DAPATKAN BUKU & CD TARALAMSYAH SARAGIH

DAPATKAN BUKU & CD TARALAMSYAH SARAGIH
KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA

MENUJU WALIKOTA SIANTAR 2015

MENUJU WALIKOTA SIANTAR 2015
MOHON DUKUNGAN

Trending Topic

Latest Post

INILAH HASIL PESPARAWI SEKSI BAPA GKPS SE INDONESIA

Written By Berita Simalungun on Senin, 24 November 2014 | 01.21


GKPS Polonia Medan
GKPS Cililitan
GKPS Salemba
GKPS Cempaka Putih

FOTO LENGKAP KLIK FB INI 

BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Ketua Panitia Umum Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Seksi Bapa GKPS se Indonesia St Junimart Girsang mengumumkan hasil Pesparawi Minggu 23 November 2014 Pukul 20.00 WIB hingga selasai. Dia mewakili Panitia berdasarkan penilain Juri Katekhisasi, Vokal Group dan Paduan Suara Koor.

Dewan Juri Katekhisasi diantaranya Pdt Jhon Kristian Saragih, Pdt Jhon Rickky R Purba dan Pendeta lainnya. Sementara Dewan Juri Vokal Group dan Koor adalah Johannes Girsang, tarida Hutauruk, Dakka Hutagalung, Yan Berlin Panjaitan dan Lamhot Sihombing.

Pemberian Penghargaan Pesparasi Seksi Bapa kali ini berbeda dari biasanya. Seluruh Kontingen diberikan Piala Penghargaan. Sementara untuk terbaik diberikan empat terbaik untuk setiap kategori atau medali (Emas, Perak dan Perunggu). Seluruh peserta terbaik mendapatkan medali, Piala dan uang pembinaan dari Panitia.

Hasil Juara Koor

Medali Emas Koor Pesparawi Seksi Bapa GKPS Se Indonsia. Seksi Bapa GKPS Polonia, GKPS Cempaka Putih, GKPS Salemba dan Seksi Bapa GKPS Cililitan.

Medali Perak Koor Pesparawi Seksi Bapa GKPS Se Indonesia: ,Batam, Batu 6 Siantar, Siantar 1 dan Seksi Bapa Medan Selatan.

Medali Perunggu Koor Pesparawi Bapa GKPS Se Indonesia. GKPS Pekanbaru, Siantar 5, Medan Barat, Seksi Bapa GKPS Raya Kota.

Hasil Juara Vokal Group

Medali Emas Seksi Bapa GKPS Sion Siantar, GKPS Cempaka Putih, GKPS Medan Selatan dan Seksi Bapa GKPS Salemba.

Medali Perak Seksi Bapa GKPS Teladan, GKPS Merek Raya, GKPS Tebing Tinggi 2, Haranggaoli.

Medali Perunggu Seksi Bapa GKPS Sipitu Huta 1, GKPS Resort Siantar 1, GKPS Polonia, GKPS Cengkareng.     


Juara Katekhisasi

Medali Emas Seksi Bapa GKPS Raya Kota, GKPS Resort Siantar 3, Seksi GKPS Bangka Belitung (Babel) Resort Palembang dan GKPS Resort Medan Selatan.

Medali Perak Seksi Bapa GKPS Resort Ujung Batu, Seksi Bapa GKPS Tangerang, GKPS Resort Raya Dua, GKPS Palembang.

Medali Perunggu Seksi Bapa GKPS Sipituhuta 1, GKPS Buluh Raya Pasar, Resort Merek Raya dan Seksi bapa GKPS Resort Tiga Runggu. (Asenk Lee Saragih)



PEMBUKAAN PESPARAWI SEKSI BAPA GKPS SE INDONESIA DI BALAI BOLON GKPS SIANTAR

Kotbah Pdt Jhon Kristian Saragih. Ft Asenk Lee Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-. Ibadah Pembukaan Pesparawi Seksi Bapa GKPS Se Indonesia di Balai Bolon GKPS Pematangsiantar, Sabtu 22 November 2014 Pukul 12.30 Wib. Kotbah Oleh Pdt Jhon Kristian Saragih. 

Pembukaan Dihadiri Ephorus GKPS Pdt Jaharianson Saragih. Usai Ibadah dilanjutkan dengan Saembara VG dan Katekhisasi.Dokumentasi Pribadi Pesta Pesparawi Seksi Bapa GKPS Se Indonesia di Balai Bolon GKPS Sabtu 22 November 2014. (HARI PERTAMA). Foto Asenk Lee Saragih HP 0812 747 7587. KLIK FOTO LENGKAP DI FB INI

SPBU di Siantar tak Ada Antian BBM

Written By Berita Simalungun on Sabtu, 22 November 2014 | 11.03

Seorang Pengendara (E Purba asal Batam) tengah hendak mengisi BBM.FT Asenk Lee Saragih

SPBU Simpang 4 Kota Siantar Sabtu 22 Nov 2014.FT Asenk Lee Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Pasca kenaikan BBM, sejumlah SPBU di Kota Pematangsiantar tak mengalami antrian kenderaan di SPBU. Bahkan sejumlah SPBU tampak lengang dan masyarakat tak terpengarug akibat kenaikan BBM tersebut.

Pengamatan BS di SPBU Simpang 4 Parluasan Siantar, Sabtu (22/11/2014) pagi menunjukkan, tak ada antrian kenderaan yang hendak mengisi BBM. Bahkan gejolak sosial di Kota Siantar pasca kenaikan BBM dari Rp 6500 naik jadi Rp 8500. 

Namun dampak dari kenaikan BBM tersebut tarif ongkos anhkutan kota dan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sudah menaikan tarif sebesar 20 persen dari tarif sebelumnya. (Asenk Lee Saragih) 

Pedagang Sayur Mayur Parluasan Bikin Kota Siantar Semwaraut

PKL Sayuran di Parluasan Siantar, Sabtu (22/11/2014). FT Asenk Lee Saragih.

PKL Sayuran di Parluasan (Eks Terminal Sukadamei) Siantar, Sabtu (22/11/2014). FT Asenk Lee Saragih.
BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Keberadaan ratusan pedagang sayur mayur dan lainnya di eks Terminal Suka Damei (Parluasan) Kota Pematangsiantar  membuat wajah kota itu tampak kumuh dan semwaraut. Kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa adanya penertiban serius dari Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Pengamatan BS di Terminal dan Pajak (Pasar) Parluasan, Sabtu (22/11/2014) pagi ratusan pedagang menjajakan dagangannya hingga ke badan jalan. Akibat dari kondisi itu, membuat arus lalulintas macet merayap.

Warga perantau dari Kota Jambi, Hulman Saragih kepada BS mengatakan, kondisi itu sudah berlangsung lama. Bahkan Sat Pol PP setempat tak mampu untuk mengatasi kondisi pedagang yang semwarut tersebut.

Walikota Pematangsiantar Hulman Sitorus hingga kini tak mampu membuat wajah Kota Siantar sebagai kota peraih Adipura yang sebenarnya. Hulman Sitorus juga dinilai tak mampu untuk membuat Kota Siantar asri dan menangani pedagang kaki lima dengan baik dengan membangun pasar-pasar tradisional modern. (Asenk Lee Saragih) 

Mie Pangsit Simpang 4 Siantar Incaran Peserta Pesparawi Seski Bapa GKPS Luar Sumut

Pdt JP Tamsar STh, Sy Rosenman saragih, Sy Hulman Saragih, Sy Delman Saragih dan Roy Candra Munthe.FT Lee
BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Para Peserta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Seksi Bapa GKPS se Indonesia yang akan berlangsung di Balai Bolon GKPS Sabtu-Minggu (22-23/11/2014) menyempatkan diri memburu makanan mie pangsit paling enak di Kota Pematangsiantar, Sabtu (22/11/2014). 

Para peserta yang sudah tiba di Pematang Siantar, misalnya dari Batam, Jambi, pagi ini (Sabtu) sudah langsung memburu Mie Pangsit Simpang 4 Pematangsiantar sebagai pemuas rindu akan kuliner Kota Pematangsiantar.

Peserta yang berkesempatan memburu mie pangsit Siantar itu yakni peserta dari Jambi, Pdt JP Tamsar STh, Sy Rosenman Saragih, Sy Hulman Saragih, Sy Delman Saragih dan Roy Candra Munthe.

"Kalau kita tiba di Siantar ini harus menyempatkan diri untuk makan mie pangsit Siantar. Biar sah rasanya kita menginjak Kota Siantar. Ini kuliner yang harus dicicipi di Siantar ini," kata Pdt JP Tamsar.

Peserta dari Batam juga tak kalah ketinggalan mencicipi mie pangsit Siantar. (Lee)

PAD Retribusi Menara Telekomunikasi di Dishub Simalungun Banyak Masuk "Kantong" Oknum

Written By Berita Simalungun on Kamis, 20 November 2014 | 07.57

Tower di Simalungun
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pada Tahun Anggaran 2012 Pemkab Simalungun menganggarkan Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp33.973.810.000 an merealisasikannya sebesar Rp14.351.304.943 atau sebesar 42 %.

Seperti dilansir PenaRakyat.com, retribusi daerah diantaranya retribusi jasa umum, retribusi pengendalian menara telekomunikasi pada Dinas Perhubungan Informatika ( Dishubkiminfo . 

Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik terhadap pengelolaan pendapatan retribusi daerah pengendalian menara telekomunikasi sebagai berikut : Perolehan Data Wajib Retribusi ( WR ) tidak melalui pendataan dilapangan dan terdapat minimal 27 menara telekomunikasi yang belum dipungut retribusi pengendalian.


Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Komunikasi dan informatika retribusi pengendalian menara telekomunikasi tidak seluruhnya berasal dari hasil pendataan, namun masih berasal dari para pemilik menara telekomunikasi, karena terkendala sarana dan prasarana.


Selama TA 2012 Dishubkominfo telah menyampaikan 228 SKRD kepada WR dengan nilai Rp1.568.739.074, namun pendapatan yang terealisasi hanya Rp201.432.857. Sehingga masih terdapat pendapatan retribusi pengendalian menara telekomunikasi sebesar Rp1.367.306.217.

Dimana pendapatan menara yang belum diterima antara lain PT MTL sebesar Rp29.997.000, PT XLP sebesar Rp296.275.4125, PT PTL sebesar Rp157.689.394, PT IDT sebesar Rp118.968.200, PT TKM sebesar Rp748.431.114, PT AXS sebesar Rp45.912.087.

Tentu saja kondisi rterebut tidak sesuai dengan Perda Kabupaten Simalungun No 13 tahun 2011 tentang retribusi umum tepatnya pada pasl 88 ayat 2 menyatakan bahwa retribusi yang terutang dilunasi selambat - lambatnya 15 hari sejak diterbitkannya SKRD , serta pasal 89 yang menyatakan bahwa dalam hal wajib pajak tidak membayar tepat waktu atau kurang membatyar akan dikenakan sanksi administrative berupa bunga sebesar 2 % setiap bulan dari besarnya retribusi yang terutang yang tidak atau kurang bayar, dan ditagih dengan Surat Tagihan Retrivbusi Daerah ( STRD ).

Tertanda tangan akuntan BPKP regional Negara Nomor D-14525, R Aryo Seto Bomantari. (Net)

Pemkab Simalungun Prioritaskan Pembangunan Median Jalan Dibandingkan Jalan Rusak Pedesaan

Jalan Hutabayu Raya Rusak Parah
Pembangunan Median Jalan di Hapoltakan Raya.
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Aneh dan fakta. Itulah yang terjadi pada pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Simalungun. Meski ratusan kilometer jalan-jalan desa dan sentra pertanian yang rusak parah hingga belasan tahunan, namun Pemkab Simalungun tak bergeming dibuatnya. Justru Pemkab Simalungun memprioritaskan pembangunan median jalan di Hapoltakan, Raya. Berikut ini foto kiriman Rayyama Tania Saragih. (Lee)

Tarif Angkutan kota Siantar Naik 40 %


Angkutan Kota di Siantar. Foto Asenk Lee Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memaksa supir angkutan umum untuk menaikkan tarifnya, kenaikan tarif tersebut diminta oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Pematangsiantar sebesar 30% hingga 40%.

"Kami sudah membicarakan ini dan menghitung secara matang-matang jika kenaikan tarif harus disekitaran 30 hingga 40%," Kata Ketua Organda Kota Siantar Jhon Manik serta didampingi oleh Sekertarisnya Drs.Bulus Sianipar kepada wartawan, Rabu (19/11) di Salah satu cafe di Jalan Cipto, seperti dilansir PenaRakyat.com.

Menanggapi isu dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan menaikan tarif sebesar 15%, Bulus mengatakan jika pemerintah hanya memikirkan soal kenaikan ongkos perbaikan dan BBM saja, sambungnya, berarti pemerintah khususnya pemko Siantar tidak memikirkan kesejahteraan supir angkutan umum.

Kebijakan pemerintah Kota Siantar saat ini tidak efektif. "Pemerintah kota Siantar tidak memikirkan nasib supir-supir, " ujarnya.

Oleh karena hal tersebut Organda Pematangsiantar meminta untuk kenaikan tarif angkutan umum sebesar 30 hingga 40%, sambung Jhon Manik mengatakan, "Kita sudah tetapkan penyesuaian kenaikan tarif sebesar 30 % sampai 40%, jika penyesuaian tarif tersebeut tidak disetujui maka seluruh armada angkutan yang terdapat di Kota Siantar akan mengadakan mogok besar – besaran “, tegasnya.

Rencananya Organda Pemko Siantar melalui Dishub, Sekertaris Daerah (Sekda), Polisi Lalulinta, akan melakukan rapat kenaikan tarif, Kamis (20/11) sekira pukul 10.00 Wib di Perpustakaan Umum. (Net)

Kadispenjar Kutip “ Uang Pulsa “ Sebesar 5 Juta Tiap Sekolah

Ilustrasi
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Tudingan mengenai dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun Wasin Sinaga dengan modus menjual sejumlah alat keperluan sekolah, terus mengalir dari berbagai pihak. Pasca pemberitaan, beberapa pihak semakin mempertegas dugaan tersebut.

Seorang pegawai Dinas Pendidikan di Bosarmaligas yang tak ingin identitasnya diketahui mengatakan, Wasin juga mengutip bayaran dari pengadaan silabus dan RPP sekolah.

"Padahal itu tupoksi kepala sekolah dan guru. Bukan di Bosarmaligas aja. Seluruh Simalungun. Kalau gak tanya di Kalimuda (Kepala UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan Gunungmalela). Semua dari dia itu. Bendera-bendera itu pun juga dari dia," ujarnya, seperti dilansir Penarakyat.com.

Seorang kepsek SD di Bosarmaligas bahkan secara eksplisit memaparkan bagaimana modus Kepala Dinas di sekolahnya.

"Alat kurikulum pun dia juga yang ngadakan. Padahal guru yang seharusnya. Silabus dan RPP dibuat mereka juga. Terus uang pulsa itu tergantung kepala sekolahnya. Seperti saya, dikutip Rp 5 juta. Bulan April kemarin sudah kita bayarkan. Kemarin kami juga disuruh kumpul uang apa gitu, saya kurang tahu. Katanya uang pulsa entah apa," katanya.


Pria ini pun mengaku pihaknya sempat ingin berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah untuk berdemo. Namun gagal karena ada sejumlah kepala sekolah yang takut. Sempat pula ia memberanikan diri seorang diri untuk memprotes. Namun digagalkan oleh Kepala UPTD di Bosarmaligas.

"Kemarin saya udah keberatan. Tapi dimarahin sama Kepala UPTD. Dibilangnya jangan terlalu berani kali bapak. Nanti bapak yang kena. Kemarin kami sudah mau rame-rame menolak itu. Cuma ada kepala sekolah yang gak berani, jadi gak jadi," katanya.


Pria ini masih melanjutkan ceritanya. "Kemarin spanduk ucapan ibadah puasa, buku kurikulum juga. Bendera di dada itu belum lunas. Macam mana kami mau bayar, Rp 10 ribu satu, dari mana uangnya. Pening kami banyak kali yang mau dibayar. Banyak kali kutipan ini. Gak mungkin kita kutip dari siswa. Ngamuk nanti orangtua siswa. Itu yang kita takutkan. Macam manalah. Uang foto presiden kami bayar Rp 300, Rp 50 ribu untuk sekolah," katanya. 

Seorang kepsek SD di Dolokbatu Nanggar, Simalungun turut membeberkan kekesalannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Simalungun Wasin Sinaga, yang menjual sejumlah alat keperluan sekolah dengan pembebanan terhadap dana BOS. Ia mengatakan, bendera merah putih untuk dipasang di seragam siswa yang mereka terima luntur.

"Udah diletakkan aja di sekolah. Dari Dinas. Udah ada kulihat banyak. Bendera pun udah ada. Itu tadi kami bicarakan luntur. Udahlah Rp 10 ribu, luntur," keluhnya melalui ponsel baru – baru ini.

Perempuan ini mengatakan, keluhannya sempat ingin disampaikannya tadi siang dalam rapat dinas. Ia menerangkan bahwa bendera tersebut dibayar seharga Rp 9.000 per siswa dan dibebankan melalui dana BOS.


"Tadi kami rapat dinas membahas itu. Masuk sama kami Rp 9.000, sama kami Rp 1.000. Tadi rapat sama Bu Misdar (Kepala UPTD Dinas Pendidikan di Dolokbatunanggar), gak ada dijawabnya. Gak ada ruang tanya jawab. Pokoknya di seluruh kecamatan Dolokbatu Nanggar udah ada. Pake dana BOS lah kami bayar. Gak mungkin uang kami. Apa anak-anak mau dibuat bayar," ujarnya.

Kadispenjar Simalungun Membantah

"Ya kalau dia memang gak mau nanya langsung sama kita, gak akan siap masalah ini," ujarnya, saat dihubungi.

Wasin bahkan siap membuktikan bahwa tudingan tersebut tidak benar.


"Kadang-kadang, informasinya tiga satu pun bilang benar. Itu gak ada. Tapi kan gak mungkin cukup dengan kata. Apa buktinya itu. Perlu nanti kutunjukkan sama abang. Nanti kita datang ke sekolah, satupun gak ada," katanya.

Wasin pun balik menyalahkan kepala sekolah yang menurutnya selalu menyalahkan Dinas Pendidikan.


"Cuma kadang-kadang kepala sekolah ini sedikit-sedikit ke dinas, ke kadis. Aduuuh. Kadang-kadang enak kurang enak kawan-kawan ini berkawan," katanya.

Sementara itu, Efendi Siahaan, pengusaha yang kemarin membeberkan perilaku Wasin, juga siap untuk membuktikan ucapannya.


"Kita bawa dia sama-sama, ayok. Mau ke kecamatan mana dia mau, duluan. Acak aja. Ayo, biar kubayari semua ongkosnya, semuanya, kubayari dia untuk cek kebenaran itu," katanya. (Net)a

Tapanuli Utara yang Risau dan Galau

Ramlo R Hutabarat
Sebahagian masyarakat sipil Tapanuli Utara, sekarang dalam kondisi galau dan risau. Setidaknya, begitulah menurut Darwin Manullang, Roni Hutabarat, serta Supriadi Subuea. Hal ini kata ketiganya, dikarenakan kondisi Tapanuli Utara dari tahun ke tahun yang semakin memprihatinkan. Bahkan dari segalaa macam aspek kehidupan baik petani, buruh, nelayan di pinggiran Danau Toba, tukang beca, supir angkutan, parengge-rengge dan lain-lain. 

Mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga mereka. Kebutuhan sandang, pangan, biaya kesehatan, biayaa pendidikan putra-putrinya, bahkan untuk memenuhi biaya usaha tani dan usaha peternakan mereka pun, mereka masih sangat kesulitan. Dalam hampir di semua lini masyarakat sipil Tapanuli Utara masih harus bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhannya. Padahal, kata Darwin, Roni dan Supriadi, UUD 1945 khususnya pada Pasal 33 menyebutkan, negara melindungi dan menjamin kehidupan untuk mensejahterakan masyarakat yang adil dan makmur.

"Semua itu masih ada dalam mimpi. Negara selalu menganggap masyarakat marjinal masih hanya sebatas obyek saja. Belum sebagai subyek dalam mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera", kata Roni Hutabarat.

Menurut Darwin dari KSPPM, Roni dari Radio Komunitas Siborongborong dan Supriadi dari Serikat Tani Tapanuli Utara itu, Tapanuli Utara yang dipimpin oleh pemerintahan baru dengan visi dan misi membangun Bona Pasogit yang lebih baik, masih belum terlihat gerakan untuk membawa perubahan di segala sektor. Pelayanan kepada masyarakat secara umum masih belum  nyata, bahkan visi dan misi pemerintahan baru sekarang masih belum jelas.

Ketiganya menunjuk misal soal pupuk bagi kebutuhan petani belum dapat direalisasikan untuk musim tanam tahun ini dengan sistem bayar panen.  Dan Pemberdayaan untuk Desa senilai Rp 60 juta per desa belum terealisasi di seluruh desa/ kelurahan. Juga pendidikan gratis tidak dipenuhi, sedang penempatan birokrasi di segala sektor masih belum transparan, selain bagi-bagi jabatan diindikasikan berdasakan transaksional serta kerusakan lingkungan (hutan) masih terjadi walau pun izin penebangan kayu sudah habis masa berlakunya.

Karena itulah menurut ketiga aktifis ini,  harus ada sebuah organisasi masyarakat sipil yang memberikan perhatian atas kebijakan-kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang belum pro rakyat. Ke depan, masih menurut ketiganya, Pemkab Tapanuli Utara perlu melindungi petani, nelayan di Tepian Danau Toba, tukang beca, supir angkutan dan pedagang kecil di masa yang akan datang.

Dan karena itu pula, ketiganya menggagasi sebuah pertemuan di Siborongborong pada 21 Nopember ini dengan mengundang berbagai komponen dari berbagai penjuru daerah itu. Persoalan di atas akan dibicarakan dalam sebuah acara Dialog Publik, untuk mencapai terciptanya kesepemahaman terhadap issu-issu lokal yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak dasar manusia. Juga jika dimungkinkan pertemuan itu juga akan membentuk sebuah koalisi yang dapat berperan untuk mengkiritisi kebijakan Pemkab Tapanuli Utara di masa akan akan datang.

"Kalau perlu ada aksi  dialog atau unjuk rasa dengan pengambil kebijakan di Tapanuli Utara", sebut Darwin Manullang.

Bah !
_______________________________________________________________________________________________________________________
Siborongborong, 19 Nopember 2014

Ramlo R Hutabarat

Radio Mora Riau Frekuensi 101.3 FM Hari Ini (Selasa) Diresmikan

Written By Berita Simalungun on Selasa, 18 November 2014 | 09.09

Jangkauan Siaran Mora Riau


"The Law and Justice Station"

Hari Selasa 18 November 2014 Pukul 10.00 WIB dilakukan peresmian Kantor & Studio Radio Mora Riau di Jl. Dr. Sutomo No. 19 Pekanbaru, sekaligus secara resmi mulai mengudara Radio Mora Riau pada Frekuensi 101.3 FM. 

Line Interaktif: 0761-24304. Tlp. Kantor: 0761-40191. SMS On Air: Segera diinformasikan lebih lanjut.Mohon doanya dari Sobat Mora agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan aman dan damai. Salam Sejuta Amor. [Follow Twitter: @radiomorafm].


Sebelumnya Radio Mora sudah hadir di Mora Jabar di Bandung, Mora Sumut di Pematangsiantar, Mora Kalbar di Pontianak. (Web Resmi Mora Grouo : RADIO MORA. (Lee)
PERESMIAN RADIO MORA RIAU

“Meeting 101.3FM_Riau @RadioMoraFM”, Senin 17 November 2014 Malam. Foto Path-Kiki Saragih.

Selamat Jalan Drs Washington Purba

IST
Selamat jalan bapa Drs Washington Purba. Kami mendoakan kiranya Bapa tenang di sisiNya dan keluarga yang ditinggal tabah. Bersama istri, Wakil Pengantar Jemaat GKPS Simalingkar, St Japorman Saragih Simarmata, SE, dan Yanran Saragih.

Alasan Jokowi Menaikkan Harga BBM Rp 2.000, Bukan Rp 3.000

BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Presiden Joko Widodo akhirnya menaikan harga BBM premium dan solar sebesar Rp 2.000. Muncul pertanyaan mengapa Jokowi tak menaikan 2 jenis BBM itu sebesar Rp 3.000. Lalu apa alasan Jokowi menaikan BBM tersebut sebesar Rp 2.000?
 
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, angka Rp 2.000 itu merupakan hasil kalkulasi matang pemerintah. Dia mengatakan angka itu sangat tepat pada masa sekarang ini.

"Kalau Rp 3.000 kita khawatir karena pertama dampak inflasinya lebih besar," ujar Menkeu Bambang, di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Menkeu menambahkan, angka kenaikan Rp 2.000 merupakan angka yang pas bagi pre‎mium dan solar. Angka kenaikkan itu juga mengacu pada rata-rata pergeseran harga minyak dunia.

"‎Jadi Presiden sudah memutuskan Rp 2.000 adalah angka yang terbaik baik premium maupun solar. Kalau solar masih lebih besar lagi subsidinya," ucapnya.

Bambang juga menambahkan, dengan adanya kenaikan Rp 2.000 hal ini tidak memberatkan pemerintah. "Pokoknya yang sekarang itu dalam kondisi yang terbaik. Di satu sisi bisa menciptakan ruang fiskal," ujarnya.(dtk/lee)

Kebijakan Presiden Jokowi Menaikkan Harga BBM Legal

ILUSTRASI
BERITASIMALUNGUN.COM,-Kebijakan Jokowi tentang kenaikan harga BBM tanpa persetujuan DPR adalah sah sah saja, legal, konstitusional. Jokowi telah memperhati UU Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014.

Dalam Pasal 14 Ayat (13) Anggaran untuk subsidi energi yang merupakan bagian dari Program Pengelolaan Subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan berdasarkan realisasi harga minyak mentah (ICP) dan nilai tukar rupiah. 

Walaupun saat ini harga minyak mentah dunia jatuh, bahkan telah berada dibawah 80 US$/ barel. Dengan demikian ada alasan bagi pemerintah Jokowi Menaikkan harga BBM. 

Tidak wajib pemerintah Jokowi-JK meminta persetujuan DPR jika menaikkan harga BBM kembali diatur dalam UU Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015.

Dalam Pasal 13 ayat (3) Anggaran untuk subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Anggaran untuk subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan berdasarkan perubahan parameter dan/atau realisasi harga minyak mentah (ICP) dan nilai tukar rupiah. (4) Dalam hal perubahan parameter sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berupa perubahan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah membahas perubahan tersebut dengan komisi terkait di DPR RI untuk mendapatkan persetujuan.

keputusan Jokowi menaikkan harga BBM sudah “Tepat waktu” selepas kunjungannya ke luar negeri menghadiri pertemuan APEC CEO, ASEAN , dan G20.

Keputusan Jokowi yang menaikkan harga Preimium menjadi Rp. 8.500 dan Solar menjadi Rp. 7.500 adalah kebijakan Legal dan Jokowi tdk dapat di impeach oleh DPR.(net)

Huta Bayu Raja, Jalan Rusak Parah

Jalan Huta Bayu Raja Simalungun Rusak Parah Berkubang.IST
Jalan Huta Bayu Raja Simalungun Rusak Parah Berkubang.IST PenaRakyat.Com
 
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Keadaan jalan di Kecamatan Huta Bayu Raja sangat memprihatinkan. Lubang – lubang yang besar yang terdapat di badan jalan “menganga “ seakan – akan menunggu korban.

Seperti dikutip dari Media Online PenaRakyat.com menyebutkan, jalan yang rusak di Kecamatan Huta Bayu Raja ini ada di Nagori Raja Maligas I, Raja Maligas II, Kelurahan Huta Bayu, Nagori Pulo Bayu, dan Nagori Bosar Galugur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, Ir Johannes Gurning saat dihubungi wartawan tidak aktif dan di sms belum mendapatkan jawaban hingga berita ini diturunkan. (Lee)

Jaksa "Sinaga" Merangkap Pemborong Proyek Drainase PU Siantar?

Menampilkan proyek Jaksa Sinaga.jpg
Proyek Drainase Pemborong "Sinaga" Jaksa di Pematangsiantar.

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-
Proyek drainase jalan Parbebsi Kelurahan Gurilla Kecamatan Siantar Sitalasari sangat meragukan, pelaksanaan penggalian patok saluran yang sudah dilakukan akan adanya pencurian volume, anehnya proyek terkesan merupakan jatah penegak hukum sebagai upeti tutup mulut.
Pengakuan 2 tenaga penggali tanah di saluran drainase yang enggan menyebutkan identitas dirinya dijumpai dilokasi proyek, kamis(12/11) pukul 11.00wib menimbulkan pertanyaan akan kebenaran peran serta seorang Jaksa 'Sinaga' sebagai rekanan.

"Ia bang ini milik pak Sinaga, dia seorang jaksa dan kami tidak tau bang siapa nama bapak itu yang penting katanya bapak itu seorang jaksa" jelasnya

"Tetapi sering kok bang Bapak itu datang, tetapi kami nga tau apakah itu pak Sinaga, yang jelas katanya sama kami ini proyek milik Sinaga Jaksa tapi kami tidak tau pak beliau jaksa dimana" tuturnya.

Terendusnya proyek yang dilaksanakan beberapa oknum aparat penegak hukum sarat menyimpang, ada juga asumsi bahwa proyek diberikan guna menutupi segala sesuatu akan adanya temuan penyimpangan dari paket kgiatan Dinas.

Narasumber yang layak dipercayai membenarkan adanya informasi peran serta oknum 'Jaksa' dalam proyek drainase selain penegak hukum ada juga temuan bahwa beberapa oknum staff Dinas PU Bina Marga maupun PU Pengairan  berperan serta sebagai pelaku proyek dengan meminjam perusahaan.

"Memang saya juga mendengar bahwa proyek drainase yang dijalan Parbebsi Gurilla dan pengakuan 2 orang tukang gali tanah saluran milik marga Sinaga seorang Jaksa" jelasnya

"Ada juga beberapa paket kegiatan langsung dikerjakan Dinas pengelola kegiatan dengan meminjam atau memakai perusahaan rekanan lain" tambahnya

"Saat ini kan masih tahap menggali tanah saluran kalau memang itu milik seorang jaksa perlu dilakukan pengawasan ekstra, jangan karena rekananya seorang penegak hukum malah pengawasan sangat lemah" tuturnya.

Kadis PU Pengairan maupun PU Bina Marga Pemko Siantar tidak berhasil dikonfirmasi melalui selular akan sumber dana maupun Dinas pengelola anggaran. (SyamP)

Gunakan APBD Tanpa Nomanklatur, Pemkab Simalungun Bersama "Wartawan" Hamburkan Rp 384 Juta

Ilustrasi-Jalan Tani di Simalungun yang kondisinya masih memprihatinkan.
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Dengan dalih peduli kesejahteraan maupun kerja sama baik dengan awak media, Pemerintah Simalungun melalui Dinas Komunikasi dan Informasi membawa 25 wartawan yang disebut unit liputan Pemkab Simalungun.

Tak tangung, Pemkab mengucurkan dana ratusan juta rupaih dari APBD tanpa tujuan pasti, aneh tapi nyata adanya istilah wartawan unit menjadi adanya diskriminasi dilakukan pemerintah Simalungun terhadap insan pers.

Penilaian Pemkab terhadap insan pers unit tidak dapat dimengerti kejelasanya dimana sebelumnya ada berkisar 27 awak media tercatat sebagai peliput di Pemkab Simalungun tetapi untuk berlibur ke kota Manado selama 4hari terjadi pilih kasih atau tidak menyertakan beberapa insan pers yang sudah lama menjadi peliput diwilayah Simalungun dan tercatat di Humas Pemkab.

Seorang awak media harian terbitan Medan yang enggan namanya dipublikasikan sangat menyayangkan adanya diskiminasi dilakukan oleh Pemkab Simalungun tidak menyertakan beberapa orang yang jauh hari sebelumnya sudah tercatat sebagai wartawan unit.

"Bukankah ini sudah merupakan pengelompokan insan pers, apa bedanya 25 orang yang berangkat ke Manado dengan kami ini, selama ini secara pribadi saya selalu memberitakan kegiatan Pemkab khususnya Bupati Simalungun tetapi masa saya tidak diberitahu adanya wisata jalan ke Manado" kesalnya.

"Bagaimana penilaian Pemkab Simalungun untuk menentukan 25 orang yang ikut serta tersebut, kita lihat ada juga yang ikut tapi beritanya selalu kontra dengan Pemkab, malah secara khusus media tersebut hanya mencari kesalahan kinerja Pemkab" tegasnya.

"Saya dengar dana yang digucurkan Pemkab melalui Dinas Kominfo Simalungun lebih kurang Rp. 384.000.000.- bukan kah itu anggaran yang sangat besar, apa memang harus adanya wisata dilakukan, apa ini cara pemkab untuk menutup mulut para insan yang vocal"ragunya.

Harga tiket pesawat pertanggal 13 November 2014 semua penerbangan sebesar Rp. 1.800.000 - Rp. 2.000.000. Yang berangkat sebanyak 40 orang (25 insan pers dan 15 staff Pemkab) untuk biaya pembelian tiket pesawat pp Pemkab  harus menggucurkan dana sebesar Rp. 160.000.000.-

Informasi yang didapat setiap peserta yang ikut ke Manado diberikan uang saku sebesar Rp. 1.000.000 per orang, sehingga Pemkab juga harus menghamburkan uang sebesar Rp. 25.000.000 tanpa adanya keuntungan bagi rakyat Simalungun.

Berbagai sumber menyajikan harga kamar hotel berbintang di kota Manado kelas standart sebesar Rp. 250.000.- dan untuk menyewa penginapan selama 4 hari dikalikan satu orang dipasilitasi satu kamar sebesar Rp. 40.000.000.-

Untuk biaya perjalanan, makan serta akomodasi lainya selama 4 hari di Manado ditaksir sebesar Rp. 100.000.000 untuk  40 orang berwisata sudah sangat begitu besar dan untuk biaya sewa mobil pergi-pulang dari Pamatang Raya ke Kuala Namu dan biaya lainya dibandara sebesar Rp. 10.000.000.

Taksasi sementara jumlah pengeluaran uang yang dihamburkan Pemkab Simalungun untuk mendanai 40 orang berwisata ke Manado sebesar Rp. 335.000.000.-  hal ini menjadi satu kesatuan adanya penyimpangan dimana masih adanya anggaran lebih dari pagu anggaran sebesar Rp. 49.000.000.-

Bernhard Damanik selaku Anggota DPRD Simalungun melalui selular (15/11) menyayangkan sikap Pemkab yang menghamburkan anggaran melihat keuangan Simalungun masih devisit, disisi lain Pemkab melalui Dinas terkait tidak pernah ada memberikan nomenclatur kegiatan study banding  wartawan yang dibentuk Pemkab satu wadah yang disebut wartawan unit, hal ini sudah telak merupakan pelanggaran APBD.

DPRD Simalungun akan menggaris bawahi kegiatan yang sudah menghamburkan uang negara tersebut dan akan meminta pertanggung jawapan Bupati dalam Paripurna yang akan datang. Sampai saat ini nomanklatur anggaran belum ada dijabarkan Dinas bersangkutan.

"Harusnya wartawan kan sebagai sosial kontrol dalam satu daerah tetapi dalam hal ini sudah merupakan satu perbuatan yang tidak sesuai tupoksi karena sudah di bungkam oleh Pemkab Simalungun dengan membawa study banding ke Manado" jelasnya.

"Sudah sangat melanggar dan tidak sesuai perencanaan dan penggunaan APBD dilihat dari besar anggaran yang digunakan pada hal keuangan Simalungun dalam keadaan devisit, begitu juga dengan kegiatan ini tanpa adanya pembahasan penjabaran nomanklatur diparipurna APBD sebelumnya bersama DPRD"tegasnya.

Joni Saragih selaku Kadis Kominfo Simalungun jauh hari sebelumnya melalui hubungan selular membenarkan adanya wisata 25 awak media menggunakan anggaran dari APBD. Anehnya, sang Kadis terkesan berupaya menutupi besar anggaran dan kurang terbuka dalam memberikan informasi akan kegiatan Pemkab terkesan penghambur hamburan uang negara. (SyaM)

Puluhan Wartawan Liputan Simalungun "Cicipi Bubur & Bibir" Manado, Diduga Gunakan Anggaran Tak Jelas di APBD Simalungun 2014

Ilustrasi-Galian C di Simalungun
Dana Safari Wartawan Bersama Pemkab Simalungun Ke Manado Dilaporkan Ke Di Mapolres Simalungun

BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Keberangkatan puluhan wartawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara ke Manado, Sulawesi Utara menelan anggaran hingga Rp 384 juta, kini dilaporkan ke polisi.  Alokasi dana "plesiren" pers itu diduga tak ada pos di APBD 2014.

Laporan tertulis itu resmi disampaikan Mara Salem Harahap, ketua LSM Lembaga Aspirasi Seruan Peduli Rakyat ke Polres Simalungun di Desa Pematang Raya, Kecamatan Raya, Senin (17/11).

"Kita sudah resmi melaporkan ke polisi. Kita lampirkan penjabaran APBD tahun anggaran 2014," ujar Mara Salem Harahap.

Diuraikannya, dalam laporan tertulis No 36/LP/LSM-LASSER/SS/XI/2014, kegiatan safari jurnalis ke Manado tidak tertuang dalam uraian penjabaran APBD Tahun Anggaran 2014 dan tidak memiliki nomenklatur. Hal ini ditambahkannya, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

"Banyak yang tidak sesuai dengan perundang-undangan. Selain melanggar UU Tindak Pidana Korupsi juga melanggar Permendagri tentang pengelolaan keuangan daerah dan tentang penyusunan anggaran APBD," jelas Mara Salem Harahap.

Mara Salem mengungkapkan, Pemkab Simalungun tidak belajar dari pengalaman tahun 2013. Dimana, ada temuan hasil pemeriksaan BPK terkait jalan-jalan wartawan ke Padang, Sumatera Barat.

"Ini sudah berluang-ulang terjadi. Mereka tidak pernah belajar dari pengalaman tahun lalu. Laporan ini agar ada efek jera," urai Mara Salem Harahap.

Sebagai terlapor adalah Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pemkab Simalungun sebagai kuasa pengguna anggaran. Harahap menyinggung, besarnya penggunaan anggaran untuk media massa. Di uraian APBD TA 2014 ada sebesar Rp 3,4 miliar untuk program kerja sama informasi dengan media massa.


"Dana sebesar itu saya rasa terlalu berlebihan dan boros. Penggunaannya untuk apa," ucap Harahap.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wilson B Pasaribu mengaku belum menerima laporan tertulis tersebut.

"Belum ada informasinya. Atau mungkin masih di tata usaha. Tapi kalau sudah diteruskan akan kita pelajari dan kita tindaklanjuti," jelas AKP Wilson B Pasaribu.

Sebanyak 25 wartawan di lingkup Pemkab Simalungun diberangkatkan ke Manado pada Kamis (13/11) lalu. Meski Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan memprotes kegiatan tersebut, tetapi kegiatan tersebut tetap jalan terus. (Lee/Berbagai Sumber)

Syukuran St Dr Junimart Girsang SH anggota DPR RI di Saribudolok

Written By Berita Simalungun on Minggu, 16 November 2014 | 16.39

 
Acara Syukuran St Dr Junimart Girsang SH anggota DPR RI di Saribudolok, 15 Nopember 2014. Para Ny Girsang dan boru Girsang, berfoto dengan sang aktor dan istri (Risda br Sidabutar, sebelah kiri pakai gaun merah).Foto-foto Oleh St Jannesron Girsang.

St Junimart Girsang MH dan ayah saya. "Saya bangga" kata ayah saya yang sudah berusia 77 tahun itu, ketika ditanya kesannya hadir pada acara syukuran itu.

Ephorus GKPS Pdt Dr Jaharianson Saragih MSc dan ibu dalam acara Kebaktian Syukuran atas terpilihnya Dr Junimart Girsang SH, MH menjadi DPR RI. 

Dr Junimart Girsang MH dan Nyonya dalam acara Ibadah Syukuran di Saribudolok pagi ini (15 Nopember 2014).
Terbayang kegigihan seorang pria, penuh perhatian pada keluarga, sahabat, saat duduk mendampinginya sepanjang acara kebaktian.
Usai acara, saya pengen tau kunci wajah mereka yang selalu ceria!.
"Kok bisa wajah kalian cerah dan terus ceria?".....
"Santai aja bang, kerjakan satu demi satu... " kata Junimart Girsang, dilirik istrinya Risda Sidabutar dengan senyum.
Foto yah.....!
"Ya Bang...." kata sang istri sambil mengatur gayanya.
Inilah foto keceriaan dari pasangan yang kukenal sejak lama. Pasangan yang dengan tulus membantu keluargaku, gereja kami.

Dua insan yang selalu menjalin persahabatan, persaudaraan di atas segalanya. 
Keduanya hormat dan sayang kepada orang tua, abang-abangnya, saudara-saudaranya dan teman-temannya.
El-Shadai--Allah Maha Kuasa, Maha Besar. Itulah lagu kesayangannya!
Dia melantunkan lagu ini dalam acara syukuran itu dengan penuh pengkhayatan. Memukau!
EL SHADDAI
Tak usah kutakut
Allah menjagaku
tak usah kubimbang
Yesus p'liharaku
Tak usah kususah
Roh Kudus hiburku
Tak usah kucemas
Dia memberkatiku
El Shaddai (2X)
Allah Maha Kuasa
Dia Besar (2X)
El Shaddai mulia
El Shaddai (2X)
Allah Maha Kuasa
berkatNya berlimpah
El Shadaai
Daulu, otw to Saribudolok menghadiri Syukuran Dr Junimart Girsang MH anggota DPR RI.

IN MEMORIAM DRS WASHINGTON PURBA

Kiri ke kanan, Dr Ivan Elizabeth Purba, Drs Washington Purba dan Parlindungan Purba, SH.Foto St Jannerson Girsang
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Drs Washington Purba--orang tua Parlindungan Purba, SH (anggota DPD-RI), dan Pembina Yayasan Sari Mutiara Medan, meninggal dunia di Rumah Sakit Elizabeth, Singapura.tadi pagi pukul 06. Sabtu, 8 Nopember 2014 lalu, saya masih duduk berdampingan dengan beliau di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar dalam sebuah acara.

Sebelum acara kebaktian, tadi pagi sesampai di gereja seorang perawat yang bekerja di Sari Mutiara memberitahu saya bahwa Pak Drs Washington Purba meninggal dunia dan pemilik Rumah Sakit dan Pendidian Sari Mutiara, Medan, meninggal dunia. 

Informasi resmi saya terima dari Parlindungan Purba, SH melalui sms. "Bpk/Ibu yth disampaikan bahwa bapak saya Washington Purba, op Agus doli, telah dipanggil Tuhan di surga hari ini, Munggu, 16 Nopember 2014 pukul 06 pagi di RS Mount Elizabeth, Singapura".

Sms itu saya balas dan mengucapkan turut berduka cita.
"Tksh ya", balasnya melalui sms. Tapi saya tidak bisa menghubunginya lagi. "Sibuk"
Saya teringat peristiwa Sabtu 8 Nopember lalu. Saat itu acara Mambere Hiou Pamonting kepada anggota-anggota legislatif Simalungun di Lapangan Adam Malik, Pematangdiantar.

Beliau kebetulan terlambat datang dan duduk di samping kiri saya. Di sebelahnya duduk Dr Sarmedi Purba (Direktur RS Vita Insani).

Saya dan beliau sempat berbicara sebentar, tanya kabar dan perkembangan. Lantas, saya kemudian kaget ketika menyanyikan sebuah lagu dan hadirin diminta untuk berdiri.

Saya mengajak beliau berdiri. "Pa jongjong hita" saya ajak beliau.
Ternyata beliau hanya duduk, kepalanya menunduk dan tangannya gemetar. Saya berdiri dan meminta Dr Sarmedi memeriksa beliau. Seorang dokter yang lain memeriksa nadinya..dan menyuruh yang laing membawa beliau ke rumah sakit.

Lagu berjalan terus, tetapi kami yang duduk di sekitarnya segera meminta bantuan kepada anak-anak muda, supaya beliau diangkut ke ambulance dan dibawa ke rumah sakit. Beberapa anak muda mengangkut beliau di kursi.

Saya melihat Dr Sarmedi menghubungi rumah sakit Vita Insani. Akhirnya kami melanjutkan acara.
Beberapa saat kemudian (satu jam kemudian), Parlindungan Purba kembali dan mengikuti acara. "Ok Jan, bapak nggak apa-apa, mungkin kecapekan" kata Parlindungan, usai acara itu.
Usai acara itu, kami sempat berfoto dengan Parlindungan Purba dan kemudian dia pamit menjemput ayahnya ke Vita Insani.

Saya dan istri pulang ke Medan dan sejak itu, hingga pagi ini saya tidak mendengar perkembangannya lagi.
Ramah dan Baik

Saya mengenalnya ketika menjadi manajer Tim Kampanye DPD Parlindungan Purba, SH pada 2004. Selama tujuh bulan, kami sering bertemu dan selalu menyapa saya dengan ramah.

Kemudian saya pernah ditugaskan keluarga menulis biografi singkat almarhum istrinya Bidan Sauria Sitanggang, pendiri RS Sari Mutiara, 2009 yang lalu. Saat itu saya intens bertemu beliau melakukan wawancara.

Hari terakhir bertemu hari Sabtu minggu lalu, saya masih sempat berkelakar dengan beliau. Saat itu beliau memakai kemeja putih dan celana panjang hitam. Wajahnya terlihat lebih muda.

"Lalap roh posona do ham Panggi" demikian kelakar saya. "Ah ham nian, ham do roh posona". Beberapa inang di belakang langsung menyalaminya: Ny Iden Purba, Ny JP Tanjung dll. Mereka adalah "marpariban", jadi pembicaraan agak akrab.

Ternyata Sabtu 8 Nopember 2014, merupakan pertemuan kami yang terakhir dan itulah pembicaraan saya yang terakhir dengan beliau. Sesudah itu, saya tidak mendengar beritanya lagi, hingga pagi ini.
Selamat Jalan Pak Washington. Kebaikanmu akan kukenang sepanjang hidupku.

Saya masih menunggu berita, kapan jenazah tiba di Medan. Mohon kalau ada teman-teman memiliki informasi. Saya ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya.(St Jannerson Girsang)


HONDA SELALU TANGGUH

HONDA SELALU TANGGUH
KLIK GAMBAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
Profile Klik Gambar

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun
KLIK GAMBAR

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)
 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger