BS

BS
Media Online Berbasis Suara Rakyat yang Disajikan Dalam Bingkai Jurnalis

Trending Topic

Latest Post

Arya Bagus MENJADI MAHASISWA DI USIA 14 TAHUN, 6 BULAN DAN 9 HARI

Arya Bagus.Ft IST
BERITASIMALUNGUN.COM, Solo-Prestasi Arya Bagus, pria kelahiran Solo, 23 Pebruari 2000 cukup istimewa!. Di usia 14 tahun, 6 bulan dan 9 hari dia berhasil melewati ujian tertulis dan menjadi mahasiswa termuda Universitas Gajah Mada, saat usia yang sama umumnya masih duduk di bangku, SMP. 

Dia juga bercita-cita sudah meraih gelar Master pada usia 19 tahun.
"Meski termuda harus menjadi yang terdepan, itu pesan ibu. Saya bertekad ingin ikut program Fastrack UGM, S1 sampai S2 ditempuh 5 tahun," tandasnya.Arya memang berbeda dari anak-anak seusianya. 

Arya sudah memasuki SD pada usia 4 tahun. Istimewanya lagi, Arya ikut kelas akselerasi mulai dari SD hingga SMA. Dia hanya butuh menyelesaian SD hingga SMA dalam waktu 10 tahun. Enam tahun di SD, 2 tahun di SMP dan dua tahun di SMA.
Luar biasa ya!. 

Tentu, prestasi itu tidak begitu saja berlangsung. Orang tuanya mendorongnya ikut program akselerasi dan memilih kuliah di Jurusan Teknik Sipil UGM Arya juga termotivasi oleh pekerjaan ayahnya, Aris Murtopo yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum di Karanganyar. 

Arya sendiri melihat teknik sipil masih akan terus digunakan,karena selama negeri ini terus membangun akan membutuhkan jurusan yang dipilihnya. 

Guna meraih cita-cita itu, Arya mengaku akan berusaha lulus S1 dengan target kurang dari 3,5 tahun. Jika ada kesempatan, anak kedua dari dua bersaudara ini ingin melanjutkan studi ke jenjang S2.
Kalau cita-citanya itu terkabul, maka di usia 19 tahun, Arya sudah meraih gelar Master. Selamat buat Arya. 

Siapa menyusul!.(Diramu dari berbagai sumber/Jannerson Girsang)

Silverius Bangun Diduga Kuat Kaki Tangan Bupati JR Saragih Melakukan Pungli Seluruh Birokrat di Simalungun

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Silverius Bangun diduga kuat kaki tangan Bupati JR Saragih melakukan Pungli di seluruh Birokrat di Simalungun. Silverius Bangun yang juga Pimpinan Umum Koran Simantab (Korannya JR Saragih) kerap melakukan pungli kepada semua pihak yang ingin mendapatkan jabatan di Kabupaten Simalungun.

Silverius Bangun ini kerap melakukan pungli kepada birokrasi yang hendak mendapatkan jabatan, mulai dari Jabatan Kepala Sekolah, Lurah, Kepala Dinas dan pejabat lainnya. 

Invormasi ini terungkap pada acara siaran interaktif Radio Mora Sumut 91.30 dalam siaran Somasi yang dibawakan Monang Saragih SH, Rabu 20 Agustus 2014 Pukul 06.00 WIB-09.00 WIB. 

Bahkan Monang Saragih menyebut bahwa Silverius Bangun akan menerima ganjaran dari ulah yang dilakukannya dengan mengatasnamakan Bupati Simalungun JR Saragih dalam hal melakukan PUNGLI. (Lee)  

Surat Terbuka Mayor Inf JSM Damanik S Sos Soal Pilkada Walikota Pematangsiantar

Mayor Inf JSM Damanik S Sos dan Keluarga

Pesan Mayor Inf JSM Damanik S Sos Kepada Admin BARITA SIMALUNGUN

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-"Diateitupa banggalma ma hubani nasiam lawei, nadob mambere dukungan sosialisasi balon on. Domma dohor panorangni Pemilu Walikota Pematangsiantar 2015-2019. Onma sada moment penting hubanta anggo boi turut serta berperan mambuat bagian laho mandapothon Walikota Pematangsiantar on melalui proses politik". (Baca Juga Mayor Inf JSM Damanik Menuju Siantar 1 (Bagian 1) )

Domma ibotoh hita sonaha sejarah mulani dong Kota Pematangsiantar das hubani piga-piga pejabat walikota nadob lewat. 

Seiring bani pardalanan pemerintahan das bani panorang on lang taridah perubahan signifikan bani pembangunan kota seutuhni, hata namadear naibahen sesepuh tokoh Simalungun. 

Hita do sijolom suhul piso pakon sipukkah huta”, Manoktok Hitei marhiteihon Habonaron Do Bona” tading slogan-slogan nalang mararti mando. (Baca Juga Perjalanan Karier Militer Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos)

Sonai homa kehormatan, budaya atau marwah ni leluhur Damanik pakon ganupan halak Simalungun namembangun Kota Pematangsiantar on roh hulobeian on domma semakin lang iperhitunghon. 

Halani ai roh uhurhu sihol dihut tarlibat bani proses Pilkada on. Boi hatahonon on pemikiran songon hata umpasa “Burung Pungguk Merindukan Bulan”.

Tapi agepe sonai halani idorong semangat berjuang tanpa pamrih, niat pakon tujuan na luhur passing, laho manlakkahma mengikuti tahapan Pilkada Kota Pematangsiantar on. 

Peta situasi politik i Kota Pematangsiantar sangat rumit, domma tarbarita piga-piga halak nalaho mencalonkan diri jadi Balon Walikota aima Ojak Naibaho, Jhon Hugo Silalahi, Hulman Sitorus, Gideon Purba, Bruno Purba Siboro anjaha dong dope kabar nalegan laho mandihuti. 

Bani situasi on lape dong nabogei Marga Damanik, anggo Halak Simalungun aima Gideon Purba (Sekda Pemkab Simalungun sonari).

Sonai homa membaca kesadaran politik masyarakat Kota Pematangsiantar sangat rentan dope bani politik uang. Artini dukungan ai ihargai bani jumlah duit.

Jadi boi igambarhon hita bahwa tantangan sangat baggal. Jadi anggo lang dong calon halak Simalungun nalain, boima ipastihon hita dihut maju. 

Halani ai lang targogohi anggo marhorja pakon marpikir dua atap 3 halak tumang. Jadi marhiteihon ai haganupan, roh ma au patugahkon hubani nasiam sanina botou khususni naboi berperan nadong akses i Kota Pematangsiantar on.

Ase marhampungni lakkah mambahen barisan Marharoan Bolon domu bani horja on. Semboyan "Humbatta Hubatta" sementara berita KPU Kota Pematangsiantar anggo calon perseorangan maningon dong dukungan sekitar 3000 suara pendukung nailengkapi KTP na mewadahi 8 Kecamatan Kota Pematangsiantar.

Basis-basis dukungan naporlu isosialisasihon hita aima umat Muslim, umat Katolik, Jemaat GKPS, Jemaat HKBP, Budha, Partuha Maujana Simalungun Kota Pematangsiantar.

Kemudian Himapsi, KNPI mewadahi organisasi kepemudaan, Ormas/LSM/STM, Keluarga Besar TNI/Polri (Rindam, Korem, Kodim, Polresta, Dinas Jawatan (Denkes/Rumkit, Denpom, Denbekang, Denpal, Denhub), segenap masyarakat Kota Pematangsiantar pakon nalegan nari. 

Issu perubahan bani Pemerintahan Kota Pematangsiantar hulobeian on sementara : 

"Menjadikan Kota Pematang Siantar menjadi Kota yang Indah, Bersih, Tertib dan Disiplin serta Masyarakat Makmur Sejahtera yang Bermartabat" melalui  :

1. Memperbaiki perangkat pemerintahan terutama seluruh pegawai Pemko dan jajaran Dinas /SKPD untuk meningkatkan kinerja yang tinggi dan profesional, disiplin dan bersih dari korupsi, sebagai pelayanan bagi masyarakat. 

2. Memaksimalkan pendapatan daerah dengan menertibkan sumber-sumber pendapatan. 

3. Meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan khususnya pelaksanaan anggaran agar sesuai dengan peruntukan dan capaian sasaran. 

4. Menertibkan lalulintas dengan pembuat Perda tentang penggunaan jalan. 

5. Menertibkan sentra-sentra perdagangan khususnya Pusat Pasar Horas dan Parluasan menjadi pasar yang tertib, indah dan bersih. 

6. Membina generasi muda melalui Disdik untuk mendapatkan siswa berprestasi yang memiliki moral, disiplin dan bermartabat. 

7. Meningkatkan pembinaan kebudayaan masyarakat. 

8. Meningkatkan penghasilan ekonomi rakyat dengan membuat kota pematangsiantar menjadi kota transit bagi wisatawan maupun pengguna lalulintas jalur sumatera timur, menyediakan jasa dan bahan kebutuhan dengan mewajibkan pertokoan, restoran dan lainnya buka sampai dengan jam 2200 dijaga oleh aparat kepolisian dan aparat kewilayahan dari TNI, sehingga pematangsiantar selalu ramai dikunjungi. 

9. Membangun benteng disepanjang sungai bah bolon, Sungai Bah Bolon menjadi sungai yang bersih menambah keindahan kota menjadi obyek wisata. 

10. Mendatangkan investor untuk mendanai pembangunan industri/perdagangan membangun pusat perbelanjaan Mall/Hotel. 

11. Serta kebijakan-kebijakan sesuai keadaan kota. Sonaima lobei bincang borngin on, horasma hubanta, diateitupa, sai Tuhan Naibatama patorsahon langkahta.(Lee)

Catatan Terbuka Kurpan Sinaga "Penguasa di Tanah Simalungun Harus Orang Simalungun"

Kurpan Sinaga
BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-"ATAS NAMA KEMERDEKAAN. PENGUASA DI TANAH SIMALUNGUN HARUS ORANG SIMALUNGUN. SUATU LANGKAH REVOLUSI MENTAL," demikian peryataan Kurpan Sinaga pada tulisan yang diposting di media jejaring sosial.


Hari ini (Minggu 17 Agustus 2014) kita memperingai kemerdekaan Indonesia ke 69 tahun. Sudah lumayan panjang. Kemerdekaan dari penjajahan Belanda telah kita dapatkan dan telah kita jalankan. Sudah banyak yang kita rasakan tetapi harus juga kita sepakat bahwa masih banyak yang harus diperbaiki. Tdk boleh kita katakan sudah beres semua.

Kita menolak penjajahan karena penjajahan itu adalah praktek eksploitasi, dominasi dan subordinasi dalam bentuk apa pun dari suatu pihak terhadap pihak manapun tanpa terkecuali. Tolok ukurnya adalah kesetaraan, persamaan hak dan keadilan. 

Kita tidak mau ekonomi kita dihisap. Kita juga tidak rela dipimpin orang kulit putih dan mancung hidungnya. Kok orang dari sana memerintah-perintah kita? Koreksi dari penjajahan lahirlah sebuah negara bernama Indonesia.

Kalau namanya megisi kemerdekaan dan bersikap belum semua sudah beres maka kita harus sepakat melihat berbagai permasalahan yang bila ada berupa eksploitasi dan dominasi harus dikoreksi. Tetapi untuk menyimpulkan suatu praktek dominasi dan eksploitasi atau ketidakadilan diantara kiat tentu bukanlah hal mudah. 

Karena akan langsung bertentangan dengan kepentingan subjektif masing-masing. Apalagi untuk sesuatu yang sudah berjalan lama. Yang terganggu kepentingannya akan resiten bahkan melawan. Oleh karena itu eksploitasi, dominasi satu pihak terhadp pihak lain dan ketidakadilan diantara sesama kita hanaya bisa dilihat dengan sikap sportif yang tinggi, kejujuran dan keberanian. 

Meninggalkan pola pikir lama yang susah melihat kepentingan pihak lain dan kepentingan jangka panjang kalau mengganggu kepentingannya terlepas itu salah atau benar. Dengan kata lain harus ada cara pandang baru seperti yang dikatakan Jokowi - Presiden Terpilih kita "revolusi mental". Mudah-mudahan revolusi mental inibisa kita terapkan memandang suku bangsa Simalungun dengan segala kelebihan dan ironisnya, dilihat dari tolok ukur kemerdekaan.

Simalungun yang merupakan nama konfederasi kerajaan marompat (berempat) dilanjutkan dalam formasi marpitu (ber-tujuh) adalah kerajaan yang berkuasa di Sumatera Timur yang berpusat di daerah yang saat ini Kabupaten Simalungun, ditengah-tengahnya ada Kota Pematangsiantar. 

Kerajaan-kerajaan itu sepakat sisada ahap sisada parmaluan (satu jiwa dan satu perjuangan) tidak saling mengganggu. Kini nama konfederasi itu lebih dipahami sebagai nama suku Simalungun. Bila dilihat dari kaca mata kemerdekaan yang menolak eksploitasi, dominasi dan subordinasi maka daerah ini sangat ironis, keadaannya saat ini lebih buruk dibanding zaman kolonial. Simalungun saat ini telah menjadi kekeliruan dan penyimpangan dari kemerdekaan. Sebelum kita diteriaki oleh orang Belanda sana marilah kita koreksi sesegera mungkin.

Kesuburan tanah Simalungun namapaknya telah menjadi kekayaan yang menjadi kutukan. Simalungun telah menjadi sasaran pembukaan perkebunan pasca politik etis negeri Belanda awal abad 20 yang ingin memacu keajuan tanah jajahan. 

Tercatat tahun 1905 adalah awal dari masuknya pemerintah kolonial ke Smalungun dengan langkah menjalin hubungan dengan kerjajaan-kerajaan Simalungun. Korte ver Klaring (perjanjian pendek) pernyataan tundukpun ditanda tangani raja. 

Resmilah Simalungun menjalin hubungan dengan pemerintah Belanda - belum mengenal Jakarta. Hubungan baik dengan kerajaan ini membuahkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan perkebunan Belanda atau Eropah dan Amerika. Perusahaan membuka perkebunan dengan sistem bagi hasil yang ditungakan dalam akte van kosesi. Kerajaan menerima sekian persen dari hasil perkebuan, ibarat negara ini menerima bagi hasil dengan perusaahaan asing seperti pertambangan dll saat ini.

Untuk pembukaan perkebunan ini didatangkanlah buruh-buruh kebon dari Jawa secara besar-besaran. Walau tidak dikehendaki raja tetapi demi penyediaan pangan melalui persawahan disekitar perkebunan keran hadirnya pencari kerja dari Toba pun harus dibuka raja. 

Begitulah kisah terjadinya Simalungun saat ini tersingkir ke daerah dataran tinggi, secara jumlah didominasi orang asing. Terbanyak orang Jawa, kemudin Toba. Banyak menyebut Simalungun urutan ketiga namun selisih angka yang jauh dibawah.

Malang bagi Simalungun, proklamasi kemerdekaan telah menjadi ibarat lonceng ajal bagi raja-raja Simalungun dan keluarga maupun pengikutnya. Dalam sebuah konspirasi revolusi sosial raja-raja Simalungun dipotongi. Berjalan dalam suatu operasi terkendali tanggal 3 Maret 1946 diamana BHL (Barisan Harimo Liar) pimpinan Tuan Saragiras sebagai eksekutor. 

Sontak, raja yang menjadi panutan bahkan dipandang sebagai "Tuhan" saat itu sekejap sirna dalam keadaan tersembelih sadis dihadapanya. Wajar kalau masyarakat Simalungun trauma yang sangat dalam dan sedikit banyaknya mempengaruhi mental yang terwariskan. SDM terbaik yang terbentuk di lingkungan istana habis atau kucar-kacir. Istana yang merupakan pusat peradaban hangus. 

Praktis, kerajaan yang sebelumnya tampil utuh sebagai negara langsung hilang. Harta di jarah, tanah diduduki. Saksi bisu adalah hamparan tanah yang luas saat ini di Kab Simalungun dan Kota Siantar yang dimiliki non Simalungun bukan kerena pemberian raja atau dibeli. Suatu catatan sejarah kelam republik.

Di sisi lain perkebunan yang sangat likuid sejak zaman kolonial setelah kemerdekaan jatuh ke tangan Jakarta (pusat) atas nama penyatuan yang dikendalikan dari Jakarta. Kalau dahulu daerah (kerajaan) mendapat bagi hasil setelah ditangan republik tak sepeserpun untuk daerah. 

Gagalnya PRRI membuat perkebunan di zaman Bung Karno utuh ditangan pusat. Penguasa tuggal orde baru yang represif pada suara-suara daerah mebuat keadilan perkebunan ini tidak mungkin disuarakan. 

Orde baru tumbang, otonomi daerah berjalan, bagi hasil kekayaan daerah (tambang) berjalan namun hingga kini perkebunan masih utuh ditangan Jakarta tanpa sedikitpun ada hasil yang disisakan untuk daerah. Semuanya utuk dikendalikan Jakarta dalam badan BUMN. PTPN IV yang merupakan BUMN Perkebunan terbesar di Indonesia lebih dari setengah kebun produktifnya di Kab. 

Simalungun. Begitu juga PTPN III memiliki unit usaha yang signifikan di Kab. Simalungun. Anehnya PTPN inipun ikut-ikutan menyingkirkan (tdk ada keberpihakan dalam penerimaan pegawai atau pejabat). Tahn 2003, dari 40 manajer PTPN 4 cuma tiga orang orang Simalungun. Suku dari dirutnya saat itu 21 orang. Orang Simalungun karyawan PTPN 4 juga tidak lebih dari 5 persen. Sungguh praktek eksploitasi dan ketidakadilan.

Dalam tragedi pembunuhan raja-raja diatas dan eksploitasi perkebunan membuat suku Simalungun kolaps. Kalau zaman kerajaan orang pendatang harus mengikut kehendak raja, Simalungun disegani dan dihornati didaerahnya, setelah revolusi sosial berubah 180 derajat. 

Cerita para orang tua hingga tahun 60-an masih ada rasa takut orang berbahasa Simalungun di Pematangsiantar. Dalam keadaan seperti ini jalas suku Simalungun tidak dapat mempertahankan eksistensi diri. 

Terlihat, kalau semua suku di Indonesia ini eksis di daerahnya, kepala daerahnya tidak pernah diluar orang suku itu (kecuali DKI Jakarta yang oleh status ibu kota negara yg mengharuskan non Betawi datang ke Jakarta, dan oleh karena itu juga Betawi sangat diuntungkan dari nilai ekonomi daerahnya yang sangat tinggi). 

Kalau di Simalungun tidak. Walau tidak ada yang dapat membantah Kota Pematangsiantar dan Kab. Simalungun adalah tanah suku Simalungun tetapi kedudukan kepala daerah di dua daerah otonom ini tetaplah bebas diperebutkan non Simalungun hingga saat ini. Kenyataan menunjukkan kepala daerah di Siantar dan Simalungun lebih sering dipegang non Simaungun. Apalagi kesempata di provinsi atau pusat. Maka tidak heran penelitian William R Lidle - Indonesianis Amerika tahun 60-an pun menyebut suku Simalungun krisis represntasi.

Potret Simalungun saat ini yang marjinal diperburuk dengan sistem pemilu one man one vote. Simalungun yang terdominasi secara jumlah oleh pendatang membuat kesempatan menjadi kepala daerah makin sulit didapatkan. 

Sudah realita politik saat ini dalam persaingan pemilihan para calon membangun jalur-jalur soaial yang bisa menguntungkannya. Dalam kedaan termarjinalkan dan tidak adanya langkah pengendalian jelas keberadaan suku bansa Simalungun mengarah punah. Ya, hilang dari muka bumi.

Perlu Kearifan

Dalam keadaan tersisihkan ini sudah saatnya menjadi perhatian kita semua, baik pihak pemerintah terlebih masyarakat non Simalungun ditempat. Tentu kita tidak sudi kalau ada suku bangsa kita yang merosot apalagi hilang. 

Kekayaan kita dalah pluralisme dalam eksistensi suku-suku bangsa yang ada. UUD 1945 juga mengamanatkan perlindungan pada suku-suku bangsa melalui budaya atau ekonomi daerah. Kita adalah masyarakat peradaban baru yang koreksidari penjajahan yang anti eksploitasi, dominasi dan subordinasi dalam kesetraan dan keadilan. William R Lidle telah memaparkan fakta ilmiah bagi kita akan suatu keterancaman suku bangsa Simalungun.

Keadaan Simalungun saat ini bukanlah keinginan atau kesalahannya. Semua ini tercipta atas situasi aktivitas kolonial, situasi liar yang tidak terkendali oleh pemimpin pusat, sistem ekonomi yang terpusat sampai sistem politik yang menghilangkan musyawarah. 

Semuanya terkumulasi sempurna yang tidak memungkinkan Simalungun bergerak sekedar bertahan tetapi makin hari makin terdegradasi seiring aktivitas non Simaungun yang dominan dan pengelompokan masyarakat setempat dalam identitas suku yang akan makin nyata dalam membangun kekuatan politik praktis pilkada.

Satu langkah mencegah krisis representasi tersebut adalah memastikan kepala daerah di tanah Simalungun adalah orang Simalungun. Dengan resiko krisis representasi yang makin parah maka kepala daerah orang Simalungun di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun menjadi keharusan. 

Ini adalah konsekwensi kemerdekaan Indonesia yang menolak eksploitasi, dominasi dan subordinasi dalam kesetaraan dan keadilan. Untuk itu dibutuhkan kearifan para pemimpin negara maupun masyarakat daera. Ini membutuhkan cara pandang baru, sebaru "revolusimental" nya Jokowi.

Kearifan masyarakat daerah adalah dengan merelakan kursi kepala daerah tersebut menjadi hak orang Simalungun. Caranya, semua calon adalah org Simalungun. Ini bisa dicapai dgn kesepakatan bersama antara Simalungun dan non Simalungun di Siantar-Simalungun. Dimulai dengan seruan pihak Simalungun kepada semua supaya kedudukan itu disepakati utk Simalungun. Ini semata-mata demi rasa solider dan menghormati Simalungun ditanahnya. 

Tanpa dibatasi dengan UU tetapi kesepakatan tidak tertulis supaya non Simalungun dalam pilkada hanya punya hak pilih. Hak dipilihnya dapat digunakan di tanah leluhurnya atau daerah lain yang memungkinkan. Jadi tidak ada kontes antara Simalungun dgn non Simalungun sehingga pengelompokan suku tidak menguat. 

Mudah-mudqahan mendorong situasi kondusif memperkecil pergesekan antar suku. Dgn kesepakatan itu saja harkat Simalungun sdh langsung terangkat, berharga dan disegani dikampungnya krn sbg penguasa tetap. Simalungun terpilih bukan karena lebih unggul dari non Simalungun tapi karena kedudukan itu adalah milik Simalungun. Saya percaya hal ini pada umumnya dimaklumi masyarakat secara keseluruhan kecuali yang punya harapan untuk merebut kedudukan tersebut.

Bila dipandang perlu ditempuh dengan mengajukan RUU keistimewaan atau kekhususan Simalungun, seperti yang berjalan di beberapa daerah seperti Aceh. Selain menyangkut kepala daerah, terkait dengan perekonomian adalah bijak mana kala pemerintah pusat melepas perkebunan PTPN ke daerah tempat perkenuan tersebut. Yogya, Papua. Hal ini membutuhkan kearifan. Merdeka....!Jakarta 17 Agustus 2014. Kurpan Sinaga.(Lee)

Mayor Inf JSM Damanik Menuju Siantar 1 (Bagian 2)

Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos

Perjalanan Karier Militer Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos akhirnya dengan perjuangan yang sangat gigih dan atas pertolongan Tuhan pada bulan September 1983 dirinya dinyatakan lulus seleksi dan masuk mengikuti pendidikan Secaba Milsuk di Rindam I/BB Pematang Siantar.      

Selama mengikuti pendidikan dasar militer saya lalui dengan lancar. Bahkan saya mendapat Ranking nomor 1 untuk se Kodam I/BB, karena waktu itu kami digabung dari 4 Kodam mulai dari Kodam I/Iskandar Muda, Kodam III/17 Agustus Padang dan Kodam IV/Sriwijaya Palembang dan saya dilantik menjadi Prajurit TNI-AD dengan pangkat Sersan Dua pada tanggal 22 Januari 1984. (Berita Terkait Perjalanan Pendidikan Mayor Inf JSM Damanik)

Kemudian melanjutkan pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri di Puslatpur Rindam I/BB.  Setelah tamat saya mendapat penempatan di Yonif 125/Simbisa dan menjabat sebagai Komandan Regu Senapan di Kompi Senapan A di Pitura Pangkalan Berandan.    

Sebagai prajurit Bintara muda tentu saya sangat lincah dan cekatan melaksanakan setiap tugas yang diberikan. Saya bangga menjadi  komandan regu dengan memakai tali korps komando warna merah dibahu lengan kanan.

Tugas memimpin regu dalam latihan dan kegiatan rutin dan regu saya selalu unggul dibandingkan dengan regu yang lain, seperti Regu Ton Tangkas selalu yang terbaik, dalam latihan taktik regu juga selalu mendapat penilaian baik dari Komandan saya.

Bahkan selama di Pangkalan Berandan diberikan kesempatan untuk melatih Satpam Pertamina sampai 3 Gelombang yang dipimpin oleh Komandan Kompi Saya Kapten Inf Wardoyo. 

Akhirnya jabatan Danru hanya saya alami selama 7 bulan karena saya mendapat kepercayaan menjadi Basi-2/Ops Simayon Yonif 125/Smb di Kabanjahe. Selama di Staf Ops saya banyak melaksanakan tugas bidang penyelenggaraan latihan, mulai dari perencanaan latihan, penyiapan latihan sampai pelaksanaan latihan mulai dari latihan perorangan, Kelompok, Regu dan Peleton.  

Disamping itu juga saya mendapat kepercayaan untuk mengajar Ilmu Medan kepada seluruh personil Yonif 125/SMB karena memang saya sudah menguasai Ilmu Medan dan ditunjuk juga sebagai Danru dalam Lomba Binsat Dbp Letda Inf Ngadijo komandan peleton kami menjadi Juara I se Kodam I/BB dalam hal Lomba Permildas yang dilaksanakan di Halaman Makodam I/BB di Medan.  

Semua pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan dan pada Tahun 1987 saya diperintahkan Danyonif 125/SMB Letkol Inf A.A. Tarmana Nrp. 24183 untuk mengikuti Lat Kader di Pussenif Bandung dimana waktu itu seluruh Yonif se Indonesia melaksanakan Latihan Kader dalam rangka menyiapkan satuan untuk melaksanakan Operasi di Timor Timur.    

Personil yang mengikuti adalah seluruh Danyon, Dankipan, Kasiops dan Kasiintel Yonif selama 1 bulan, saya mendapatkan sangat banyak pengalaman tehnik dan taktik bertempur, bayangkan saya yang masih berpangkat Sersan Dua dan yang termuda waktu itu harus bisa melaksanakan tugas sebagai Pembawa Radio, Peta, Kompas atau Voorspeed (pengintai depan) pada setiap gerakan taktis patroli.

 Dalam setiap gerakan saya selalu menjadi Voorspeed atau pengintai depan, pemegang kompas dan perintis jalan, apalagi pada saat Taktik saya harus jeli membaca peta untuk melanjutkan gerakan sampai pada sasaran, banyak tim yang kesasar dan lama baru mencapai sasaran.

Akan tetapi Tim Yonif 125/Smb selalu tercepat dan tepat tiba di sasaran, inilah cikal bakal sehingga pada saat saya mengikuti Pendidikan Secapa Regif saya juga waktu itu menjadi pembantu pelatih walaupun saya status siswa, memang kalau di bidang ilmu medan sampai sekarang ini saya dijuluki mbahnya Ilmu Medan.  

Setiap selesai latihan saya juga menjadi ajudan Danyon untuk menyiapkan perlengkapan Danyon, menyemir sepatu, mengumpulkan pakaian kotor untuk tukang cuci, soalnya benar-benar capek, harus sangat extra kegiatan untuk menjaga nama baik satuan, bayangin waktu itu saya sering latihan bersama para Danyon seperti Letkol Inf Endriartono Sutarto (Danyonif 512) yang menjadi Jenderal TNI (Panglima TNI), Letkol Inf M. Djali Yusuf (Dan Yonif 126/KC).

Ternyata kami dari Yonif 125/Simbisa dikenal menjadi Tim yang mempunyai kualitas baik, sehingga kamipun kembali ke Mako Yonif 125/SMB Kabanjahe dengan bangga, pada saat kembali ke kesatuan saya sempatkan untuk bermain dan jalan-jalan di Jakarta.

Bahkan saya sempatkan untuk mampir di Kantor Puspen ABRI karena Kapuspennya waktu itu adalah Brigjen TNI Pieter Damanik, maksudnya adalah agar mendapat sango atau istilah Angpau dan ternyata walaupun saya berpangkat Sersan Dua saya diberikan kesempatan menghadap Jenderal dan menerima Angpau hanya bermodalkan marga Damanik.

Waktu itu saya cukup keren dengan berpakaian celana preman tapi pistol FN 46 terselip dipinggang saya menambah percaya diri, karena baru selesai Lat Kader yang dilatih oleh personil Kopassus yang terkenal dengan Taktik Ambush, tembak reaksi dan tembak cepat, jadi bicara soal senjata tentu saya sangat mahir menggunakannya.

Setelah mengikuti Lat Kader, tinggallah tugas menunggu yaitu menyiapkan Latihan Pratugas Yonif 125/SMB ke Timor-Timur, maka saya diperintahkan menjadi Batih Ki-B Yonif 125/SMB, disini saya konsentrasi menyiapkan latihan Kompi, setiap perintah dari Danki Kapten Inf Kandar, saya laksanakan bahkan dengan semangat saya melatih personil Kompi B dan saya bekali dengan Ilmu Bela Diri Tae Kwon Do.

Maklum selama saya SMA di Kabanjahe memang sudah gabung di Perguruan Tae Kwon Do Cabang Tanah Karo dengan menyandang Sabuk Cokelat bersama teman saya Goklas Saragih dan Taman Surbakti yang sudah menyandang Dan-I.

Pada waktu itu kalau berbicara soal beladiri saya sudah biasa sparing patner 1 melawan 5 orang. Saya tidak susah melumpuhkan yang 5 orang hanya dengan tamparan kaki dan tendangan, maka pengalaman saya sebagai Batih cukup dibanggakan karena saya yakin akan pembekalan ilmu dan latihan sesuai dengan sasaran dan dinyatakan Kipan B dalam status Siap Ops.

Dalam mempersiapkan Satgas Ops ternyata Danyonif 125/SMB memerintahkan saya menjadi Dansimayon. Maka kembali tugas saya penuh dengan kesibukan, karena memang Staf Ops adalah Motor penggerak Satuan, kalau Ops lemah berarti satuanpun lemah, maka dengan semangat dan gigih saya mempersiapkan apa yang diperintahkan oleh Komandan melalui Kasiops saya Kapten Inf Nukman Kosady (Akmil 1981).

Dalam mempersiapkan latihan saya mencari dan meninjau daerah latihan yang menyerupai medan operasi Timor Timur, ada menembak taktis dengan pola Operasi Intelijen didukung oleh operasi tempur.

Ini semua hanya saya yang menangani bersama 3 orang anggota Sops, saya sangat ingat pada waktu mempersiapkan daerah latihan saya menggunakan Sepeda Motor Trail Binter KE warna biru saya yang bisa menjelajah disegala bentuk medan, memang waktu itu saya berbakat ikutan dengan group Crosser di Kabanjahe.

Akhirnya setelah peninjauan dari Suad, Yonif 125/Smb dinyatakan dalam status Siap Operasi, lalu pada tanggal 5 Maret 1988 kami berangkat menuju Dili Timor Timur dengan Kapal Amboina 512.   
Untuk persiapan berangkat seluruh personil penugasan sudah Serpas ke Pelabuhan Belawan dan melaksanakan embarkasi, disini cukup melelahkan karena banyak perlengkapan satuan yang harus dibawa, begitu juka Alkom selama diperjalanan laut harus tergelar untuk melaporkan situasi kepada Komando Atas.

Pangkoops Tim Tim Brigjen TNI Wenny Warrou sedang memeriksa pasukan Yonif 125/Smb di Lapangan Tacitolu Dili Timor Timur.

Setelah tiba di Dili kami disambut oleh Asops Koopskam Tim Tim Kolonel Robert Sitorus yang cukup galak, karena pertama kali bertemu dengan kami langsung disenggak “kamu tentara batak” lalu pisau komandonya dilemparkan persis diujung sepatu Kasiops Batalyon, sehingga kami sudah ciut dibuatnya, lalu kami melaksanakan latihan adaftasi di Tacitolu selama 2 Minggu.

Lumayan lelah harus latihan turun naik gunung dengan beban ransel 25 Kg, akhirnya kami melaksanakan reorganisasi sesuai dengan perintah dari Pangkoopskam Tim Tim karena Yonif bergerak mobil untuk melaksanakan pembersihan GPK Fretelin mulai dari Sektor Barat menuju Sektor Timur.

Maka pada saat gerakan saya bergabung dengan Tim Kotis yang langsung dipimpin oleh Danyon. Dari Dili kami Serpas sebanyak 12 Kendaraan Unimog menuju Bobonaro lalu bergerak menyisir sektor dengan Pangkal Gerak dari Bobonaro melaksanakan pembersihan menuju Ainaro yaitu melintasi gunung Ramelau yang sangat tinggi dan dingin.

Pengalaman tempur yang masil nol, membuat semua anggota penuh perhitungan, dimana begitu mendengar suara tembakan di depan, semua anggota langsung tiarap, padahal suara tembakan masih jauh, memang cukup menegangkan, gerakan demi gerakan kami lanjutkan dengan menemui banyak tanda tanda bekas kehidupan para GPK.

Maka pada hari ke-3 pasukan Timsus Nagabonar Dbp. Letda Inf Tugino kontak tembak dengan kelompok Fretelin berhasil menewaskan 1 orang perempuan yang sedang hamil (Informasinya adalah isteri dari Financio Feras Komandan Kompi Fretelin).

Aatas kejadian kontak tembak akhirnya Tim Nagabonar bertahan di ketinggian dekat korban dimakamkan, pada malam itu terjadi keadaan sangat tegang karena kemungkinan serangan balas dari GPK Fretelin.

Akhirnya malam itu Kopda Aflizam yang sedang berjaga menembak anggota yang sedang buang air kecil yang menyebabkan tewas seketika yaitu Prada Rambe, maka pada hari ketiga Batalyon kami sudah salah lirik yaitu tertembaknya teman sendiri, kami sangat malu dan dengan bersusah payah berusaha mengevakuasi Prada Rambe ke Dili. Akhirnya kami semakin waspada dan melaksanakan gerakan pembersihan dengan gerakan lebih rahasia dan sampai di TB Akhir di Ainaro.

Kapten Inf Dody Hermawan Dankipan-D menjelaskan gerakan pasukan yang kontak tembak dengan pos depan musuh, namun tak berhasil mengejar dan menembak musuh, dimana kelompok Danki Fretelin Financio Feras yang beroperasi di sekitar Gunung Ramelau dan Ainaro Komplek masih mempunyai pasukan 150 orang.
Pada saat Full Out di Ainaro dilakukan reorganisasi untuk gerakan selanjutnya yaitu pembersihan dari Ainaro menuju Same, selama gerakan saya layaknya seperti Kasiops selalu berdampingan dengan Danyon.

Tugas Kasiops saya kerjakan, karena Kasiops diperintahkan Danyon menjadi Dantim, tugas saya memplot posisi terakhir pasukan dan membuat oleat rencana gerakan serta titik titik poin untuk koordinasi. Maka untuk gerakan kedua saya diperintah Danyon pada saat bergerak juga bertindak sebagai Timsus yaitu Pengamanan Kotis dalam gerakan.

Cukup repot melaksanakan gerakan perpindahan Kotis karena harus membawa Batere GS 100, Solarcell, Radio SSB, Antena dan perlengkapan Posko.  Untuk gerakan kedua dari Ainaro Menuju Same dilaksanakan dengan lancar dan cukup mengetahui tentang pergerakan GPK Fretelin yang juga sangat cepat mengetahui sepak terjang pasukan Yonif 125/SMB ditemukan bekas gerakan GPK yang menjauhi dan melarikan diri dari sektor gerakan, akhirnya kami tiba full Out di Same.

Untuk daerah sekitar Kabupaten Ainaro dan Kabupaten Same merupakan daerah bergunung-gunung yang tinggi, udara dingin karena berada diketinggian 3000 meter diatas permukaan laut, daerah subur dan bahan sumber kehidupan, maka daerah ini merupakan basis perjuangan Fretelin yang terkenal dengan pimpinan Financio Feraz.

Dari Kota Ainaro kelihatan cahaya lampu yang ada di dekat Pulau Christmas yaitu daerah pengeboran minyak ditengah laut, demikian juga sering kelihatan kapal-kapal berlayar dilaut yang mengarah ke Pulau Nusa Tenggara Timur.

Keterangan gambar : Danyonif 125/SMB Letkol Inf A.A. Tarmana sedang mempersiapkan diri untuk memberikan evaluasi terhadap gerakan pembersihan di sektor Ainaro dan Same Komplek serta penekanan atas terjadinya konban salah lirik terhadap anggota atas nama Prada A. Rambe.

 Mempelajari gerakan GPK ini Satgas melaksanakan operasi di sekitar Cribas sampai ke Manatuto dan terakhir Full Out di Cairui dipinggir Sungai Lalea.    Hasil pengumpulan informasi di lapangan bahwa daerah Cairui Komplek merupakan daerah penghubung dan sumber Logistik GPK dan beroperasi di sekitar Gunung Aitana, Gunung Santo Antonio.

Maka untuk mengejar GPK Danyon memerintahkan Timsus Nagabonar yang dipimpin saya sendiri untuk bergerak dengan gerakan malam dan taktik ambush menuju Gunung Aitana Komplek, Tim saya hanya berjumlah 14 orang.

Disinilah kita merasakan bagaimana membawa anggota untuk bertempur, dengan mempersiapkan segalanya saya kumpulkan anggota untuk mengarahkan dan melaksanakan drill gerakan serta penekanan disiplin tembakan, pada saat gerakan malam
regu tidak bisa bergerak dan berhenti, saya tanya Danpok mengapa tidak bergerak, ternyata nyali prajurit disini diuji menjadi ciut dan takut, akhirnya saya maju di depan sebagai voorspeed dan memimpin gerakan dengan sangat hati hati dengan sesekali melihat arah kompas, gerakan demi gerakan kami laksanakan dengan berloncatan dan terkoordinasi karena kami dilengkapi radio HT untuk komunikasi antar Kelompok.

Pada malam itu di Perengan gunung Aitana memang naluri prajurit berbicara didalam hati, menyatakan bahwa ada musuh, ditandai dengan adanya suara mirip burung yaitu nguk, nguk, nguk, lalu kami laksanakan taktik ambus membuat formasi V saling menutup.

Ternyata rombongan GPK melintas, namun karena posisi kami dibawah tentu kami tak melaksanakan tembakan dan kekuatan musuh sangat besar. Kami biarkan lewat dan dengan mempelajari keadaan medan yang sangat gelap akhirnya kami putuskan untuk melaksanakan pertahanan melingkar dengan Kelompok I mengawasi ketinggian.

Kelompok II mengawasi sungai dan kelompok III mengawasi arah belakang, ternyata pada tengah malam pukul 0100 terdengar suara gerakan di sungai, lalu kami waspada dan saya perintahkan pimpinan tembakan dari saya, setelah gerakan semakin dekat terlihat ada rombongan sedang bergerak di sungai membawa seekor kerbau.(Baca Juga JSM DAMANIK Melirik Bakal Calon Walikota Pematansiantar)

Tentu saya sangat yakin bahwa rombongan GPK sedang membawa logistik menuju Gunung Aitana, saya laporan langsung kepada Danyon dan memerintahkan kami agar lebih rahasia. Karena memang sangat dekat akhirnya kelompok II mengeluarkan tembakan yang padat.

Kamipun mengembangkan formasi untuk mengantisipasi serangan lawan, namun setelah tembakan selama 1 menit tembakan berhenti kami langsung senyap menunggu. Ternyata keadaan tenang saja sampai pagi, maka pagi harinya kami melaksanakan pembersihan menemukan seekor kerbau sudah mati tertembak di dalam sungai namun manusia tidak ditemukan.    

Maka atas perkembangan ini besok harinya Danyonif 125/SMB koordinasi dengan Danyonif 328/R Mayor Inf Prabowo Subianto untuk melaksanakan pengejaran dengan menggunakan Pesawat Helikopter.

Kemudian menurunkan 1 Tim Pasukan Yonif 328 menyusuri anak sungai Lalea, pada saat kami menelusuri jejak GPK ternyata pada Pukul 1100 Tim Yonif 328 sudah kontak tembak dengan GPK dan menemukan 6 pucuk senjata G3, Mouser dan Garand serta GPK terbunuh.

Atas perintah Danyon kami membersihkan sekitar Cairui Komplek karena Kotis berada di Cairui.     Dari hasil Binter di Cairui diperoleh Informasi tentang keberadaan pimpinan tertinggi GPK di daerah Bobosuko Komplek.

Dalam setiap kegiatan operasi saya selalu memplotting dislokasi pasukan, mengecek dan memonitor pergerakan pasukan dalam operasi pembersihan GPK, maka peta, radio Ht, PRC dan Racal tidak pernah lepas dari tangan saya.

Memang benar slogan tentara bahwa peta adalah tikarmu, radio adalah bantalmu, senjata adalah isterimu, saya harus selalu siap menyediakan data, memplot perkembangan situasi di lapangan.

Memonitor perkembangan satuan tetangga, sehingga setiap saat Danyon bisa mengetahui keadaan lapangan, saya salut kepemimpinan Danyon Letkol Inf A.A. Tarmana yang berjiwa pasukan, beliau memilih tetap ditengah-tengah anak buah dalam gerakan.   

Akhirnya Danyonif 125/SMB mendapat perintah untuk membersihkan Bobosuko Komplek dengan Opsgab mendapat BP 3 Yonif yaitu Yonif 126/KC, Yonif 407 dan Yonif 512/Marabunta ditambah 2 Psw BOV-10 dan 1 Pucuk Meriam Armed-9.  

Dalam operasi ini dengan Sandi Operasi Jaring Laba-Laba dengan konsep operasi 4 Pangkal Gerak dengan Sasaran Pokok di tengah (Gunung Bobosuko) berhasil menggiring pemusatan musuh di Bobosuko, setelah pasukan pagar betis mengelilingi sasaran.

Ditembaki dari Armed dan BTU Pesawat Bov-10 sebanyak 2 unit sehingga sasaran terjadi bumi hangus, namun pada pembersihan sasaran ditemukan sasaran dengan bekas perkampungan Fretelin hancur, hal ini langsung disaksikan oleh Pangkoopskam Timtim Brigjen TNI Mulyadi yang langsung berkunjung ke Kotis Yonif 125/SMB. 

Setelah selesai operasi besok harinya Danyon mendapat perintah mengikuti Pendidikan Seskoad di Bandung tanpa mengikuti Test, soalnya Pangkoops Tim Tim merasa bangga dan salut atas konsep operasi Komandan Batalyon, lalu Yonif 125/SMB dbp Wadan Yonif 125/SMB Mayor Inf J.M. Manurung Nrp 25183 persiapan kembali ke Homebase.

Saya bersama anggota persiapan turun ke Dili dalam rangka membuat laporan penugasan serta rencana embarkasi. Saya berangkat duluan ke Dili untuk membuat laporan penugasan Yonif 125/Smb serta koordinasi dengan Koopskam Tim Tim tentang acara Embarkasi di Pelabuhan Dili Timor Timur.   

Pada saat akan kembali ternyata banyak masyarakat yang kami bantu dan bina selama fullout terkesan akan kebaikan pembinaan territorial yang dilaksanakan pasukan Yonif 125/Smb, masyarakat banyak datang ikut mengantarkan di Kapal ada yang membawa burung kakaktua, kayu cendana dan ulos Timor Timur.

Yah..cukup terkesan juga rupanya bagi orang Timor Timur ini, memang banyak persamaan antara orang batak dengan orang Timor ini, bahasanya Tetun agak mirip dengan batak seperti kata “Han” artinya makan, kalau batak “Mangan”, untuk hitungan “ ida, rua, tolu, hat, lima, nen, hitu, walu, sia, sanulu” artinya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, Sembilan, sepuluh.  


Kalau batak “ sada, dua, tolu, opat, lima, onom, pitu, wualuh, siah, sapuluh”,  adat istiadatnya juga ada persamaan, orang Timor bila membuat pesta besar dengan lambang memotong Babi, makanya harga babi di Timor sama dengan harga emas, Ulos Timor juga mirip dengan ulos batak. (Lee/Bagian ke-2). 

Mayor Inf JSM Damanik Menuju Siantar 1 (Bagian 1)

Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos.
BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Sosok Prajurit Saptamargais sejati ini patut diperhitungkan pada pencalonan Walikota Siantar Agustus 2015 mendatang. Cita-citanya yang mulia untuk berbakti di Kota Raja Sangnawaluh itu bisa diwujudkan, dengan bersatu padu mendorong dan menggalang dukungan penuh dari masyarakat Kota Pematangssiantar tanpa terkecuali. Dialah Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos.

Berikut Catatan Pribadi Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos Tentang Perjalanan Hidupnya

Mayor Inf James Sabar Mahita Damanik. S.Sos “Sosok Prajurit yang Saptamargais Sejati”. Saya lahir pada tanggal 5 Januari 1964 di Desa Negeritani Kabupaten Simalungun, dilingkungan keluarga dan masyarakat Simalungun. Orang tua saya termasuk tokoh dalam masyarakat, seorang yang menjabat pengurus gereja selama 25 tahun memegang jabatan bendahara gereja, mendapat penghargaan Veteran dari Pemerintah RI Golongan “D”.

Bapak saya dikenal juga sebagai Tukang di Kecamatan Silaukahean. Karena hampir 50 persen bangunan rumah di daerah Negeri Tani, Sarangpunai, Sirpangopat, Nagoridolog, Happung, Simanabun, Bandar Maruhur,Sidiam-diam dikerjakan oleh bapak saya St. Tajim Libercius Damanik.

Orangtua saya dikenal sosok orangtua yang disiplin dan taat, baik dalam kehidupan gerejani maupun dalam bermasyarakat, ibu saya Mitim Rosmaita Boru Purba Tambak yang juga setia membantu bapak saya dan mengurus kami anak-anaknya.  

Saya menamatkan sekolah SD di SDN-2 Nagoridolog pada tahun 1976, lalu melanjutkan di SMP  Nagoridolog dan tamat pada tahun 1979, lalu saya melanjutkan sekolah di SMAN-1 Kabanjahe dan tamat pada tahun 1983.

Di dalam keluarga, saya anak ke 4, yang banyak memberikan semangat bagi saya untuk mengikuti sekolah dan mengejar cita-cita adalah abang saya Hermanus Damanik saat itu bertugas sebagai TNI di Yonif 125/Smb.

Abang saya inilah yang selalu memberikan dorongan untuk berjuang meraih cita-cita, sehingga selama duduk dibangku SMA saya sudah bercita-cita menjadi seorang perwira dan kelak akan meraih pangkat Brigadir Jenderal.   

Cita-cita saya ini terlihat pada beberapa catatan di buku tulis pelajaran sewaktu SMA, hampir semua buku catatan saya pemiliknya tertulis nama Brigjen Drs. JSM Damanik, selaras dengan cita-cita ini, saya mengikuti kegiatan belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh.

Bukti dari kesungguhan saya diantaranya yaitu saya tidak melewatkan waktu belajar dengan bermain-main, kegiatan extrakurikuler di sekolah yaitu Pramuka dengan predikat penegak dan pendega sehingga saya juga selalu terpilih sebagai anggota Paskibra pada Upacara HUT Proklamasi kemerdekaan RI di tingkat Kabupaten Karo.

Kegiatan latihan Beladiri juga saya ikuti di Kabanjahe yaitu beladiri Tae Kwondo dengan pelatih Jhon Modal Pencawan Juara Tae Kwondo Tingkat PON dari Kab. Karo, dengan demikian menambah percaya diri dan kepribadian yang kuat, kalaupun misalnya berantam menghadapi lawan sebaya saya 3 orang.

Saya tidak gentar menghadapinya, saya yakin cukup dengan tendangan upcaki semua sudah selesai. Memang semasa SMA teman-teman saya termasuk semua yang energik dan pilihan yang mempunyai daya pikir yang tinggi.

Mungkin inilah hasil yang murni pada saat seleksi masuk SMAN-1 Kabanjahe yang saat itu cukup Terkenal di Sumatera Utara karena lulusan SMAN-1 Kabanjahe mencapai gelar terbanyak diterima di Perguruan Tinggi terkenal seperti Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor.  

Kehidupan remaja saya selama SMA cukup disiplin. Setiap hari minggu selalu aktif mengikuti ibadah, kalau disekolah waktu itu saya mulai tertarik akan seseorang teman sekelas saya bernama Hanna Purba.

Saya senang kepadanya karena selain orangnya cantik, penampilan dan cara belajarnya juga tekun dan nilainya selalu lebih tinggi dari saya. Saya selalu mencari perhatiannya, bahkan karena tumbuhnya rasa tertarik saya maka saya berusaha mengimbanginya dengan belajar lebih gigih agar nilai saya berada diatasnya.

Akhirnya memang hampir dalam semua mata pelajaran nilai saya jauh lebih tinggi dari dia. Bahkan saya sewaktu kelas II saya juara-1 di Kelas, kemudian pada kelas-3 turun menjadi Juara-3 di Kelas karena pada saat kelas 3 saya fokus mempersiapkan diri latihan fisik untuk persiapan mendaftar Akabri.   

Tapi ketertarikan saya kepada si Hanna Purba hanyalah dalam diri saya sendiri karena sampai kami tamat di SMA. Dia tidak pernah membuka diri untuk mau berteman akrab atau istilahnya berpacaran dengan saya. Namun saya sudah berhasil melalui waktu masa sekolah SMA itu dengan hasil Ebtanas yang memuaskan.

Perjalanan setelah Lulus SMAN-1 Kabanjahe

Untuk melanjutkan mengejar cita-cita saya, setelah tamat SMA saya sudah mempersiapkan diri untuk melamar Akabri. Karena waktu itu walaupun masih Kelas III SMA dan belum mengikuti Ujian Ebtanas boleh melamar masuk Akabri, dengan memakai Surat Keterangan dari Kepala Sekolah, maka proses demi proses berjalan sampai pada selesai Ebtanas.

Saya mulai mengikuti seleksi Akabri tahap kesehatan lulus, dilanjutkan seleksi jasmani lulus. Tibalah waktunya Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), maka saya juga mendaftar Sipenmaru di USU, diterima di Fak Sospol USU dan IKIP Medan tinggal mau memilih kemana mendaftar ulang.     

Suatu keadaan yang sangat sulit karena dalam waktu bersamaan saya masih mengikuti seleksi masuk Akabri pada bulan Juni 1983, maka kesempatan untuk menjadi Mahasiswa saya tinggalkan karena masih mengikuti Seleksi Akabri.    

Akhirnya pengalaman pahitpun harus saya terima karena ternyata saya gugur di Pantukhir Akabri Tahun 1983. Saya menerima keadaan ini dan pasrah mau menjadi apa karena memang saya tidak berdaya, saya tidak mempunyai apa-apa, apalagi dukungan keuangan dari orangtua saya tidak ada karena orang tua saya sakit-sakit dan saudara saya tidak ada yang membantu.   

Maka pada bulan Juli 1983 ada Pengumuman penerimaan Secaba Milsuk, lalu saya putuskan untuk melamar masuk Secaba Milsuk TA 1983/1984 dan mendapat rekomendasi bagi yang kalah di Seleksi Akabri. (Lee) Bersambung.
======

Daftar Riwayat Hidup Singkat ;

Nama                            : J.S.M DAMANIK S.Sos
Pangkat/Corps              : MAYOR  INF
Nrp                               : 546804

Jab/kesatuan                 : KASIOPSDIK SBAGDIK RINDAM I/BB
Tempat/tgl lahir             : N. TANI/5-1-1964
Alamat                          : MESS VIYATA YUDHA RINDAM I/BB
Status                           : K/1
Pendidikan                    :

     a.   Umum                : 1. SD TAHUN 1977
                                      2. SMP TAHUN 1980
                                      3. SMA TAHUN 1983
                                      4. S-1 FISIPOL TAHUN 2001

          

     b.   Militer                : 1. SECABA MILSUK THN 1983/1984
                                      2. SECAPA REG THN 1994
                                      3. SUSSARCABIF THN 1995
                                      4. SUS KIBI HANKAM THN 1996
                                      5. SUSSARPA INTEL ABRI THN 1997
                                      6. SELAPAIF THN 2004
                                      7. SUSPA INTELSTRAT TK-I TH 2008
                                      8. DIKLAT SERTIFIKASI AUDITOR AHLI TH 2009
                                      9. DIKLAT AUDITOR PBJ/SIMAKBMN 2009
                                      10.SUSFUNG WASRIK & AUDITOR TH 2010


Riwayat tugas :

1. THN 1984/1985 DANRUPAN KIPAN A YONIF 125/SMB
2. THN 1986 BATON KIPAN A YONIF 125/SMB
3. THN 1987 BASI-2 OPS SIMAYON KIMA YONIF 125/SMB
4. THN 1988 BATIH KIPAN B YONIF 125/SMB
5. THN 1989 BATISI-2 OPS SIMAYONIF 125/SMB
6. THN 1990-1994 BATISIOPS SOPS KODAM I/BB
7. THN 1995-1996 DANTONMIN DENMADAM I/BB
8. THN 1997 PA PROVOOST DENMADAM I/BB
9. THN 1998 DAN RAMIL 01 KODIM 0204/DS
10. THN 1999 DANTIMSUS BANSUS DENINTELDAM I/BB
11. THN 2000 DAN RAMIL 04/MK KODIM 0201/BS
12. THN 2001 DAN RAMIL 10/ML KODIM 0201/BS
13. THN 2002-2003 DAN RAMIL 05/MB KODIM 0201/BS
14. THN 2004 KASIBINA TRAJUANG BINTALDAM I/BB
15. THN 2005 KADEPMILUM RINDAM I/BB
16. THN 2005-2008 WADAN SECABA RINDAM I/BB
17. THN 2008-2012 PABANDA OPS ITDAM I/BB
18. THN 2013 WADAN DODIK BELANEG RINDAM I/BB
19. THN 2014 KASIOPSDIK SBAGDIK RINDAM I/BB

Tugas Operasi   :

1.   OPS TIMTIM 1988
2.   OPS TIM TIM 1989
3.   OPS GOM ACEH THN 1990-1992

======== 

RAGAM BUDAYA

RAGAM BUDAYA

BS MEDIA ONLINE LUGAS

BS MEDIA ONLINE LUGAS
BERTUTUR DENGAN FAKTA. HADIR SEBAGAI MEDIA INFORMASI ONLINE TENTANG SIMALUNGUN

elevenia

elevenia
Klik Benner

MANISNYA MANGGA HUTAIMBARU SIMALUNGUN

MANISNYA MANGGA HUTAIMBARU SIMALUNGUN
HUTAIMBARU-Ise Nasiam Naliburan Seputar Tongging, Haranggaol, Saribudolok Nasihol Mamboli Mangga Asli Topi pasir (Hutaimbaru) hubungi Nasiam St Berlin Manihuruk (Bapa Nami) HP 083196445749. Harga Rp 7000/kg (Harga di Hutaimbaru) di Jemput di Tongging, atau dijemput di Hutaimbaru. Masyarakat yang lagi liburan di Kabupaten Simalungun, atau di Tongging, Kabupaten Karo, kini bisa menikmati buah mangga khas pinggir Danau Toba, khususnya Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Kini harga mangga Rp 7000/kg di tempat (Hutaimbaru). Jika ada yang berminat bisa menghubungi St Berlin Manihuruk (Petani Mangga Hutaimbaru) di Nomor HP 083196445749. (Asenk Lee Saragih)

Tentang Akbid Citama

Tentang Akbid Citama
Akademi Kebidanan CITAMA adalah Akademi Kebidanan dibawah naungan RS CITAMA yang telah diakreditasi oleh Kementerian Kesehatan RI No. HK 03.2.4.1.03.505. Akademi kebidanan CITAMA didirikan dengan izin lengkap dari Kementerian Kesehatan dan Menteri Pendidikan Nasional RI No.169/D/0/2006. (KLIK BENNER)

GROUP FB BERITA SIMALUNGUN

GROUP FB BERITA SIMALUNGUN
GROUP BERITA SIMALUNGUN INI DIBUAT UNTUK MERANGKUM BERITA-BERITA YANG BERKAITAN DENGAN SIMALUNGUN DARI BERBAGAI SUMBER. SEMOGA BERMANFAAT BAGI PEMBACANYA, KHUSUS WARGA SIMALUNGUN DISELURUH DUNIA.

ZALORA

ZALORA
Klik Benner

PT.EKA SARI LORENA (ESL EXPRESS)

PT.EKA SARI LORENA (ESL EXPRESS)
JASA PENGIRIMAN PAKET (SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

NASI GORENG JENDRAL

NASI GORENG JENDRAL
Nasgor Jendral buka normal mulai Jam 10 pagi s.d Jam 10 malam di TuBiz eat 'n chat, Jl. Tubagus Ismail No. 45 A, Bandung, dan jam 8 pagi s.d jam 8 malam di Kantin Mora, The Grand Sucore Blok C-7, Jl. Suci No. 39, Bandung.(KLIK GAMBAR)

Profil RS Citama

Profil RS Citama
Diawali dengan pelayanan Klinik & RB Citama, yang merupakan balai pengobatan dan rumah bersalin terletak di Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor, dan di Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok, dan sudah melaksanakan pelayanannya sejak tahun 1997. Untuk meningkatkan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kasus rujukan, maka Yayasan Citama Raya meningkatkan pelayanannya dengan mendirikan Rumah Sakit Citama pada tahun 2010 dan resmi beroperasi april 2011 dan tuntas. Di masa sekarang dan yang akan datang RS Citama dituntut agar dapat senantiasa memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas yang baik dan terjangkau oleh masyarakat. Maka RS Citama senantiasa berusaha melengkapi fasilitas, baik kuantitas maupun kualitasnya (dengan alat-alat yang berteknologi canggih).(KLIK BENNER)

RADIO MORA SUMUT & JABAR

RADIO MORA SUMUT & JABAR
RADIO PENCERAHAN HUKUM DAN INFORMASI
 
Contact Facebook: GROUP FB BERITA SIMALUNGUN
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger