Trending Topic

Latest Post

Selamat Pesta Sekolah Minggu GKPS Ke 47

Written By Berita Simalungun on Minggu, 24 Mei 2015 | 07.50

Kel Sy Rosenman Manihuruk/ Lisbet Sinaga (Moses Juneri, Ezer Twopama dan Trionel Aguero Manihuruk) Jambi, Minggu 24 Mei 2015.

Gideon Purba dan Resman Saragih Dukung Sortaman Saragih Maju di Pilkada Siantar

Written By Berita Simalungun on Sabtu, 23 Mei 2015 | 21.33

Dukungan itu ditandai dengan jamuan makan bersama dengan tradisi Adat Simalungun "Manurduk Dayok Binatur" dari kedua tokoh birokrasi itu kepada St dr Sortaman Saragih SH MARS, Sabtu (23/5/2015).
BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Dua tokoh birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Simalungun yang sempat digadang-gadang maju di Pilkada Walikota Siantar Desember 2015 yakni Gideon Purba dan Resman Saragih sepakat menarik diri dari niat maju di pencalonan Walikota Siantar dan meminta Sortaman Saragih untuk maju merebut kursi Siantar 1. 

Dukungan itu ditandai dengan jamuan makan bersama dengan tradisi Adat Simalungun "Manurduk Dayok Binatur" dari kedua tokoh birokrasi itu kepada St dr Sortaman Saragih SH MARS, Sabtu (23/5/2015). Hal itu mengundang kagum satu hati dalam kebersamaan atau sejalan dengan Motto Pemerintah Kota Pematangsiantar "Sapangambei Manoktok Hitei" (Bekerjasama).

Dukungan dari berbagai kalangan, baik tokoh masyarakat setempat, aktivis, tokoh agama, partai politik, pemuda dan masyarakat kecil kini mendorong Sortaman Saragih untuk maju di Pilkada Siantar dengan harapan agar Kota Pematangsiantar lebih baik kedepan.

Sejumlah masyarakat meminta Sortaman Saragih untuk memiliki visi dan misi dengan memberikan solusi untuk kemajuan Kota Pematangsiantar serta Pemerintahan Kota Pematangsiantar  bebas dari KKN. (Lee)

Salam komando dalam gotong royong perjuangan. Semoga.

In Memoriam Jhon Lenon Sipayung (1976-2015)

Jhon Lenon Sipayung, pada saat Peluncuran Buku: Refleksi Melayani di Tengah-tengah Masyarakat: Lima Puluh Tahun Pelpem GKPS di Pelpem GKPS, 8 April 2015
Lenon Sipayung, pada saat Peluncuran Buku: Refleksi Melayani di Tengah-tengah Masyarakat: Lima Puluh Tahun Pelpem GKPS di Pelpem GKPS, 8 April 2015. Foto St Jannerson Girsang.

Pagi itu, 21 Mei 2015, saya sangat terkejut membaca status Paulus Sinaga, seorang staf Pelpem GKPS.

"Selamat jalan abangku........Jhon Lenon Sipayung," tulis Paulus Sinaga.

Kaget dan sedih! 

Lalu, saya mengamati foto-foto yang diposting dan ternyata yang meninggal adalah Jhon Lenon Sipayung, staf Bidang Penyuluhan, Pelpem GKPS Pematangsiantar. 

Jhon Lenon Sipayung. Masih muda, energik, harapan pemimpin Pelpem ke depan, sudah tiada. Orang yang selalu menyapaku ramah, membesarkan hatiku, tak akan kutemui lagi untuk selama-lamanya.

Direktur Pelpem GKPS juga mengirim kabar duka melalui sms : "Selamat siang Pak. Kabar duka cita. Telah meninggal dunia Bapak John Lenon Sipayung (staf Pelpem GKPS) tadi pagi pukul 01, dikebumikan besok". 

John Lenon Sipayung meninggal karena sakit dan dirawat beberapa hari di rumah sakit.

"Kamipun sangat terkejut kepergiannya. Selama ini dia tidak pernah sakit dan selalu bersemangat," kata Direktur Pelpem, Juniamer Purba.

Memori  kuputar ke peristiwa 8 April 2015, saat peluncuran buku: "Refleksi Melayani di Tengah-tengah Masyarakat: Lima Puluh Tahun Pelpem GKPS". Itulah pertemuan terakhir kami.

Saat itu John Lenon adalah mengurusi undangan.Dengan baju warna cokelat, dan mirip dengan salah satu kemeja saya.

"Horas kela, sehat do ham torus," sapanya ramah. (Hotras. kela sehat aja terus)

"Ai mase ipakei ho bajungku ambia," kataku berseloroh. (Kenapa kau pakai bajuku, John)

"Yah ase tambah ganteng songon ham,  Kela"katanya. (Biar tambah ganteng, seperti Kela)

John Lenon kebetulan marga Sipayung dan lahir 1976 di Bandar Maruhur, Negeri Dolok, satu kampung dengan mertua saya dan semarga dengan istri saya. Kami begitu dekat dan akrab. 

Lulusan Fakultas Ekonomi USU Medan ini mulai bekerja di Pelpem GKPS pada tahun 2000. Selama 15 tahun dia banyak di lapangan, bertemu dengan para petani. Pekerjaan yang kurang mendapat perhatian para sarjana di era hedonisme ini.

Dalam memori saya terakhir, pada tanggal 8 April itu John Lenon  aktif di pentas, ketika acara Peresmian Tiga Pilar Organisasi Rakyat bersama Herman Sipayung, staf Pelpem.

Ketika pulang ke Medan, dari jalan raya saya mendengar sayup-sayup suara mereka. Dan itulah kenangan terakhir saya tentang pria yang suka menulis ini. John Lenon rajin menulis artikel tentang pelayanan masyarakat di buletin AB mapun media-media cetak lainnya.

Sekali-sekali dia berbicara menyuarakan suara kritis ketergantungan petani kepada pestisida. Kepedulianmu kepada kepentingan petani tidak akan pernah sia-sia. (Medan Bisnis, 23 Nopember, 2011). http://medanbisnisdaily.com/news/arsip/read/2011/11/23/60075/ketergantungan_petani_pada_pupuk_dan_pestisida_sangat_tinggi/#.VV4D30Bbg24.

John Lenon meninggalkan seorang istri Arny Hastuty Damanik, dan dua orang anak yang masih kecil-kecil.

"Yang tertua baru duduk di kelas 3 SD" ujar Direktur Pelpem yang saya hubungi sore ini.

Jenazahnya disemayamkan di rumah duka, Jalan Rakutta Sembiring, Pematangsiantar. 

Besok, wakil ketua bidang hukum HAM dan pemberdayaan perempuan perempuan, DPC GAMKI Simalungun ini akan dimakamkan.

Selamat jalan kawan!

Saya yakin Jhon tidak hanya mati untuk dirimu saja. Kau banyak meninggalkan sesuatu yang bernilai buat banyak orang.  "What we have done for ourselves alone dies with us; what we have done for others and the world remains and is immortal" (Albert Pike).

Hasil karyamu di lapangan akan diingat ribuan petani. Kela akan selalu ingat sapaanmu yang ramah, rasa humormu. Iide-idemu dan karyamu tentang publikasi Pelpem, pengabdianmu selama 15 tahun di tengah-tengah masyarakat akan berbuah. 

Selamat Jalan John Lenon, kela sedih. Begitu cepat kau pergi meninggalkan kami. Berkurang temanku chating di Facebook, berkurang teman diskusi yang kritis dan smart! Turut Berduka. (St Jannerson Girsang)

Catatan Ramlo Hutabarat, Antara Perempuan dan Calon Kepala Daerah


Ramlo R Hutabarat
Bolej jadi, benar juga kata kawanku. Aku sebenarnya tengah mengalami gangguan jiwa. Betapa tidak. Sebab aku suka sekali pada perempuan. Terutama, pada perempuan yang cantik dan menarik. Meski pun kupikir itu syah-syah dan wajar saja. Sebab Mamakku perempuan, istriku juga perempuan, dan putriku pun perempuan. Tidak seperti putri kawanku yang setengah perempuan setengah lelaki. Waria kata orang-orang di kampungku.

Kalau aku melihat perempuan, dimana saja termasuk di gereja, aku selalu senang dan suka. Apalagi, perempuan-perempuan yang berlenggak-lenggok di panggung saat menari dan atau bernyanyi. Aku senang dan suka melihat indah gemulai liuk-liuk tubuhnya saat menari. Melihat jemarinya saja aku suka, juga lengannya, apalagi sorot matanya yang sendu merayu. Pakaiannya ? Apalagi.

Tapi sebaliknya, aku sangat tidak suka bahkan benci kepada siapa saja yang menjadi bakal calon kepala daerah, calon kepala daerah, apalagi kalau dia sudah menjadi kepala daerah. Aku bahkan muak dan hampir muntah pada sikap, tingkah dan polah mereka. Biar siapa pun dia. Kawanku yang akrab denganku saja kalau berambisi menjadi kepala daerah aku berbalik jadi tak suka (padanya) Konon pula kalau sebelumnya calon kepala daerah itu tak kukenal. Marganti Manullang yang sesungguhnya hula-hulaku pun setelah kutahu berambisi menjadi Bupati Humbang Hassundutan, aku jadi tak suka. Termasuk Harry Marbun yang meski pun temanku satu jemaat di GMI (Gereja Methodist Indonesia)

Dua hal di ataslah yang membuatku jadi berpikir bahwa aku memang sedang mengalami gangguan jiwa. Sayang sekali memang, tak ada uangku untuk memeriksakan diriku ke dokter spesialis penyakit jiwa, sekaligus berobat. Kalau uangku cukup, sudah lama aku mengunjungi klinik kesehatan jiwa. Sungguh, aku ingin sembuh dari penyakit jiwa yang kuidap (mungkin)
Kenapa aku tak suka pada bakal calon, calon dan kepala daerah ?

Sepanjang yang kulihat, mereka adalah orang-orang yang tamak, rakus, serakah. Juga parjanji koling, haus kekuasaan dan arogan, mengkedepankan kekuasaan dan selalu menyelesaikan masalah dengan menggunakan uang. Ngomongan mereka sangat tidak sesuai dengan perbuatannya. Ngomongnya ingin mensejahterakan rakyat, tapi nyatanya justru mensejahterakan diri atau kelompoknya dari rakyat. Mereka juga adalah orang-orang yang piktor bahkan munafik (muka nabi pikiran kotor) Dan mengingkari janji bagi mereka tak ada soal, sebab mereka menganut paham janji politik tak ada kewajiban untuk dipenuhi.

Tak mengenal diri, juga ciri khas bakal calon, calon bahkan kepala daerah. Saat jelang pemilukada, mereka datang dan menyatakan sangat mencintai daerahnya dan ingin membangun anak negeri. Berupaya meningkat kehidupan anak negeri dengan cara ini dan cara itu. Mengektifitaskan serta melakukan efiensi anggaran, menempatkan (ASN) Aparatur Sipil Negara di daerahnya secara baik dan benar sesuai dengan latar belakang pendidikan serta pengalamannya. Juga melakukan penghematan anggaran, termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Mereka juga berjanji untuk melakukan penghematan dengan cara memangkas biaya-biaya perjalanan dinas, membatasi fasilitas pejabat, dan lain-lain dan lain. Dan saat menjadi kepala daerah, semuanya ngomong doang dan celakanya mereka tidak merasa apa-apa.

Kalau bakal calon kepala daerah sudah menjadi calon kepala daerah dan akhirnya menjadi kepala daerah, semua yang diucapkannya dan dijanjikannya hanya isapan jempol semata. Omong doang, dan celakanya (sekali lagi), mereka tidak merasa bersalah dan tidak merasa apa-apa. Menelantarkan anak negeri bahkan korupsi dan korupsi melulu. Jangankan generasi muda anak negerinya, guru-guru pun selalu diperas bahkan dizolimi. Ada ASN yang menentang kebijakan sang kepala daerah, segera pindahkan ke daerah terisolir dan kalau perlu dipecat. Tak terbilang pula sekiranya sang ASN tidak loyal dan manut. Nonjobkan. Kenapa rupanya ?

Ketika menempatkan ASN untuk menduduki jabatan struktural, seorang kepala daerah selalu menggunakan seleranya saja berdasarkan suka atau tidak suka. Biar sebelumnya bidan desa atau guru PAUD, bisa saja diangkat sebagai camat apalagi guru SD. Biar guru bidang studi tata busana di sebuah SMK, diangkat saja menjadi Kepala Dinas Tata Kota. Yang penting ada tata-tatanya. Mau jadi Kepala Dinas Tata Kota yang cuma guru tata boga di SMK, kenapa rupanya ? Yang penting (sekali lagi) ada tata-tatanya.

Kelompok, saudara, kerabat, handai tolan atau bahkan tetangga segera dipromosikan untuk menduduki jabatan struktural yang potensial serta strategis, meski pun tidak memenuhi persyaratan. Lihat misal Indra Simaremare yang diangkat Nikson Nababan sebagai Kepala Bappeda Tapanuli Utara. Belum pernah menduduki jabatan eselon II dimana saja, mendadak diangkat menjadi Kepala Bappeda. Makanya tak heran, belum setahun sejak Indra menjadi Kepala Bappeda Tapanuli, sudah diadukan oleh sebuah LSM di daerah itu. Sebaliknya lihat contoh Hulman Sitorus yang Walikota Pematangsiantar. Dia justru mengangkat Renward Simanjuntak menjadi Kepala Bappeda karena Simanjuntak yang satu ini sudah terbilang berpengalaman di beberapa jabatan eselon II lainnya. Makanya, Renward pun mahir dan cerdas melakoni perannya.

Kepala daerah, juga banyak yang mengangkat guru menjadi kepala dinas. Ada guru olahraga yang dipercaya menjadi Kepala Inspektorat. Ada juga guru penjas yang diangkat menjadi Kepala Bappeda. Ada sarjana pertanian yang sebelumnya bertugas di Dinas Sosial tapi belakangan diangkat menjadi pejabat di Dinas Pendidikan yang membidangi sarana dan prasarana. Kalau akhirnya tugas-tugasnya mandeg di bidang itu, siapa yang salah ?

Akh. Terlalu banyak yang bisa saya beri contoh betapa kepala-kepala daerah tak becus mantang-mantang berkuasa penuh di daerahnya melebihi kekuasaan Tuhan Yesus. Kalau mesti saya paparkan disini lengkap dengan contoh-contohnya barangkali tak elok juga bagi saya, sebab banyak di antara mereka yang adalah kawan-kawan saya. Yang patut untuk dicatat disini, tugas-tugas pokok ASN di jajaran pemerintah daerah acapkali mandeg bahkan stagnasi karena pejabatnya justru tidak atau belum mengerti untuk menjalankan atau memerankan. Lihat misal terlambatnya penyaluran Dana BOS di Tapanuli Utara akibat ketidak profesionalan masing-masing staf yang menanganinya.

Tulisan saya ini pun sebenarnya cuma pelipur lara belaka untuk saya renung-renungkan. Dari pada bengong nggak tahu mau kemana pada Sabtu sore hingga malam ini. Dan ini, ada kaitannya dengan uang. Sebab, apa yang dicari orang pagi petang siang malam ? (Kota Pematangsiantar, 23 Mei 2015
Ramlo R Hutabarat).

Pekan Tiga Raya Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun

BERITASIMALUNGUN.COM, Pematang Raya-Pekan Raya setiap hari Sabtu masih menjadi daya tarik Kabupaten Simalungun. Transaksi jual beli pedagang, petani dan lainnya masih menjadi warna tersendiri di Ibukota Kabupaten Simalungun ini. Berikut ini Potret Pekan Tiga Raya Bidikan Dasni Rau. (FB)

Pekan Tiga Raya, Sabtu ( 23/5/2015), Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
Pekan Tiga Raya, Sabtu ( 23/5/2015), Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
Pekan Tiga Raya, Sabtu Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
Pekan Tiga Raya Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
Pekan Tiga Raya Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.


Pesta Rondang Bittang di Simalungun Angkat Kearifan Lokal

Pejabat dan masyarakat Simalungun duduk bersama menyaksikan pagelaran budaya Simalungun dalam Pesta Rondang Bittang di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (22/5/2015).KOMPAS.com/Tigor Munthe

SIMALUNGUN-Dalam rangka melestarikan seni dan budaya Simalungun, pesta budaya yakni Pesta Rondang Bittang (PRB) digelar untuk kali ke-30. Acara ini bertempat di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan berlangsung pada Jumat (22/5/2015).

Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) Totok Sudarwoto dalam sambutannya mengatakan, pihaknya merasa kagum melihat kearifan lokal yang ditonjolkan dalam kegiatan ini. Seluruh warga duduk bersama mengikuti acara tanpa ada batas antara pemerintah dengan masyarakat.  

“Kearifan lokal seperti ini merupakan lem perekat untuk persatuan bangsa  yang harus tetap dikembangkan,” ujar Totok, Jumat (22/5/2015).

Totok mengakui di Kabupaten Simalungun potensi budayanya sangat luar biasa. Maka ia berharap ke depan Simalungin bisa menjadi pusat kebudayaan seperti Yogyakarta. 

“Yogyakarta itu sebagai pusat kebudayaan tidak hanya Indonesia saja, tetapi untuk dunia. Simalungun kita harapkan bisa seperti itu,” katanya.

Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan, kegiatan PRB bertujuan untuk menggali dan melestarikan budaya Simalungun sebagai warisan para leluhur terdahulu. Sebagai generasi penerus diharapkan senantiasa melestarikan dan mewariskan budaya tersebut kepada anak cucu. 

“PRB ini kita laksanakan untuk menggali seni budaya yang telah tertinggal sehingga dapat terus dilestarikan. Karena dalam PRB ini dilaksanakan berbagai kegiatan perlombaan yang dilakukan oleh para leluhur kita terdahulu seperti tor-tor,” katanya. 

Dalam acara tersebut ada pula marsarunai, hagualon, fashion show, vokal solo dan perlombaan olahraga tradisonal seperti marjalekkat, catur, dan marlittun. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Simalungun Jamesrin Saragih menjelaskan, pelaksanaan kegiatan PRB di seluruh kecamatan dipusatkan pada enam lokasi yakni di Kecamatan Gunung Malela, Bandar Huluan, Bandar, Tanah Jawa, Sidamanik, dan Purba. “

Diharapkan ini menjadi peningkatan pelestarian budaya Simalungun terutama pembelajaran bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan seni budaya Simalungun kepada mayarakat luas,” katanya. 

Pembukaan PRB dirangkaikan dengan peresmian areal peristirahatan sejenak (rest area) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Lokasi rest area dinamakan Parsaranan Na Bujur (tempat singgah yang baik atau peristirahatan yang nyaman) ini nantinya akan dijadikan sebagai pusat kebudayaan daerah, lokasi peristirahatan sejenak bagi wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Simalungun, dan sebagai pusat layanan informasi pariwisata. 

Pada rest area itu, para wisatawan dapat menikmati berbagai produk unggulan Kabupaten Simalungun, di antaranya produksi pertanian, perkebunan, industri rumah tangga masyarakat, pembuatan ulos, batik, dan berbagai jenis keterampilan masyarakat, termasuk makanan khas, kesenian, dan kebudayaan Simalungun. 

Pada kesempatan itu, Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) memberikan penghargaan kepada Bupati Simalungun atas kepedulian membina seni budaya dan periwisata daerah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum LKNI Totok Sudarwoto. (Sumber: kompas.com)

Kini Muncul Transportasi Model Baru di Saribudolok

BERITASIMALUNGUN.COM, Saribudolok-Kini ada muncul transportasi mini mirip Bemo di Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Transportasi ini mulai diminati mengingat ukurannya yang minimalis dan efektif untuk kebutuhan transportasi keseharian warga, baik ke ladang dan tujuan lainnya. (Lee)

Transportasi Model Baru di Saribudolok. Foto Lihar Girsang

Transportasi Baru di Saribudolok. Foto Lihar Girsang

Transportasi Baru di Saribudolok. Foto Lihar Girsang

Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat

Written By Berita Simalungun on Jumat, 22 Mei 2015 | 16.43

Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat. Foto Sarido Ambarita.
BERITASIMALUNGUN.COM, Parapat-Suasana kebakaran yang melanda sebuah rumah di Ajibata, Parapat, Jumat (22/5/15) tepatnya depan Hitel Toba Hill. Pemilik runah Morita br Sirait atau borunya Mineer tak ada korban jiwa dan penyebab kebakaran belum diketahui. Semoga keluarga tabah dan mendapat penghiburan dari Tuhan. (Sarido Ambarita)
Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat. Foto Sarido Ambarita.
Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat. Foto Sarido Ambarita.

Bibit Jeruk Unggul di Sumatera Utara

Bibit Jeruk Unggul di Sumatera Utara
Bibit Jeruk Siam Madu (bukan bengkinang). Biasa di tanam di Tanah Karo, Dairi, Simalungun, Sidikalang dan Langkat. Kwalitas dijamin karena batang dasar Citrun dan Mata Okulasi berasal dari ladang jeruk pribadi. Informasi dan tanya jawab Hub Roy Ginting 0812 6025 8684. Harga Nego Ukuran 25cm - 60cm dan 60cm - 120cm. (Lee)
 Informasi dan tanya jawab Hub Roy Ginting 0812 6025 8684. Harga Nego Ukuran 25cm - 60cm dan 60cm - 120cm. 
Bibit Jeruk Unggul di Sumatera Utara

Oknum Kepala SMP Negeri II Tapian Dolok Terancam Dipidanakan

Ramlo R Hutabarat
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Lewat tengah hari tadi, saya diajak Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Simalungun di Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya. Disana berkumpul puluhan guru SMP Negeri II Tapian Dolok, laki-laki dan perempuang. Wajah mereka umumnya tegang saya lihat, dan barangkali syaraf mereka juga. Sayang memang, mata saya cuma bisa melihat wajah mereka. Mata saya tidak bisa melihat syaraf mereka.

Apa soal ? Rupanya para guru itu sedang curhat kepada Johalim sebagai Ketua DPRD. Ini itulah pimpinan mereka di SMP Negeri II Tapian Dolok, begini begitulah dan macam-macam dan lain-lain. Adalah yang arogan, sewenang-wenang, sering mengintimidasi para guru, tak pernah transparan menggunakan Dana BOS, melakukan kutipan liar, dan lain-lain. Poning jugalah saya mendengarnya. Apalagi kondisi saya saat itu tengah tongpes. Bagaimana tak poning mendengar celoteh semacam itu. Apalagi siang menyengat dan saat itu saya belum makan.

Karena itulah saya diam saja untuk beberapa saat. Jemari saya menari-nari di atas tuts HP saya untuk mengesms pacar saya yang jauh di seberang lautan sana. Lebih nikmat saya bercinta dengan pacar saya meski lewat sms, apalagi saat itu pacar saya yang buruh pabrik kerupuk sedang cuti haid dua hari ini. Saya merasa tidak berada di rungan kerja Johalim bersama guru-guru tadi. Saya merasa sedang bermesraan dengan pacar saya.

Tapi ketika pertemuan itu berakhir serta bubar dan lapar saya serta kejenuhan saya sudah hilang karena sudah terlampaui, saya ngobrol ngalor ngidul dengan guru-guru itu di halaman Gedung DPRD Simalungun. Mereka mengulang lagi apa yang mereka sampaikan kepada Johalim tadinya dan saya mendengarkannya lamat-lamat.

"Kalau begitu, adukan saja Kepala SMP Negeri II itu ke polisi", kata saya tiba-tiba dan wajah para guru itu saya lihat kaget.

"Diadukan ? Apa pasal ?", kata salah seorang guru perempuan yang saya lihat cantik dan menarik. Dan saya, memang suka sekali melihat-lihat wajah perempuan yang cantik. Itu karena Mamak saya kebetulan cantik sekali, apalagi Boru saya Noni Andrianti.

Saya katakan, kalau diadukan atau dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Simalungun atau bahkan kepada Bupati Simalungun, tindakan apalah yang dilakukan kepada Rosmey Manurung Kepala SMP Negeri II Taapian Dolok itu ? Saya jawab sendiri : paling-paling tindakan administratif. Atau, paling tinggi adalah menjatuhkan hukuman disiplin. Apalah itu. Sikap atau tindakan seperti ini tidak selalu mendidik yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Itulah yang menyebabkan sulit untuk memberantas kejahatan, kata saya.

Panjang kali lebar kami ngobrol sama dengan luas, akhirnya saya katakan kepada guru-guru itu begini :
Laporkan atau adukan saja oknum Kepala SMP Negeri II Tapian Dolok itu ke polisi. Pasal yang diadukan adalah korupsi atau penggelapan atau penipuan, atau perbuatan tidak menyenangkan, atau pemerasan atau yang lain-lain lagi. Bah kenapa disebut begitu ?

Kata saya, kan sang oknum kepala sekolah tadi telah tidak transparan menggunakan Dana BOS. Artinya, dia menggunakan Dana BOS itu tidak dengan melibatkan Dewan Guru serta Komite Sekolah seperti yang diamanatkan peraturan yang berlaku. Sering melakukan kutipan liar terhadap guru seperti kutipan dengan alasan pemberkasan sertifikasi, kutipan saat uang sertifikasi dicairkan, Dana Tarnsport Pengawas Ujian Nasional tidak dibayarkan, Dana Les Tambahan disunat sang kasek, Penggunaan Dana Klaster senilai Rp 22.000.000,00 yang berasal dari APBD Propinsi yang tidak jelas penggunaannya, kutipan dari guru untuk memasang WIFI di sekolah mereka, kutipan liar dengan dalih untuk membeli kursi plastik, Dana PPL Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen tak diberikan kepada guru, untuk menata taman sekolah yang dikutip dari guru, termasuk kutipan dari semua guru ketika Pengawas dari Dinas Pendidikan berkunjung ke sekeolah mereka.

"Pidanakan saja ! Laporkan ke polisi !", kata saya. Kenapa rupanya ?
Siantar Estate, 19 Mei 2015
Ramlo R Hutabarat

Drs Robensius Saragih Mulai Serius Sosialisasi Menuju Bupati Simalungun

Jelang Pilkada Walikota Siantar, Dukungan Kepada Sortaman Saragih Semakin Menguat

Written By Berita Simalungun on Rabu, 20 Mei 2015 | 09.07

  • BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Jelang Pilkada Walikota Pematangsiantar Desember 2015 mendatang, dukungan masyarakat Kota Pematangsiantar kepada Balon Walikota Pematangsiantar dr Sortaman Saragih SH MARS semakin menguat. Banyak dukungan positif, baik melalui pembicaraan langsung maupun lewat media sosial di Group FB "Sortaman Saragih Menuju Siantar 1 2015".

  •  Berikut ini kutipan dukungan itu:
     
  • Stevanus Poerba Riahman Gerinda....ma ge.....

  • Jhon Kariando Purba mangasah ma hape tene...

  • Sortaman Saragih Mangasah aha do ai lawei.? Ulang mangasah gupak da, anggo mangasah strategi boima.

  • Stevanus Poerba Riahman Anggo mangsa gupak au hu jin lae ....hahaha....

  • Firdannis Purba Ulang nai bng Stevanus Poerba Riahman....
    Tulang Sortaman Saragih pasti bisa...
    Au anak ni anak boru jabu nasiam tulang, partigarunggu..

  • Charli Brata Anggo saud ham menuju Siantar 1, hanami sakeluarga keturunan Simpang Purba Tongah na adong I Siantar kota siap mendukung Ham Abanganda...GBU.

  • Sortaman Saragih Baik, thanks atas dukungan lae Stevanus Poerba Riahman dan panogolan Firdannis Purba. Gos bless Us.

  • Sortaman Saragih Ise do ge ham Charli Brata on?

  • Charli Brata Ahu niombah ni Inang na margoran Boru Sonang Purba, Botou-ni Tulang nami Bestel Purba (Pak Nora) na tinggal I Sirpang Purba Tongah, Bg...Ahu marga Saragih Simarmata Bg Sortaman Saragih. Ongga do ahu manelpon ham sanggah tugas I Bangka ahu Bg. Sonari domma mutasi hu Siantar Bg...GBU.

  • Sortaman Saragih Oo.... domma hubotoh. Par BDB do nasiam tene. Dear, dukung nasia9m ma0 da. Tks. (Lee)

Tanaman Ganja di Desa Pesisir Danau Toba Simalungun Masih Marak

Written By Berita Simalungun on Selasa, 19 Mei 2015 | 20.31

Huta Soping, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun.Foto Asenk Lee Saragih
Ditemukan, Ada 1 Hektare Ladang Ganja di Simalungun Horas Sumut News - Simalungun News - BERITA SIMALUNGUN TERKINI
BERITASIMALUNGUN.COM, Soping-Bisnis narkoba, khususnya ganja ternyata sudah merambah hingga ke desa-desa pesisir Danau Toba di Simalungun. Masih teringat penangkapan gembong ganja warga Desa Nagori Purba, Kecamatan Horisan Haranggaol dan Desa Hutaimbaru, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun 2005 lalu oleh Polda Sumut. 

Bahkan saat itu Polsek Saribudolok, Polsek Horisan dan Polres Simalungun saat itu tak mampu untuk memberantas peredaran dan pertanian ganja di desa pesisir Danau Toba di Simalungun tersebut. Sehingga Polda Sumut akhirnya turun tangan memberantasnya.

Ternyata kasus peredaran ganja di desa pesisir Danau Toba di Simalungun hingga kini masih saja ada. Sepertinya praktik tanam ganja melenggang mulus dan dilindungi oleh oknum-oknum aparat. Hal ini terindikasi dengan keberadaan ladang ganja yang sudah lama, namun tak ada pemberantasan.
 
Baru-baru ini, Polisi kembali menemukan ladang Ganja seluas 1 hektar milik di kawasan pinggiran Danau Toba, Kabupaten Simalungun. Tim Polres Simalungun juga berhasil menangkap pemilik ladang narkotika itu, yakni Sahat Tua Hasiholan Turnip (38) warga Huta Soping, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun.
 
Desa Soping bisa ditempuh dengan jalan darat (roda dua dan empat) dari Saribudolok, Simpang Bage, Bage-Baluhut-Soping dengan waktuk tempuh sekitar 1,5 jam. Juga dapat diakses lewat transportasi Danau Toba berupa kapal Bot Solu (kapal mesin kayu kecil) dari Tongging, Kabupaten Karo dan Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun.

Saat ditemukan, ladang ganja baru dipanen dan akan kembali ditanami tersangka. Sementara ganja yang baru dipanen disimpan di salah satu tempat oleh tersangka.

"Baru dipanen. Sejumlah bibit dan biji ganja yang akan ditanam ditemukan di lokasi ladang. Sedangkan ganja yang dipanen ditemukan di gubuk dan rumah tersangka," kata polisi. 

Didebutkan, penemuan ladang ganja itu bermula dari informasi warga dan petugas TNI. Setelah mendapat informasi dari hasil tangkapan TNI, Polres Simalungun menggerebek lokasi ladang ganja itu.

Kapolsek Sribudolok, AKP B Manurung mengatakan, saat ini kasus itu telah diserahkan ke Sat Narkoba Polres Simalungun untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lanjut. 
 
Lumumba Sidauruk
Pangulu (Lurah) Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimahuta,Lumumba Sidauruk mengaku tak mengetahui kalau warganya bertaman ganja sebagai mata pencahariannya. 
 
Namun demikian, dikalangan masyarakat sudah saling mengetahui praktek bertanam ganja itu, namun tak berani melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat. 
 
Sementara menurut keterangan warga desa setempat, penangkapan tersangka berkat laporan warga Desa Soping kepada Anggota TNI yang bertugas di Kabanjahe, Kabupaten Karo. Penangkapan dilakukan Anggota TNI itu April 2015 lalu.

Saat penangkapan dilakukan, hanya ditemukan 17 batang gaja di ladang milik tersangka yang tumpang sari dengan tanaman tomat. Sementara ditemukan juga bibit ganja di gubuk tersangka dalam kantong.
 
Namun tersangka membantah kalau tanaman ganja itu miliknya. Karena di desanya, ada juga warga desa setempat yang nekat menanam ganja di ladang orang lain. Tersangka hanya menginap 6 hari di Polres Simalungun dan setelah itu dilepaskan karena kurang cukup bukti. (Lee)

HONDA SELALU TANGGUH

HONDA SELALU TANGGUH
KLIK GAMBAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
Profile Klik Gambar

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun
KLIK GAMBAR

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)
 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger