DAPATKAN BUKU & CD TARALAMSYAH SARAGIH

DAPATKAN BUKU & CD TARALAMSYAH SARAGIH
KLIK BENNER UNTUK SELENGKAPNYA

MENUJU WALIKOTA SIANTAR 2015

MENUJU WALIKOTA SIANTAR 2015
MOHON DUKUNGAN

Trending Topic

Latest Post

Potret Haranggaol Oleh Simalungun Frame

Written By Berita Simalungun on Sabtu, 20 Desember 2014 | 15.23

Potret Danau Toba di HARANGGAOL, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Haranggaol,2/12/2014,
Photo by : Seniman Na Tarlantar.

"Polisi Keramba di Danau Toba di HARANGGAOL "

Haranggaol,2/12/2014, 17 52
Photo by : Seniman Na Tarlantar


" SIMARMATA "

Haranggaol,2/12/2014, 17:44
Photo by : Seniman Na Tarlantar

" HU NAGORI "
Haranggaol,2/12/2014, 17:34

Photo by :Seniman Na Tarlantar

" SETIA "
Haranggaol, 2/12/2104: 17:29
Photo by : Seniman Na Tarlantar
 

Haranggaol, Simalungun. " TEPI BUKIT "

Haranggaol, 2/12/2014,17:23
Photo by : Seniman Na Tarlantar

Dana Bansos di Pemkab Simalungun Senilai Rp 4,1 M "Raib"

Laporan BPK Tahun 2012 Atas Pemkab Simalungun
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pemkab Simalungun melalui dinas pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) tahun 2012menganggarkan bantuan hibah sebesar Rp17. 204.000.000 dengan realisasi sebesar Rp15.284.000.000 atau 88 % dari anggaran dan belanja Bantuan Sosial seebsar Rp8.161.000.000 dengan realisasi sebesar Rp6.393.000.000 atau 78 % dari anggaran.
Mekanisme penganggaran, pelaksanaan, dan penatausahaan, pertanggungjawaban dan pelaporan serta monitoring dan evaluasibelanja bantuan TA 2012 didasarkan padaPeraturan Bupati Simalungun No 37 Tahun 2011. Unit kerja yang mengelola bantuan hibah, bantuan social, dan bantuan keuangan adalah DPPKA.
Melihat laporan keuangan Pemkab Simalungun diatas kemudian BPK melakukan pemeriksaan atas bukti – bukti pertanggungjawaban tersebut dan konfirmasi secara uji petik kepada penerima bantuan diketahui hal – hal sebagai berikut :
a. Belanja Hibah 
Realisasi belanja hibah sebesar Rp15.284.000.000 direalisasikan kepada 36 badan /lembaga/organisasi//kelompok/kelompok masyarakat. Dari realisasi belanja tesebut terdapat Tiga badan yang tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan penggunaan atas belanjua hibah sebesar Rp3.210.000.000.
b. Bantuan belanja bantuan social 
Realisasi belanja bantuan social senilai Rp6.393.000.000 diealisasikan kepada 266 kelompok/ organisasi masyarakat. Dari realisasi belanja tesebut terdapat 6 kelompok masyarakat / kelompok masyarakat yang tiak menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan penggunaan atas belanja bantuan social yang diterima sebesar Rp900.000.000
Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran belanja bantuan sebesar Rp4.110.000.000 (3.210.000.000 + 900.000.000 ) tidak diketahui kesesuaian penggunaan tujuan pemberian bantuan dan berpeluang untuk disalahgunakan.(PenaRakyat.Com)

Lembaga Talun Mandiri Lakukan Penanaman Perdana Bibit Kentang di Simalungun

Penanaman Perdana Bibit Kentang Unggul di Simalungun. Ft Rikanson Jutamardi Purba
Mewakili Dewan Pendiri Lembaga Talun Mandiri, St Sudiman Purba melakukan penanaman pertama bibit g0 kentang sebagai bagian dari upaya menjadikan Simalungun sebagai pusat penangkaran selain Lembang, Jawa Barat, seperti UD Hikmah itu. Foto Rikanson Jutamardi Purba

Setelah Marihot Manullang terpilih sbg rektor USI 2014-2018, saya sih berharap PR I - nya Marlan, PR II Pasu Malau, PR III Corry Purba, & Unit Penjaminan Mutu (UPM) Hisarma Saragih.

Tadinya, sangat berharap pula bahwa dekan Fak Pertanian adalah DR Ir Jef Rudhianto MSi. Dengar2 yg mereka usulkan justru Warlinson Girsang.
Kita tunggu, sbg lembaga perguruan tinggi dimana dua di antara tridarmanya adl penelitian & pengabdian kpd masyarakat, apakah USI tertarik utk membuka diri thd penangkaran kentang sebagaimana yg di Lembang, Jawa Barat, itu? UD Hikmah -penangkar yg sangat terkenal itu- dimulai 30 tahunan lalu. Bukankah Simalungun bisa jadi alternatif? Kalau bukan kita, siapa lagi; kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Kalau TIDAK tertarik, hmmmh..., Andalah yg kasih pendapat sendiri mengenai USI yg kita cintai ini.

Usulan saya berikut ini adalah orisinal (bukan KW) dan otentik. Di USI hrs ada jurusan bahasa serta seni-budaya & adat Simalungun. Bahkan, USI hrs menjadi pusat Simalungunologi, sebagaimana UGM menjadi pusat Javanologi. Kalau TIDAK juga, hmmmh..., Anda jugalah yg kasih pendapat sendiri mengenai USI yg kita cintai ini.

Yg ini bukan dari saya, melainkan saya dengar pertama kali dari mulut Salmon Sinaga, ketua yayasan USI saat ini: "Di bagian depan kampus akan kita pampangkan nama KAMPUS HABONARON DO BONA. Dipasangi lampu sorot, agar malam hari pun tampak oleh orang2 yg melintas di depan kampus USI."

Saya sih berharap, USI-lah promotor "HdB" itu. Intinya: takut akan Sang Kebenaran itu sendiri alias Tuhan. Bukankah "Fear of God is the beginning of knowledge"?

Krn menjadi promotor HdB, maka sangat berdosa jika "catering" skripsi/tesis masih jalan dan dana2 off-budgeter dipelihara untuk sabetan berjamaah.

UI, ITB, Unpad, UGM, & Unair -sepanjang yg saya tahu- sdh menyatakan diri sebagai research universities. Bahkan Kadarsah Suryadi -Rektor ITB yg baru- sdh menyatakan bahwa ITB menjadi entrepreneurial university. ITB menambah jumlah universitas kewirausahaan setelah Podomoro University yg dikomandani Prof Rhenald Kasali PhD dan Ciputra University serta beberapa universitas lainnya.

Kalau mantan rektor Hisarma Saragih fokus menangani UPM, akreditasi USI yg pas2 makan bisa diperbaiki lagi. Jangan kelak lulusan USI tdk bisa jadi PNS, karena tlh dipersyaratkan bhw akreditasi prodinya minimum B. Materi kuliah di-updated terus-menerus, agar mhs Fak Ekonomi tdk diajarkan bhw pengawas perbankan di Indonesia adl BI, melainkan -semestinya- OJK.

Bangunlah sistem administrasi kemahasiswaan agar rektor tak bingung ketika ditanya berapa sebenarnya jumlah mahasiswa? (Terdaftar - noaktif = aktif). Bangun juga sistem keuangannya agar transparansi dan akuntabilitasnya bisa dijamin.

Kepada orang2 Simalungun, sekali-kali omongan perlu agak keras, agar kita "terbangun/siuman". Peringatan Rhenald Kasali agar jangan jadi "rektor administratur" itu hrs jadi perhatian bersama.

(Catatan: Goresan ini saya buat berdasarkan rasa cinta akan USI dan Simalungun).

Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Dipertayakan

Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Dipertayakan
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pelaksanaan proyek rehab ruang kelas di kec Raya banyak ditemukan “PROYEK SILUMAN”Seperti di SD 091333 Raya Usang kec Raya kab Simalungun, yang sampai saat ini mulai pelaksanaan rehab itu baru mencapai 75 persen bangunan rehab pihak sekolah tidak memasang plank proyek sehingga sumber dananya tidak diketahui berasal dari mana.
Menurut salah satu warga Raya bermarga Sitopu menuding kalau proyek rehab ruang kelas yang dikerjakan sekolah ini merupakan proyek Siluman. Saya mengatakan proyek ini Siluman karena mulai dikerjakan pihak sekolah tidak transaparan dengan tidak ditemukan plank proyek dilokasi sekolah.Selain tidak transparan proyek rehab ruang kelas di SD 091333 ini juga diborongkan.
Padahal publik tahu kalau proyek rehabilitasi ruang kelas Dak 2014 harus dikelola oleh Kepala Sekolah dan tidak dapat diborongkan ujar Sitopu yang ditemui Orbit 14/12 sekira pukul 11.00 wib.
Sepengetahuan saya proyek rehabilitasi Dak 2014 SD 091333 dikerjakan tukang dari luar kecamatan Raya. Tukang yang mengerjakan rehab ini semuanya berasal dari warga serapuh kec Gunung Malela, dan tidak ada satu orang tukang warga setempat yang mengerjakannya.
Jadi menurut saya bangunan ini tidak melibatkan komite sekolah selaku perwakilan orang tua siswa ujar Sitopu yang mengaku tinggal di kecamatan Raya. Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum agar proyek Siluman ini diusut karena ada dugaan korupsi.
Kepala Sekolah SD 091333 Raya Usang Sarlina br Saragih SPd yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan kalau proyek rehab ruang kelas yang sedang dikerjakan di sekolahnya sama sekali tidak terlibat. Saya hanya diberi tahu pihak Dinas Pendidikan (DISDIK) Simalungun selaku penanggung jawab Dak 2014 bahwa sekolah saya akan direhab ruangan kelasnya.
Mengenai dari mana sumber dananya saya sama sekali tidak tahu menahu karena dananya tidak masuk ke rekening saya kata Sarlina.Disinggung soal pembelian matrial kepala sekolah Sarlina br Saragih SPd mengaku tidak tahu, karena dia sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam hal belanja matrial maupun pelaksanannya. Bukan itu saja saya juga tidak tahu siapa yang menyuruh tukang yang mengerjakan rehab ini,karena saya sama sekali tidak mengenal mereka.
Sarlina mengaku kalau proyek rehab ruang kelas Dak 2014 di kecamatan Raya ini,bukan sekolahnya saja yang mengalami seperti ini.Masih banyak sekolah SD di kecamatan Raya ini yang sekolahnya direhab tanpa melibatkan kepala sekolah, bahkan sama sekali tidak diketahui kepala sekolah.
Jadi mengenai proyek rehab 2014 di sekolah saya silahkan bapak tanya saja ke Disdik Simalungun, karena mereka yang tahu ungkap kepala sekolah SD 091333 Sarlina br saragih SPd yang tidak mau ketemu sama wartawan.Ditanya siapa yang mempertanggungjawabkan proyek rehab ruang kelas di sekolahnya Sarlina mengatakan jelas Pemerintah yang dalam hal ini Bupati Simalungun.
Sementara itu Parno salah satu tukang yang mengerjakan proyek rehab yang ditemui dilokasi mengatakan kalau dia bekerja karena diajak rekannya Supardi yang diketahui pemborong bangunan rehab ini. Parno bekerja bukan atas perintah kepala sekolah, tetapi Supardi yang mengajak dia bersama 3 orang rekannya yang mengerjakan rehab ini.
Kami semua satu kampung sama sama warga Serapuh kec Gunung Malela.Parno mengaku kalau dia bersama rekan rekannya tidak mengenal sama kepala sekolah,bahkan kepala sekolah tidak pernah memerintahkan kami.
Amatan dilokasi tukang sedang mengerjakan pemasangan keramik,dan mencet bangunan.Asbes yang baru diganti tampak sudah retak dan ada tujuh asbes yang tidak diganti.Tinggi bangunan juga tidak sesuai dengan bestek dan masih mengikuti bangunan lama. Padahal bangunan itu menurut RAB harus ditambah tingginya.Sementara itu besi yang digunakan diduga dimanipulasi pemborong.(Hasudungan/SyamP)

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Simalungun Alergi Pers, Langgar UU KIP

Keterangan Gambar :  Sekretaris Dinas Pendidikan Simalungun Parsaulian Sinaga. 
Sekretaris Pendidikan Simalungun Parsaulian Sinaga MPd 
BERITASIMALUNGUN.COM, P Siantar-Kabid Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Simalungun, R.Sianturi selalu beralasan kalau dikonfirmasi bahkan tak pernah bersedia memberikan informasi kepada insan pers yang bertentangan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Anehnya sang Kabid selalu menutup rapat rapat pintu ruang kerjanya saat melihat insan pers yang ingin konfirmasi akan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan beberapa program kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun khususnya dugaan penyimpangan pelaksanaan DAK 2014 yang banyak menuai kontroversi.
Selain R.Sianturi terkesan arogan dan tidak bersedia memberikan informasi bahkan seorang staffnya juga atas nama Rekes br Sembiring SPd juga bersikap arogansi, mencak mencak wartawan sambil mengatakan kalau seluruh pegawai yang ada dikantor Kabid Sarana Prasarana ini seperti pencuri saja dibuat sama setiap wartawan yang mau mengkonfirmasi
“Kami disini tidak ada pencuri jadi buat apa ditanya tanya” celoteh Rekes kepada insan pers dan dengan nada keras menyuruh wartawan tersebut keluar dan tidak memperbolehkan ketemu sama Kabid terkesan menghalang halangi maupun menghambat wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik seseaui UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sepertinya Kabid Sarana Prasarana R Sianturi bersama Rekes br Sembiring dan seluruh pegawainya tidak mau transparan kepada publik seputar dana Dak 2014 rehab ruang kelas yang saat ini sedang dilakasanakan.Padahal mereka berdua inilah yang mengelola dana tersebut. Dana Dak ini adalah uang rakyat kenapa kami masyarakat tidak bisa mengetahui kemana dana tersebut dipergunakan tanya wartawan kepada Rekes.
Sementara itu Sekretaris Pendidikan Simalungun Parsaulian Sinaga MPd yang dimintai komentarnya mengatakan tidak semua informasi wajib diberikan kepada wartawan.Dan kami diperintahkan Kadis agar setiap informasi harus melalui persetujuan Kadis.
Kalau Kadis memerintahkan kami untuk menjelaskannya baru kami berikan informasi urai SekdisPendidikan Parsaulian Sinaga yang ikut mencak mencak diruangannya kepada wartawan.Dia mengatakan kalau proyek Dak 2014 ini merupakan tanggung jawab Kadis Wasin Sinaga SPd.Disinggung soal pernyataan Rekes Sembiring dan sikap arogansi Kabid Sarana Prasarana Parsaulian Sianga mengatakan kalau itu sah sah saja karena mereka belum menerima perintah dari Kadis untuk menjawab atau menemui wartawan.
Dia menambahkan kalau untuk mendapatkan informasi Kepada kepala Bidang(Kabid) harus ada persetujuan dari Kepala Dinas. Karena kami disini semua sudah sepakat agar wartawan yang mau konfirmasi harus diketahui Kadis,tanpa diketahui Kadis kami akan bungkam untuk memberikan informasi.Ketika ditanya bahwa Kadis Pendidikan Simalungun Wasin Sinaga MPd sering tidak ada dikantor Parsaulian Sinaga mengatakan ya disurati aja Kadis nya supaya dapat konfirmasi bagi beliau ujar Sekretaris.
Sementara itu ketua Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Siantar Simalungun Timbul Siallagan yang dimintai tanggapannya melalui ponselnya (18/12) mengatakan tindakan Kabid sarana Prasarana Itu Saya sangat menyesalkan sikap arogansi Kabid Sarana Prasarana R sianturi bersama stafnya Rekes br Sembirng SPd yang tidak bersedia dikonfirmasi oleh wartawan.
Menurut saya dengan tidak bersedianya mereka dikonfirmasi berarti ada yang mereka tutupi dan diduga ada penyimpangan dari proses pelaksanaan Dak 2014.
Seorang pejabat wajib memberikan informasi kepada wartawan karena informasi itu merupakan informasi untuk umum.Dan setiap wartawan bebas mendapat informasi apa saja karena itu sudah diatur oleh Undang Undang Pers ujar Timbul.Dan mereka tidak ada alasan untuk tidak memberikan informasi kepada publik terkait penggunaan dana Dak,karena dana itu adalah uang rakyat yang mereka kelola.(Hasudungan/Syamp)

Kepsek SMAN 3 Siantar Diduga Jual Aset Negara, Proyek DAK Raib

Keterangan Gambar : SMAN 3 Petangsiantar  Jl. Panei.
SMA Negeri 3 Pematangsiantar beralamat di Jalan Panei
BERITASIMALUNGUN-P Siantar, Pelaksanaan renovasi ruangan belajar SMA Negeri 3 Pematangsiantar beralamat di Jalan Panei sarat penyimpangan dimana dikerjakan oleh pihak ketiga yang merupakan bukan P2S, sesuai dengan pengakuan pemborong.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Kepala Sekolah tidak mengetahui pagu dana dan sumber dana proyek yang berada disekolah yang dipimpin, proyek DAK yang hanya mengganti atap dan lantai keramik sangat terkesan dipaksakan melihat masih banyak sekolah yang layak untuk mendapat renovasi.
Sebelumnya seorang guru yang dijumpai disalah satu warung bilangan kota Pematangsiantar mengakui bahwa Kepsek tidak mengetahui akan keberadaan proyek tersebut bahkan sampai dikerjakan setengah jalan malah Kepsek belum mengetahui tentang proyek renovasi.
Penyimpangan yang paling santer tercium adanya permainan antara PPK yang mencatur pelaksana kegiatan proyek, begitu juga pekerjaan yang terkesan asal jadi dengan pagu dana ratusan juta rupiah hanya melakukan rehab penggantian atap tanpa mengganti rangka atap hanya mengganti yang lapuk, tidak ada diganti kosen pintu maupun jendela.
Anehnya beberapa narasumber yang layak dipercayai menjelaskan bahwa bekas atap seng tidak berada lagi di areal sekolah tetapi sudah disinyalir dijual oleh Kepala Sekolah tanpa adanya payung hukum dikeluarkan instansi lelang negara.
Perbuatan Kepsek yang diduga semena mena menjual aset negara sudah sangat merisaukan bahkan sudah melanggar peraturan yang berlaku, kejanggalan tersebut juga terkesan ditutupi oleh Kepala sekolah yang sangat tertutup.
Sihombing selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pematangsiantar tidak pernah berhasil dijumpai dikantornya untuk mendapatkan informasi yang akurat, bahkan konfirmasi melalui hubungan selular dan pesan singkat tidak pernah bersedia memberikan komentar dihubungi berulang ulang.
Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Aset diminta untuk memanggil Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pematangsiantar untuk menjelaskan akan perbuatan semena mena yang diduga sudah menjual bekas atap seng tanpa melalui lelang sesuai aturan yang berlaku.(SyamP)

Pemkab Simalungun Anggarkan Rp 108 M Untuk Perbaikan Infrastruktur

Written By Berita Simalungun on Rabu, 17 Desember 2014 | 22.56

Kerusakan Jalan di Huta Bandar Bayu ( Silatong ), Raya Bayu Simalungun. Foto Jons Purba
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalokasikan anggaran sebesar Rp108 miliar untuk memperbaiki infrastruktur seperti jalan dan jembatan penghubung antardesa dan kecamatan tahun 2015.

"Anggaran itu kita prioritaskan untuk perbaikan jalan dan jembatan di sentra pertanian yang sudah lama rusak," kata Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, Rabu.

Bupati mengemukakan, pemkab menerima ratusan permohonan masyarakat untuk perbaikan jalan dan jembatan sejak tahun 2010, tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga penanganan yang dapat dilakukan juga terbatas.

Kepala Dinas Bina Marga Pemkab Simalungun Johanes Gurning mengatakan hampir seluruh kecamatan mendapat alokasi anggaran perbaikan jalan dengan jumlah bervariasi untuk tahun 2015.

"Alokasi anggaran yang disiapkan berbeda jumlahnya, tergantung kondisi kerusakan," kata Johanes.

Ia mencontohkan, untuk kecamatan Hutabayu Raja, yang kondisi jalan pedesaannya banyak rusak terutama di daerah sentra pertanian, tahun 2015 dialokasikan Rp10,5 miliar.

Ketua KPUD Simalungun Meninggal Dunia

NET
Sempat Berlibur di Yogyakarta

Simalungun-Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Porang Harahap, meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa pagi.

“Dia (Porang) mengeluh sesak nafas pada Senin, dan meninggal Rabu pagi," ujar Sekretaris KPUD Simalungun, James Siahaan, Rabu (17/12).

Jenazah almarhum selanjutnya dibawa ke rumah duka di Jalan Sejahtera Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, untuk dikebumikan pada Rabu (17/12).

James menjelaskan bahwa alamarhum dan empat komisioner KPUD Simalungun berencana mengikuti rapat kerja Nasional KPU Award tahun 2014 di Jakarta, Rabu.

Mereka berangkat lebih awal untuk singgah dan menginap di Yogyakarta, sebelum ke Jakarta. Setiba di kota ini (Yogyakarta), almarhum mengeluhkan gangguan pernapasan, dan meninggal dalam perawatan.

Komisioner Puji Rahmat Harahap menambahkan almarhum sudah lama menderita gangguan pernapasan karena asma dan beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Perawatan terakhir kira-kira dua bulan yang lalu di Jakarta saat mengikuti kegiatan KPU Pusat," ujar Puji Rahmat.(ant/lee)

Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Siluman

Written By Berita Simalungun on Senin, 15 Desember 2014 | 20.26

Menampilkan SD2.jpg
Kondisi proyek tanpa Plang SDN 091333 Raya Usang


BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pelaksanaan proyek rehab ruang kelas di Kecamatan Raya banyak ditemukan "Proyek Siluman". Seperti di SD 091333 Raya Usang Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun,yang sampai saat ini mulai pelaksanaan rehab itu hingga mencapai 75 persen bangunan rehab pihak sekolah tidak memasang plank proyek sehingga sumber dananya tidak diketahui berasal dari mana.

Menurut salah satu warga Raya bermarga Sitopu menuding kalau  proyek rehab ruang kelas yang dikerjakan sekolah ini merupakan proyek Siluman.Saya mengatakan proyek ini Siluman karena mulai dikerjakan pihak sekolah tidak transaparan dengan tidak ditemukan plank proyek dilokasi sekolah.Selain tidak transparan proyek rehab ruang kelas di SD 091333 ini juga diborongkan.Padahal publik tahu kalau proyek rehabilitasi ruang kelas Dak 2014 harus dikelola oleh Kepala Sekolah dan tidak dapat diborongkan ujar Sitopu yang ditemui Orbit 14/12 sekira pukul 11.00 wib.

Sepengetahuan saya proyek rehabilitasi Dak 2014 SD 091333 dikerjakan tukang dari luar Kecamatan Raya.Tukang yang mengerjakan rehab ini semuanya berasal dari warga serapuh kec Gunung Malela,dan tidak ada satu orang tukang warga setempat yang mengerjakannya.Jadi menurut saya bangunan ini tidak melibatkan komite sekolah selaku perwakilan orang tua siswa ujar Sitopu yang mengaku tinggal di kecamatan Raya.Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum agar proyek Siluman ini diusut karena ada dugaan korupsi.

Kepala Sekolah SD 091333 Raya Usang Sarlina br Saragih SPd yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan kalau proyek rehab ruang kelas yang sedang dikerjakan di sekolahnya sama sekali tidak terlibat.Saya hanya diberi tahu pihak Dinas Pendidikan (DISDIK) Simalungun  selaku penanggung jawab Dak 2014 bahwa sekolah saya akan direhab ruangan kelasnya.Mengenai dari mana sumber dananya saya sama sekali tidak tahu menahu karena dananya tidak masuk ke rekening saya kata Sarlina.

Disinggung soal pembelian matrial kepala sekolah Sarlina br Saragih SPd mengaku tidak tahu,karena dia sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam hal belanja matrial maupun pelaksanannya. Bukan itu saja saya juga tidak tahu siapa yang menyuruh tukang yang mengerjakan rehab ini,karena saya sama sekali tidak mengenal mereka.

Sarlina mengaku kalau proyek rehab ruang kelas Dak 2014 di kecamatan Raya ini,bukan sekolahnya saja yang mengalami seperti ini.Masih banyak sekolah SD di kecamatan Raya ini yang sekolahnya direhab tanpa melibatkan kepala sekolah,bahkan sama sekali tidak diketahui kepala sekolah.Jadi mengenai proyek rehab 2014 di sekolah saya silahkan bapak tanya saja ke Disdik Simalungun, karena mereka yang tahu ungkap kepala sekolah SD 091333 Sarlina br saragih SPd yang tidak mau ketemu sama wartawan.Ditanya siapa yang mempertanggungjawabkan proyek rehab ruang kelas di sekolahnya Sarlina mengatakan jelas Pemerintah yang dalam hal ini Bupati Simalungun.

Sementara itu Parno salah satu tukang yang mengerjakan proyek rehab yang ditemui dilokasi mengatakan kalau dia bekerja karena diajak rekannya Supardi yang diketahui pemborong bangunan rehab ini.Parno bekerja bukan atas perintah kepala sekolah,tetapi Supardi yang mengajak dia bersama 3 orang rekannya yang mengerjakan rehab ini. Kami semua satu kampung sama sama warga Serapuh kec Gunung Malela.Parno mengaku kalau dia bersama rekan rekannya tidak mengenal sama kepala sekolah,bahkan kepala sekolah tidak pernah memerintahkan kami.

Pengamatan dilokasi tukang sedang mengerjakan pemasangan keramik,dan mencet bangunan.Asbes yang baru diganti tampak sudah retak dan ada tujuh asbes yang tidak diganti.Tinggi bangunan juga tidak sesuai dengan bestek dan masih mengikuti bangunan lama.Padahal bangunan itu menurut RAB harus ditambah tingginya.Sementara itu besi yang digunakan diduga dimanipulasi pemborong.(Hasudungan/SyamP)



T-Shirt "Tolu Sahundulan, Lima Saodoran" Simalungun di BK PHOTO CONTESTS 2014

Written By Berita Simalungun on Jumat, 12 Desember 2014 | 22.45

T-Shirt BK "Tolu Sahundulan, Lima Saodoran". Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih di Jambi (HP 0812 747 7587). Foto Nikon D40. Gambar Diabadikan Jumat 12 Desember 2014. Fotografers Ezer Twopama Manihuruk (TKA Usia 5 Tahun).
 
 
Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih di Jambi (HP 0812 747 7587). Foto Nikon D40. Gambar Diabadikan Jumat 12 Desember 2014. Fotografers Ezer Twopama Manihuruk (TKA Usia 5 Tahun).

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih

Model Rosenman Manihuruk alias Asenk Lee Saragih & Ezer Twopama
 

HONDA SELALU TANGGUH

HONDA SELALU TANGGUH
KLIK GAMBAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
Profile Klik Gambar

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun
KLIK GAMBAR

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)
 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger