}); June 2018 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

"Kami Sudah Pasrah.. "

Written By Beritasimalungun on Saturday, 30 June 2018 | 10:14

Pendeta GKPS yang menjadi sukarelawan untuk mendampingi korban dan juga teman-teman BPD Peruati Tanoh Simalungun, bisa bertemu dengan Pak Budiawan, Ketua Tim Basarnas dalam pencarian korban tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun Senin 18 Juni 2018 lalu tersebut. FB
Oleh: Darwita Purba

BeritaSimalungun, Tigaras-Kemarin (Jumat 29 Juni 2018), Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun terlihat sangat ramai sekali. Pasca diberitahu oleh Basarnas pada hari Kamis sore, bahwa hasil pencarian mereka menemukan titik terang, maka para keluarga korban maupun berbagai kalangan orang datang ke sana, semua ingin tahu. Kebanyakan orang berpikir, bahwa pencarian akan selesai, tinggal pengangkatan korban dari danau saja.

Kebetulan saya bersama teman-teman Pendeta GKPS yang menjadi sukarelawan untuk mendampingi korban dan juga teman-teman BPD Peruati Tanoh Simalungun, bisa bertemu dengan Pak Budiawan, Ketua Tim Basarnas dalam pencarian korban tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun Senin 18 Juni 2018 lalu tersebut. 


(Baca: Konseling-Doa-dan-Ibadah-Bersama Pendeta GKPS)

Beliau menjelaskan pada kami, bahwa sekalipun sudah mendapatkan lokasi korban dan kapal, serta sudah mendapat gambar dan rekaman video di dalam danau, tetapi persoalan pengangkatan korban tidak semudah yang dibayangkan. 

Kedalaman lokasi Danau Toba tersebut 450 Meter, sementara itu penyelam hanya mampu menyelam sampai kedalaman 60 m, melebihi dari itu berarti bunuh diri, karena pembuluh darah bisa pecah. Beliau menyebutkan saat ini sedang mengupayakan alat yang bisa menjangkau kedalaman 450 m tersebut.

Persoalannya alat-alat tersebut ada di perusahaan tambang atau di luar negeri, itupun kalau mereka mau memberi pinjaman untuk dipakai. Kalaupun alat dapat dipinjam, persoalan muncul lagi, bagaimana cara membawanya ke lokasi, tentu tidak mudah. Itu artinya menunggu lebih lama lagi. Opsi yang kedua, korban tidak diambil, pencarian ditutup, dan diakhiri dengan ritual tabur bunga.

Saya tahu itu tentu tidak mudah bagi keluarga korban maupun tim Basarnas, namun kita diperhadapkan pada kenyataan itu. Pak Budiawan sempat berlomentar "Kita harus berhati-hati pada Danau Toba ini, Danau Toba memang indah kelihatannya, tetapi ia bisa menelan kita, kalau kita tidak berbuat baik kepadanya. Kedalaman Danau Toba ini luar biasa, ada yang 450 m bahkan ada yang 800 m." Saya terhenyak, Waooow..

Selesai berdialog dengan tim Basarnas, kami menjumpai keluarga korban. Kami mau mendengar mereka. Saya kembali menjumpai seorang ibu, yang anak perempuan serta seorang cucunya yang tenggelam. 

Kali ini wajahnya sudah mulai cerah. Ia memberikan senyumnya kepada saya. Saya menceritakan hasil percakapan dengan Basarnas, ia mendengar dengan tenang. Lalu ia pun berkata "Kami sudah pasrah, kami memang berharap, kalaupun bisa dapat kakinya saja, kami sudah senang. 

Tapi kalau alat itu susah didatangkan ke sini, kami sudah terima kenyataan ini. Saya sudah lelah berhari-hari menunggu di sini, biarlah kami sudah pasrah. "Saya terharu mendengar ketabahannya, sekaligus bahagia karena ia sudah kuat.

Setelah selesai berdialog dengab mereka, kami pendeta sukarelawan GKPS dan sukarelawan Peruati membawakan ibadah penguatan kepada mereka. Pdt Renny Damanik, membawakan renungan dari Lukas 8 Tentang Yesus meredakan angin ribut, memberikan penguatan bahwa Tuhan dapat meredakan semua kesedihan dan duka kita semua. Dalam doa dan seruan kami, kami menyatakan pada Tuhan tentang kepasrahan kepada Tuhan. Tuhan memberikan yang terbaik.

Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Peruati yang ada di seluruh Indonesia, yang sudah memberi dukungan dana kepada kami, sehingga kami bisa bergerak melakukan pelayanan pendampingan secara kontiniu kepada keluarga korban. 

Terimakasih kepada yang mewakili beberapa BPD Peruati yang sudah mendukung kami, BPD Minahasa, BPD Maluku, BPD Kaltara, BPD Jabodetabek: colek Ruth Ketsia, Evie Rawung, Marlyn Wongkar, Ejodia Kakoensi, Usi Nova, Ina Vera Trecia, dan yang lainnya, tidak bisa semua saya sebutkan namanya.

Kita menunggu berita saja, apakah pencarian korban akan dilanjutkan atau diakhiri dengan tabur bunga. Kita menunggu.(Penulis Tim Pelayanan GKPS Distrik I)


 
Pendeta GKPS yang menjadi sukarelawan untuk mendampingi korban dan juga teman-teman BPD Peruati Tanoh Simalungun, bisa bertemu dengan Pak Budiawan, Ketua Tim Basarnas dalam pencarian korban tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun Senin 18 Juni 2018 lalu tersebut. FB


Pendeta GKPS yang menjadi sukarelawan untuk mendampingi korban dan juga teman-teman BPD Peruati Tanoh Simalungun, bisa bertemu dengan Pak Budiawan, Ketua Tim Basarnas dalam pencarian korban tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun Senin 18 Juni 2018 lalu tersebut. FB
 






Pendeta GKPS yang menjadi sukarelawan untuk mendampingi korban dan juga teman-teman BPD Peruati Tanoh Simalungun, bisa bertemu dengan Pak Budiawan, Ketua Tim Basarnas dalam pencarian korban tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun Senin 18 Juni 2018 lalu tersebut. FB

 

KPK Tahan Tersangka Suap DPRD Sumut

Fadly Nurzal (kiri) ( Foto: ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi ) 
Fadly ditahan di ?Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK. Fadly Nurzal ditahan untuk 20 hari pertama.

BeritaSimalungun-Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Fadly Nurzal, Jumat (29/6) malam. Penahanan itu dilakukan setelah tim penyidik memeriksa politikus PPP itu sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Fadly ditahan di ‎Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK. Fadly ditahan untuk 20 hari pertama.

"Benar dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama dan penahanan di rutan cabang KPK K4," kata Febri.

Selain Fadly, tim penyidik menjadwalkan memeriksa sejumlah tersangka kasus dugaan suap DPRD Sumut lainnya, yakni RS; RSI; dan RMP. Namun, ketiga tersangka tak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Febri memastikan tim penyidik menjadwalkan kembali pemeriksaan mereka.

"Kami akan agendakan pemeriksaan kembali minggu depan dan berharap semua yang dipanggil bisa datang," kata Febri.

Usai diperiksa, Fadly yang telah mengenakan rompi tahanan memilih irit bicara saat digelandang petugas KPK ke mobil tahanan. Fadly hanya menyebut jika pemeriksaannya kali ini merupakan pemeriksaan permulaan.

"(Pemeriksaan) hanya awalan saja. Nanti lagi ya," singkatnya.

Diketahui, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan mereka sebagai wakil rakyat.

Sebanyak 38 Legislator Sumut yang telah menyandang status tersangka terdiri dari anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019. Para tersangka yang sudah tak aktif menjadi anggota dewan, yakni Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Abdul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy, Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmania Delima Pulungan, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando.

Kemudian Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean. Sementara untuk tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, yakni Rinawati Sianturi dari Fraksi Hanura, Muhammad Faisal dari Fraksi Golkar, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburianaktif, dan Tiaisah Ritonga dari Fraksi Demokrat. Selain itu terdapat nama Analisman Zalukhu dari Fraksi PDIP, Helmiati dari Fraksi Golkar, Muslim Simbolon dari Fraksi PAN, serta Sonny Firdaus dari Fraksi Gerindra.

Para anggota DPRD Sumut ini diduga telah menerima suap dari Gubernur Sumatera Utara saat itu, Gatot Pujo Nugroho masing-masing sebesar Rp 300 juta hingga Rp350 juta. Suap ini diberikan Gatot kepada para anggota DPRD terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun anggaran 2012 sampai dengan 2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut tahun 2013 dan 2014.

Selain itu, para legislator ini juga menerima suap terkait pengesahan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015 serta penolak penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumut pada tahun 2015.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, 38 anggota DPRD Sumut ini disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Gatot Pujo serta pimpinan dan mantan pimpinan DPRD Sumut.(JP) 


Sumber: Suara Pembaruan 

Basarnas Masih Cari Cara Angkat Bangkai KM Sinar Bangun

Written By Beritasimalungun on Friday, 29 June 2018 | 22:03


  
Saat ini, salah satu cara yang sedang dilakukan adalah dengan menggunakan ROV dan jaring pukat. Basarnas membuka kerja sama dengan swasta bila memiliki ide dalam mengangkat kapal.

BeritaSimalungun, Parapat- Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berusaha mengevakuasi bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam setelah melaju dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

"Di seputaran bangkai kapal ada ditemukan sepeda motor dan jenazah yang diduga penumpang KM Sinar Bangun. Kondisi penumpang dalam keadaan membeku di dasar danau," ujar Deputi Bidang operasi dan Kesiapsiagaan SAR, Brigjen TNI Nugroho Budi, Jumat (29/6/2018).

Nugroho mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kementerian terkait upaya mengevakuasi bangkai KM Sinar Bangun. Saat ini, salah satu cara yang sedang dilakukan adalah dengan menggunakan ROV dan jaring pukat (trawl) untuk mengevakuasi kapal.

"Kita juga membuka kerja sama dengan pihak swasta bila memiliki ide dalam mengangkat atau menarik bangkai KM Sinar Bangun. Jika memiliki gagasan yang lebih positif dipersilakan untuk datang dan melakukan koordinasi dengan Basarnas. Segala upaya akan kita lakukan," katanya.

Menurutnya, mengait tali kapal supaya bisa menarik KM Sinar Bangun adalah upaya yang harus dilakukan. Apalagi, bangkai KM Sinar Bangun berdasarkan hasil gambar ROV, ditemukan di kedalaman sekitar 450 meter. Jarak pandang hasil ROV sekitar 1 - 2 meter lebih dimaksimalkan.

Seperti yang diketahui, KM Sinar Bangun tenggelam setelah berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, tujuan Pelabuhan Tigaras di Parapat, Kabupaten Simalungun. Dalam kejadian ini, ada 21 penumpang yang selamat, tiga ditemukan tewas dan sekitar 164 korban lainnya dinyatakan hilang.(BS)


Sumber: Suara Pembaruan 

KNKT Akan Datangkan Robot Pengangkut Jenazah KM Sinar Bangun

Anggota keluarga korban menanti informasi dari tim gabungan terkait perkembangan pencarian KM Sinar Bangun di perairan Tigaras, Simalungun, Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat 29 Juni 2018. IST

Robot yang dilengkapi closed-circuit television (CCTV) ini bisa masuk hingga kedalaman 2.000 meter. Opsi pertama adalah merelakan korban KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba.

BeritaSimalungun, Parapat- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang berusaha mendatangkan robot dari Singapura untuk bisa mengangkat jenazah korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Tanau Toba, 18 Juni 2018 kemarin.

"Robot yang dilengkapi closed-circuit television (CCTV) ini bisa masuk hingga kedalaman 2.000 meter, dan bekerja mengait mayat dari dasar Danau Toba," ujar Wakil Ketua KNKT, Haryo Satmiko di Pelabuhan Tigaras, Parapat, Kabupaten Simalungun, Jumat (29/6/2018).

Haryo menjelaskan, robot canggih ini akan dikendalikan dari atas kapal atau di darat. Selain itu, KNKT juga membawa dua robot Remotely Operated Vehicle (ROV) yang bisa dioperasikan sampai kedalaman mencapai 3.000 meter.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan Singapura untuk bisa mendatangkan robot yang bisa mengait jenazah di dasar danau. Kalau ROV dengan kedalaman 3.000 meter sudah kami datangkan dari pusat. Ini akan kita pergunakan maksimal," katanya.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengungkapkan, pihaknya masih sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten (Pemkab), pemerintah provinsi (Pemprov) dan keluarga korban terkait penemuan bangkai Kapal KM Sinar Bangun.

"Kita sudah berunding dengan Pemkab, dan keluarga korban. Jadi ini masih rencana ya, apakah ini akan dilakukan pengangkatan atau tabur bunga dan mendoakan korban. Ada dua opsi yang dibahas atas temuan tersebut," jelasnya.

Diungkapkan, opsi pertama yang ditawarkan adalah merelakan korban KM Sinar Bangun tetap berada di dasar Danau Toba. Kemudian, melakukan pengangkatan jasad korban KM Sinar Bangun tetapi membutuhkan waktu lama.

"Di hari ke-12 pencarian ini, Tim Sar masih mengandalkan pukat harimau dan ROV. Kita menggunakan helikopter untuk memantau dari udara. Kita juga membutuhkan doa dari masyarakat agar pengangkatan bangkai kapal dan jenazah penumpang bisa secepatnya dilakukan," sebutnya.(BS)


Sumber: Suara Pembaruan 

Konseling, Doa dan Ibadah Bersama Keluarga Korban KM Sinar Bangun di Tigaras

Konseling, Doa dan Ibadah Bersama Keluarga Korban KM Sinar Bangun di Tigaras.
BeritaSimalungun, Tigaras-Hari ini hati sangat terdorong untuk berangkat ke Tigaras, Kabupaten Simalungun bertemu langsung dengan keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun, Senin 18 Juni 2018 lalu. Kalaupun tidak ada keluarga yang ku kenal, tapi hati ini ingin mendengar jeritan hati mereka dengan peristiwa itu, dan mendoakan dan mendampingi mereka saat mereka berduka karena kehilangan. 

Ada yang kehilangan suami, isteri, anak nya laki-laki, anaknya perempuan, cucunya, mertuanya, pamanya, dll. Sesampai di Pantai Tigaras, saya dengan Pdt Defri Judika Purba langsung ke TKP. Sebentar keliling dan melihat semua orang yang sedih dan bingung sambil menatap Danau Toba yang kini airnya sudah tenang dan tidak sedikit pun ada gelombang. Mereka berharap akan ditemukannya jasad dari keluarganya.

Sebentar saya keliling mengobservasi keadaan dan situasi setiap posko, perlahan ku langkahkan kaki ku memasuki satu tenda, pintu ke dua pintu masuk Pelabuhan Tigaras. Aku menyapa mereka dengan berkata Horas dan memperkenalkan diri. 

Aku tidak menyangka mereka begitu terbuka dan butuh orang yang mendampingi untuk tempat mereka cerita. Seorang ibu yang Boru Siagian dan seorang lagi boru Sijabat Jemaat HKBP, aku konseling bersamaan. 

Dia berkata, sudah 11 hari mereka menanti suaminya, di posko itu. Dia menangis, sepuasnya karena kalau dirumah tidak bisa dia menangis karena borunya hamil tua mau lahiran, takut terjadi apa apa. 

Dia sakit oestoporosis juga kejepit tulang saraf tulang belakang, selama ini hanya suaminya yang jadi tulang punggung. Dia berkata seandainya pun dia tidak hidup lagi dan tidak kembali paling sedikit jasad nya saja ku temukan. 

Jika cucuku dan anakku nanti nanya dimana kuburan bapak, apalah jawabku inang pendeta. Aku juga trauma lihat air Danau Toba dan kapal yang lewat yang kubayangkan adalah tenggelam. 

Lalu aku konfrontasi dengan perasaaannya, lalu aku pegang tangannya dan kutuntun ayoo aku bawa ke pinggir Danau Toba dan lihat air ini. Karena sampai kapanpun inang pasti harus melewati air dan naik kapal. 

Kami berjalan bersama ke pantai itu menatap arah jatuhnya kapal Sinar Bangun. Lihat... Inang, ini air, itu kapal, lawan perasaanmu. Pendek cerita, ku ajak lagi kembali ke posko itu, lalu saat menuju ke posko dia bilang, inang pendeta... Ayolah inang bawa doa dulu buat kami inang. 

Aku terenyuh saat dia yang usulkan aku pimpin doa. Selama berdoa, dia terisak isak dan aku tidak tahan juga menahan derai air mataku. Selesai berdoa, ku biarkan sejenak dia menangis lalu aku peluk inang ini.

Saat itu dia bilang, makasih dan disini juga di posko ini ada yang selamat dari kapal itu, itulah photo yang ada anak lelaki yang selamat karena tahu berenang. Selamat by kapal fery dan satu lagi kapal kayu. Aku berkata pada mereka engkau telah diberi Tuhan kesempatan hidup.

Hiduplah sesuai kehendakNya, dan bla...bla..bla.... , aku permisi sejenak menunggu kawan Pedeta datang dari Raya untuk ibadah dan doa bersama korban. Selanjutnya kami ibadah bersama, dan Nats yang saya bawakan adalah Yesus meredakan angin ribut/badai yang besar Matius 8: 23-27. 

Badai kehidupan yang tiba tiba terjadi seperti pengalaman murid Yesus membuat shock dan takut yang luar biasa. Hanya Yesus yang dapat meredakan badai kehidupan dengan berkata"Tenanglah" Biarlah Yesus memberi ketenangan seperti tenangnya air Danau Toba saat ini saat mereka tidak  tenang. Selesai ibadah kami pulang bersama. Semoga pelayanan yang kecil yang kami mulai dari hati menyentuh hati mereka keluarga korban. Salam Diakonia. (Pdt Renny Damanik)
Pdt Defri Judika Purba, Bupati Simalungun JR Saragih, Pdt Renny Damanik.








Cerita Korban KM Sinar Bangun, Aku Tidak Berharga Lagi, Abangku Tenggelam

Foto Korban di dasar Danau di bangkai KM Sinar Bangun, Kamis 28 Juni 2018.IST

BeritaSimalungun-Perjalanan Kapal Motor Sinar Bangun Lima, dari Pelabuhan Simanindo Samosir ke Pelabuhan Tigaras Simalungun, berujung maut, Senin (18/6/2018) sekitar Pukul 17.30 WIB. Kapal harus karam di tengah perjalanan, menyeberangi Danau Toba. Segala cara dilakukan untuk melakukan proses pencarian selama beberapa hari hingga Jumat 29 Juni 2018. Dan berikut catatan Koresponden CNN Indonesia, dari tempat kejadian. (CNN Indonesia)


Liputan Khusus CNN Indonesia

Tenggelamnya KM Sinar Bangun, Kadis Perhubungan Samosir Tersangka


Tim SAR gabungan kembali ke pelabuhan Tigaras usai melakukan operasi SAR tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis 28 Juni 2018 menemukan gambar menggunakan robot keberadaan bangkai KM Sinar Bangun. ( Foto IST)
Kadishub Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan ditetapkan sebagai tersangka terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Saat ini jumlah tersangka tenggelamnya KM Sinar Bangun menjadi lima orang.

BeritaSimalungun, Medan-Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Samosir Nurdin Siahaan ditetapkan sebagai tersangka atas tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang menewaskan seratusan penumpang di perairan Danau Toba.

Dengan penetapan tersebut, maka jumlah tersangka dalam kasus KM Sinar Bangun, yang tenggelam setelah melaju dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir ke Pelabuhan Tigaras di Parapat, Kabupaten Simalungun, menjadi 5 orang.

 

"Tersangka sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Dia yang mempunyai kewenangan dalam mengawasi angkutan kapal di Samosir," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/6/2018).

Disebutkan, empat orang yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan adalah Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Renhard Sitanggang, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra (PNS Dishub Kabupaten Samosir).

Selain itu, turut dijadikan tersangka pegawai honorer Dishub Samosir, Karnilan Sitanggang (anggota Krpala Pos Pelabuhan Simanindo) dan pemilik KM Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala (Tua Sagala).

"Kasus ini ditangani tim gabungan yang meliputi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bekerjasama dengan Ditpolair Polda Sumut dan Polres Samosir. Kepala Dinas Perhubungan dijadikan tersangka karena sebagai pemilik kewenangan justru lalai melaksanakan tugasnya," katanya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan, barang bukti yang disita dari penanganan kasus tenggelamnya KM Sinar Bangub berupa, 45 blok karcis retribusi masuk Pelabuhan senilai Rp. 500 yang telah digunaka,

Selain itu, turut disita 48 blok retribusi pemeliharaan dermaga (roda dua senilai Rp 500 yang telah digunakan), dan fotocopy dokumen kelengkapan KM Sinar Bangun IV Nomor 117.

"Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka sudah dilakukan penahanan. Mereka dijerat Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana (Dengan pidana kurungan selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar) Jo pasal 359 KUHPidana. Ancaman hukuman 5 tahun penjara," tegasnya.

Kapolda mengatakan, KM Sinar Bangun beroperasi tanpa adanya persetujuan berlayar. Kapal ini berlayar tanpa memenuhi persyaratan keselamatan penumpang dan keamanan dalam pelayaran. Kondisi ini yang mrngakibatkan banyak penumpang yang tewas.(BS)

Sumber: Suara Pembaruan 

Tim SAR Diperkirakan Temukan Bangkai KM Sinar Bangun

Tim SAR gabungan kembali ke pelabuhan Tigaras usai melakukan operasi SAR tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, 26 Juni 2018. Diduga kuat bangkai kapal sudah terlihat dalam foto yang ditunjukkan tim sar, Kamis 28 Juni 2018. IST

Beredar video yang menunjukkan bangkai KM Sinar Bangun. Tim SAR gabungan diperkirakan telah menemukan posisi KM Sinar Bangun di dasar perairan Danau Toba setelah proses pencarian selama 11 hari hingga Kamis 28 Juni 2018.


BeritaSimalungun, Tigaras- Tim SAR gabungan diperkirakan telah menemukan posisi KM Sinar Bangun di dasar perairan Danau Toba setelah proses pencarian selama 11 hari.

Dalam video yang disebarkan melalui media sosial, Kamis (28/6/2018), ditayangkan hasil rekaman video yang menunjukkan bangkai KM Sinar Bangun.

Dalam video tersebut, terlihat juga benda yang digunakan sepeda motor milik penumpang kapal yang tenggelam pada 18 Juni 2018 itu.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan yang dihubungi Antara pada Kamis malam, mengisyaratkan kebenaran telah ditemukannya KM Sinar Bangun tersebut.

Namun dengan pertimbangan struktur operasional, ia belum bersedia memberikan keterangan mengenai perkembangan yang ada.

Ia hanya menyebutkan jika tim gabungan masih berada di perairan untuk memastikan situasi, sekaligus mempelajari langkah yang akan dilakukan pada Jumat (29/6/2018).

Selain menggunakan ROV atau video untuk merekam kondisi di dasar Danau Toba, petugas gabungan juga menggunakan pukat harimau untuk menarik bangkai kapal jika sudah ditemukan.

"Kita operasional pukat dengan dua kapal," katanya.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari proses pencarian yang dilakukan, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.(JP)


Sumber: ANTARA 














Kesaksian Korban Selamat KM Sinar Bangun

Written By Beritasimalungun on Thursday, 28 June 2018 | 08:15

Jamuda Sinaga.

BeritaSimalungun-Jamuda Sinaga adalah satu-satunya yang berhasil selamat dari rombongannya, setelah KM Sinar Bangun yang dia tumpangi, tenggelam, Senin (18/6/2018) Pukul 17.30 WIB. Kakak, adik dan tiga temannya, masih belum ditemukan, sejak kejadian pada Senin (18/6/2018) lalu. Sementara itu, kakak, adik dan tiga teman Jamuda masih belum ditemukan hingga Kamis 28 Juni 2018. (BS-Lee)


Lagu Simalungun Untuk Duka KM.Sinar Bangun (Bai Ganupan Sidalananmu In)

BeritaSimalungun-Lagu Pop Rohani Simalungun untuk Duka KM.Sinar Bangun. Bai Ganupan Sidalananmu In- COVER by Harry Purs feat Nanda Dasuha. Original Song by DR. L. Manik ( DSB No. A 25 ) Terjemahan : St. A.K. Saragih 1997.(JP-Lee)



Korea Selatan Menang 2-0, Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2018

Korea Selatan Buat Jerman Ulangi Memori Buruk Piala Dunia 1938
Pemain Korea Selatan, Son Heung-min (kiri) mencoba menghalau bola dari sundulan pemain Jerman, Niklas Suele pada laga grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rusia, (27/6/2018). Korea menang atas Jerman 2-0. (FIFA.com)

BeritaSimalungun, Kazan-Juara bertahan Piala Dunia, Timnas Jerman secara mengejutkan tersingkir di babak fase grup. Mereka kalah 0-2 dari Korea Selatan di Kazan Arena, Rabu (27/6/2018).

Skuat berjulukan Der Panzer itu tersingkir setelah mengkahiri Grup F di posisi juru kunci. Tidak terprediksi sebelumnya, Korea Selatan berani meladeni permainan cepat Jerman. Alhasil, pasukan Joachim Loew itu sempat kurang berkembang di awal pertandingan.

Jerman punya peluang di menit ke-11. Tapi sayang, tendangan bebas Toni Kroos masih dapat dihalau oleh bek Korea Selatan, Kim Young Gwon.

Nyaris saja Korea Selatan berhasil membuka keunggulan. Tendangan bebas Jung Woo Young sempat terlepas dari tangkapan kiper Jerman, Manuel Neuer di menit ke-19. Beruntung, penjaga gawang Bayern Munchen tersebut sukses menyapu bola dengan baik.

Berkali-kali mendapatkan peluang, Jerman tidak mampu membobol gawang Korea Selatan di babak pertama. Skor 0-0 bertahan hingga jeda turun minum.

Babak Kedua

Dominasi Jerman berlanjut di babak kedua. Korea Selatan hanya dapat menunggu untuk melancarkan serangan balik.

Pelatih Jerman, Joachim Loew memasukkan Mario Gomez dan Thomas Mueller di menit ke-58 dan 63 untuk meningkatkan daya serang. Tapi, Der Panzer masih buntu di depan gawang lawan.

Kian khawatir untuk Jerman karena hingga menit ke-80, pertandingan masih berjalan imbang namun rival terdekatnya, Swedia telah unggul 3-0 atas Meksiko.

Malapetaka untuk Jerman terjadi di injury time. Kala membutuhkan gol untuk membuka peluang lolos, Der Panzer malah kebobolan. Gol Kim Young Gwon di menit ke-92 membawa Korea Selatan unggul 1-0. Tiga menit kemudian, gol Son Heung Min menggandakan keunggulan Korea Selatan menjadi 2-0. Perjalanan Jerman di Piala Dunia 2018 berakhir di tangan wakil Asia, Korea Selatan.

Susunan Pemain
Korea Selatan (4-4-2): Cho Hyun Woo; Kim Young Gwon, Yun Young Sun, Hong Chul, Lee Young; Jang Hyun Soo, Koo Jae Cheol, Jung Woo Young, Moon Seon Min; Lee Jae Sung, Son Heung Min.

Pelatih: Shin Tae Yong.

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Matt Hummels, Niklas Sule, Jonas Hector; Sami Khedira, Toni Kroos; Marco Reus, Mesut Ozil, Leon Goretzka; Timo Werner.

Pelatih: Joachim Loew.


Jerman Ulangi Memori Buruk Piala Dunia 1938

Timnas Jerman gagal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada laga terakhir penyisihan Grup F, Rabu (27/6/2018). Hasil ini membuat Die Mannschaft mengulangi memori buruk pada 1938.

Kekalahan 0-2 membuat Jerman kini menempati posisi terakhir klasemen akhir Grup F. Mereka hanya mengoleksi tiga angka dari tiga pertandingan.

Ini kedua kalinya Jerman gagal melewati putaran pertama. Sebelumnya, Die Mannschaft juga tak mampu lolos dari putaran pertama Piala Dunia 1938.

Saat itu, Jerman takluk dari Swiss. Pada laga perdana, kedua tim bermain 1-1 di Stadion Parc de Princes, Paris, pada 4 Juni. Gol Jerman dicetak Josep Gauchel pada menit ke-29. Namun, Swiss membalas pada menit ke-43 berkat gol Andre Abeggien.

Lima hari kemudian, Jerman dan Swiss melakukan partai ulang demi memperebutkan tiket ke babak perempat final. Pada pertandingan ini, Swiss menang telak 4-2.

Gol Swiss dicetak Eugen Walaschek (menit 42), Alfred Bickel (64) dan Abeggien (75 dan 78). Sedangkan gol Jerman dipersembahkan Wilhelm Hahnemann (menit 8) dan bunuh diri Ernst Lortscher (22).

Pada laga kontra Korea Selatan, Manuel Neuer dkk tampil dominan. Ini terlihat dari statistik permainan di mana Jerman menguasai bola sebanyak 70 persen. Armada Joachim Low juga melepaskan 26 kali tembakan, enam di antaranya on target.

Sayang, ketidaksabaran para pemain timnas Jerman dan kehebatan kiper Korea Selatan sehingga membuat Die Mannschaft gagal mencetak gol. Sementara Korea Selatan mampu memanfaatkan kelengahan pemain lawan dengan membuat dua gol lewat Kim Young-gwon dan Son Heung-min jelang pertandingan berakhir.

Kutukan Juara Bertahan Menimpa Timnas Jerman

Timnas Jerman

Timnas Jerman gagal lolos ke-16 besar Piala Dunia 2018 setelah menelan kekalahan 0-2 dari Korea Selatan, pada pertandingan terakhir Grup F di Kazan Arena, Rabu (27/6/2018) malam WIB. (FIFA)

Timnas Jerman gagal lolos ke-16 besar Piala Dunia 2018, setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada laga terakhir Grup F. Kandasnya Jerman memperpanjang kutukan juara bertahan yang tersingkir pada fase grup Piala Dunia.

Bermain di Kazan Arena, Rabu (27/6/2018) malam WIB, Die Mannschaft tampil dominan. Timnas Jerman mencatatkan 70 persen penguasaan bola, berbanding 30 persen milik Korea Selatan.

Selain itu, Tim Panser melepaskan 26 tembakan yang enam mengarah ke gawang. Di sisi lain, Korsel memperoleh lima peluang bagus dari 11 kesempatan.

Meski menguasai jalannya laga, Jerman gagal membobol gawang Korea Selatan dan justru kalah dua gol tanpa balas. Sepasang gol Taegeuk Warriors disarangkan Kim Young-gwon pada menit ke-90+3 dan Son Heung-min menit ke-90+6.

Hasil minor ini membuat Jerman berada di dasar Grup F dengan nilai tiga. Mereka terpaut tiga poin dari Swedia dan Meksiko yang melenggang ke fase knock-out dengan status juara grup dan peringkat kedua.

Gagal lolos ke-16 besar membuat Jerman memperpanjang daftar tim-tim Eropa yang berstatus juara bertahan Piala Dunia, dan harus tersingkir pada fase grup.

Selain timnas Jerman, juara bertahan asal Eropa yang gagal lolos ke-16 besar adalah Prancis (juara Piala Dunia 1998), Italia (juara Piala Dunia 2006), dan Spanyol (juara Piala Dunia 2010). Prancis kandas pada 2002, Italia pada 2010, dan Spanyol pada 2014.

Posisi Joachim Low di Timnas Jerman Dipastikan Aman

Presiden DFB, Reinhard Grindel, memastikan kalau Joachim Low masih akan menangani timnas apa pun hasil yang diraih pada Piala Dunia 2018. DFB menilai kalau Low adalah pelatih yang paling mengerti perkembangan pesepak bola Jerman.

"Eksekutif DFB telah memutuskan untuk memberikan perpanjangan kontrak kepada Joachim Low sebelum Piala Dunia," ujar Reinhard Grindel.

"Kami percaya akan ada masa transisi yang terjadi di Piala Dunia. Apa pun yang terjadi di Piala Dunia, belum ada pelatih yang pantas menangani Jerman selain Low."

"Dia membuktikan hal tersebut pada Piala Konfederasi. Low membuat pemain muda tampil sensasional dan mempertontonkan sepak bola yang indah," ungkap Grindel.

Jerman menjadi buah bibir setelah tampil kurang memuaskan pada fase grup Piala Dunia 2018. Die Mannschaft takluk dari Meksiko dan menang susah payah atas Swedia.

Hal tersebut membuat posisi Low terancam. Namun, pernyataan dari Grindel membuat anggapan tersebut sirna.

Joachim Low telah menangani Jerman sejak 2006. Ia menggantikan posisi Jurgen Klinsmann.

Reus: Banyak Orang Jerman yang Berharap Kami Tersingkir

Gelandang Jerman, Marco Reus (kiri). (FIFA)
Perjuangan Die Panzer dalam ajang bergengsi tingkat internasional, Piala Dunia 2018, rupanya tidak mendapatkan dukungan dari sebagian masyarakat Jerman. Sang pemain, Marco Reus, bahkan menganggap mereka ingin melihat Jerman segera tersingkir.

Kritikan tajam menusuk timnas Jerman usai kekalahan yang tak diduga-duga atas Meksiko pekan lalu. Komentar negatif tentu saja menghampiri, sebab mereka datang ke Rusia dengan status sebagai juara bertahan.

Tetapi kekalahan itu terlihat tidak mempengaruhi performa skuat asuhan Joachim Loew tersebut. Buktinya, mereka tetap mampu meraih hasil maksimal atas Swedia walau sempat bermain imbang, mengakhirinya dengan skor 2-1.

Pada momen-momen kritis seperti sekarang, tentu saja dukungan dari para penggemar setia sangat dibutuhkan oleh Jerman agar bisa terus melaju. Tetapi dari pandangan Reus, mereka justru tidak berharap yang sebaliknya.

"Saya pikir benar itu adalah suatu kesan yang kami dapat," ujar Reus seperti yang dikutip dari Goal.

"Banyak orang di Jerman yang menantikan kami tertunduk keluar dari turnamen," lanjutnya.


Tidak Ambil Pusing

Tetapi Reus tidak terlalu ambil pusing dengan bagaimana reaksi fans Jerman. Ia lebih memilih untuk mengomentari semangat timnya untuk meraih kemenangan meskipun sempat tertinggal lebih dulu.

"Tentu saja itu (tertinggal lebih dulu) merupakan sebuah kemunduran dan kami harus mencernanya lebih dulu, tapi kami kembali secepat mungkin dan mungkin bisa mencetak satu atau dua gol lagi," tambahnya.

"Sekarang, itu semua telah menjadi masa lalu. Kami bersiap untuk menang dan berhasil meraihnya," pungkasnya.

Kemenangan ini membuat Jerman bertengger di posisi dua klasemen grup F dan memiliki poin yang sama dengan Swedia, penghuni posisi tiga. Mereka pun wajib mendapatkan tiga poin dari laga kontra Korea Selatan jika masih ingin bertahan di Rusia.(JP)

Sumber: Bola.com

Gallery Foto Korsel-2-0 Jerman-Foto FIFA.com 




































Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.