambah-tambah rejekinya, dipenuhi sukacitanya dan dimuluskan setiap rencananya. (Sumber Facebook : Pdt Defri Judika Purba STh)

Satpol PP Simalungun Kosongkan Paksa Lahan Eks PT Good Year

Written By GKPS JAMBI on Saturday, 28 July 2012 | 08:50







Tapian Dolok, Barita Simalungun

Puluhan Satpol PP Simalungun melakukan pengosongan paksa lahan eks PT.GOOD YEAR di nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Lahan tersebut sudah digarap oleh petani dengan menanami ubi kayu dan jagung.

Dalam konferensi persnya, Wilson Manihuruk Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Simalungun mengatakan, bahwa sudah ada kesepakatan antara pemerintah dan penggarap, lahan tersebut akan dikosongkan kecuali lahan yang sudah ditanami tanaman sampai tanaman itu dipanen.

Menurut Wilson, setelah tanaman dipanen, maka lahan tersebut akan diserahkan kepada PD Agromadear. Setelah dikonfirmasi kepada perwakilan PD Agromadear, Jhonder Simbolon (staf produksi) mengatakan, bahwasanya PD Agromadear belum mengetahui akan diapakan lahan eks PT GOOD YEAR tersebut.

Diketahui, PD Agromadear akan memberikan PAD kepada pemkab Simalungun sebesar Rp.500 juta dan masyarakat yg menggarap lahan tersebut siap juga untuk menyerahkan Rp.500 juta kepada Pemkab Simalungun. Ada apa dengan Pemkab Simalungun? kenapa tidak diberikan kepada rakyat nya? Kenapa harus kepada PD Agromadear? ( Silver Silalahi)

OPUNG BAGOT di Purba Hinalang

Written By GKPS JAMBI on Friday, 27 July 2012 | 23:53


BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.