Berita Terkini

INDEKS BERITA

Gilingan Batu Ini Sudah Berusia 100 Tahun Lebih

Written By Beritasimalungun on Saturday, 30 September 2017 | 13:31


Gilingan Batu Ini Sudah Berusia 100 Tahun Lebih.Photo Asenk Lee Saragih

Gilingan Batu Ini Sudah Berusia 100 Tahun Lebih.Photo Asenk Lee Saragih
BeritaSimalungun-Gambar ini adalah Gilingan Bumbu Batu milik pasangan keluarga St Berlin Manihuruk/ Anta Br Damanik, warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. 

Gilingan Batu ini peninggalan dari Ayahnya (Alm) St Efraim Moradim Manihuruk/ (Alm) Ronta Porman Br Haloho. Diperkirakan usia Gilingan Bumbu Batu ini lebih dari 100 tahun. 

Kini usia St Berlin Manihuruk sudah 74 tahun. Sedangkan Gilingan Batu itu sudah sejak Orangtuanya St Efraim Moradim Manihuruk/ (Alm) Ronta Porman Br Haloho berkeluarga. 

Gilingan Bumbum Batu ini kerap dipakai untuk mengulek bumbu "Panggang Dayok Binatur" (Kuliner Khas Simalungun). Panggang Dayok Binatur Made In St Berlin Manihuruk-Hutaimbaru. (Asenk Lee)
Panggang Dayok Binatur Made In St Berlin Manihuruk-Hutaimbaru.


Ada Wahana Sepeda "Terbang" di Puncak Simarjarunjung

BeritaSimalungun-Wahana wisata kini semakin beragam di Puncak Simarjarunjung, Kabupaten Simalungun. Selain rumah pohon, kini ada wahana sepeda "terbang" yang bisa dinikmati setiap pengunjung di Obyek Wisata Alam Simalungun tersebut.

Berikut ini sejumlah photo diunggah Frti Ani Br Sinaga, seorang pengunjung Bukit Indah Simarjarunjung, Simalungun yang menjajal sepeda terbang tersebut. (Baca: Menikmati Pesona Puncak Indah Simarjarunjung)

Kalau Anda jalan-jalan ke Kabupaten Simalungun, belum sah rasanya jika belum singgah ke Bukit Indah Simarjarunjung itu. Panorama Danau Toba akan lebih indah jika dipandang dari Puncak Bukit Simarjarunjung tersebut. (Asenk Lee)   
Frti Ani Br Sinaga, seorang pengunjung Bukit Indah Simarjarunjung, Simalungun yang menjajal sepeda terbang. IST-FB 






Frti Ani Br Sinaga, seorang pengunjung Bukit Indah Simarjarunjung, Simalungun yang menjajal sepeda terbang. IST-FB 




Ketika Jonru Ginting Dipukul “KO” Kasus Medsos

Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting.IST
BeritaSimalungun-Saya masih ingat betul menulis kegeraman kepada Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru Ginting pada 31 Agustus 2017 lalu di Seword tercinta ini. Judulnya saat itu “Hentikan Jonru Ginting Menyamaikan Kebencian”. Hampir 30 hari menunggu sejak tulisan saya itu, ternyata Polisi berhasil mengeksekusi Jonru Ginting tepat pada 30 September 2017. 

Sungguh luar biasa kebebasan Jonru Ginting selama ini, yang seenaknya saja membuat tulisan-tulisan ujaran kebencian sejak tahun 2014 lalu hingga 2017 tanpa ada seorangpun penghuni negeri ini yang mau melaporkannya.

Namun berkat keberanian Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017) lalu dan Jonru Ginting sudah ditahan Sabtu 30 September 2017. Kini Jonru Ginting harus “Knockout” (KO) dari ujaran kebencian di sosial media.

Pegiat media sosial itu kini ditahan polisi. Dia ditahan terkait kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian yang dilaporkan Muannas Al Aidid. 

Cukup sudah sepak terjang Jonru Ginting. Polri harus tegas menegakkan keadilan. Dengan bukti rekam jejak digital yang diposting oleh si Jonru Ginting ini, maka sudah sepatutnya orang ini diproses hukum sesuai UU ITE yang berlaku sah dan mengikat di negeri ini.

Jangan sampai si Jonru Ginting ini merasa apa yang diperbuatnya selama ini adalah hal yang benar dan wajar-wajar saja. Akibat dari perbuatannya berpotensi merusak pola berpikir generasi muda dan ditiru oleh generasi muda lainnya yang masih di bangku sekolah, SMP maupun SMA.

Si Jonru Ginting ini sudah banyak berbuat hal negatif terhadap bangsa ini dan sudah banyak pihak yang geram sementara dia anteng-anteng saja menertawai kegeraman masyarakat. Animo masyarakat yang meminta dirinya untuk diproses hukum sudah sebegitu masifnya.

Lihatlah di semua linimasa media sosial bagaimana tuntutan masyarakat yang begitu tinggi soal perlunya penegakan hukum terhadap penyebar fitnah dan ujaran kebencian ini.

Saya tidak tahu dengan sistem penegakan hukum di negara ini jika orang seperti Jonru Ginting ini masih bebas berkeliaran dan semakin merajalela menebar fitnah dan kebencian terhadap pemerintah yang sah dan Konstitusional.

Negara terus dipermainkan, Institusi Polri dilecehkan, emosi masyarakat ditertawai, sementara tidak ada (atau barangkali belum) tindakan hukum yang berarti bagi orang ini yang jelas-jelas telah melakukan pelanggaran hukum di negara yang katanya negara hukum ini. 

Kamis 31 Agustus 2017 lalu, pengacara bernama Muannas Alaidid melaporkan penulis ke polisi atas dugaan hate speech, dan meminta Menkominfo Rudiantara memblokir semua akun media sosial Jonru yang dinilai sering mengunggah postingan bernada SARA.

Ditahan Polisi

“Pemeriksaan dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam tuh, dinihari, sebetulnya dari proses penyelidikan, tiba-tiba tersangka, langsung ditahan," ujar pengacara Jonru, Djuju Purwantoro seperti dilansir Kompas.com, Jumat (29/9/2017). 

Djuju menilai kasus ini terlalu dipaksakan. Menurut dia, kliennya baru diperiksa satu kali langsung ditetapkan menjadi tersangka dan akhirnya ditahan. 

“Jadi terlalu dipaksakan, terlalu subyektif sekali karena hanya gara-gara sangkaannya pasal 28 ayat 2 UU ITE, ancamannya kan di atas 5 tahun. kalau sudah seperti itu selalu penyidik jadi memiliki keputusan yang sangat represif, luar biasa dan subyektif," kata Djuju. 

Laporan ini diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia. 

Tak Takut 

Saat Jonru Ginting memenuhi panggilan pemeriksaan polisi, Jonru mengaku memenuhi panggilan itu untuk menepis isu miring yang menyebut dirinya takut diperiksa oleh polisi.

“Kalau kemarin mereka menyebut Jonru enggak berani datang, nih buktinya saya berani," ujar Jonru di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/9/2017). Jonru menambahkan, dia siap menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor dalam kasus ini. Dia siap menerima apapun yang akan terjadi nantinya. 

“Saya bukan Tuhan gitu lho, apapun bisa terjadi, saya siap," kata Jonru. Dia juga mengaku tak mempermasalahkan Muannas melaporkan dirinya ke polisi. Jonru berpendapat postingannya di media sosial tak mengandung ujaran kebencian. “Saya enggak usah menyesal, enggak ada gunanya menyesal, menyesal bikin rugi kita sendiri," ujarnya.

Kegeraman saya soal keberadaan Jonru Ginting yang sempat membuat “Mudar Batak” saya naik, akhirnya sedikit mereda. Jonru Ginting kini harus mempertanggungjawabkan ulahnya. Saya penulis juga orang Batak dan kalau dalam Marga Batak, Marga Ginting dan Manihuruk satu keturunan (satu darah) dan di Marga Batak masuk dalam Rumpun Raja Parna (Parsadaan Raja Naimbaton) dan tidak boleh menikah.

Sebagai orang Batak, Jonru Ginting telah melukai perasaan Orang Batak yang cinta akan kedamain dan jauh dari perselisihan. Dalam Adat Batak seperti “Dalihan Na Tolu” saling menopang.

Jonru Ginting ini sudah lupa akan Adat Budaya Batak yang kental dengan “Patik Palimahon” (Hormat kepada Orang Tua). Kalau Jonru Ginting tetap berujar kebencian lewat sosial media dan media berbasis online, maka Jonru Ginting tak layak menyandang Marga (Ginting) dibelakang namanya.

Dalam Budaya Batak, Marga itu sangat dihargai dan menghormati orang lain. Jika Jonru tetap saja bersikukuh merusak keharmonisan Negeri ini lewat ujaran-ujaran kebencian, Bangso Batak akan sekata untuk membuang Marga (Ginting) dari nama Jonru dan jadilah Jonru jadi plesetan (Jolma Rusak) atau dalam baha Indonesia disebut Orang Rusak. 

Berikut ini sebagian dari status-status ujaran kebencian, fitnah dan Hoax yang dibuat oleh si Jonru Ginting ini, bukan hanya ditujukan kepada Presiden Jokowi, akan tetapi juga kepada Kapolri.  Jejak-jejak digital ini saya kumpulkan baik dari Twitter maupun Facebook yang tidak pantas dia tujukan kepada Presiden maupun institusi Kepolisian. Bertobatlah Abanganda Jonru Ginting, Pintu Kebaikan Masih terbuka Untukmu. (*)



Menaker Resmikan Bursa Kerja dan Pusat Pengembangan Karir di USI

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri .IST
BeritaSimalungun-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meresmikan bursa kerja dan pusat pengembangan karir Universitas Simalungun (USI). Dengan adanya bursa kerja di lingkungan kampus, diharapkan lulusan perguruan tinggi semakin mudah terserap pasar kerja.

"Bursa kerja ini merupakan fasilitas yang sangat bagus bagi mahasiswa. Diharapkan mereka akan terbantu dalam memasuki dunia kerja setelah lulus," kata Menaker saat memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Universitas Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (28/9/2017).

Menurutnya, banyak hal yang tidak diajarkan di perguruan tinggi kaitannya dengan mencari pekerjaan. Seperti misalnya, bagaimana cara menghadapi wawancara dengan HRD. Hal itu bisa didapatkan di pusat pengembangan karir. 

Lembaga ini juga memberikan akses yang lebih baik kepada lulusan perguruan tinggi ke pasar kerja. Hanif menambahkan, bursa kerja juga akan mempermudah lulusan perguruan tinggi mendapat informasi mengenai jenis pekerjaan yang sedang dibutuhkan pasar, industri yang sedang tumbuh, industri yang sedang turun dan dimana mereka dapat memperoleh pekerjaan.

Selama ini Kemnaker sudah melakukan beberapa hal untuk mendukung eksistensi bursa kerja. "Kita melakukan pembinaan bursa karir, termasuk yang ada di perguruan tinggi. Selain itu, kami juga membantu menghubungkan dunia industri dengan perguruan tinggi" katanya.

Dijelaskan Hanif, Kemnaker aktif melakukan bimbingan dan konsultasi bagi bursa kerja, tidak hanya itu Kemnaker juga sudah mulai memperkenalkan perihal hubungan industrial kepada para pencari kerja.

"Hubungan industrial merupakan perihal yang perlu diketahui oleh para pencari kerja, sehingga saat mereka memasuki dunia kerja mereka sudah paham mengenai hak dan kewajibannya," tutur Hanif.

Senada dengan Menaker Hanif, Rektor Universitas Simalungu Prof. Dr. Marihot Manullang juga menegaskan pentingnya bursa kerja dan pusat pengembangan karir di lingkungan kampus. 

"Pusat pengembangan karir memiliki makna yang sangat penting bagi USI, saya harap lulusan kami akan lebih mudah masuk ke dunia kerja," kata Marihot.

Marihot menjelaskan, fungsi utama Bursa Kerja dan Pusat Pengembangan Karir USI adalah menyediakan layanan konsultasi dan bimbingan karir bagi mahasiswa USI sebelum memasuki dunia kerja.

"Perlu adanya upaya membekali mahasiswa seperti melatih meningkatkan kreatifitas karirnya, termasuk meningkatkan komptensi lulusan USI sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," tuturnya. 

Menaker juga mengingatkan agar perguruan tinggi di seluruh Indonesia terus meningkatkan relevansi dengan dunia industri. Hal ini dimaksudkan agar lulusannya cepat terserap pasar kerja.

"Sekarang dunia bergerak cepat. Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai jenis pekerjaan baru. Oleh karenanya, kurikulum yang diajarkan di kampus harus sesuai dengan perubahan jaman dan kebutuhan industri," kata Menaker.

Untuk menjawab tantangan pasar kerja yang dinamis, perguruan tinggi jangan hanya mengajarkan mahasiswa dengan keterampilan lama. Sebaliknya, jurusan dan kejuruan yang dimiliki perguruan tinggi harus relevan dengan dunia kerja, baik dari unsur dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya.

Menteri Hanif juga menambahkan, saat ini sekitar dua juta angkatan kerja baru Indonesia mengalami ketidakcocokan dengan pasar kerja. Hal ini karena kurangnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kepada mahasiswa, ia meminta kepada bekerja keras meningkatkan kompetensi diri, keterampilan kerja dan inovasi. Dengan kompetensi di atas standar, maka akan memenagkan persaingan. Menaker mengutip nasehat ilmuwan Albert Einstein yang menyatakan, hanyalah orang gila yang ingin mencapai hasil besar, namun dengan usaha secara biasa-biasa saja. (BS)

Sumber: Kumparan.com)

Pengacara Sebut Jonru Ginting Dijadikan Tersangka dan Ditahan Polisi

Written By Beritasimalungun on Friday, 29 September 2017 | 12:37

Jonru Ginting sebelum diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/9/2017).(Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)
BeritaSimalungun, Jakarta-Pegiat media sosial Jonru Ginting ditahan polisi. Dia ditahan terkait kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian yang dilaporkan Muannas Al Aidid. 

"Pemeriksaan dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam tuh, dinihari, sebetulnya dari proses penyelidikan, tiba-tiba tersangka, langsung ditahan," ujar pengacara Jonru, Djuju Purwantoro saat dikonfirmasi, Jumat (29/9/2017). 

Djuju menilai kasus ini terlalu dipaksakan. Menurut dia, kliennya baru diperiksa satu kali langsung ditetapkan menjadi tersangka dan akhirnya ditahan. 

"Jadi terlalu dipaksakan, terlalu subyektif sekali karena hanya gara-gara sangkaannya pasal 28 ayat 2 UU ITE, ancamannya kan di atas 5 tahun. kalau sudah seperti itu selalu penyidik jadi memiliki keputusan yang sangat represif, luar biasa dan subyektif," kata Djuju. Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017). 

Laporan ini diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia. 

Buktikan Dirinya Tak Takut 

Pegiat media sosial Jonru Ginting memenuhi panggilan pemeriksaan polisi atas laporan Muannas Al Aidid terhadap dirinya. Muannas menilai Jonru telah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial. Jonru mengaku memenuhi panggilan ini untuk menepis isu miring yang menyebut dirinya takut diperiksa oleh polisi.

"Kalau kemarin mereka menyebut Jonru enggak berani datang, nih buktinya saya berani," ujar Jonru di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/9/2017). Jonru menambahkan, dia siap menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor dalam kasus ini. Dia siap menerima apapun yang akan terjadi nantinya. 

"Saya bukan Tuhan gitu lho, apapun bisa terjadi, saya siap," kata Jonru. Dia juga mengaku tak mempermasalahkan Muannas melaporkan dirinya ke polisi. Jonru berpendapat postingannya di media sosial tak mengandung ujaran kebencian. 

"Saya enggak usah menyesal, enggak ada gunanya menyesal, menyesal bikin rugi kita sendiri," ujarnya. Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017). 

Laporan ini diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia. (BS)

Sumber: Kompas.com

Cerita Rikanson J Purba Soal Trio Ambisi dan Jhon Elyaman Saragih

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 27 September 2017 | 14:23

Trio Ambisi. IST
BeritaSimalungun- A M B I S I . Tahun 2001, enam belas tahun lalu, saya pernah mewawancarai personil Trio Ambisi di Siantar Hotel.

Ketika itu, terjadi dialog antara saya (Sy) dan (alm) Charles Simbolon (CS). Seingat saya begini dialognya: 
CS: Lae, ise do tahe goar na si Saragih parende i? 
Sy: Yg mana maksud Lawei? 
CS: I, na timbo hian soarana i? 
Sy: Oh..., Jhon Elyaman Saragih? 
CS: I ma, i ma. 

Mantap hian do soarana i da bah. (Sambil mengacungkan jempol).  Trio Ambisi benar-benar punya ambisi, bahkan tidak hanya menyanyikan lagu-lagu Batak saja, melainkan juga lagu-lagu sweet memories Indonesia.

Di karaoke, lagu-lagu seperti "Satu Kali, Dua Kali", "Cinta dan Permata", "Jangan Salah Menilaiku", dll. Sudah jadi lagu wajib.

Semua lagu itu dinyanyikan Trio Ambisi dengan empuk kayak Rendang Padang. Tanpa perlu ambisius, Lawei Jhon Elyaman Saragih (Jonel) jangan sampai hilang ambisi. 

Teruslah berkarya. Makanya, kita dukung habis kawan2: Agust Juvenly Purba, Rias Damanik, Endin Sitio (Jan M), dll. Yang tergabung dalam KopitaCreative KMC menyelenggarakan "Jhon Elyaman Saragih Live in Concert" di Theatre Garuda, TMII, 4 Nov 2017.  Tanpa Ambisi, hidup terasa sepi. (FB-Rikanson J Purba) 

Konser Lagu Simalungun di Jakarta


Junimart Girsang Usung Budaya Batak Dipromosikan di Prancis

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 26 September 2017 | 22:40

BeritaSimalungun-Anggota DPR RI Fraksi PDIP Junimart Girsang, Trimedya Panjaitan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba Samosir serta artis Batak Style Voice dan Amigos Band promosikan Budaya batak di Prancis. 

Agenda dilaksanakan di Pullman Hotel, Saint Clair Paris selama 3 hari sejak 23-25 September 2017. Kegiatan terlaksana atas partisipasi Junimart melalui pesan elektronik mengatakan ekspo itu mendapat apresiasi dari Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Hotmangaradja Pandjaitan, putra pahlawan Revolusi DI Panjaitan. 

Sekitar 250 warga Indonesia mengunjungi pagelaran setiap hari. Tamu menyatakan kekaguman terhadap salah satu kekayaan Nusantara tersebut. 

Kerajinan tangan berupa Ulos yang rutin dipakai dalam acara adat istiadat diperkenalkan. Demikian salam budaya ‘horas, njuah-njuah dan mejuah-juah’ selalu diucap kala menerima undangan guna mengakrabkan sapaan khas Batak. 

Kala sejumlah warga Indonesia berkunjung, kehangatan sangat terasa. Beberapa diantaranya juga ‘halak hita’. Jadi kesannya, berada di ‘Bona Pasogit’. 

Junimart menyebut, sejumlah tembang Batak begitu akrab di telinga warga Prancis. Tak heran, tamu ikut manortor kala suara musik mirip gondang didendangkan. Bagi beberapa negara tersebut, Sumatera Utara indentik dengan Danau Toba. 

Jadi, daerah ini familiar lantaran kerap jadi objek kunjungan wisata. Junimart Girsang bersama Dubes RI untuk Prancis Hotmangaradja Pandjaitan (tengah) di Saint Clair Paris Alumni SMPN 1 Sidikalang ini menambahkan, sangat ingin mempromosikan budaya Dairi ke mancanegara. 

Hanya saja, komunikasi dengan pemimpin daerah terkesan kurang nyambung. Dia mencontohkan, pada Pesta Njuah-Njuah, kalangan perantau tak pernah diberi kabar. 

“Kami ingin berkontribusi, tapi tak pernah dapat info atau undangan” kata mantan pengacara yang kerap tampil di televisi itu, seperti dilansir www.dairinews.com.

Sebelumnya, tokoh adat, Raja Ardin Ujung pada pembukaan Pesta Njuah-Njuah 2017 di Gedung Nasional Sidikalang Kabupaten Dairi, Senin (25/09) meminta pemerintah daerah mengundang para perantau untuk berpartisipasi. Ini penting agar gaung acara lebih membumi. Dengan langkah itu, kegiatan menjadi objek wisata sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.(BS)

Pakai Celana Jeans dan Sepatu Olahraga, Bupati Simalungun JR Saragih Hadiri Pesta Olobolob GKPS Dolok Kasian

BeritaSimalungun-Ada yang mencolok pada sebuah gambar yang dilansir MetroSiantar.com saat kehadiran Bupati Simalungun JR Saragih di Gereja GKPS Dolok Kasian, Kecamatan Raya, dalam rangka acara Pesta Olob-olob ke-114 GKPS Dolok Kasian, Minggu (24/9/2017). Pada foto itu JR Saragih tampak mengenakan celana panjang jeans warna biru dan sepatu olahraga. 

Dikutip dari MetroSiantar.com, Bupati Simalungun JR Saragih datang tak sendirian melainkan bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Simalungun. Kedàtangannya. Sebelum tiba, dirinya sempat melihat kondisi jalan mulai dari Simpang Pangalbuan menuju Dolok Kasian. 

“Saat menuju ke sini, ternyata di sini butuh perbaikan jalan, apalagi di jaman sekarang ini kondisi di desa lebih sejahtera ketimbang kelurahan. Karena desa memiliki dana desa hampir Rp1 miliar tapi kelurahan tidak ada makanya ini butuh perhatian,” ucap Bupati Simalungun JR Saragih, Minggu (23/9/2017). 

Baginya, pemerintahan Kabupaten Simalungun tidak bisa menyentuh jalan desa. Tetapi, jalan desa sudah tersentuh akibat adanya dana desa. Oleh karenanya, biar merata maka akan ada dana yang dikhususkan buat kelurahan. 

“Di tahun 2018 maka setiap kelurahan akan mendapatkan dana sekitar Rp1 miliar karena fungsinya adalah untuk memberikan keseimbangan antara desa dengan kelurahan,” tambahnya. 

Diakuinya, dengan adanya dana tersebut maka JR Saragih meminta agar masyarakat bisa menjaga serta aktif dalam menentukan prioritas yang diutamakan. 

“Saya berharap agar kelurahan aktif dalam membangun daerahnya otomatis dapat dirasakan masyarakat sehingga pertumbuhan perekonomian di masyarakat akan menjadi lebih baik,” lanjutnya. 

Camat Pematang Raya Justina Purba menyambut baik apa yang diutarakan oleh JR Saragih demi mengubah Pematang Raya menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. 

“Kita tentu mendukung sepenuhnya atas apa Bapak JR lakukan apalagi jika dana kelurahan jadi terealisasi maka tidak ada lagi kecemburuan yang terjadi antara Nagori dengan kelurahan,” tambahnya. 

Sedangkan Lurah Pematang Raya Pasma Damanik menuturkan bahwa hampir semua jalan yang dilalui roda dua maupun roda empat tidak bisa dilalui maka dengan adanya dana kelurahan di 2018 bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Simalungun. “Untuk kelurahan di Pematang Raya melingkupi 20 wilayah, dana ini akan diperlukan buat kepentingan masyarakat,” katanya. (BS-1)

LSM Projo akan Surati Menteri dan Presiden Soal Perambahan Hutan Tinggi Raja

Gelondongan kayu yang sudah ditebang ditemukan di Kawasan Tinggi Raja.
BeritaSimalungun-Pihak Dinas Kehutanan Provinsi menyatakan bahwa PT TILS telah mengantongi izin dalam hal pemanfaatan hutan di Kecamatan Dolok Silau. Namun masyarakat sekitar tetap berkeyakinan akan berdampak merusak alam, sehingga pemerintah diminta mencabut izin yang telah dikeluarkan. 

Ketua LSM Projo Yansen menegaskan kembali, pihaknya akan terus berjuang hingga ke pemerintah pusat agar izin yang telah dikeluarkan dicabut kembali. 

Sehingga hutan di Dolok Silau tetap terpelihara dengan baik. Dengan begitu, masyarakat sekitar akan tetap merasa nyaman. Akan tetapi, bila pohon di kawasan hutan industri itu terus ditebang bahkan mencapai 2.700 hektare, maka tidak terbayangkan bagaimana dampak negatifnya. 

“Tentu, kamilah pertama yang merasakan dampak bila terjadi bencana alam. Itu sebabnya, kami yang tinggal di sana dengan tegas menolak pemanfaatan hutan industri dengan alasan apapun,” ujarnya. 

Dijelaskan Yansen, tidak ada keuntungan yang bisa dirasakan masyarakat termasuk pemerintah bila kayu di hutan itu dibabat habis, yang ada hanya lah kerugian. 

“Kalaupun ada yang untung, ya pengusahannya saja. Tapi dampak lingkungan ini yang tidak ternilai,” ungkapnya. 

LSM Projo, kata Yansen, akan menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hingga Presiden Joko Widodo, dengan maksud agar izin yang telah dikeluarkan supaya segera dicabut. 

“Apalagi kawasan hutan yang dimanfaatkan itu sangat dekat dengan lokasi wisata Kawah Putih Tinggi Raja di Kecamatan Silau Kahean. Kawah Putih itukan gunung merapi. Jadi jelas kita takutkan adanya letusan gunung merapi hingga banjir bandang. Kalau ini terjadi siapa yang bertanunggung jawab?,” kata Yansen. 

Dari observasi LSM Projo di lokasi, penebangan kayu di kawasan hutan itu sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. Kayu gelondongan yang sudah ditebang dengan menggunakan alat berat sudah dikumpulkan di beberapa titik dan siap dibawa. 

“Jika ini terus dibiarkan, maka Kecamatan Dolok Silau, Silau Kahean bahkan sampai ke daerah Tebing Tinggi dimungkinankan terkena bencana alam,”katanya. (MSC)

Lewat Gambar Ini Sindir Bupati Simalungun

Photo Oleh Ganda Armando Silalahi

Masyarakat Sumut Harus Bijak Restuai Syahril Tumanggor Jadi Balon Gubsu 2018

BeritaSimalungun-Suhu politik di Sumatera Utara (Sumut) jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Juni 2018 kini mulai menghangat. Sejumlah calon sudah mempublikasikan diri lewat berita-berita berbayar atau disebut berita advertorial. Bahkan ada juga bakal calon yang dengan jorjoran melakukan publikasi dengan mengesampingkan fungsi pers dan media.

Tentunya dalam menyikapi hal itu, masyarakat Sumut sudah lebih dewasa dalam berdemokrasi, terlebih mengenal siapa calon gubernur dan wakil gubernur mereka. Ditengah kekuatan partai politik yang kini sangat dominan dalam menentukan calon yang diusung, tentunya hal itu sejalan pula dengan ongkos politik yang dikeluarga balon tersebut.

Perpolitikan di Tanah Air, khususnya jelang Pilkada, tak terlepas dari berapa besarnya “mahar” yang diserahkan balon. Meski dalam aturan Pilkada sekarang “mahar” dilarang, namun masih ada mahar-mahar dengan modus lain. Misalnya dengan biaya operasional Parpol dalam mensosialisasikan balon.

Mahalnya biaya politik untuk menjadi kepala daerah, hal ini kerap berimbas pada semakin ganasnya praktik korupsi yang dilakukan oknum-oknum kepala daerah untuk menutupi biaya politik saat pilkada tersebut. Hal ini sudah terbukti dengan banyaknya kepala daerah yang di OTT KPK.

Provinsi Sumut sudah menorehkan dua catatan buruk, yakni Gubernurnya terjerat korupsi. Yakni Syamsul Arifin dan Gatot. Tentunya masyaraat Sumut ingin memiliki calon gubernur yang jauh dari praktik tak terpuji (KORUPSI). 

Ditengah sulitnya mencari sosok figure balon Gubsu Pilkada Juni 2018, ada satu nama yakni H Syahril Tumanggor MM, warga keturunan Jawa Timur (Jatim) Kelahiran Sumatera Utara (Sumut) tepatnya di salah satu Desa di Sidikalang yang berbatasan dengan Pak Pak Barat berniat menjadi bakal calon (Balon ) Gubernur di Sumut. Tentunya niat tulus H Syahril Tumanggor MM yang maju harus bijak disikami masyarakat Sumut. 

“Saya datang ke Padangsidimpuan untuk meminta doa restu dan dukungan kepada masyarakat di daerah ini,”ujarnya H Syahril Tumanggor MM, seperti dilansir Tribunmedan.com, Sabtu (3/12/2017).

Disebutkan, Kota Padangsidimpuan sudah seperti rumahnya, alasannya, masyarakat dan budaya di Padangsidimpuan mirip dengan tanah kelahirannya.Masa kecilnya dulu dia sering mendengar cerita tentang Kota Padangsidimpuan, bahkan almarhum orang tuanya sangat mengidolakan kota Padangsidimpuan.

Kedatangannya ke Padangsidimpuan bertujuan mensosialisasikan dirinya, sehingga warga di Kota Salak tersebut tidak ragu untuk mendukungnya. “Saya dilahirkan dari keluarga miskin, berasal dari desa yang dulunya terisolir untuk itu saya berniat untuk memperhatikan orang miskin yang ada di Sumut ini,”ujarnya. 

Ditanya tentang kesiapannya, laki-laki kelahiran Dusun Batu Raja ini menegaskan, akan menjadi calon nomor satu. “Saya tidak akan menjadi calon nomor dua, prinsip saya harus nomor satu, kalau tidak dapat saya akan mundur dari kompetisi ini,”ujarnya. 

Laki-laki yang saat ini menjadi Ketua Partai PKPI di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengaku sudah mempersiapkan semua keperluan dukungan baik dari jalur partai politik maupun independen. Namun, dia menegaskan, untuk saat ini dia masih melakukan penjajakan untuk partai politik.

Pemilik usaha mebel dan dekat dengan Presiden Jokowi tersebut mengaku banyak mendapatkan dukungan dan motivasi dari masyarakat dari Sumut. Dia menilai, warga sudah melihat kinerjanya selama memimpin partai PKPI di Jawa Timur.

“Banyak warga yang meminta agar saya menjadi gubernur di Sumut, jangan hanya mengurusi kampung orang,” katanya. Dia berharap agar warga Kota Padangsidimpuan dapat menjadi pendukung utamanya, karena warga di Kota ini tersebar di selurun kota di Sumut.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Padangsidimpuan Sulaiman Harahap mengaku salut dengan motivasi Syahril Tumanggor untuk menjadi gubernur. Menurutnya, meski terlahir dari keluarga tidak mampu, namun dia mampu menjadi pemimpin di daerah lain.

“Saya apresiasi dengan prestasinya yang menjadi pimpinan partai di daerah Jawa,”imbuhnya. Dia menghimbau kepada warga di kota itu untuk mendukung Syahril, karena dia mempunyai keinginan yang kuat untuk merubah Sumut menjadi yang lebih baik.

Saya Anak Kampung

Sahril Tumanggor, Ketua PKPI Jawa Timur yang sedang gencar menyosialisasikan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Sumut periode 2018-2023, mengaku tidak takut rugi bila nantinya gagal menjadi orang nomor satu di Provinsi Sumut.

Kata Sahril, dana yang ia pakai untuk maju pada pertarungan ini tidak berasal dari para penyokong atau donatur. 

“Kalau nanti saya tidak terpilih, sudah mengeluarkan uang miliaran, saya tidak rugi. Karena saya pakai uang sendiri," katanya, di sela-sela silaturahmi dengan jajaran redaksi Harian Tribun Medan di Hotel Madani Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (19/7/2017) lalu.

Sahril merupakan anak petani yang lahir di Kabupaten Humbanghasundutan pada 25 Agustus 1970 silam. Setelah lulus dari bangku SMA, Sahril memutuskan merantau ke luar daerah Sumatera untuk mengubah nasibnya, merantau ke Pulau Jawa.

Kerja keras Sahril membuahkan hasil. Ia berhasil menjadi pebisnis sukses yang menggeluti sektor properti. Meski lama menetap Jawa, Sahril belakangan ini memutuskan untuk "pulang kampung" dan berniat maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 mendatang.

“Saya anak kampung, anak petani, yang berniat maju sabagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sumut," kata Sahril.

Suami dari Umi Markatin ini mengungkapkan beberapa hal yang akan ia lakukan bila nantinya berhasil terpilih sebagai Gubernur Sumut. Satu di antaranya adalah membenahi manajemen organisasi yang ada di Sumut.

“Pemberian izin dari Kesbangpol untuk organisasi itu harus jelas dan selektif. Kalau organisasi itu memang benar-benar bagus, itu haru diberi izin. Kemudian setiap organisasi yang telah memperoleh izin itu harus diberi bantuan dana," kata Sahril.

Sahril menambahkan, bila nantinya terpilih, ia akan memberikan bantuan kepada seluruh janda dan jompo yang ada di Sumut.

"Kalau kita lihat sekarang, faktanya wanita malam itu adalah janda. Bila saya terpilih nanti, saya akan berikan bantuan untuk semua janda dan jompo," katanya sembari berjanji akan memenuhi tiap janji yang ia sampaikan ini bila terpilih nantinya. “Kalau mulut saya nanti tidak jadi kenyataan, tagih saya," ujarnya.

Siap Lahir Bathin

Maju di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) Periode 2018-2023, H. Syahril Tumanggor sudah siap lahir bathin, yang salah satu upaya dengan melakukan pendekatan untuk mengenalkan diri dan menjalin silaturahmi kepada elemen masyarakat di Sumatera Utara.

“Meski perhelatan Pilgubsu periode 2018-2023 masih cukup lama, secara lahir bathin saya sudah siap tidak saja lahir bathin, tapi juga mental,” kata H. Syahril Tumanggor saat bertatap muka dan bersilaturahmi dengan puluhan tokoh masyarakat, ustadz , mahasiswa dan kaum ibu Kota Padangsidimpuan, di warung Bayu, Padangsidimpuan, Minggu (27/11/2017) lalu.

Dengan kesederhanaan dan penuh kekeluargaan, sekilas H. Sahril seorang anak kampung asal Dusun Baturaja, Kabupaten Pakpak Barat kelahiran 25 Agustus 1970 menceritakan latar belakang dirinya dalam kehidupan sejak kecil hingga saat ini.

Dengan kondisi ekonomi yang sulit pada waktu itu, ia meniti sekolah mulai tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan SMP di daerah tersebut, kemudian melanjutkan SMA di Kota Sidikalang Kabupaten Tanah Karo, yang seterusnya usai tamat sekolah ia merantau ke pulau Jawa tepatnya ke Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur.

Ini suatu hal yang wajar katanya, ketika ia mulai mengenalkan diri ke masyarakat, untuk bisa lebih tahu dan mengenal Sumut secara luas. Karena, masyarakat Sumut adalah masyarakat majemuk dengan kultur, budaya dan adat-istiadatnya, serta dengan keberagaman potensi dan sumber daya alamnya.

“Secara jujur saya akui, saya memang seorang anak desa dari "hutan belantara", namun secara lahir dan batin saya telah siap menuju kursi Sumut 1 dan tentu saja saya berkewajiban untuk menyampaikan niat saya ke masyarakat dalam rangka pencalonan saya sebagai Gubsu pada Pilgubsu mendatang,“ ujarnya. 

Dikatakan, sejak 7 bulan yang lalu ia mulai “turun gunung” dari perantauan di pulau Jawa untuk pulang ke kampung halaman di Sumut dan secara bertahap dari desa-ke desa, kecamatan ke kecamatan dan Kabupaten/Kota menyapa masyarakat Sumut, mengenalkan diri dan bersilaturahmi dengan masyarakat.

“Bersama beberapa teman dan kerabat seperjuangan, serta sesekali didampingi istri yang asli dari Jawa Timur tepatnya dari Ponorogo, kami berkeliling di hampir seluruh kabupaten/kota se-Sumut ini dan menyampaikan niatnya untuk ikut Pilgubsu mendatang dan kemungkinan besar akan mencalon melalui jalur partai politik (parpol),“ katanya, sembari menyebutkan, ia sudah bersilaturrahmi dengan masyarakat di 32 Kab/Kota di Sumut.

Kata Syahril, awalnya ia tidak berencana untuk ikut Pilgubsu. Bahkan ia sempat di calonkan untuk Kepala Daerah di salah satu Kabupaten di Propinsi Jatim, tapi sebagai putra daerah, ia merasa teranggil dan ia sempat berfikir untuk lebih baik membangun kampung halaman di Sumut, apalagi persyaratan untuk itu sudah ia persiapkan secara matang.

“Bagi saya, komitmen untuk maju di Pilgubsu nantinya adalah menjadi orang nomor 1 di Sumut, itupun bila diamanahkan rakyat menakhodai Sumut nantinya. Karena, ia ingin berposisi sebagai decision maker atau pengambil keputusan, agar pikiran-pikirannya sebagai pelayan masyarakat dalam membangun masyarakat dan daerah Sumut seutuhnya bisa dituangkan dalam program kerja yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Sumut,“ katanya.

Menurut pandangannya, seorang pemimpin itu haruslah memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan dilayani. Karena, bila memposisikan diri untuk dilayani, maka itulah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial dan ketimpangan pembangunan antara daerah dan ditengah-tengah masyarakat sendiri dan ia melihat ketimpangan pembangunan antar daerah di Sumut ini masih begitu kentara. 

Sekilas ia juga memberikan pandangan dalam memimpin Sumut nantinya. Pertama, menjalankan birokrasi praktis dan pembangunan ekonomi kerakyatan, pembangunan dari rakyat untuk rakyat. Ia juga memberikan gambaran kecil dalam membangun ekonomi kerakyatan yaitu dengan mendirikan BUMD sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki, seperti BUMD dalam bidang pertanian, sesuai dengan potensi Sumut yang masyarakatnya banyak hidup dari sektor pertanian. 

Meski saat ini memiliki identitas sebagai warga Jawa Timur (Jatim) tak membuat Sahril Tumanggor lupa akan kampung halamannya, tepatnya di salah satu Desa di Sidikalang yang berbatasan dengan Pak Pak Barat, Sumatera Utara (Sumut). Tak pelak, lelaki berkumis ini pun berniat menjadi salah seorang calon Gubernur Sumut. Sebagai bentuk keseriusannya, dia meminta doa restu dan dukungan dari warga Padangsidimpuan. (Asenk Lee/Berbagai Sumber)

Kata Bijak (Cagubsu) Sahril Tumanggor

Sahril Tumanggor
Kalau ribut dengan pelanggan, 
Walaupun kita menang, 
Pelanggan tetap akan lari.


Kalau ribut dengan rekan sekerja, 
Walaupun kita menang,
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim.

Kalau kita ribut dengan boss,
Walaupun kita menang,
Tiada lagi masa depan di tempat itu.

Kalau kita ribut dengan keluarga,
Walaupun kita menang,
Hubungan kekeluargaan akan renggang.

Kalau kita ribut dengan guru,
Walaupun kita menang,
Keberkahan menuntut ilmu dan kemesraan itu akan hilang

Kalau ribut dengan kawan,
Walaupun kita menang,
Yang pasti kita akan kekurangan kawan.

Kalau ribut dengan pasangan,
Walaupun kita menang,
Perasaan sayang pasti akan berkurang.

Kalau kita ribut dengan siapapun,
Walaupun kita menang,
Kita tetap kalah… 
Yang menang… Cuma ego diri sendiri.
Yang susah… Mengalahkan ego diri sendiri.

Renungan bersama… 
Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting,
Bersyukurlah, karena masih ada yang mau menegur kesalahan kita.  

Jangan habiskan waktu anda untuk mencemaskan apa yang dilakukan orang lain.

Fokuskanlah diri anda pada apa yang anda lakukan.
Berilah yang terbaik!!!

Tetap Semangat!!!

#menujuSUMUT1
#bersamaSAHRILTUMANGGOR
#SAHRILadalahKITA
Biografi H.Sahril Tumanggor,SE,SH,MH

Jalan Penghubung Lima Nagori di Dolog Silou Masih Rusak

Kondisi jalan menuju lima Nagori (Desa) di Kecamatan Dolok Silou, masing-masing Bosinombah, Silaumarawan, Raya Dolok, Mariah Dolok, Huta Saing, Kabupaten Simalungun kondisinya semakin parah.IST
BeritaSimalungun-Kondisi jalan menuju lima Nagori (Desa) di Kecamatan Dolok Silou, masing-masing Bosinombah, Silaumarawan, Raya Dolok, Mariah Dolok, Huta Saing, Kabupaten Simalungun kondisinya semakin parah.

Jalan itu sudah berpuluh tahun tak pernah diaspal. Batu-batu berserakan di badan jalan, membuat warga kesulitan melintasinya. 

Padahal hampir rata-rata warga lima nagori tersebut berpenghasilan dari pertanian. Warga selalu mengeluhkan kondisi jalan yang membuat sulitnya akses menuju kampung mereka, sehingga pengangkutan komoditas pertanian dari daerah itu kerap mengalami kendala. 

Padahal lima nagori itu merupakan penghasil kopi, jagung, cabai, jahe, tomat, padi dan jeruk dengan kualitas unggulan. 

Pangulu Nagori Silaumarawan, Sahat menyatakan bahwa kondisi jalan itu sudah pernah mereka laporkan ke pemerintah kecamatan sewaktu Musrembang. 

“Sudah, sudah kita sampaikan dalam Musrenbang. Memang ini saja keluhan warga sini. Jalannya sulit dilalui,” katanya. 

Namun begitu, Sahat dan warga tetap berharap agar pemerintah langsung melihat kondisi itu dan melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan bersama. 

Salah seorang warga kecamatan Dolok Silou menerangkan, sebelumnya sudah beberapa kali terucap janji para pejabat di Pemkab Simalungun untuk membangun jalan penghubung lima nagori itu. 

"Dan sebelumnya juga sudah ada dua kali pemimpin di kabupaten ini mengunjungi daerah ini. Khususnya pemimpin di periode yang lama. Setiap pejabat datang ke sini, semua berjanji akan membangun jalan. Tapi nyatanya, tidak ada pembangunan,” kata pria yang enggan namanya disebutkan ini.

Dia menambahkan, apalagi saat musim hujan seperti sekaran ini, kondisi jalan itu kian parah. “Ya kalau musim hujan, seperti kubangan kerbau lah. Sebab ada lubang di mana-mana,” terangnya. 

Warga lainnya, Agus Saragih mengungkapkan, sejak ia masih kecil hingga sekarang ia sudah berusia 35 tahun, jalan ke kampung mereka itu memang tidak pernah diperbaiki. 

“Padahal bila dibandingkan, kemungkinan hasil pertanin dari lima desa ini sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan banyak orang,” terangnya. (BS-1)

Beginilah Kondisi Jalan di Kampung JR Saragih dan Dapil Junimart Girsang

Written By Beritasimalungun on Monday, 25 September 2017 | 08:12

TKP Nagori (Desa) Huta Bahpasunsang, Sondi Raya, Kabupaten Simalungun. Photo: FB
“Berdoalah Untuk JR Saragih dan Junimart Girsang” 

BERITAKU-Sudah 72 Tahun Indonesia Merdeka. Sudah Ratusan Tahun Pula usia Kabupaten Simalungun. Namun hingga kini masyarakat masih “sakit hati” dengan kondisi jalan di pelosok Kabupaten Simalungun. Salah satunya kondisi jalan yang sangat miris melihatnya adalah di Nagori (Desa) Huta Bahpasunsang, Sondi Raya, Kabupaten Simalungun.

Desa itu tak begitu jauh dari ibukota Kabupaten Simalungun, Pematangraya. Daerah ini adalah daerah kekuasaan Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih yang kini dibesar-besarkan mau mencalonkan diri jadi Gubernur Sumatera Utara Pilkada Juni 2018 mendatang. Bahkan kampung itu merupakan daerah pemilihan seorang Anggota DPR RI yang cukup terkenal se antero Tanah Air, yakni Junimart Girsang. 

Disaat Presiden Jokowi tengah gencarnya membangun infrastruktur hingga ke pelosok Papua, ternyata masih ada kondisi jalan di Sumatera Utara yang lebih parah kondisinya. Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tampaknya belum sepadan untuk membenahi infrastruktur di Simalungun.

Bahkan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Kabupaten Simalungun hingga kini masih gagal untuk memperjuangkan anggaran APBD Provinsi Sumut untuk membangun infrastruktur di Simalungun. 

Setidaknya ada 8 Anggota DPRD Provinsi Sumut Dapil Pematangsiantar dan Simalungun Periode 2014-2019. Mereka adalah Inge Amelia Nasution (Nasdem), Hj Hidayah Herlina Gusti (PKS), Jantoguh Damanik (PDI-P), H Ajib Syah (Golkar), Janter Sirait (Golkar), Richard Pandapotan Sidabutar (Gerindra), Rony Reynaldo Situmorang (Demokrat) dan Rinawati Sianturi (Hanura).

Ke 8 Anggota DPRD Prov Sumut Dapil  Pematangsiantar dan Simalungun ini patut bertanggungjawab atas kondisi jalan-jalan di Kabupaten Simalungun yang membuat masyarakat penduduk “menangis”. 

Para Anggota dewan terhormat ini, bahkan disinyalir tak pernah turun gunung melihat kondisi daerah pemilihannya hingga ke desa-desa. Bahkan untuk memperjuangkan alokasi APBD Sumut untuk pembangunan infrastruktur di Simalungun juga nyaris tak terdengar.

Kemudian lobi-lobi yang dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih kepada PU Prov Sumut juga dinilai kurang berhasil. Sehingga jarang sekali PU Provinsi Sumut melakukan dan memperjuangkan proyek di wilayah Simalungun.

Dari pemberitaan, Pemprov Sumut tahun 2017 baru mengalokasikan dana sebesar Rp70 miliar untuk memperbaiki dan membangun lima ruas jalan raya di Kabupaten Simalungun. Panjang ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sumut jauh lebih sedikit dibanding yang menjadi tanggung jawab Kabupaten Simalungun.

Total panjang jalan provinsi di Kabupaten Simalungun sekitar 170 km yang tersebar di tujuh ruas jalan. Sedangkan panjang jalan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sumut di wilayah itu hanya sedikit jika dibandingkan tanggungjawab Kabupaten Simalungun yang mencapai 12.600 Km.

Jalan yang menjadi tanggung jawab Kabupaten Simalungun hampir 12.600 km dan baru sekitar 30 persen saja yang jalan kondisinya mantap. Sedangkan 70 masih memprihatinkan. Untuk kepentingan masyarakat luas pemerintah dalam berbagai jenjang harus berkolaborasi dan bersinergi mensukseskan pembangunan.

Dalam membangun infrastruktur harus saling isi baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota. 

Bupati Simalungun JR Saragih dan Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga harus berkenalan dengan Menteri PU-PERA dan Jajarannya. Kalau perlu adakan pertemuan khusus meminta dukungan Kementeria PU-PERA dan Pemprov Sumut untuk perbaikan jalan kabupaten, provinsi, nasional di Simalungun.

Melihat sejumlah gambar postingan Helli Sinaga saat mereka melintasi jalan di Huta (Desa) Bahpasunsang masuk dari Sondi Raya yang tidak jauh dari Ibukota Kabupaten Simalungun Pematangraya.

Warga Bahpasunsang harus bahu membahu mendorong mobil tumpangan mereka saat melintasi jalan menanjak yang kondisinya rusak parah. Mereka harus ikut mengantar Pendeta GKPS yang pindah ke GKPS Resort Sumbul, Kamis (31/8/2017).

Pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur di desa-desa di Simalungun bisa jadi prioritas. Pasalnya, akses jalan merupakan prioritas untuk mendukung akses perekonomian warga setempat. 

Tahun 2017 ini, Kabupaten Simalungun mendapatkan alokasi dana desa untuk 386 desa Rp 294.047.540.000. Masing-masing nagori minimal mendapatkan dana desa Rp 739.200.600.

Namun hingga Juli 2017, baru 17 desa (Nagori) di Kabupaten Simalungun yang sudah mendapatkan Dana Desa dari Pemerintah Pusat. Belum seluruhnya desa yang mendapatkan bantuan dana desa dikarenakan para kepala desa belum menyerahkan APBDesa dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dana tersebut digunakan para pangulu nagori untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat seperti mengadakan pelatihan. Dana desa akan ditransfer ke rekening Nagori masing-masing. 

Desa yang sudah menerima dana desa terdapat di Kecamatan Pematang Bandar, Dolok Pardamean, Tapian Dolok dan Pematang Sidamanik. Sementara di kecamatan puluhan kecamatan lainnya belum (31 Kecamatan di Kabupaten Simalungun).

Persoalan pembangunan jalan di Simalungun juga harus ada andil Bupati Simalungun Jr Saragih dan juga Anggota DPR RI Junimart Girsang. 

Jika kedua sosok ini merasa orang Simalungun, tak akan tega membiarkan warga Bahpasusang harus medorong dan menarik kenderaan mereka saat melintasi jalan rusak di desa mereka. 

Mari Berdoa Untuk JR Saragih dan Junimart Girsang agar terketuk hati mereka untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Simalungun. Semoga. (Berbagai Sumber/Asenk Lee Saragih)  
TKP Nagori (Desa) Huta Bahpasunsang, Sondi Raya, Kabupaten Simalungun. Photo: FB

TKP Nagori (Desa) Huta Bahpasunsang, Sondi Raya, Kabupaten Simalungun. Photo: FB

TKP Nagori (Desa) Huta Bahpasunsang, Sondi Raya, Kabupaten Simalungun. Photo: FB




IKLAN LAGI

IKLAN 1

IKLAN

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.