}); BeritaSimalungun | Online

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Drs. M Wagner Damanik, M.AP, Ingin Berbuat Demi Kemajuan Simalungun

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 21 August 2019 | 11:14

Irjenpol (P) Drs. M Wagner Damanik, M.AP dan Istri Br Purba.IST
Beritasimalungun-Pembawaanya tenang, kalem, cerdas dan rendah hati, dan murah senyun. Kemampuan analisanya terhadap berbagai upaya pembangunan di Simalungun sangat prima. 

Sebagai calon bupati Simalungun priode 2020-2025, apa yang ditanyakan tentang perbaikan kabupaten Simalungun, dijawabnya dengan tuntas, sampai-sampai saya kehilangan bahan pertanyaan. hanya saja saya sarankan jangan dulu menuliskan semua.

Wajahnya yang murah senyum dan ucapan-ucapannya yang intelektual, merupakan "sosok madani" Irjenpol (P) Drs. M Wagner Damanik, M.AP sangat jelas terlihat dalam penampilannya, ditambah lagi ia mendapat gelar M.AP. 

Tepat apa yang dikemukakan berbagai kalangan masyarakat Simalungun, Wagner Damanik merupakan sosok pemimpin yang sangat akomondatif. 

Ia, punya gagasan untuk membenahi dan memajukan "Bumi Habonaron Do Bona", namun belum memiliki wewenang untuk mengwujudkannya, itulah yang mendorongnya untuk mengubah strategi perjuangannya, Ia, akan maju sebagai calon bupati Simalungun priode 2020-2025.
Irjenpol (P) Drs. M Wagner Damanik, M.AP
Memang ayah dua anak 1). Brata Dolok Bayu Damanik, SH, MH,LLM, 2). Bivynka Kemala Damanik, ST, tidak menyangkal bahwa untuk Habonaron Do Bona agar lebih maju, diperlukan kebijakan untuk mendorong terciptanya perilaku berpolitik yang dapat mensejahterakan rakyat, tidak sektarian, tidak primordial, dan tidak mengutamakan kelompok kepentingan.

Menjadi pemimpin, kata putra kelahiran Sipolha ini, " Pemimpin harus mampu mendengarkan apa yang tidak terucapkan, mampu melihat apa yang tidak terlihat, mampu membaca apa apa yang tidak tertulis". 

Kalau kita sudah mampu membaca dan mendengar keinginan rakyat di Kabupaten Simalungun, sudah barang tentu pemimpin tinggal mengwujudkannya. (Nurdin Saragih)



Pendaki Asal Kabupaten Simalungun (Iglesias Julio Sinaga) Tewas di Gunung Kerinci

Seorang pemuda bernama Iglesias Julio Sinaga (26) warga Batu Tujuh, Kelurahan Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, meninggal dunia, Selasa (20/8/2019) sekitar Pukul 00.46 WIB saat mendaki Gunung Kerinci, Provinsi Jambi. (Istimewa)
Diduga Alami Sesak Napas

Beritasimalungun, Kerinci-Seorang pemuda bernama Iglesias Julio Sinaga (26) warga Batu Tujuh, Kelurahan Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, meninggal dunia, Selasa (20/8/2019) sekitar Pukul 00.46 WIB saat mendaki Gunung Kerinci, Provinsi Jambi.

Iglasias Julio Sinaga melakukan pendakian untuk merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Puncak Gunung Kerinci. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Iglesias sebelumnya sempat mengalami kritis dikarenakan sakit asam lambung dan sesak napas pada Senin (19/8/2019) dini hari.

Disebutkan, berdasarkan keterangan rekan pendakiannya, Iglasias sudah mengalami gejala sakit saat melakukan pendakian. Keadaannya makin memburuk, pada Senin dini hari.

Kapolsek Kayuaro, Iptu Dolizar membenarkan adanya seorang pendaki Gunung Kerinci meninggal dunia diduga karena mengalami sakit.

“Hasil keterangan temannya, korban Iglesias Sinaga sesak napas dan meninggal dunia. Diduga alami asam lambung, katena di lokasi ditemukan obat promag, meninggal di shelter 3,” ujar Dolizar.

Diperoleh informasi, semasa hidupnya karyawan Bank BTN Kota Bekasi ini dikenal pendiam dan hobi mendaki. Iglesias merupakan putra sulung dari tiga bersaudara.

Menurut adik kandung korban, Benthefa Sinaga, Iglesias berangkat bersama rekannya ke Gunung Kerinci, Jambi.

Pada hari, Jumat (15/8/2019) Iglesias dan rekannya sampai di Gunung Kerinci. Besoknya mereka bertemu dan berteman dengan pendaki dari Kota Medan.

“Sabtu 17 Agustus 2019 mereka masih foto bersama. Malamnya Iglesias batuk-batuk namun tidak terlalu parah,” ungkap Benthefa.
Sejak saat itu kondisi Iglesias menurun. Bahkan pada Senin 19 Agustus 2019 dia sempat batuk darah. Saat itu Iglesias sedang berada di shelter 3. Beberapa rekannya sempat meminta pertolongan.

Benthera melanjutkan, sesuai keterangan teman korban, mereka telepon pos satu tempat registrasi masuk. Cuma tidak segera direspons. Hanya diberi bantuan makanan, itu pun shelter 1, sementara mereka berada pada shelter 3.

“Pada Selasa pagi, Tim Basarnas berjumlah 44 orang melakukan evakuasi, dan saat itu aku rasa Iglesias, sudah tiada,” tuturnya sedih.

Dari Group WA Infokom PPTSB diperoleh kabar, jenazah Iglesias ditempatkan di kamar jenazah RSU Sungaipenuh, Jambi dan dijemput orang tuanya ke Sungaipenuh untuk diusung ke Pematangsiantar, Sumatera Utara, Rabu (21/8/2019), yang selanjutnya disemayamkan di kampung halamannya di Kabupaten Simalungun.(Berbagaisumber/ Asenk Lee)
 

Wah!!! Cantinknya Inang Rachelle Sipayung Mengenakan Busana Adat Simalungun

Wah Cantinknya Inang Rachelle Sipayung Mengenakan Busana Adat Simalungun.FB
Beritasimalungun-Inang Rachelle Sipayung berada di Purba, Sumatera Utara, Indonesia dengan mengenakan Pakaian Adat Simalungun "Bulang" Hiou Simalungun, Selasa (20/8/2019). Berikut ini sejumlah narasi dan Foto yang dikutip dari FB Rachelle Sipayung.

Akan datang hari dimana kita harus berhenti sejenak, menengok ke belakang dan mensyukuri semua berkat penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita πŸ’œ
..How great Thou art..

#lateSaturday
#lovelyhometown
#Beautiful Simalungun #proud
#Simalungunese Women
#muasimalungun
#make-up by Joice Erna Lingga
#clutch by @jabuetnikinang
#Hiou by Devi Ulos Parluasan and Lylyan Heppy Lylyan Mode
#dress by @house_of_reno
#Bulang by Elmin Damanik
#photo's taken by Diva Fairly EllenaπŸ’–

Rachelle Sipayung sedang merasa penuh cinta bersama Susan E A Sitorus dan 4 lainnya di Pematang raya Kabupaten Simalungun.
18 Agustus 2018 Pukul 22.40 · Sondiraya, Simalungun.
 
We are Simalungunese women proudly presents our traditional costumes in 74th Indonesian Independence Day this year. We love to wear Bulang on my head with Hiou Simalungun on my shoulder????????????

Kami wanita Simalungun bangga menggunakan pakaian tradisional Simalungun saat Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-74, dengan Bulang di atas kepala dan Selendang Simalungun di bahu kami????

#Beautiful Simalungun
#Simalungunese Women
#74thIndonesianIndependenceDay
#2019?????? @ Pematang raya Kabupaten Simalungun .

Sumber: FB Rachelle Sipayung


















 

Menakar Plus Minus WD dan RHS

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 20 August 2019 | 09:31

MWD dan RHS
Beritasimalungun-Pilkada Kabupaten Simalungun akan berlangsung September 2020 mendatang. Territorial Kabupaten Simalungun sangat luas yang terdiri dari 32 kecamatan dan sangat plural dengan ragam agama, budaya dan sumber daya. 

Jika merujuk pada jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Simalungun, yaitu 625.916 pemilih yang tersebar di teritorial wilayah Simalungun atas dan bawah. Artinya, Pilkada Simalungun 2020 akan melahirkan medan pertarungan yang mentautkan sentimen suku, agama dan ketokohan sekaligus.

Situasi ini bisa berubah apabila seluruh kandidat (bupati) bersuku Simalungun dipasangkan dengan wakil bupati yang bukan bersuku Simalungun. Serta, tercipta­nya pasangan calon Kristen-Islam atau sebaliknya. Saat itulah preferensi pemilih akan ditentukan oleh ketokohan, modal ekonomi, integritas, pengalaman dan rekam jejak selama berkarir sebelum maju menjadi kandidat.

Hingga pertengahan Agustus 2019 ini, baru ada dua bakal calon (balon) Bupati Simalungun yang sudah bersosialisasi di Kabupaten Simalungun. Pertama ada St Drs Irjen Pol (P) Maruli Wagner Damanik (MWD) MAP yang memilih maju lewat jalur perseorangan (independen). 

Kemudian ada St Radiapo Hasiholan Sinaga (RHS) SH, perantau asal Tigarunggu yang sukses sebagai pengusaha di Kota Batam. Keduanya kini tengah gencar bersosialisasi di Kabupaten Simalungun. RHS yang merupakan kader PDIP ini direncanakan maju lewat usungan Parpol.

Menyikapi kedua balon Bupati Simalungun ini, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Kabupaten Simalungun-Kota Pematangsiantar, Rikanson Jutamardi Purba memiliki pengamatan tersendiri kepada kedua balon Bupati Simalungun tersebut.

Berikut ini penilaian Rikanson Jutamardi Purba terhadap MWD dan RHS yang dibagikannya dilinimasa media sosial miliknya. 
 
MWD Kuat di Strategi dan Taktik serta “Leadership”,

RHS Kuat di BUMDes dan (semacam) PD Agro Madear serta Logistik.

BARU saja petani cabe menikmati harga jual tingkat petani yang tinggi, Rp 40.000/Kg. Tapi bila harga jual tingkat petani tinggi, konsumenlah yang mengeluh. Jadi, diperlukan intervensi Pemerintah (Daerah).

Demikian juga produk tanaman keras. Sawit, misalnya. Ketika harga jual tingkat petani hanya Rp 600/Kg, petani/pekebun mengeluh. Idealnya di level Rp 1.100/Kg. Untunglah Pemerintahan Jokowi berupaya meningkatkan B20 menjadi B30. Mudah-mudahan harga sawit membaik lagi.

Tapi, yang SEBENARNYA perlu dibasmi adalah kartel sawit. Harga sangat ditentukan oleh para “market leaders” yang punya kebun ratus ribu Ha itu. Amerika dan Eropa pun bikin restriksi. Nggak usah jauh-jauhlah kita urus dulu yang di Simalungun ini saja.

Bupati baru (entah MWD, entah RHS) harus MELAKUKAN SESUATU untuk hal-hal seperti ini. Kalau pemerintahan yang sekarang, “horas ma”!

RHS punya pengalaman lebih untuk mengembangkan BUMDes dan PD (semacam) Agro Madear dibandingkan dengan MWD. MWD topnya dipenciptaan pemerintahan yang BTP dan akuntabel. (BTP = bersih-transparan-profesional). Bahas kerennya: “good and clean government”.

RHS akan lebih “ligat” jika didukung semacam “WanHat” atau “think tank” yang diisi orag-orang yang g kompeten di bidang masing-masing.

MWD, karena beliau adalah mantan Tenaga Ahli Pengkaji di Lemhannas RI, tentu sangat menguasai strategi dan taktik. Beliau pun punya “leadership” yang kuat.

Perbedaan meraka ada di logistik. RHS relatif lebih kuat jika dibandingkan dengan MWD. Maklum, RHS punya bisnis atau layanan di 4 (empat) bidang (“core”): BPR, perkebunan sawit, property dan Sekolah Global Nusantara. MWD terkenal sebag jenderal Polisi yang bersih.

Yang lain??? Yang lain bolehlah sekadar meramaikan lapangan. RNT sebenarnya potensial, tapi tidak untuk sekarang ini. Belum sekarang waktunya! AS adalah “gadis semlohay” yang sangat atraktif. Bukan “orang ketiga” alias cemceman, melainkan “orang kedua”. CSR??????

Berikut ini sekilas tentang rekam jejak Rikanson Jutamardi Purba. Dia Staf ahli di DPRD Kabupaten Simalungun, Pernah bekerja sebagai Managing Director di Badan Usaha GKPS, Pernah bekerja sebagai Fin and Adm Deputy Director di RS. Horas Insani, Pernah bekerja sebagai Finance and Accounting Manager di Garama Group (Developer).

Kemudian pernah bekerja sebagai Chief Accountant di PT. Telekomindo Primakarya, Pernah bekerja sebagai Finance and Accounting Manager di TELEPAGE, Pernah bekerja sebagai Manager di Bank (BII) Bank International Indonesia, pernah bekerja sebagai Consultant di MAS Associates Management Consultant.

Riwayat Pendidikan yakni Jurusan Akuntansi di Padjadjaran University, Jurusan Paging Business Management System di Singapore Telecom International, Jurusan Audit for FX Trading & Money Market (Singapore) di Tommy Seah and Partners,  Pernah belajar di SMA 13 Bandung. (Asenk Lee Saragih)
 

Riwayat Hidup Drs Maruli Wagner Damanik MAP


Upacara Bendera Sederhana HUT RI di Buhit Samosir

Written By Beritasimalungun on Monday, 19 August 2019 | 12:55

Masyarakat Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir upacara kenaikan bendera HUT Kemerdekaan RI Ke 74 tahun 2019. (Istimewa)
Beritasimalungun, Samosir-Semangat dan kecintaan masyarakat Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia patut mendapat apresiasi dan salut.

Betapa tidak! Anak bangsa di kawasan Danau Toba itu melaksanakan upacara kenaikan bendera dengan sederhana di samping kediaman Sodugaon Sitanggang di Desa Parlondut, Sabtu (17/8/2019).

Puluhan orang tua dan anak SD yang berada di lokasi kediaman Sodugaon, secara spontan turut mengikuti pelaksanaan upacara.

Sodugaon Sitanggang mengatakan, pelaksanaan upacara yang dilakukan secara spontanitas itu, murni sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

"Biarpun sederhana, inilah yang bisa kita perbuat menunjukkan semangat kemerdekaan," katanya.

Sodugaon Sitanggang yang merupakan anggota Badan Perwakilan Desa Parlondut, mengajak warga untuk menanamkan semangat kebangsaan.

Kreativitas para anak bangsa itu didukung para mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang sedang KKN di Kabupaten Samosir sebagai petugas upacara.

Pembina upacara Patar Sitanggang tokoh agama di Gereja Katolik Stasi Pardugul, protokol Nina Yorenta Kaban, pemimpin upacara Lukman Alwi Lubis, pembacaan Pembukaan UUD 1945 Dennis Pramoedya, dirigen Yenni Zuraidah dan doa oleh Jenny Pepayosa.(Rel)

Ibu Iriana dan Bulang Simalungun

Written By Beritasimalungun on Sunday, 18 August 2019 | 17:10

Ibu Negara Hj Iriana Jokowi mengenakan “Bulang” penutup kepala pakaian adat  Simalungun, saat megikuti upacara detik – detik proklamasi di Istana Negara, Sabtu 17 Agustus 2019. Tampak Ibu Iriana bersama sang cucu Jan Ethes saat akan Upacara 17 Agustus 2019. Foto FB
Oleh : Anwar Saragih

Beritasimalungun-Saya lahir dan tumbuh pada sebuah desa di Kabupaten Simalungun. Dibesarkan dalam keluarga  Simalungun pula, karena Bapak dan Ibu (Mamak) yang bersuku Simalungun.

Secara empirik dalam berbudaya Bapak dan Mamak termasuk moderat, demokratis dan tidak terlalu ketat soal adat. Hal ini saya simpulkan sendiri, karena tak terlalu memaksakan agar saya punya pacar dan, harus akan menikah dengan perempuan bersuku Simalungun pula.

Apalagi soal pilihan politik, saya tak pernah diwajibkan, diharuskan harus memilih pemimpin yang satu suku. Mereka sangat demokratis tentang pilihan-pilihan yang pernah saya ambil. 

Meski begitu, Bapak dan Ibu selalu mengajarkan saya, secara detail soal budaya Simalungun dan perangkatnya. Tentang Ahap Simalungun. Utamanya, kala saya beranjak dewasa lalu melanjutkan pendidikan ke kota, tempat yang lebih beragam budaya dan adat. Pesan utamanya adalah tentang ingatan ke Tanoh Hasusuran (Tanah Asal).

Hari ini (17/8/2019) pada beranda dan linimasa media sosial, saya membaca satu per satu komentar masyarakat Simalungun tentang Ibu Iriana yang memakai Bulang Simalungun --penutup kepala untuk perempuan Simalungun dalam upacara hari Kemerdekaan di Istana Negara tadi pagi.

Ada kehormatan, ada kemasyuran tentunya untuk seluruh masyarakat Simalungun. Tak terkecuali saya, pastinya juga ikut berbangga hati. Sebab, upacara yang disaksikan ratusan juta masyarakat Indonesia itu menyorot simbol budaya Simalungun, Bulang Simalungun. 

Bulang atau penutup kepala untuk perempuan Simalungun ada 4 (empat) jenis yaitu pertama, Bulang Sulappei (Bulang adat/pesta). Kedua, Bulang Teget (Bulang untuk pengantin). Ketiga, Bulang Suyuk (Bulang Pesta/Usia Tua). Dan, keempat, Bulang Hurbu/Salalu (Bulang Harian).

Soal Bulang yang dipakai Ibu Negara, Ibu Iriana tadi pagi adalah Bulang Teget. Pertanyaan paling penting tentunya, apa makna pemaknaan Bulang Teget yang dipakai oleh Ibu Iriana. 

Secara Filosofi dalam budaya Simalungun,  Bulang Teget digunakan perempuan Simalungun. Menunjukan perempuan tersebut sudah menikah dan bersuami, Pun Bulang Teget secara semiotika menyimbolkan sebagai istri yang baik, hormat dan bermartabat.

Ketika Bulang Teget dikenakan seorang perempuam. Posisinya di kepalaharus lebih tinggi  yang disebelah kanan, yang berarti bahwa seorang istri, selalu menjunjung tinggi derajat suami yang disampingnya.

Sementara, Benang Bulang Teget yang berumbai dibuat berbaris terbuka. Posisinya sebelah kanan perempuan yang memakainya berada disebelah suaminya saat mereka berdampingan. Filosofinya merupaka  keterbukaan isteri terhadap suaminya terhadap hal apapun.

Lalu rumbai yang menyatu disebelah kiri pemakai Bulang Teget, memang sengaja lebih rendah dari rumbai berbaris yang terbuka. Filosofinya, seorang istri selalu menjaga harkat martabat suaminya. Mengikat rapat segala sesuatu dalam rumah tangga mereka, tidak dibukakan ke orang lain sekalipun kepada orang tua. 

Artinya Bulang Teget dalam budaya Simalungun, menjelaskan bahwa sebuah keharusan  bagi seorang perempuan menjaga nilai-nilai kebudayaan, nilai kehormatan dan nilai kebanggaan dengan 3 (ikatan) yaitu pertama, terikat pada pasangan suami istri. Kedua, terikat pada orang tua dan mertua. Ketiga, terikat pada Tuhan yang Maha Pencipta. 

Tentu saja, sebagai orang Simalungun, saya berharap, nilai-nilai baik ini menyatu dengan Ibu Iriana yang mendampingi Pak Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan di Indonesia. Diberkati selalu kesehatan, dilimpahkan kekuatan mendampingi Pak Jokowi dan Diberkahi segala kehormatan membawa Indonesia Maju. Matur Suwun, Ibu Iriana. Terima Kasih, Dieteitupa.(*)

Gallery Foto Mengenakan Bulang Simalungun























































 

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com