. BeritaSimalungun | Online

BERITA TERBARU

MENU BERITA

Himbauan Bupati Simalungun

Himbauan Bupati Simalungun
Diskominfo Pemkab Simalungun

Portal Pemkab Simalungun

Portal Pemkab Simalungun
Klik Benner Untuk Mengunjunginya
INDEKS BERITA

Tiga Pemain Trial Sudah Dikontrak PSMS Medan

Written By Beritasimalungun on Thursday, 19 May 2022 | 10:10

Manajemen PSMS Medan saat memperkenalkan I Putu Gede di Stadion Kebun Bunga

Medan, BS
-Dari 29 pemain trial di PSMS Medan, setidaknya sudah tiga nama yang telah resmi direkrut tim berjuluk Ayam Kinantan. Ketiga nama tersebut adalah Sandeni Sidabutar, Ricard Turnip dan Fardan Harahap. Tiga nama ini pun telah melakukan penandatangan kontrak di PSMS Medan.

Kabar tiga pemain ini telah menandantangani kontrak didengar dari pelatih I Putu Gede dan sejumlah manajemen PSMS Medan lainnya.

“Dari hasil trial pemain, Fardan dan Richard sudah sign kontrak. Lalu, ada empat pemain trial juga yang masih dilihat kondisinya,” kata Putu Gede.

“Lalu ada Sandeni Sidabutar yang juga telah menandatangani kontrak di PSMS,” tambah Andry Mahyar Matondang, Direktur Teknik PSMS Medan.

Untuk selanjutnya, selain mempersiapkan tim menuju Liga 2, Putu Gede kembali akan memantau sisa pemain trial yang ada di PSMS Medan.

“Tentunya ke depan sejumlah persiapan akan terus dilakukan. Artinya, para pemain yang memang sesuai dengan kebutuhan tim akan direkrut,” pungkas Putu Gede. (Red)

Bupati Simalungun RHS Pimpin Rapat Rancangan Akhir RKPD Tahun 2023

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 18 May 2022 | 17:38

Bupati Simalungun RHS saat memimpin rapat Kerja Rancangan Akhir Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Simalungun Tahun 2023 dan Pembahasan terkait RKPD Kabupaten Simalungun Tahun 2023 di rumah dinas wakil Bupati Simalungun, Jln Suri-suri Pematang Simalungun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Sumut, Rabu (18/5/ 2022).

Pamatangraya, BS-Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga menyampaikan setiap perencanaan harus ada eksekusi bukan sekedar di tulis tapi tidak di laksanakan, dan harus ada evaluasi di setiap pekerjaan serta harus ada kolaborasi antar OPD agar ada sinkronisasi dalam pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Simalungun RHS saat memimpin rapat Kerja Rancangan Akhir Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Simalungun Tahun 2023 dan Pembahasan terkait RKPD Kabupaten Simalungun Tahun 2023 di rumah dinas wakil Bupati Simalungun, Jln Suri-suri Pematang Simalungun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Sumut, Rabu (18/5/ 2022).

Bupati meminta dalam melakukan  perencanaan harus di perhatian mana yang menjadi  pokok personal di wilayah masing-masing. "Seperti di bidang Pertanian, Pendidikan dan Tenaga Kerja, dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia,"kata Bupati

"Kita tau bahwa kondisi pendidikan kita saat ini sudah di katakan sangat buruk, bisa di katakan masuk di stadiun tiga.
Ini harus menjadi perhatian kita bersama, bagaimana kinerja kepala sekolah itu benar-benar menjadi kepala sekolah yang bisa memberikan motivasi bagi para guru untuk lebih meningkat tugasnya dalam memberikan pendidikan yang terbaik baik bagi anak-anak kita,"imbuh Bupati.

Selanjutnya, Bupati mengatakan, di bidang pertanian,  bagaimana menyiapkan kebutuhan para petani, agar mereka mendapat jaminan soal harga dan kemudahan mendapatkan pupuk subsidi. 

"Kita harus upayakan berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait dalam upaya mendapatkan pupuk subsidi dan non subsidi dalam bentuk bantuan dari Dinas Sosial yang bisa di alihkan dalam bentuk bantuan pertanian,"kata Bupati.

Kemudian, dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalunhun sudah menandatangani MoU yakni Nota Kesepakatan Antara Pemerintah Kabupaten Simalungun Dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Di Kabupaten Simalungun.

"Ini juga harus menjadi perhatian kita bagaimana kita menyimpan sumber daya yang kompetensi, dalam bidang Pariwisata, teknik sipil, dan pelatihan pelatihan lainnya,"ujar Bupati.

Sebelumnya, Kepala Bapeda  Ronald Tambun memaparkan tentang arah sasaran program kegiatan dan sub kegiatan di perangkat daerah terkait indikator kinerja Makro, indikator kerja utama Kabupaten, indikator kinerja utama (IKU) Perangkat Daerah, standar pelayanan minimal, indikator kinerja kunci, Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting. 

Tema pembangunan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  (RPJMD) menyangkut kolaborasi strategi pemulihan ekonomi di masa Pandemi, pembangunan kualitas sumber daya manusia berlandaskan kearifan lokal, Pemerataan Pembangunan infrastruktur  berkelanjutan, peningkatan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berdikari, dan perwujudan rakyat yang sejahtera dan berkualitas. 

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sarimuda AD Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rahmadani Purba, Kepala Bapeda Ronal Tambun, Plt, Inspektorat Roganda Sihombing dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Frans N Saragih. (Diskominfo Simalungun)



Pangdam ( Pangulu Damak )

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 17 May 2022 | 07:27

Pangdam ( Pangulu Damak ). (Foto FB Jack Manro)

Pamatangraya, BS-
Mantan Pangdam yang satu ini, memang tidak sampai berpangkat jendral, walau relasinya tidak sedikit yang jendral. Ia juga tidak memiiiki pasukan penjaga untuk keamanan di rumahnya. Tapi popularitas dan sepak terjangnya, tidak kalah popuier dengan Pangdam yang sesungguhnya. Banyak cerita gaib dan berbau mistik, yang mengitari riwayat kehidupannya. 

Adalah Tambah Tuah Saragih, atau lebih akrab dipanggil Oppung memang tergolong tokoh Simalungun yang langka. Namanya justru berkibar di luar tempat kelahirannya. Simak penuturan (sebagian) pengalaman hidupnya kepada Suara Insani.

Di Sumatera Utara, pernah muncul guyon: ada dua Pangdam yang masing–masing mempunyai markas berbeda. Yang satu di Kodam Bukit Barisan Medan, yang satunya di Dusun Damak, Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. 

Tapi harap dicermati. Pangdam yang bermarkas di Dusun Damak ini hanyalah sebutan populer bagi orang sipil yang bernama Tambah Tuah Saragih (74). Panghulu artinya kepala desa, sedang Damak adalah nama dari sebuah dusun yang menjadi bagian dari Desa Sondi Raya, tempat kelahiran dan kediamannya. 

Tambah Tuah Saragih memang kepala desa Sondi Raya periode 1946 – 1976. Sebagai mantan panghulu, kepopulerannya kerap dihubungkan dengan cerita-cerita mistik berbau gaib yang selalu jadi bahan pembicaraan hangat di masyarakat. 

Coba anda bayangkan. Ia misalnya pernah digunjingkan mampu menggetarkan markas polisi Si­malungun karena marah melihat perilaku polisi yang asal main tangkap warganya. Yang lebih dahsyat barangkali ketika beredar cerita bahwa ia mampu menarik mobil yang jatuh ke jurang hanya dengan menggunakan seutas tali benang !

Silakan Anda percaya atau tidak. Kepada Suara Insani sendiri, Oppung, begitu panggilan akrabnya, menuturkan pengalamannya membantu menarik traktor seberat 12 ton yang terjerembab di lumpur. Alat derek sudah dicoba berkali-kali menarik, tapi gagal. 

Bupati Simalungun waktu itu, Rajamin Purba, akhirnya datang minta bantuan kepadanya. Harap diketahui. Ketika itu, akan ada rombongan menteri yang hendak melewati jalan tersebut. Jadi soal mesin traktor yang terjerembab, jelas bukan pemandangan yang pantas disuguhkan untuk tamu yang terhormat. Si Oppung, waktu itu hanya men­jawab: “Besok pukul sebelas sudah bisa dipindah traktor itu” .

“Aku sendiri heran, kenapa waktu itu aku bisa men­jamin demikian”, ujar Oppung sambil mengenang pe­ristiwa itu. Jadi apa yang dilakukan oleh si Oppung pada malam hari sebelum ia ‘action’ ? “Aku berdoa khusuk. Aku bilang, jangan bikin malu aku Tuhan, sebab aku sudah janji sama bupati”.

Esok paginya, dihadapan ban­yak orang kampung dan tentara, Oppung pun turun lokasi. Sebelum ‘mendemonstrasikan’ kekuatannya, ia pun berdoa. Dan ajaib, selesai berdoa, ketika kakinya menjejak ke tanah berlumpur, pundaknya ditempelkan di traktor dan tangannya menolak traktor itu, maka perlahan traktor itu mulai bergeser. Sorak-sorai pun bergemuruh dari orang-orang yang menonton.

Peristiwa itu sempat diabadikan oleh seorang wartawan harian lokal melalui jepretan kamerariya. Hanya sayang hasil jepretan itu kosong sama sekali ketika dicetak. Sekali lagi, Anda boleh percaya, boleh tidak.

Yang pasti, setiap ada pergantian pejabat baru di Simalungun, mulai dari tingkat camat, komandan korem, walikota sampai bupati, si Oppung biasanya jadi sibuk menerima mereka. Lho, apa pasalnya? Ternyata sebagai tokoh Simalungun yang langka, si Oppung masih suka dimintai ‘restu’ oleh mereka. Tak heran jika rumahnya di dusun Damak pun berpenampilan seperti rumah pe­jabat di kota. Maklum, tamunya juga bukan sembarangan tamu.

Ia juga laris didatangi oleh orang-orang yang sakit. “Semua yang sakit, punya masalah keluarga, masalah kerja, motornya sering terlanggar, korban perampokan, semuanya aku bantu”, ujarnya. Pun mereka yang sakit karena diganggu mahluk yang tidak kelihatan.

Pernah misalnya ada seorang pekerja sosial wanita dari Jerman tinggal di Saribudolok. Ketika pindah ke Aceh karena ikut suaminya, yang juga orang Jerman harus, mengajar di sana. la kerap terbangun malam hari. Mendapat mimpi buruk dan merasa didatangi mahluk halus. Ke­jadian tersebut terjadi berulang-ulang. 

Akibatnya fisik perempuan itu terganggu; sakit-sakitan. Ketika dibawa ke Oppung, si bule hanya disarankan agar tidak men­dekati daerah tertentu di Aceh yang selama ini kerap dikunjunginya. Rupanya ‘resep’ tersebut manjur. Mimpi buruk, tak lagi kerap mendatangi si bule. Maka ketika si bule ini pulang kampung, sebuah jam tangan dan mesin kalkulator dihadiahkan kepada si Oppung.

Ketika ditanya apa rahasinya sehingga bisa menyembuhkan berbagai macatn penyakit, dengan enteng ia menjawab. “Perkara sembuh atau tidak penyakit itu, tergantung rejeki orang tersebut. Kalau Tuhan mengatakan sembuh, maka sembuh orang itu,” jawabnya. Bagaimana soal obatnya? “Obat apapun kalau memang sudah rejekinya orang tersebut, bisa untuk menyembuhkan. 

Contoh, ada orang yang tidak bisa jalan, datang ke sini. Kebetulan karena ada rejekinya, maka daun sirih saja sudah jadi obatnya”, katanya. la menolak kalau dikatakan sebagai orang sakti. Padahal, ia pernah digossipkan tak mempan oleh terjangan peluru kalau sudah mengenakan pakaian serba hitam.

Oppung memang sebuah figur yang unik. Ketika masih menjabat sebagai kepala desa, ia juga tidak segan- segan untuk melabrak atasannya yang paling atas, yakni bupati.”Aku berani karena untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi”, ujarnya. Terkesan, ia memang seperti tak pernah kenal rasa takut.

Ketika Bupati Simalungun dijabat oleh T.P.R. Sinaga, la misalnya pernah menyenggaknya karena air irigasi tidak mengairi sawah warganya. “Ngamuk aku di kantor Camat sama bupati, juga sama ketua DPRD. Aku katakan kamu wakil rakyat jangan hanyamakan gaji saja, tapi tidak memperjuangkan rakyat”, tuturnya dengan intonasi suara yang kalem.

la juga punya pengalaman lain yang tidak kalah menarik pula. Pernah sungai bagian hulu dikampungnya diambil batu-batu cadasnya oleh sebuah penusahaan swasta. Setiap hari tidak kurang 6 buah truk hilir mudik mengangkut batu-batu cadas tersebut. 

Sudah tentu aspal jalan kampungnya banyak yang bocor. Berlubang-lubang dan rusak parah. “Aku kemudian datangi bupati, minta bantuan untuk menyetop usaha pengambilan batu itu, kalau tidak aku akan selesaikan dengan caraku sendiri”, ceritanya.

Malam harinya, dengan cara bergerilya ia memasang patok di tengah jalan sehingga truk truk tersebut tidak bisa lewat. Keesokan harinya berdatangan orang-orang berseragam hijau dan coklat. Mereka mencari warga desa yang memasang palang itu. Tambah Tuah Saragih pun maju. Mereka bilang supaya ia tidak ter­lalu bersikap keras.

“Aku bilang sama mereka, mati pun di sini aku tidak apa­-apa karena aku berbuat semua ini demi rakyat”, ceritanya. Hanya dua hari ke­mudian truk-truk itu pun berhenti meng­gali batu cadas.

Apa sebenarnya rahasia dibalik keberanian dan kisah-kisah tak masuk akalnya tersebut? “Berani dan jujur. Yesus kan mati karena jujur”, ujarnya mengemukakan prinsip hidupnya. “Saya tidak sakti. Saya tidak takut terhadap apapun dan siapapun karena yang saya lakukan benar dan untuk rakyat”, ujarnya mantap. 

La1u ia memberi contoh. Pernah datang seorang dokter yang stress akibat jabatannya tidak naik sebagai kepala sebuah jawatan, padahal ia sudah tergolong senior. Yang diangkat justru dokter yang lebih yunior. Si dokter meminta kepada Oppung untuk membunuh dokter saingannya. 

“Aku ben­tak dokter itu, tapi ia ngotot dan minta maaf. Katanya kalau tidak dibunuh, ya, dibikin tidak bisa jalan selama 3 tahun”, tuturnya. Apa yang dilakukan Oppung menghadapi orang seperti itu? “Kutampar orang itu dan kusuruh pergi”, ujarnya. Apa yang dituturkan Oppung, memperlihatkan bahwa prinsip untuk membela yang benar memang benar benar ia pegang.

Riwayat masa kecil Oppung itu sendiri, tergolong penuh perjuangan. Ia bertutur, tahun 1930-an ketika jaman penjajahan Belanda, ia berdagang apa saja. Mulai dari babi, anjing, petai, tuak dan hasil bumi yang lain. Usianya ketika itu menginjak 18 tahunan. Ia harus me­nempuh perjalanan kaki 2 hari pulang balik ke desa lain untuk membeli barang tersebut. 

“Jaman dulu kalau me­nempuh perjalanan masih harus jalan kaki, lewat hutan lebat. Pacetnya masih sebesar jempol kaki, kalau digigitpedihnya bukan main”, tuturnya. Ia juga kenyang ikut kerja rodi ketika Jepang masuk menjajah Indonesia.

Sekarang di usianya yang hampir menginjak angka 80 tahun, ia banyak menghabiskan waktunya di kam­pung. “Sekarang saya sudah tua, mengangkat kayu pun sudah tidak bisa”, tuturnya dengan suara lirih. 

Di Kam­pungnya, selain bersawah, ia juga memelihara 29 ekor kerbau, mengoperasikan truk barang dan memelihara kuda. Kerbaunya dibiarkan lepas begitu saja. Si Oppung dikarunia 6 orang anak, 5 perempuan dan l laki-laki. Dan semuanya sudah berkeluarga. (***)

Tulisan ini dimuat di Majalah Tiga Bulanan Suara Insani No. 10, April-Juni 1996, yang diterbitkan Yayasan Bina Insani Pematangsiantar.

Tokoh Pendiri HIMAPSI Januarison Saragih SH MH Tutup Usia

 

Komponis Sipukkah Huta:  Lagu"sipukkah huta"adalah lagu wajib bagi UPAS, demikian ucapanmu menyapaku,ketika kita bertemu beberapa tahun yg lalu. Hari ini Selasa (17/5/2022), engkau telah pergi ketempat mahatinggi,kami sangat berduka,selamat jalan senior,Januarison Saragih SH, MH.


GKPS Bandung Memasuki Usia 58 Tahun

Written By Beritasimalungun on Sunday, 15 May 2022 | 17:12

Pengantar Jemat (PJ) ke empat (IV) GKPS Bandung St. Sudiman Purba (kedua dari kiri) saat memberikan sambutan pada HUT 58 GKPS Bandung, didampingi PJ  ke lima  St. Sahat Sahala Tua Saragih, Pengantar Jemat ke enam (VI), St. Bonarsius Saragih, Pengantar Jemat ke tujuh (VII), St. Rajaumbang Saragih, Pengantar Jemat ke delapan (VIII) periode 2020-2025, St. Sarmedi Saragih (kiri), Minggu (15/5/2022). (Foto-Foto: St Sahala Tua Saragih) 

Bandung, BS-
Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Bandung kini memasuki usia 58 tahun. Ibadah Sykur HUT 58 ini dilaksanakan di GKPS Bandung, Minggu (15/5/2022). Pada Ibadah perayaan ini Pendeta GKPS Resort Bandung, Pdt. Albert A. Purba meresmikan pajangan foto para mantan Ketua Majelis Jemaat atau Pengantar Jemaat (PJ) dan PJ sekarang di ruang konsistori GKPS Bandung yang beralamat di Jalan Sukamulya PDAM Pasteur Bandung.

St Sahala Tua Saragih Ketua Majelis Jemaat GKPS Bandung Periode 2000-2005 menuliskan sejarah singkat perjalanan Ketua Majelis Jemaat atau Pengantar Jemaat (PJ) sejak berdiri hingga saat ini yang sudah 8 orang.

“Tadi pagi hingga siang, Minggu, 15 Mei 2022,  GKPS Bandung merayakan ulang tahun ke-58. Usai kebaktian Pendeta GKPS Resort Bandung, Pdt. Albert A. Purba meresmikan pajangan foto para mantan Ketua Majelis Jemaat atau Pengantar Jemaat (PJ) dan PJ sekarang di ruang konsistori,” kata St Sahala Tua Saragih. 

Disebutkan, dengan dipajangnya foto-foto  tersebut, diharapkan para warga jemaat generasi sekarang dan mendatang mengenal para pemimpin jemaat ini sejak berdiri 10 Mei 1964 hingga kini. 

Pengantar Jemat Pertama (I), St. Mansen Purba, lahir di Pematang Raya (ibukota Kecamatan  Raya), Kabupaten  Simalungun pada 3 Juni 1937 dan meninggal dunia di Medan pada 2 Juli 2009. Pengantar Jemat kedua (II) St. Poltak Girsang, lahir di Saribudolok (ibukota Kecamatan Silimakuta), Kabupaten  Simalungun pada 13 April 1929 dan meninggal dunia di Bandung pada Sabtu, 18 Oktober 1986.

Pengantar Jemat ketiga (III)  St. Udin Purba, lahir di Silumbak, Kecamatan  Purba, Kabupaten Simalungun pada 23 Juni 1946 dan kini berdomisili di Jakarta. 

Pengantar Jemat ke empat (IV), St. Sudiman Purba, lahir di Rindung, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun pada 17 Agustus 1950 dan kini berdomisili di Jakarta. 

Pengantar Jemat ke lima (V), St. Sahat Sahala Tua Saragih, lahir di Hutaimbaru, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun pada Selasa petang, 17 Maret 1953, kini di Bandung. 

Pengantar Jemat ke enam (VI), St. Bonarsius Saragih, lahir di Hutaimbaru pada 14 Maret 1959, kini berada di Bandung. 

Pengantar Jemat ke tujuh (VII), St. Rajaumbang Saragih, lahir di Saribudolok pada 13 Maret 1959, kini berada di Bandung. Pengantar Jemat ke delapan (VIII) periode 2020-2025, St. Sarmedi Saragih lahir di Naga Saribu, Kecamatan Silimakuta pada 25 Mei 1967. 

“Puji dan syukur yang tak terhingga kepada Tuhan atas anugrah-Nya yang luar biasa kepada Jemaat GKPS Bandung hingga usianya yang ke 58 tahun,” ujar St Sahala Tua Saragih.

Kini GKPS Bandung menjadi Pamatang GKPS Resort Bandung dengan pagaran GKPS bandung Timur dan GKPS Bandung Selatan, Distrik VII. (Asenk Lee Saragih-Alumni PGKPS bandung 1994-1997)


















Pengantar Jemat (PJ) ke empat (IV) GKPS Bandung St. Sudiman Purba (kedua dari kiri) saat memberikan sambutan pada HUT 58 GKPS Bandung, didampingi PJ  ke lima  St. Sahat Sahala Tua Saragih, Pengantar Jemat ke enam (VI), St. Bonarsius Saragih, Pengantar Jemat ke tujuh (VII), St. Rajaumbang Saragih, Pengantar Jemat ke delapan (VIII) periode 2020-2025, St. Sarmedi Saragih (kiri), Minggu (15/5/2022). (Foto-Foto: St Sahala Tua Saragih) 








Pengantar Jemat ke delapan (VIII) periode 2020-2025, St. Sarmedi Saragih (kiri), memberikan sambutan pada HUT 58 GKPS Bandung, Minggu (15/5/2022),   Pengantar Jemat (PJ) ke empat (IV) GKPS Bandung St. Sudiman Purba (kedua dari kiri) saat memberikandidampingi PJ  ke lima  St. Sahat Sahala Tua Saragih, Pengantar Jemat ke enam (VI), St. Bonarsius Saragih, Pengantar Jemat ke tujuh (VII), St. Rajaumbang Saragih, (Foto-Foto: St Sahala Tua Saragih) 


Sekda Simalungun Buka Seminar Nasional Asal Usul Marga Sinaga Hasusuran Simalungun

Sekda Simalungun Drs Esron Sinaga MSi, membuka secara resmi acara Seminar Nasional Asal Usul Morga Sinaga Hasusuran Simalungun yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Harungguan Sinaga Boru Panogolan (HSBP) Siantar – Simalungun yang ditandai dengan pemukulan gong, di Auditorium Rajamin Purba Universitas Simalungun (USI), Pematangsiantar, Minggu (15/05/2022).

Pematangsiantar, BS-Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Esron Sinaga MSi, membuka secara resmi acara Seminar Nasional Asal Usul Morga Sinaga Hasusuran Simalungun yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Harungguan Sinaga Boru Panogolan (HSBP) Siantar – Simalungun yang ditandai dengan pemukulan gong, di Auditorium Rajamin Purba Universitas Simalungun (USI), Pematangsiantar, Minggu (15/05/2022).

Bupati Simalungun diwakili Sekda Esron Sinaga, dalam mwngawali sambutannya mengajak para peserta seminar dan keluarga besar HSBP untuk tidak melupakan sejarah Asal Usul Morga Sinaga. “Janganlah melupakan sejarah, karena sejarah itu bisa membawa manusia lebih berbudaya dan bijaksana,”sebut Sekda. 

Kemudian, Sekda menyampaikan bahwa seminar Asal Usul Morga Sinaga Hasusuran Simalungun merupakan salah satu perwujudan peningkatan kepedulian terhadap leluhur. dimana jiwa kita terbangun untuk melihat perjalanan nenek moyang pada masa lalu. 

“Bagaimana kita menyikapi dan melihat keteladannya, kehebatannya, manejerialnya dan cara mereka merangkul satu dengan yang lainnya. Itulah yang kita lihat, nilai leluhur yang sampai sekarang ini selalu kita pedomani dalam hidup kita marga Sinaga,”papar Esron. 

Selanjutnya, Esron berharap, melalui kegiatan tersebut akan tercipta pokok-pokok pikiran dalam pengembangkan budaya daerah yang merupakan salah satu dari misi Pemerintah Kabupaten Simalungun Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Wakil Bupati Zonny Waldi dalam rangka pengembangan pendidikan dan kebudayaan.

Sebelumnya, Ketua Umum HSBP Prof. Dr. Poltak Sinaga, M.Si, menyampaikan bahwa seminar Asal Usul Morga Sinaga Hasusuran Simalungun bertujuan untuk membangun jati diri Marga Sinaga Hasusuran Simalungun, dan untuk membangun kesatuan Sinaga secara utuh dan bulat.

Selain  itu,  Prof. Dr. Poltak Sinaga, M.Si, juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, Kota Pematangsiantar dan juga Provinsi Sumatera Utara supaya menopang situs-situs cagar budaya, agar situs-situs yang lain dapat ditemukan. 

“Situs yang sudah ditemukan harus diuji secara formal melalui arkeolog dengan kajian secara akademis supaya kita mengetahui umur dari suatu situs cagar budaya tersebut,”kata Prof. Dr. Poltak Sinaga, M.Si.

Rangkaian acara Keluarga Besar HSBP Siantar–Simalungun ini dilaksanakan secara maraton selama dua hari dimulai yang diawali dengan kegiatan Seminar Nasional Asal Usul Morga Sinaga Hasusuran Simalungun (15/5/2022) dan dilanjutkan dengan acara Marsombuh Sihol, untuk kegiatan Patampei Sihilap akan dilaksanakan pada hari Senin 16 Mei 2022 esok hari.

Acara Seminar Nasional ini turut dihadiri oleh Walikota Siantar diwakili oleh Asisten 3 Pardamean Silaen Plt. Kadis Kiminfo Simalungun SML. Simangunsong SH, Kadis Penanaman Modal dan Pelalayanan Izin Terpadu Kabupaten Simalungun Pahala RB Sinaga SSTP, Dirut PDAM Tirta Lihou Betty R Sinaga, perwakilan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Sumatera Utara.


Tampak juga hadir Mantan Wakil Bupati Simalungun Ir. H. Amran Sinaga, M.Si yang juga merupakan anggota HSBP, Ketua Majelis Paratas Nabolon HSBP Tn. Gindo Hilton Sinaga, Tokoh Harajaon Marpitu Pdt. Juandaha Purba Dasuha, M.Th, yang juga merupakan sejarahwan dari GKPS, Mewakili Tokoh Harajaon Nagur Dr. Pandapotan Damanik, SH, MH, Sejarahwan dari Universitas Negeri Medan Dr. Rosmaida Sinaga, Sejarahwan dari Universitas Sumatera Utara Dr. Suprayitno, FIB, WA. (Diskominfo Simalungun)






Ibu Sambung (Tiri) yang Kejam Itu Bernama Nurmi Boru Simbolon

Written By Beritasimalungun on Saturday, 14 May 2022 | 12:04

Kisah Jojo Sihombing, Korban Penyiksaan Ibu Sambungnya (Tiri) di Jambi.

Jambi, BS- JPS (8) alias Jojo tampak sudah mulai tegar dan mau berinteraksi dengan orang yang datang menghampirinya. Dengan didampingi sang Ayah kandung Jawaris Sihombing, Jojo tampak masih trauma atas apa yang dialaminya selama setahun oleh ibu sambungnya (tiri) bernama Nurmi Boru Simbolon.

Saat Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) Jambi menjenguk JPS di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi, Jumat (13/5/2022) siang, kondisi Jojo sudah membaik dan diberikan konseling pemulihan trauma dari pihak Polda Jambi dan Perlindungan Anak Jambi. Namun wajah Jojo tampak sejumlah bekas lebam dan luka.

Ayahnya Jawaris Sihombing, dengan setia menemani sang anak bungsunya itu di Rumah Sakit. Bahkan Jojo sempat meminta makanan kesukaannya kepada Pengurus HBB Jambi yang besuk untuk dibawakan sate dan mie pangsit. 

Pengurus HBB Jambi Rosalia Br Ginting didampingi Yunita Br Sihotang memeluk Jojo dan memberikan semangat untuk memulihkan trauma atas penyiksaan ibu sambungnya padanya. Rosalina Br Ginting dan Yunita Br Sihotang juga berpesan kepada ayahnya Jojo agar setia mendampingi Jojo selama masih dalam perawatan. 

“Kami sudah bersama Jojo yang tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi. Cepat sembuhnya amang. Yang kuat dan semangat ya sayang. Tuhan pasti angkat penyakitmu ya adek. Ada kami di sini menolong dan mendukungmu dek,” ujar Rosalina Br Ginting sembari memeluk Jojo.

Yunita Br Sihotang juga memeluk erat Jojo yang sudah mulai berani berinteraksi dengan orang lain. Dengan didampingi sang ayah, Jojo Sihombing sudah mulai mau melempar senyum. 

Kasus penganiayaan Jojo Sihombing ini telah ditangani pihak Polda Jambi dan Perlindungan Anak Jambi. Organisasi HBB Jambi memberikan perhatian serius atas kasus Jojo ini agar tidak terulang lagi kasus lain seperti Jojo. 

Bahkan Ketua DPD HBB Provinsi Jambi Joni Rajagukguk SH meminta agar HBB Jambi terus melakukan koordinasi dengan keluarga Jojo Sihombing agar proses kasus ini berjalan dengan baik. HBB Jambi juga siap mendampingi Jojo dalam kasus ini.

Sementara Jawaris Sihombing belum mau berkomentar banyak soal perlakuan istrinya kepada anak bungsunya Jojo. Jawaris Sihombing yang berprofesi sebagai petani ini hidup bersama istri kedua dengan 4 anak yang dijumpainya bersama anak kandungnya Jojo.

“Saya tidak menyangka begini perlakuan istri saya kepada anak saya Jojo. Selama ini Jojo menyimpan rahasia yang memilukan dan selalu bersikap wajar saat saya tanya soal keberadaanya. Kami mohon didoakan agar anak saya Jojo cepat pulih dan proses hukum kasus ini segera selesai,” ujar Jawaris Sihombing.

Pengurus HBB Jambi juga menjumpai pihak sekolah SD 223/IV Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi yang beralamat di Jalan Penerangan Baru RT 23, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi, Jumat, (14/5/2022).

Guru kelas Jojo Sihombing, Ibu Marnis didampingi Guru SD 223/IV lainnya Sahrul mengatakan, Jojo Sihombing pada Rabu 11 Mei 2022 pagi mengeluh sakit pada perutnya dan sempat pingsan di sekolah. Kemudian dilarikan ke Puskesmas Alam Barajo di dekat Terminal Bus Simpang Rimbo Alam Barajo. 

“Memang dua bulan terakhir Jojo ada perubahan dan terkesan menyimpan sesuatu. Wajah yang lebam, bekas luka pada wajahnya tak pernah diakui Jojo kalau itu bekas dari penganiayaan ibu sambungnya. Kalau saya Tanya Jojo, dia bilang luka-luka itu cuma jatuh. Jojo tertutup takut ngasih tau ke kami,” ujar Ibu Marnis.

Menurut Ibu Marnis dan Sahrul, Jojo ini anak yang baik disekolahnya. Juga pintar dalam pelajaran. Namun saat di Puskesmas itu, Jojo cerita kalau luka-luka lebam ditubuhnya disiksa mamak tirinya.

“Cerita Jojo di Puskesmas inilah, menyarankan Ayah Jojo membuat laporan ke Polisi. Kemudian pihak Puskesmas memberitahukan kejadian yang dialami Jojo ke Perlindungan Anak Jambi agar diberikan pendampingan,” kata Ibu Marnis.
Guru kelas Jojo, Ibu Marnis saat memberikan keterangan kepada wartawan galasibot.co di SD 223/IV Kecamatan Alam Barajo, beralamat di Jalan Penerangan Baru RT 23, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi, Jumat, (14/5/2022). (Jambipos/ Asenk Lee Saragih)

Terungkap Ke Publik

Terungkap kasus penganiayaan kepada Jojo Sihombing oleh ibu sambungnya  Nurmi Boru Simbolon yang beralamat di Jalan Penerangan, Kecamatan Alam Barajo,  Kota Jambi atau dekat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Anugerah Alam Barajo ini, juga atas keberanian kakak kandung Jojo bernama Yusni Mariati Sihombing asal Sidikalang, Sumatera Utara yang menetap di Kota Tanjungpinang, Riau. 

Lewat pemberitahuan lewat akun media sosial (FB) miliknya, kasus ini diungkap ke publik dan mendapat simpatik dari masyarakat Batak se jagat maya. Sang ibu tiri yang menyiksa Jojo menjadi bulan-bulanan rundungan warganet. Kasus penganiayaan anak oleh seorang ibu tiri inipun jadi viral di medai sosial.    

“Bohama naeng itoku on manaon i sude (bagaimanalah adekku ini merasakan penyiksaan ini semua-red). Sakit kalilah kau rasakan iya dekku. Hancur kali kau dibuat dekku. Terkutuk itu ibu tirimu sigila kurang ajar itu. Aduh ngak sanggup aku dek. Pengen ku peluk kau dekku pengen kakak dekap kau untuk  mengurangi rasa sakitmu. Kuat kali kau nahan-nahan itu semua dek. Sampai  1 tahun kau disiksa  bisa kau sembunyikan itu semua gara-gara ancaman ibu tirimu itu. Sampai kek gitu hancurnya seluruh badanmu dek. Amang Tahe nasip hi. Margogo ma ho itoku (aduh nasibku ini, dikuatkanlah kau adekku-red),” begitulah rasa sedih yang dituliskan Yusni Mariati Sihombing dengan menyertakan gambar Jojo Sihombing, 12 Mei 2022.

Yusni Mariati Sihombing menceritakan kronologis peristiwa tidak manusiawi yang dialami Jojo Sihombing oleh ibu tirinya Nurmi Boru Simbolon di Jambi.

“Kronologi kejadian yang menimpa adik kami Jojo atau JPS Kelas 2 SD umur 8 tahun yang disiksa ibu tirinya. Kejadian ini terjadi di Jambi. Ayah kami menikah lagi sama perempuan yang bernama Nurmi Boru Simbolon,” ujar Yusni Mariai Sihombing.
Pengurus Organisasi HBB Jambi saat menjenguk Jojo Sihombing di Ruang Inap Mawar 5 Latai III Rumah Sakit Bhayangkara Jambi, Jumat (13/5/2022). (Jambipos/ Asenk Lee Saragih)

“Si Jojo disiksa ibu tirinya kami tau dari pihak Puskesmas. Dia diperiksa karena si Jojo pingsan disekolah nya Rabu 11 Mei 2022 dan pihak sekolah membawa si Jojo ke puskesmas. Dan disanalah si Jojo dimintai keterangan sama pihak sekolah. Dan akhirnya adik kami ini pun jujur kalo dia dipukuli disiksa sama ibu tirinya,” katanya.

Yusni Mariati Sihombing menuturkan,  pihak sekolahnya pun menelpon pihak perlindungan anak yang di Jambi. Dan merujuk si Jojo ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut untuk proses hukum. Merekalah yang membantu ayah kami membuat laporan ke polisi.

“Adik kami ini sudah setahun disiksa. Kami tidak tau karena adik kami ini diancam sama ibu tirinya. Kalau si Jojo cerita kebenarannya sama kami dia akan dipukul lagi dan dibunuh bersama ayahnya. Kami selalu video call sama adik kami tapi selalu dia berbohong karena diancam. Karena  kami selalu melihat kadang matanya bengkak. Jidat memar. Rambutnya botak. Ternyata perbuatan dia semuanya, tapi manis sekali dia bersandiwara dibilangnya jatuh adik kami itu, berantem di sekolahan,” cerita Yusni Mariati Sihombing.

“Ayah kami selalu kerja ke luar kota. Disitulah disiksanya. Saat ayah tak ada disitulah dia beraksi menyiksa adik kami itu. Dan ayah kami selalu bertanya kenapa, kenapa dan kenapa tapi tetap saja adik kami berbohong lagi dan lagi setiap ayah atau kami bertanya pasti ibu tirinya itu yang selalu menjawab jawab. Panas muncung dia selalu dia macam kesetanan,” tambah Yusni Mariati. 

Yusni Mariati menambahkan, dari keterangan adiknya Jojo Sihombing ini dari awal dia sampai di Jambi sudah dipukuli. Ditunjang tidak dikasih makan kalo bapak kami kerja keluar kota,” ujar Yusni Mariati Lumbantoruan yang mengaku mengasuh adeknya Jojo dari usia 3 tahun hingga kelas 1 SD di Tanjung Pinang.

“Masalahnya hanya karna adik kami salah buat lobang mulsa untuk tanam cabe ibu tirinya memukul kepala adik kami pakai kayu besar sampai biru-biru wajahnya. Kepalanya bengkak, lehernya memar. Karena dia bermain dia ditunjang perutnya. Punggung ditumbuk kuat katanya,” ujar Yusni Mariati menirukan cerita pengakuan Jojo.
Pengurus Organisasi HBB Jambi saat menjenguk Jojo Sihombing di Ruang Inap Mawar 5 Latai III Rumah Sakit Bhayangkara Jambi, Jumat (13/5/2022). (Jambipos/ Asenk Lee Saragih)

“Rambutnya bagian depan dijambak sampai botak. Kami tau itu dari video call. Pada saat telepon dia tak mau jujur. Kami jauh dari dia, tidak bisa berbuat apa-apa. Dia dulu bersama kami disini, Tanjungpinnag, Riau. Tapi disuruh jemput sama ibu tirinya sampai kami berantem sama ayah. Ya kami kasih adik kami dibawa ayah ke Jambi ke tempat ibu tirinya. Diapun sebenarnya tak mau tapi karena dipaksa dia ikutin lah ke Jambi bersama ibu tirinya,” terang Yusni Mariati Lumbantoruan yang mengaku tidak bisa datang ke Jambi karena harus mengurus dua bayi anaknya.

Yusni Mariati menambahkan, rupanya Jojo Sihombing dijemput dari tempat kami untuk disiksa ibu tirinya itu. Sungguh tega wanita biadap itu. Bukan tak baik kami sama dia. Pandai dia bersilat lidah, bersandiwara manis dia ngomong sama kami perempuan berhati biadap itu.

“Kami kirim dia uang biar senang dia biar sayang dia sama si Jojo rupanya salah malah disiksa. Kami mohon jangan salahkan pihak sekolah, karena Jojo menyimpan penyiksaan yang dialaminya karena untuk menjaga agar jangan sampai diketahui Ayahnya kalau dirinya disiksa ibu tirinya. Si Jojo takut kalau Ayahnya tahu, takut ibu tirinya itu dibunuh oleh Ayahnya dan berpikir Ayahnya nanti masuk penjara. Pintar kali adek kami si Jojo ini. Inilah jalan Tuhan mengungkap kasus penyiksaan adekkku si Jojo ini,” cerita Yusni Mariati Sihombing yang sudah menikah dengan Bintang Harianja ini. (JP-Asenk Lee Saragih)

Motif Dendam Hina Orangtua, DS Habisi Teman Sendiri Iman Sidabutar Di Kamar Kost Saribudolok

Written By Beritasimalungun on Friday, 13 May 2022 | 17:54

Rekontruksi Pembunuhan Sadis Terhadap Iman Sidabutar Di Kamar Kost Saribudolok. (IST)

Rekontruksi Pembunuhan Sadis Terhadap Iman Sidabutar Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun

Pematangsiantar, BS-Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun gelar rekonstruksi pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anak dibawah umur terhadap temannya yang terjadi di kamar kos di Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. 

Sebanyak delapanbelas adegan,  diperagakan oleh tersangka DS (16), pelaku pembunuhan terhadap korban Iman Sidabutar di kamar kos milik korban pada Minggu dini hari  (8/5/2022). Rekonstruksi yang di gelar di pelataran ruang penyidik Satreskrim Polres Simalungun di Aspol Pematangsiantar, Jumat (13/5/2022) siang dilakukan dengan disaksikan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Simalungun.

Dari reka adengan yang di lakukan oleh tersangka sendiri, terkuak bahwa tersangka nekat menghabisi korban karena sebelumnya korban dendam terhadap tersangka yang telah menghina orang tuanya.

Reka adegan di awali sesaat sebelum kejadian, dimana  korban dan tersangka sedang minum minuman keras yakni tuak di kamar kost kost an milik korban. Selanjutnya, korban kemudian mengantuk dan tertidur usai menenggak beberapa gelas tuak.

Saat korban tertidur, tersangka yang diduga telah menaruh dendam dan dalam pengaruh alkohol  ini kemudian mencekik leher korban yang tertidur pulas disamping tersangka.

Karena di cekik oleh tersangka, korban kemudian bangkit dari tidurnya dan berupaya melakukan perlawanan sehingga sempat terjadi pergumulan antara kedua nya didalam kamar tersebut.

Saat duel satu lawan satu tersebut,  tersangka kemudian meraih sebilah pisau  yang berada tak jauh dari lokasi keduanya berkelahi dan menghujamkan pisau tersebut ke arah perut korban.

Meski dalam keadaan terluka, dan darah mengalir akibat luka tusukan belati, korban berupaya dan terus melakukan perlawanan, namun kalah cepat dengan tersangka yang kembali menikam pisau tersebut ke arah perut korban hingga usus pun terburai keluar.

Tak berhenti sampai disitu,  tersangka yang kalap karena korban terus melakukan perlawanan kemudian kembali berhasil meraih pisau lainnya yang terjatuh ke arah korban saat duel terjadi.

Tersangka kemudian meraih pisau tersebut dan kembali mengorok leher korban hingga nyaris putus, setelah melihat korban tak berdaya tersangka kemudian kabur dari lokasi kejadian namun sempat terlihat oleh saksi mata.

Usai proses rekonstruksi,  Kanit Jahtanras Satreskim Polres Simalungun,  Ipda Bayu Mahardika mengatakan,  motif tersangka nekat menghabisi korban karena dendam terhadap korban. “ Tersangka dendam terhadap korban, karena sakit hati atas ucapan korban yang menghina Ibu nya”, ungkap Bayu.

Selanjutnya, Bayu menambahkan,  bahwa tersangka di jerat pasal berlapis, melanggar pasal 340 sub 338 dan pasal 351 Kuhpidana, jo UU no 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,  karena pelaku masih di bawah umur,  dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Tersangka sempat kabur dan bersembunyi dirumah kediaman Pamannya di Daerah Bandar Kalifah Tebing Tinggi, namun berhasil di amankan petugas kurang dari 24 jam setelah terjadinya kasus pembunuhan ini”, tutup Bayu.

Sebelumnya, Iman Sidabutar, diketahui warga Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,  ditemukan tewas dengan kondisi menggenaskan di kamar kost an nya.

Korban, ditemukan  tewas bersimbah darah oleh kerabatnya di salah satu kamar kos-kosan pada Minggu dini hari (8/5/2022). Saat ditemukan, kondisi korban yang diketahui sehari hari bekerja sebagai buruh harian lepas di perladangan ini sangat mengenaskan, kondisi kepala, leher dan perut korban penuh luka diduga akibat tebasan benda tajam. (BS-Red)




Riwayatmu Kini Jalan Provinsi Lintas Pematangsiantar - Saribudolok

Written By Beritasimalungun on Thursday, 12 May 2022 | 11:20

Sejak Tahun 2008 Lalu, Janji Kosong Gubsu dan Bupati Simalungun
Foto: Beritasimalungun
Oleh: Asenk Lee Saragih 

Pada April 2008 lalu, Penulis masih ingat peryataan Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM di Jambi usai dirinya menerima penghargaan “Akutila” (“Jujur Adalah yang Utama”) dari Karangtaruna Pusat dan Kejaksaan Agung RI oleh Kejagung Hendarman Supandji di SMP 7 Kota Jambi.

Saat itu Penulis menayakan soal kondisi jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok yang mengalami rusak berat. Menurut Zulkarnaen saat itu, sekitar 45 kilo meter jalan provinsi dan nasional di Kabupaten Simalungun segera butuh perbaikan. Jalan tersebut dari P Siantar hingga kecamatan Tigarunggu. 

“Pak Gubernur Sumatera Utara sudah berjanji akan memperbaiki jalan tersebut tahun 2009 ini. Mungkin dalam dua tahan anggaran yakni tahun 2009 dan 2010,” kata Drs T Zulkarnain Damanik menyakinkan penulis.

Kata Drs T Zulkarnain Damanik saat itu, perbaikana infrastruktur jalan di Simalungun kini masih terkendala dana. Sehingga pembangunan jalan hingga ke sentra-sentra pertanian di Kabupaten Simalungun masih belum merata.

“Kita harapkan Dinas PU Sumatera Utara memperhatikan kondisi jalan di Kabupaten Simalungun. Karena jalan merupakan urat nadi perekonomian di Kabupaten Simalungun. Semoga saja janji Gubernur Sumut itu segera terwujud tahun ini,” kata Drs T Zulkarnain Damanik saat itu.

Sebenarnya Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin tahun awal 2008 lalu itu telah berjanji kepada Bupati Kabupaten Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik MM untuk memperbaikin jalan provinsi sepanjang 45 kilo meter di Kabupaten Simalungun yang kondisinya kini menprihatinkan. Jalan provinsi tersebut terdapat dari Simpang Dua Pematangsiantar hingga perbatasan Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Kemudian giliran Bupati Simalungun dijabat JR Saragih selama 10 tahun, persoalan serupa tetap saja terjadi. Bahkan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Simalungun, Anggota DPR RI Dapil Simalungun, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun silih berganti, kondisi jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok dari sejak 2005 lalu hingga 2022 ini kondisinya tak jaug beda, rusak parah.

Ternyata Pemerintah Kabupaten Simalungun dan yang terdapat didalamnya tidak mampu membangun infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun. Sinergitas antara politikus asal Simalungun, kepala daerah di Simalungun, wakil rakyat dari Simalungun, tokoh Simalungun hanya pencitraan semata. 

Harapan masyarakat sejak Pilkada 2020 lalu bertumpu pada kepemimpinan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga. Ternyata kualitasnya juga tak jauh beda dengan Drs T Zulkarnain Damanik, JR Saragih yang tidak mampu melobi kementerian PUPR atau pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur di wilayah Simalungun. 

Kualitas proposal pembangunan infrastruktur di Simalungun yang dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Simalungun selama ini kurang menarik perhatian Kementerian PUPR RI. 

Pengamatan penulis menunjukkan, kondisi jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok, Simpang Raya-Tigaras sungguh meresahkan masyarakat pengguna jalan. Disejumlah titik tampak ada material untuk perbaikan berupa kerikil dan pasir, namun perbaikannya tak kunjung jadi.

Kondisis jalan provinsi di Kabupaten Simalungun dari P Siantar hingga Saribudolok, Kecamatan Silimakuta rusak berat. Perlu adanya pelebaran jalan tersebut sehingga bisa dilalui bis-bis besar dengan leluasa.

Setidaknya pengusaha transportasi sudah mengeluhkan kondisi jalan di Kabupaten Simalungun selama puluhan tahun. Banyak kenderaan yang rusak karena kondisi jalan yang memprihatinkan dan juga makan korban nyawa.

“Lebih capek naik bis dari Pematangsiantar ke Saribudolok, Kabupaten Simalungun, dari pada perjalanan dari Kota Jambi ke Pematangsiantar. Terguncang-guncang, kondisi jalan yang harus kita hadapi saat melintasi jalan di Kecamatan Panei Tongah, Raya, Simpang Raya hingga Tigaras membuat tak nyaman,” demikian celoteh Robin Saragih kepada penulis yang baru mudik dari Kabupaten Simalungun.

Era Jokowi

Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, masyarakat sangat senang dan mengapresiasi kinerjanya bersama kabinetnya. Khususnya bidang infrastruktur jalan dan jembatan. Tol dibangun, jalan lintas provinsi dibangun, trans Papua, Tol Trafs Sumatera dibangun. Semua pembangunan membanggakan rakyat. 

Tapi lain dengan di Kabupaten Simalungun. Keperkasaan Jokowi dalam membangun infrastrutur di Pulau Jawa dan Papua dan sebagian wilayah Sumatera, tak terasa di Kabupaten Simalungun. Faktanya, Jalan Lintas Provinsi Pematangsiantar-Saribudolok sudah puluhan tahun sempit tanpa pelebaran dan tanpa pembangunan drainase kiri kanan jalan. 

Sehingga Jalur Lintas Pematangsiantar-Saribudolok kerap makan korban karena kenderaan tabrakan dan terbalik ke pinggir jalan. Lalu kenapa sampai ke Presiden Jokowi? Bukannya Dinas PUPR Sumatera Utara dan PUPR Kabupaten Simalungun yang harus bertanggungjawab? 

Memang Benar PUPR Sumut dan Simalungun yang bertanggungjawab. Setidaknya Anggota DPRD Sumatera Utara Dapil Siantar-Simalungun dan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Anggota DPR RI Dapil Sumut III (Termasuk Simalungun), Anggota DPD RI Dapil Sumut (Termasuk Simalungun) juga ikut berdosa. 

Pasalnya mereka tak pernah memikirkan dan memperjuangkan Jalan Lintas Pematangsiantar-Saribudolok untuk dilebarkan dan untuk dibangun saluran drainase kini kanan sepanjang jalan lintas itu. 

Satu-satunya harapan adalah Presiden Joko Widodo. Semoga Presiden Joko Widodo suatu waktu “menjewer” kuping Bupati Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara agar mau membangun jalan Pematangsiantar-Saribudolok yang sudah lama terabaikan ini.

Satu-satunya harapan rakyat Simalungun, Joko Widodo meluangkan waktu untuk melintasi jalan Pematangsiantar-Saribudolok agar Menteri PUPR RI dapat melihatnya dan menjadikan jalan Pematangsiantar-Saribudolok sebagai jalan Nasional. Kalau statusnya sudah jalan Nasional, APBN yang akan mendanai pembangunannya. 

Sekali lagi Pak Jokowi, jangan biarkan lagi rakyat jadi korban di jalan Pematangsiantar-Saribudolok karena kualitas dan kondisi jalan itu yang kian buruk.

Jalan lintas Pematangsiantar-Saribudolok banyak rusak, seperti di Panei Tongah, Kecamatan Purba, Silimakuta Saribudolok. Selain jalan yang sempit, juga tidak dilengkapi saluran drainase yang memadai. Sehingga saat hujan deras, air tumpah ke badan jalan dan banjir.
Misalnya pada Minggu 23 Desember 2018 lalu, Truk BK 8088 CD yang mengangkut puluhan ton sayur kol, diduga mengalami putus rem di jalinsum Kelurahan Merek Raya, Kabupaten Simalungun, sekira Pukul 14.00 WIB menabrak rumah serta satu bus merk Raya Jaya Trans (RJT).


Tragedi Makan Korban

Sudah berali-kali tragedi kecelakaan lalulintas terjadi di Pematangsiantar-Saribudolok. Menurut catatan Penulis, satu unit minibus Raya Jaya Trans jurusan Pematangsiantar-Simalungun terbalik hingga tiga kali, Rabu 29 Juli 2015 lalu sekitar pukul 08.30 WIB. 

Bus Raja Trans BK 7449 TL dikemudikan Tegar Saragih (40) warga Batu 20, Sirpang Sigodang Kecamatan Panei Tongah. Akibat kejadian tersebut 3 orang tewas, 8 diantaranya mengalami luka, termasuk 3 pegawai Pemkab Simalungun.

Tiga korban tewas dan 8 luka-luka, saat bus Raja Trans BK 7449 TL terbalik di Jalan Raya Siantar-Saribudolok, Desa EmBong, Nagori Panombeian Pane yang dikemudikan Tegar Saragih (40) seorang warga Batu 20, Sirpang Sigodang Kecamatan Panei Tongah.

Para korban saat itu di bawa ke RS Djasamen Saragih. Dua korban tewas dibawa ke forensik RSUD Djasamen Saragih, yang diketahui bernama Roslina br Damanik (65), warga Sipoldas, Kecamatan Panei Tongah, Simalungun, dan kernet bus Hansen Damanik (36). Sementara Lermi Saragih (68) korban luka berat,  warga Batu 20, Sirpang Sigodang, Kecamatan Pane Tongah sempat dilarikan ke RS Vita Insani P Siantar, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Misalnya juga pada Minggu 23 Desember 2018 lalu, Truk BK 8088 CD yang mengangkut puluhan ton sayur kol, diduga mengalami putus rem di jalinsum Kelurahan Merek Raya, Kabupaten Simalungun, sekira Pukul 14.00 WIB menabrak rumah serta satu bus merk Raya Jaya Trans (RJT).

Truk kemudian terbalik dan sayur kol bulat muatannya berserakan di pinggir jalan. Sementara beberapa penumpang bus RJT mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit di Siantar.

Kejadian ini membuat warga Merek Raya terkejut. Suara gemuruh terdengar, warga yang sebagian besar sedang bersantai usai pulang ibadah Minggu, langsung berhamburan keluar rumah. Sedikutnya enam rumah rusak parah diseruduk truk dan bus yang mengelakkan tabrakkan dengan truk.

Baru-baru ini, satu unit mobil jenis Avanza terjun ke jurang di Jalan Lintas Siantar-Saribodolok tepatnya di Kelurahan Dame Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu siang (20/4/2022) siang. 

Mobil yang terperosok kejurang itu berdekatan dengan longsor di samping kantor Bawaslu Simalungun. Informasi dihimpun di lapangan, mobil Avanza mengangkut 5 orang penumpang. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Jalinsum Panei Tongah

Sementara jalan aspal di Panei Tongah, Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, terkelupas diterjang banjir selama bertahun-tahun. Kerusakan jalan lintas Sumatera (jalinsum) di Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, selain merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, juga menjadi tanggungjawab pihak PTPN IV Unit Kebun Marjandi.
Kondisi jalan aspal di Panei Tongah, Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara yang puluhan tahun kondisanya rusak parah. 

Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara serta pihak PTPN IV Unit Kebun Marjandi diminta aktif untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di sepanjang jalan lintas Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Simalungun.

Sementara suara aktivis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Simalungun tak pernah satu dana dan satu tujuan. Disaat Himpunan Mahasiswa Pemuda Simalungun (HIMAPSI) melakukan aksi unjuk rasa, tak aga gerakan berlanjut hingga perbaikan jalan benar-benar terwujud sejak tahun 2005 silam hingga 2022 ini.

Aksi unjukrasa Himapsi DPC Simalungun ternyata tak bergeming buat instansi terkait dan pejabatnya. Aksi unjukrasa HIMAPSI belum lama ini sebagai upaya untuk menggugah perhatian Pemerintah Sumatera Utara yang dinilai melakukan pembiaran kerusakan jalan provinsi bertahun-tahun di wilayah Kabupaten Simalungun, juga dapat janji semata. 

Sebelumnya juga ada aksi pemuda dan masyarakat Simalungun yang tergabung dalam Aliansi Simalungun Bersatu (ASB) mengecam Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil Simalungun yang tidak perduli terhadap kerusakan jalan provinsi di wilayah Kabupaten Simalungun. Kini ribuan kilometer jalan provinsi di wilayah Simalungun rusak berat selama bertahun-tahun.

Kerusakan jalan itu disuarakan Aliansi Simalungun Bersatu (ASB) yang terdiri dari GEMAPSI (Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Simalungun), GERPAKTAHAN (Gerakan Pemuda Anti Korupsi Transparansi Pemerintahan) saat melakukan aksi unjuk rasa di Panei Tongah dan ke PTPN IV Unit Marjandi, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Kamis (26/08/2021).

Juru bicara Aliansi Simalungun Bersatu Jahenson Saragih dalam orasinya menyatakan sikapnya bahwa menurut mereka Gubernur Sumut dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tidak bekerja dengan baik, begitu juga delapan Anggota DPRD Sumatera Utara yang berasal dari Daerah Pemilihan Sumut X yang meliputi Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Jahenson Saragih juga menambahkan hampir semua jalan lintas propinsi Sumatera Utara dalam keadaan rusak parah, diantaranya Jalan lintas Perdagangan-Pematangsiantar, Jalan lintas Pematangsiantar- Saribudolok, jalan lintas Simpang Raya ke Tiga Ras, Jalan lintas Raya – Raya Kahean dan lainnya.

“Bahwa hingga saat ini kami menilai tidak adanya itikad baik dari Gubernur Sumatera Utara dan Wakil Gubernur Sumatera Utara untuk melakukan perbaikan terhadap jalan lintas Provinsi Sumatera di Kabupaten Simalungun. Kami juga menilai tidak adanya upaya yang dilakukan oleh Anggota DPRD Sumatera Utara yang berasal dari Daerah Pemilihan Sumut X yang meliputi Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar untuk mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna memperbaiki jalan rusak tersebut,” katanya.
Jalan aspal di Panei Tongah, Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, terkelupas diterjang banjir baru-baru ini. Kerusakan jalan lintas Sumatera (jalinsum) di Panei Tongah, Kabupaten Simalungun, selain merupakan tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, juga menjadi tanggungjawab pihak PTPN IV Unit Kebun Marjandi. 

Sementara Ketua GEMAPSI Anthony Damanik dalam orasinya di depan Gedung Unit PTPN IV Marjandi mengatakan,  berdasarkan investigasi mereka di lapangan, kondisi jalan rusak di Kabupaten Simalungun ini juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas PTPN IV yang kerap kali menimbulkan banjir yang tentunnya sangat berpengaruh terhadap kualitas jalan di Kabupaten Simalungun.

“Kami juga sudah menyampaikan ke Menteri BUMN, Jajaran Direksi PTPN IV Khususnya unit Marjandi untuk segera melakukan konversi tanaman sawit menjadi tanaman yang mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup atau segera angkat kaki dari Bumi HABONARON DO BONA,” tegas Anthony Damanik. 

Catatan Penulis, mereka wakil rakyat yang dipilih pada Pileg 2019 lalu Dapil Simalungun yakni Mangapul Purba SE (PDIP), Rony Reynaldo Situmorang (NasDem), Ir Iskandar Sinaga (Golkar), Saut Bangkit Purba SE (Demokrat), Gusmiyadi SE (Gerindra), Franky Partogi Wijaya Sirait (PDIP), Dra Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution (PKS), H Rusdi Lubis SH MMA (Hanura).

Bahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sejak memimpin 5 September 2018 lalu, juga abai soal pembangunan infrastruktur di Kabupaten Simalungun. Hal itu tampak dari tak adanya perbaikan jalan provinsi disejumlah titik, terkhusus Jalan Lintas Simpang Raya-Tigaras dan Pematangsiantar-Saribudolok.

Masyarakat berharap jangan sampai sejak Bupati Simalungun Drs T Zulkarnain Damanik, JR Saragih hingga RHS kualitas jalan provinsi di Simalungun tak kunjung diperbaiki. Jika hal ini sukar diwujudkan, sudah saatnya Kabupaten Simalungun dimekarkan menjadi dua, Simalungun Hataran dan Simalungun Atas. (Penulis Adalah Pegiat Media dan Blogger)

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Berita Lainnya

.

.
.

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Nomor Pengaduan BNN Pusat

Nomor Pengaduan BNN Pusat
HP 0812-2167-5675

Ragam Berita

Kampanyekan QRIS Sebagai Pembayaran Non Tunai Nasisional

Kampanyekan QRIS Sebagai Pembayaran Non Tunai Nasisional
KLIK Benner Untuk Beritanya

Wanita GKPS Salemba Kunjungan Pelayanan Ke GKPS Hutaimbaru

Wanita GKPS Salemba Kunjungan Pelayanan Ke GKPS Hutaimbaru
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Lagu Simalungun Terbaik Tahun 1986 Dari Trio Mora

Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun

Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun
Juara Lightweight Championship One Pride MMA 70 Kg. Newsnya KLIK Gambar

Pengucapan Sumpah- Janji 50 Anggota DPRD Simalungun Periode 2019-2024

Pengucapan Sumpah- Janji 50 Anggota DPRD Simalungun Periode 2019-2024
Sebanyak 50 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Simalungun Periode 2019-2024 melakukan pengucapan sumpah atau janji Pada Rapat Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah/Janji sebanyak 50 Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Masa Jabatan 2019- 2024 hasil Pemilu serentak 17 April 2019 di Gedung DPRD Simalungun, Pamatang Raya, Simalungun, Rabu (25/9/2019). Berita Selengkapnya KLIK Gambar

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com