Trending Topic

Latest Post

Baliho KOREKSI SIMALUNGUN Milik Kurpan Sinaga Dirusak di Simalungun

Written By Berita Simalungun on Rabu, 29 April 2015 | 09.27

KOREKSI SIMALUNGUN
BERITAKU-Halo Simalungun...Siapa yang merusak spandukku? Kok gak ngasi tahu dan main malam? Toh pd spanduk itu ada no HPku. Jentel dikit kenapa. Nampaknya harus lapor polisi.

Kalau KPK buat spanduk seruan hentikan pungutan liar tentu tdk akan ada yang ganggu apalagi merobek atau mengambilnya. Tetapi spanduk Kurpan Sinaga seruan pd msy untuk "hentikan pungli" banyak yg dirusak atau dicuri orang. 

Gambar rusak ini semuanya berada di Raya Kab. Simalungun. Di pasang Selasa 21 April 2015, malamya langsung lenyap. Di seberang GKPS Sondi berikut kerangkanya dibawa. Di Kamp Jawa juga dirusak (tak sempat di photo). Spanduk yg hilang di Kec lainnya: Simp Sinaman Labah, Sipintuangin, Tiga Ras, Tiga Runggu, begitu juga tiap simpang mau ke Saribudolok hilang/ dirusak semua. Di Simp Raya, Marjandi, Batu Duapuluh, Sigodang juga lenyap. 

Apakah Simalungun anti pemberantasan korupsi? Tentu tdk. Sebab msy menyambut spanduk itu. Mereka memberi pekarangannya tempat spanduk itu. Di Raya, paginya mereka kaget dan merasa kesal, kok hilang? "Pabaggal ham, pasang use janah ijaga, ise na merusak holi ....hita kaca mobil ni ai" katanya. Gambar rusak berjejer: Raya Bayu, Naga Tongah, Sirpang Dalig Raya, Tiga Raya (lihat sisa kayu di plang PDS), Sibunga-bunga, Bengkel perbatasan Kamp Jawa dan Sondi). (FB: Kurpan Sinaga)
BALIHO KOREKSI SIMALUNGUN DI RUSAK

BALIHO KOREKSI SIMALUNGUN DI RUSAK


BALIHO KOREKSI SIMALUNGUN DI RUSAK


BALIHO KOREKSI SIMALUNGUN DI RUSAK
BALIHO KOREKSI SIMALUNGUN DI RUSAK
BALIHO KOREKSI SIMALUNGUN DI RUSAK

Forum IHAN BATAK Akan Adakan Seminar SNITI 2015 di Tuktuk Samosir September

Foto profil Janner SimarmataMEDAN-Forum Intelektual Harapan Anak Negeri Batak (FORUM IHAN BATAK) akan menggelar Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi (SNITI), yang akan berlangsung di Toledo Inn, Tuktuk Siadong Samosir pada tanggal 5-6 September 2015 .

Demikian dikatakan Sekretaris Umum IHAN BATAK, Janner Simarmata didampingi Ketua Panitia Tonni Limbong dan Marzuki Sinambela Sekretaris Panitia dan pengurus lainnya, disaat rapat persiapan seminar di kantor Sekretariat di Medan, Sabtu (18/4).

“Marzuki Sinambela mengatakan bahwa tajuk seminar kali ini adalah Pemanfaatan Kearifan Lokal Melalui Inovasi Teknologi Informasi Guna Terciptanya Pengembangan Potensi Wilayah Di Daerah, “katanya.

Sedangkan bertindak sebagai Narasumber: Ir. Mangindar Simbolon, MM (Bupati Kabupaten Samosir, Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Agr (Deputi Jasa Ilmiah, LIPI), Prof. Dr. Syawal Gultom dan Prof. Young Suk Kwon (Pusan National University, Korea).

“Kegiatan seminar ini sendiri didukung oleh Universitas Negeri Medan, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Katolik St. Thomas SU, Universitas Prima, STMIK Budidarma, APTIKOM Wil 1 Sumatera Utara, LIPI, dan BMKG, serta bekerjasama dengan Pemkab Samosir, “tambah Marzuki.

“Pada seminar ini kami Panitia mengundang para akademisi, pakar, pengamat, peneliti, perekayasa, dan pengguna di bidang inovasi dan teknologi informasi untuk berpartisipasi sebagai pemakalah, “ucap Tonni Limbong menambahkan.

Dia juga mengatakan bahwa informasi tentang seminar ini dapat diakses secara online dengan membuka alamat website seminar di www.sniti.info, “informasi terkait seminar ini dapat dilihat disana, “tutup Tonni. (JS)

BMKG Wil I Gelar Peningkatan Kemampuan Pegawai

MEDAN - Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah I menyelenggaran kegiatan Peningkatan Kemampuan Pegawai dalam Pengolahan Data Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika (MKKuG) pada tanggal 27-30 April 2015 di kantor BMKG Wil I Medan.

“Dalam laporannya, Sriwahyuni ,ST bahwa kegiatan ini mengambil tema “Dengan Peningkatan Kemampuan Pengolahan data MKKuG Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Kita Bangun BMKG yang Handal, Tanggap dan Terpercaya,”ucap kata Ketua Pelaksana Kegiatan ini.

“Drs. Herry Saroso mengatakan BMKG memegang peran penting bagi masyarakat dan media massa, diharapkan BMKG akan menjadi pemain dunia dalam pemberi Layanan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dan meningkatkan Inovasi dan Teknologi Informasi Meteorologi Early Warning System, Climatology Early Sistem dan Tsunamy Early Warning Sistem, “pungkas Kepala BBMKG Wilayah I Medan ini dalam seminarnya.

“Produk informasi yang berbasis SIG ini akan mendorong percepatan informasi oleh media kemasyarakat, “himbau Benni Purwonegoro, S.Kom, sebagai narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG).

Dia juga menambahkan, bahwa Pengolahan data MKKuG berbasis sistem informasi geografis sangat penting dalam mengintrepretasikan layanan MKKuG kedalam bentuk spasial.

“Kegiatan seminar ini sendiri dihadiri peserta yang berasal dari Unit Pelayanan Teknis BMKG yang berasal NAD, SUMUT, SUMBAR, RIAU dan KEPRI, “kata Sunardi, S.Kom (Kepala Bidang Data dan Informasi MKgG Wilayah I) sebagai penanggungjawab kegiatan.

Pada kegiatan ini diharapkan media masa bisa berperan aktif dalam menyampaikan informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

“Sementara itu, Marzuki Sinambela yang ikut sebagai perserta dalam kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini nantinya akan mendukung layanan informasi kepada media masa dalam mempublikasikan layanan BMKG ke publik, “tutupnya. (Janner Simarmata)

Marka Jalan Fly Over Jamin Ginting Menyesatkan

Medan-Marka jalan bukan saja sebagai penanda arah tapi dapat membantu para pengguna lalu lintas agar tidak tersesat sehingga pemasangan marka jalan juga harus tepat.

Fly Over Jamin Ginting ini sendiri telah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadi Muljono pada akhir bulan Februari yang lalu dan resmi untuk dapat dilalui oleh pengendara.

Fly over Jamin Ginting yang terletak di Kawasan Simpang Pos adalah untuk mengurai tingkat kepadatan lalu lintas di Kota Medan, khususnya di kawasan AH Nasution-Ngumban Surbakti, dimana selama ini kawasan itu terkenal macet.

“Jika pengendara dari arah Jalan Ngumban Surbakti yang akan menuju ke kota Berastagi Tanah Karo, maka pengendara akan diarahkan ke Pusat Kota, dan ini merupakan sebuah kesalahan dan tanda yang menyesatkan, “ucap Janner Simarmata, Minggu (27/4).

Marka tersebut tertulis Pusat Kota, Simpang Pos, Berastagi dan Simalingkar tanda panahnya kearah kiri, seharusnya hanya Pusat Kota saja yang kearag kiri, saya juga sempat mengecek dari arah Jalan AH Nasution yang menuju kearah Berastagi Tanah Karo, karena saya pikir ada kesalahan pemasangan dan hasilnya ternyata sama ada kesalahan tanda, “tandasnya.

Warga setempat ketiga ditemui Sumber, Sembiring (39) yang tinggal disekitaran jalan Parang 1, mengatakan ini juga baru saya melihatnya dan baru tahu juga dari abang, maklumlah bang kitakan warga disini jadi tidak mungkin kita tersesat bila melintasi jalan ini, tapi untuk orang dari luar daerah sini yang akan pergi ke Berastagi pasti bingung, kasihan juga bang, bisa-bisa ngga sampe-sampe, “ucapnya sambil tertawa.

“Janner mengharapkan dinas terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Medan yang misinya adalah Peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan sebagai pilar pembentuk citra dalam pengelolaan perhubungan di Kota Medan agar secepatnya memperbaik marka jalan tersebut, agar jangan memakan korban yang menyesatkan itu, “tutupnya. (Janner Simarmata)

Ini Alasan Mary Jane Batal Dieksekusi Selasa Malam

Ini Alasan Mary Jane Batal Dieksekusi Malam Ini
Aksi mendukung Mary Jane (Agung/detikFoto)
Jakarta - Kejaksaan Agung memastikan Mary Jane batal dieksekusi. Alasannya karena pelaku yang diduga melakukan perdagangan manusia menyerahkan diri.

"Pelaku menyerahkan diri," ujar Kapuspenkum Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015).

Menurut Tony, Mary Jane diperlukan kesaksiannya dalam pemeriksaan terkait proses hukum pelaku. "Mary Jane jadi saksi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan 8 terpidana mati sudah dieksekusi. Namun Mary Jane batal dieksekusi mati meski sudah berada di ruang isolasi. (Detik.com)

Sejumlah Ambulans Pembawa Jenazah Terpidana Mati Tiba di Dermaga

Sejumlah Ambulans Pembawa Jenazah Terpidana Mati Tiba di Dermaga
Suasana di Dermaga Wijaya (Arbi/detikcom)
Cilacap - Setelah proses eksekusi mati dilakukan oleh tim eksekutor di Pulau Nusakambangan, Cilacap, terhadap 8 terpidana mati kasus narkoba pukul 00.35 WIB, kini ambulans diduga membawa jenazah mulai tiba di Dermaga Wiajaypura.

Pantauan detikcom, di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jateg, Rabu (29/4/205) di mana ratusan orang termasuk wartawan dan warga sudah berkumpul, sekitar pukul 04.52 WIB mulai berdatangan ambulans dari Nusakambangan.

Iring-iringan yang berdatangan pertama secara berurutan adalah mobil polisi lalu lintas, ambulans, ambulans, mobil kedutaan Australia dan di belakang mobil polantas lagi. 

Kurang dari satu menit, muncul lagi iring-iringan berikutnya secara berurutan mobil polantas, mobil ambulans dan mobil polantas. Kedatangan iring-iringan mobil diduga membawa jenazah terpidana mati itu, disambut ratusan wartawan dan warga yang sudah menunggu sejak dini hari tadi.

Iring-iringan berikutnya kembali tiba yaitu mobil diplomat, mobil polantas dan mobil ambulan. Kemudian beriringan juga mobil polantas, ambulans dan polantas.

Rombongan terakhir yang terlihat secara berurutan adalah mobil polantas, mobil mini bus berwarna hijau yang mengangkut diduga keluarga terpidana mati, disusul di belakangnya mobil ranger DVI Polri. Terakhir tampak dua mobil polantas.

Iring-iringan itu bergerak dari Pulau Nusakambangan yang menjadi lokasi eksekusi mati bagi 8 terpidana mati, diangkut dengan Kapal Pengayoman IV menuju Dermaga Wijayapura. Tampak dalam rombongan itu keluarga dari Andrew Chan, Myuran, Sylvester dan Rodrigo.

Setelah tiba di Dermaga Wijaya, seluruh iring-iringan itu meniggalkan lokasi dan jika mengacu pada jadwal akan bergerak menuju Jakarta untuk persemayaman para jenazah terpidana mati di kantor kedutaan masing-masing. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di berbagai tempat sesuai keinginan terpidana.(Detik.com)

Dor! Bali Nine cs Dieksekusi Mati di Nusakambangan

Dor! Bali Nine cs Dieksekusi Mati di Nusakambangan
Bali Nine cs Dieksekusi Mati di Nusakambangan. Foto Ist Detik.com
Eksekusi Mati Gelombang II

Jakarta -Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengeksekusi terpidana mati kasus narkotika. Mereka dieksekusi di lapangan tembak Limus Buntu, Nusakambangan. "00.18 WIB, eksekusi," ujar sumber detikcom, Rabu (30/4/2015). 
 
Sumber tersebut menyebutkan dari 9 terpidana mati, terpidana asal Filipina Mary Jane batal dieksekusi malam ini. Sehingga hanya 8 yang dieskusi. Selanjutnya mereka dimandikan dulu. Lalu petugas akan mengeluarkan peluru yang bersarang di jantung atau kepala terpidana kemudian dilanjutkan dengan doa.
 
Kemudian para terpidana dibawa ke lokasi persemayaman melalui jalur darat sesuai dengan permintaan mereka. Lalu jenazah para terpidana akan dimakamkan di lokasi yang sesuai dengan keinginan mereka.‎Kedelapan terpidana yang dieksekusi yaitu WN Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.**

Begini Posisi Terpidana Mati dan Regu Tembak Saat Pelaksanaan Eksekusi
 

Pelaksanaan eksekusi 9 terpidana mati akan dilakukan pada tengah malam ini di lapangan tembak Limus Buntu di Nusakambangan. Para terpidana akan dijejerkan memanjang untuk berhadapan dengan regu tembak.

Dari foto denah yang diterima detikcom, Selasa (28/4/2015), tampak posisi terpidana dengan tim regu tembak telah diatur. Berdasarkan peraturan yang berlaku, jarak antara tim regu tembak dengan terpidana mati yaitu 5 meter sampai 10 meter.

Selain itu ada pula tenda untuk tempat menunggu dan isolasi. Ada pula tenda-tenda bagi pejabat yang mendapat undangan. Sumber detikcom menyebutkan bahwa 9 terpidana mati telah tiba di
lokasi eksekusi sekitar pukul 23.20 WIB. Mereka langsung disiapkan untuk menghadapi eksekusi mati.

‎Di lokasi sendiri, tampak tenda tersebut berwarna ungu dan menutupi tiang-tiang di mana para terpidana tersebut akan dieksekusi mati. Terlihat pula sembilan tiang pancang dari kayu yang telah dipasang‎ di lokasi tersebut. Kesembilan tiang pancang itu ditata bagi 9 terpidana mati yang akan dieksekusi tengah malam ini.

Kesembilan terpidana yang akan dieksekusi yaitu ‎WN Filipina Mary Jane, WN Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili
Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin.


9 Terpidana Mati Telah Keluar dari Isolasi dan Dibawa ke Lokasi Eksekusi Mati

Jaksa Agung HM Prasetyo telah memastikan akan melakukan eksekusi 9 terpidana mati di Nusakambangan tengah malam ini. Kesembilan terpidana telah dibawa keluar dari ruang isolasi dan dibawa ke lapangan tembak Limus Buntu, Nusakambangan.

"Sudah dibawa keluar dan dibawa ke lapangan tembak lokasi eksekusi mati," kata sumber detikcom ketika dihubungi, Selasa (28/4/2015).

Kesembilan terpidana mati itu didampingi oleh rohaniawan dan juga jaksa eksekutor. Mereka dibawa menggunakan 9 mobil yang berbeda. Nantinya setelah sampai para terpidana mati diserahkan dari jaksa kepada komandan regu Brimob di lapangan eksekusi. Sembilan tiang pancang juga telah ditempatkan berderetan.

Eksekusi akan dimulai dengan upacara oleh jaksa dengan diawali doa. Tim regu tembak akan melakukan eksekusi secara serentak sesuai dengan aba-aba dari jaksa eksekutor.‎

Ini Lokasi Persemayaman Bali Nine cs Usai Dieksekusi di
Nusakambangan


Jakarta - ‎Jaksa Agung HM Prasetyo telah memastikan akan melakukan eksekusi 9 terpidana mati di Nusakambangan. Meskipun negara-negara asal terpidana mati melakukan intervensi, Prasetyo menegaskan eksekusi mati tidak akan dibatalkan.

Persiapan pelaksanaan eksekusi mati di Nusakambangan pun telah berlangsung. Eksekusi mati akan dilakukan pada tengah malam nanti. Sebagian besar terpidana mati telah menyampaikan keinginan terakhirnya untuk dibawa kembali ke negara asalnya. Namun ada pula yang ingin dimakamkan di lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan permintaan terakhirnya.

Nantinya usai dieksekusi, para terpidana mati akan dimandikan terlebih dahulu lalu dikeluarkan peluru yang telah menembus jantungnya dan didoakan. Kemudian jaksa akan membawa jenazah para terpidana untuk disemayamkan.

"Nantinya mereka akan dibawa melalui jalur darat ke tempat persemayaman," ucap sumber detikcom ketika dihubungi, Selasa (28/4/2015).

Berikut lokasi persemayaman 9 terpidana usai dieksekusi mati yang didapat detikcom:

1. WN Australia Myuran Sukumaran Disemayamkan di Jl Daan Mogot KM 2 nomor 353, Jakarta Barat lalu dibawa ke Australia.

2. WN Australia Andrew Chan Disemayamkan di Jl Daan Mogot KM 2 nomor 353, Jakarta Barat lalu dibawa ke Australia

3. WN‎ Filipina Mary Jane Fiesta Veloso Disemayamkan di Kedubes Filipina, Jl Imam Bonjol nomor 6-8, Menteng, Jakarta Pusat lalu dibawa ke Filipina

4. WN Nigeria Martin Anderson Disemayamkan di Kalibalang Poncol nomor 78 RT 002 RW 003,
Kalibalang Tengah, Bekasi Utara, Jawa Barat lalu dimakamkan pula di Bekasi, Jawa Barat

5. WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise Disemayamkan di RS PGI Cikini, Jl Raden Saleh nomor 40, Jakarta  Pusat‎ lalu dibawa ke Nigeria

6. WN Brazil Rodrigo Gularte Disemayamkan di RS St. Corolous, Jakarta Pusat lalu dibawa ke
Brazil

7. WN Nigeria Raheem Agbaje Salami Codova Disemayamkan di TPU Serayu Madiun, Jawa Timur lalu dimakamkan pula di Madiun, Jawa Timur

8. ‎WN Nigeria Okwudily Oyatanze Disemayamkan di Pastur Ibu Karim, Ambarawa, Jawa Tengah lalu dibawa ke Nigeria

9. WN Indonesia Zaenal Abidin disemayamkan dan dimakamkan di Cilacap, Jawa Tengah.
Jaksa Agung Yakin PBB Bisa Pahami Kedaulatan Indonesia
Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung Yakin PBB Bisa Pahami Kedaulatan Indonesia

Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo yakin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bisa memahami kebijakan pemerintah Indonesia yang tetap melaksanakan eksekusi mati terhadap 9 terpidana kasus narkoba. Menurutnya, setiap negara termasuk Indonesia memiliki kedaulatan hukum.

"PBB pun saya rasa memahami setiap negara karena punya kedaulatan sendiri-sendiri. Itu harus dihormati dan dihargai oleh semua pihak," kata Prasetyo di kantornya, Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2015).

Terkait Australia, Prancis, dan Uni Eropa yang meminta pengampunan Presiden Jokowi, ia tetap mengatakan hal itu tak bisa dilakukan. Prasetyo menegaskan tak ada alasan pembatalan karena para terpidana yang akan dieksekusi sudah melewati proses hukum. Begitupun soal isu suap, hal itu mesti dibuktikan.

"Kita memiliki kedaulatan hukum. Peradilan kita terbuka, fair dan tidak bisa ditutupi. Jadi, buktikan dong kalau memang ada isu suap," sebutnya.

Prasetyo memastikan eksekusi mati dilakukan lewat tengah malam. Adapun terpidana yang bakal ditembak mati berjumlah 9 orang.

Kesembilan terpidana yang akan dieksekusi yaitu ‎Warga Negara (WN) Filipina Mary Jane, WN Australia Andrew Chan, WN Australia Myuran Sukumaran, WN Nigeria Martin Anderson, WN Nigeria Raheem Agbaje, WN Brazil Rodrigo Gularte, WN Nigeria Sylvester Obiekwe Nwolise, WN Nigeria Okwudili Oyatanze, dan WN Indonesia Zainal Abidin. (Detik.com)


Prada Y.E.Samosir Tewas di Jalan Raya

Written By Berita Simalungun on Selasa, 28 April 2015 | 20.18

Tragedi ini...Tepat di depan mataku...jam 15,00 wib Kamis 23 April 2015. Aq berada di mobil PT PALAPA ini...duduk di dpn pas di samping supirTujuanku ke Porsea. Mobil yg ku tumpangi melaju seperti biasa. Lajunya hanya 60 ke 80. Pas di tikungan lewat kampung Pondok Bulu Tigadolok. Seorang aparat TNI mengendarai sepeda motor melaju kencang sekali menuju Siantar tdk terkendali lg krn sdh berada di luar jalur batas.

Menabrak mobil yg ku tumpangi. Terperosok ban dpn mobil dan terseret. Aq hampir pingsan,,, krn di dpn mataku lgsg kejadian. Korban meninggal di tempat. Ku bayangkan dia datang tiba" sekencang"nya. Sekejab dia meninggal.  Aq terdiam syok... menangis,,. Sungguh kematian itu tiba". Dan jujur ku katakan ini kesalahan korban... lalai.  Turut berdukacita ntuk mu itokuh Prada Y.E.SAMOSIR. Pesankuh ntuk kita smua pengendara sepeda motor. Berhati hatilah di jalan raya. ‪#‎turut‬ prihatin ntuk supir bus PT PALAPA. (FB Elfrida Sinaga).

Sukses "Etah Marsimalungun" di Lapangan Benteng Medan

BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Acara "ETAH,!!!!!"ETAH MARSIMALUNGUN" yang digelar di Sabtu 25 April 2015 di Lapangan Benteng, Medan betul-betul luarbiasa. Penampilan sebanyak 120 orang penari Simalungun sungguh luar biasa.

Tak terkecuali dengan penampilan Artis Simalungun seperti Mama Sapna Sitopu dan Ocha MAMAMIA Indosiar (Juara 1) dengan suara emasnya, Jhon Elyaman Saragih, Damma Silalahi, Sony Saragih (Rising Star) dan Artis-artis Simalungun lainnya.

Berikut ini potret kegiatan Seni Budaya Simalungun yang direkam dalam gambar oleh Sapna Sitopu. (Lee)

Add caption

Add caption

Add caption
Add caption

Add caption

Add caption
Add caption
Add caption
Add caption

Add caption

Add caption



Add caption

Add caption
Add caption

Mama Sapna Sitopu, Corry Aritonang dan Damma Silalahi.
Add caption

Add caption
Add caption


Joan Berlin Damanik, Sanny Saragih dan Jhon Eliaman Saragih.

120 penari Simalungun.



120 penari Simalungun.
120 penari Simalungun.

120 penari Simalungun.


Ketika Oknum Wartawan (di Siantar) Menyuap Oknum Wartawan (di Siantar)


Tahu Miles, lengkapnya Miles Studio 21 Pematangsiantar ? Itu, salah satu tempat hiburan malam di kota berhawa sejuk ini, yang sudah bertahun-tahun opersional di Jalan Sudirman di depan Taman Bunga dan Pujasera Siantar Hotel, di samping Bank Mandiri. Disana sebenarnya secara resmi cuma ada karaoke, minuman keras dan perempuan (malam) Jadi, tergolong bukan tempat hiburan malam yang wah dan glamour seperti Cround di Jakarta sana. Saya memang baru sekali berkunjung kesana, nah kesan saya Miles cuma tempat hiburan kelas kampung belaka.

Jumat pekan lalu, ada peristiwa disana yang menurut saya pantas untuk dijadikan wartawan sebagai suatu berita. Apa ? Detasemen Polisi Militer I/ I Pematangsiantar (Denpom I/I) dipimpin Kapten CPM Hendrik melakukan razia disana dan menangkap Sabaria Enrico Girsang, S Sitanggang dan HT setelah menemui empat butir pil ekstasi yang terjatuh dari saku Enrico, serta sebuah senjata tajam. Dalam proses selanjutnya, S Sitanggang dan HT dipulangkan subuh itu, sedang Enrico sampai sekarang masih ditahan di Polres Pematangsiantar.

Menjadi aneh, peristiwa itu tidak dijadikan wartawan di kota ini sebagai berita, sampai Selasa 28/04 hari ini meski pun oleh Metro Siantar terbitan Pematangsiantar atau bahkan oleh surat kabar sekaliber Harian SIB terbitan Medan. Saya justru bisa mendapat tahu peristiwa itu justru berdasarkan pemberitaan KOMPAS.com, sebuah media Online. Padahal di Pematangsiantar ada beberapa penerbitan pers, bahkan di Medan pun banyak sekali. Sebagai seorang pengamat dan pemerhati pers, saya merasa heran, kaget sekaligus prihatin.

Dulu, waktu saya menjadi Wartawan Harian SIB, kalau ada peristiwa di daerah tugas saya yang tidak saya laporkan ke perusahaan tempat saya bekerja (tidak saya buat beritanya), pimpinan saya di Harian SIB pasti meminta pertanggungjawaban saya. Tindak lanjutnya, saya bisa diperingati lisan atau tertulis, bahkan bisa diskorsing. Dan, kejadian seperti itu pernah saya alami. Yang lebih parah, pernah Kota Parapat banjir dan sejawat saya Wartawan SIB disana Krisman Sagala (waktu itu) tidak membuat fotonya, dia mendapat hukuman skorsing satu bulan. Cuma karena tidak membuat foto peristiwa itu padahal beritanya dibuatnya.

Pada peristiwa penangkapan Enrico dkk di atas, saya memang tidak tahu apakah ada wartawan di Pematangsiantar yang mendapat tindakan dari pimpinannya masing-masing karena tidak membuat beritanya. Yang saya tahu, tidak satu pun surat kabar terbitan Pematangsiantar yang menjadikan peristiwa itu sebagai berita (tidak diberitakan/ tidak dipublikasi) Dan, sekali lagi, saya bisa mendapat tahu atas peristiwa itu setelah dipubilikasi KOMPAS.com. Saya memang beruntung karena selain aktif membaca surat kabar-surat kabar terbitan Pematangsiantar, juda surat kabar-surat kabar yang terbit di daerah lain, termasuk membaca beberapa media Online.

Kejahatan Pers

Sebagai seorang yang kerap mengaku-ngaku sebagai pengamat dan pemerhati pers, saya mencoba mencari tahu apa sebab peristiwa itu tidak dijadikan wartawan Pematangsiantar sebagai sebuah berita. Apakah karena peristiwa itu tidak memiliki nilai berita ? Lho, koq bisa ya semua wartawan di kota ini menyimpulkan hal yang sama ? Bukankah peristiwa dimana seseorang yang ditangkap karena diduga memiliki atau menggunakan narkoba apalagi di sebuah kota seperti Pematangsiantar merupakan sebuah peristiwa yang patut dijadikan berita ? Apalagi, penangkapan itu justru dilakukan oleh Denpom (Detasemen Polisi Milter) yang kemudian proses hukumnya diserahkan pe Polresta Pematangsiantar.

Aris Merdeka Sirait, Ketua KOMNAS Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, berdasarkan kesimpulan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Pematangsiantar termasuk salah satu kota di tanah air yang tergolong darurat narkoba. Karena itulah menurut dia, Pemerintah Kota Pematangsiantar harus melakukan tindakan-tindakan yang bersifat darurat untuk memberantas narkoba di kota ini. Dan, untuk itu masih menurut Aris, ada Perpres (Peraturan Presiden) yang memungkinkan seorang kepala daerah melakukan pemberantasan narkoba secara darurat (luar biasa).

"Walikota Pematangsiantar punya kewenangan untuk memberantas narkoba secara darurat di kotanya ini", kata Aris.

Itulah jugalah yang membuat saya semakin heran, kaget, sekaligus prihatin mengapa peristiwa penangkapan di Miles tidak dijadikan wartawan-wartawan Pematangsiantar sebagai berita. Saya merasa, dengan membuat beritanya itu berarti pers di Pematangsiantar sudah ikut berpartisipasi untuk melakukan pemeberantasan narkoba, paling sedikit di kota ini. Nggak usahlah saya sebut disini apa dan bagaimana rusaknya bangsa ini kalau dipengaruhi narkoba. Seperti mengajari ayam bertelur saja.

Usut punya usut, ternyata tidak adanya pemberitaan pers Pematangsiantar atas peristiwa ini berawal dari sikap dan tindakan seorang oknum wartawan di kota ini yang bernama Daud Sitohang. Siapa dia ? Dari beberapa wartawan, saya mendapat tahu orang yang bernama Daud Sitohang itu sehari-hari dikenal sebagai Kontributor TVOne, sebuah stasiun televisi besar di tanah air. Dialah katanya yang mengubungi beberapa wartawan di kota ini, meminta peristiwa itu tidak diberitakan sambil menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa oknum wartawan di Pematangsiantar. Dan itu dilakukannya malam itu juga begitu peristiwa itu terjadi.

Bah ! Kalau informasi yang saya kumpulkan ini benar tentu ini merupakan peristiwa yang lebib besar lagi dibanding dengan peristiwa penangkapan di Miles itu. Setidaknya, besar bagi para pekerja pers setidaknya di Pematangsiantar. Bagaimana seorang oknum wartawan melakukan upaya pembungkaman terhadap oknum wartawan dengan cara memberi uang agar tidak memberitakan sebuah peristiwa ? Dengan kata lain, oknum wartawan menyuap oknum wartawan. Bukankah ini sebuah peristiwa besar ?

Sudah barang tentu saya tidak perlu mengkonfirmasi informasi ini kepada seorang Daud Sitohang, atau yang populer disebut chek and rechek. Nggak perlu ! Tokh saya ingat sekali koq pada ungkapan 'tangan mencincang bahu memikul' serta 'Ungkap Fakta, Berani Karena Benar' Kalau Daud Sitohang keberatan pada apa yang saya ungkap ini dia kan bisa mengadukan saya kepada yang berwajib dan republik kita ini adalah negara hukum. Apalagi koq, saya memiliki sms-sms Daud Sitohang kepada beberapa wartawan yang meminta agar peristiwa itu tidak dibuat beritanya. Bahkan, ada sms Daud Sitohang kepada seorang wartawan yang meminta kembali uang yang sudah diterima oknum wartawan itu. Dan, sms itu sekarang sudah saya amankan.
Hayo !
__________________________________________________________________________________________________________________________
Siantar Estate, 28 April 2015
Ramlo R Hutabarat

Membaca Kota Pematangsiantar Jaya Sebagai Kota Pendidikan dengan Sekolah dan Universitas Unggulan

Written By Berita Simalungun on Senin, 20 April 2015 | 20.01

Drs Rikanson Jutamardi Purba, Ak (kedua dari kiri).

Penulis : Drs Rikanson Jutamardi Purba, Ak
Penggagas KoRaSSS (Koalisi Rakyat untuk Siantar-Simalungun Sejahtera)
Sahna br Damanik bersama Oliver Narado Saragih anaknya menikmati Becak Siantar.


Tidak ada orang yang jago dalam semua hal. Sama juga halnya dengan: tidak ada daerah yang unggul dalam semua bidang.Kita harus serius dan jujur melakukan analisis TOWS, lantas fokus mengembangkan dan meningkatkan diri pada sesuatu yang khas Siantar yang membuat daerah ini berbeda daripada daerah lain (diferensiasi), menetapkan sasaran yang jelas (targeting),dan memosisikan diri dengan tepat di antara daerah-daerah sekitar (positioning).    

Siantar, hetanews.com- Judul tulisan ini hampir tak berbeda dari nama angkutan kota (angkot) yang ada di daerah ini. Tapi, judul itu sekaligus juga doa masyarakat Siantar agar kota ini jaya dan semakin jaya ke depan. Persoalannya, dalam bidang-bidang apakah Siantar bisa jaya atau unggul dibandingkan dengan daerah lain?

Pada tulisan sebelumnya, mengacu pada sektor ekonomi yang berkontribusi paling besar dalam pembentukan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), ternyata ada tiga sektor besar yakni industri besar dan sedang (kontribusi 2010 sebesar 38,18 persen), perdagangan, hotel, dan restoran (22,77 persen), serta selanjutnya jasa. 

Kita sudah mencatat, kondisi spasial Siantar kurang memungkinkan dikembangkannya sektor industri lebih masif, melainkan mungkin lebih baik dialihkan ke arah sektor pariwisata (atau paling tidak, penunjang pariwisata) dan –sudah pasti– sektor pendidikan.

Siantar, kota pendidikan

Ada argumentasi umum dan historis mengapa Siantar perlu dikembalikan sebagai kota pendidikan. Gunnar Myrdal (peraih nobel Ekonomi tahun 1974) pernah menyatakan, migrasi vertikal tingkat sosial masyarakat paling cepat dilakukan melalui pendidikan. Sinyalemen Myrdal ini sebenarnya sudah sangat merasuk dalam sanubari orang Siantar.

Orangtua-orangtua rela makan ikan asin asal pendidikan anaknya baik dan tinggi. Tidaklah begitu saja ungkapan “anakkonhi do hamoraon di au” muncul. Fokus keluarga adalah pada pendidikan anak-anaknya. Coba kunjungi rumah-rumah keluarga di daerah ini, periksa foto-foto yang ada di ruang tamunya. 

Hampir dapat dipastikan, foto-foto yang dipajang tak akan meleset dari foto-foto wisuda anak-anaknya. Cerita ibu-ibu, tentu selain gosip ala infotainment, adalah soal sekolah anaknya. Cerita tentang Unair, UB, UGM, Undip, ITB, Unpad, IPB, UI, STAN, USU, dll. hampir selalu menjadi trending topic dalam pembicaran mereka.

Bahkan ada anekdot menyangkut universitas-universitas/institut-institut ternama itu. Seorang ibu bertanya kepada ibu satunya lagi, di perguruan tinggi mana saja anak-anaknya saat ini. Sebelumnya, ibu yang bertanya tadi dengan bangga memamerkan secara rinci anaknya keberapa di perguruan tinggi mana, jurusan apa, dan semester berapa. 

Tak mau kalah, si ibu yang ditanya menyatakan bahwa anaknya yang pertama di UGM, kedua di Undip, ketiga di IPB, keempat di UI, dan kelima –perempuan satu-satunya– di  USU. Ketika mulai ditanya lagi anak keberapa, jurusan apa, dan semester berapa, si ibu yang ditanya tadi jadi gelagapan. 

Terpaksa dia mengakui dengan jujur bahwa anak-anaknya bukan kuliah, melainkan jualan air mineral botolan dan snack (makanan ringan) di kampus-kampus tersebut.

Anekdot lain, ada beberapa lulusan SLTA dari Siantar yang dikirim orangtuanya melanjutkan pendidikan ke Bandung dengan fasilitas lengkap. 

Sebuah rumah di Bandung sengaja dikontrak bersama-sama dengan teman. Saking lengkapnya, bahkan ada pula orangtua yang menyediakan kendaraan roda empat buat anaknya. Tapi karena kebetulan kelompok ini daya juangnya kurang, maka ada di antaranya yang drop-out dan malas kuliah. 

Tapi demi menyenangkan orangtua dan tetangga di kampung, ketika ditanya kampus mereka di mana, mereka jawab ITB. Rupanya bukan kuliah, melainkan Icalan Teh Botol alias jualan teh botol. ITB juga ‘kan singkatannya?  

Karakter berdaya juang tinggi itu pun ternyata sudah mulai pudar. Padahal Siantar pernah menghasilkan tokoh-tokoh nasional dan internasional seperti Adam Malik (mantan wapres), Jenderal TB Simatupang (tokoh militer dan tokoh PGI), Lo Lieh (bintang film laga Hongkong era 70-an), Sudirman (tokoh bulutangkis, sehingga ada Piala Sudirman), Syamsul Anwar (juara tinju OPBF), Arifin Siregar (mantan Gubernur BI), Cosmas Batubara, Bungaran Saragih, TB Silalahi, Aberson Marle Sihaloho, Anton Sihombing, Edy Ramli Sitanggang, Azis Siagian (gitaris band Boomerang), dan banyak lagi, dengan fasilitas yang minim.

Melejitnya orang-orang tersebut (sering dijuluki atau mendapuk diri sebagai “Siantar man”) didorong oleh karakter yang terbuka, lugas, ngotot, ingin selalu nomor satu, dan berdaya juang tinggi. 

Rupanya daya juang tinggi itu yang perlu terus dipelihara dan digelorakan. Gabungan aspek karakter “Siantar man” dan pendidikan yang baik/tinggi tentunya merupakan modal besar untuk menciptakan sumber daya manusia unggul/kompetitif. Itulah sebenarnya yang khas Siantar, sehingga seharusnya menjadi perhatian serius Walikota Siantar.

Sekolah dan universitas unggulan

Mungkin tidak harus menjadi universitas negeri supaya pendidikan tinggi di daerah ini bisa maju. Tren yang ada justru perlu adanya kekhususan program studi (prodi) sesuai kebutuhan pasar dan kekhasan daerah. Binus (Universitas Bina Nusantara), UMN (universitas Multimedia Nusantara), Universitas Podomoro, dll. menerapkan kekhususan itu. Binus fokus dalam bidang TIK (Teknologi  Informasi dan Komunikasi), UMN fokus dalam bidang multimedia, dan Universitas Podomoro fokus dalam bidang entrepreneurship (kewirausahaan).

Universitas HKBP Nommensen (UHN) dan Universitas Simalungun (USI) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)-nya, masing-masing bisa lebih fokus dalam penyediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang andal. 

Mungkin perlu dicari formula sehingga bisa mengungguli Unimed, UNJ, atau UPI Bandung. Apa yang baru-baru ini dilakukan UHN yakni penandatanganan piagam saling pengertian (memorandum of understanding) dengan Chung Yuan Christian University (CYCU) Taiwan dalam rangka beasiswa lulusan UHN ke universitas tersebut adalah sebuah terobosan jitu.

Ketika Siantar dikepung perkebunan dan daerah pertanian, Fakultas Pertanian USI seharusnya bisa mengambil peran besar dalam ilmu dan teknologi perkebunan kelapa sawit, karet, teh, kopi, kakao, jeruk, padi, cabai, kentang, dan tanaman hortikultura lainnya. 

Jangan seperti yang terjadi selama ini, USI tidak dapat memasok lulusan andal untuk bekerja di PT Unilever Tbk yang sudah berinvestasi triliunan rupiah di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Sei Mangkei. Ada rantai yang putus antara arah pengembangan universitas (USI) dengan dunia industri atau sektor riil. Ternyata tidak link and match

Ada PKPS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) Marihat, tapi peran Fakultas Pertanian USI di sana hampir tidak ada. Ada penangkaran benih kentang Granola di Kecamatan Raya dan Kecamatan Purba yang dikelola LSM atau penangkar individual, tapi USI tidak proaktif menyambutnya.

Di Siantar ini ada SMA yang banyak lulusannya dapat menembus PTN-PTN ternama, contoh: SMA Swasta RK Budi Mulia, SMAN 2, dll. Tadinya SMAN 4 digadang-gadang jadi SMAN unggulan, tapi Pemko Siantar tampaknya setengah hati mengupayakannya. 

Dari kenyataan historis bahwa Siantar pernah menjadi kota pendidikan, karakter masyarakatnya sebagaimana disebutkan terdahulu, dan potensi-potensi yang belum dibongkar dan dikembangkan masih banyak, sebenarnya predikat kota pendidikan dapat diraih kembali.
Meski PT tidak dibawah kendali langsung Dinas Pendidikan, tapi Pemko Siantar dapat proaktif memfasilitasi pengembangan PT-PT yang ada di Siantar.   

Yang dibutuhkan adalah political will yang kuat dari Pemko dan kemudian dilanjutkan dengan political actions yang jelas dan terukur. “Andai aku Walikota Siantar,” kata Penulis, “aku akan serius sekali mengembalikan Siantar sebagai kota pendidikan.” Dengan begitu, Siantar yang jaya dapat diraih. <Bersambung> 
Keluarga Sipoldas dan Jambi Saat Berkunjung ke Kebun Binatang Siantar 2013 Lalu. FT Asenk Lee Saragih.

Keluarga Sipoldas dan Jambi Saat Berkunjung ke Kebun Binatang Siantar 2013 Lalu. FT Asenk Lee Saragih.

Forum Peduli Cagar Budaya Dan Pariwisata Simalungun Mulai Menggeliat

Jordi Purba ketika mendatangi Rumah Adat Kerajaan Purba Papak (Rumah Bolon) di kawasan Pematang Purba, Kecamatan Tiga Runggu Kabupaten Simalungun.ft HETANEWS.COM
PURBA-Forum Peduli Cagar Budaya Dan  Pariwisata Simalungun yang didirikan oleh para kalangan masyarakat Simalungun baru saja diresmikan, Sabtu (18/4/2015) di kawasan Rumah Adat Kerajaan Purba Papak (Rumah Bolon) di kawasan Pematang Purba, Kecamatan Tiga Runggu Kabupaten Simalungun. Forum ini mulai menggeliat guna membenahi cagar alam Budaya Simalungun.
 
Pendiri Forum Peduli Cagar Budaya Dan Pariwisata Simalungun (FORCABUPS) dipimpin oleh  Jordi Purba SE, mengatakan bahwa pihaknya beserta pengurus lainnya ingin berupaya membantu pemerintah, khususnya Kabupaten Simalungun untuk ikut serta melestarikan dan memelihara sejumlah Cagar Alam dan Cagar  Budaya yang berada di wilayah Pemkab Simalungun dan sekitarnya.

Lanjutnya, salah satunya adalah Rumah Bolon, yang merupakan bukti sejarah peninggalan para Raja Purba dengan bangunan Rumah Adat yang kondisinya kini sudah mulai memprihatinkan. Adapun Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat keberadaan berupa Benda Cagar Budaya, bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya bangunan cagar budaya.

Situs Cagar budaya dan kawasan cagar budaya di darat dan di air perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki niliai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan pendidikan agama dan juga kebudayaan melaui proses penetapan.

Forum (FORCABUPS) yang dipimpinnya, beserta anggota Forum lainnya akan berupaya untuk dapat memelihara serta melestarikan Rumah Adat. Selain itu, Forum yang digagasnya itu pun selain melestarikan Seni Budaya Simalungun.

Para pengurus dan Anggota Forum Peduli Cagar Budaya Dan Pariwisata Siamalungun, dalam prosesi pengesahan dan penandatangan Akta Notaris dilaksanakan di area Kawasan Cagar budaya Rumah Adat Raja Purba (Rumah Bolon), yang sebelumnya melaksanakan jiarah ke sejumlah makam para raja Purba, dibimbing juru kunci Rumah Bolon Ucok (58) dan Salah seorang  budayawan bermarga Purba. (hetanews.com)

GKPS Terus Kobarkan Semangat Pelestarian Lingkungan Hidup

Written By Berita Simalungun on Minggu, 19 April 2015 | 21.07

Kerusakan hutan di Jambi, Sumatera, semakin luas akibat pembalakan liar dan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dengan cara membakar. Salah satu areal hutan yang rusak di Jambi akibat pembakaran hutan untuk pembukaan lahan kebun sawit. (Foto : Warna/KKI Warsi)
Jambi-Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) yang berpusat di Kota Pematangsiantar, Simalungun, Sumatera Utara terus berupata mengobarkan semangat pelestarian lingkungan hidup. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengobarkan semangat pelestarian lingkungan hidup tersebut, yaitu mengadakan ibadah Hari Bumi Sedunia se-GKPS setiap bulan April.

Ibadah peringatan Hari Bumi Sedunia se- GKPS tersebut dilakukan setiap April sebagai bentuk dukungan terhadap  aksi peduli lingkungan 20 juta warga Amerika Serikat dengan cara turun ke jalan pada 22 April 1970 silam. GKPS melihat bahwa semangat peduli lingkungan warga Amerika Serikat untuk keselamatan bumi tersebut patut terus dikbarkan di seluruh penjuru dunia.

Terkait dengan ibadah Hari Bumi Sedunia se-GKPS tersebut, maka Pimpinan Pusat GKPS senantiasa meningkatkan motivasi segenap warga GKPS untuk melestarikan lingkungan hidup melalui pesan-pesan atau surat penggembalaan.

Melalui pesan penggembalaannya pada ibadah Hari Bumi Sedunia se-GKPS, Minggu (19/4/2015),  Ephorus (Pimpinan Pusat) GKPS, Pdt Jaharianson Saragih, STh, MSc, PhD mengharapkan seluruh jemaat GKPS melaksanakan yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Warga GKPS perlu berpartisipasi melestarian lingkungan hidup sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program dunia dan Indonesia mengatasi pemanasan global dan bencana alam. SELENGKAPNYA KLIK : http://www.wartanasrani)

Catatan dari "Children Choir GKPS Distrik VII

Children Choir GKPS Distrik VII. Ist FB Martin L Sinaga
Catatan dari "Children Choir GKPS Distrik VII (18 April 2015, di "teater tanah airku"): Kali ini Sekolah Minggu dist VII menunjukkan kualitas luarbiasanya, bernyanyi hampir 2 jam dengan kompleksitas nada dan kontur, dan menghibur ratusan jemaat. 

Gabungan dengan orkestra mencerminkan kemampuan harmoni anak-anak dan konduktornya, Agust Juvenly Purba. Dan di balik itu tentu DISIPLIN. 

Mungkin inilah inspirasi terdalam: keindahan lahir dari kerja-keras. Dari sudut KONTEN ada yang menarik: lagu-lagu bercorak klasik, dan lagu-lagu Simalungun juga terasa bernas (sehingga lagu dari penyanyi tamu, Skolastika, yang becorak pop-rohani jadi tanpa gregret, pesannya terdengar hambar saja). Tentu pesan umumnya pun kaya: tentang doa, pujian pada Tuhan, bahkan keindahan keragaman anak-anak di dunia, yang ditambah dengan tanggungjawab mengasihi sesamaa (walau ini dari lagu Perancis, "Vois sur la Chemin -mengikuti jalanMu). 

 NAMUN DEMIKIAN, ada 1 hal, yang bisa nanti jadi warna lebih jelas lagi di "3rd concert": pujian dan dunia anak-anak kiranya lebih terasa lagi. Kita butuh masuk ke batin sukacita-lepas anak-anak kita (sehingga lagu "tentara Kristus" dan "amazing grace" ttg pertobatan itu, terasa terlalu dewasa buat mereka). 

Dalam menyaksikan pujuan mereka kemarin, saya seperti merasa anak-anak kita begitu tangguh dan murah hatinya, sehinga melayani "kita" org dewasa dengan lagu-lagu bertema berat (bahkan makin berat karena harus bernyanyi Perancis "La Nuit" yang maknanya tentang malam dan mimpi yang ditranformasi -pikir saya: mimpi anak harusnya tentang cahaya dan bunga-bunga!). 

Untung ada sejumlah kidung ceria anak-anak: wajah mereka memang berwarna-warni, diri mereka adalah "rumah kecil-Nya", dan nama mereka indah karena "Goran-Ni na jenges panogu na banggal". Bravo Sekolah Minggu Gkps Distrik VII.  (Martin L Sinaga)

Rumah Bolon Simalungun Mencari Donatur

SILAHKAN BERDERMA UNTUK RUMAH BOLON SIMALUNGUN DI PURBA

MENCARI BUPATI IDEAL DI KABUPATEN SIMALUNGUN (2015-2020)

Rajamin Purba
Oleh: Jannerson Girsang

Membaca kisah Rajamin bagi saya ibarat memimpikan pemimpin ideal bagi daerah kelahiranku, Kabupaten Simalungun.

Andai ada seorang berusia 32 tahun, seusia Rajamin jadi bupati, kemudian mengubah Kabupaten Simalungun seperti yang dilakukannya di era dimana banyak mendapat tantangan, serta, situasi politik, keterbatasan keuangan dan teknologi saat itu.

Meski usianya hanya mentok di angka 49 tahun, tetapi meninggalkan karya yang spektakuler.

Memang,usia 32 tahun menjadi bupati, mungkin sulit dicapai seseorang pada saat sekarang ini. Bupati yang tulus membangun rakyatnya tanpa dicekcoki dengan kepentingan pribadi sudah langka di era hedonisme ini.

Tapi tidak ada salahnya bermimpi. Itulah daya tarik yang besar bagi saya membaca membaca buku ini. .

Buku Mengenang Rajamin Purba, yang ditulis Ir MT Purba pada 2006 ini mengisahkan kiprah pria Simalungun, kelahiran Bangun Purba, Haranggaol, 22 Desember 1928.

Mantan Bupati Simalungun (1960-1973) ini dikenal sebagai bupati yang ideal bagi kabupaten Simalungun dari segi pemikiran, konsep maupun implementasinya di lapangan yang berorientasi kepada aspirasi masyarakat.

Rajamin menjadi Bupati Simalungun saat usianya baru 32 tahun. Masih sangat muda untuk ukuran calon-calon bupati yang muncul sekarang ini. Bukan karena usia, maka seseorang menjadi matang. Sebuah pelajaran bagi para calon bupati. Dulu, yang muda yang berkarya.

Hai, generasi muda, beranikah seperti Rajamin?

Di bidang pemerintahan dia mengukir karya-karya spektakuler, mulai dari merombak struktur desa, pangan, penyelesaian tanah garapan, pembangunan sarana jalan, Sarana Kantor dan Rumah, turis, pembangunan sosial, keagamaan, pendidikan dan budaya.

Di bidang budaya misalnya beliau turut membidani Partuha Maujana Simalungun (PMS), Museum Simalungun. Aktualisasi Motto Habonaron do Bona, muncul di saat pemerintahan beliau dan ditulis pada lambang Kabupaten Simalungun. . .

Dalam usia muda (37 tahun), beliau begitu banyak melahirkan konsep-konsep budaya, keagamaan dan pendidikan jangka panjang bagi kabupaten ini. .

Di bidang pendidikan Rajamin adalah pendiri Universitas Simalungun (18 September 1965), dalam pembangunan masyarakat desa oleh gereja beliau turut membidani pendirian Pelayanan dan Pembangunan (Pelpem) GKPS (15 Januari 1965).

Kita masih bisa saksikan sekarang ini. Penyediaan tanah dan konsep implementasi bagi pendidikan dan rumah ibadah dilakukannya tanpa sedikitpun itu menjadi miliknya.

Penyediaan 33 hektar tanah untuk GKPS di Jalan J Wismar Saragih, 38 hektar tanah untuk Universitas Simalungun (USI) di Pematangsiantar adalah usaha-usaha beliau semasa menjabat Bupati Simalungun untuk fasilitas keagamaan dan pendidikan. Tidak ada satu meterpun aset pribadinya terdapat di sana, atau di sekeliling lokasi itu.

Beliau berjuang untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya--tidak hanya berfikir jangka pendek, apalagi untuk pribadinya. Tak ada peninggalan harta pribadinya yang menonjol di Simalungun, meski dia menjabat bupati selama 13 tahun.

Kini, karya-karyanya semuanya menjadi asset yang bisa dinikmati banyak orang.

Walau usianya hanya 49 tahun (meninggal 1977) Rajamin telah mengukir sebuah teladan yang dapat dibanggakan dan perlu dipelajari generasi sekarang ini.

Dia meninggalkan kader-kader pemimpin yang berjaya di kemudian hari, meninggalkan nilai-nilai baik yang jadi panutan.

Mudah-mudahan para pejabat selanjutnya meniru beliau, janganlah mencampur adukkan kepentingan pribadi dalam strategi pembangunan daerah.

Beliau juga mendidik ke enam putra puterinya dengan baik, meski anak-anaknya harus kehilangan ayahnya, saat mereka masih kuliah dan ada yang masih Sekolah Dasar.

Ketika Rajamin meninggal, anak tertuanya Budi Raja Manggala Putra baru masuk kuliah di teknik Sipil ITB, Darmayanti br Purba (Kelas II SMA), Pandu Purba (Kelas I SMA), Suhaerani Purba (Kelas I SMP), Kurniaty (Kelas V SD) dan Adi Rajadiningrat (Kelas II SD).

Rajamin meninggalkan seorang istri, ibu Kencana. MT Purba (penulis buku ini) menyebutnya putri bangsawan dari Jawa Barat. (Ibu Kencana meninggal tahun 2013).

Ibu cantik, sangat ramah dan mampu bertutur lancar dalam bahasa Simalungun ini konon sempat mengeluh, karena ditinggalkan suami tercintanya saat anak-anaknya masih kecil-kecil.

"Bagaimana membimbing dan membesarkan anak-anak yang enam orang ini tanpa Bapak?. Saya merasa tidak berdaya,"ungkapnya seperti dikutip penulis buku ini.

Tuhan Maha Besar. Kini, anak-anaknya berkiprah di berbagai bidang profesi. Putranya Budi Raja Manggala Putra, kini berpangkat Kolonel, serta putrinya Suhaerani Purba adalah penyanyi yang dikenal dengan Rani Purba, dan menikah dengan Martin Hutabarat (Angggota DPR-RI dari Partai Gerindra), serta putra puterinya yang lain dan berkiprah sesuai dengan profesi mereka masing-masing.

Adakah karakter bupati Rajamin akan muncul pada 2015-2020? Mari kita tunggu!

DANAU TOBA YANG MENGINSPIRASI

Written By Berita Simalungun on Rabu, 15 April 2015 | 14.34

Foto di atas ini adalah hasil jepretanku dari perbukitan Sibaganding, di suatu pagi, Nopember 2014. Sejuk, nyaman dan mengundang inspirasi untuk menuliskannya. FT J Girsang.
Selamat Pagi semua. Foto di atas ini adalah hasil jepretanku dari perbukitan Sibaganding, di suatu pagi, Nopember 2014. Sejuk, nyaman dan mengundang inspirasi untuk menuliskannya. 

Ribuan kisah indahnya Danau Toba telah dipaparkan dan dikisahkan melalui: buku, opini, cerpen, puisi, foto, drama, film dan kisah dari mulut ke mulut. 

Ciptaan Tuhan, kaldera raksasa, hasil ledakan vulkanik yang terjadi 70 ribu tahun yang lalu ini menanti sentuhan. Kisahkan keindahan alam dan budayanya!. 

Berceritalah dengan jujur bahwa Danau Toba itu indah, lebih indah dari semua danau yang pernah saya kunjungi di Sumatra, Jawa dan Bali. Memberi inspirasi dan semangat hidup bagi jutaan orang yang pernah mengunjunginya. Berceritalah budaya yang ada di sekitar Danau itu. 

Mereka yang pernah mengunjungi Danau ini, pasti berjanji akan kembali lagi ke sana. 

Jangan cemari danau ini dari kisah-kisah negatif. Ceritakanlah kisah inspirasi yang mengundang orang berkunjung ke Danau terbesar di Asia Tenggara itu. 

Satu cerita buruk tentang Danau itu, mengurangi 10.000 wisatawan, satu cerita baik hanya akan menambah 1000 wisatawan. Percayalah!

Israel yang terus dilanda perang dan konflik, tetap dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahun, karena mereka dan media di sana tidak mengeksploitasi berta tentang perang. Mereka memberi harapan kepada pengunjung, daerahnya aman. 

Bali yang pernah diserang Bom Teroris 2001, cepat pulih, karena mereka, para penulis di Bali menceritakan "harapan" bukan "kekhawatiran". Bahkan para penulis di sana difasilitasi menuliskan keindahan alam dan kekayaan budaya Bali. Tidak terus menerus mengeksploitasi berita teroris atau kejahatan. 

Kisahkan pengalaman yang menyenangkan di Danau Toba. Mari bercerita tentang Danau Toba yang Indah, kisah yang menginspirasi orang berkunjung ke sana!
"Right or Wrong, I love Lake Toba!"(St Jannerson Girsang).

Berikut Foto-foto Dibawah Ini Saya Abadikan Saat Mudik Kampung Halaman (Medio 2008-2011)
Moses dan Mama Anta br Damanik di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Bapak St Berlin Manihuruk saat menyusun Mangga Danau Toba Hutaimbaru di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Bapak St Berlin Manihuruk saat menyusun Mangga Danau Toba Hutaimbaru di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Bapak St Berlin Manihuruk saat menyusun Mangga Danau Toba Hutaimbaru di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Bapak St Berlin Manihuruk saat menyusun Mangga Danau Toba Hutaimbaru di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Diriku Asenk Lee Saragih bersama Mamaku  Anta br Damanik saat "mandurung" di Kolam Samping Rumah di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Diriku Asenk Lee Saragih bersama Mamaku  Anta br Damanik saat "mandurung" di Kolam Samping Rumah di Desa Hutaimbaru, Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba.

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba.

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba.

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba.

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba.

Kota Parapat, Kab Simalungun. Moment Pesta Danau Toba.

Pesona Danau Toba Dari Tugu Pahlawan Tigaras dan Pantai Garoga Tigaras, Kab Simalungun.

Pesona Danau Toba Dari Tugu Pahlawan Tigaras dan Pantai Garoga Tigaras, Kab Simalungun.

Pesona Danau Toba Dari Tugu Pahlawan Tigaras dan Pantai Garoga Tigaras, Kab Simalungun.

Pesona Danau Toba Dari Tugu Pahlawan Tigaras dan Pantai Garoga Tigaras, Kab Simalungun.

Pesona Danau Toba di Tuktuk Sipalu Desa Nagori-Haranggaol, Kec Horisan Haranggaol, Kab Simalungun.
Pesona Danau Toba di Tongging, Kab Karo.

Pesona Danau Toba di Tuktuk Desa Bage-Kec P Silimakuta, Kab Simalungun.

Pesona Danau Toba di Tongging, Kab Karo. Foto-foto Asenk Lee Saragih. Medio 2008-2011.


HONDA SELALU TANGGUH

HONDA SELALU TANGGUH
KLIK GAMBAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
Profile Klik Gambar

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun
KLIK GAMBAR

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)
 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger