![]() |
| dr Saud P Sinaga. |
"Ga lulus kayaknya aku Mak", dengan wajah pesimis aku ceritakan tentang ujian masuk Spesialis Obgyn UGM.
"Lulus nya kau itu Nak",katanya meyakinku lagi.
"Sudah mimpinya aku,kau naiki tangga sampai nya kau di tujuanmu",sambungnya lagi.
"Ah,Mamak ini ada-ada aja,masa mimpi dihubungkan dengan kelulusan, terlalu berharapnya Mamak itu,jadi kebawa mimpi",ucapku lagi mempertebal rasa pesimisku.
"Orang kampungnya kita Mak,sainganku berat-berat kali,anak2 pintar semua...manalah sanggup aku bersaing dengan orang-orang hebat seperti mereka Mak, anak petaninya aku, mereka anak2 pejabat, orang2 top semua, janganlah Mak bandingkan kualitas yg makan ubi dengan makan keju", argumenku kali ini lebih tegas lagi, supaya Mak jangan terlalu berharap.Takutnya Mak,kecewa.
"Tapi yakin kalinya aku lulusnya kau anakku katanya lagi, pintarnya kau ', tanpa sedikitpun keraguan Makku berucap.
"Pintar kelas kampungnya aku Mak, kalau sama orang kota manalah sebanding", timpalku lagi.
"Percayalah',tegasnya lagi.
"Iyalah Mak,semogalah",aku tak mau berargumen lagi,,takut Mak kecewa.
Pertemuan kami ketika itu Mak, sedang jalan2 bersama keluarga ke Jakarta tempat paman saya bersama dengan saudara perempuannya yang lain,saya sempatkan mampir sebelum pulang ke Jambi.
"Banyak kali kau bawa buku Nak",udah capek lah kau baca buku itu semua ya",ucap Mak, ketika aku baru sampai menurunkan satu Tas besar tempat buku2 .
"Enggaklah Mak, cuma biar tenang ajanya hatiku, kubawa ini, ga kubacanya ini Mak", jawabku, karena memang ga sempat kubaca semua buku itu.
Waktu persiapan yang singkat, dan rasa pesimis memang lebih domin membuat saya tidak terlalu banyak berharap.
"Yang penting pernah testlah Mak, lulus atau tidak Tuhan yang menentukan, mudah2anlah benar mimpi Mak'' ucapku.
'Jangan bermimpi ketinggian, aku bukan siapa2, bisa lulus dokter aja sudah syukur", Kalimat itu yang selalu kupatri dalam hati, sehingga gagalpun aku ga akan kecewa.
Sekitar Dua Minggu kemudian,..saya dapat telepon dari UGM, untuk segera daftar ulang Pendidikan spesialis Obgyn UGM. Awalnya saya kira telepon penipuan, yang lagi marak waktu itu, tetapi setelah dengar penjelasan mereka baru saya percaya.
"Benar Mak,mimpi Mak" saat saya telepon Mak.
"Kan sudah kubilang", katanya dengan logat batak nya yang makin kental.
"Iyalah Mak',akhirnya kubenarkan semuanya.
Apakah ini karena doa ibu? Saya percaya iya, karena doa ibu. Karena menurut cerita Mak di kemudian hari setelah saya lulus, memang setiap hari tiada henti2nya berdoa untuk kelulusan saya.
Sedihnya....
Sekarang doa itu sudah terputus, karena Mak sudah kembali kepada Sang Pencipta beberapa tahun yang lalu. Trimaksih Mak..Di usia 68 tahun dipanggil Tuhan. Satu keberuntungan yang paling besar bagiku, melihat Mak saat di jemput Tuhan..Saya yakin Mak sudah tenang di sorga.
Saya percaya itu, karena sebelum beliau dijemput, Mak minta dinyanyikan lagu kesukaannya "Hu Surga do Tujuanku (ke surga adalah tujuanku). Belum sempat membuatmu bahagia Mak. "Apa Kabarmu di Surga Mak". Menulis disela2 praktik, sambil menunggu pasien. (FB-Saud P Sinaga)







0 Komentar