.

.
Email: beritasimalungun@gmail.com

BERITA TERBARU

INDEKS BERITA

Simalungun Masuk Daftar 131 Daerah Habiskan Lebih dari Setengah APBD untuk Gaji PNS

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 21 February 2017 | 07:37

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo .
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) oleh pemerintah daerah masih banyak yang belum efektif. Tercatat lebih dari 100 daerah di Indonesia, habiskan mayoritas anggarannya hanya untuk gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga dana untuk membangun infrastruktur yang lebih produktif sangat sedikit. Pemerintah Kabupaten Simalungun masuk dalam daftar pemda yang menghabiskan APBD untuk gaji PNS.

“Berdasarkan data APBD 2016, terdapat 131 daerah dengan rasio belanja pegawai terhadap total belanja di atas 50%" ungkap Direktur Jendral Perimbangan Keuangan, Boediarso Teguh Widodo, kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Adapun, daerah yang tertinggi dalam menggunakan APBD untuk keperluan belanja pegawai ialah Kabupaten Langkat, yang berada di Sumatera Utara. “Rasio belanja pegawai terhadap total belanja tertinggi adalah 68,4%, yaitu Kabupaten Langkat," ujar Boediarso.

Bila dilihat secara rata-rata nasional, Boediarso menjelaskan dari rasio belanja pegawai terhadap total belanja APBD masih di bawah 50%, yakni sekitar 38,5%. “Adapun rata-rata nasional rasio belanja pegawai terhadap total belanja adalah 38,5%" ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengungkapkan, daerah-daerah yang banyak menggunakan porsi APBD untuk belanja pegawai rata-rata ialah daerah hasil pemekaran, atau Daerah Otonom Baru (DOB).

“Daerah otonom baru kan memang belanja pegawainya banyak, APBD-nya banyak yang digunakan untuk belanja pegawai. Rata-rata itu di daerah baru, baik di kabupaten kota pemekaran," kata dia.

Kemenkeu Siapkan Sanksi untuk Pemda

Masih ada sejumlah daerah yang menggunakan sebagian besar APBD-nya untuk belanja pegawai. Untuk itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mempertimbangkan adanya sanksi untuk daerah yang masih melakukan hal itu.

“Akan kita pertimbangkan (adanya sanksi). Kita akan lihat rekomendasi BPKP, BPK, kalau ada ketentuannya, seperti apa. Akan kita bicarakan," ujar Mardiasmo.

Hal ini disampaikan Mardiasmo saat membuka acara Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TTKD) Tahun 2017 dan Knowledge Sharing Keberhasilan Kepala Daerah di Hotel Royal Ambarrukmo, Sleman, Senin, (20/2/2017).

Mardiasmo mengungkap ada daerah yang menggunakan hampir 80% APBD-nya untuk belanja pegawai. Untuk itu itu dia mengingatkan bahwa APBD adalah anggaran untuk daerah, bukan anggaran untuk belanja pemerintah daerah.

Menurutnya, penerimaan pegawai menjadi salah satu fokus yang diperhatikan. Dengan menggandeng Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), pihaknya akan mengevaluasi juga penerimaan tenaga honorer.

“Kita harus berikan pengetatan pegawai. Ada kepala daerah yang kebanyakan pegawai tapi juga kekurangan pegawai. Kebanyakan pegawai di bidang administrasi tapi kekurangan pegawai di pelayanan publik," ulasnya.

Adanya kebijakan minimal 25% dana APBD untuk pembangunan infrastruktur seharusnya bisa menjadi catatan bagi kepala daerah. Dia kembali mengingatkan 25% tersebut untuk infrastruktur, bukan modal.

“Kalau modal bisa ke aparatur. Kalau mau bangun gedung ya gedung puskesmas (misalnya). Kalau mobil ya mobil damkar, bukan mobil dinas," imbuh Mardiasmo. (*)



Sumber: Detik.com

Dinas Lingkungan Hidup Sumut Akui Ada Lintah di Danau Toba

Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba.IST 

BeritaSimalungun.com, Medan-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Sumut) Hidayati tak menampik bahwa adanya lintah dan kutu di perairan Danau Toba. Dimana keberadaan lintah dan kutu membuktikan kondisi air Danau Toba memang sudah tercemar.

“Karena lintah itu merupakan jenis hewan yang bisa hidup di tempat tercemar, jadi memang kondisi Danau Toba itu sudah tercemar. Kondisi lingkungan di sekitar Danau Toba saat ini bukan semata tanggung jawab instansi LH Sumut saja,” kata Hidayati kepada wartawan di Medan, Senin (20/2/2017).

“Semua pihak, termasuk masyarakat, harus bersinergi dan berkomitmen membenahi kondisi lingkungan di kawasan yang digadang bakal menjadi Monaco of Asia itu. Pencemaran di perairan Danau Toba terjadi di sejumlah titik tertentu dengan kondisi oksigen terlarut yang sangat minim. Sumber utama pencemaran adalah limbah yang berasal dari pakan ikan dan industri lainnya di sekitar danau,” katanya.

Disebutkan, bila limbah domestik dari masyarakat juga memiliki andil dalam pencemaran air Danau Toba. Hidayati juga menegaskan kualitas air di sejumlah titik sudah menurun sehingga tak layak dikonsumsi dan untuk kebutuhan sehari-hari lainnya.

Guna mengatasi masalah pencemaran, Hidayati mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai program-program. Dimana program itu merupakan rencana aksi yang sudah disepakati dalam rangka pengembangan sektor pariwisata di Danau Toba.

“Pemerintah pusat melalui Kementerian PU akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah di sana. Semua limbah akan disaring hingga memenuhi indikator baku mutu sebelum disalurkan ke Danau Toba,” katanya.

Selanjutnya juga akan ditetapkan daya tampung produksi ikan, yang untuk sementara ini ditetapkan sebanyak 50 ribu ton per tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui surat nomor S.555/MENLHK/PPKL/PKL.2/12/2016 tentang Daya Dukung dan Daya Tampung (DDDT).

“Daya tampung tersebut perlu ditetapkan demi menekan dampak limbah pakan ikan terhadap perairan danau. Upaya ini juga harus didukung dengan penataan Keramba Jaring Apung (KJA) yang baik. Selain itu, Hidayati mengungkapkan perlunya proses pemurnian air untuk membenahi kualitas di perairan danau tersebut,” ujarnya.

Segera Atasi

Menanggapi berita adanya lintah dan kutu di perairan Danau Toba, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRD Sumut), Sutrisno Pangaribuan ST meminta pihak terkait segera diturunkan.

“Bila Polda Sumut, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut butuh kecepatan untuk ke Danau Toba maka dapat menggunakan helikopter Basarnas," tegas Sutrisno kepada wartawan, Senin (20/2/2017) di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Saran tersebut bukanlah lelucon, karena berita yang telah tersebar di kalangan masyarakat bila tidak segera diatasi maka akan memberikan dampak negatif yang luas bagi pembangunan Danau Toba sebagai Monaco Asia.

“Saya serius, karena apa, karena ini berdampak masalah, bisa kemana-mana dan sudah menjadi berita konsumsi. Terlepas benar atau tidaknya berita itu, pemerintah ataupun institusi resmi harus segera melakukan penyelidikan agar permasalahan itu dapat segera diatasi dan masyarakat tidak bertanya-tanya terus," jelas Anggota Komisi C DPRD Sumut ini.

Menurutnya, permasalahan lintah di Danau Toba akan memberikan akses negatif bagi turis domestik dan juga asing bahwa Danau toba itu tidak layak untuk dikunjungi. Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar hasil penyelidikan dapat dilakukan secara terbuka dan secepatnya karena hasilnya harus segera diklarifikasi kepada masyarakat.

“Siapapun yang melakukan langkah-langkah penyelidikan maka ini harus terbuka. Justru kalau tertutup dan hasilnya tidak diumumkan maka masyarkat akan enggan untuk mengunjungi Danau Toba, mereka akan mengatakan ngapain lagi kita ke Danau Toba karena Danau Toba sudah banyak lintah," katanya. (BS-3)


Misteri Persembahan 4 Potong di GKPS Jambi

Uang Kertas Seribuan ditemukan Dipotong Empat dalam empat tempat kolekte saat penghitungan Persembahan (Kolekte) di Ruang Konsistori GKPS Jambi usai ibadah Minggu di GKPS Jambi 19 Februari 2017. Foto Asenk Lee Saragih 

BeritaSimalungun.com, Jambi-Pada Ibadah Minggu di GKPS Jambi 19 Februari 2017 saat penghitungan persembahan (Kolekte) muncul lagi Kolekte Uang Seribuan Kertas Dipotong Empat. Setiap potongan ada pada kantong Kolekte yang empat itu. Kejadian serupa pernah terjadi berkali-kali era Pdt Jhon Ricky Purba saat menjadi Pendeta GKPS Resort Jambi medio lima tahun silam Ini benar-benar misterius dan sudah lama menjadi misterius di GKPS Jambi.

Minggu 19 Februari 2017, hal serupa muncul lagi. Benar-benar misterius karena tidak diketahui siapa pelakunya, apa motifnya, bagaimana modusnya, apa tujuannya. Kejadian ini juga benar-benar terus menjadi misterius  karena Pimpinan Majelis dan Majelis Serta Jemaat tidak dapat mencegahnya.

Pada Ibadah Minggu 19 Februari 2017 (Satu Kali Masuk Ibadah Karena Synode Jemaat LPJ 2016) Kotbah Penginjil Wanita D Br Damanik STh. Saat kotbah memang disinggung soal partisipasi pemberian jemaat untuk gereja. Karena dinilai antusiasme Jemaat untuk memberi lebih tinggi kepada kumpulan Marga saat Pesta Bona Tahun dibandingkan kepada Gereja.

Menduga, apakah isi kotbah itu membuat pelaku kembali lagi melakukan pemberian Kolekte dengan potongan empat itu? Tentunya hal ini masih misteri. Kalau dalam hukum Negara Indonesia, pelaku yang sengaja merusak Uang Rupiah bisa dipidana.

Kejadian pemotongan tiga atau empat uang kolekte (Rupiah Kertas Seribuan) di GKPS Jambi sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Sempat tak ada lagi selama empat tahun terakhir. Kemudian  Minggu 19 Februari 2017  muncul lagi kejadian itu.

Mohon maaf saya menuliskan ini, bukan untuk membuka aib GKPS Jambi. Tapi ini adalah fakta yang terus menjadi misteri dan tak pernah ada solusi untuk mengatasinya. Ataukah Pelaku melakukan ini sebagai Protes, penghinaan, hingga kini masih misteri.

Kejadian misteri ini menggeluyut dalam Pikiran dan dipaksa Pikiran untuk menuliskannya. Saya Mohon Maaf Atas Sikap Saya Menuliskan Kejadian Ini di Media Sosial (FB). (Hormat Saya. Asenk Lee Saragih.)  




Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya Evita Melinda Sipayung S Keb

Written By Berita Simalungun on Monday, 20 February 2017 | 17:14





BeritaSimalungun.com, Manado-Keluarga Praeses GKPS Distrik VII Pdt Jameldin Sipayung kini berbahagia dan bersyukur karena Putrinya Evita Melinda Sipayung S Ked telah Diwisuda di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (19/2/2017). Berikut sejumlah foto saat prosesi Wisuda tersebut. (Lee)

Selamat dan Sukses Atas Diwisudanya Fheby Okhita Saragih,S.KG

Selamat dan Sukses atas diwisudanya adik kami : Fheby Okhita Saragih,S.KG (Sarjana Kedokteran Gigi). Putri Bpk.Sy. John M T Saragih - Ketua Komisi I DPRD Simalungun/Fraksi Gerindra).Semoga ilmu dan gelar yang telah diperoleh dapat didharmabaktikan ditengah-tengah keluarga, bangsa dan negara. (Red)

(Foto) Kegiatan Rumah Belajar Buhit Samosir









Kegiatan Rumah Belajar Buhit Samosir




BeritaSimalungun.com-Siap belajar. Makan ubi (gadong). Semangat trus ya adik-adik. Terimakasih lae Dody Amran Manik,atas ubi (gadong) nya buat anak-anak Rumah Baca Buhit. Mari ikut gabung bang Oby Obby Sidabutar, rap manggadong. #MANGGADONG.#HALAKBATAK. #bahagiaitusederhana. (Sodugaon Sitanggang)

Dampak Limbah, Kini Lintah dan Kutu Marak di Danau Toba

Written By Berita Simalungun on Sunday, 19 February 2017 | 18:32

Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba.IST

Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba.IST

BeritaSimalungun.com, Parapat
-Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba.

Pencemaran air di Danau Toba, satu di antara 10 lokasi yang diplot sebagai Kawasan Strategis Nasional tergolong darurat. Tiap tahun air tercemar dengan munculnya hama air spesies hewan lintah dan kutu. Hama itu muncul diduga akibat pencemaran limbah perusahaan ternak babi dan ikan.

Holmes Hutapea, aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba, mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu sudah ada sejak tahun 2015. Hal itu dibuktikan adanya wisatawan yang sempat dilarikan ke Klinik Unit Gawat Darurat Parapat lantaran sekujur badannya dilengketi lintah usai mandi di Danau Toba.

Bahkan pihaknya sudah melakukan penyelidikan dengan cara menyelam ke dalam danau. Di mana telah ditemukan lintah di dasar danau maupun di permukaan dangkal.

“Jadi, limbah-limbah perusahan besar ternak ikan dengan pengadaan Keramba Jala Apung (KJA) dan ternak babi di kawasan Danau Toba itu kami duga penyebab munculnya hama air sejenis lintah dan kutu," kata Holmes, Jumat (17/2/2017) lalu.

Kata Holmes, perusahaan besar itu di antaranya adalah PT Aquafarm, perusahaan Swiss yang mengembangkan usaha budidaya ikan dengan KJA di Danau Toba sejak 1998. Saat ini PT Aquafarm Nusantara memiliki tiga lokasi KJA di Danau Toba, yakni di Kabupaten Samosir, Toba Samosir, dan Simalungun.

Selain PT Aquafarm Nusantara, sejak awal 2012, sebuah perusahaan peternakan ikan besar juga hadir di Danau Toba, tepatnya di wilayah Pantai Tanjung Unta, Tambun Raya, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, yakni PT Suri Tani Pemuka, anak perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Selain perusahaan ternak ikan, diduga ada limbah yang berasal dari Perusahaan ternak babi PT Allegrindo Nusantara yang berlokasi Nagori Urung Pane, Kecamatan Purba, Kabuapaten Simalungun.

“Setidaknya ada tiga perusahaan penyumbang limbah ke air danau. Dan itu penyebab munculnya lintah dan kutu. Itu ada Aquafarm, anak perusahaan Japfa, dan Allegrindo perusahaan ternak babi. Itu pencemaran berupa limbah polusi ke air mereka capai sampai 69 persen terhadap air. Sedangkan limbah perhotelan dan masyarakat 31 persen. Dan iitu sudah terverifikasi dari data dan sudah terpublikasi di media-media massa,” ungkap Holmes.

Lebih lanjut Holmes menjelaskan, Kelompok Pejuang Danau Toba ini sudah membawa sampel ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Simalungun yang bertempat di Kelurahan Parapat, dengan mengumpulkan lintah dan kutu yang dimasukkan ke dalam botol.

“BLH gak pernah mempublis sama masyarakat. Percuma gedung besar tapi pelayanannya tidak ada. Ada apa rupanya mereka dengan perusahaan besar itu? Kita sudah berikan sampel ke BLH Simalungun. Tapi sampai sekarang tidak ada ditanggapi. Mereka terkesan menutup diri. Karena kita tahu, dari tingkat provinsi dan kabupaten sampai yang terendah sudah dapat saweran,” sebut Holmes, mantan penyelam PT Aquafarm.

“Sesuai kata Luhut Panjaitan sewaktu menjabat Menpolhukam untuk membersihkan namanya KJA tanpa ada toleransi dan harus diselesaikan secara bermartabat. 2016 Desember itu paling lama sudah harus dibersihkan,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Kadis Pariwisata Simalungun Resman H Saragih membenarkan dirinya tahu adanya isu temuan hama spesies lintah dan kutu yang diduga berasal dari pencemaran limbah perusahaan. Namun dalam hal ini dirinya mengarahkan agar pihak BLH yang lebih berwewenang menjelaskan.

“Iya benar saya ada tahu itu soal lintah dan kutu di air Danau Toba. Tapi kurang tahu saya bagaimana itu penanganannya. Lebih tepatnya tanya saja ke BLH. Mereka lah yang lebih tahu itu gimana penjelasannya dan sumbernya dari mana kok bisa ada," kata Resman H Saragih.

Camat Parapat Bantah

Camat Parapat, Kabupaten Simalungun James Siahaan membantah keterangan dari Aktivis lingkungan yang mengatasnamakan Pejuang Danau Toba kepada media yang menelusuri dan mengungkapkan pencemaran air berupa jenis hewan lintah dan kutu di Kawasan Danau Toba.

James Siahaan pun mengeluarkan argumen seperti itu karena dirinya sudah mengecek langsung dan bertanya kepada pengelola Danau Toba. James juga sudah datang ke Rumah Sakit Parapat yang katanya ada korban bernama Mangasi yang terkena kutu saat berada di Danau Toba.

“Setelah membaca berita, saya langsung mengecek ke rumah sakit. Langsung ke IGD dan menanyakan tentang pasien tersebut. Pihak rumah sakit mengatakan tidak ada pasien yang di rawat dan datang ke sini karena terkena lintah dan kutu saat berenang di Danau Toba,” katanya.

James Siahaan juga sangat menyayangkan berita yang menurunkan citra Danau Toba di mata para wisatawan. “Jelas saja berita itu membuat keindahan Danau Toba menjadi tercoreng. Karena kabar tersebut tidak benar adanya,”ujarnya.

Pihaknya menyatakan kalaulah memang ada orang yang menjadi korban lintah dan kutu saat berada di Danau Toba, seharusnya jangan hanya batu dan lintahnya saja yang difoto. “Korbannya juga harus difoto. Ini, tidak ada korban yang difoto. Kalau nama Mangasi, di sini banyak nama Mangasi,”katanya.

Disebutkan, untuk memastikan Mangasi sebagai korban lintah dan kutu di Danau Toba, James Siahaan juga mendatangi Puskesmas Parapat dan menayakan langsung kepada Kepala Puskesmas.

“Kepala Puskesmas berkomentar kalau dalam seminggu ini, tidak ada pasien yang masuk karena digigit lintah dan kena kutu di Danau Toba. Nah, dari situ, sudah kelihatan kalau berita itu tidak benar adanya. Berita ini sama saja merusak mata pencaharian warga yang berada di seputaran Danau Toba. Kalau memang benar adanya, aturan korban juga difoto, bukan hanya batu saja yang difoto,”ujarnya.

Pihaknya juga sempat berbincang dengan pengelola wisata di Danau Toba, dan mempertanyakan bahwa adanya korban karena ada lintah dan kutu di Danau Toba. 

“Mereka bilang tidak ada. Nah, jadi bisa saya simpulkan kalau lintah dan kutu tidak ada di Danau Toba. Pihak pengelola wisata juga mengatakan kalau jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Toba tidak berdampak atas pemberitaan adanya lintah dan kutu,”kata James.

“Tidak ada lintah dan kutu di Danau Toba. Buktinya, mengenai korban sudah saya konfirmasi langsung ke pihak rumah sakit dan puskesmas. Mereka tidak ada menerima pasien bernama Mangasi dalam seminggu belakangan ini. Banyak yang merasa tersakiti dengan adanya berita tersebut, salah satunya masyarakat yang berada di sekeliling Danau Toba,” tutup James Siahaan. (BS-1)


Mobil Parkir Seruduk Toko Souvenir di Parapat



BeritaSimalungun.com, Parapat-Sebuah mobil kijang menyeruduk masuk rumah milik Rondang Manurung dan Ferry Sihombing di Siburak-burak, Parapat, Minggu 19 Februari 2017. Mobil tersebut sedang ditinggal pemiliknya saat belanja di toko Souvenir. Mobil tersebut jalan sendiri saat diparkir. Untung tidak ada korban jiwa padahal anak-anak biasanya bermain di depan rumah. (Sarido Ambarita)

Beras Sejahtera Ala Presiden Jokowi

Written By Berita Simalungun on Saturday, 18 February 2017 | 08:49


BeritaSimalungun.com-Tak lama lagi, warga kurang mampu penerima beras sejahtera (Rastra) bebas memilih beras dengan kualitas yang diinginkan. Mereka bisa membelinya di pasar, warung, atau toko.  Bagaimana caranya?

Mereka dibekali uang non-tunai per bulan dalam bentuk kartu. Saldo yang tertera dalam kartu dapat ditukar dengan beras dan bahan pokok lainnya.

Pada 23 Februari 2017 nanti, pembagian kartu-kartu ini dimulai serentak di 44 kota di seluruh Indonesia. Bila lancar, kota dan kabupaten lain pasti menyusul.

Perum Bulog mendukung program ini dengan menyiapkan beras berkualitas. Harga perkilogramnya hanya 8.500 rupiah. Namanya mudah diingat: Beras Kita. Foto: Biro Pers Setpres. (FB Presiden Joko Widodo).



Saat Jokowi Menatap Danau Toba dari Bukit Barisan


BeritaSimalungun.com-Yang tampak di balik pepohonan ini adalah Danau Toba, di ceruk punggung Bukit Barisan, Sumatera Utara. Kawasan Danau Toba ini memendam potensi ekonomi yang besar dari pariwisata. Dan karena itulah, ia harus digarap dengan sungguh-sungguh. Akses transportasi seperti bandara dan jalan harus siap.

Penataan kawasan, pembangunan infrastruktur penunjang seperti hotel, restoran, memperbanyak atraksi wisata serta peningkatan kemampuan SDM. Jangan lupa, Sumatera Utara berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

Dengan posisi yang strategis itu, Provinsi Sumatera Utara – dengan Danau Toba sebagai pariwisata andalan -- bisa dikembangkan menjadi hub internasional.


Kendati begitu, pengembangan kawasan Danau Toba harus memperhatikan manfaat bagi ekonomi rakyat, terutama sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah, agar angka kemiskinan, pengangguran dan juga ketimpangan bisa ditekan seminimal mungkin. Foto: Biro Pers Setpres. (FB Presiden Joko Widodo).

Melewati Bukit Terjal Jalan Setapak, Kisah Perjuangan Murid SD Simanabun


Semangat anak-anak Desa Buttu Bayu, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara menuju SD SD Simanabun, 10 Februari 2017. Mereka harus melewati jalan berbutit terjal setapak dan sungai. Perjalanan mereka sekitar 5 KM setiap harinya menuju sekolah. IST

Semangat anak-anak Desa Buttu Bayu, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara menuju SD SD Simanabun, 10 Februari 2017. Mereka harus melewati jalan berbutit terjal setapak dan sungai. Perjalanan mereka sekitar 5 KM setiap harinya menuju sekolah. IST

Semangat anak-anak Desa Buttu Bayu, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara menuju SD SD Simanabun, 10 Februari 2017. Mereka harus melewati jalan berbutit terjal setapak dan sungai. Perjalanan mereka sekitar 5 KM setiap harinya menuju sekolah. IST

Semangat anak-anak Desa Buttu Bayu, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara menuju SD SD Simanabun, 10 Februari 2017. Mereka harus melewati jalan berbutit terjal setapak dan sungai. Perjalanan mereka sekitar 5 KM setiap harinya menuju sekolah. IST

Berangkat Sekolah, Lewati Bukit Terjal dan Seberangi Sungai

BeritaSimalungun.com, Silou Kahean-Semangat anak-anak Desa Buttu Bayu, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara untuk meraih pendidikan mengalahkan tantangan. Meski Indonesia sudah meraih kemerdekaan 72 tahun, namun kemerdekaan anak-anak sekolah dasar asal Desa Buttu Bayu belum merdeka hingga kini.

Seperti dikutip dari www.fokus-sumatera.com, sungguh miris dan ironis melihat perjuangan yang dialami anak-anak sekolah dasar Desa Buttu Bayu untuk menuju sekolah mereka di SD Simanabun, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Akses jalan menuju SD SD Simanabun dari Desa Buttu Bayu sungguh memprihatinkan, karena hanya jalan setapak dengan melintasi perbukitan dan sungai-sungai kecil. Tak heran, disaan anak-anak SD itu berangkat dan pulang sekolah tidak menggunakan alas kaki.

Kemudahan dan fasiltas bersekolah masih jauh dari apa yang diharapkan oleh anak-anak dari Desa Buttu Bayu. Pasalnya jarak sekolah dari rumah mereka sangatlah jauh. Memang secara geografis letak sekolah  dengan rumah tempat tinggal mereka hanya berjarak kurang lebih 5 kilo meter.
SD Simanabun Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara . IST
Namun menuju sekolah maupun pulangnya mereka harus melintasi perbukitan yang terjal dan menyebrangi sungai Bah Balotu Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun   tanpa jembatan.
Desa Buttu Bayu adalah  sebuah desa yang terdapat di Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun. Desa Buttu Bayu berbatasan langsung dengan Desa Simanabun, Kecamatan Silou Kahean.

Desa Buttu Bayu adalah pemekaran dari Desa Simanabun. Di Desa Buttu Bayu belum terdapat fasilitas sekolah. Untuk urusan pendidian dasar, anak–anak di desa itu terpaksa menimba ilmu ke Desa Sinasih atau Desa Simanabun.

Desa Sinasih berada di Utara  Desa Buttu Bayu dan Desa Simanabun  di bagian Barat Desa Buttu Bayu. Secara geografis Desa Buttu Bayu dipisahkan tebing dan sungai dari kedua desa tersebut.

Namun akses jalan dari Desa Sinasih dan ke Desa Buttu Bayu sudah terbuka dan sudah layak dilalui kendaraan bermotor. Sehingga sebagian besar anak-anak Desa Buttu Bayu yang memiliki kendaraan sudah memilih sekolah ke SD Sinasih dibandingkan sekolah ke SD Simanabun. Meskipun lebih dekat karena jalan penghubung Desa Simanabun dan Desa Buttu Bayu masih jalan setapak.

Bukit Terjal Menuju Pendidikan

Liberti Saragih salah seorang murid SD Simanabun yang berasal dari Desa Buttu Bayu, mengaku harus bangun jam 04.00 WIB subuh agar tidak terlambat tiba di sekolah (SD Simanabun). Liberti pun menunggu teman-teman lainnya agar berangkatnya secara bersaamaan.

Jika cuaca buruk dan musim penghujan, Liberti Saragih dan teman-temannya sering pulang di tengah perjalanan berhubung sungai yang akan mereka lintasi banjir. Maklum saja mereka menyebrangi sungai tanpa jembatan.

Yang lebih miris lagi ketika hujan turun saat mereka berada di sekolah, mereka harus menunggu sungai surut, baru mereka bisa pulang. Jalan yang mereka lalui adalah lembah bekas jalan yang berubah menjadi aliran air air hujan dan sangat rawan longsor.

Kepala sekolah SD Simanabun, Nursaide Purba, S Pd ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan memberikan  keringanan masuk jam belajar. Karena mereka sering terlambat. Menurut Nursaide Purba, di sekolah anak-anak yang berasal dari Desa Buttu Bayu sering mengantuk di dalam kelas dan daya tangkap belajar mereka berada di bawah anak-anak lain.

“Karena mereka sering terlambat, kami memberikan keringanan jam masuk belajar. Mereka tidak diharuskan ikut berbaris di pagi hari. Kasihan mereka,” ujar Nursaide Purba.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Silou Kahean M Debora Saragih, M Pd ketika dikonfirmasi tentang keberadaan anak-anak SD dari Buttu Bayu ini mengakatan bahwa dalam  tahun ini akan dibangun Gedung Sekolah di Desa Buttu Bayu.


Debora menambahkan bahwa  baru-baru ini dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun telah meninjau lokasi pembangunan gedung sekolah tersebut di Desa Buttu Bayu. (BS-1)

“AHOK Dan JAKARTA”

Written By Berita Simalungun on Friday, 17 February 2017 | 17:59




BeritaSimalungun.com-Tak ada Gubernur di daerah lain yang punya dana operasional rata-rata hingga Rp. 5 Milyar per bulan kecuali Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (AHOK). Dana operasional Gubernur ini adalah mutlak wewenang dan hak dari AHOK dalam menggunakannya untuk keperluan apapun juga terkait dengan pelaksanaan tugas sebagai kepala daerah.

Sebab dana ini adalah sebagai kompensasi atas usaha yang dilakukan dalam rangka memperoleh PAD (Pendapatan Asli daerah), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2010 tentang tunjangan operasional Kepala Daerah. Tunjangan operasional ini dalam bentuk insentif pajak dan retribusi.

Terkait dengan peraturan tersebut AHOK pernah menjelaskan, apabila di sebuah provinsi memiliki PAD sebesar Rp 500 miliar, maka Gubernur berhak mengambil 1 persen dari dana tersebut. Sama halnya seperti yang pernah ia lakukan ketika menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

Oleh karena untuk DKI jakarta PAD-nya mencapai triliunan rupiah maka Gubernur hanya diberikan hak untuk menggunakan 0,15 persen di antaranya.

“Kami pun bingung pakainya, makanya saya ambil 0,12 persen. Saya mau kasih uang operasional saya kepada Wali Kota dan SekDa supaya kalau ke kawinan atau undangan, mereka ada uang,” kata AHOK.

Bila diasumsikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta tahun 2015 sebesar Rp. 44 Triliun per tahun sebagaimana yang pernah disampaikan oleh AHOK, maka untuk tahun ini kemungkinan besar akan meningkat. Dari jumlah tersebut maka dana operasional yang berhak diambil oleh Gubernur DKI adalah sebesar 0.15%, atau hingga mencapai nilai sebesar Rp. 66 Miliar pertahun, atau rata-rata sekitar Rp. 5.5 Milyar per bulan..

Dengan demikian memang benar adanya kabar bahwa Gubernur DKI adalah Gubernur terkaya di Indonesia. Bila AHOK mau menggunakannya untuk kepentingan pribad, niscaya AHOK akan menjadi mantan pejabat yang kaya raya setelah jabatannya berakhir tahun depan.

Namun demikian yang terjadi justru AHOK adalah satu-satunya Gubenur yang mengembalikan sisa dana operasional ke kas negara sebesar Rp. 4.8 Miilyar yang tidak sempat digunakan semasa menjalankan tugas bersama Gubernur Jokowi pada tahun 2014 lalu. Selain AHOK, mana ada Gubernur lainnya di negeri ini yang mengembalikan uang operasional, ketika mereka legser dari jabatannya?

Dana operasional Gubernur ini benar-benar merupakan hak dari AHOK untuk menggunakannya bahkan bila mau, AHOK boleh saja mengambilnya untuk keperluan pribadi. Namun meski demikian, AHOK tak pernah berniat untuk memperkaya diri sendiri dengan adanya dana operasional yang sangat besar tersebut.

AHOK menggunakan dana operasional Gubernur diantaranya untuk menolong warga miskin yang membutuhkan antara lain membantu membiayai warga kurang mampu yang sedang sakit, orang-oramg cacat, anak-anak terlantar, menebus ijasah warga yang ditahan oleh sekolah atau perguruan tinggi, membantu meringankan beban para janda mantan pejabat atau orang-orang yang dahulu pernah berjasa kepada bangsa dan negara dan lain sebagainya.

Dana operasional Gubernur itupun juga tidak semuanya dikuasai oleh AHOK namun sebagian didistribusikan kepada Wakil Gubernur, Walikota dan SekDa. Sebagaimana AHOK pernah menyampaikan bahwa setiap bulan AHOK memberikan jatah uang operasional kepada Sekda DKI sebesar Rp. 100 Juta yang penggunaannya di serahkan sepenuhnya kepada SekDa. AHOK hanya berpesan agar uang tersebut digunakan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan tugas melayani warga Jakarta.

Jadi jangan heran jika AHOK dapat menyumbang kepada warga hingga ratusan juta rupiah, sebab AHOK memiliki dana operasional yang cukup besar. Tapi dana ini sesungguhnya bisa saja ditahan oleh AHOK sampai akhir jabatannya dan kemudian dibawanya pulang, sebab memang penggunaan dana tersebut tidak perlu dilaporkan kepada pihak manapun.

Itulah AHOK. Sebagai Gubenur AHOK benar-benar bejuang untuk kepentingan warganya, bahkan untuk uang operasional yang bisa saja dibawa pulang untuk keperluan pribadi, namun AHOK tetap saja tak mau melakukannya.

AHOK memilih menggunakan uang itu untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan selalu ingin menolong warga agar terlepas dari persoalan yang menjerat kehidupannya. (Prof. Dr. Sutan Remy Sjahdeini)

(Foto) Peletakan Batu Pertama Balai Bolon GKPS Bangun Purba

 
Pdt Syahril Sitopu (Praeses GKPS Distrik VIII) - Camat Bangun Purba - Setia Dermawan Purba - Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan.

Spanduk Ucapan "Selamat Datang" kepada Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan & Rombongan .
Bupati Deli Serdang & rombongan.
 
Tortor Sombah Simalungun.
Tortor Sombah Simalungun.

Idris Sinaga (Tokoh Masyarakat Bangun Purba).

Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan menuju lokasi rencana bangunan utk meletakkan batu pertama. 

Bupati Deli Serdang & Rombongan disambut dgn Tari Pencak Silat Simalungun (dihar) .

Ir. Donald Lumban Tobing.
Jonas Damanik, SH

Ketua Panitia, Setia Dermawan Purba memakaikan seperangkat pakaian tradisional Simalungun kepada bupati Deli Serdang.

Ketua Panitia Drs. Setia Dermawan Purba, MSi meletakkan batu Pembangunan Balai Bolon GKPS Bangun Purba.

Pdt. Syahril Sitopu, MA (Praeses GKPS Distrik VIII) memberi kata sambutan.

Ketua Panitia, Setia Dermawan Purba memakaikan seperangkat pakaian tradisional Simalungun kepada bupati Deli Serdang.


Pdt Syahril Sitopu (Praeses GKPS Distrik VIII) - Camat Bangun Purba - Setia Dermawan Purba - Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan.



Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan didampingi Ketua Panitia Drs. Setia Dermawan Purba, MSi meletakkan batu pertama pembangunan Balai Bolon GKPS Bangun Purba.

Asisten 1 Pemkab DS.


Setia Dermawan Purba (Kiri) dan H. Ashari Tambunan (Bupati Deli Serdang)

Setia Dermawan Purba (Kiri) dan H. Ashari Tambunan (Bupati Deli Serdang)

Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan & Setia Dermawan Purba.

Pdt Syahril Sitopu (Praeses GKPS Distrik VIII) - Camat Bangun Purba - Setia Dermawan Purba - Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan.

Bupati DS menanam pohon mangga.

Ketua Panitia, Setia Dermawan Purba memakaikan seperangkat pakaian tradisional Simalungun kepada bupati Deli Serdang.

Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan memberi kata sambutan.
BeritaSimalungun.com-Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balai Bolon GKPS Bangun Purba, Deli Serdang telah dilaksanakan, Kamis (16/2/2017). Peletakan batu pertama itu dihadiri Bupati Deli Serdang H  Ashari Tambunan & Rombongan. Ketua Panitia Pembangunan Dermawan Purba menambahkan 27 foto soal kegiatan itu. (Lee)

.

.
.

Beras Sigambiri

Beras Sigambiri
Info Lengkap Klik Gambar (Hubungi Agribisnis Kopjaskum Indonesia Call Center: 081-1238-7288 SMS Center: 081-1238-7287/ 0813-1212-3416)

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

Total Pengunjung Saat Ini

Indeks Berita Bulan Ini

PERCETAKAN HUTARIH JAYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA
PEMATANGSIANTAR. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

GALAN PUNYA GAYA

GALAN PUNYA GAYA
UNTUK DI JAMBI HUBUNGI SH DAMANIK HP 085383195380

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN
JUGA 4 BUKU SEJARAH, ADAT, SENI BUDAYA SIMALUNGUN. HUB: St Drs Jomen Purba (Ketua Yayasan Museum Simalungun). HP 081370266156.

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun
Rumah Produksi Milik Ucok Saragih Djawak di marjandi Embong, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun. Atau persis di Jalan Lintas Siantar-Saribudolok. Kamis 7 Januari 2016. Foto Asenk Lee Saragih.

KOMUNITAS

KOMUNITAS
Sejarah & Budaya Simalungun

.

.
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

.

.
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

.

.
KLIK BENNER UNTUK PRODUK SELENGKAPNYA

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

.

.
JUAL ALAT KELENGKAPAN PANCING DI SARIBUDOLOK

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com

PMS JAMBI

PMS JAMBI
KLIK GAMBAR

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
SMS 08127477587

PASANG IKLAN ANDA

PASANG IKLAN ANDA
BAHAN EMAIL KE : beritasimalungun@gmail.com

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN
KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
 
Support : Redaksi | Contac Us | PT PARNA KARSA
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by BERITASIMALUNGUN