Berita Terkini

Novita Metty Purba Menuju DPRD Siantar

Novita Metty Purba Menuju DPRD Siantar
Dapil Siantar Sitalasari-Siantar Martoba
INDEKS BERITA

Polisi Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di Simalungun

Written By Berita Simalungun on Friday, 22 March 2019 | 12:14

Kapolres, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Sekretaris Daerah, Dandim 0207 Simalungun dalam komando pada apel pasukan pengamanan Pemilu di Kabupaten Simalungun. (Foto Antara Sumut/Waristo)
Simalungun, BS-Kepolisian menggelar apel pasukan pengamanan menghadapi Pemilu serentak tahun 2019 di halaman kantor Bupati Simalungun di Pamatang Raya, Jumat (22/3/2019).

Kegiatan diikuti jajaran kepolisian, TNI, pemerintah kabupaten, anggota DPRD, pengurus partai politik, tokoh masyarakat, pramuka, organisasi kepemudaan.

Pimpinan apel, Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan dan Dandim 0207 Simalungun, Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan memeriksa barisan peserta.

Apel bertema "Tingkatkan sinergitas TNI - Polri dengan komponen bangsa lainnya guna mewujudkan keamanan dalam negeri yang kondusif" dihadiri Sekretaris Daerah, Gidion Purba, Danyonif 122 Tombak Sakti, Letkol Inf Ahmad Aziz, perwakilan Danrem 022 Pantai Timur, kejaksaan, Ketua KPU, Raja Ahab Damanik, Ketua Bawaslu. M Nazlan Choir Nasution.

Kapolres membacakan sambutan Menkopolhukam, Wiranto yang mengatakan, Pemilu serentak tahun 2019 menjadi warisan kebangsaan, dan perhatian dunia.

Untuk itu, TNI dan Polri dituntut kemampuannya dalam menjaga keamanan dan kondusifitas NKRI.(Antara) 

Pantai Binasi Tapteng Diusulkan Terkoneksi dengan Wisata Danau Toba

Keindahan Pantai Binasi yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Diharapkan objek wisata Pantai ini terkoneksi dengan objek wisata Danau Toba. (Antara Sumut/Jason Gultom)

Tapteng, BS-Pantai Binasi di Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, diusulkan terkoneksi langsung dengan wisata Danau Toba yang sudah memiliki badan otorita.

Pembina Aliansi Tapanuli Raya (Altra) Kabupaten Tapanuli Tengah, Jannes Maharaja, di Pandan, Kamis, mengatakan, usulan tersebut sudah mereka sampaikan kepada Presiden Jokowi yang berkunjung ke Sibolga beberapa hari lalu.

Pihaknya melihat sasaran pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba harus dibarengi dengan pengembangan wisata bahari yang ada di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Karena sesuai dengan konsep Jokowi, bahwa jalan tol akan dibangun sampai ke Sibolga.

"Ini menjadi peluang besar untuk Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga untuk mengkonektingkan wisata pantai atau bahari dengan Danau Toba," katanya.

Menurut Jannes, dengan adanya nanti akses jalan tol ke Sibolga, maka jarak tempuh dari kawasan Danau Toba ke Tapteng semakin dekat, sehingga wisatawan semakin dimanjakan dengan adanya pilihan paket wisata antara air danau dengan air laut.

"Ini peluang besar yang harus kita dukung dan digaungkan sampai ke tingkat pusat. Sehingga paket wisata yang terintegrasi antara kawasan danau dan bahari menjadi paket wisata yang tidak terpisahkan," katanya.

Ia juga mengharapkan agar keberadaan Kota Tua Barus dengan Tugu Titik Nol masuknya Islam ke nusantara menjadi faktor pendukung, apalagi nantinya dibangun museumnya.

"Kita mengharapkan agar di Barus dibangun museum yang menceritakan bagaimana masuknya ajaran Islam pertama kali ke Nusantara, sama seperti museum Titik Nol Khatulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat," katanya. (Antara)

Patricia Marcelina Girsang: Who Cry When I Die?

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 20 March 2019 | 18:42

Patricia Marcelina Girsang: Who Cry When I Die?
Beritasimalungun-Who cry when I die? Siapa yang menangis ketika aku meninggal. Fader pernah menulis tentang hal ini dan dia pernah bercerita padaku, bahwa ketika kita meninggal siapa yang akan menangisi kepergian kita.

Itu adalah salah satu buah dari seluruh perbuatan kasih kita di dunia ini. Apa yang kita perbuat salah satunya kelihatan ketika kita pergi untuk selama2nya.

Walau Fader tak melihat mereka yang datang, tapi yakin bahwa setiap orang yang datang pada saat Fader di rumah sakit, di rumah, lalu acara tonggo raja, acara adat sari matua, acara pemberangkatan dari gereja, serta acara pemakaman yang berlangsung selama 3 hari penuh, adalah orang2 yang pernah melekat di hati fader serta bersahabat dengan fader secara khusus.

Banyaknya yang hadir dan banyak kesan dan kata perpisahan yang kami dengar membuat kami anak2nya merasa bangga akan kehadiran fader di dunia ini. 

Bukan orang biasa, ya itulah yang dilihat dari orang yang datang, karangan bunga yang ada, dan seluruh orang yang bekerja untuk acara pemakaman fader. Padahal fader selalu biasa2 saja kemanapun dia pergi. Ia tak membawa banyak hal, hanya hati yang tulus untuk ngobrol dan memecahkan beberapa masalah yang dihadapi.

Kita tak terlalu paham kesulitan yang ia hadapi, karena ia jarang sekali menceritakannya. Fader selalu terlihat tegar dimanapun ia berdiri. 

Kelihatan sehat padahal 3 hari kemudian drop. Masuk rumah sakit pun cuma 2 kali, waktu aku kecil sekali karena katanya dia mau rasakan tempat tidur rumah sakit, dan satu kali lagi tanggal 8 Maret kemarin dan kemudian dipanggil Tuhan tanggal 12 Maret 2019 Pukul 14.00 WIB.

Tak banyak kata2 yang harus diucap. Makna yang kudapat dari seluruh rangkaian pesan dan kesan dari orang yang hadir adalah Fader orang baik dan kami harus meneruskan kebaikan itu. Hidup terus berlanjut dan warisan nilai kehidupan ini harus diterima dengan baik dan dilanjutkan.

Bahagia menjadi salah satu anak Bapak kami St Ir Jannerson Girsang. Semoga keturunannya selalu membuat sukacita dimanapun mereka berpijak.

Terima kasih untuk lebih dari 1000 teman saya yang mengucapkan belasungkawa kepada saya melalui kedatangan, sms, wa, telfon, dan fb. Saya sangat mensyukuri punya rekan dan teman2 yang tetap mendukung kami dan keluarga.

Untuk teman2 Fader yang selalu mendukung fader selama hidupnya, terima kasih banyak kami haturkan dan tetap doakan kami agar tetap menebarkan kasih.

Fader boleh pergi, tapi kebaikannya akan terus berlanjut melalui kami anak, boru, hela dan cucu2nya. Amin. Jannerson Girsang. (FB-
Patricia Marcelina Girsang)




 






Ucapan Roy Tua Manihuruk Usai Juara Tinju Sabuk UBO Intercontinental

Ucapan Roy Tua Manihuruk Usai Juara Tinju Sabuk UBO Intercontinental.
Beritasimalungun-Sampai saat ini aku masi merasa belum percaya kalau aku juara. Ini semua benar-benar di luar dugaanku. Ini adalah sejarah dalam karirku selama bertinju dengan diberikannya kesempatan dan kepercayaan untukku memperebutkan sabuk UBO INTERCONTINENTAL di negara sendiri dan dapat bertanding di tempat yang hebat dan sangat megah. 
 
Aku sadar dan juga mawas diri kalau aku memang ngak layak dapat bertanding di event sebesar dan semegah ini dan juga diberi kesempatan untuk kejuaraan. 
 
Tapi yang namanya beruntung tetap aja beruntung. Ya aku sangat beruntung.Tentunya banyak terimakasih aku ucapkan kepada Boss Fahd Adityo Oscar menejer sekaligus promotor kebanggaanku.
 
Orang yang hebat dan sangat rendah hati. Sekali lagi terimakasih banyak Boss Adit. Dan trimakasih kepada bapak sekaligus orang tua kami Bapak Haji Freddy EP Hussein dan beserta keluarga.
 
Dan trimakasih juga buat Mas Ragil Ariyanto yang biasa dikenal dengan panggilan Mas Tekek Jawa dan melalui Tekek Jawa COMMUNICATIONnya. 
 
Aku tidak mungkin mencapai posisi sperti ini tanpa peran dari beliau-beliau yang sangat luar biasa bagiku. Dan tidak lupa aku ucapkan banyak Trimakasih kepada semua untuk dukungan dan DOAnya yang luar biasa juga untukku.
 
Sekali lagi banyak Terimakasih dan TUHAN memberkati.(FB-Roy Tua Manihuruk)

Kamson Nicholson Napitu: Bagaimana Dengan Tigaras?

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 19 March 2019 | 10:22

Kamson Nicholson Napitu: Bagaimana Dengan Tigaras?
Sibolga Berbenah

Beritasimalungun- Presiden Joko Widodo meresmikan penataan dan pengembangan Pelabuhan Sibolga yang terletak di pantai barat Sumatra Utara, Minggu (17/3/2019). Di masa lalu, pelabuhan ini merupakan salah satu pusat perdagangan di mana kapal-kapal dari Eropa hilir mudik ke pelabuhan itu.

Melalui penataan dan pengembangan kembali kawasan pelabuhan itu, pemerintah hendak memfungsikan kembali pelabuhan ini selayaknya ketika dahulu menjadi salah satu pusat perdagangan.

“Pelabuhan Sibolga ini kalau kita ingat waktu kita SD ini sangat terkenal. Semua anak SD saat itu tahun 70-an mengerti semua. Inilah yang ingin kita bangkitkan: fungsi pelabuhan untuk mobilitas barang dan jasa bisa berangkat lagi dari Pelabuhan Sibolga,” ujar Presiden Joko Widodo di lokasi peresmian seperti dilansir SimadaNews.com.
Presiden Joko Widodo meresmikan penataan dan pengembangan Pelabuhan Sibolga yang terletak di pantai barat Sumatra Utara, Minggu (17/3/2019).

Setelah tiga tahun belakangan dibangun, Pelabuhan Sibolga kini telah memiliki fasilitas yang jauh lebih baik. Pelabuhan tersebut diperkirakan akan segera mengalami peningkatan aktivitas sekaligus mendorong perekonomian wilayah sekitar.

“Kapasitas container yard-nya sekarang mencapai 20.000 TEUs per tahun, meningkat sangat drastis. Ukuran kapalnya dulu hanya sampai 2.000 GT sekarang sudah bisa sampai 6.000 GT. Artinya kapal besar sudah bisa bersandar di sini. Terminal penumpangnya dulu hanya 80 orang sekarang bisa menampung 500 orang. Alhamdulillah,” kata Presiden.

Lebih membanggakan lagi, Kepala Negara mendapatkan informasi bahwa desain Pelabuhan Sibolga ini memperoleh penghargaan sebagai desain pelabuhan terbaik se-Asia Pasifik.
Tahun lalu konsep bangunan Pelabuhan Sibolga menjadi desain terfavorit ‘built integrated modelling’ se-Asia Pasifik.

“Tadi saya dibisiki Pak Dirut Pelindo katanya desain pelabuhan di Sibolga ini menang sebagai desain pelabuhan terbaik di Asia Pasifik. Tempat antara kapal feri dan kargonya terpisah sehingga bisa lebih efisien,” tuturnya.

Dengan selesainya pengembangan Pelabuhan Sibolga ini, Presiden berharap agar seluruh pihak terkait mulai bekerja keras untuk mengembalikan fungsi Pelabuhan Sibolga dan menggerakkan roda perekonomian Sibolga beserta kawasan sekitar.

“Saya hadir groundbreaking di 2016 dan sekarang selesai. Saatnya sekarang ini kita bekerja agar semakin banyak barang dan jasa yang menggunakan Pelabuhan Sibolga ini,” ucapnya.

Namun, Presiden memastikan bahwa pelabuhan ini akan kembali dikembangkan agar dapat mendukung sistem logistik komoditas pertanian setempat, utamanya crude palm oil (CPO).

“Kita juga akan mengembangkan lagi lewat sedikit reklamasi di sebelah sana yang akan kita pakai untuk terminal penyimpanan bagi CPO. Jadi CPO yang dari Sibolga ini tidak usah lewat darat sampai 10 jam menuju Belawan, langsung dari sini bisa,” ujarnya.
Mengutip siaran pers PT Pelindo I tanggal 17 Maret 2019, Pelabuhan Sibolga ini telah dilengkapi dermaga multipurpose dengan panjang keseluruhan mencapai 153 meter dan memiliki panjang tambatan 405 meter yang mampu disandari empat kapal sekaligus.

Dengan luas lapangan penumpukan mencapai 6.061 meter persegi menjadikan pelabuhan tersebut dapat menampung peti kemas hingga 20.000 TEUs per tahun dari yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 7.000 TEUs per tahun.

Untuk menunjang kualitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga juga didukung dengan peralatan bongkar muat berupa 1 unit fix crane dengan kapasitas 40 ton yang mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dari rata-rata 15 box/crane/hour (BCH) menjadi 25 BCH. 

Bagaimana dengan Tigaras ?
Tugu Tigaras
Tigaras akan menjadi pelabuhan transit dan pintu gerbang utama menuju Samosir. Perlu penataan dengan blue print visioner. Kita berharap Tigaras bisa menjadi kota wisata berbudaya, pusat perdagangan dan grosir Simalungun atas dan menjadi tujuan perbelanjaan seluruh Samosir.

Bagaimana jika Pemkab Simalungun mengadakan Lomba Desain Kota untuk Tigaras ? Konstruksi bangunan dan fasilitas penunjang lain (uhir), produk unggulan karya UMKM, panggung budaya rutin berjadwal wajib beraroma danbernuansa Simalungun.

Tidak ada yang tidak mungkin karena peluang dengan kerjasama dengan BODT dan Geopark Kaldera Toba yang diharapkan menjadi Geopark Unesco akan membuatnya berpeluang besar.

Mari kita wujudkan "SIMALUNGUN NA JAGIAH", dengan Sapangambei manoktok hitei. Salam Habonaron do Bona ! Horas ! Jangan lupa 17 April 2019 #Vote: Kamson Napitu #Partai Hanura No. 8 Dapil 6 Simalungun. (FB)

KPK Bantah Jebak Romahurmuziy

Written By Berita Simalungun on Sunday, 17 March 2019 | 14:03

Ketua umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )

Jakarta, BS- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah menjebak Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy, saat operasi tangkap tangan (OTT) di Hotel Bumi Hyatt Surabaya, Jumat (15/3/2019).

"Soal dijebak, ya menurut saya tidak ada sama sekali proses penjebakan itu. Proses penjebakan itu berarti kan ada orang KPK yang pura-pura menjebak beliau, itu tidak ada," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY).

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ), dan Kepala Kantor Wilayah Kemag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).

"Pertemuan (di hotel) itu adalah semua antara teman-teman beliau sendiri. Jadi HRS, MFQ, sama RMY itu bertemu secara biasa, tetapi KPK bisa memantau berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan kepada KPK," ujar Syarif.

Syarif mengungkapkan, Rommy sempat tidak kooperatif saat akan ditemui oleh tim KPK di sekitar hotel tersebut. "Saya perlu menjelaskan bahwa tim KPK sebenarnya sudah sangat berhati-hati untuk menyampaikan melalui temannya bahwa beliau untuk tidak menimbulkan kegaduhan di ruangan tempat makan," kata Syarif lagi.

Lebih lanjut, Syarif menyampaikan, Rommy saat itu diminta untuk keluar dan menemui tim KPK. "Dimintai keluar dari tempat itu, karena ingin bertemu tetapi memang beliau pergi ke tempat lain, bukannya datang menemui tetapi pergi. Itu juga salah satu bukti bahwa KPK tidak menjebak yang bersangkutan tetapi akhirnya bisa diikuti," tandas Syarif.(*)


Sumber: SP

Jokowi: Kebangetan Kalau Kalah di Sumut


Suasana saat calon presiden Joko Widodo berpidato dalam acara deklarasi dukungan alumni belUSUkan pro Jokowi-Maruf Amin n Joko Widodo berpidato dalam acara deklarasi dukungan alumni belUSUkan pro Jokowi-Amin di Gedung Serbaguna T Rizal Noordin, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu, 16 Maret 2019. ( Foto: Antara )
Medan, BS- Calon presiden Joko Widodo menghadiri deklarasi dukungan dari alumni perguruan tinggi se - Sumatera Utara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Medan, Sabtu (16/3/2019).

Calon presiden dengan nomor urut 01 itu memperkenalkan istrinya di awal pembukaan pidatonya di atas panggung. Iriana Jokowi langsung naik setelah mendapatkan panggilan tersebut.

Tidak lama berselang, mantan Gubernur DKI itu kemudian memanggil suami Kahiyang Ayu, Bobby Afif Nasution, menantu Jokowi. Kompak dengan sang mertua, Bobby mengenakan kemeja putih, naik ke atas panggung.

"Saya sudah menjadi bagian dari keluarga besar Sumatera Utara. Ada Boby. Kalau kalah kebangetan. Awas kalau kalah," ujar Jokowi yang disambut riuh oleh ribuan massa pendukungnya.

Jokowi mengungkapkan, ketika pertarungan dengan Prabowo Subianto saat Pilpres 2014 lalu, pasangannya bersama Jusuf Kalla memperokeh suara 55,24 persen untuk suara di Sumut.

Jokowi mengaku menang tipis mengungguli Prabowo - Hatta Rajasa yang memperoleh suara sebanyak 44,75 persen. Oleh karena itu, Jokowi - Ma'ruf Amin, menginginkan suara yang tebal saat pemilu mendatang.

"Untuk bisa menang tebal, kita kampanye secara door to door atau dari pintu ke pintu dalam sisa waktu kampanye yang tinggal sebulan lagi. Ajak sebanyak-banyaknya warga ke TPS pada hari pemungutan suara 17 April 2019," sebutnya.(*)




Sumber: Majalah Investor
 

155 Rumah Hancur Akibat Ledakan Bom di Sibolga

Kondisi lokasi rumah terduga teroris dan juga rumah warga rusak akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan Solimah istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, di Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu, 16 Maret 2019. ( Foto: Antara )

Sampai saat ini masyarakat di sekitar lokasi kejadian ledakan bom, masih diungsikan.

Sibolga, BS- Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk mengatakan, ada sebanyak 155 unit rumah warga yang rusak akibat ledakan bom terduga pelaku teroris di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumut, beberapa hari lalu.

"Ratusan rumah yang rusak ini mengakibatkan ratusan jiwa mengungsi. Sebagian rumah yang terkena ledakan bom itu pun ada yang telah rata dengan tanah. Jumlah rumah yang rusak itu meliputi 161 kepala keluarga," ujar Syarfi Hutauruk, Sabtu (16/3/2019).

Syarfi mengatakan, sampai saat ini masyarakat di sekitar lokasi kejadian ledakan bom, masih diungsikan. Pemerintah dan aparat keamanan melakukan itu karena mengantisipasi kemungkinan hal yang tidak diinginkan terjadi.

Seperti yang diketahui, bom meledak di dekat kediaman Abu Hamzah (AH) yang berada di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga. Bom diledakkan saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya pada, Selasa (12/3/2019) siang.

Kemudian, pada Rabu (13/3/2019) dini hari bom kembali meledak di rumah AH. Dimana, Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah yang merupakan istri AH meledakkan diri dengan anaknya setelah negosiasi lebih kurang 10 jam yang dilakukan oleh kepolisian gagal untuk menyerahkan diri.

Dalam peristiwa itu, selain AH polisi juga meringkus AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Sibolga. Lalu petugas menangkap R dari Kota Tanjung Balai dan M di Tapanuli Tengah.(*)


Sumber: Suara Pembaruan
 

Romahurmuziy: Saya Dijebak

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (mengenakan masker dan bertopi), digiring petugas saat tiba di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (15/3/2019). Romi bersama empat orang lainnya terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Hotel Bumi Surabaya, terkait transaksi jual-beli untuk pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemag) untuk wilayah pusat dan daerah. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga," kata Rommy.

"Ternyata niat baik ini menjadi petaka," kata Rommy.



Jakarta, BS
- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuzy telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Pascapenetapan status tersangka, beredar surat terbuka yang ditandatangani Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin itu.

Dalam surat terbukanya, Romahurmuzy, atau yang akrab disapa Rommy, mengaku telah dijebak sehingga akhirnya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahami di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi petaka," kata Rommy dalam surat terbuka yang diterima, Sabtu (16/3/2019) di Jakarta.

Dalam surat terbuka itu, Rommy juga mengaku sudah merasa dibuntuti selama beberapa bulan ini. Rommy pun menganggap kondisi itu merupakan risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat.

"Kejadian ini juga menunjukan inilah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut Rommy juga menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada TKN dan masyarakat. Namun demikian, dirinya berharap semua pihak tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

"Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya," ungkap Rommy.

Tidak ketinggalan, Rommy juga memohon maaf kepada warga PPP. Dirinya berharap seluruh simpatisan PPP tidak mengendurkan perjuangan dalam menghadapi Pemilu Serentak April 2019 mendatang.

"Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air; rekan-rekan pengurus DPP DPW, DPC, PAC dan ranting: saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari," tulis Rommy.

Rommy juga berjanji akan segera mengambil keputusan yang terbaik bagi PPP. Namun demikian. Keputusan tersebut akan disampaikan setelah melakukan musyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW.(*)


Sumber: Suara Pembaruan
 

Ketika OTT KPK Merontokkan Pamor Romahurmuziy

Written By Berita Simalungun on Friday, 15 March 2019 | 23:20

Ketum PPP Romahurmuziy (tengah) berbaju hitam, mengenakan topi saat tiba di Gedung KPK, Jumat 15 Maret 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Fana Suparman )
Beritasimalungun- Senjata ampuh “OTT” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk) ternyata menyasar dan merontokkan sekejab popularitas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy alias Romi. Ternyata harta kekayaan Romi yang tercatat sebesar Rp 11, 834 Miliar tak membuatya hidup berkecukupan, namun masih tergiur dengan godaan setumpuk uang sogokan.

Nasib sial yang dialami Romahurmuziy, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, memaksanya untuk berbaju hitam, mengenakan topi dan kacamata hitam saat tiba di Gedung KPK, Jumat 15 Maret 2019 malam.

Jauh dari penampilan Romahurmuziy seperti biasanya, yang selalu ramah dan mengumbar senyuman kepada lawan bicaranya. Politisi muda yang karier politiknya menanjak belakangan ini, akhirnya harus terjungkal karena soal keserakahan duniawi.

Apa yang dialami Romi, membuat banyak orang mengalamatkan  sumpah serapah padanya. Namun tak sedikit pula yang menyampaikan keprihatinan bahwa mental korup masih saja melekat pada jiwa dan raga mereka.

Dan pada ujungnya, keserakahan itu jua membawa mereka masuk ke jurang korupsi dan menanggung dalam perbuatannya. Ternyata, harta kekayaan sejumlah Rp 11, 834 Miliar tak membuat Romi puas, namun justru tambah “rakus”. 

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikutip dari situs acch.kpk.go.id, di Jakarta, Jumat (15/3/2019), Romi melaporkan harta kekayaannya itu pada tanggal 19 Maret 2010 dengan jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2009 sampai dengan 2014.

Rommy memiliki harta bergerak senilai Rp 2,551 miliar berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, dan Kabupaten Sleman.

Selanjutnya, Rommy juga memiliki harta bergerak senilai Rp 775,5 juta terdiri atas empat kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua.

Selain itu, Rommy juga memiliki harta bergerak berupa usaha dari PT Dugapat Mas dengan nilai Rp1,478 miliar. Harta bergerak yang dimilikinya adalah batu mulia, logam mulia, dan benda bergerak lainnya dengan total Rp425 juta.

Selain harta bergerak dan harta tidak bergerak, Rommy juga memiliki surat berharga dengan nilai Rp1,154 miliar serta giro dan setara kas senilai Rp 5,284 miliar dan 51.377 dolar AS. Rommy juga tercatat miliki piutang Rp164,7 juta dan tidak memiliki utang.

Kacamata Hitam

Romahurmuziy tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (15/3/2019) malam. Romi, sapaan Romahurmuziy diketahui ditangkap tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur pada Jumat (15/3/2019) pagi hari tadi.

Romi terlihat tiba di Gedung KPK sekitar pukul 20.12 WIB. Turun dari mobil Toyota Innova warna hitam, Romi terlihat mengenakan jaket, topi dan kacamata hitam. Romi yang terus berjalan menunduk langsung dikawal oleh sejumlah petugas KPK masuk ke lobi Gedung KPK. Tak ada komentar apapun yang disampaikan oleh anggota Komisi IV DPR tersebut.

Selain Romi, KPK juga membawa lima orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT tersebut. Di Gedung KPK, Romi dan para pihak tersebut akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Keenam orang itu sebelumnya telah diperiksa intensif di Mapolda Jawa Timur. KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak OTT untuk menentukan status hukum mereka yang ditangkap.

Diketahui, tim Satgas KPK menangkap Romi di Jawa Timur pada Jumat (15/3/2019) pagi. Selain Romi, KPK juga menangkap lima orang lainnya yang terdiri dari staf anggota DPR, pejabat Kementerian Agama (Kemag) dan pihak swasta. Keenam orang tersebut ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap terkait dengan pengisian jabatan di lingkungan Kemag.

Dalam OTT ini, KPK juga menyita uang tunai yang diduga barang bukti suap. KPK menduga jual beli jabatan yang melibatkan Romi ini bukan yang pertama, tetapi sudah terjadi berulang kali.

Ruang Menteri Agama

Sementara Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki mengonfirmasi penyegelan ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

"Benar," kata Mastuki saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Ia mengatakan bahwa Kemenag akan kooperatif dengan KPK, terutama soal prosedur penyegelan ruang kerja Menag sebagai lanjutan pemeriksaan pascaoperasi tangkap tangan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy (Romy) di Sidoarjo.
Mastuki mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan kasus tersebut sehingga langkah-langkah Kemenag merespons tindakan KPK akan terus dilakukan.

Terlebih, kata dia, kasus OTT Romy masih berkembang. Dengan begitu, langkah-langkah yang perlu dilakukan belum diputuskan, seperti upaya bantuan hukum dan hal lain yang terkait. “Kami menunggu penjelasan resmi dari KPK," katanya.

KPK Incar Romahurmuziy

Ternyata KPK sudah lama menyelidiki dugaan transaksi terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemag) yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Proses penyelidikan tersebut berujung pada ditangkapnya Romi bersama lima orang lainnya, termasuk pejabat Kemag dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur, Jumat (15/3/2019).
“Sudah lama. Sudah lama (pengusutan kasus ini)," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo usai diskusi Pemilu Berintegritas 'Pilih yang Jujur' di Gedung ACLC, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Meski demikian, Agus mengatakan, penyelidikan kasus ini tidak sampai satu tahun. Pengusutan kasus ini, kata Agus dilakukan KPK setelah mendapat laporan dari masyarakat. Selanjutnya dilakukan proses verifikasi hingga ditemukan adanya alat bukti permulaan.

Agus mengungkapkan, dari proses indentifikasi sementara, KPK menemukan adanya dugaan transaksi terkait jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang diduga melibatkan Romi tersebut telah terjadi berulang kali.

“Yang perlu dicatat itu bukan pemberian yang pertama karena sebelumnya juga yang bersangkutan pernah memberikan," ungkapnya.

Diketahui, KPK menangkap Romi dan lima orang lainnya dalam OTT di Jawa Timur, Jumat (15/3/2019). Dalam OTT ini, KPK juga menyita uang tunai yang diduga barang bukti transaksi yang melibatkan Romi.

Setelah diperiksa intensif oleh tim Satgas KPK di Mapolda Jawa Timur, Romi dan para pihak yang ditangkap saat ini sedang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK. Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. 

Pidato Grace Natalie Terbukti

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkejut mendengar berita penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy di Surabaya, Jawa Timur. Penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menunjukkan bahwa apa yang disampaikan Ketum PSI Grace Natalie dalam pidato politiknya di Festival 11 Medan, terbukti. Komitmen antikorupsi parpol-partai lama masih lemah.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Bidang Hukum PSI, Rian Ernest kepada Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019). “Kami terkejut atas pemberitaan OTT (operasi tangkap tangan) Mas Rommy. PSI menganggap ini kasus hukum dan meminta KPK untuk bekerja secara profesional menangani kasus ini secara tuntas. Kasus ini juga menunjukan pidato ketum PSI benar bahwa komitmen pemberantasan korupsi di tubuh partai politik sangat lemah," ujar Rian Ernest.

Grace Natalie, dalam pidatonya menyindir keras partai-partai lama yang dinilainya memiliki komitmen rendah terhadap antikorupsi sehingga masih banyak anggota parpol yang terjerat kasus korupsi baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif.

Grace juga menyindir partai-partai yang masih mengusung caleg mantan terpidana kasus korupsi. Lebih lanjut, Rian Ernest menilai, kasus OTT Rommy juga menunjukan bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik di negeri ini. Kasus ini  menunjukkan Polri pada pemerintahan Presiden Jokowi tidak tebang pilih dalam kasus hukum.

“Jauh dari tebang pilih seperti yang dituduhkan kepada Pak Jokowi. Tidak ada perlindungan hukum yang dilakukan Pak Jokowi kepada siapa pun yang bermasalah secara hukum," tambah  Rian Ernest.(Berbagaisumber/Asenk Lee)

 

Pria Batak Ini Ketahuan Menikah Lagi, Dipermalukan di Pesta Pernikahan

Terbongkarnya perilaku tak Beradat bagi orang Batak ini terjadi pada Sabtu (9/3/2019) siang. Mengutip dari Riausky.Com, tanpa diundang secara resmi, Siska Lusiana Sirait (38) warga Jalan Bakti Batang Serosa Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis bersama tiga anaknya mengahadiri pesta pernikahan Suaminya Hendri Darlis Napitupulu (40) di jalan Riau - Sumut Desa Batang Ibul Kecamatan Bangko Pusko Kabupaten Rohil - Riau, pada Sabtu (9/3/2019) siang.IST

Palsukan KTP, Mengaku “Doli-Doli”

Jambi-Bagi Orang Batak, khususnya yang Beragama Kristen, Pernikahan hanya sekali dalam seumur hidup. Kecuali salah satu pasangan (Suami atau Istri) meninggal dunia. Kalaupun ada perceraian, harus lewat pengadilan Agama dan Proses Adat batak (Bayar Adat). Bagi Orang Batak tak mengenal Kawin Siri, apalagi Poligami atau memiliki istri lebih dari satu. 

Namun apa yang terjadi pada Pria Batak bermarga Napitupulu ini menikah secara diam-diam, padahal dia sudah memiliki keluarga satu istri dan anak-anak. Pria “bandot” ini adalah Hendri Darlis Napitupulu (40) yang tinggal di jalan Riau – Sumut, tepatnya Desa Batang Ibul Kecamatan Bangko Pusko, Kabupaten Rohil – Provinsi Riau.

Terbongkarnya perilaku tak Beradat bagi orang Batak ini terjadi pada Sabtu (9/3/2019) siang. Mengutip dari Riausky.Com, tanpa diundang secara resmi, Siska Lusiana Sirait (38) warga Jalan Bakti Batang Serosa Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis bersama tiga anaknya mengahadiri pesta pernikahan Suaminya Hendri Darlis Napitupulu (40) di jalan Riau - Sumut Desa Batang Ibul Kecamatan Bangko Pusko Kabupaten Rohil - Riau, pada Sabtu (9/3/2019) siang.

Kehadiran Siska Lusiana bersama anaknya membuat para tamu undangan kaget. Bahkan Hendri Darlis Napitupulu (mempelai lelaki) tidak menduga kehadiran istri dan anak di hari bahagia itu.
Hari bahagia yang diidamkan Hendri dan Murni Wati Sinaga berubah dengan keributan dan tangisan dari anak-anaknya yang sudah lama ditinggal Hendri. Sehingga Hendri yang mengaku lajang tidak bisa berbuat banyak.

Kehadiran Siska bersama ketiga anak nya di pesta suami sempat terhenti sejenak. Hal ini disebabkan kerena terjadinya kerusuhan, Siska Lusiana Sirait meminta pertangungjawaban Hendri Darlis Napitupulu terhadap ketiga darah daging (anak)-nya. 

Ketiga anak Siska Lusiana Sirait menghampiri ayahnya yang lagi duduk di kursi bersama istri baru Murni Wati Sinaga. Ketiga anak yang masih kecil tersebut menangis di dalam pelukan ayahnya. Karena ketiga anak Siska Lusiana Sirait yang masih kecil sangat memerlukan kasih sayang seorang ayah.

Siska Lusiana Sirait kepada wartawan mengatakan bahwa tujuan dirinya datang ke pesta pernikahan suaminya hanyalah untuk menunjukan kepada anak-anak bahwa bapaknya menikah lagi dengan mengaku masih berstatus “Doli-Doli” lajang. 

"Bukti dia mengaku lajang saya dapatkan dari pendeta yang memberkati mereka di Medan. Saat mau menikah suami saya memalsukan identitasnya dengan status lajang. Itu semua saya lihat dari bukti-bukti identitas yang diperlihatkan pendeta kepada saya," terang Siska Sirait denga wajah sedih.

Dijelas Siska, selama 14 tahun saya membina rumah tangga sama Hendri kami baik-baik saja tidak pernah ribut. Tapi beberapa tahun belakangan, keluarga dari pihak Hendri sering mengambil dia ketika saya lagi bekerja. 

“Ketika ditanya melalui HP, Hendri mengatakan bahwa dia dibawa pulang oleh orang tuanya untuk direhab karena dia kecanduan narkoba," cerita Siska.

"Tapi keanehan mulai timbul, keluarga suami lagi-lagi mengambil dia secara diam-diam  tanpa sepengetahuan saya. Hal tersebut saya pikir mau direhab lagi, tapi malah dinikahkan pada 8 April 2016 yang lalu. Hingga saat ini, status saya masih sah menjadi istri dia karena belum diceraikan baik secara adat maupun pengadilan agama atau secara sipil,” ucap Siska Sirait sedih.(Lee)
 

Serangan PSI Dinilai Dapat Menganggu Elektabilitas Jokowi

Written By Berita Simalungun on Thursday, 14 March 2019 | 23:44

Ketum PSI Grace Natalie dalam pidato politik berjudul “Beda Kami, PSI dengan Partai Lain” di Festival 11 di Medan, Sumatra Utara, Senin (11/3/2019). ( Foto: istimewa )
Hendri menilai isu yang dibawa PSI terkait kesetaraan bukan menjadi permasalahan pokok yang diperhatikan masyarakat Indonesia berdasarkan hasil survei. Isu yang diperhatikan masyarakat merupakan ekonomi dan lapangan pekerjaan.


Jakarta, BS
- Serangan yang dilancarkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap partai berbasis nasionalis terkait peraturan daerah (Perda) syariah yang diskriminatif dinilai dapat mengganggu elektabilitas calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi). Hal ini lantaran serangan PSI juga menyasar sejumlah partai nasionalis yang berada di barisan pendukung Jokowi.

"Apakah akan menganggu Jokowi ya bisa saja, tetapi yang banyak komentar partai koalisi Jokowi sendiri kan,” kata pengamat Politik dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi), Hendri B Satrio kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Hendri mengatakan, serangan PSI mengkritisi partai nasionalis termasuk partai koalisi Jokowi sebenarnya untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas serta mendorong sebagai partai pembeda. Meski strategi dan tujuan PSI bagus, Hendri menilai isu yang dibawa PSI terkait kesetaraan bukan menjadi permasalahan pokok yang diperhatikan masyarakat Indonesia berdasarkan hasil survei.

Saat ini, kata Hendri, isu yang diperhatikan masyarakat merupakan ekonomi dan lapangan pekerjaan. Untuk itu, PSI seharusnya berani masuk ke ranah isu premier ekonomi yakni bagaimana cara mengentaskan kemiskinan dan partai ini membuka lapangan kerja lebih banyak.

Hendri mengakui, isu ekonomi terdengar lebih eksekutif, namun PSI yang mengusung kadernya sebagai calon anggota legislatif seharusnya mampu menawarkan solusi untuk memperbaiki permasalahan ekonomi.

“Kenapa sih lebih fokus permasalahan di Medan itu dan bangga sekali? Kenapa tidak bahas Tolikara misalnya. Menurut saya, lebih tepat dilaksanakan karena akhirnya orang-orang akan terfokus apa yang disampaikan PSI ternyata bolongnya banyak,” katanya.

Di sisi lain, Hendri mengatakan, Pemilu serentak 2019 membuat partai politik memiliki dua kepentingan yakni bagaimana meloloskan wakilnya di DPR dengan ambang batas 4 persen termasuk meloloskan wakilnya ke DPRD dan memenangkan presiden yang diusungnya.

Namun, Hendri menyatakan, strategi yang dipilih PSI cukup egois dengan menyerang partai lain, termasuk partai yang sama-sama mendukung Jokowi-Ma'ruf.

“PSI mau tidak mau harus konsentrasi untuk menyelamatkan partai lolos ke parlemen dari 4 persen ambang batas. Makanya apa yang dilakukan kemarin itu, dia sangat individualis, dia berjuang sendiri untuk partainya. Ingin publik tahu PSI beda, tapi pakai cara omong kasar ke parpol lain,” katanya.

Diketahui, pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Medan, Senin 11 Maret 2019 menyerang sikap partai yang berlabel nasionalis di Indonesia. Dalam pidatonya, Grace menyinggung banyak partai yang mengaku nasionalis namun justru mendukung perda syariah yang diskriminatif.(*)


Sumber: Suara Pembaruan
 

Polisi Tangkap Penyandang Dana Bomber Sibolga

Ilustrasi terduga teroris. ( Foto: Antara )
Densus 88 berhasil menangkap dua orang jaringan Husain alias Abu Hamzah (30). Dua orang jaringan Husain alias Abu Hamzah termasuk yang membiayai bomber Sibolga dalam merakit bom.

Jakarta, BS - Densus 88 berhasil menangkap dua orang jaringan Husain alias Abu Hamzah (30). Dua orang itu termasuk yang membiayai bomber Sibolga dalam merakit bom.

“AK alias Ameng alias AH telah ditangkap. Perannya pada kelompok Sibolga menyumbang atau sebagai penyandang dana untuk membeli berbagai kebutuhan untuk merakit bom sebesar Rp 15 juta,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (14/3/2019).

Pada tersangka juga dilakukan penyitaan antara lain satu buah bom rompi yang berisi 10 buah pipa bom elbow dan satu kardus berisi bahan peledak yang msh diperiksa di laboratorium forensik.

Juga ditangkap tersangka atas nama P atau Ogel. Dia juga aktif dalam merencakan amaliyah yang akan dilakukan oleh AH dan dua temannya.
Dia juga menyimpan bahan peledak yang akan digunakan oleh AH.

“Barang bukti, misalnya terkumpul semuanya, termasuk dari dua orang tersangka itu maka kurang lebih sekitar 300 kg bahan peledak. Ini cukup besar. Tim masih terus mengembangkan kasus ini. Tidak berhenti di sini. Akan dilakukan penegakan hukum lain pada kelompok ini,” sambungnya.

Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain karena jumlah bahan bakunya cukup banyak yang tentunya butuh anggaran yang cukup besar, untuk membeli bahan baku itu.

Intinya kelompok ini akan melakukan teror secara lonewolf. Artinya tidak ada serangan kelompok tapi serangan person to person. Satu orang tapi bisa memberikan efek.

Misalnya menyerang Polda dengan bom bunuh diri maka targetnya bisa menimbulkan kerusakan dan korban aparat keamanan yang cukup banyak.


Sumber: BeritaSatu.com
 

Kuliah Umum dan Wawasan Kebangsaan Irjen Pol Drs M Wagner Damanik MAP di USI

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 13 March 2019 | 21:51

Dosen Lemhanas Irjen Pol Drs M Wagner Damanik MAP melaksanakan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan di Kampus Universitas Simalungun (USI) di Kota Pematangsiantar, Rabu (13/3/2019).
Pematangsiantar, BS-Dosen Lemhanas Irjen Pol Drs M Wagner Damanik MAP melaksanakan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan di Kampus Universitas Simalungun (USI) di Kota Pematangsiantar, Rabu (13/3/2019). 

Acara itu juga sekaligus penyerahan bantuan Bus Sekolah dari Kementrian Perhubungan RI Dirjen Perhubungan Darat Irj Pol Drs Budy Setyadi SH, M.Si kepada Univetsitas Simalungun (Rabu/13/03/2019). 

Pada kesempatan itu Irjen Pol Drs M Wagner Damanik MAP mengajak hadirin dan undangan yang datang untuk mengheningkan cipta atas meninggalnya Mantan Rektor USI St Ir Jannerson Girsang.  

Menurut Wagner Damanik, Mahasiswa Universitas Simalungun menjadi mahasiswa milineal yang memiliki wawasan kebangsaan, menyadari perkembangan teknologi di era digital 4.0 semakin maju dan menjaga tolerasi di tengah-tengah masyarakat. (Foto-Foto FB Triadil Saragih)























IKLAN LAGI

IKLAN 1

IKLAN

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com

Dr Sortaman Saragih SH MARS

Dr Sortaman Saragih SH MARS
Mari Rebut Kembali Tiket Ke Senayan yang Tertunda Itu

Janri Parkinson Damanik Menuju DPRD Provinsi Sumut

Janri Parkinson Damanik Menuju DPRD Provinsi Sumut
KLIK Gambar Untuk Beritanya