Trending Topic

Latest Post

PT Pusaka Agung Jayakarta Diminta Bereskan Material Batu di Jalan Lintas Pematangsiantar-Pematanga Raya

Written By Berita Simalungun on Selasa, 04 Agustus 2015 | 13.24

http://www.metrosiantar.com/wp-content/uploads/2015/08/04-08-2015-all-003.jpg
Tumpukan material di Jalan Lintas Pematangsiantar-Pematang Raya yang membuat pengendera terganggu. IST
BERITASIMALUNGUN.COM, Raya-Tumpukan material untuk peningkatan kapasitas jalan provinsi, jurusan Pematangsiantar-Pematang Raya dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan. Pasalnya, jalan jalur padat arus kendaraan tersebut sangat sempit. Ditambah lagi tumpukan material, batu-batu besar dan pasir disisi jalan bahkan mengenai badan jalan, membuat rawan kecelakaan.

“Sudahlah jalan sempit, material ditumpuk disisi-sisi jalan. Ini sama saja, PT Pusaka Agung Jayakarta mengundang terjadinya kecelakaan,” tutur Jon E Purba, anggota LSM PPLH (Pengamat pembangunan Lingkungan Hidup), Senin (3/8).

Dikatakan pria yang akrab disapa Jon ini, beberapa hari yang lalu dirinya nyaris mengalami kecelakaan akibat tumpukan material yang berada di sisi jalan tersebut. Memang, sewaktu pertama kali proyek tersebut dikerjakan, ada beberapa pekerja yang ditugasi sebagai pemantau arus lalu lintas. Belakangan, para pekerja yang tadinya siaga di setiap ujung proyek kita tak tampak lagi.

“Harusnya kalau sudah tau jalan padat kendaraan. Pihak kontraktor mempersiapkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas. Jika tidak, jangan menaruh material di badan jalan,” tegas Jon  E Purba.

Mewakili masyarakat, Freddy (30), untuk menjaga keselamatan pengendara ia berharap agar pihak perusahaan tidak menumpukan materialnya disisi jalan bahkan mengenai badan jalan. Sebab keberadaan material tersebut mengganggu fasilitas umum, dimana setiap harinya dilewati ramai kendaraan.

“Semestinya pihak perusahaan memikirkan dampak tumpukan material tersebut, jangan semaunya menumpukan material yang mengancam keselamatan orang banyak,” tegasnya.

Freddy juga meminta pengawas tim pelaksana kegiatan proyek dari pihak perusahaan segera mengambil langkah agar material tidak ditumpuk  dan tidak menganggu bahkan mengancam keselamatan masyarakat banyak. “Jangan sampai ada korban jiwa, baru material itu dipindahkan,” pungkasnya.


Untuk diketahui, proyek peningkatan kualitas jalan Pematangsiantar-Pematang Raya ini sesuai nomor kontrak 602/UPTDPS-KPA/1815/2015, senilai Rp7,3 miliar. Dengan masa kerja selama 180 hari, dan dananya bersumber dari APBD Provinsi Sumatra Utara Tahun 2015. (MSC) 

Simalungun Produsen Cabei Terbesar di Sumatera

Petani Cabei di Simalungun. IST
BERITASIMALUNGUN.COM, Raya-Komoditi holtikultura cabai merah, masih menjadi salah satu komoditi yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Cabai merah juga menjadi komoditi yang menjadi primadona pasar yang tidak mengenal pasang surut bagi kebutuhan masyarakat.

Hampir diseluruh Indonesia, para petani menanam cabai merah, karena komoditi ini sangat dibutuhkan dalam konsumsi masyarakat Indonesia. Di Sumatera Utara (Sumut) mayoritas kabupaten dan kota menanam cabai merah.

Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut) Marino mengatakan, pada Juni tahun 2015 ini, produksi cabai merah mengalami peningkatan dibanding Juni periode 2014 yang lalu.
“Hasil produksi cabai merah di Sumut, hingga Juni 2015 ini mengalami kenaikan. Ya hampir diberbagai daerah naik produksi kita. Data yang kita miliki, hasil produksi hingga Juni mencapai 103.452 Ton,” ujarnya.

Jika melihat hasil produksi pada periode Juni 2014 lalu, Sumut hanya memproduksi cabai merah hanya mencapai 85.557 ton. Marino menjelaskan, produksi bulan Juni saja mencapai 23.557 Ton dari panen 6.517 hektare.

Ia menjelaskan, daerah penghasil cabai merah terbanyak hingga Juni diperoleh dari kabupaten Simalungun, Karo dan Batubara. “Terbanyak dari Simalungun, hingga Juni mencapai 27.499 Ton, yang kedua Karo 25.045 Ton dan Batubara mencapai 22.903 Ton,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi terkait badai El Nino yang mengakibatkan kekeringan disejumlah daerah, ia mengatakan Sumut juga terkena, namun hanya kekeringan berskala sedang. Untuk komoditi cabai merah, ia menyatakan tidak ada satu pun lahan petani yang terkena dampak.

“Untuk cabai merah tidak ada gangguan, lahan petani masih aman-aman saja. Yang terkena dampak kekeringan ringan di lahan petani Sumut hanya Padi Sawah, Kedelai, Jagung dan Padi Gogo,” katanya.


Gunakan Benih Tanpa Label

Sementara itu, di Desa Sarang Padang Kecamatan Dolok Silau para petani bawang menggunakan benih bibit tanpa label. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan, dianggap sebagai tradisi turun temurun.Ia mengungkapkan, mendapatkan benih pertama kali dari Tobasa.


Namun, permasalahannya karena di Tobasa menjual benih di pasaran secara bebas, sehingga ditemukan benih yang tidak berlabel. Selain itu juga tidak ada nama varietasnya serta tidak diketahui berapa umurnya. Benih ini sudah diperoleh orang tuanya sejak membudidayakan tanaman bawang merah ini.

“Meski begitu, daya tumbuhnya tetap tinggi, berkisar 80 – 90 persen, dipastikan tumbuh. Hanya saja, kendalanya diusia tanam yang berkisar antara 40 – 50 hari serta banyak tanaman yang sakit. Penyakitnya busuk buah dan ini pasti terjadi setiap menanam bawang, serta sulit diatasi,” keluhnya.
Akibatnya, lanjut dia, petani menjadi merugi. Sementara, harga beli untuk benih cukup mahal, berkisar Rp 25.000 – Rp 40.000 per kg.

Hanya saja, kata mereka, sedikit demi sedikit, persoalan ini bisa teratasi sejak BPTP Sumut datang ke Sarang Padang dan menerapkan demplot bawang merah dengan varietas maja. BPTP Sumut bahkan menerapkan cara tanam yang baik dan cara tersebut sedikit berbeda dengan cara tanam petani selama ini. Yakni, membuat ukuran bedengan seluas 120 meter untuk lahan percobaan seluas 1.000 meter. Sedangkan jarak tanamnya bervariasi antara 15 x 15 centimeter (cm) dan ada 20 x 20 cm.

“Kita diajarkan menggunakan tongkat untuk melubanginya dan kemudian lubangnya diberikan pupuk kimia sebanyak 120 kg per 1.000 meter. Ini sangat berbeda dengan cara kita dahulu,” bebernya.

Sebelum ditanam, diberi pupuk kandang terlebih dahulu yang dicampur dengan bokasi dan ditaburkan ke bedengan setengah jadi dan didiamkan selama 3 – 4 hari. Lalu diberi pupuk kimia berjenis pupuk subsidi, kemudian ditutup terlebih dahulu dengan tanah yang ditaburkan sedikit demi sedikit kemudian didiamkan kembali selama 3 hari. Setelah itu, media tanam pun siap untuk ditanami.


Di Kecamatan Dolok Silau kata dia, saat ini telah mampu memproduksi bawang merah dengan jumlah besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Total panen keseluruhan petani sebesar 100 ton per sekali panen. Padahal, sebelumnya tidak pernah mencapai sebanyak itu. Satu petani saja bisa mencapai 1 – 2 ton per panen sudah dianggap luar biasa. (MSN)

PRIHATIN PADA KASUS GATOT: BELAJARLAH DARI KESALAHAN BELIAU, TIDAK PERLU HUJAT MENGHUJAT

Gatot Usap Evy-besar-ric
GUBERNUR Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti ditahan penyidik KPK. Mereka berdua ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 9 jam lebih.
BERITASIMALUNGUN.COM-Hari ini (Senin 3 Agustus 2015), saya menyaksikan peristiwa yang cukup dramatis di televisi. Gatot Pujo Nugrogo dan istrinya ditahan setelah KPK memeriksa keduanya sebagai tersangka dalam kasus suap hakim PTUN Medan.

H. Gatot Pujo Nugroho, A.Md., S.T., M.Si. (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 11 Juni 1962; umur 53 tahun) adalah Gubernur Sumatera Utara sejak 14 Maret 2013. Sebelumnya, Gatot merupakan Plt. Gubernur Sumatera Utara sejak 2011 hingga 2013 menggantikan Syamsul Arifin yang terjerat kasus korupsi. Gatot , berduet dengan Syamsul Arifin pada Pemilukada Sumatera Utara 2008 dengan tagline Syampurno.

Dalam Pilkada Sumut 2013, ia maju dan menggandeng Bupati Serdang Bedagai, H.T. Erry Nuradi sebagai wakilnya. Sesuai hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut 5 yang membawa tagline Ganteng ini memenangkan pilkada satu putaran di angka 32,05%. Saya sangat prihatin, setelah membaca profil Gatot di Wikipedia!. Khususnya mempelajari masa kecilnya, hingga menjadi instruktur Politeknik USU, Medan.

Sebelum menjadi gubernur Gatot dikenal sebagai orang yang bersahaja. Gatot dengan latar belakang kehidupan anak tentara dan lingkungan yang agamis, justru di masa tuanya, saat puncak kariernya harus berurusan dengan KPK. Apa yang salah di negeriku ini, apa yang salah dengan Gatot? Gatot adalah buah dari lingkungan negeriku, lingkungan kita. 

Gatot yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 11 Juni 1962 lalu. Ayahnya Juli Tjokro Wardoyo adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) dengan pangkat terakhir Pembantu Letnan Satu (Peltu). Ibunya, Sulastri adalah seorang ibu rumah tangga yang dikenal sebagai ketua pengajian kaum ibu di lingkungannya.

Gatot tumbuh besar di komplek prajurit TNI di Magelang. Selain terbiasa dididik dengan disiplin tinggi khas keluarga tentara, Gatot dan saudara-saudaranya juga tumbuh dalam suasana keluarga yang religius. Kedua orangtuanya, termasuk kakek nenek dari kedua orangtuanya itu, dikenal sebagai tokoh agama dan panutan di lingkungannya masing-masing.

Suasana keagamaan cukup kental itu yang membuat Gatot sejak kecil dekat dan punya minat tinggi dengan Keislaman. Sejak duduk di bangku Sekola Dasar, Gatot sudah terbiasa menjaga sholat lima waktunya. Karena kedekatannya dengan hal-hal berbau Keislaman itu pula membuatnya digelari ”Kyai” oleh rekan-rekan sepermainannya. Julukan ”Kyai” itu masih sering diucapkan teman-temannya sampai dia duduk di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM).

Karena minatnya yang tinggi terhadap Keislaman membuat Gatot sejak kecil, selain bercita-cita jadi tentara, juga berkeinginan menjadi Ulama atau Kyai. Tapi karena keterbatasan biaya mengingat ayahnya yang hanya parajurit biasa memaksa Gatot mengurungkan niatnya. Dia harus menghapus mimpinya untuk melanjutkan pendidikannya ke Pesantren Modern Gontor setamat dari Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Magelang.

Dengan harapan, nantinya bisa langsung bekerja setamat sekolah, ayahnya meminta Gatot melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Magelang. Setelah melewati ujian, Gatot menjadi satu-satunya siswa SMP Negeri 1 Magelang yang mau bersekolah di STM Negeri Magelang yang oleh warga Magelang dianggap tidak favorit.

Menjelang tamat STM, Gatot yang juga punya keinginan besar untuk menjadi tentara itu berniat mengikuti test Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Namun karena keterbatasan biaya, lagi-lagi Gatot harus mengurungkan niatnya. Ayahnya berharap besar dia langsung bekerja setamat dari STM agar bisa meringankan beban ekonomi keluarga.

Lulus STM, Gatot langsung pun diterima bekerja sebagai tenaga lapangan di salah satu perusahaan kontraktor. Dia pun akrab dengan pekerjaan kasar, bersentuan dengan batu, semen, pasir dan lainnya. Kulit kakinya yang kasar dan berlubang-lubang karena pekerjaan kasar yang ditekuninya itu membuatnya harus tersingkir di test bidang kesehatan saat mencoba melamar untuk Sekolah Calon Bintara (Secaba) Angkatan Darat (AD).

Setahun bekerja sebagai tenaga lapangan kontraktor, Gatot mendapat info adanya program beasiswa penuh pendidikan D3 Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk instruktur di Politeknik yang akan didirikan di berbagai daerah di Indonesia.

Karena tak akan dipungut biaya pendidikan, Gatot ikut test dan akhirnya dinyatakan lulus. Kelak setamat mengikuti program D3 ITB tersebut, Gatot ditempatkan sebagai staf pengajar di Politeknik Universitas Sumatera Utara (USU) sejak 1986. Bersamaan dengan penempatannya di Medan itu lah, Gatot pindah ke Medan sampai saat ini.

Sebelum jadi gubernur dia dikenal baik, tetapi jabatan gubernurnya justru membawanya ke jurang kehancuran. Jauh dari harapan kita pemimpin yang negarawan.

Mari belajar, mengapa Gatot sampai pada keputusan yang "konyol" ini.
Biarlah Pengadilan yang menghakimi beliau, kita tidak berhak. Mari belajar dari pengalaman buruk beliau!

Note: Mohon komentar tidak berbau SARA!. kita prihatin dengan kehidupan Gatot. Kita harus belajar mengapa dia sampai terjebak dalam korupsi, padahal kehidupan masa kecilnya hingga beliau jadi instruktur Politeknik, bersahaja. Biarlah Pengadilan yang menghakimi Gatot, Kita harus banyak belajar dari kasus ini. (Jannerson Girsang)

SEDIH MENJADI PENDUDUK SUMUT

Written By Berita Simalungun on Senin, 03 Agustus 2015 | 22.29

Foto: Grandyos Zafna
Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evi Susanti.. Foto Google.
Untuk kedua kalinya, sejak 2007, dua Gubernur Sumatera Utara masuk penjara, dan sebagai penduduk Kota Medan, sedihnya dua kali, karena dua kali walikota masuk penjara. Semuanya karena korupsi.

Inikah cita-cita reformasi?

Syamsul Ariifin yang terpiilih pada Pilgubsu 2008, adalah Gubernur Sumatera Utara sejak 16 Juni 2008 hingga diberhentikan (oleh karena ia terjerat kasus korupsi) pada 21 Maret 2011.

Gatot Pujonugroho, gubernur yang terpilih pada Pilgubsu 2013, adalah Gubernur Sumatera Utara sejak 14 Maret 2013. Sebelumnya, Gatot merupakan Plt. Gubernur Sumatera Utara sejak 2011 hingga 2013 menggantikan Syamsul Arifin yang terjerat kasus korupsi.

Malam ini, seluruh televisi berita swasta (TV-One, Metro TV) memberitakan Gatot Pujonugroho resmi ditahan KPK di Rutan Cipinang, Jakarta, setelah dua kali diperiksa KPK sebagai tersangka dalam kasus penyuapan hakim PTUN Medan. 

Sebagai penduduk Medan, lebih sedih lagi. Dua walikota kami Abdillah dan Rahudman Harahap juga terjerat kasus korupsi.

Abdillah menjadi walikota selama dua periode (2000—2005 dan 2005—2010), namun diberhentikan pada Mei 2008 setelah selama hampir setengah tahun ditahan kepolisian karena tuduhan korupsi.

Rahudman Harahap adalah Walikota Medan yang mulai menjabat pada 26 Juli 2010 namun dinonaktifkan oleh Menteri Dalam Negeri pada 14 Mei 2013 karena menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintahan Desa (TPAPD) tahun 2005.

Inikah buah Reformasi di Sumatera Utara? Dua kali memilih Gubernur, dua-duanya koruptor. Dua kali memilih walikota, dua-duanya koruptor.

Teman-teman, memilih pemimpin karena uang dan buta nurani begini. Masih mau memilih pejabar karena tebar pesona dan "uang". Dua gubernur di atas, dan dua walikota Medan sangat rajin membantu rumah ibadah. Sumbangannya luar biasa besarnya. . Untuk gereja yang kecil aja, saya pernah saksikan Abdillah membantu hingga Rp 25 juta.

Masyarakat Sumut, khususnya masyarakat Medan, jangan pilih pemimpin hanya karena dia rajin membantu rumah ibadah, rajin mendatangi Anda ketika mau Pilkada.

Partai politik juga jangan asal mencalonkan Kepala Daerah. Jangan karena maharnya mahal, Parpol mencalonkannya. Kalau betul-betul parpol cinta rakyat, hapuslah "mahar" kawan-kawan. Berilah kami rakyat ini calon pemimpin yang bersih.

Kasihanilah kami. Empat kali kami meninggalkan pekerjaan, turut pilkada, kami hanya dihadiahi Gubernur dan Walikota koruptor. Semoga! (St Jannerson Girsang)

Ephorus dan 3 Pendeta GKPS Mendoakan JR Saragih Menang di Pilkada Simalungun

BERITASIMALUNGUN.COM-Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba dan tiga pendeta GKPS lainnya yakni Pdt Parlin Damanik, Pdt Abdi Jekri Damanik, Pdt Sarianus Sipayung mendoakan secara khusus JR Saragih di salah satu acara pesta gereja di Beringin. Situasi itu Sangat kental dengan persekongkolan yang melibatkan jemaat. Seperti tampak pada sebuah terbitan salah satu media setempat. 

LSM Persoalkan Ijazah JR Saragih di KPUD Simalungun

Foto, Henry Hasan.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LASER demo di Kantor KPU Simalungun, Senin (3/8/2015). Foto Henry Hasan/Siantarnews
BERITASIMALUNGUN.COM, Raya-Puluhan massa yang terbagung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LASER demo di Kantor KPU Simalungun, Senin (3/8/2015). Massa mendesak KPU Simalungun serius memverifikasi ijazah calon bupati JR Saragih (Incumbent). Kejanggalan ijazah milik JR Saragih, dari SD hingga Sarjana. Khususnya ijazah SMA yang syarat akan masalah.

Hasil verifikasi itu penting diumumkan ke masyarakat, sebagai bentuk perwujudan penyelenggara pemilukada yang bersih, jujur dan independent. Dasar hukumnya kata mereka, undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Desakan itu disampikan LSM Laser, agar tidak terulang seperti kejadian tahun 2010 yang lalu, dimana seorang komisioner saat itu Robert Ambarita melaporkan dugaan praktek penyuapan atas ijazah Bupati JR Saragih yang bermasalah. Aksi LSM Laser itu dikawal puluhan polisi.

KPU Simalungun diminta memberikan ijazah para calon kepada Panwaslih , agar dapat diawasi, serta bekerja bersama-sama sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Aksi ini masih permulaan, dan ini hanya sebagai peringatan, agar KPU Simalungun lebih gencar dan lebih jeli meneliti permasalahan ijazah JR Saragih, agar jangan seperti tahun 2010 yang lalu.

Ini PR KPU untuk memverifikasi secara benar ndan jujur. Kalau tidak ditanggapi, kita akan ke Jakarta membawa permasalahan kasus ini.” kata Ketua LSM Laser, Mara Salim Harahap.

Humas KPU Simalungun, Fuji , yang mewakili Komisioner, mengatakan, aspirasi LSM Laser akan disampaikan untuk ditindak lanjuti.

KPU Simalungun kata Fuji akan transparan melaksanakan seluruh tahapan pencalonan, khususnya ijazah pasangan calon. Ia juga mengatakan, telah menyerahkan dokumen ijazah paslon ke Panwaslih.
Penyelenggara pemilihan bupati dan wakil bupati lanjut Fuji, berkewajiban untuk netral. ”KPU Simalungun senantiasa menjalin komunikasi kepada Panwaslih” ujar Fuji. (Penulis : Henry)

Gatot dan Evy Ditahan, Pengacara: Kami Belum Akan Praperadilan

Gatot dan Evy Ditahan, Pengacara: Kami Belum Akan Praperadilan
Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti ditahan penyidik KPK

Jakarta - Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti ditahan penyidik KPK. Namun keduanya belum berniat untuk melakukan upaya praperadilan.

"Belum akan melakukan praperadilan, kami dalami dulu," kata pengacara keduanya, Razman Arief Nasution sesaat setelah kedua kliennya ditahan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015) malam.

Razman menyebut mendukung KPK untuk segera mengusut tuntas kasus yang menjerat keduanya. Bahkan Razman mengaku mendorong agar perkara kedua kliennya segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Kami mendorong agar kasus suap ini sesegera mungkin diproses secepatnya ke pengadilan Tipikor," kata Razman.

Sebelumnya, Gatot terlihat keluar lebih dulu dari ruang pemeriksaan dengan sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye sekitar pukul 21.09 WIB. Sekitar 2 menit kemudian, giliran Evy yang menyusul dengan mengenakan rompi serupa.

Keduanya bungkam ketika dicecar oleh para awak media. Gatot sendiri akan ditahan di Rutan Cipinang, sementara Evy ditahan di Rutan KPK.(Detik.com)

Usai Diperiksa KPK, Gubernur Gatot Pujo Nugroho Ditahan

Nasihat PKS untuk Gubernur Gatot: Ikuti Proses Hukum
Gatot Pujo Nugroho

Jakarta - Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti ditahan penyidik KPK. Mereka berdua ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 9 jam lebih.

Pantauan detikcom, 21.09 WIB, Gatot terlihat sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye. Gatot ditemani pengacaranya Razman Arief Nasution ketika keluar dari ruang pemeriksaan.

Gatot bungkam ketika keluar dan langsung masuk ke mobil tahanan. Sementara itu, istrinya, Evy belum terlihat hingga saat ini. 

Sebelumnya, Gatot dan Evy tiba di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015), sekitar pukul 11.55 WIB. Gatot mengenakan kemeja batik cokelat, sedangkan Evy mengenakan gamis yang dipadukan dengan kerudung hijau.

Keduanya turun dari mobil Toyota Innova warna putih. Gatot turun lebih dulu didampingi pengacaranya, Razman Arief Nasution. Evy kemudian turun belakangan.

Saat ditanya soal kemungkinan akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan, Gatot dan Evy kompak diam. Mereka berdua terus bungkam hingga masuk ke ruang tunggu pemeriksaan.

Seperti diketahui, ini merupakan pemeriksaan perdana bagi Gatot dan Evy sebagai tersangka penyuapan terhadap hakim PTUN Medan. Besar kemungkinan, penyidik akan langsung menahan Gatot dan Evy usai pemeriksaan karena kasus ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan semua tersangka lain juga sudah ditahan KPK. (Detik.com)

Calon Bupati Samosir Hatorangan Simarmata dan Wakil Bupati Oloan Simbolon

Menampilkan IMG20150728111809.jpg
Calon Bupati Samosir Hatorangan Simarmata dan Wakil Bupati Oloan Simbolon. Foto Janner Simarmata
BERITASIMALUNGUN.COM, Samosir - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Samosir menerima pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati periode 2015-2020 yang mulai dibuka Minggu-Selasa, 26-28 Juli 2015.


Pendaftaran pasangan Bakal Calon Bupati Samosir Hatorangan Simarmata dan Wakil Bupati Oloan Simbolon ke KPUD Samosir di jalan Hadrianus Sinaga Pangururan, hari Selasa (28/7) layaknya pesta rakyat. 


Iring-iringan pendukung bergerak dari Posko Pemenangan di Desa Simarmata ke Kota Pangururan dimana KPUD berkantor sempat menarik perhatian warga.


Setibanya di Kantor KPU Kabupaten Samosir, pasangan ‘HORAS’ ini disambut jajaran anggota KPU Kabupaten Samosir.


Pendaftaran pasangan HORAS dihantar langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Bolusson P. Pasaribu, didampingi Vincen Sitinjak Sekretaris dan anggota tim pemenangan. didampingi oleh pengurus Partai pendukung Demokrat dan Gerindra.


“Bolusson Pasaribu yang juga Anggota DPRD Samosir dari partai Demokrat mengatakan bahwa pasangan "Horas" sudah berpengalaman di bidang birokrasi pemerintahan dan wakilnya seorang politikus yang paham Samosir, ” ucap Bolusson. 


Binsar Sinaga Ketua Partai Demokrat Samosir dan Nurmerita Sitorus Ketua Partai Gerindra Kabupaten Samosir dalam sambutannya akan memenangkan pasangan yang bermotto “HORAS” ini, mereka meminta agar seluruh kader Partai harus bekerja dan kita harus menang.


 “Para pasangan calon ini hanya tinggal menunggu tes kesehatan dan lembar harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Syarat itu akan dilengkapi kandidat bersangkutan menyusul sesuai tahapan yang telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pilgup, Pilbup dan Pilwakot Beserta Wakil,” terang Suhadi. (JS)

ORANG TOBA Bukan Keturunan Si Borudeak Parujar


Oleh: Edward Simanungkalit *
Di dalam mitologi penciptaan menurut buku: “PUSTAHA BATAK: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak”, yang ditulis oleh W.M. Hutagalung (1926), diceritakan bahwa para penghuni langit ketujuh suatu kali secara beramai-ramai turun melalui puncak Pusuk Buhit ke Sianjurmulamula. Setelah misi mereka selesai, maka di bawah pimpinan Mulajadi Nabolon berangkatlah mereka kembali naik ke langit ketujuh melalui Pusuk Buhit disertai Raja Odapodap dan si Borudeak Parujar, penghuni langit ketujuh yang lebih dulu turun ke  bumi. Sedang Debata Asiasi dan Raja Inggotpaung tinggal di Sianjurmulamula untuk mengurus Raja Ihatmanisia dan Boru Itammanisia. Singkat ceritanya, mereka pun memiliki keturunan hingga ke Si Raja Batak di Sianjurmulamula, dan Sianjurmulamula menjadi pusat awal persebaran manusia, karena dari sanalah manusia menyebar seluruh penjuru bumi.
http://travel.kini.co.id/files/2014/09/pusuk-buhit.jpg
                                                               Pusuk Buhit

Orang Negrito di Humbang
          Orang Negrito adalah ras Australomelanesoid, yang merupakan pendukung budaya Hoabinh, telah lebih dulu datang ke Humbang di Negeri Toba. Peter Belwood (2000:339) menulis bahwa 6.500 tahun lalu telah ada aktivitas manusia di Pea Sim-sim sebelah barat Nagasaribu. Belwood sebenarnya merujuk kepada hasil penelitian paleoekologi yang dilakukan oleh Bernard Kevin Maloney di Pea Sim-sim tadi. Selain di Pea Sim-sim,  penelitian Maloney masih dilanjutkan  di Tao Sipinggan dekat Silaban Rura, di Pea Sijajap daerah Simamora Nabolak, dan di Pea Bullock dekat Silangit, Siborong-borong. Pendukung budaya Hoabinh itu datang melalui pesisir timur Sumatera bagian Utara dari dataran Hoabinh di dekat Teluk Tonkin, Vietnam.
          Orang Negrito ini memiliki ciri-ciri: berkulit gelap, berambut hitam dan keriting, bermata bundar, berhidung lebar, berbibir penuh, serta berbadan relatif kecil dan pendek. Berdasarkan kedekatan genetik yang ditemukan, maka diketahui bahwa mereka bermigrasi dari Afrika Timur melalui Asia Selatan terus Asia Tenggara hingga Papua. Mereka merupakan bangsa setengah menetap, pemburu, bercocok-tanam sederhana, dan bertempat tinggal di gua. Mereka juga menggunakan kapak genggam dari batu, kapak dari tulang dan tanduk, gerabah berbentuk sederhana dari serpihan batu, batu giling, dan mayat yang dikubur dengan kaki terlipat/jongkok dengan ditaburi zat warna merah, mata panah dan flakes. Makanannya berupa tumbuhan, buah-buahan, binatang buruan atau kerang-kerangan. Kebudayaan Hoabinh berasal dari zaman batu tengah di masa Mesolitik sekitar 10.000 - 6.000 tahun lalu.
http://1.bp.blogspot.com/-_IHfEeoKFY4/UbiXOfhwDOI/AAAAAAAACSc/6yrAwugWQok/s1600/Danau+SIlaban.jpg
                                                            Tao Sipinggan

Orang Taiwan di Sianjurmulamula
          Orang Taiwan sampai ke Sianjurmula-mula di sekitar 800 tahun lalu (+/- 200 tahun) berdasarkan hasil penelitian arkeologi yang dilakukan Balai Arkeologi Medan di Kabupaten Samosir pada Juli 2013. Dengan melakukan kegiatan ekskavasi dan survey arkeologi, maka disimpulkan bahwa para pendukung budaya Dong Son ini telah datang dari China Selatan melalui Taiwan, terus ke Filipina dan dilanjutkan lagi ke Sulawesi. Kemudian terus ke Sumatera hingga sampai di Sianjurmulamula (Wiradnyana & Setiawan, 2013:7). Penulis lebih condong berpendapat bahwa mereka masuk dari Barus ke Sianjurmulamula mengingat Barus merupakan pelabuhan niaga internasional pada masa itu dan jaraknya  lebih dekat daripada pantai Timur.
          Budaya Dong Son ini merupakan hasil karya kelompok bangsa Austronesia dari ras Mongoloid, dan bangsa Austroasiatik juga umumnya dari ras Mongoloid. Kebudayaan Dong Son ini merupakan kebudayaan zaman perunggu di mana mereka  telah mengenal teknologi pengolahan logam, pertanian, berternak, menangkap ikan, bertenun, membuat rumah, dll. Masyarakat Dong Son adalah masyarakat petani dan peternak yang handal dan terampil menanam padi, memelihara kerbau dan babi, serta memancing. Mereka  juga dikenal sebagai masyarakat pelaut, bukan hanya nelayan, tetapi juga pelaut yang melayari seluruh Laut Cina dan sebagian laut-laut selatan dengan perahu yang panjang bercadik dua.
http://i.ytimg.com/vi/4F-u6qMJh00/hqdefault.jpg
                                                         Sianjur Mula-mula


Studi Genetik Orang Toba
          Mark Lipson (2014:87) meneliti bahwa DNA Orang Toba terdiri dari: Austronesia 55%, Austroasitik 25%, dan Negrito 20%. Orang Taiwan yang datang ke Sianjurmulamula adalah suku Ami dan suku Atayal yang merupakan suku asli Taiwan. Mereka merupakan keturunan suku H’Tin dari Thailand yang termasuk  bangsa Austroasiatik. Diperkirakan suku H’Tin datang ke China Selatan, karena lahan di sana memang subur dan di sana mengalami percampuran dengan pendukung budaya Dong Son dari bangsa Austronesia. Oleh karena ledakan penduduk, maka sebagian mereka bermigrasi ke Taiwan. Keturunan suku H’Tin yang sudah bercampur tadi inipun ikut bermigrasi ke Taiwan membentuk suku Ami dan Atayal, sehingga kedua suku ini merupakan campuran Austronesia dan Austroasiatik. Mereka ini juga bermigrasi sampai ke Sianjurmulamula dan bercampur lagi dengan Orang Negrito yang lebih dulu tiba di Humbang, terbukti dari DNA Orang Toba yang memiliki unsur Negrito  (Lipson, 2014:83-90).
http://www.futurehumanevolution.com/wp-content/uploads/chromosomes-genes-nucleotides-dna-base-pairs-and-the-future-of-human-evolution1.png

          Akhirnya, Orang Toba ternyata bukan keturunan Si Borudeak Parujar yang turun dari langit ketujuh. Penghuni awal Sianjurmulamula bukan keturunan penghuni langit ketujuh yang naik-turun melalui puncak Pusuk Buhit, tetapi datang dari Taiwan. Orang Negrito lebih dulu datang ke Humbang daripada orang Taiwan datang ke Sianjurmulamula, sehingga terbukti bahwa bukan dari Sianjurmulamula awal persebaran manusia. ***

Catatan Kaki:
*** ORANG TOBA: Asal-usul, Budaya, Negeri, dan DNA-nya; dan, ORANG TOBA: Austronesia, Austroasiatik, dan Negrito; dalam www.beritasimalungun.com.
(*) Pemerhati sejarah alternatif peradaban




ORANG TOBA Austronesia, Austroasiatik, dan Negrito


Oleh: Edward Simanungkalit *

https://amnaj.files.wordpress.com/2012/01/haplogrupo_o_adn-y.png
Peta Y-DNA Haplogroup O
          Melalui DNA-nya nyata bahwa Orang Toba merupakan campuran dari:  Austronesia 55%, Austroasiatik 25%, dan Negrito 20%. Demikian menurut  Mark Lipson (2014:87) dari Massachusetts Institute of Technology, Cambridge pada Juni 2014 lalu. DNA Orang Toba ini Haplogroup O. Penelitian arkeologi  di pesisir timur Sumatera bagian Utara dari Deli Serdang hingga Lhok Seumawe menemukan bahwa para pendukung budaya Hoabinh telah datang pada masa Mesolitik di sekitar 10.000-6.000 tahun lalu. Penelitian paleoekologi juga telah dilakukan Bernard K. Maloney di Humbang, yaitu: Pea Simsim di sebelah barat Nagasaribu,  Tao Sipinggan di dekat Silaban Rura, Pea Sijajap di Simamora Nabolak, dan Pea Bullock di dekat Silangit. Penelitian tersebut menemukan adanya aktivitas manusia di Humbang sekitar 6.500 tahun lalu. Ini jelas aktivitas  Orang Negrito, pendukung budaya Hoabinh, dari ras Australomelanesoid. Penelitian Balai Arkeologi Medan di Samosir menemukan bahwa para pendukung budaya Dongson masuk ke Sianjur Mula-mula sekitar 800 tahun lalu (+/- 200 tahun). Budaya Toba didominasi oleh kebudayaan Dongson. Pendukung budaya Dongson merupakan ras Mongoloid dari kelompok kebudayaan Austronesia. (Lihat: ORANG TOBA: Asal-usul, Budaya, Negeri, dan DNA-nya, dalam  http://edwardsimanungkalit.blogspot.com).
          Mark Lipson, PhD. dari MASSACHUSETTS INSTITUTE OF TECHNOLOGY di Amerika Serikat melakukan penelitian atas DNA rumpun Austronesia termasuk di dalamnya DNA Orang Toba dan hasilnya dilaporkan dengan judul: “New statistical genetic methods for elucidating the history and evolution of human populations” pada Juni 2014. Mark Lipson melakukan penelitian terhadap penutur Austronesia dengan menggunakan data-data dari HUGO Pan-Asian SNP Consortium dan CEPH-Human Genome Diversity Panel (HGDP) berdasarkan data hasil penelitian dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Indonesia (Sumber:  http://dspace.mit.edu/bitstream/handle/1721.1/89873/890211655-MIT.pdf?sequence=2))

Austronesia
Kebudayaan Dongson adalah kebudayaan zaman perunggu yang berkembang di lembah Song Hong, Vietnam dan secara keseluruhan dapat dinyatakan sebagai hasil karya kelompok bangsa Austronesia yang terutama menetap di pesisir Annam. Kebudayaan ini sendiri mengambil nama situs Dongson di Tanh Hoa dan berkembang antara abad ke-5 hingga abad ke-2 SM. Masyarakat Dongson adalah masyarakat petani dan peternak yang handal serta terampil memancing. Mereka menetap dalam rumah-rumah panggung besar dengan atap yang melengkung lebar dan menjulur menaungi emperannya. Masyarakat Dongson juga dikenal sebagai masyarakat pelaut, yang melayari seluruh Laut China hingga ke selatan dengan perahu panjang bercadik dua.
China juga ikut mempengaruhi Kebudayaan Dongson sehubungan dengan adanya ekspansi China sampai ke perbatasan Tonkin. Pengaruhnya dapat dilihat pada motif-motif hiasan Dongson yang mengambil model benda-benda perunggu China. Kesenian Dongson berkembang sampai penjajahan Dinasti Han yang merebut Tonkin pada tahun 111 SM. Meski demikian, kebudayaan Dongson kemudian mempengaruhi kebudayaan Indochina selatan. Benda-benda arkeologi dari Dongson sangat beraneka ragam yang nampak dari artefak-artefak kehidupan sehari-hari ataupun peralatan bersifat ritual. Perunggu adalah bahan pilihan dalam benda-benda seperti kapak dengan selongsong, ujung tombak, pisau belati, mata bajak, topangan berkaki tiga dengan bentuk yang kaya dan indah. Kemudian gerabah dan jambangan rumah tangga, mata timbangan dan kepala pemintal benang untuk bertenun, perhiasan-perhiasan termasuk gelang dari tulang dan kerang, manik-manik dari kaca dan lain-lain yang diberi hiasan. Bentuk geometri merupakan ciri dasar dari kesenian ini di antaranya berupa jalinan arsir-arsir, segitiga dan spiral yang tepinya dihiasi garis-garis yang bersinggungan. Karya mereka yang terkenal adalah nekara besar serta patung-patung perunggu yang sering ditemukan di makam-makam pada tahapan terakhir masa Dongson (wikipedia).
Kebudayaan Dongson, sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, merupakan hasil  karya  dari orang-orang Austronesia. Kebudayaan masa prasejarah tersebut tersebar di berbagai wilayah di Asia Tenggara daratan, kepulauan Indonesia, Filipina, Taiwan, pulau-pulau Pasifik hingga kepulauan Fiji. Ke barat, bukti-bukti tersebut dapat ditemukan hingga pulau Madagaskar, Afrika. Para ahli dewasa ini menyatakan bahwa migrasi orang-orang Austronesia terjadi dimulai dengan berlayar dari China Selatan menyeberangi lautan menuju Taiwan dan kepulauan Filipina. Migrasi Austronesia berlangsung terus hingga mulai memasuki Sulawesi, Kalimantan dan pulau-pulau lain di sekitarnya, serta  mencapai Maluku dan Papua. Dalam masa itu pula orang-orang Austronesia dari daratan Asia Tenggara berangsur-angsur memasuki semenanjung Malaka dan pulau-pulau bagian barat Indonesia. Migrasi ke arah pulau-pulau di Pasifik berlanjut terus hingga awal Masehi. Mereka juga bermigrasi ke Sianjur Mula-mula, Negeri Toba.
http://i160.photobucket.com/albums/t180/de_Artzz/Austronesiasebar.jpg

Austroasiatik
            Arkeolog Harry Truman Simanjuntak mengemukakan pendapatnya, bahwa rumpun bahasa Austronesia merupakan bagian dari bahasa Austrik. Bahasa Austrik ini berawal dari daratan Asia, kemudian terbagi dua menjadi Austroasiatik dan Austronesia. Bahasa Austroasiatik menyebar ke daratan Asia, misalnya Indo-China, Thailand, dan Munda di India Selatan. Sedang bahasa Austronesia menyebar ke selatan dan tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, sampai ke kepulauan Pasifik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya dua arus migrasi besar ke Indonesia yang menjadi cikal bakal leluhur langsung bangsa Indonesia. Pertama, penutur Austroasiatik yang tiba pada 4.300-4.100 tahun lalu dan, kedua, penutur Austronesia yang datang pada kisaran 4.000 tahun lalu. Pada 4.300-4.100 tahun lalu, para penutur Austroasiatik mulai bermigrasi ke Vietnam dan Kamboja melewati Malaysia hingga ke Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Salah satu penandanya ialah temuan tembikar berhias tali di kawasan itu yang bentuknya sama dengan tembikar serupa di selatan China hingga Taiwan.
Kemudian, pada 4.000-an tahun lalu, muncul arus migrasi penutur Austronesia lewat sisi timur Indonesia, mulai dari Sulawesi, Kalimantan, dan sebagian ke selatan, seperti Nusa Tenggara, menuju Jawa dan Sumatera. Arus migrasi itu ditandai dengan penemuan tembikar berslip merah di Indonesia Timur, juga di Taiwan, Filipina, dan Kepulauan Pasifik. Usia tembikar itu relatif lebih muda dibandingkan dengan tembikar berhias tali. Arus migrasi terjadi setelah pertanian di sekitar China Selatan (asal kedua rumpun itu) berkembang pesat hingga terjadi ledakan jumlah penduduk yang memaksa mereka bermigrasi. Kedua ras Mongoloid yang menggunakan bahasa berbeda ini akhirnya bertemu di sekitar Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Penutur Austronesia ternyata lebih berhasil  mempengaruhi penutur Austroasiatik, sehingga berubah menjadi penutur bahasa Austronesia. Meski demikian, sebelum keduanya tiba, di Indonesia sudah tinggal suku bangsa lain, yaitu Australomelanesoid, yang hingga sekarang hidup di wilayah Indonesia timur, seperti Papua (Kompas, 07/08-2014). Adapun yang termasuk ke dalam rumpun Austroasitik, yaitu: Munda-ri, Khasi-Khmuic, dan Mon-Khmer.
Austroasiatik
http://www.biomedcentral.com/content/figures/1471-2148-7-47-1.jpg

Negrito
          Negrito ini terdiri dari beberapa kelompok etnis    yang mendiami tempat-tempat terasing di Asia Tenggara. Populasinya sampai saat ini meliputi orang Andaman di Kepulauan Andaman, Semang di Malaysia, Mani di Thailand, serta Aeta, Ati, dan 30 suku lain di Filipina. Genetik Negrito berasal dari Afrika dengan hubungan genetik langsung. Orang Negrito merupakan penduduk yang paling awal di Semenanjung Malaka dan merupakan Orang Asli di Malaysia. Orang Negrito ini lebih dahulu memasuki Sumatera yang merupakan pendukung budaya Hoabinh.
          Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Negritos dari Asia Tenggara ke New Guinea memiliki hubungan kelanjutan yang dekat dengan tengkorak Australo-Melanesia. Studi genetik Negrito Filipina menunjukkan bahwa mereka sama dengan populasi di sekitar Asia dan semuanya memiliki mtDNA Haplogroup M, kecuali dua kelompok dari Andaman. MtDNA Haplogroup M ini ditemukan di Afrika Timur, Asia Timur, dan Asia Selatan, yang menunjukkan migrasi asalnya dari Afrika Timur mengikuti rute pesisir melalui India dan Asia Tenggara. Negrito ini pernah juga menghuni Taiwan, tetapi populasinya menyusut hingga sekarang dan hanya tinggal satu kelompok kecil.
                                                                                                                                                                                  Negrito
http://i8.photobucket.com/albums/a28/Nusantaran/34-negritomap1.jpg

Penutup
          Orang Toba adalah percampuran 2 (dua) ras, yaitu ras Mongoloid dengan ras Australomelanesoid, sedang DNA-nya terdiri dari: Austronesia (55%), Austroasitik (25%), dan Negrito (20%). Orang Austronesia dan orang Austroasiatik sama-sama berasal dari ras Mongoloid, sehingga ras Mongoloid mencapai 80% di dalam diri Orang Toba dan ras Australomelanesoid (Negrito) mencapai sekitar 20%. Biasanya ras Mongoloid ini memiki DNA dengan Haplogroup O, sedang ras Australomelanesoid memiliki DNA dengan Haplogroup M.    
          Berdasarkan hasil analisa yang dilakukannya, maka Mark Lipson (2014:85-86) kemukakan secara spesifik hubungan genetik Orang Toba sekaligus asal-usulnya sebagai berikut:
We selected a scaffold tree consisting of 18 populations that are approximately unadmixed relative to each other: Ami and Atayal (aboriginal Taiwanese); Miao, She, Jiamao, Lahu, Wa, Yi, and Naxi (Chinese); Hmong, Plang, H'tin, and Palaung (from Thailand); Karitiana and Suru(South Americans); Papuan (from New Guinea); and Mandenka and Yoruba (Africans). This set was designed to include a diverse geographical and linguistic sampling of Southeast Asia (in particular Thailand and southern China) along with outgroups from several other continents (Lipson et al., 2013) (see Methods). We have previously shown that MixMapper results are robust to the choice of scaffold populations (Lipson et al., 2013), and indeed our findings here were essentially unchanged when we repeated our analyses with an alternative, 15-population scaffold  and with 17 perturbed versions of the original scaffold.
Lipson menyimpulkan bahwa Orang Toba merupakan keturunan suku Ami dan suku Atayal dari  suku asli Taiwan (Austronesia), keturunan suku H’Tin dari Thailand (Austroasiatik), dan Negrito yang berkerabat dengan Papua. Percampuran antara Austroasiatik dengan Austronesia tersebut tidak terjadi di Negeri Toba, melainkan terjadi di Asia daratan di mana Ami & Atayal merupakan keturunan H’Tin (Lipson, 2015:85-90). Dengan demikian, yang bercampur di Negeri Toba hanyalah ras Mongoloid (campuran Austronesia & Austroasiatik) yang datang ke Sianjur Mula-mula dengan ras Australomelanesoid (Negrito) yang sudah lebih dulu datang ke Humbang dari  Teluk Tonkin, Vietnam.
Melalui penelitian DNA, maka jelas bahwa Orang Toba berasal dari ras Mongoloid yang merupakan penutur bahasa Austronesia bercampur dengan orang Negrito dari ras  Australomelanesoid. DNAnya termasuk dalam Haplogroup O yang terdiri dari: Austronesia, Austroasiatik, dan Negrito. Orang Toba bukan dari Hindia Belakang seperti diajarkan selama ini, karena DNA-nya berbeda. Orang Toba itu juga bukan Israel yang hilang, karena DNA Orang Toba tidak sama dengan DNA Orang Israel. Akhirnya, asal-usul Orang Toba tadi berbeda sekali dengan turiturian (folklore) yang diuraikan W.M. Hutagalung dalam bukunya yang laris-manis: “PUSTAHA BATAK: Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak”. *** (01062015).
*Pemerhati Sejarah Alternatif Peradaban




TAROMBO ASAL-USUL ORANG TOBA

http://4.bp.blogspot.com/-fdayBdxCAII/VX5VMK3WKTI/AAAAAAAAAQU/R1OFWYTqDYE/s640/Untitled-2.png
      Keterangan: Orang Toba berasal dari Mongoloid (Haplogroup O) dengan Negrito (Haplogroup M).



NUR-POSMA

NUR-POSMA
SIMALUNGUN 2015-2020

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
Profile Klik Gambar

SELAMAT MELAYANI KEPADA PIMPINAN GKPS PERIODE 2015-2020

SELAMAT MELAYANI KEPADA PIMPINAN GKPS PERIODE 2015-2020
TUHAN MEMBERKATI

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)
 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger