.

.
.

BERITA TERBARU

Latest Post

Tangisan JR Saragih di Samping Putri Pariwisata, Mengundang Reaksi Publik

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 24 August 2016 | 08:41

JR Saragih terlihat menangis di samping Puteri Pariwisata.Ist 
BeritaSimalungun.com, Parapat-Bupati Simalungun JR Saragih terlihat menangis tersendu-sendu usai mengetahui daerahnya Kabupaten Simalungun tidak ditunjuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar event nasional di Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba.

Hal itu dia sampaikan dalam acara jumpa pers di Hotel Ina Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (20/8/2016) pagi yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Paenyelenggara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba Pramita Fifi, Wakil Bupati Toba Samosir Hulman Sitorus.

Ekspresi JR Saragih terekam dalam video yang memperlihatkan mimik wajahnya yang menangis di samping Putri Pariwisata Indonesia, dia terlihat menitikan air mata dan langsung meminta maaf kepada masyarakat Simalungun.

Namun tangisan JR Saragih tentu saja menjadi perdebatan dari kalangan netizen. Lihat video menangis terisak-isak JR Saragih di sini:
Ada yang menyebut tangisannya itu berlebihan namun ada yang menganggap wajar, karena gagal melobi pemerintah pusat untuk membawa event itu ke Simalungun.

"Kita salut buat Bupati Humbanghas, mampu melobby presiden untuk berkunjung ke Humbanghas, bukan menangis seperti si kawan," tulis pemilik akun media sosial.Seperti yang terlihat dalam video itu JR Saragih terlihat bersedih dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Simalungun.

"Lakukan Pak JR apa yang terbaik, sekali lagi saya...," kata JR Saragih sambil tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya karena menangis sedih.

JR mengaku kecewa lantaran adanya kekeliruan penulisan pada penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yakni penyebutan bahwa Parapat di Samosir.

"Seperti di iklan itu disebutkan Presiden (Jokowi) akan hadir di Toba, Parapat, Samosir," kata JR Saragih.

"Jadi sekarang orang akan complain ke saya. Lho sejak kapan Parapat 'dijual' ke Samosir. Ini tolong diluruskan." 

Ia juga mengaku kecewa lantaran Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam jumpa pers menggunakan atribut adat Toba, bukan adat Simalungun.

"Saya minta maaf kepada masyarakat Simalungun. Tidak perlu kita perlebar. Simalungun tetap mendukung acara ini. Ini salah saya bukan salah Pak Menteri," jelasnya seperti yang dilansir Kompas.com.Ketua Penyelenggara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba, Premita Fifi menanggapi hal tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki catatan kekurangan tersebut.

"Itu kesalahan teknis penulisan. Tapi yang pasti acara ini dipersembahkan untuk kegembiraan bersama dan melibatkan begitu banyak suku. Tapi besar mana kecil mana gak gitu," jelasnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Saragih sempat menangis dan menyebutkan bahwa ia merasa budaya Kabupaten Simalungun tidak tampil dalam acara jumpa pers tersebut maupun dalam materi promosi.

Tangisan Saragih terjadi di depan puluhan wartawan lokal maupun nasional saat memberikan keterangan kepada wartawan. Teriakan menyemangati Bupati Jr. Saragih juga diteriakkan oleh beberapa undangan jumpa pers.

"Semangat Pak Bupati, jangan menangis," celetuk seorang wartawan ditimpali suara tepuk tangan.

Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-71 RI tahun 2016 dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk "Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba" selama dua hari pada tanggal 20-21 Agustus 2016.

Di Pantai Bebas Parapat terdapat panggung terapung menjadi tempat pusat penyelenggaraan acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Berbagai acara musik dan budaya akan diselenggarakan di atas panggung terapung. Di panggung terapung akan dimeriahkan oleh konser musik dari Sammy Simorangkir, J-Flow, Dewa Budjana, Tohpati, dan ditutup oleh Slank. Masyarakat tidak dipungut biaya untuk menikmati konser musik.(Tri)

Jalan Menuju Purba Dolok Dibangun

Tampak alat berat tengah beroperasi dilokasi pembangunan jalan menuju Purba Dolok, Senin (22/8).Foto Yoga Girsang
BeritaSimalungun.com, Raya-Setelah beberapa tahun lamanya dengan kondisi rusak parah, Jalan menuju Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, akhirnya dibangun.

Pengamatan Senin (22/8) menunjukkan, di plang proyek tercantum, peningkatan jalan Simpang Purbatongah menuju Purba Dolok, volume hotmix efektif sepanjang 1.100 x 3.5 meter. Sumber dana DAK TA 2016 dengan nilai kontrak Rp1.762.817.300. Tanggal SPMK 2 Agustus 2016, masa kerja 120 hari kalender.

Begitu pun di lapangan, alat berat tengah beroperasi guna untuk melakukan tahap pengerasan.Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, di mana telah mengutamakan perbaikan infrastruktur jalan, tentunya akan membantu percepatan untuk menaikkan taraf perekonomian masyarakat banyak.

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah, atas pembangunan jalan ini. Sudah lama kami dambakan, benar kali ini dibangun,” kata salah seorang warga Nagori Purba Dolok, Jansen Sijabat.

Lanjut Sijabat, kiranya pelaksanaan pembangunan ini dikerjakan sesuai dengan aturan, sehingga menghasilkan kualitas yang baik. “Ya, kita berharap juga agar pengerjaannya semaksimal mungkin. Supaya bangunan itu tahan lama,” pungkasnya.(Yoga-MSC)

12 Siswa SMKN Seni dan Budaya Raya, Ikuti Karantina Selama 3 Hari

Salah satu pertunjukan pentas seni dan budaya di SMKN Seni Budaya Raya.
BeritaSimalungun.com, Raya-Dua belas siswa SMK N Seni dan Budaya Raya beserta 2 guru pendamping, berangkat ke Medan untuk mengikuti karantina selama 3 hari. Mereka adalah perwakilan dari Propinsi Sumatera Utara untuk mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) pada 28 Agustus sampai 3 September mendatang.

Kepala SMKN Seni dan Budaya Raya Riati Purba mengatakan, dalam masa karantina ini, mereka akan melakukan persiapan. Seperti memadukan alat musik tradisional dari beberapa suku di Sumatera Utara y untuk menghasilkan lantunan musik tradisional termasuk juga persiapan penampilan teater Simalungun, Balog Ganjang.

“Mereka telah melakukan persiapan yang matang. Apa pun nanti hasilnya, itulah yang terbaik. Tetapi, terlepas dulu dari prestasi kejuaraan, dengan membawa nama Sumatera Utara dan Simalungun saja sudah menjadi suatu prestasi,” kata Riati Purba.

Ia menambahkan, pada festival nasional itu, seluruh putra putri terbaik bangsa akan menunjukan skilnya di bidang seni budaya.
Dalam pemberangkatan ini, tampak para orang tua siswa hadir dan memberikan doa agar anak-anak mereka menunjukkan penampilan terbaiknya.

Sudiner Girsang, salah seorang orangtua siswa merasa bangga dan senang karena anaknya bisa mengikuti festival tingkat nasional. Warga Dolog Huluan, Kecamatan Raya ini mengharapkan, siswa yang berangkat semakin giat belajar. Supaya apa yang dicita citakan dapat terwujud.(MSC)

Inilah Penenun Ulos yang Dipakai Iriana Jokowi

YPDT dari Jakarta bersama Paulina turis Francis berkunjung kerumah penenun Ulos Batak Tumtuman di Rura Pasar Tarutung.ist
BeritaSimalungun.com, Taput-Pesta Karnaval Kemerdakaan Pesona Danau Toba kunjungan Ibu Negara Iriana Presiden Joko Widodo itu menghebohkan. Ulos Batak Tumtuman Tahun 1990 yang dipakai Ibu Negara ikut menghebohkan para pecinta seni perajin Ulos Batak. Siapakah penenum ulos itu? Dialah Renta Boru Nainggolan.

Maruap Siahaan dari Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT), Senin (22/8) mengatakan, hajut (tempat tas yang dipakai orang zaman dulu) tentu masyarakat sudah mampu dikembangkan di Pasar Lokal dan Pasar Nasional.

“Sedikit dari banyak yang menyukai produk-produk kreatif dari kawasan Danau Toba. Salah seorang turis, Paulina dari Negara Francis, ikut berjalan-jalan bersama kami melihat perajin dan peternakan industri kreataif dan dia Paulina sangat senang. 

Karena Ulus Tumtuman pada tahun sekira 1990 muncul kembali yang dipakai Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat Pesta Karnaval Kemerdekaan Peaona Danau Toba di Tobasa, Minggu (21/8) kemarin, ” ujar Maruap Siahaan bersama Paulina dan rombonganya di rumah Renta boru Nainggolan di Rura Pasar Tarutung, Taput.

Yayasan Pecinta Danau Toba mendorong mayarakat untuk melestarikan lingkungan hidup termasuk Pesona Danau Toba tanpa (Keramba) juga menyerukan pengabdian penebangan hutan yang mendorong pemerintah untuk mengembangkan wisata Danau Toba menjadi Destinasi yang berkelas di dunia.

“Kita sudah keliling ke Eropa seperti Italia, Francis, Swis, Jerman, Belanda dan Cina. Yang telah mempersiapkan Hajuta Center di beberapa perwakilan yang sudah siap dipasarkan di kawasan Danau Toba kedepan, ” ujarnya.

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi mengatakan, harapan pemerintah saat ini bapak Bupati Taput untuk peningkatan dankesejahteraan masyarakat saat ini di bodang koperasi tenun akan lebih ditingkatkan kembali.(MSC) 

Pangulu si Bunga-bunga Tak Dilantik, Menguak Sejumlah Kejanggalan Pilkades di Simalungun

Bupati Simalungun JR Saragih menyematkan tanda jabatan pangulu saat acara pelantikan di gelar di halaman Kantor Bupati Simalungun.Ist
BeritaSimalungun.com, Raya-Penundaan pelantikan pangulu terpilih di Nagori Sibunga-bunga, Kecamatan Jorlang Hataran, menguak beberapa kejadian yang dianggap aneh. Andi Julian, pangulu terpilih batal dilantik setelah Jadiaman Damanik, salah satu calon pangulu, mengajukan sanggahan.

Walau seluruh sanggahan telah diklarifikasi dan ditolak panitia di hadapan Panwas Kecamatan yakni Camat Jorlang Hataran Tigor Damanik, pelantikan yang seyogianya dilaksanakan Rabu (17/8) oleh Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM tetap urung dilakukan.

Ketua Panitia Pilpanag Sibunga-bunga Saiful Bahri Hasibuan didampingi Gamot Dusun III  Nagori Sibunga-bunga Koko Nainggolan bersama beberapa tokoh masyarakat, Selasa (23/8) menjelaskan bahwa sejak awal, calon pangulu nomor Jadiaman Damanik telah mendatangkan masalah di proses pemilihan Pangulu Nagori Sibunga-bunga.

Jadiaman yang selama ini menetap di Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Sitalasari, berkas pendaftarannya tidak diterima panitia. Alasannya, yang bersangkutan tidak tinggal dan berdomisili di Sibunga-bunga. Kepala Dusun III Nagori Sibunga-bunga Koko Nainggolan tidak mengeluarkan surat keterangan domisili, karena Jadiaman memang tidak tinggal di Dusun III, yang merupakan alamat rumah orangtua Jadiaman Damanik.

“Awalnya, berkas pendaftaran Jadiaman Damanik kami tolak, karena Surat Keterangan berdomisili  tidak ditandatangani oleh Gamot Dusun 3 Koko Nainggolan. Kemudian dia mempunyai KTP ganda ( KTP SIAK dan KTP elektronik dengan nomor induk kependudukan yang berbeda),” kata Saiful dibenarkan oleh salah satu tokoh masyarakat Sukimin.

Hal tersebut menurut Koko Nainggolan (Gamot Dusun III), dikarenakan Jadiaman Damanik tidak tinggal di dusun yang dipimpinnya.

“Saya tidak berani menanda tangani surat keterangan domisilinya karena memang saya sebagai gamot dan juga warga Sibunga -bunga mengetahui bahwa Jadiaman Damanik tidak tinggal menetap di Sibunga-bunga,” kata Koko.

Namun, lanjut Saiful dan Koko, Plt Pangulu Sibunga-bunga Jhonny Damanik yang menjabat Kasi Pemerintahan di Kecamatan Jorlang Hataran, menandatangani surat keterangan domisili dan diketahui oleh Camat Jorlang Hataran Tigor Damanik.

Setelah ada surat keterangan domisili yang ditandatangani Camat dan Kasipem Kecamatan Jorlang Hataran, lanjut Saiful, dengan berat hati panitia menerima Jadiaman Damanik sebagai calon.

“Kami jadi segan, karena sudah ada tandatangan Plt Pangulu sama Camat,” kata Saiful.

Dijelaskan Saiful, proses pemilihan kemudian berlanjut sampai penghitungan suara. Andi Julian meraih suara terbanyak, namun Jadiaman Damanik membuat sanggahan yang menurut aturan sudah kedaluarsa dan tidak bisa dibuktikan.

Tetapi sanggahan itu diduga menjadi alasan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagori (BPMN) Simalungun menunda pelantikan.

“Kami sebagai masyarakat Sibunga-bunga mohon perhatian Bupati Simalungun JR Saragih. Sangat tidak mendasar pembatalan pelantikan pangulu terpilih,” kata Sukimin.

Sukimin berharap kepada Bupati Simalungun dan Ketua DPRD Simalungun, turun tangan menangani masalah ini.

Terpisah Kasi Pemerintahan Kecamatan Jorlang Hataran yang menjadi Pj Pangulu Sibunga-bunga Jhonny Damanik mengakui dirinya menanda tangani Surat Keterangan Domisili Jadiaman Damanik.

“Saya benar telah mengeluarkan dan menanda tangani surat Keterangan Domisili atas nama Jadiaman Damanik yang merupakan salah satu persyaratan Balon Pangulu. Itu diketahui oleh Camat Tigor Damanik dan atas petunjuk dari BPMN Simalungun,” kata Jhonny. (MSC)

Jalan Saribudolok Dolok – Kualanamu Dibangun

JALAN SIMPANG BAGE-BAGE SIMALUNGUN 
BeritaSimalungun.com, Saribudolok-Pembangunan jalan Gunung Seribu-Gunung Paribuan (Deliserdang) persisnya di seputaran lokasi Dolok Sianak-anak kembali dilanjutkan. Sebelumnya, jalur Saranpadang-Simeluk telah dilakukan pengaspalan.

Jalan Provinsi Saribudolok-Kualanamu ini merupakan jalur penghubung 3 kabupaten, yakni Kabupaten Simalungun, Deliserdang dan Serdang Bedagai. Jalur ini telah berpuluh tahun lamanya rusak parah, bisa dikatakan hampir putus total. Walau masih dalam tahap pembangunan, saat ini telah bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Pengamatan Selasa (23/8/2016) menunjukkan, di plang proyek tercantum ‘Peningkatan struktur jalan provinsi Saranpadang-BTS Sergei di Kabupaten Simalungun, Sumber Dana APBD Provinsi Sumatera Utara TA 2016 dengan nilai proyek Rp9.051.773.487, masa pelaksanaan 120 hari kalender. Tampak, puluhan alat berat tengah sibuk mengerjakan pembangunan jalan berstatus jalan provinsi itu.

“Pembangunan jalan ini hotmix sepanjang 2 km. Pengerjaannya lumayan berat, bisa dikatakan pembangunan ini kembali dari awal, karena wujud fisik pembangunan jalan yang lama sudah tak kelihatan lagi,” kata Koordinator pengawas lapangan yang mengaku bermarga Naibaho.

Melihat itu, masyarakat mengucapkan terimakasih kepada pemerintah. Mengingat, dikatakan masyarakat, 25 tahun terakhir pembangunan perbaikan jalan tidak tersentuh di daerah itu.

“Merdekaaaa!!!, 25 tahun lamanya jalan ini tidak pernah dibangun. Untuk itu, kami merasa sangat terbantu dengan telah dibangunnya jalan ini,” pungkas salah seorang warga Gunung Paribuan, Deliserdang, boru Sembiring saat melintas. (Yoga-MSC)

Ruhut Sitompul Dinonaktifkan, ini Komentar Ahok

PD Tegaskan Penonaktifan Ruhut Sitompul Tak Terkait Kasus Putu Sudiartana
Foto: Lamhot Aritonang
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Ruhut Sitompul dinonaktifkan sebagai koordinator jubir Partai Demokrat (PD) karena mendukung Ahok. Apa komentar sang cagub DKI petahana?

"Nggak tahu saya. Kalau sampai begitu saya berterima kasih pada Bang Ruhut yang rela berkorban," kata Ahok kepada wartawan di Rusun Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Selasa (23/8/2016).

Sebelum dinonaktifkan sebagai koordinator jubir PD, Ruhut memang kerap mengumbar pernyataan dukungan kepada Ahok. Meski, dia juga memberi penjelasan bahwa dukungannya itu bersifat pribadi.

Namun sepertinya PD tak nyaman dengan pernyataan-pernyataan Ruhut. Sebab, partai berlambang bintang mercy itu belum membuat keputusan soal Pilgub DKI 2017. PD khawatir publik menganggap pernyataan Ruhut mewakili partai. Ruhut pun dinonaktifkan. 

Awalnya, Ruhut sempat bereaksi keras terhadap penonaktifannya. Dia menuding ada pihak-pihak yang mengompori Ketum PD SBY. Namun setelah ditemui SBY, Senin (22/8) kemarin, Ruhut akhirnya patuh. Dia menerima penonaktifannya.  

Ini Kata Ibas Soal Penonaktifan Ruhut Sitompul

Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyatakan persoalan dinonaktifkannya Ruhut Sitompul sebagai Koordinator Juru Bicara PD sudah selesai. Hal tersebut dianggap sebagai rotasi kader yang lazim dilakukan oleh sebuah organisasi.

"Saya tidak ingin memperlebar urusan Pak Ruhut. Saya pikir teman-teman media sudah mendengar secara langsung. Intinya Pak Ruhut kader Demokrat yang selama ini bekerja menjalankan tugas-tugas sebagai kader partai Demokrat," kata Ibas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

"Wajar di setiap organisasi termasuk partai Demokrat memiliki kebijakan yang harus diikuti oleh seluruh kader. Dan rotasi apapun apakah itu di partai atau fraksi hal biasa," sambung dia.


Ibas menampik jika disebut ada persoalan internal yang melatarbelakangi dinonaktifkannya Ruhut sebagai koordinator jubir. Ibas mengatakan, Ruhut akan menjalankan tugasnya seperti biasa, baik di parlemen maupun sebagai koordinator bidang Polhukam PD.

"Tentunya Ruhut seperti yang disampaikan di konpers sudah menjelaskan poin-poin penugasan yang ditugaskan oleh ketum dan kami di fraksi memberikan fasilitas untuk melakukan Konpers artinya tidak ada masalah antara Pak Ruhut, Partai Demokrat dan fraksi," urai Ibas. (Dtk)

Prostitusi Online, SPG dan Model Dihargai Rp 7 Juta

Foto Ilustrasi.Google
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Subdirektorat IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, membongkar kasus prostitusi yang memperdagangkan perempuan dari kalangan model dan Sales Promotion Girl (SPG) melalui media online. Tersangka berinisial ANY membanderol seorang model dan SPG Rp 5 juta sampai Rp 7 juta untuk tarif short time.

"Pelaku menyediakan SPG, model atau talent-talent lainnya untuk melakukan BO (booking order) dengan harga bervariasi mulai dari Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta," ujar Awi, Selasa (23/8).

Dikatakannya, tersangka ANY diamankan bersama satu orang pekerja seks komersial berinisial T.

"Dari tersangka berinisial ANY disita barang bukti berupa satu laptop merek Dell warna merah, satu iPhone 6, dan uang tunai Rp 1,5 juta. Sementara, dari tersangka T disita satu iPhone 6, uang tunai Rp 3,5 juta dan pakaian dalam," ungkapnya.

Awi menjelaskan, modus tersangka ANY adalah membuat situs yang digunakan sebagai agensi penyalur model dan SPG. Namun, di luar itu pelaku juga menyediakan jasa booking order SPG dan model.

"Jadi website digunakan untuk melakukan prostitusi online yang berkedok agensi model atau SPG event. Tersangka memasarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui nomor media sosial What'sApp dan BBM yang terdapat di dalam website tersebut," ungkapnya.

Ia menyampaikan, praktik prostitusi online ini terbongkar ketika penyidik menemukan website yang dibuat tersangka pada saat patroli cyber.

"Di dalam website itu tersedia SPG, model dan talent-talent lainnya, lengkap dengan profil dan fotonya. Termasuk nomor tersangka untuk dihubungi pelanggan," katanya.

Menurutnya, setelah pelanggan sepakat dengan harga dan tempat, tersangka lalu mengantar PSK ke tempat yang dimaksud.

"Pelanggan harus membayar uang muka sebesar 50 persen dari harga yang disepakati terlebih dulu, sisanya nanti diberikan ke PSK," tandasnya.(BSC)

KPK Tetapkan Gubernur Sultra Sebagai Tersangka

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/811471941069.jpg
Seorang penyidik KPK melintas di depan foto Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam yang terpajang di depan ruang kerjanya, Kendari, Sulawesi Tenggara, 23 Agustus 2016. (Antara/Jojon)
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam sebagai tersangka, Selasa (23/8). Nur Alam diduga telah menyalahgunakan wewenang terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sultra.

"Penyidik temukan dua alat bukti yang cukup menetapkan NA (Nur Alam) sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/8).

Kasus yang menjerat Nur Alam terkait dengan penerbitan IUP PT Anugrah Harisma Barakah (AHB) di Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana. Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Nur Alam disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Tim penyidik KPK langsung mengebut kasus ini dengan menggeledah sejumlah lokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara dan Jakarta. Termasuk Kantor Gubernur Sultra dan rumah Nur Alam di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Meski demikian, Syarif mengaku belum mengetahui secara pasti apa saja yang disita tim penyidik dari penggeledahan ini. "Penggeledahan masih berjalan sehingga belum bisa disampaikan," katanya.(BSC)

Menpora: Owi/Butet Masing-masing Dapatkan Rp 5 M

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/771471947871.jpg
Konferensi pers kedatangan Kontingen Indonesia Olimpiade 2016 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, 23 Agustus 2016. (Twitter)
BeritaSimalungun.com, Tangerang-Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meluruskan sekaligus meralat pernyataan sebelumnya terkait bonus yang akan diterima atlet peraih medali emas olimpiade 2016 yakni pasangan pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.(Baca: Parade Kontingen Indonesia Olimpiade 2016 )

Dikatakan masing-masing Tontowi dan Liliyana akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 5 miliar. Jadi nilai Rp 5 miliar bukan dibagi berdua. Hal itu dikatakan Menpora saat menyambut pahlawan olahraga Indonesia.

"Terima kasih kepada Owi dan Butet dan seluruh yang mengantarkan ke Olimpiade. Pemerintah terus ingin mendukung, menyokong, ini bukan hanya suatu kesenangan tapi sebuah martabat bangsa di negara-negara lain. Maka masing-masing mendapatkan Rp 5 miliar dan bebas pajak," kata Menpora Imam dalam acara penyambutan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (23/8).

Indonesia meraih tiga medali di Olimpiade Rio de Janeiro, satu emas dari Owi/Butet dan dua perak persembahan Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani. Kedua atlet angkat besi kebanggaan Indonesia itu juga berhak atas bonus masing-masing Rp 2 miliar.

Ketua Kontingen Indonesia Olimpiade Rio 2016, Raja Sapta Oktohari mengatakan Tim Merah Putih telah pulang ke Tanah Air dengan kesuksesan mengembalikan tradisi emas.

"Kami melaporkan tim Indonesia telah kembali dengan membawa medali emas dan dua medali perak. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi cabang-cabang olahraga lain untuk juga dapat medali dalam Olimpiade. Kita panjatkan syukur karena dihadiahkan medali emas dan dua perak. Tentu semua atas dukungan pemerintah khususnya Presiden RI Joko Widodo," ujar Chef de Mission (Cd) Olimpiade itu. (BSC)

Parade Kontingen Indonesia Olimpiade 2016

Menpora Imam Nahrawi bersama Ketua DPR RI Ade Komarudin dan Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan saat mengikuti parade atau arak-arakan pahlawan Olimpiade 2016 yaitu peraih emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, bersama dua lifter peraih medali perak Sri Wahyuni serta Eko Yuli Irawan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa 23 Agustus 2016. Indonesia meraih tiga medali pada Olimpiade Rio, masing-masing 1 medali emas dari pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dalam cabang olahraga bulutangkis ganda campuran dan 2 medali perak dari cabang olahraga angkat besi. FOTO: BeritaSatu Photo/Danung Arifin
Menpora Imam Nahrawi bersama Ketua DPR RI Ade Komarudin dan Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan saat mengikuti parade atau arak-arakan pahlawan Olimpiade 2016 yaitu peraih emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, bersama dua lifter peraih medali perak Sri Wahyuni serta Eko Yuli Irawan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa 23 Agustus 2016.
Menpora Imam Nahrawi beserta para pahlawan Olimpiade 2016 yaitu peraih emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, bersama dua lifter peraih medali perak Sri Wahyuni serta Eko Yuli Irawan menggelar jumpa pers di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa 23 Agustus 2016.
Warga dan suporter menyambut para pahlawan Olimpiade 2016 yaitu peraih emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, bersama dua lifter peraih medali perak Sri Wahyuni serta Eko Yuli Irawan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa 23 Agustus 2016.


Warga dan suporter menyambut para pahlawan Olimpiade 2016 yaitu peraih emas Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, bersama dua lifter peraih medali perak Sri Wahyuni serta Eko Yuli Irawan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa 23 Agustus 2016.

Tahun 1970, Tamu Internasional Sudah Mengenakan Pakaian Adat Simalungun

BeritaSimalungun.com-Tahun 70 an, Simalungun sudah go Internasional, PM Singapura Mr. Lee Kuan Yew datang berkunjung ke Kab Simalungun. Mari lihat Bupati Rajamin Purba dan Isteri menyambut Lee dengan Pakaian Adat Simalungun. Kita generasi muda ini tinggal ngikutin dan melanjutkan saja. (Jaya Damanik)

“Rumah Belajar” Lumban Tonga-tonga Peringati HUT RI Ke 71 di Perbukitan Desa

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 23 August 2016 | 19:00



BeritaSimalungun, Samosir-“Rumah Belajar” Lumban Tonga-tonga, terletak di Desa Parlondut Huta Lumban Tonga-tonga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir memperingati HUT RI ke 71 di Perbukitan Desa.

Sodugaon Sitanggang, seorang pemuda peduli pendidikan terpanggil untuk membangun karakter anak-anak desa di Kabupaten Samosir. Seiring dengan keinginan meneruskan program Presiden Jokowi dibidang Revolusi Mental, Sodugaon Sitanggang terjun ingin membangun mental-mental yang kuat dan mandiri dan berbudaya dan takut akan Tuhan.

Menurut Sodugaon Sitanggang, “Rumah Belajar” Lumban Tonga-tonga, terletak di Desa Parlondut Huta Lumban Tonga-tonga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Kini sudah 85 anak yang bergabung dalam pendidikan karakter anak-anak di Desa Parlondut, Lumban Tongatonga, Buhit, Kabupaten Samosir. (Lee)

Joki Tong Setan Itu Ternyata Karmila Purba dari Sondiraya Simalungun











BeritaSimalungun.com, Masyarakat Simalungun patut berbangga memiliki seorang Putri (Boru) Simalungun yakni Karmila br Purba asal Sondiraya, Kabupaten Simalungun.

Perempuan pemberani pengendara sepeda motor Joki "Tong Setan" ini mengisahkan dirinya menekuni profesi pengendara "maut" di Trans 7 dalam Acara Hitam Putih, Selasa 23 Agustus 2016 malam. 

Keberanian Karmila Purba pemain Tong Setan asal Sondiraya, Simalungun ini mencatat sejarah perempuan Simalungun yang memiliki "nyali" sebagai pengendara motor "Tong Setan". 

"Tariluh do diri mangidah boru Purba par-Sondi Raya on. Pupus sudah cita-citanya utk sekolah dibidang musik krn orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya. Ku pikir sayang sekali Energi mereka "tokoh-tokoh" Simalungun yg ada di dua kubu PMS(Partuha Maujana Simalungun) yang masih saja ribut. Alangkah baik dan mulia-nya jika energi ribut-ribut itu di konversi mencari/mengumpulkan dana utk membantu si Karmila ini dan mungkin masih banyak anak-anak muda Simalungun lainnya seperti Kamila. Ada niat tapi tak ada biaya. Marmalu ma nasiam PMS," tulis San Fransisco Saragih di akun Fbnya. (Lee)

Penutup Kepala 'Aneh' Jokowi Jadi Perdebatan Sengit di Media Sosial

Penutup Kepala 'Aneh' Jokowi Jadi Perdebatan Sengit di Media SosialBeritaSimalungun.com, Medan-Gaya busana Presiden Joko Widodo menjadi perdebatan di dunia maya usai memakai penutup kepala yang aneh saat mengenakan pakaian adat Budaya Batak sub etnis Toba saat melakukan kunjungan di Tobasa, Sumut.

"Jokowi dengan tutup kepala gaya 'kontemporer' di Danau Toba sore ini," tulis Rizaldi Siagian di dalam akun Facebooknya.

Rizaldi yang kini menjadi dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Etnomusikologi mengaku selama melakukan penelitian budaya Batak tidak pernah melihat motif penutup kepala yang 'aneh' itu. 

Bermaksud untuk menghormati Jokowi dengan memberikan kehormatan seperti raja Batak, justru panitia kedatangan presiden menyuguhkan gaya busana yang memalukan dan akhirnya di-bully  oleh netizen.

"Masa orang batak mempermalukan presidennya sendiri di rumahnya," katanya.

Terlihat Jokowi seperti mengenakan wig dengan warna blonde. Lihat videonya saat Jokowi mengenakan penutup kepala yang 'aneh' di sini:

Tidak hanya Jokowi yang terlihat aneh, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi juga mengenakan penutup kepala yang sama. 

Hanya saja rambut dari penutup kepala yang dikenakan Erry tidak menjutai sempai ke bahu seperti yang dikenakan Jokowi.

Rizaldi yang dihubungi via seluler mengatakan ikat kepala yang dipakai Jokowi tidak benar, memperlihatkan panitia tidak siap menyambut Jokowi.

"Dia harus memakai pakaian yang benar, merepresentasikan adat dan budaya yang ada di Indonesia. Ikat kepala itu merupakan simbol budaya batak Toba. Harus dihormati, tidak asal-asal begitu," ungkapnya.

Sementara itu Torang Sitorus kolektor kain tenun, termasuk tenun ulos Batak menyebut ikat kepala yang dipakai Jokowi masuk kategori 'aneh'.

Dia mengaku belum pernah melihat gaya ikat kepala yang digunakan Jokowi saat di Balige, Kabupaten Tobasa.

Katanya tidak seharusnya kepala negara mengenakan pakaian adat yang salah dari budaya Batak.

"Cara melipat kain/ikat kepalanya aneh, salah rumbainya harus keluar dri atas ke arah bawah," katanya di dalam akun media sosialnya.

Menurutnya kain yang dipakai Jokowi merupakan kaun ulos Pinuncaan dari Toba, bukan Ragidup. "Kelihatan dari motif ikat nya, motif Kepala /tumpal kain nya juga," katanya.

Pada hari ke-4 sekaligus hari terakhir kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (22/8) pagi, diagendakan meninjau kawasan yang akan dijadikan objek wisata di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Dalam peninjauan ini, Presiden akan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi.

Sebagaimana diketahui, komitmen Presiden Jokowi dalam mengembangkan sektor pariwisata telah ditunjukkan dengan mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas, di antaranya kawasan wisata Danau Toba.

Sebagai tindak lanjut, Presiden juga telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba pada awal Juni lalu.

Badan ini bertugas mempercepat proses pembangunan Danau Toba yang masuk ke dalam 10 destinasi prioritas nasional.Dalam kunjungan ke kawasan Danau Toba kali ini, PresidenJokowi juga melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Utara dan 7 Bupati di kawasan Danau Toba (20/8), guna membahas pengembangan potensi kawasan ini.

Presiden juga meninjau secara langsung potensi yang ada, salah satunya adalah ke Pulau Samosir.

Usai meninjau ke Humbang Hasundutan, Presiden akan langsung menuju Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara untuk terbang menggunakan pesawat CN-295 TNI AU menuju Bandar Udara Kualanamu, Deli Serdang.

Dari Bandara ini, Presiden akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1.

Ini Penjelasan Desainer Merdi Sihombing


Presiden Joko Widodo dinilai mengenakan kostum yang salah saat melakukan kunjungan ke Tobasa, Sumatera Utara.

Jokowi diberikan ikat kepala yang menjadi simbol raja Batak. Bukannya memberikan penghormatan, justru sebaliknya, dia terlinat konyol karena tampak mengenakan wig.

Kesannya jika terlihat dari jauh dia terlihat sedang ubanan berambut panjang hingga menjadi bahan lelucon dalam media sosial.Kontan saja kostum ini dihujat habis-habisan di media sosial yang menyebutnya memakai kostum kontenporer, buka kostum adat Batak yang telah menjadi warisan turun-temurun.

"Hahaha. Mungkin dimaksud agar lucu, ya tertawa tadi melihat banyak hal. Saya melihat Presiden seperti ubanan rambut panjang," tulis seorang netizen Monang Naipospos dalam akun Facebooknya.

"Semoga bapak presiden tidak tau bahwa ini talitali kontemporer modelnya, atau sudah mendengar langsung dari kuratornya sehingga diterima digunakan. Yang saya heran, kelapa pak Luhut Panjaitan pake talitali dengan sebenarnya ya..."

Merdi Merdi Hahaaaa...kesalah dr EO yg mempercayakan kpd pihak FEMINA utk menunjuk fesyen desainer tanpa melihat rekam jejak mungkin karena group atau suka dan tdk suka.

Merdi Sihombing desainer Indonesia yang kerap menggunakan bahan tenun seperti kain ulos sebagai karyanya menjelaskan kronologi penggunaan motif pakaian yang digunakan Presidan.

Dia sempat dihubungi panitia 10 hari sebelum kunjungan Jokowi ke Sumut.

"10 hari sblum hari H saya dihubungi pihak majalah Femina, mereka minta saya utk membuat desain khusus buat 7 menteri."
"Setelah kami bertemu (saya,femina dam EO) diskusi pun dilakukan dan menurut saya permintaan dr mereka tdk sesuai dg visi dan misi yg kami laukan thd pengembangan kain2 tenun khas BATAK (Toba,Pakpak,Simalungun,Karo,Sipirok)." tulis Merdi di dalam akun Facebooknya.

Selanjutnya esok Merdi mengaku bertemu dengan panitia dengan Jay selaku ketua kordinator karnaval di hotel Dharmawangsa Jakarta.

"Dari dia saya mengetahui bahwa FEMINA menunjuk Edward Hutabarat utk mendandani Presiden dan ibu negara."

"Dgn bbrp pertimbangan kami menawarkan apakah bisa kolaborasi saya dgn Edo (saya yg buat tekstilnya ,edo utk fashinnya.) dgn pertimbangan selama ini Edo jarang bahkan tdk berbuat Comunity Devrlopment para penenun Ulos."

"Tapi rupanya kami tdk dipercaya utk tugas negara..dan bersikap positif adalah langkah yg tepat..kami tidak menerima tawaran kerja sama utk mendandani menteri tsb. Tp rupanya ada rencana lain dr Tuhan ...kami dipercaya utk mendandani kelompok Horas Halak Hita dan Horas Halak Hita Ladies."

"langkaha yg kami lakukan adalah membawa aneka gaya TALI TALI bukan hanya dr Toba tp dr etnis yg lain utk dipakai oleh para pria H3.Dan juga kelompok PARSANGGUL NAGANJANG lengkap dgn gaya BAJU KURUNG ,SONGKET TOBA dgn hiasan benang metalik serta kristal dipadankan dgn perhiasan SIMATA GODANG."

Kami sadar apa yg kami ketengahkan pasti akan menjadi Pro dan Kontra..tapi setidaknya sejarah budaya harus diluruskan dan dikembalikan ketempatnya semula.Jalan masih panjang tp paling tidak kita sudah memulainya.

Sementara itu sebelumnya Rizaldi Rizaldi Siagian yang merupakan dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Etnomusikologi mengaku selama melakukan penelitian budaya Batak tidak pernah melihat motif penutup kepala yang 'aneh' itu.

Bermaksud untuk menghormati Jokowi dengan memberikan kehormatan seperti raja Batak, justru panitia kedatangan presiden menyuguhkan gaya busana yang memalukan dan akhirnya di-bully oleh netizen."Masa orang batak mempermalukan presidennya sendiri di rumahnya," katanya. (Tri)

“PODAS ADONG NIAYAKNI, DOKAH ADONG PINAIMANI” KITA TUNGGU PAK JOKO WIDODO DATANG LAGI KE SIMALUNGUN



Suatu Tanggapan atas Wacana Presiden Datang ke Simalungun tetapi Tidak Diberi Pakean Adat.


BeritaSimalungun.com-Bersyukurlah karena Nias, Toba, dll telah berkesempatan memberi penghormatan pakaian adat kepada Presiden Jokowi yg mengunjungi daerah mereka pada momentum Karnaval Danau Toba 2016. 

Tentu Simalungun juga akan dg rasa bangga bila mana berkesempatan seperti itu. Banyak yg tertanya mengapa Simalungun tdk kasi pakean adat, kok PMS tdk menjalankan tugasnya, dsb. Bahkan ada yg menanyakan hal ini langsung pada saya. Berikut diberi penjelasan.

Perihal rencana akan hadirnya Presiden dalam Karnaval Danau Toba Agustus 2016, kami DPP/ Presidium Partuha Maujana Simalungun sudah membentuk tim untuk berkomunikasi ke Istana. 

Maksudnya untuk menanyakan agenda Presiden dan apakah ada momentum yang dimungkinkan untuk Simalungun memberi kehormatan menyandangkan pakaian adat. Sebab pelaksanaan dan penyiapannya tidak gampang maka harus pasti.

Kami akui pendekatan kami ke panitia tdk maksimal dan tdk dalam waktu yg cukup. Ini disebabkan kepengurusan kami masih baru. Hasilnya, sampai hari H agenda penyerahan pakean adat belum ada kepastian namun diberi undangan untuk mengikuti kegiatan Presiden termasuk dialog di Parapat. 

 Acara Presiden ini diiukuti dgn baik namun penyerahan pakean adat belum bisa dilakukan. Hasil dialog terkait dengan masalah yg aktual di Simalungun pro kontra karamba sdh sy posting kemarin.

Prinsip kita, tidak usah buru-buru, tdk mesti sekarang. Niat sdh kita tunjukkan tapi situasi belum memungkinkan. Mudah-mudahan akan tiba waktunya Simalungun memberi kehormatan itu secara lebih sempurna. 

Sempurna dalam arti terencana dan teragenda, jelas yang memberikan yakni PMS selaku pemangku adat dan jelas apa yg diberikan dimana untuk presiden tdk sama dg pemberian lainnya. Cara pemakaian dan penyampaiannya juga harus pasti, tdk boleh salah., apalagi kalau sampai jadi pergunjingan.

Jadi, seperti ungkban Simalungun “Podas adong niayakni, dokah adong napinaimani” - Cepat ada yg dikejar, lambat ada yg ditunggu. 

Mudah-mudah situasi ini merupakan saat menunggu bagi Simalungun untuk momentum pemberian secara sempurna (tdk ada kesalahan dan semua lancar, penerima senang rakyat Simalungun bangga). Kita tunggu Pak Joko Widodo datang lagi di Simalungun.
Salam dari kami, Sekretaris DPP/Presidium PMS, Kurpan Sinaga.

PISOU SIMALUNGUN, MAKNA DAN FILOSOFI

PISOU SIMALUNGUN, MAKNA DAN FILOSOFI 

PISOU SIMALUNGUN, MAKNA DAN FILOSOFI 

PISOU SIMALUNGUN, MAKNA DAN FILOSOFI 

PISOU SIMALUNGUN, MAKNA DAN FILOSOFI 



“Simbol kendali”


Narasumber :

1. GJM Tuah Purba Pakpak (pelaku tradisi)
2. Sully Sinaga (perajin pisou simalungun)


Moderator : Sultan Saragih

Notulen : Mery Garingging

Sully Sinaga memiliki bakat otodidak dalam memahat berbagai jenis kayu, melukis ornamen dan membuat pisou simalungun. Tidak ada guru yang memberi pelajaran atau mewariskan pengetahuan membuat pisou secara langsung, semua berasal dari apa yang ia lihat, coba dan kerjakan. Ia masih memiliki kekerabatan dengan Tuan Siloting seorang penempa besi tradisional yang terkenal di Raya.

Ada banyak jenis pisou simalungun yang sudah ia kerjakan, antara lain Pisou Suhul Gading, Tumbuk Lada, Sanalenggam, Gupak, Torjang, Parang Raya, Puei dll. 

Pemesan sebagian berasal dari kaum rural (pedesaan) yang dipakai untuk maragat mengambil tuak dari enau, parhobas untuk pesta adat, juga pisou khusus dari ingatan leluhur. Mereka datang langsung ke bengkel kerja “Sarang Ular” di jalan Makasar P. Siantar. 

Sully Sinaga menyebut pekerjaannya bagian dari karya seni, sebab proses pembuatan lebih bersifat pribadi , memberi sentuhan keindahan dan menyesuaikan kebutuhan pemesan. Hal ini berbeda dengan banyak pisou di pasar dimana produksi nya bersifat masal atau kodian.

Ia lebih memilih kayu hatarum sebagai pasangan sarung dari pisou yang dikerjakan, alasannya hatarum memiliki serat yang bagus dan halus , kuat mencengkeram besi pisou, harum hingga warna coklat mengkilap tampak lebih ber wibawa. Rajutan rotan pengikat sarung pisou memiliki jumlah ikatan bisa sitolu tolu, si lima lima atau pun sipitu pitu tergantung arti yang dipahami pemesan.

Dari sisi ekonomi, perajin pisou tidak mendapatkan keuntungan yang bisa dijadikan sebagai pegangan sehari hari. Kolektor, peminat atau orang yang memahami pisou simalungun masih sedikit hanya pada kalangan tertentu saja. 

Permintaan pasar untuk pisou simalungun masih terbatas, ini lah yang menjadi brainstroming diskusi pembuka, bagaimana menciptakan nilai tambah hingga pisou simalungun bisa layak jual, digemari banyak orang setidaknya menjadi trend bagi kalangan kaum muda simalungun.

Pembicara kedua, GJM Tuah Purba Pakpak seorang pelaku tradisi yang sebelumnya tinggal di Siborong Borong, memilih pulang, menetap dan tinggal dekat dengan tanoh hasusuran, locus sejarah leluhur nya sendiri Opung Parultop Ultop tepatnya di kaki bukit Buttu Parilahan Kec. Pamatang Purba.

Ia menjelaskan, torjang lebih banyak dipakai untuk keseharian dan kerja adat di wilayah Pamatang Purba. Biasanya torjang dipakai untuk memotong hewan seperti membuat dayok na binatur atau digunakan memotong / membagi panjambaran dalam pesta adat. Selain itu, ia memiliki beberapa senjata tradisional warisan orang tua yang dipakai khusus sebagai penghayat spiritual dalam Kerajaan Purba. 

Salah satunya adalah pisou panglima yang memiliki suhul tanduk rusa. Berdasarkan catatannya, tanduk rusa tidak hanya sekedar pangkal pisau yang memperindah bentuk saja,tapi memiliki fungsi penangkal gaib , menjauhkan unsur negatip yang berasal dari pihak musuh, juga penawar racun. Bila keadaan terdesak, tanduk rusa menjadi ramuan obat sehingga badan selamat.

Jadi, Umpama atau kiasan “Hita do si jolom suhul ni pisou” (kita yang memegang pangkal pisou) memiliki makna lebih dalam, bahwa siapa saja yang menggenggam pisou, seturut juga ia memiliki kemampuan mengendalikan musuh atau siapa saja sehingga hormat dan tunduk kepada perkataan. 

Walaupun demikian, bukan berarti pemilik pisou boleh bersikap dan bertindak semena mena, aras nya kepada kedaulatan, martabat dan wibawa. Hal ini ia utarakan, setelah memperlihatkan salah satu keris simalungun bahan kuningan warisan dari orang tua nya yang memiliki corak suhul raja menunduk “toruh maruhur” dan manuk manuk.

Dua jenis keris simalungun yang ia miliki, pertama keris bersanding dengan ultop dan kedua keris dengan suhul raja menunduk dan manuk manuk, menegaskan simalungun pada masa lampau memiliki benang merah serta ikatan emosional yang sangat dekat dengan kerajaan di Pulau Jawa. 

Keris simalungun terdapat juga pada pusaka Kerajaan Sidamanik klan Damanik dan Kerajaaan Tanah Jawa klan Sinaga. Pisou Simalungun sebagai bukti hubungan sejarah dan kebudayaan dengan kerajaan jawa sampai saat kini belum banyak diungkap, digali dan dipelajari.

Sebagai perajin pisou, Sully Sinaga membuat dan memilih pisou sesuai dengan kebutuhan dan manfaat bagi pemesan. Dari sisi spiritual, pelaku tradisi GJM Tuah Purba Pak Pak memberikan makna pisou simalungun sebagai sebuah kebanggaan, penjaga martabat dan petuah yang diwariskan . Suhul dengan jenis corak tertentu memiliki makna dan filosofi dapat menjadi semangat pemiliknya.


Pertanyaan dan diskusi beruntun dan terus berlanjut, antara lain :

1. Bagaimana kearifan local “Pisou Simalungun” bisa mendatangkan kesejahteraan bagi pelaku dan masyarakat pendukungnya ? 

2. Bagaimana menjadi trend dan popular bagi kaum muda ?
3. Bagaimana agar orang tertarik membeli pisou simalungun ?.
4. Apakah ada mantra atau tabas tabas yang ditinggalkan orang tua terhadap pisou yang diwariskan , bisa sebaga salah sumber penelitian karya sastra budaya lokal.

5. Apakah mengasapi dengan kemenyan untuk membuat besi pisou lebih kuat atau ada pemahaman lain ?


Ada tabas, berbeda tabas raja, tabas pandihar, tabas pangulu balang, agar tunduk kepada tuannya. Seorang paragat memiliki podah dan tabas agar mendapatkan hasil yang baik, juga ritual doa seorang penebang kayu.

Akhir kata, Pisou bisa memiliki fungsi sebatas mengiris sayur, bumbu dapur atau memotong hewan, tapi bisa ditempatkan sebagai warisan nilai budaya dengan banyaknya jenis suhul pisou, corak ornamen,kayu penghias sebagai sarung pisou juga mantra atau tabas tabas.

Alangkah baiknya juga bisa menjadi trend hiasan dinding ruangan rumah untuk menciptakan marwah. Alam pemikiran nenek moyang / leluhur telah banyak memberi pengetahuan dan nilai dari pisou.
Petuah dari pisou “Hita Do Si Jolom Suhul Ni Pisou”
Salam Tradisi !

*Ringkasan hasil diskusi “Ragam Pisou Simalungun” yang diselenggarakan Sanggar Budaya Rayantara, Kamis 18 September 2016 di Gedung Kesenian Museum Simalungun. (SBR)

Dampak Pembukaan Jalan Haranggaol-Nagori, Aliran Listrik Padam, Warga Meminta PLN Bersikap

Pemakaian Dinamit saat membuka akses jalan Haranggaol-Nagori. Kini jaringan PLN putus akibat proyek yang ditangani TNI bersama Pemkab Simalungun tersebut.
BeritaSimalungun.com, Haranggaol-Dampak dari pembangunan akses jalan lingkar Danau Toba di Haranggaol-Nagori-Sihalpe yang dilakukan TNI bersama Pemkab Simalungun mengakibatkan aliran listrik ke Desa Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Nagori Purba, Hutaimbaru padam sudah dua pekan. Bahkan padamnya listrik itu diperkirakan berlangsung hingga sebelum kedepan.

Padamnya listrik itu akibat tiang listrik roboh saat pembukaan jalan oleh TNI bekerjasama dengan Pemkab Simalungun, tepatnya di Haranggaol, Kecamatan Haraggaol, Horisan, Kabupaten Simalungun.

"Sudah dua minggu listrik di Nagori gingga Hutaimbaru mati. Matinya listrik itu akibat tiang listrik yang berada di jalur pembukaan akses jalan Haranggaol-Nagori roboh. Bahkan pemilik proyek tidak bertanggungjawab atas robohnya tiang listrik itu. Diperkirakan hingga sebulan kedepan listrik masih padam di kampung kami," ujar Lamhot Saragih, Warga Desa Hutaimbaru  saat dihubungi BS, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, pihak PLN Rayon Purba belum melakukan perbaikan dan solusi untuk memasok listrik ke Desa Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Nagori Purba hingga Hutaimbaru. Warga meminta PLN membuat jaringan darurat selama proyek itu berlangsung.

"Kalau menunggu proyek jalan itu selesai baru ada perbaikan jaringan listrik ke desa kami, bisa-bisa dua bulan ini kami tak menikmati aliran listrik dari PLN. Sementara kami tetap harus bayar tagihan PLN. PLN harus tegas dan memberikan solusi terkait dengan gangguan listrik di jalur proyek jalan itu," ujar Lamhot Saragih. (Rodo)
  

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA
PEMATANGSIANTAR. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

GALAN PUNYA GAYA

GALAN PUNYA GAYA
UNTUK DI JAMBI HUBUNGI SH DAMANIK HP 085383195380

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN
JUGA 4 BUKU SEJARAH, ADAT, SENI BUDAYA SIMALUNGUN. HUB: St Drs Jomen Purba (Ketua Yayasan Museum Simalungun). HP 081370266156.

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun
Rumah Produksi Milik Ucok Saragih Djawak di marjandi Embong, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun. Atau persis di Jalan Lintas Siantar-Saribudolok. Kamis 7 Januari 2016. Foto Asenk Lee Saragih.

.

.
JUAL ALAT KELENGKAPAN PANCING DI SARIBUDOLOK

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

KOMUNITAS

KOMUNITAS
Sejarah & Budaya Simalungun

.

.
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

.

.
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

.

.
KLIK BENNER UNTUK PRODUK SELENGKAPNYA

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

HMSI

HMSI
MARI GABUNG..KLIK BENNER

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
SMS 08127477587

PASANG IKLAN ANDA

PASANG IKLAN ANDA
BAHAN EMAIL KE : beritasimalungun@gmail.com

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN
KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
 
Support : Redaksi | Contac Us | PT PARNA KARSA
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by BERITASIMALUNGUN