Berita Terkini

Jaya Damanik Menuju DPRD Simalungun

Jaya Damanik Menuju DPRD Simalungun
Ingat Rabu 17 April 2019
INDEKS BERITA

Cari Sumber Penyebab Longsornya Kawasan Jembatan Kembar Sidua– Dua Parapat

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 16 January 2019 | 11:57

Foto-foto Rado Damanik.
Parapat, BS
-Pihak terkait harus emngusut akar persoalan penyebab bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Seperti longsor yang kerab terjadi hingga 8 kali selama 2 bulan terakhir, yang berakibat tertutupnya Jembatan Kembar Sidua-dua sehingga menimbulkan terputusnya arus lalu lintas dari Pematangsiantar menuju Kawasan Destinasi Wisata Danau toba atau Parapat.

Para penggiat lingkungan menuding bahwa terjadinya bencana longsor yang menimpa Jembatan Kembar Sidua– Dua tersebut tidak terlepas dari ulah manusia atau ulah dari para perambah hutan di wilayah itu.


Sebelumnya Kepala dinas Kehutan Provinsi Sumatera Utara, Helen  mengatakan longsor yang kerap menimbun jembatan tersebut karena lahan milik masyarakat dibiarkan kosong atau gundul.

Semetara itu Direktur Eksekutif Walhi Sumut Dana Prima Tarigan menyebutkan bahwa Pendirian perkebunan di kawasan hutan lindung itu tidak diperbolehkan dan jelas melanggar Undang-undang, serta pelakunya dapat dipidana.

Lanjut Dana menambahkan bahwa pihaknya mensinyalir, penyebab longsor yang menutupi jembatan Sidua-dua, Desa Sibanganding, Parapat, Kabupaten Simalungun, dikarenakan adanya alih fungsi hutan lindung.

“Hal itu, tidak boleh dibiarkan, harus diproses secara hukum untuk memberikan efek jera terhadap pelaku,” tegas Dana.

Lanjuntya menambahkan, bahwa  masyarakat maupun pihak perusahaan swasta, yang menjadikan kawasan hutan sebagai kawasan perkebunan, adalah pelaku pelanggaran hukum yang sangat berat. Pelakunya, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang telah merusak lingkungan tersebut.

“Polres Simalungun diharapkan agar secepatnya menemukan pelaku yang membuka perkebunan di pegunungan Parapat,” tandasnya.

Dana menyebut, Walhi sangat memprihatinkan, peristiwa longsor yang terjadi secara berulang-ulang. Tercatat, sudah delapan kali longsor terjadi, dan menutupi badan Jalan Pematang Siantar-Simalungun. 

Sementara jalan tersebut, menjadi sarana mobilitas utama warga setempat. Hal tersebut, meresahkan warga maupun pengguna jalan lintas Sumatera (Jalinsum), karena merasa tidak nyaman saat melintas karena takut tertimbun longsor.

Sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede, meyakini longsor akan kembali terjadi ketika hujan deras. Sebab berdasarkan pemantauan lewat drone, hasilnya menunjukkan tanah pada bagian hulu sungai mengalami kerusakan.

“Di hulu jembatan itu memang sudah longsor. Jadi kalau nanti hujan deras lagi, ya (diprediksi) akan longsor lagi,” ujarnya.(BS-Rodo)























Foto-foto Rado Damanik.

Menyimak Diskusi GWA Forum Diskusi Simalungun Soal Caleg Peduli Simalungun

Caleg DPRD Sumut PDIP Janri Parkinson Damanik S Sos. Jaya Damanik juga mempertayakan peran martir (Slogan Caleg DPRD Sumut PDIP Janri Parkinson Damanik S Sos) apa gerangan, sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumut. “Apa kira-kira program atau target yang bisa dilakukan untuk Siantar Simalungun? Program konkrit supaya kita pahami dan dukung,” ujar Jaya Damanik.
Beritasimalungun-Menyimak diskusi di Group WA Forum Diskusi Simalungun (FDS) semakin menarik dengan tema Anggota Dewan Peduli Kabupaten Simalungun. Postingan Caleg Pemilu April 2019 dan kiprah Anggota Dewan membangun Kabupaten Simalungun menjadi salah satu topic yang hangat dibahas dua hari terakhir. 

Seperti pendapat Dr Sarmedi Purba. Dia mengatakan, sampai sekarang belum jelas apa yang mereka perjuangkan di tingkat pusat oleh Junimart Girsang (Anggota DPR RI Dapil Sumut III) di Simalungun. 

“Di DPRD Sumut saya pernah dengar Jantoguh memperjuangkan jalan di Rayakahean. Tingkat Siantar nihil. Tingkat Simalungun yang mencolok wakil kita dari Haranggaol dan Sibuntuon jalan rusak. Lantas caleg yang baru ini mau bikin apa? Masih belum jelas bagi saya kecuali politik martir yang tidak jelas. Yang utama adalah politik anggaran, supaya infrastruktur Simalungun itu bagus supaya ekonomi tidak mandek,” tulis Dr Sarmeda Purba.

Kemudian Caleg DPRD Kabupaten Simalungun NasDem Jaya Damanik juga memberikan pendapat. “ Setuju Tulang!, yang utama penganggaran dan pengawasan infrastruktur, dan yang tidak kalah penting perjuangan Perda. Permudahan investasi, SIPID, Pungli honorer dan kenaikan jabatan PNS, kerjasama pengawasan APBD dengan KPK. Saya kira ini sangat penting di Simalungun, di samping reformasi tata kelola keuangan dan pemerintahan, pengawasan efisiensi dan tepat sasaran dalam penganggaran,” kata Jaya Damanik.

Jaya Damanik juga mempertayakan peran martir (Slogan Caleg DPRD Sumut PDIP Janri Parkinson Damanik S Sos) apa gerangan, sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumut. “Apa kira-kira program atau target yang bisa dilakukan untuk Siantar Simalungun? Program konkrit supaya kita pahami dan dukung,” ujar Jaya Damanik.

Sementara Kurpan Sinaga juga menerangkan secara gamblang soal “Caleg Janri Parkinson Damanik S Sos Komitmen Jadi “Martir” Perubahan Siantar-Simalungun”. 

“Saya kira pernyataan "siap menjadi martir perjuangan" ini harus diperjelas. Apa rupanya masalah saat ini yang sedang dimasuki atau akan dimasuki Lawei Janri Damanik dimana masalah tersebut berbahaya. Setidaknya ada ancaman jiwa bagi siapapun yang mencoba memasukinya, namun masalah tersebut mengkooptasi kepentingan orang banyak,” ujarnya. 

Menurut Kurpan Sinaga, kesiapan seseorang memasuki keadaan bahaya demi kepentingan masyarakat  banyak, menurutnya inilah kesiapan sebaga martir. 

“Hal ini membuat saya teringat saat saya masih kader PDI Pro Mega Tahun 90an. Situasi politik dimana penguasa orde baru yang super kuat dalam kekuasaan mutlak terkonsentrasi pada Soeharto telah menyumbat demokrasi. Korupsi merajalela. Partai politik semuanya dipegang. Demikian juga angkatan bersenjata yang dilegalkan berpolitik,” tambah Kurpan Sinaga. 

“Tangan besi yang main libas ala Soeharto telah menjadi kenyataan yang menimpa kelompok mana saja yang tidak tunduk dalam kontrolnya. Itulah yang dialami pro Mega saat itu yang terbentuk sebagai sempalan di PDI yang terbelah dua antara pro pemerintah orang atau mandiri dalam demokrasi yang belakangan terkristalisasi dalam kelompok yang dinamakan PDI Pro Mega,” sebutnya. 

Lebih jauh Kurpan Sinaga menjelaskan, dirinya waktu itu, selain perang didalam partai berhadapan dengan yang pro pemerintah juga menghadapi tentara dan polisi yang menjadi alat pemerintah. 

“Dalam motivasi perubahan kami bergerak berdasarkan nurani. Mempertahankan eksistensi diri sebagai kelompok yang sah kami harus membubarkan setiap pertemuan PDI kelompok Soerjadi. Untuk itu kami harus berhadapan dengan polisi dan tentara yang mengawal mereka. Kami begitu mudahnya untuk  ditempat, ditendang, disita KTP atau apa saja,” ujarnya. 

“Kameraku pernah dirampas Danramil Kebayoran Baru. Kita diintimidasi terus menerus. Rumahku dipantau Babinsa 24 jam. Kalau kami berkumpul dimana saja selalu dibubarkan dengan alasan tidak legal, tidak sah. Kenderaan kami selalu dicatat oleh Polisi, Kodam, BAIS, BIN, dst. Kami diserbu, kami ditangkapi. Banyak yang menjadi korban jiwa atau hilang. Di masyarakat juga kami terkucil. Kami disebut sok jago, selalu disisihkan bahkan disebut PKI,” terang Kurpan Sinaga. 

Disebutkan, nah, dalam pertentangan diametral seperti ini dengan resiko kehilangan nyawa patutlah menyebut siap jadi martir. “Jadi supaya tidak jadi cetusan bombastis saja ucapan Lawei Janri ini saya kira perlu diperjelas. Sehingga kita paham apa yang akan diperankannya, kita juga bisa membantu atau menyesuaikan diri dengan arahnya itu,” kata Kurpan Sinaga.

Soal Junimart Girsang

Kurpan Sinaga juga memberikan tanggapan soal kiprah Anggota dewan kepada Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
“Ya, saya kira untuk yang sudah duduk menjabat selama ini bolehlah menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Supaya kita tahu permasalahan ril. Apa yang diperankannya dan kita bisa melihat betapa yang bersangkutan perlu didukung untuk periode berikut. Pak Junimart Girsang umpamanya, tolong dipaparkan kinerja aparat penegak hukum di Siantar-Simalungun,” kata Kurpan Sinaga.

“Ya, saya kira untuk yang sudah duduk menjabat selama ini bolehlah menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Supaya kita tahu permasalahan ril. Apa yang diperankannya dan kita bisa melihat betapa yang bersangkutan perlu didukung untuk periode berikut. Pak Junimart Girsang umpamanya, tolong dipaparkan kinerja aparat penegak hukum di Siantar-Simalungun,” katanya. 

Menurut Kurpan Sinaga, penegakan hukum mundur. Banyak kasus yang mangkrak, baik di kepolisian maupun Kejaksaan. 

“Saya yang sering berinteraksi dengan polisi dan jaksa melihat bhw SDM mereka rendah, baik kuantitas maupun kualitas. Apalagi integritas tidak dapat diharapkan. Di Simalungun lah baru pernah saya lihat polisi tidak mampu melakukan tugasnya. Gagal memasang garis polisi di TKP, diejek pulak. Katanya garis polisi akan dipasang dengan terlebih dulu mengerahkan pasukan yang lebih banyak. Negara tidak boleh kalah, katanya. Nyatanya polisi pulang untuk selamanya,” jelas Kurpan Sinaga. 

Disebutkan, jelas ini bersinggungan dengan kuantitas, kualitas dan integritas. Anehnya yang mengejek itu membawa-bawa nama Anggota DPR Komisi III pulak. 

“Pak Junimart juga mengatakan narkoba dan judi musuh kita. Apa yang sudah dilakukan soal ini? Perlulah diutarakan dipublik supaya ucapan monimental di baliho sepanjang tahun itu tidak retorika kosong,” sebutnya. 

“Nyatanya saat ini narkoba sudah rahasia umum marak sampai kekampung-kampung. Apakah Lawei Janri Damanik mau kerja sama dengan Pak Junimart, siap jadi martir pemberantasan narkoba? Pak Jantoguh Damanik katanya memperjuangkan jalan ke Raya Kahean? Kalau begitu prestasinya nol,” ujar Kurpan Sinaga.
Menurut Kurpan Sinaga, karena tidak ada pembangunan jalan ke Raya Kahean kecuali yang sudah berjalan bertahap bahkan sejak 5 tahun lalu. 

“Sebelum Lawei Jantoguh Damanik duduk jalan itu sudah dibangun bertahap tiap tahun sekian kilo meter per tahun dari Tebing hingga ke Sondi lewat Sipispis, Sindar Raya. Namun, walau pun ini merupakan program yang sudah berjalan bertahap bisa saja ada peran Pak Jantoguh. Barangkali tahun lalu sudah mau dihentikan tapi tidak jadi karena diperjuangkan seseorang, siapa tahu? Makanya dijelaskanlah. Jangan asal klaim. Kita persilahkan dipaparkan disini,” tutup Kurpan Sinaga.(Asenk Lee)
 

Taput Diguncang Gempa Tektonik 5,0 SR

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 15 January 2019 | 10:40

Tapanuli Utara diguncang gempa tektonik (Antara Sumut/ist)
Tapanuli Utara, BS-Gempa bumi dengan magnitudo 5,0 skala richter mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (15/1/2019), sekitar Pukul 06.59 WIB.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi Klimatalogi, dan Geofisika, gempa yang terjadi memiliki episenter pada koordinat 1,77 LU dan 99,09 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 31 km arah Tenggara Kota Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

Dinyatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, ini merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal atau "shallow crustal earthquake" yang terjadi akibat aktivitas zona sesar Sumatera "Sumatera Fault Zone" pada segmen Toru. 

Hasil analisis mekanisme sumber juga disebut menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis mendatar atau "strike-slip fault".

Diinformasikan juga, guncangan gempa  dirasakan di daerah Tarutung dan Sipahutar IV MMI, Porsea II-III MMI, dengan hasil pemodelan yang menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat, hingga pukul 07.19 wib, tidak ada aktivitas gempabumi susulan yang terjadi.  

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tulisnya.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Utara, Yunus Caesar Hutauruk yang dikonfirmasi terkait dampak gempa menyebutkan, gempa yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan.

"Tadi, kita sudah berkoordinasi dengan Camat Pahae Jae yang diteruskan dengan seluruh Kepala Desa di wilayah itu. Tidak ada dampak kerusakan yang terjadi," sebutnya. (Sumber: Antaranews Sumut)


Lagu Rohani Ciptaan Ahok "Tuhan Tidak Tidur" Penyanyi Juni Hutagalung

Lagu Rohani Ciptaan Ahok "Tuhan Tidak Tidur" Penyanyi Ruth Sahanaya.
BeritaSimalungun-Sebelum menghirup udara bebas pada 23 Januari 2019 ini, ternyata Lagu Rohani "Tuhan Tidak Tidur" adalah lagu ciptaan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang saat ini dalam masa tahan dipenjara Mako Brimob. Lagu ini menceritakan tentang kekuatan iman seseorang yang teraniaya karena kebenaran Basuki Tcahya Purnama dalam menegakkan kebenaran di Pemerintahan DKI Jakarta.


"Tuhan Tidak Tidur"
Ciptaan AHOK 
PenyanyiJani Hutagalung

Lirik: 

Apapun juga kenyataan yang mesti kuterima 
Walau sukar ku kan menjalaninya 
Karna Tuhan yang punya kuasa 
Diatas jalan manusia 
Dan imanku berkata 
Tuhan tidak tidur 
Kau yang menjaga hidupku sempurna 
Selama ku setia 
Engkaulah Tuhan yang menyelesaikannya bagiku yang berharap padaMu.


"Siapa yang Kencing di Komplek Rumah Bolon Purba Tak Disiram?"

Fasilitas Umum di Rumah Bolon Purba Tak Terawat 
Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk
Purba, BS-Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Saat memasuki areal (parkiran) kami disambut seorang tukang parker merangkap pemungut retribusi masuk ke lingkungan Komplek Rumah Bolon. 

Saya bersama keluarga sekitar 8 orang memasuki lingkungan Rumah Bolon dengan membayar retribusi Rp 40.000 (Rp 5.000/Orang). Setelah bayar retribusi kamipun masuk lewat pintu terowongan kecil menuju komplek Rumah Bolon. 

Sebelum kami masuk, tampak juga ada 5 unit mobil pengunjung yang parker di areal parkiran Rumah Bolon tersebut. Saya mengajak anak-anak mengitari komplek Rumah Bolon dan mengabadikan gambar bersama di komplek itu. Niat saya mengajak anak saya untuk memperkenalkan Sejarah Penting di Simalungun, termasuk Rumah Bolon.

Anak saya juga naik melihat-lihat ke dalam Rumah Bolon. Bahkan hingga memukul Gondrang yang ada di dalam Rumah Bolon tersebut. Anak saya Moses Juneri, Ezer Twopama, TRionel Aguero Manihuruk tampak menikmati suasana alam di Rumah Bolon tersebut.

Kemudian anak saya meminta buang air kecil, namun WA (Toilet) yang ada di komplek Rumah Bolon itu tidak terawatt. Bahkan kondisinya sangat jorok dan bau pesing. Tampaknya tidak ada yang mebgurus fasilitas umum seperti Toilet di Komplek Rumah Bolon Purba tersebut. 

Toilet hanya tersedia di areal parkiran Rumah Bolon. Fasilitas umum di wilayah Rumah Bolon sangat minim, seperti tidak ada warung untuk pengunjung untuk bersantai dan menikmati Kopi Simalungun atau kuliner khas Simalungun di komplek itu. 

Pengunjung Rumah Bolon Purba hanya singgah dan berfoto dan kemudian meninggalkan lokasi tanpa meluangkan waktu untuk menikmati segarnya udara di Komplek Rumah Bolon Purba Tersebut. Semoga saya instansi terkait mau membenahi Komplek Rumah Bolon dan fasilitas umunya sebagai salah satu Obyek Wisata Sejahar, Budaya di Kabupaten Simalungun tercinta. Semoga. (Asenk Lee Saragih) 
Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk


 


Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk


Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk






Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk

Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk

Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk

Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk







Pada Minggu 30 Desember 2018 pagi, Saya mengajak keluarga, anak dan istri berkunjung ke Cagar Budaya Nasional Rumah Bolon Raja Purba Pakpak di Desa Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.Foto Moses Juneri Manihuruk

IKLAN

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com

Janri Parkinson Damanik Menuju DPRD Provinsi Sumut

Janri Parkinson Damanik Menuju DPRD Provinsi Sumut
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Dr Sortaman Saragih SH MARS

Dr Sortaman Saragih SH MARS
Mari Rebut Kembali Tiket Ke Senayan yang Tertunda Itu