.

.
.

BERITA TERBARU

Latest Post

Dibutuhkan Penyelamatan Danau Toba Secara Holistik

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 27 July 2016 | 08:58

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan (tengah) didampingi Gubsu memberikan keterangan pers usai acara penandatanganan nota kesepakatan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Kawasan Danau Toba di Hotel Grand Aston Medan, Senin (25/7/2016).Ist
Luhut Beri Sinyal Tertibkan KJA di Danau Toba Milik Koorporasi 

BeritaSimalungun.com, Medan-Penyelamatan kawasan Danau Toba dari kerusakan lingkungan harus dilakukan secara holistik. Karena kini kerusakan dan pencemaran Air Danau Toba sudah sangat membahayakan yang disebabkan oleh manusia. Kini dibutuhkan penanganan secara Holistik guna mewujudkan kembali Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata internasional di Dunia.

Hal itu diutarakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan ceramah pada acara Dialog Nasional Kebangsaan dan penandatanganan Rencana Aksi Terpadu Penanganan Kawasan Danau Toba oleh Gubernur Sumut dan 7 Kabupaten Kawasan Danau Toba di Grand Aston Hotel Medan, Senin (25/6/2016).

“Tingkat pencemaran Danau Toba itu sudah pada tingkat sangat membahayakan. Akan terjadi paradoks jika pengembangan sektor pariwisata Danau Toba tidak dilakukan tanpa menanggulangi kerusakan lingkungan yang sudah mengakibatkan manusia terganggu,” katanya.

“Kemarin ada cerita, ada orang barat berenang di sana tiba-tiba hidungnya berdarah. Ternyata saat diperiksa, lintah ada dihidungnya. Ini fakta. Untuk itulah, sebelumnya ia  telah menyampaikan kepada Bupati Simalungun JR Saragih untuk lebih serius menertibkan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Toba. Luhut bahkan menekankan, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa mengatur pemerintah,” ujarnya.

“Tidak ada yang tidak bisa kita sentuh. Kau lihatlah. Pengen tahu saya. Sepanjang itu melanggar perundangan dan membuat ketidaknyamanan kepada rakyat, pasti kita tindak sesuai aturan. Jadi saya tidak suka dibilang tidak bisa menyentuh, emangnya dia itu siapa? Emangnya dia siapa? Tentu prosesnya ada, kita juga harus mentaati peraturan,” katanya.

Luhut menegaskan, seluruh perusahaan yang saat ini beroperasi di kawasan Danau Toba terindikasi merusak lingkungan. Untuk itu, seperti TPL misalnya diminta untuk melakukan audit terhadap mesin yang sudah tua, harus ramah lingkungan, jangan sampai bau, dan harus memiliki HTI sendiri yang cukup untuk kebutuhannya.

“Saya tidak bilang soal TPL ditutup, tapi TPL harus mematuhi masalah lingkungan. Dia harus mengaudit mesinnya sendiri, karena sudah mesin tua. Dia harus ramah lingkungan, jangan sampai bau, dan dia harus memiliki HTI-nya sendiri yang cukup memenuhi kebutuhannya. Jangan sampai pohon hutan lagi dipotong untuk memenuhi kebutuhan dia,” tegas Luhut.

Ia juga mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada pihak TPL, agar segera berbenah. “Jadi jangan ada yang merasa kami tidak terlibat. Saya sudah bilang sama yang punya, malah Luhut Panjaitan diisukan punya saham. Pala kau punya saham. Nggak bisa pak. Saya jengkel betul itu. Jangan bikin isu-isu lah, nggak lah. Saya tidak sekaya mereka, tapi saya tidak melacurkan harga diri saya, nggak akan. Jadi kalau ada yang merasa tidak bisa disentuh, pengen tahu saya apa dia nggak bisa disentuh,” kesalnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan penertiban KJA di kawasan Muara. Ada sekitar 50 KJA yang ada di kawasan ini, namun seluruhnya milik warga, bukan milik korporasi.

Nikson menargetkan, KJA di kawasan Tapanuli Utara akan tuntas pada Desember 2016. Sementara untuk warga yang harus beralih dari petani KJA, pemerintah akan memberikan perhatian.

“Bisa nanti kita berdayakan, apakah rumah mereka kita jadikan rumah singgah dengan bantuan perbaikan, atau dengan memberikan subsidi menjadikan mereka pedagang yang bagus atau mensubsidi sektor pertanian mereka,” kata Nikson. (BS)

Gereja Dukung Pembangunan Pro Rakyat, Tolak Pembongkaran KJA Haranggaol

Pastur Hillarius dan Team Universitan Sumatera Utara (USU) saat melakukan pendampingan kepada petani KJA Haranggaol. Pihak gereja dan mahasiswa juga berupaya untuk menolak pembongkaran KJA di Haranggaol tanpa memberikan solusi yang menguntungkan petani KJA. Ist

BeritaSimalungun.com, Haranggaol-Rencana pembenahan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata Nasional, termasuk Danau Toba di Haranggaol, Kabupaten Simalungun mengundang reaksi berbagai pihak. Pro kontra juga muncul terkait dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Simalungun yang membongkar paksa Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga setempat.(Baca: Spanduk Penolakan Pembongkaran KJA di Haranggaol "Berkibar")

Bahkan pembongkaran KJA milik warga oleh tim gabungan TNI/Polri atas perintah Bupati Simalungun JR Saragih di Parapat pekan lalu, mengundang reaksi negatif terkait dengan destinasi wisata Danau Toba.(Baca: Pastor Hilarius Sebut Bupati Simalungun Pengecut terkait Pembongkaran KJA)

Kini petani KJA di Haranggaol juga resah akibat dari aksi pembongkaran paksa KJA milik warga di Parapat tersebut. Bahkan reaksi dari gereja pun muncul. Gereja mendukung pembangunan yang memajukan masyarakat setempat dan bukanpembangunan yang merugikan masyarakat lokal apalagi meminggirkan masyarakat lokal.(Baca: Cerita Warga Pemilik KJA di Danau Toba, Mereka Dibentak Aparat)

“Pendampingan dan advokasi dari Keuskupan Medan bersama Pastor Hilarius Kemit. Semakin banyak jalur pendampingan dan advokasi untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat, perjuangan akan semakin kuat. Dan sampaikan aspirasi dengan Damai, jangan sekali-kali dengan kekerasan. Dengan kekerasan menjadi Pintu Masuk para provokator untuk memecah belah perjuangan. Intinya dengan kesatuan atau “HASADAON” kita semua masyarakat petani KJA, masih dibutuhkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat  akan HAK-HAK nya,” ujar Ir Rikson Saragih.

Hal itu mencuat saat perbincangan Pastur Hillarius dan Team Universitan Sumatera Utara (USU) saat melakukan pendampingan kepada petani KJA Haranggaol. Pihak gereja dan mahasiswa juga berupaya untuk menolak pembongkaran KJA di Haranggaol tanpa memberikan solusi yang menguntungkan petani KJA. (Rodo)

Jelang Kunjungan Panglima TNI ke Haranggaol, Sekolah dan Kantor Camat Mendadak Warna Biru

Jelang Kunjungan Panglima TNI ke Haranggaol, Sekolah dan Kantor Camat Mendadak Warna Biru. Foto diabadikan Selasa 26 Juli 2016 Oleh Soemardi Sinaga Bonor.
BeritaSimalungun.com, Haranggaol-Jelang kunjungan kerja (Kunker) Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Haranggaol, Kabupaten Simalungun Jumat 29 Juli 2016, sejumlah sekolah SD, kantor kelurahan, kantor camat mendadak jadi warna biru. Para Anggota TNI juga mempersiapkan diri serta mempersiapkan tempat-tempat  tertentu yang akan di Panglima TNI.

Salah satu warga Haranggaol, Soemardi Sinaga Bonor, Rabu (27/7/2016) menuliskan, Kantor Lurah dan Kantor Camat serta bangunan SD Negeri 091358 Haranggaol, Horisan dicat dengan warna biru.


Agenda dalam kunjungan Panglima TNI itu diantaranya, Membuat KK-KTP-Akte Lahir-Akte Nikah (gratis), Pelaksanaan Kontap KB Gratis -Implan, Pil dan Suntik, Pembagian Sembako, Perpanjangan SIM A dan SIM C. (BS-01)




Jelang Kunjungan Panglima TNI ke Haranggaol, Sekolah dan Kantor Camat Mendadak Warna Biru. Foto diabadikan Selasa 26 Juli 2016 Oleh Soemardi Sinaga Bonor.

Jelang Kunjungan Panglima TNI ke Haranggaol, Sekolah dan Kantor Camat Mendadak Warna Biru. Foto diabadikan Selasa 26 Juli 2016 Oleh Soemardi Sinaga Bonor.






Jelang Kunjungan Panglima TNI ke Haranggaol, Sekolah dan Kantor Camat Mendadak Warna Biru. Foto diabadikan Selasa 26 Juli 2016 Oleh Soemardi Sinaga Bonor.

Panggung di Tano Lapang Haranggaol.



TNI berasal dari rakyat, mitra rakyat dan mengutamakan dialog bersama rakyat. Ir Rikson Saragih dan Darma Purba diskusi bersama Kasdim 0207 Mayor (TNI) Adi Sutrisno dan Danramil Kec Purba Lettu Sipayung di Haranggaol.Ist

Telan Narkoba, Tiga Pria di Tanah Jawa Diciduk

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 26 July 2016 | 17:38

BeritaSimalungun.com, Tanah Jawa-Tiga orang laki-laki diamankan jajaran Polsekta Tanah Jawa karena diduga telah melakukan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu. 

Ketiga pelaku tersebut yakni DEDY SEMBIRING (40) Wiraswasta, Warga Jalan Nagur Kelurahan Pamatang Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, CHANDRA RITONGA (25), Pengangguran, Warga Huta Kampung Malayu Kelurahan Pamatang Tanah Jawa Kabupaten Simalungun dan ZEIN SINAGA (30), Petani, Warga Kampung Korem Nagori Mekar Bahalat Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun. Ketiganya diamankan  pada hari Senin (25/7-2016) sekira pukul 16.15 wib di Perladangan sawit milik DEDY SEMBIRING tepatnya di Huta Kampung Melayu Kelurahan Pematang Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.
 
Para pelaku berhasil diamankan berawal dari informasi masyarakat, bahwasanya di Perladangan sawit milik DEDY SEMBIRING tepatnya di Huta Kampung Melayu Kelurahan Pematang Tanah Jawa Kabupaten Simalungun sering dijadikan tempat transaksi Narkotika jenis Sabu. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan para pelaku sedang mengkonsumsi Narkotika jenis Sabu. 

Dari para pelaku ditemukan barang bukti  berupa 9 paket/ plastik yang berisi kristal diduga Narkotika jenis Sabu, 1 buah bong, 1 buah kaca pirex, 1 bungkus plastik klip, 1 pirex pompa, 7 buah mancis, 1 buah gunting kecil dan Uang tunai sebesar Rp.2.097.000,-. Untuk dilakukan proses penyidikan, para pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsekta Tanah Jawa.(SyamP)

Friedrich Silaban, Anak Pendeta yang Rancang Masjid Istiqlal

Written By Berita Simalungun on Monday, 25 July 2016 | 16:13

Friedrich Silaban, Anak Pendeta yang Rancang Masjid Istiqlal
image source of KOMPAS
BeritaSimalungun.com-Lahir di Bonandolok, Sumatera Utara, 16 Desember 1912, dia hanya bersekolah di HIS Narumonda, Tapanuli, Sumatera Utara, dan Koningin Wilhelmina School, sebuah sekolah teknik di Jakarta.
Namun, penganut Kristen Protestan dan anak seorang pendeta miskin itu telah melahirkan berbagai bangunan modern pada masanya hingga kini menjadi bangunan bersejarah.

Salah satunya ialah kemegahan sekaligus simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia, Masjid Istiqlal, Jakarta, yang resmi digunakan tepat 38 tahun lalu. (Baca: 22 Februari 1978, Istiqlal Diresmikan Jadi Salah Satu Masjid Terbesar)


image source of KOMPAS


Pada tahun 1955, Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno mengadakan sayembara membuat desain maket Masjid Istiqlal. Sebanyak 22 dari 30 arsitek lolos persyaratan.

Bung Karno sebagai Ketua Dewan Juri mengumumkan nama Friedrich Silaban dengan karya berjudul "Ketuhanan" sebagai pemegang sayembara arsitek masjid itu.

Bung Karno menjuluki F Silaban sebagai "By the grace of God" karena memenangi sayembara itu.

Pada 1961, penanaman tiang pancang baru dilakukan. Pembangunan baru selesai 17 tahun kemudian dan resmi digunakan sejak tanggal 22 Februari 1978. Jadi, hari ini merupakan peringatan ke-38 tahun Masjid Istiqlal.

Dikutip dari surat kabar Kompas edisi 21 Februari 1978, enam tahun setelah Masjid Istiqlal selesai dibangun, F Silaban mengatakan, "Arsitektur Istiqlal itu asli, tidak meniru dari mana-mana, tetapi juga tidak tahu dari mana datangnya."


Friedrich Silaban, Anak Pendeta yang Rancang Masjid Istiqlal
image source of KOMPAS


"Patokan saya dalam merancang hanyalah kaidah-kaidah arsitektur yang sesuai dengan iklim Indonesia dan berdasarkan apa yang dikehendaki orang Islam terhadap sebuah masjid," lanjut dia.

Kesederhanaan ide Silaban rupanya berbuah kemegahan. Jadilah masjid yang berdampingan dengan Gereja Katedral itu tampak seperti masa saat ini. (Baca: Masjid Istiqlal dan "Proyek Megalomania" ala Soekarno)

Masjid Istiqlal berdiri di atas lahan seluas 9,5 hektar, diapit dua kanal Kali Ciliwung, kubahnya bergaris tengah 45 meter, dan ditopang 12 pilar raksasa serta 5.138 tiang pancang.

Dindingnya berlapis batu marmer putih. Air mancur besar melambangkan "tauhid" dibangun di barat daya.

Dilengkapi menara setinggi 6.666 sentimeter, sesuai dengan jumlah ayat Al Quran, masjid itu mampu menampung 20.000 umat.

Udara di dalam masjid begitu sejuk walau tanpa dilengkapi pendingin ruangan. Sebab, Silaban membuat dinding sesedikit mungkin supaya angin leluasa masuk. Silaban ingin umat yang sembahyang di masjid itu seintim mungkin dengan Tuhan.

Haji Nadi, haji asli Betawi yang sembahyang di masjid itu, dalam surat kabar Kompas edisi yang sama mengatakan, "Berada di masjid ini saya merasa betapa besarnya umat Islam."

Dari Gambir ke penjuru dunia

Dikutip dari buku Rumah Silaban; Saya adalah Arsitek, tapi Bukan Arsitek Biasa, Silaban mulai tertarik dengan dunia arsitektur sejak sekolah di Jakarta.

Sayang, "Perderik", demikian dia dipanggil sang ayah, tak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat universitas karena persoalan biaya.

Karier Silaban di dunia arsitek diawali saat bersekolah di Jakarta. Dia sangat tertarik pada desain bangunan Pasar Gambir di Koningsplein, Batavia, 1929, buatan arsitek Belanda, JH Antonisse.
Setelah lulus sekolah, Silaban mengunjungi kantor Antonisse. Dia pun dipekerjakan sebagai pegawai di Departemen Umum, di bawah pemerintahan kolonial.

Kariernya terus meningkat hingga akhirnya ia menjabat sebagai Direktur Pekerjaan Umum tahun 1947 hingga 1965. Jabatannya itu membawa Silaban ke penjuru dunia.

Tahun 1949 hingga 1950, Silaban ke Belanda mengikuti kuliah tahun terakhir di Academie voor Bouwkunst atau akademi seni dan bangunan.

Pada saat inilah, Silaban mendalami arsitektur Negeri Kincir Angin itu dengan melihat dan "menyentuhnya" secara langsung.

Tidak hanya Belanda, setidaknya 30 kota besar di penjuru dunia telah dikunjungi Silaban. Tujuannya satu, mempelajari arsitektur di negara-negara tersebut.

Perjalanannya ke penjuru dunia, terutama setelah kunjungannya ke India, menyiratkan satu hal bahwa jiwa sebuah bangsalah yang mendefinisikan arsitektur bangsa tersebut.

Perjalanan Silaban itu memengaruhi keinginannya dalam "manifestasi identitas asli Indonesia; negara yang bebas dan progresif" melalui karya-karyanya di Tanah Air.

Tutup usia

Sang arsitek tutup usia pada hari Senin, 14 Mei 1984, di RSPAD Gatot Subrotot karena mengalami komplikasi.

Selain Istiqlal, peninggalan Silaban hadir di sekitar 700 bangunan penjuru Tanah Air, di antaranya Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta/1962), Monumen Pembebasan Irian Barat (Jakarta/1963), Monumen Nasional atau Tugu Monas (Jakarta/1960), Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata (Jakarta/1953), hingga Tugu Khatulistiwa (Pontianak/1938).

"Dia pergi setelah mengukir sejarah, suatu sejarah yang lebih tinggi dari karya sebuah hasil seni atau teknologi, tetapi adalah sejarah kemanusiaan, kebersamaan, toleransi. Namanya akan dikenang sepanjang zaman," demikian paragraf penutup di situs bertajuk "Silaban Brotherhood".


(Sumber: berpijak.com

Spanduk Penolakan Pembongkaran KJA di Haranggaol "Berkibar"

Spanduk Penolakan Pembongkaran KJA di Haranggaol "Berkibar". Foto-foto Soemardi Sinaga Bonor.
 


Spanduk Penolakan Pembongkaran KJA di Haranggaol "Berkibar". Foto-foto Soemardi Sinaga Bonor.


Spanduk Penolakan Pembongkaran KJA di Haranggaol "Berkibar". Foto-foto Soemardi Sinaga Bonor.


BeritaSimalungun.com, Haranggaol-Spanduk yang bertuliskan penolakan pembongkaran Keramba Jaring Apung (KJA) di Haranggaol kini "berkibar" disejumlah titik di Haranggaol. Spanduk itu bertuliskan kalau KJA di Danau Toba merupakan mata pencaharian warga setempat. 

Dalam spanduk itu juga dituliskan ucapan selamat datang kepada Panglima TNI yang akan berkunjung ke Haranggaol. Spanduk penolakan pembongkaran KJA di Haranggaol sebagai aksi protes terhadap kebijakan Bupati Simalungun JR Saragih yang memanfaatkan TNI dan Polri dalam membongkar KJA milik warga, seperti yang sudah dilakukan di Parapat 20 Juli lalu. 

Terpisah, Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan, mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak bertindak semena-mena dalam melakukan penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) di sekitaran Danau Toba.

Hal itu disampaikan Luhut, ketika ditanyai awak media usai mengadakan kelas khusus di Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP, Jalan Sangnaualuh Kecamatan Siantar Timur, Senin (25/07/2016).

Menurutnya, pengusaha harus menyesuaikan peraturan tentang Lingkungan Hidup. "Karena itu menyangkut KJA dan TPL, menurut hemat saya mereka harus menyesuaikan peraturan perundang-undangan soal Lingkungan Hidup," katanya.

Masih kata Luhut, jika pengusaha tidak bisa mengikuti peraturan tersebut maka akan ada tindakan yang akan dilakukan. "Kalau mereka tidak bisa komplain atau mengikuti dengan itu maka akan ada tindakan-tindakan administri terhadap mereka, karena lingkungan itu menjadi sangat penting, dan mereka sekarang akan diaudit mengenai itu," sebutnya.

Terkait adanya zero KJA, Luhut mengatakan hak itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup. 

"Kalau memang nanti lingkungan itu kajian hasil dari pada Kementrian Lingkungan dengan persyaratan yang begini-begini yah bisa saja, tetapi teknologi harus diperhatikan, limbahnya harus diperhatikan HTInya harus ada, apalagi jalan-jalan itu rusak karena tronton-tronton yang melebih muatan," ucapnya.

Ditanya soal permohonan masyarakat agar diberikan waktu, Luhut meminta kepada Pemda agar memberikan waktu kepada masyarakat untuk melakukan pembongkaran sendiri. "Tentu ada waktu, ini Pak Bupati ada," tegasnya.


Kita juga tidak ingin semena-mena begitu, kita juga akan kasih waktu, untuk mereka membersihkan sendiri. Setelah itu, kita tidak akan ada toleransi kepada mereka, karena ujung-ujungnya bagaimana turis mau datang kalau bau limbah, jadi kita sekarang harus perhatikan," tutupnya.(Rodo)

Luhut Pandjaitan: Tindak Tegas Pemalak di Sekitar Danau Toba

Menkopolhukam, Luhut B Panjaitan menyerahkan sertifikat penghargaan kepada salah seorang pemenang 1st North Sumatera International Choir Competition (NSICC) 2016 di Open Stage Parapat, Sabtu malam, (23/7/2016).Ist 
BeritaSimalungun.com, Parapat-Adanya pungli di pintu masuk kawasan wisata Parapat pada musim libur lebaran yang lalu sepertinya diketahui oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut B Pandjaitan.

Saat menutup festival paduan suara bertaraf internasional yang bertajuk 1st North Sumatera International Choir Competition (NSICC) 2016 di Open Stage Parapat, Sabtu malam, (23/7/2016), Menteri Luhut menyinggung persoalan pungutan liar yang terjadi di Parapat tersebut.

"Masyarakat Batak di sekitar Danau Toba harus bersikap ramah khususnya kepada wisatawan. Turis jangan dipalak. Pemerintah pusat sudah melakukan persiapan agar Danau Toba menjadi destinasi pariwisata," ujarnya seperti yang dikutip dari rilis Diskomimfo Simalungun yang diterima www.tribun-medan.com, Minggu (24/7/2016).

Mentri Luhut menyampaikan bahwa sudah melakukan proses pembangunan untuk pengembangan Danau Toba sebagai tempat wisata internasional, diantaranya dengan pembangunan jalan tol dari Medan ke kawasan Danau Toba akan tuntas tahun 2019.

"Hal ini tentunya berdampak positip dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba," ujarnya.


Dalam kesempatan ini Luhut menyampaikan bahwa dia sangat mengapresiasi program dari Bupati Simalungun untuk menertibkan Keramba Jaring Apung di Kawasan Danau Toba. Ia juga menyampaikan bahwa tidak peduli kepada orang kuat yang membekeingi para pemilik Keramba Jaring Apung, baik perusahaan maupun perseorangan."Keramba-keramba harus ditertibkan. Tidak ada orang kuat, sudah lewat waktunya. Bupati Simalungun sudah mulai membersihkannya," ujar Luhut.

Sebelumnya tarif retribusi masuk daerah wisata di Parapat tiba-tiba naik drastis, Sabtu (9/7/2016) dan membuat para pelancong keberatan.
Tarif yang dibebankan kepada wisatawan yaitu Rp120 ribu untuk bus besar, Rp50 ribu untuk bus 3/4, mobil pribadi Rp20 ribu, mobil L 300 Rp30 ribu, truk Rp100 ribu dan roda dua Rp10 ribu.

Padahal tarif masuk daerah wisata di Parapat ini sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Simalungun sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 retribusi masuk daerah wisata parapat Rp2.000 per orang dan Rp5.000 untuk mobil.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Simalungun sudah menggratiskan masuk ke kawasan wisata parapat, namun pelaku pungutan liar ini belum ditindak Pemerintah Kabupaten Simalngun. (*)

Sumber: Tribunmedan.com

Cerita Warga Pemilik KJA di Danau Toba, Mereka Dibentak Aparat

Crisma A. Albandjar, Staf Khasus Kepala Staf Kepresidenan (kanan) saat bertemu dengan warga Sualan dan Kadis Perikanan dan Peternakan Simalungun, Pardamean Sijabat, Jumat (22/7/2016). Ist 
BeritaSimalungun.com, Parapat-Kehadiran Crisma A. Albandjar, Staf Khasus Kepala Staf Kepresidenan di Parapat dimanfaatkan oleh para peternak ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Dusun Sualan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, untuk mengadukan nasib. Para pembudidaya ikan mengadu ketakutan karena kedatangan Aparat TNI yang dikirim Bupati Simalungun untuk membersihkan KJA milik mereka.

"Kami sudah berhari-hari disenggak-senggak (dibentak-bentak) sama TNI. Kami takut, kami ngak tahu mau menyampaikan keluhan kami ini kepada siapa," ujar Berkat Lubis, Warga Sualan pemilik KJA saat bertemu Crisma A. Albandjar.

Sebelumnya pembersihan KJA ini sudah dilakukan sejak Rabu (20/7/2016) lalu, yang akan berlangsung hingga Senin (25/7/2016). Dalam pembersihan ini, JR Saragih menurunkan 600 TNI dan Polisi di hari pertama pembersihan dan semakin berkurang dihari-hari berikutnya.

“Khususnya di Parapat harus nol dari KJA. Kita akan menata dan hari ini (20/07) 50 % KJA kita bubarkan (bersihkan) dari Danau Toba. 50 persen lagi untuk mengumpulkan ikannya dan kita kasih batas waktu kepada pemilik sampai tanggal 25/07/2016 KJA harus nol dari Danau Toba ini,” kata Bupati Simalungun JR Saragih saat mendatangi para peternak ikan di dusun Sualan, Kamis lalu.

Saat berbincang dengan Crisma, Berkat membeberkan bahwa mereka memiliki investasi di KJA yang menjadi sumber pendapatan mereka selama ini, yang tanpa solusi diminta harus dibersihkan. Ia juga menjelaskan banyak detail kodisi yang mereka hadapi atas penertiban KJA tersebut.

Dalam penjelasannya Berkat sebagai perwakilan warga Sualan menyampaikan mereka meminta suapaya mereka diberikan waktu hingga Oktober, supaya bisa memanen ikan berukuran kecil yang ada di KJA atau diberikan ganti rugi atas hal ini.

Mendengar keluhan warga, Crisma mengajak Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun, Pardamean Sijabat yang ada dilokasi pertemuan untuk mencari solusi atas hal ini.

Saat terjadi perbincangan dengan Pardomuan, Crisma menyampaikan bahwa pemerintah pusat tidak mau ada konflik antara warga dengan pemerintah daerah atas pengembangan Danau Toba.


"Pemerintah pusat itu tidak mau gara-gara pengembangan Danau Toba masyarakat yang dikorbankan, jadi untuk mereka-meraka ini mari kita cari solusinya, aturan milik kita kok, jadi kita yang mengaturnya," ujarnya.

"Banyangkan kalau bapak berada di posisi-posisi para warga ini, tentu kan gak mau dong dikorbankan demi pemerintah. Pemerintah yang berkorban untuk rakyatnya," tutur Crisma kepada Pardamean.

Pardomuan Sijabat yang mendengar ucapan Crisma menyampaikan bahwa mereka sudah punya target waktu dalam pembersihan KJA di Danau Toba dan target tersebut tidak bisa diubah lagi.

Mendengar hal ini Crisma mempertanyakan kenapa tidak bisa dirobah dan target tersebut dari siapa? Pardomuan tidak menajawab pertanyaan tersebut, namun ia mengatakan bahwa tindakan mereka sudah tepat atas penertiban KJA tersebut.

"Sudah persuasif kami bu. Sudah saya datangi para warga ini. Pak Bupati pun sudah berbicara dengan mereka kemarin. Sudah disepakati penertiban ini sama warga," ujarnya.

Berkat Lubis yang tidak puas dengan penjelasan Pardamena menyampaikan bahwa target waktu pembersihan keramba tersebut disampaikan oleh JR Saragih karena dalam rangka kunjungan Jusuf Kalla dan Jokowi ke Parapat.

Jan Wanner, Kepala Bappeda Simalungun yang berada di lokasi juga menyampaikan bahwa tindakan mereka menertibakan KJA ini juga untuk kepentingan Warga sehingga tidak ada salahnya. "Ini untuk kepentingan warga juga kok," ujarnya dengan nada meninggi kepada Berkat Lubis.

Crisma pun menyampaikan bahwa ia akan menyampaikan permasalahan ini kepada Presiden. "Kami ini adalah mata dan telinga dari presiden. Beliau tidak mau asal bapak senang. Kalau ketahuan, habislah,"ujarnya mengakhiri pertemuan.

Kepada Wartawan, Crisma menyampaikan Presiden Jokowi tidak mau ada warga yang dikorbankan saat pengembangan Danau Toba. Menurutnya pengembangan Danau Toba adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat bukan malah mengorbankan masyarakat.

"Jangan ada warga yang dikorbankan oleh pemerintah. Permasalahan ini akan kita jadikan masukan. Presiden itu harus ada apanya. Pemerintah dengan Warga harus dialog lagi ini, soalnya tadi tinggal tunggu waktu penertibanya diperpanjang hingga ikan kecilnya bisa dipanen atau bisa diganti rugi," ujarnya mengakhiri.(*)


Sumber: tribun-medan.com

Menguak "Korupsi" Bansos Simalungun, Perima Fiktif dan Besaran Bantuan

Simalungun | BeritaSimalungun.com-Pantastis besar anggaran yang ditampung pada APBD Kabupaten Simalungun Tahun 2012 - 2013 untuk realisasi Bantuan Sosial / Bantuan Hibah sehingga timbul dugaan telah terjadinya manipulasi identitas penerima bantuan serta besaran anggaran yang di berikan.

Menariknya informasi yang dihimpun dari sumber yang layak dipercaya bahwa setengah daftar penerima yang dicantumkan pada surat keputusan Bupati yang ditanda tangani Sekretaris Daerah tentang realisasi pemberian dana bantuan sosial / bantuan hibah dan lainya tidak benar keberadaanya ada juga lembaga yang tertera sebagai penerima namun pengurus lembaga menyangkal dan berani mengatakan bahwa lembaga mereka tidak pernah menerima bantuan dari Pemkab Simalungun.

Hal lain yang menarik perhatian adanya organisasi yang berkantor sekretariat di pusat dan kepengurusan pusatnya (DPP) terdaftar di Kemenhumkam terlibat sebagai penerima bantuan dari APBD dengan besar bantuan sangat pantastis sebesar Rp. 2,5M pada dua tahun anggaran. Namun hal ini dilumrahkan para pengamat hukum karena ketua presedium organisasi tersebut adalah Bupati Simalungun.

Selain itu bantuan sosial / hibah yang digunakan untuk pembukaan jalan dari salah satu kecamatan menuju pusat pemerintahan kabupaten tepatnya Pamatang Raya yang dilakukan aparat negara (TNI) yang besar anggaranya mencapai Rp.9Miliar sarat menyimpang dan didasari kepentingan serta disinyalir melanggar Pepres maupun peraturan lainya tentang pengadaan barang dan jasa disamping peraturan menteri keuangan bersama menteri dalam negeri tentang keuangan daerah dan pedoman pemberian bantuan sosial.

Kuat dugaan pemberian bansos/hibah yang sarat menyimpang dan bertentangan dengan hukum tidak ada dicetuskan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah sehingga tidak ada dijabarkan saat rapat Badan Anggaran besama DPRD Simalungun.

Banyaknya anggaran yang diduga diselewengkan maupun dikorupsikan merupakan kelemahan legislatif dalam tupoksinya sehingga kesema menaan sang pimpinan daerah semakin meraja lela mirisnya sebelum penetapan APBD tiap tahun anggota DPRD tidak pernah menerima Peraturan Daerah tentang penjabaran APBD.

Kasus Dugaan Korupsi Bansos TA 2012 - 2013 sarat merugikan keuangan daerah miliaran rupiah belakangan diketahui sudah dilaporkan salah satu LSM namun sampai saat ini belum ada riak riak maupun gelagat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan karena diketahui sang Bupati memiliki beking petinggi indonesia.

Lain sisi bantuan sosial / hibah yang diperuntukkan pelestarian makan pahlawan pejuang kemerdekaan kabupaten simalungun di 5 kecamatan terlihat sarat menyimpang dan adanga konspirasi korupsi sebagai mana fakta lapangan proyek pebaikan makam raja raya yang terletak di nagori simpang panei kecamatan panbean pane yang mendapat anggaran sebesar Rp. 250.000.000.- hanya pelaksanaan pengecatan dan perbaikan pagar makam. ( Syamp )

Bangunan Studio Hotel Kangkangi Peraturan "Sogok" Pemko Siantar




Pematangsiantar | BeritaSimalungun.com-Program cetusan Pj Walikota Pematangsiantar sangat diacungi jempol perihal pembenahan ruang terbuka hijau bahu jalan dengan membongkar lapak jualan masyarakat lemah dibahu trotar jalan dan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan menggusur 22KK nota bene masyarakat kurang mampu.

Sebagaimana diketahui secara peraturan pejabat sementara maupun pejabat pelaksana tugas tidak bisa menerbitkan kebijakan tetapi melanjutkan program terdahul sekalipun menerbitkan kebijakan harus mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri secara tertulis sebagai mana diatur dalam perundang undangan.

Harapan masyarakat pedagang kaki lima yang tergusur dengan otomatisnya memutus mata pencarian untuk bertahan hidup dan warga gusuran bantaran sungai jalan nias Pemerintah Kota Pematangsiantar baik Pj Walikota maupun Kakan SATPOL PP sebagai penegak perda jangan beraninya kemasyarakat lemah tetapi mandul alias tutup mata maupun takut menerapkan UU, PP, PERMEN dan PERDA kepada pengusaha yang telak melanggar sebagai mana dilakukan pemilik Studio Hotel dan Restorant City yang terlatek di bantaran sungai Bah Biak Simarimbun Simpang Dua Pematangsiantar.

Fakta teknis pemilik usaha akomodasi tersebut kuat diduga telah melanggar bagan dan skema master plant yang diterbitkan BPPT pada ambang batas bangunan dari bibir sungai maupun dari sempadan jalan namun Pemko Pematangsiantar tidak mampu membongkar bangunan yang menyalah disebabkan sudah kemungkinan besar menerima sogokan untuk tutup mata.

Ironisnya pemerintah kota pematangsiantar tidak mengerti akan peraturan yang dilanggar sehingga desakam masyarakat untuk kinerja tidak digubris, anehnya pada acara grand opening terlihat papan bunga ucapan selamat sukses dari Kakan SATPOL PP, Julham Situmorang seraya mencoreng dan menpermalukan diri sendiri.

Informasi yang dihimpun pengusaha akomodasi tersebur dekat dengan beberapa petinggi dijajaran kepolisian dan TNI hal ini dibenarkan adanya papan bunga beberapa orang petinggi aparat negara tersebut. sehingga timbulnya kerancuan maupun pertanyaan ada apa dibalik berdirinya Studio Hotel yang hanya bertaraf biasa namun diwarnai dengan embel embel para petinggi.

Carles Siahaan.SH selaku Sekretaris DPP LSM FORUM 13 menyayangkan kinerja Pemko Pematangsiantar yang hanya berani bongkar kios pedagang dan masyarakat yang menempati DAS tetapi tidak bernyali menegakkan peraturan untuk Studio Hotel dan Restorant City.

Jelasnya, atas dasar apa BPPT dibawah kepemimpinan Esron Sinaga meberbitkan IMB Hotel Studio yang berada di bantaran sungai sedangkan masyarakat siantar tidak boleh mendapat izin penggunaan untuk rumah tinggal. karena dalam proses pengajuan izin bangunan harus mengajukan dengan berdasarkan sertifakat tanah apa memang bantaran sungai maupun DAS bisa memiliki sertifikat.

Selain polemik kerancuan penerbitan IMB sisilain Carles Siahaan juga mempertanyakan Izin Usaha Akomidasi Studio Hotel dan Restorant City karena kuat dugaan sampai pemberitaan ini pemilik belum mengantongi izin operasional sebagai mana duatur dalam Peraturan Izin Usaha Akomodasi.

Untuk menjawab desakan masyarakat yang menolak keberadaan Studio Hotel, Carles mendesak supaya ESRON SINAGA selaku Ka. BPPT Pematangsiantar penerbit IMB dan HO bersedia membeberkan informasi surat hak milik lahan berdirinya Studio Hotel dan Restorant City begitu juga FATIMAH S selaku Kadis Porbudpar Kota Pematangsiantar menerbitkan dimedia cetak keabsahan izin usaha akomodasi yang seharusnya juga harus mendapat rekomendasu dari Pemprovsu.

Kasat mata keberadaan bangunan Hotek Studio dan Restorant City terkesan melanggar PERWA Nomor 1 Tahun 2014 tentang IMB serta PERDA Nomor 1 Tahun 2013 tentang RTRW Kota Pematangsiantar serta bertentangan dengan PP Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan DAS disamping Permenhut Nomor P.42/Menhut-II/2009 Tentang Pola Umum, Kriteria dan Standart Pengelolaan DAS dalam hal penerbitan izin bangunan serta kuat dugaan beroperasinya akomodasi belum memiliki Izin Usaha Akomodasi sebagai mana diatur dalam Permen Budpar Nomor : PM86/HK.501/MKP/2010 Tentang  Usaha Penyedia Akomodasi.

Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Pematangsiantar, ESRON SINAGA tidak dapat dijumpai dikantornya tanpa alasan pasti sehingga terkesan menutupi informasi tentang keabsahan IMB milik Studio Hotel dan Restorant City, bungkamnya pejabat eselon II ini karena kuat dugaan telah menerina "sogokan" uang yang sangat besar melebihi jumlah administrasi perda penerbitan izin bangunan.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisara Kota Pematangsiantar, FATIMAH SIREGAR bungkam dan dian tanpa bahasa saat dimintai informasi izin usaha akomodasi sebagai mana pada Peraturan Menteri Pariwisata izin akomodasi perhotelan harus disetujui atau telah diterbitkanya rekomendasi dari pemerintah provinsi.

Kakan SATPOL PP Pematangsiantar, JULHAM SITUMORANG selaku penegak perda diduga juga sudah mendapat setoran dari pengusaha Studio hotel sehingga membedakan secara khusus DAS jalan Nias harus dibongkar setiap bangunan yang berdiri dan DAS Simarimbun dapat digunakan untuk usaha.( Syamp)

Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan di Bandar Huluan

BeritaSimalungun.com, Bandar-Polres Simalungun berhasil mengungkap kasus Pem­bunuhan korban B Geluh Br Ginting alias Intan dan pembakaran rumahnya di Huta VI Nagori Bandar Tongah Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun, Selasa (19/7/2016) pukul 03.00 wib lalu.
 
Korban pada saat peristiwa tersebut ditemukan dalam posisi telungkup, dari kaki hingga pinggang sudah tidak ada. Jasadnya nyaris menjadi abu serta kedua tangannya ikut hangus terbakar. Selain itu, wajah korbanpun tak dapat dikenali dan tidak ada daging yang sisa kecuali tengkorak kepala dan rongga dada bersama warung usaha milik korbanpun habis terbakar tanpa ada tersisa.
 
Setelah dilakukan penyelidikan bersama antara Sat Reskrim Polres Simalungun bersama dengan Unit Reskrim Polsek Perdagangan Resor Simalungun, diketahui bahwa matinya korban disebabkan karena unsur kesengajaan. Setelah berhasil mengungkap peristiwanya, maka personil gabung lansung mengejar dan tangkap pelaku­nya yakni PARMIN Alias GABER (42), Petani, Warga Huta VI Nagori Bandar Tonga Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.
 
Pelaku berhasil diamankan pada hari Jumat (22/7-2016) sekira pukul 22.00 wib di salah satu warung tuak milik warga (PAK LEPES) di Huta VI Nagori Bandar Tonga Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.
 
Menurut pengakuan pelaku, ia melakukan perbuatan keji tersebut dikarenakan pelaku dendam. Pelaku pernah dipermalukan korban pada saat menagih hutang sebanyak Rp. 25.000.- di depan orang lain. 

Dia mengakui bahwa perbuatannya itu direncanakan pada hari pada hari Senin (18/7-2016) sekira pukul 22.00 wib, pada saat itu pelaku pulang ke rumah dari warung tuak si Korban. Kemudian pada hari Selasa (19/7-2016) sekira pukul 03.00 wib, pelaku kembali mendatangi rumah/ warung tuak milik korban, lalu mengetuk pintu depan. 

Saat itu pelaku sudah memegang broti kayu ukuran 2x3 sepanjang 1 meter. Setelah korban membuka pintu, pelaku langsung menojokan broti ke leher korban dan korban langsung jatuh. Melihat korban jatuh, Pelaku malah kembali memukuli leher korban secara berulang kali dan bagian dada, perut, paha kaki korban juga tidak luput dari sasaran pukulannya.
 
Tidak berapa lama, pelaku meletakan kayu broti miliknya, namun hasrat untuk menghilangkan nyawa korban belum reda dari pikirannya dimana pelaku kembali menginjak-injak perut korban. 

Setelah pelaku melihat korban tidak bergerak lagi, pelaku beristirahat sambil menghisap rokok. Namun aksinya kembali dilanjutkan, dimana setelah pelaku selesai merokok, ia mengangkat korban ke tempat tidur yang beralaskan busa tipis kemudian 2 helai selimut digulungkan ke tubuh korban dengan posisi  telungkup lalu pelaku membakarnya.
 
Setelah api membara, pelaku kembali memasukkan pakaian yang didapatnya dari sekitar kamar lalu ditambah 2 helai atap rumbiah yang ditimpakan ke atas tubuh korban. 

Setelah itu pelaku keluar hendak pulang dan pada saat tiba di perbatasan kampung, pelaku melihat kabel listrik. Takut akibat perbuatannya itu akan menjalarkan api ke kampung, pelaku memutuskan kabel listrik dengan mengegreknya dimana egrek itu diambil di rumah masyarakat yang tidak jauh dari lokasi. Lalu pelaku lari pulang ke rumahnya.
 
Pelaku dan barang bukti berupa Egrek Sawit, Kabel Listrik, Kayu broti (terbakar) dan 1 buah Mancis (terbakar) langsung diamankan di Polsek Perdagangan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.(Syamp)

Alami Kangker Hidung Menahun, Aris Pilih Gantung Diri








BeritaSimalungun.com, Bandar-Pada Rabu (20/7/2016) pukul 04.00 wib Dusun III Cemara Nagori Perlanaan Nagori Perlanaan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun gempar karena penemuan ada warga gantung diri (temu mayat).

Pelaku korban bernama Aris (60) warga Dusun II Cemara Nag. Perlanaan Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Kronologis kejadian pada Rabu (20/7/2016) sekira pukul 03.30 wib korban menyuruh istrinya keluar dari dalam kamar dengan alasan korban hendak melaksanakan sholat.

Kemudian istri korban keluar kamar selanjutnya setelah istri korban keluar kamar korban pun menutup pintu kamar. Pada pukul 04.00wib. 

Istri korban merasa curiga kenapa suaminya lama sekali melaksanakan sholat sehingga istri korban membuka pintu kamar untuk mengecek suaminya. 

Saat itu dilihatnya pelaku korban (suaminya) telah tergantung di jerjak Jendela yang terbuat dari besi dengan motip petak petak dengan tali nilon warna putih setinggi lebih kurang 2,5 m. Melihat kejadian tersebut istri korban meminta tolong kepada tetangga.

Diduga korban menggantungkan dirinya ( bunuh diri) dengan seutas tali karena korban putus asa disebabkan penyakit menahun ( kangker Hidung). (SyamP)

Bacok Sanjaya Tondang, Polsek Purba Amankan Polman Manurung

BeritaSimalungun.com, Purba-Seorang laki-laki warga Bandar Saribu RT 7 Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun berinisial Polman Manurung alias Pak Taruli Manurung (30), Petani, berhasil diamankan Tim Gabungan Polsek Purba Resor Simalungun yang dipimpin Kapolsek Purba AKP M Siburian dengan tuduhan melakukan pembunuhan terhadap korban Sanjaya Tondang (25), Warga Bandar Saribu RT 8 Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun pada hari Senin (18/7-2016) sekira pukul 23.30 wib
 
Tersangka PM diamankan pada hari Selasa (19/7-2016) kemarin sekira pukul 13.00 WIB di Perladangan Siboro Nagori Purba Sipinggan Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun. 

Pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban di rumahnya di Bandar Saribu RT 7 Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun. Berdasarkan keterangan pelaku terungkap bahwa ianya menghabisi nyawa koban karena berawal dari permasalahan/ pertengkaran pada saat pelaku dan korban berada di kedai kopi/ tuak milik salah seorang warga Bandar Saribu RT 8 Kelurahan Bandar Saribu Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun.
 
Pada saat di warung itu, pelaku dan korban sempat didamaikan masyarakat sekitar kemudian pelaku pergi pulang ke rumahnya, namun korban kembali mendatangi pelaku. Tepat di depan rumah pelaku, korban membakar sesuatu yang membuat pelaku tersinggung sehingga pelaku kembali mengejar korban dan membacok korban secara membabi buta.
 
Setelah peristiwa tersebut terjadi, korban langsung dibawa ke Klinik Permata Saribudolok terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama namun saat perjalan ke Klinik Korban meninggal dunia dan selanjutnya korban dibawa ke RSU Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk di Otopsi. Terhadap pelaku langsung diamankan di Mapolsek Purba untuk dilakukan proses penyidikan.(SyamP)

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA
PEMATANGSIANTAR. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

GALAN PUNYA GAYA

GALAN PUNYA GAYA
UNTUK DI JAMBI HUBUNGI SH DAMANIK HP 085383195380

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN
JUGA 4 BUKU SEJARAH, ADAT, SENI BUDAYA SIMALUNGUN. HUB: St Drs Jomen Purba (Ketua Yayasan Museum Simalungun). HP 081370266156.

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun
Rumah Produksi Milik Ucok Saragih Djawak di marjandi Embong, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun. Atau persis di Jalan Lintas Siantar-Saribudolok. Kamis 7 Januari 2016. Foto Asenk Lee Saragih.

.

.
JUAL ALAT KELENGKAPAN PANCING DI SARIBUDOLOK

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

KOMUNITAS

KOMUNITAS
Sejarah & Budaya Simalungun

.

.
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

.

.
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

.

.
KLIK BENNER UNTUK PRODUK SELENGKAPNYA

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

HMSI

HMSI
MARI GABUNG..KLIK BENNER

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
SMS 08127477587

PASANG IKLAN ANDA

PASANG IKLAN ANDA
BAHAN EMAIL KE : beritasimalungun@gmail.com

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN
KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
 
Support : Redaksi | Contac Us | PT PARNA KARSA
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by BERITASIMALUNGUN