Dari Kecamatan Purba ke Guru Besar: Perjalanan Panjang Andiopenta Purba Mengukir Mimpi


Jambi, BS -Di sebuah sudut Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, seorang anak dari keluarga sederhana pernah memendam mimpi besar. Di tengah keterbatasan, ia belajar bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib. Anak itu kelak dikenal sebagai Prof. Dr. Drs. Andiopenta Purba, M.Hum.

Tak ada jalan pintas dalam perjalanan hidupnya. Dari bangku sekolah hingga menapaki dunia kampus, Andiopenta kecil tumbuh dengan nilai kerja keras, kesabaran, dan disiplin. Setiap langkah adalah perjuangan, setiap capaian adalah hasil dari doa keluarga dan tekad yang tak pernah padam.

Waktu berlalu. Anak dari Kecamatan Purba yang juga Alumni SMAN 1 Saribudolog, Simalungun itu merantau, menempuh pendidikan tinggi, dan perlahan meniti karier sebagai dosen. 

Dunia akademik yang Ia geluti bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup. Ketertarikannya pada bahasa dan dinamika sosial membawanya mendalami sosiolinguistik, bidang yang mengkaji hubungan antara bahasa, masyarakat, dan budaya.

Di ruang-ruang kelas dan forum ilmiah, suami dari Br Sinaga ini bukan hanya mengajar teori. Ia menanamkan nilai bahwa bahasa adalah identitas, jati diri, dan cermin peradaban. 

Mahasiswa mengenalnya sebagai dosen yang tegas, namun penuh kepedulian. Bagi rekan sejawat, ia adalah pribadi yang konsisten memperjuangkan mutu akademik.


Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Andiopenta Purba resmi meraih jabatan Profesor-Guru Besar, puncak karier seorang dosen. Sebuah gelar yang bukan sekadar simbol prestise, tetapi pengakuan atas dedikasi puluhan tahun dalam dunia pendidikan dan penelitian.

Kabar itu menggema hingga kampung halaman. Simalungun bangga. Para perantau di Jambi pun bersukacita. 

Secara khusus, keluarga besar Tumpuan Purba Pakpak Boru Panogolan di Jambi merasakan kebanggaan yang sulit dilukiskan. Bagi mereka, Andiopenta bukan hanya Guru Besar, tetapi simbol harapan, bahwa anak daerah mampu berdiri sejajar di panggung nasional.

“Dari keluarga sederhana, beliau membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan pendidikan,” tutur salah seorang kerabat di Jambi. Kisah hidupnya kini menjadi cerita yang diceritakan kembali kepada anak-anak dan generasi muda, sebagai bahan bakar semangat untuk terus belajar.

Di FKIP Universitas Jambi, sosok Prof. Andiopenta dikenal sebagai akademisi yang rendah hati, namun teguh memegang prinsip. Ia terus mendorong pengembangan keilmuan, riset, dan kualitas pengajaran. 

Baginya, menjadi Guru Besar bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mencerdaskan dan menginspirasi.

Pada 9–10 Februari 2026, dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Jambi, ia akan dikukuhkan bersama 12 Guru Besar lainnya. 

Di balik toga dan jabatan akademik tertinggi itu, tersimpan kisah seorang anak kampung dari Kecamatan Purba yang berani bermimpi, berani berjuang, dan akhirnya berhasil menorehkan sejarah hidupnya sendiri.

Sebuah kisah tentang ketekunan. Tentang kesederhanaan yang melahirkan kebesaran. Tentang bagaimana pendidikan mengubah takdir bukan hanya bagi satu orang, tetapi juga bagi sebuah keluarga, sebuah komunitas, dan sebuah daerah yang kini ikut menegakkan kepala dengan bangga.

Keluarga Besar FKIP Universitas Jambi mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Prof. Dr. Drs. Andiopenta Purba, M.Hum, atas kenaikan jabatan akademik sebagai Profesor/Guru Besar dalam ranting ilmu, kepakaran Sosiolinguistik dan Pengajarannya.

Semoga capaian ini semakin memperkuat kontribusi akademik, pengembangan keilmuan, serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FKIP Universitas Jambi dalam mewujudkan pendidikan yang unggul dan bermartabat. (BS-AsenkLeeSaragih) 


0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih