. BeritaSimalungun | Online

BERITA TERBARU

MENU BERITA

Segera Hadir Dengan Wajah Baru BERITASIMALUNGUN.ID

Segera Hadir Dengan Wajah Baru BERITASIMALUNGUN.ID
KLIK Benner Melihat Versi BETA

MATRA-Media Lintas Sumatera

MATRA-Media Lintas Sumatera
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Bawa 1 Truk Jeruk Manis, Perwakilan Warga Liang Melas Karo Temua Jokowi di Istana Minta Perbaikan Jalan Desa

Written By Beritasimalungun on Monday, 6 December 2021 | 20:43

Presiden Jokowi Terima Oleh-Oleh 1 Truk Jeruk 
Presiden Jokowi Terima Oleh-Oleh 1 Truk Jeruk Manis di Istana Negara Jakarta, Senin (6/12/2021). (Foto: Istimewa)

Jakarta, BS-Dukungan insfrastruktur yang baik merupakan akses utama ekonomi petani dalam hal memasarkan hasil pertanian. Namun kondisi infrastruktur jalan sentra pertanian yang rusak berat selama puluhan tahun, warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara tak menyerah dengan keadaan. Bermodalkan hasil tanaman jeruk yang lumayan bagus, memunculkan ide bagi warga untuk mengantarnya ke Presiden RI Joko Widodo.

Ide warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, dengan mengusung 1 truk jeruk manis untuk dibawa ke Istana Jakarta menjadi perhatian publik dan berhasil tiba di Istana Negara dan diterima langsung oleh Presiden Jokowi, Senin (6/12/2021).

“Saya kedatangan tamu dari Sumatra Utara, siang tadi. Enam warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, datang jauh-jauh membawa oleh-oleh tak sedikit: satu truk buah jeruk untuk saya. Para warga itu datang menyampaikan aspirasi terkait  jalan rusak di daerah mereka yang berdampak pada enam desa dan tiga dusun di Liang Melas Datas,” tulis akun FB Presiden Joko Widodo. 

“Aspirasi mereka sebenarnya sudah saya dengar sebelumnya. Bahkan Sabtu lalu saya sendiri telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memperbaiki jalan rusak di Liang Melas Datas itu. Jika perbaikan jalan selesai, suatu hari nanti saya akan berkunjung ke sana. Terima kasih telah datang ke istana. Dan terima kasih untuk oleh-oleh buah jeruknya,” kata Presiden Jokowi.

Seperti dikutip dari www.presidenri.go.id, Presiden Joko Widodo menerima enam perwakilan warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 Desember 2021. Selain menyampaikan aspirasi, para perwakilan warga tersebut juga membawa satu truk berisi buah jeruk sebanyak tiga ton sebagai "oleh-oleh" bagi Presiden Joko Widodo.

Setia Sembiring, salah seorang perwakilan warga mengatakan bahwa ia bersama rekan-rekannya datang langsung menemui Presiden Joko Widodo dengan harapan mendapatkan perhatian dari Presiden terkait kondisi jalan yang rusak di daerahnya. Menurutnya, jalan yang rusak tersebut juga berdampak pada warga di enam desa dan tiga dusun di Liang Melas Datas.

"Tadi di dalam kami mengantarkan oleh-oleh ini, mudah-mudahan dan kami harapkan Bapak Presiden kita memperhatikan kami masyarakat Desa Liang Melas yang jumlahnya enam desa ditambah tiga dusun. Jadi kami harapkan benar bantuan Bapak itu agar desa kami bisa ada perubahan dari dulunya menjadi agak lebih baik," jelas Setia saat ditemui usai diterima Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa jalan rusak di Liang Melas Datas akan segera diperbaiki. Presiden sendiri telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan perbaikan jalan tersebut dan telah ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Bina Marga pada Minggu, 5 Desember 2021.

"Saya sudah dengar semua kok, jadi nggak usah diceritakan saya sudah dengar. Hari Sabtu sudah saya perintah ke Menteri PU, Minggu (5/12/2021) sudah sampai sana. Tadi pagi katanya sudah mulai melihat lapangan, sudah mengukur, nanti sebentar lagi dikerjakan," ujar Presiden.

Setelah menerima jeruk yang dibawa perwakilan warga tersebut, Presiden Jokowi memberikan bantuan tunai untuk para petani warga Liang Melas Datas. Presiden juga mengatakan dirinya berencana untuk mengunjungi desa tersebut apabila jalannya telah selesai dikerjakan.

"Ini nanti sampaikan ke petani. Oleh-oleh sudah saya terima, ini gantinya. Nanti sampaikan. Ini jalannya langsung dikerjakan. Nanti kalau jalannya jadi, saya ke sana. Sampaikan. Biar dikerjakan dulu, nanti (jalannya) jadi saya baru ke sana," ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa jalan merupakan tulang punggung atau “backbone” dalam peningkatan produktivitas kawasan. 

Dengan keberadaan jalan yang baik, konektivitas antarkawasan meningkat dan biaya produksi menurun, sehingga secara keseluruhan daya saing kawasan dengan beraneka ragam komoditas menjadi lebih baik. 
"Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas untuk menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar _(offtaker)_ hasil-hasil komoditas tersebut," ujar Endra.

Pemerintah pusat akan bekerja sama dan memberikan dukungan penuh penanganan jalan bagi pemerintah daerah setempat dalam koridor peraturan yang berlaku. Dukungan tersebut dilakukan Kementerian PUPR karena ruas jalan dinilai sangat penting bagi masyarakat, sehingga nanti pemerintah daerah bisa melanjutkan pemeliharaan jalan tersebut.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan perwakilan masyarakat Liang Melas Datas yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Asenk Lee Saragih)

Bupati Simalungun RHS Resmikan UPUBKB Akreditasi B, Kini Uji KIR Sudah Bisa di Simalungun

RHS: UPUBKBB Diharapkan Jadi Magnit Pundi-pundi PAD di Simalungun
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga meresmikan Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Akreditasi B, di Jalan Horailam, Pamatang Raya Kabupaten Simalungun, Sumut, Senin (6/12/2021).

Pamatangraya, BS-Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga meresmikan Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Akreditasi B, di Jalan Horailam, Pamatang Raya Kabupaten Simalungun, Sumut, Senin (6/12/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun RHS menyampaikan, sejak tiga tahun terakhir kenderaan bermotor dari Kabupaten Simalungun melakukan uji KIR di daerah lain. Dengan dilaksanakannya peresmian UPUBKB diharapkan kenderaan di Simalungun sudah dapat melaksanakan uji KIR di daerah di Simalungun. 

"Diharapkan juga dengan launching UPUBKB ini dapat menjadi magnit pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Kabupaten Simalungun, karena ada sekitar 12 ribu Kenderaan di Simalungun," kata RHS.

Guna memudahkan dalam pelaksanaan pelayanan  uji KIR di Simalungun, Bupati mengatakan bahwa,  dilihat dari jumlah kenderaan di Simalungun minimal ada tiga titik lokasi UPUBKB,  kedepan Pemkab Simalungun direncanakan membuka dua unit UPUBKB di dua lokasi yakni di Kecamatan Siantar dan Bandar (Perdagangan).

"Bukan hanya di Raya, kedepan kita rencanakan buka dua unit lagi seperti ini (UPUBK) di dua lokasi yakni di Siantar dan Perdagangan untuk memudahkan Kenderaan melakukan uji KIR. Mari sama-sama kita awasi pelaksanaan uji kir ini sehingga dapat berjalan sesuai dengan mekanisme,"sebut Bupati RHS.

Selain itu, Bupati menyampaikan bahwa kondisi jalan di Simalungun saat ini cukup memprihatinkan, untuk kepada semua pihak, termasuk pengusaha angkutan untuk bersama-sama berkontribusi dalam merawat jalan.

Sementara itu, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani menyampaikan bahwa UPUBKB sangat vital bagi angkutan, karena angkutan umum yang selalu menjadi jantung perekonomian di daerah.

"Dengan launching ini diharapkan Dinas Perhubungan melakukan pelayanan yang maksimal karena ada feedback PAD dari sini,"kata Timbul.

Timbul juga mengapresiasi Pemkab Simalungun dalam hal ini Bupati dan Dinas Perhungan. "Karena selama ini, 3 tahun pengusaha angkutan di Simalungun sudah kesulitan dalam melakukan uji kir, jadi dengan kebijakan Bupati saat kita sudah dimudahkan khususnya kepada pengusaha angkutan. Untuk itu sukses selalu,"ucapnya

Sebelumnya Plt Kadis Perhubungan Sabar Parulian Saragih melaporkan, bahwa uji berkala kendaraan bermotor di Simalungun sudah berhenti sejak tahun 2019. "Tidak diaktifkannya KIR di Simalungun dalam beberapa tahun terakhir karena tidak dapat ijin operasi dari pihak Kementerian Perhubungan RI,"jelasnya.

Sabar menerangkan, bahwa UPUBKB Simalungun, sudah menerima SK Akreditasi dari Kementerian Perhubungan, dan tanggal 29 November 2021 sudah menerima sertifikat dengan klasifikasi Akreditasi B.

“Launching ini sebagai pertanda resmi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Simalungun, dapat melaksanakan pelayanan dan berdasarkan peraturan  tentang pedoman penerbitan buku lulus uji berkala kenderaan bermotor ada perubahan yang mendasar yaitu sistem buku manual menjadi kartu elektronik (BLUe) buku lulus uji elektronik," ucap Sabar Saragih.

Sabar juga menambahkan, dengan beroperasinya kembali UPUBKB Simalungun, semoga dapat lebih meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Selanjutnya, Sabar menambahkan, ada lima mesin yang ada pada gedung uji kir Simalungun antara lain, alat uji emisi untuk mengukur ketebalan asap kendaraan solar dan bensin, kemudian alat test pengereman (Brake Tester), daya pancar lampu dan alat pengukur berat kendaraan.

Tampak hadir antara lain, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, Kapolres Simalungun diwakili Kasat Lantas AKP Hendrik Aritonang, Dandim 0207/Sml diwakili Pasilog Lettu Chb Khairul Anwar Simatupang,  mewakili Kajari Ade Wijaya, Sekda Esron Sinaga, Asisten Perekonimian dan Pembangunan Ramadhani Purba, Plt Kadis Kominfo Wasin Sinaga, Ketua IPKBI (Ikatan Penguji Kenderaan Bermotor Indonesia) Saidi Pane, PT Jasa Raharja Cabang Sumut, Direktorat Perhubungan Darat  BPTD Wilayah Sumut Kemenhub RI Rian,  KCP Bank Sumut Pamatang Raya, S. Sembiring, Sekretaris Organda Ringkas Tarigan.(BS-Diskominfo Simalungun)





Paropo Dairi Lapak Pemancingan Ikan Babon Mas, Nila, Patin, Tawes, Bawal di Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Saturday, 4 December 2021 | 08:10


Tongging, BS-
Lapak pemancingan alam yang berada di pinggir Danau Toba yang dikelola warga setempat kini menjadi incaran para mincing mania di seputaran Danau Toba, Sumatera Utara. Kini usaha buka lapak pemancingan alam (sederhana) di pinggir Danau Toba menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat. Salah satunya lapak pemancingan yang banyak di kunjungi para mincing mania adalah di Paropo, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Disana lapak-lapak pemancingan alami cukup banyak dengan spot-spot ikan babon seperti Ikan Mas, Patin, Nila, Tawes, bawal dan Lele. Bahkan ikan-ikan besar yang didapat pemancing yang kerap viral di sosial media adalah dari lapak Paropo. 

Menuju Paropo tidaklah sulit. Bisa ditempuh dari Kabanjahe-Merak, Simpang Situnggaling-Tongging-Paropo-Silalahi. Kondisi jalan juga sangat mulus dan perlengkapan alat mincing dan umpan juga tersedia cukup di toko-toko pancing yang tidak jauh dari lapak pemancingan di Paropo.

Seperti dilihat dari Channel YouTube Sabastyo amz yang sudah 1,02 Ribu subscriber ini, ikan –ikan babon seperti Tawes, Patin, Bawal bisa dilihat. Seperti dalam video yang dikutip dari Channel YouTube Sabastyo amz. Setidaknya ada 49 video hingga Jumat 3 Desember 2021 yang telah diposting di channel tersebut. 

Kemudian juga ada video dari Channel Pemancing Danau Toba yang telah memiliki 15,9 Ribu Subscriber hingga Jumat 3 Desember 2021. Juga ada ikan mas sebesar 15 Kg yang dapat pemancing di Binanga Paropo pada 9 Agustus 2020 lalu.

Kemudian ada juga ikan nila babon seperti dilihat di Channel YouTube Pengkawil Kawil yang sudah memiliki 746 Subscriber. Video strika Nila babon ini diposting pada  5 September 2021 dichannel YouTube tersebut.

Banyaknya ikan-ikan besar seperti ikan Mas, Nila, Patin, Tawes, Bawal, Lele di Danau Toba, menjadi daya tarik para pemancing dari berbagai daerah di Sumatera Utara menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan lapak pemancingan alami di Sumatera Utara.

Selain pemandangannya yang super wah indahnya, ternyata Danau Toba juga kini menjadi lokasi pemancingan alami yang bisa meningkatkan pencaharian warga setempat. Dari sejumlah lapak pemancingan di pinggiran Danau Toba seperti, Hutaimbaru Simalungun, Gaol Simalungun, Sigapitan, Parapat, Samosir, Aji Bata, Tigaras, Haranggaol, Tongging, yang paling banyak dituju para mancing mania adalah Paropo, Dairi. 

Semoga warga seputaran Danau Toba di Kabupaten Simalungun bisa menjadikan lapak pemancingan di pinggir Danau Toba sebagai salah satu obyek wisata hobbi dan juga sebagai usaha warga setempat. Sebab buka usaha lapak pemancingan ini cukup menjanjikan karena banyak peminatnya. (Asenk Lee Saragih)  

Pekan Kebudayaan Nasional 2021, STAR JAMMING : NYANYIAN DANAU TOBA

Written By Beritasimalungun on Thursday, 2 December 2021 | 17:52

Pekan Kebudayaan Nasional 2021,  STAR JAMMING : NYANYIAN DANAU TOBA. (Foto Kolase YouTube)

Samosir, BS
- Musik adalah bagian sangat penting dalam hidup kita, satu bentuk karya cipta yang menjadi identitas kebudayaan dari suatu kelompok masyarakat. Musik menghubungkan manusia dengan cara yang tidak bisa dicapai oleh medium lain. Musik merupakan alat komunikasi yang paling universal, berisi ekspresi, cerita, waktu, doa-doa dan sejarah kehidupan.

Masyarakat Batak sangat kental dengan tradisi musiknya. Mulai dari proses kelahiran, perkawinan hingga kematian, masyarakat Batak tak bisa lepas dari musik. Upacara adat Batak selalu diisi dengan musik, yang juga menjadi medium bagi mereka untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. 

Musik dimainkan pada saat masa bertanam padi, panen, ritual parbaringin, agama malim, hingga upacara gereja. Komposisi gondang-gondang Batak memiliki nilai-nilai etika dan cerita tentang sejarah kehidupan. Bahkan, ada tradisi Batak yang menyenandungkan ungkapan kesedihan, yang biasa dilantunkan ketika saudara atau kerabat mereka meninggal. 

Star jamming Toba berusaha memotret hal-hal di atas, merajutnya menjadi konser musik yang menjadi media pengantar untuk bercerita.

Konser ini mengkombinasikan musik dan lagu tradisional dengan musik modern. Lagu-lagu Batak merepresentasikan hubungan mereka dengan alam lingkungan tempat mereka lahir, tumbuh dan tinggal. Lagu “Oh Tano Batak,” misalnya, merupakan lagu yang menceritakan kekaguman mereka pada tanah leluhur, yang juga menjadi simbol atas perasaan cinta mereka terhadap adat dan tradisi peninggalan para leluhur. 

Lanskap yang dihadirkan dalam video adalah latar yang dekat dengan kultur tanah Batak dan manusia Toba. Antara musik dan perangkat modern dipertemukan dengan dunia tradisional, dengan alam tanah leluhur, hingga terjadilah harmonisasi.

Musisi yang hadir pada star jamming kali ini adalah musisi papan atas seperti Aksan Sjuman, Reza Artemevia, Vicky Sianipar dan Titi DJ. Dua nama terakhir adalah musisi yang punya darah batak. Bahkan, Vicky Sianipar dikenal publik musik dengan sebutan “musisi Batak” karena lirik-liriknya banyak menggunakan bahasa Batak.

Sahabat Budaya, jangan lewatkan Nyanyian Danau dan konser-konser menarik lainnya dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional 2021.

Kami terus berupaya memberikan sajian acara yang berkualitas dengan mengangkat Kebudayaan Nasional untuk dapat lebih dikenal secara luas. Bantu kami untuk mengisi survey sebagai bahan evaluasi di masa mendatang. 

Pengisi Acara: Titi DJ; Reza Artamevia; Viky Sianipar; Aksan Sjuman; Alsant
Sutradara: Adrianto Sinaga.(**)

Bupati Simalungun RHS Besuk “Guru Jenton” Pdt Freddy Purba di Rumah Sakit

Bupati Simalungun RHS Besuk “Guru Jenton” Pdt Freddy Purba di Rumah Sakit.(Istimewa)

Medan, BS-
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga memberikan dukungan moral dan spiritual kepada “Guru Jenton” Pdt Freddy Purba STh yang saat ini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Medan. Sejak 25 November 2021 lalu Pdt Freddy Purba STh dirujuk ke rumah sakit di Medan karena mengalami gangguan pada ginjal.

Seperti diketahui  Pdt Freddy Purba STh yang akrab disapa “Guru Jenton” bagi Kumunitas Suku Anak Dalam 9SAD) atau Suku Talang Mamak ini pernah sukses membawa Refleksi Suku Rimba dalam acara khusus Pesta Jubileum  115 Injil di Simalungun Wilayah III GKPS Distrik VI di Batam Minggu 16 September 2018 lalu.

Saat itu Pdt Freddy Purba menampilkan Refleksi Kehidupan Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal dengan sebutan Orang Rimba Jambi yang diperankan oleh 5 Pemuda SAD. Mereka juga bersaksi terhadap pemberdayaan Guru-Guru dari GKPS yang mau berkorban bagi SAD dalam memberikan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi lewat pertanian.



Vokal Group  Suku Anak Dalam dengan Gitaris Guru Repi Br Saragih pada Ibadah Raya Pesta J115 Tahun Wilayah III GKPS Distrik VI di Gedung Gedung Harapan Utama, Kota Batam pada  Minggu 16 September 2018 dihadiri Jemaat dari 15 Resort se Distrik VI yang meliputi Provinsi Riau, Kepri, Jambi, Sumsel, Babel dan Bengkulu. 

Bahkan salah satu dari mereka yang sudah fasih berbahasa Indonesia mengucapkan terimakasih atas perhatian GKPS. “Syalom. Kami mengucapkan terimakasih kepada Guru-Guru dari GKPS, kami bisa hadir di tempat ini. Kami tak pernah bermimpi bisa hadir di tempat ini. Ini berkat Tuhan Yang Maha Esa. Terimakasih Ibu, Terimakasih Bapa semuanya, sungguh luar biasa perhatiannya kepada kami,” ujar perwakilan SAD sembari meneteskan air mata. 

Kesaksian mereka itu, mengundang haru para undangan yang hadir. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata melihat kesaksian SAD tersebut. Lima pemuda SAD itu diiringi gitar dari Guru Rimba Repi Saragih melantunkan dua lagu pujian dalam bahasa Rimba. Sebagai penerjemah bahasa Rimba ada Guru Freddy Purba yang sudah bertahun-tahun mendampingi SAD di Merangin Jambi.  Pada kesempatan itu SAD juga diajak manortor bersama saat hiburan pesta.
Pada 25 November 2021 malam, "Guru Jenton" (Pdt.Freddy Purba) tak seperti biasanya. Ia tampak lemah dan lesu. Ia mengerang sakit yang terpaksa mesti dirujuk ke Medan.

Lewat linimasa sosial media facebook Pdt Mardison Simanjorang STh M Hum (Pendeta GKPS Resort Bungo), Selasa (1/12/2021), Bupati Simalungun RHS memberi dukungan moral dan spiritual kepada "Guru Jenton" (Pdt.Freddy Purba,  yang melayani "ajar - baca - tulis"  di belantara Jambi), kiranya lekas sembuh dari sakitnya.

“Di sela-sela waktunya yang begitu padat, RHS menyempatkan melakukan kunjungan pastoral. Kepekaan dan kepeduliannya kiranya menumbuhkan semangatmu untuk sembuh dan pulih guru,” ujar Pdt Mardison Simanjorang.

“Bagi RHS,  persahabatan dengan semua orang dan semua kalangan sebegitu pentingnya dan berharga. Podas ma malum Fredd. Terimakasih Cho..pak Bupati...sehat juga dan semangat serta sabar mengurai dan memberi threatmen yang pas untuk Simalungun,” kata Pdt Mardison Simanjorang.

Sebelumnya, tepat pada 25 November 2021 malam, "Guru Jenton" (Pdt.Freddy Purba) tak seperti biasanya. Ia tampak lemah dan lesu. Ia mengerang sakit yang terpaksa mesti dirujuk ke Medan.

“Hasil prognosa Dokter di Bangko, Merangin Jambi, agaknya fungsi ginjal bermasalah. Namun karena nggak ada dokter apesialis ginjal di Bangko dan peralatan yang tak memadai terpaksa dirujuk. Dan pilihan adalah ke Medan agar ada pulalah keluarga yang bisa menjagai dan membantu selama proses penyembuhan dan perawatannnya,” ujar Mardison Simanjorang.

“Malam ini, ia bersama Vik.Robin Purba berangkat menuju Padang untuk esok hari terbang ke KNO. Kiranya, perjalanan ke Medan lancar hingga perawatan di RS. Semangat da Fredd. Lang pala pikkiri lobei horja pelayanan. Fokuslah berobat dulu. Tuhan memberkati perjalanan dan proses penyembuhanmu,” imbuh Mardison Simanjorang.

Lewat linimasa sosial media Mardison Simanjorang, ratusan warga GKPS dan sahabat FB memberikan dukungan doa dan semangat kepada Pdt Freddy Purba agar lekas sembuh. (Asenk Lee Saragih)
Sambutan Ucapan Terimakasih Dari Suku Anak Dalam Hadir di Pesta J115 Wilayah III GKPS Distrik VI di Batam, Minggu 16 September 2018. Guru Freddy Purba sebagai penerjemah bahasa SAD menceritakan soal kehidupan keseharian SAD. Foto Asenk Lee Saragih


Luhut Binsar Panjaitan: 20 Tahun Institut Teknologi DE Laguboti



Laguboti, BS
-Tuhan selalu punya rencana indah bagi semua makhluk-Nya. Maka dari itu kita tidak boleh berputus asa. Itulah yang saya sampaikan sore kemarin di hadapan seluruh tim hebat karena integritas, dedikasi, dan kepercayaan mereka yang begitu besar kepada kami. 

Saya merasa beruntung sudah dipertemukan Tuhan YME dengan seluruh jajaran pengurus Politeknik Informatika DEL sejak awal dibentuk hingga 20 tahun kemudian. 

Meski telah berganti nama menjadi Institut Teknologi DEL, loyalitas tersebut tidak pernah berubah meskipun usia telah membuat mereka menjadi tua. Bahkan jika sekarang pun jika saya ditanya mengapa keberuntungan itu menaungi saya ? saya tidak pernah punya jawabannya. 

Setiap kali bercerita tentang IT DEL, saya dan istri selalu terbawa perasaan karena bagaimana tidak ? Perjuangan dan kerja keras kami untuk mencari lokasi awal saja begitu sulit. 

Akhirnya berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kasih, kami mendapatkan tanah seluas 6 hektar di lokasi saat ini IT Del berdiri yakni Laguboti. 

Belum lagi ketika saya teringat  raut wajah penuh harapan dari 47 wali mahasiswa angkatan pertama yang mengantarkan anak-anak mereka sembari duduk di emperan kelas membawakan koper dan tas anak-anak mereka karena saat itu tahun perkuliahan baru sedang dimulai sementara fasilitas yang ada hanyalah ruang kelas, belum memiliki asrama.

Mungkin bukan hanya saya yang menganggap bahwa pendidikan adalah segalanya. Semangat itulah yang membuat kami terus bekerja keras membesarkan institusi pendidikan ini sampai tumbuh besar seperti sekarang. 

Dengan IT Del, Sekolah Noah, Rumah Faye, Toba Tenun, Radio DEL FM, dan tak lupa SMA Unggul DEL, yayasan DEL telah membuktikan kepada ibu pertiwi bahwa tak jadi soal status sosial kita, pendidikan yang merata bagi seluruh generasi penerus bangsa harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh.

Ucapan terima kasih bahkan segala bentuk apresiasi rasanya tidak akan mampu membalas jasa dan perjuangan baik seluruh tim hebat yang telah berkontribusi dalam memajukan Yayasan Del, sehingga sekolah ini bisa berkembang, berprestasi dan tentunya menjadi kebanggaan bagi kami. 

Karena itu saya dan keluarga pantaslah menyampaikan rasa hormat yang setinggi mungkin bagi seluruh civitas akademika dan pengurus Yayasan Del sehingga institusi pendidikan ini menjadikan kami pada akhirnya punya “legacy” berupa sumbangan kecil untuk masa depan pendidikan Indonesia yang lebih merata dan maju.(Sumber: FB https://www.facebook.com/luhutbinsar.pandjaitan)

DPRD Simalungun Setujui R-APBD Kabupaten Simalungun TA 2022 Sebesar Rp 2,3 Triliun

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 November 2021 | 13:23

Wakil Bupati Simalungun H Zonny Waldi.

Pamatangraya, BS-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Simalungun menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Simalungun Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp 2,3 Triliun. Persetujuan ini disampaikan melalui pendapat akhir fraksi-fraksi melalui juru bicara masing-masing fraksi dalam rapat paripurna DPRD Simalungun.

Rapat Paripurna DPRD tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Timbul Jaya Sibarani didampingi oleh wakil-wakil ketua yaitu Samrin Girsang, Elias Barus dan Sastra Joyo Sirait dan dihadiri oleh Anggota DPRD, bertempat di gedung DPRD Simalungun, Selasa (30/11/2021).

Rapat tersebut juga dihadiri antara lain, Wakil Bupati Simalungun H Zonny Waldi, Sekda Esron Sinaga, Asisten Administrasi Umum Akmal H Siregar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ramadhani Purba, para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Simalungun, Dirut RSUD Tuan Rondahaim, mewakili Dirut mewakili RSUD Perdagangan.

Fraksi-fraksi DPRD Simalungun yang menyampaikan pendapat akhirnya yaitu Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Lindung Samosir, Fraksi PDI-Perjuangan melalui juru bicaranya Junita Veronika Munthe, Fraksi Partai Demokrat Bersatu melalui juru bicaranya Walpiden Tampubolon.

Selanjutnya Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya Juarsa Siagian, Fraksi Nasdem melalui juru bicaranya Bernard Damanik, Fraksi Hanura melalui juru bicaranya Esron Simbolon, Fraksi Perindo melalui juru bicaranya Satriadi Saragih dan Fraksi Amanat Persatuan Pembangunan melalui juru bicaranya Salbin Damanik.

R-APBD Kabupaten Simalungun TA 2022 yang diterima dan disetujui oleh Anggota DPRD Simalungun terdiri dari Pendapatan sebesar Rp. 2,4 triliun, Belanja daerah sebesar Rp.  2,3 triliun, Surplus sebesar Rp. 5,3 milyar. 

Pembiayaan daerah terdiri dari, penerimaan sebesar Rp. 1 milyar, pengeluaran sebesar Rp. 6,3 milyar, pembiayaan netto sebesar Rp. 5,3 milyar. Sisa lebih pembayaran tahun berkenaan nihil.

Dalam rapat itu juga dilakukan penandatanganan berita acara atas persetujuan anggota DPRD Simalungun tentang Ranperda R-APBD Kabupaten Simalungun TA 2022 oleh Bupati diwakili Wakil Bupati Simalungun dan Ketua DPRD bersama wakil-wakilnya.

Wakil Bupati (Wabup) menyampaikan pembahasan R-APBD Kabupaten Simalungun TA 2022 telah dilaksanakan melalui tahapan rapat-rapat DPRD, yang dimulai dari tanggal 2 sampai dengan 30 November 2021 dan berjalan dengan lancar. 

Hal ini, untuk kesempurnaan dan penajaman skala prioritas atas program dan kegiatan dalam R-APBD Kabupaten Simalungun TA 2022 yang diajukan eksekutif sehingga dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Simalungun yang telah menyampaikan pertanyaan, saran, pendapat dna kritik, baik melalui BBM pemandangan umum, penyampaian pendapat badan anggaran maupun melalui pendapat akhir fraksi-fraksi yang baru saja disampaikan,"kata Wabup.

Wakil Bupati berharap kiranya APBD ini dapat dijalankan oleh eksekutif dengan baik sesuai dengan kaidah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tansparan, efektif, efisien dan akuntable dengan demikian sasaran-sasaran kegiatan mengacu pada visi dan misi bupati dan wakil bupati untuk memciptakan kehidupan yang lebih baik rakyat harus sejahtera. 

Atas disetujuinya R-APBD Kabupaten Simalungun TA 2022, Wabup mengatakan, selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dievaluasi agar dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Simalungun. (Rel/Didik S)




Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean

Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Raya Kahean, BS-Sebagai seorang pengepul Pinang, Lidi Sawit dan Pisang, pria lajang bernama Sinar Jaya Purba (Sin Jay Purba Tanjung –FB) kelahiran Pagar Jandi 16 Desember 1990 ini kerap melihat dengan kasat mata kondisi jalan desa di Kabupaten Simalungun. Rasa prihatin dengan kondisi jalan desa tersebut, dirinya berharap pemerintah memberikan perhatian. Agar akses jalan sebagai urat nadi perekonomian bisa dirasakan warga.

Berikut ini cerita Sinar Jaya Purba kepada Redaksi Beritasimalungun, soal dirinya yang kerap keluar masuk desa sebagai pengepul pinang, lidi sawit dan pisang dengan sepeda motor.

“Kisah saya menuju Huta Sombul, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, pertama kali saya ke  Huta Sombul membeli komoditas pinang coklat dan kemiri, tepat di bulan Mei 2021. Saya penasaran tentang huta Sombul ini,” ujarnya memulai percakapan.


“Sebelumnya saya masih mendengar cerita orang yang sudah pernah ke Huta Sombul. Kata mereka dulu Huta Sombul dahulu jauh lebih banyak perubahan tentang Huta Sombul. Salah satunya perubahan jalan yang sudah bisa dilalui dari Nagori Sinasih lebih leluasa tepatnya jalur Bah Jukkat sudah proses pembangunan jembatan yang permanen. Kini Huta Sombul jauh lebih baik sekarang,” kata Sinar Jaya Purba.

Sinar Jaya Purba menuturkan, jembatan itu dikerjakan oleh warga Sombul langsung secara gotong royong. Yyang menggerakkan pembangunan jembatan sungai tersebut adalah tokoh masyakarat Janwaner Saragih.

“Setau saya beliaulah penggeraknya dan bersinergi dengan warga Sombul. Sangat berterima kasih kepada beliau, sehingga adanya jembatan itu. Saya secara pribadi merasakannya bisa lebih cepat membeli hasil tani Huta Sombul dengan memakai sepeda motor (kreta along-along),” ujarnya.

“Juga urusan saya martondur ke Tiga Runggu lebih cepat sampai. Tidak perlu lagi saya keliling dari jalur Panduman Sindaraya, namun dari jalur Sombul tembusnya Hasurungan, Durian Baggal sampai ke Sondiraya atau Raya,” tambahnya. 

Menurut Sinar Jaya Purba, hari Rabu kemarin saya terakhir melewati Huta Sombul demi urusan martondur ke Tiga Runggu lewat jalur Sombul. 

“Harapan saya semoga Pemerintah Kabupaten Simalungun bisa lebih memperhatikan Huta Sombul supaya hasil tani warga Sombul bisa lancar keluar dari Sinasih atau pun jalur keluar Hasurungan. Ini lah cerita saya tentang Huta Sombul. Menurut saya desa yang penduduk nya lebih kurang 50 KK itu adalah desa berkat. Karena bisa membantu jalan alternatif dari Huta Sinasih, Kecamatan Silau Kahean ke Pamatangraya. (Asenk Lee Saragih)

Biodata Singkat
Nama: Sinar Jaya Purba(Sin Jay Purba Tanjung –FB)
Lahir :Pagar Jandi 16 Desember 1990
Status Belum Menikah

Pendidikan: 
-SD Negeri 01 Sinasih (1996-2002)
-SLTP Swasta Orasindo Sinasih( 2002-2005)
-SMA Parulian 2 Medan (2005-2008)
-Politeknik Negeri Medan( 2009-2012).

 Pengalaman Organisasi
-2014-2019 Anggota BMI(Banteng muda indonesia) Kota medan
-2016 Team komunitas pedagang pasar medan petisah dukung Eldil-Ahkyar Calon walikota medan
-2017  RelawanTeam Merah Putih (TMP) Dukung Ahok-Jharot Cawagub DKI
-2019 ( Ketua Relawan DJMANIA(Darah juang masrayakat Nasional Indonesia) Korwil Medan
-2020-2025( Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun
-2021-2026 Terpilih Calon Sittua Majelis GKPS Saribudolok Resort Sinasih.

Pengalaman Kerja
-2013 Operator Proyek bedah Rumah Dinas Tarukim Kab simalungun
2013 Assisten Trainee PT Musim Mas 
-2013 Collection PT Adira Finance
-2014-2016 Owner Makronet Medan
-2018 Colection BPR Milala Medan
-2019 Driver Grab medan
-2020-Saat Ini Pedagang Pinang, Lidi Sawit, Pisang. 
Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Penelusuran Sinar Jaya Purba Soal Kondisi Jalan Huta Sombul Raya Kahean baru-baru ini. (Foto: Istimewa)




Pimpinan Rapat Evaluasi Penangan Covid-19, Bupati Simalungun RHS : Mari Bekerjasama Memudahkan Pencapaian 200 Orang Per Hari

Written By Beritasimalungun on Sunday, 28 November 2021 | 20:01

Bupati SimalungunBupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, vaksinasi, optimalisasi pelaksanaan Testing, Tracing, Treatment (3T) dan persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun, di Wisma Tubagarna Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Minggu (28/11/2021).

Pamatangraya, BS-Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH mengatakan sesuai dengan permintaan pemerintah pusat bahwa pencapaian vaksinasi di Simalungun mencapai 70%  di akhir Desember 2021. Kalau kita lihat situasi pandemi saat ini di negara kita, memang sudah melandai untuk yang terpapar Covid-19. Meskipun seperti itu kita jangan lengah. Jangan lengah, kerana bisa-bisa saja terjadi pada kita.

Demikian dikatan Bupati Simalungun RHS saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, vaksinasi, optimalisasi pelaksanaan Testing, Tracing, Treatment (3T) dan persiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun, di Wisma Tubagarna Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (28/11/2021).

Untuk pencapaian 70% akhir Desember 2021, Bupati mengatakan target vaksinasi per hari harus mencapai 200 orang, oleh karena itu para Camat menjadi lining sector.

“Mari kita bekerjasama dengan para Danramil, Kapolsek dan Kapus untuk memetakan wilayah masing-masing agar lebih memudahkan untuk pencapaian 200 orang per hari yang divaksinasi. Saya minta rumah-rumah ibadah juga kita data jamaahnya yang belum divaksin. Dan juga koordinator wilayah (korwil) dinas pendidikan supaya memetakan juga anak-anak didik yang belum di vaksin,”katanya.
Bahkan, menurut Bupati, Gubsu mengatakan akan menaikkan Kabupaten Simalungun ke level 3 jika target vaksinasi tidak mencapai 70% di akhir Desember 2021. “Kami akan turun ke kecamatan-kecamatan yang target vaksinasinya masih rendah, untuk melihat apa kendala sehingga target itu tidak tercapai,”katanya.

Didalam pengimputan data, Bupati mengintruksikan Dinas Keseshatan untuk merekrut mahasiswa membantu dalam melakukan pengimputan data, sehingga data vaksinasi dapat ter-up date setiap hari. “Ini yang yang penting dan sering terabaikan. Jadi kedepan, kita tidak mau lagi mengimputan data tersebut tertunda dihari-hari berikutnya,”ujarnya.

Kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Bupati juga memerintahkan agar mengirimkan stafnya dilokasi-lokasi yang melaksanakan kegiatan vaksin. “Sebab ada masyarakat yang tidak bisa divaksin hanya dikarenakan NIK-nya tidak on line. Kedepan saya berharap ini tidak terluang kembali,”tandasnya.

Virus Baru

Bupati mengatakan bahwa, diluar Negara Indonesia sudah masuk varian baru yang disebut ‘delta plus’, bahkan sudah banyak yang terpapar. Selain varian baru delta plus juga ada varian baru yang disebut B11259  yang penyebarannya dua kali lipat dari virus delta plus. “Ini yang patut kita wapadai saat ini, apalagi mengadapi Nataru nantinya,”jelas Bupati.

Menyinggung tertundanya pelaksanaan pemilihan kepala Nagori (Pilpanag), Bupati menyebutkan, salah satunya untuk menghindari kluster baru. “Apalagi saat sekarang keterbatasan anggaran. Untuk itu mari kita bekerjasama untuk mengantisipasi dan menangani Covid-19 ini,”kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengapresiasi kepada Kapolsek, Danramil, Camat, Puskesmas yang telah bekerja sangat luar biasa sehingga Kabupaten Simalungun turun ke level 2. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa, walaupun demikian kita jangan lengah,”katanya.

PPKM Level 3

Sementara itu, Kadim 0207/Simalungun Mayor Inf. Fransisco Sidauruk antara lain menyarankan, untuk mencapai sasaran target vaksinasi terlebih dahulu program yang akan dilaksanakan harus direncanakan dan terukur, sehingga bisa dilakukan evaluasi bila terjadi kekurangan. 

“Bila memungkinkan, laksanakan vaksinasi door to door, namun sebelumnya dilakukan pendataan dan unsur-unsur lapangan harus berkolaborasi dan bersinergi,”ujarnya. 
Selanjutnya Kasdim juga menyampaikan beberapa saran seperti melaksanakan vaksinasi di daerah terpencil, karena bisa dipastikan masyarakat di daerah terpencil belum tersentuh. Melakukan mobile vaksin untuk diarahkan kesekolah-sekolah melakukan vaksinasi kepada peserta didik yang belum divaksin. Melaksanakan vaksin terpadu atau terpusat dengan memobilisasi masyarakat kepusat kegiatan. 

“Karena direncanakan tanggal 23 Desember 2021 akan dilaksankaan pemberlakuan PPKM Level 3. Dengan situasi di luar ada varian baru dan vaksinasi merupakan salah satu factor utama dalam pencegahan virus tersebut, semoga yang kita lakukan dapat berguna untuk kita semua dan Kabupaten Simalungun,”terangnya.

Sebelumnya, Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto mengarapkan untuk mencapai sasaran target 70% diperlukan action plant, rencana aksi yang ril yang dapat dilaksanakan. “Kita harus membentuk tim administrasi dan oprasional. Tim administrasi untuk mendata dan mencari solusi permasalahan-permasalahan administrasi dan tim operasional bergerak untuk melaksanakan vaksinasi,”saran Kapolres.

Tampak hadir dalam rapat tersebut antara lain, Wakil Bupati Simalungun H Zonny Waldi, Wakapolres Kompol. Efianto, Sekda Esron Sinaga,  Staf Ahli Bupati Bidang Adminitasi dan Umum Wasin Sinaga, Asisten Pemerintahan dan kesra Sarimuda Purba, Asisten Administrasi Umum Akmal H Siregar, sejumlah Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Simalungun, para kasat dilingkungan Polres Simalungun, para Camat, Danramil, Ka.Puskesma, para Dirut RSUD dan pimpinan Rumah Sakit perkebunan.(Rel/Didik S)

Demi Sebuah Pelestarian Kuliner “Dayok Binatur”

Written By Beritasimalungun on Saturday, 27 November 2021 | 09:20

Demi Sebuah Pelestarian Kuliner “Dayok Binatur”.
Jambi, BS-Pagi itu di ujung telepon terdengar suara seorang perempuan berbahasa “Simalungun” masuk ke telepon genggam saya. “Maaf botou saya dapat nomor telepon Botou dari internet. Saya mau minta dibuatkan Panggang Dayok Binatur” buatan Botou”.

Begitulah percakapan diujung telepon dan bagaimana caranya agar bisa sampai Panggang Dayok Binatur kepadanya yang mengaku tinggal di PT BBS Bayung Lencir, Kabupaten Musi Bayuasin, Sumsel. 

Seorang Parbulang Simalungun yang mengaku sudah menikah dengan Marga Simarmata ini bernama Kartika Br Sipayung. Dirinya sudah hampir 9 tahun di  PT BBS Bayung Lencir, Kabupaten Musi Bayuasin, Sumsel, perbatasan Jambi-Sumsel.

Awalnya saya bertanya kenapa jauh sekali memesan “Panggang Dayok Binatur” ke Jambi. Di Bayung lencir kan ada juga orang Simalungun,” tanyaku. Lalu Kartika Sipayung menjawab “Botou sering kulihat memposting Dayok Binatur” di Facebook dan YouTube. Jadi saya ingin Dayok Binatur buatan Botou dan kakak,” ujarnya.

Berbekal ilmu cara buat “Dayok Binatur” dari Inang Matua Ronta Porman Br Haloho (Ibunda Ayah Saya) dan Ayahanda St Berlin Manihuruk sejak SMP, Saya memberanikan diri terima orderan Botou Kartika Sipayung, meski kami belum profesional dalam hal membuat “Dayok Binatur”. 

Untung istri tercinta Lisbet Br Sinaga kini sudah mulai bisa membuat racikan bumbu Panggang “Dayok Binatur”  ala Silimakuta Simalungun, meski belum seenak buatan Ibunda Anta Br Damanik di Hutaimbaru. Tapi sudah bisa mengimbanginya.

Terus saya berpikir bagaimana pesanan Panggang Dayok Binatur bisa sampai ke tangan Kartika Br Sipayung yang begitu jauh antara batas Jambi-Sumsel. Ternyata Botou Kartika Br Sipayung punya langganan tukang sayur “Pasar Kalangan” dari Kota Jambi ke daerahnya tiga kali dalam seminggu. 

Kemudian Botou Sartika Sipayung mengirimkan nomor pedagang “Pasar Kalangan” itu dan identitasnya. Pesanan Panggang Dayok Binatur untuk Sabtu 27 November 2021. 

Kartika Sipayung-pun memberikan petunjuk kalau Panggang Dayok Binatur dikirimkan lewat Lis Akung, pedagang “Pasar Kalangan” yang rumahnya di  depan Langgar Mesjid Attaufiq Murni Telanaipura, Kota Jambi. 

Jumat pagi (26/11/20210 Saya dan istri membeli Ayam Jantan ukuran 1, 5 Kg. Ukuran standar buat Panggang Dayok Binatur yang kerap Saya buat bersama istri tercinta Lisbet Sinaga. Jumat malam, tepat pukul 23.00 WIB, Jumat kami memasak Panggang Dayok Binatur, kuliner khas adat Simalungun ini. 

Prosesnya tak perlu saya tuliskan ya, nanti kepanjangan bacanya. Kalau tutorianlya saya rasa banyak di Google dan YouTube. Tepat pukul 01.00 proses pembuatan satu porsi Panggang Dayok Binatur selesai.

Bayangkan buat Panggang Dayok Binatur pada malam hari, disaat orang-orang sudah tidur nyenyak. Itu Saya lakukan dengan istri karena sebuah loyalitas kepada kuliner “Dayok Binatur” dan mengobati kerinduan Kartika Br Sipayung yang ingin mencicipi “Panggang Dayok Binatur” buatan kami.

Kamipun mencari alamat Lis Akung lewat sebuah kiriman bagikan lokasi “GoogelMap” yang siang harinya kami hubungi Lis Akung dan memberitahukan rencana penitipan Dayok Binatur tersebut.

Dalam keadaan sunyi, malam hari, kami tiba di depan langgar Langgar Mesjid Attaufiq Murni Telanaipura, Kota Jambi. Saya hubungi lewat telepon WA Ibu Lis Akung tak berbalas dan tidak menandakan nada dering. Hampir 15 menit kami dilokasi.

Tiba-tiba saya terpikir menghubungi lewat telepon gengam, bukan lewat telepon WA. Ternyata menyambung dan diangkat. Sayapun menyampaikan niat untuk menitipkan pesanan Kartika Br Sipayung padanya. Usai diterimanya kami pulang dan kemudian memberitahukan lewat pesan WA kepada Kartika Br Sipayung bahwa pesanan sudah kami titipkan. 

Semoga panggang “Dayok Binatur” itu sampai kepada Botou Kartika Br Sipayung (belum pernah jumpa) dengan rasa yang memuaskan. Begituah sekilas cerita disaat membuat panggang “Dayok Binatur” tengah malam. Ini kami lakukan demi sebuah pelestarian warisan Adat Budaya Simalungun di Tanah Melayu Jambi. (Asenk Lee Saragih)  







Brigade 01 Aksi Damai, Sarimuda Purba: Ada 94 Pendamping Lokal Desa, Mereka Lupa Tupoksi

Written By Beritasimalungun on Friday, 26 November 2021 | 10:32

Barisan Penggerak Desa (Brigade 01) Kabupaten Simalungun menggelar aksi damai di kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Simalungun dengan penanggungjawab aksi Royani Harahap, Kamis (25/11/2021). 

Pamatangraya, BS
-Barisan Penggerak Desa (Brigade 01) Kabupaten Simalungun menggelar aksi damai di kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Simalungun dengan penanggungjawab aksi Royani Harahap, Kamis (25/11/2021). Aksi damai ini dari 107 Pendamping Lokal Desa (PLD) yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Di dalam daftar hadir betuliskan “Aksi Damai TPP Kabupaten Simalungun” terdapat 107 nomor nama peserta aksi damai yang mewakili Pendamping Lokal Desa (PLD) dari Kecamatan Bandar, Bandar Huluan, Bandar Masilam, Bosar Maligas, Dolok Batu Nanggar, Dolok Panribuan, Dolok Pardamean, Dolok Silou, Gunung Malela, Gunung Maligas.

Kemudian Kecamatan Hatonduhan, Girsang Sipangan Bolon, Huta Bayu Raja, Haranggaol Horisan, Jorlang Hataran, Jawa Maraja Bah Jambi, Pamatang Silimahuta, Panei, Panombeian Panei, Pematang Bandar, Pematang Sidamanik, Purba, Raya, Raya Kahean, Siantar, Sidamanik, Silimakuta, Silou Kahean, Tanah Jawa, Tapian Dolok, Ujung Padang, dan Kecamatan Dolok Massagal. Namun, yang terisi 94 nama PLD  yang bertanda tangan.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Kabupaten Simalungun, Sarimuda Purba menjelaskan, bahwa dalam aksi tersebut, ada tenaga PLD yang ikut serta.

“Mereka ada 94 orang, yang kami nilai sudah tidak pada tupoksinya untuk berada di tengah aksi damai yang digelar Barisan Penggerak Desa atau Brigade 01. Kenapa? Mereka itu kan para pendamping lokal desa yang ditempatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI untuk melaksanakan Keputusan Menteri No 40 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa di Kabupaten Simalungun,” kata Sarimuda Purba, Jum'at (26/11/2021).

Sarimuda Purba menjelaskan bahwa, para PLD yang ikut melakukan aksi damai tersebut, dibiayai negara untuk melaksanakan tugas pendampingan dengan wilayah kerja di desanya masing-masing, bukan memposisikan diri mereka di Barisan Penggerak Desa (Brigade 01).

“Mereka sudah lari dari tupoksi. Sebagai PLD, jika mereka merasa mendapatkan kejanggalan-kejanggalan dalam menjalankan amanah Keputusan Menteri No 40 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa, ya idealnya mereka menyampaikan hal tersebut ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI. Itu lebih baik, dan menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar sebagai Tenaga Pendamping Profesional,” kata Sarimuda Purba.

Selanjutnya Sarimuda Purba mengingatkan ke-94 PLD yang hadir dalam aksi damai tersebut, untuk membaca ulang secara cermat Keputusan Menteri No 40 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa. 

“Kami tegaskan, bahwa tidaklah tepat dan tidak etis, para PLD ikut dalam aksi damai untuk menyuarakan tuntutan reshuffle DPMPN sampai ke akar-akarnya, segerakan peraturan bupati terkait regulasi dana desa, transparansi dalam pembagian dana desa secara proporsional dan jalankan aturan/regulasi yang ada di Indonesia,” katanya.
Sarimuda Purba.


Surati Kementerian

Sarimuda Purba menyampaikan, pihaknya akan menyurati Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI terkait kehadiran dan keberadaan ke-94 PLD di aksi damai Barisan Penggerak Desa (Brigade 01).

“Mereka dibiayai Kementerian dengan anggaran yang tidak kecil, per tahunnya miliaran rupiah.  Kalau mereka lari dari tupoksinya, kan sangat mengecewakan sekali. Mereka dibiayai Kementerian untuk pendampingan masyarakat desa, bukan untuk berunjuk rasa yang bukan di barisan mereka pula. Mereka itu di bawah naungan kementerian bukan di Barisan Penggerak Desa (Brigade 01). Nah, inilah yang perlu kita luruskan,” kata Sarimuda Purba.

Sarimuda Purba kembali mengingatkan, agar ke-94 PLD tersebut, membaca kembali dengan cermat isi Keputusan Menteri No. 40 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pendampingan Masyarakat Desa, terkait “tata cara pendampingan masyarakat desa”, “pengorganisasian pendampingan masyarakat desa”, dan selanjutnya.

“Tenaga Pendamping Profesional yang dikenal dengan sebutan TPP, termasuk di dalamnya Pendamping Lokal Desa (PLD), direkrut dan menjadi bagian dari pegawai Kementerian yang bertugas membantu menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan desa dan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, melaksanakan pendampingan masyarakat desa serta mengimplementasi kebijakan Kementerian,” kata Sarimuda Purba.

“Jelas sekali, bahwa kedudukan mereka adalah membantu menyelenggarakan. Itu tupoksinya. Nah, mereka juga dituntut untuk punya kemampuan dalam mengimplementasikan kebijakan Kementerian yang merekrut mereka,” katanya.(Didik S)

Sambut Hari Guru, Bupati Simalungun: Guru dan Pemerintah Harus Berkolaborasi Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Simalungun

Written By Beritasimalungun on Thursday, 25 November 2021 | 18:26



Pamatangraya, BS
-Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH menyampaikan Selamat Hari Guru kepada seluruh guru yang mengabdikan diri dalam memajukan dunia pendidikan, secara khusus di Kabupaten Simalungun, dan secara nasional untuk para guru di negeri Indonesia.

“Hari ini, kita patut menyampaikan selamat kepada para guru yang telah berperan demikian besar dalam mengedukasi tumbuh-kembangkan kita, sehingga dapat beradaptasi di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan. Saya secara pribadi sangat mengapresiasi keuletan para guru yang dalam kondisi seperti apa pun, tidak tergoyahkan untuk memenuhi panggilan jiwa mendidik murid-muridnya,” kata Radiapoh Hasiholan Sinaga kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).

Bupati juga menyampaikan, terkait komitmen bersama dengan Wakil Bupati H. Zonny Waldi, untuk melakukan pembaharuan di bidang pendidikan di Kabupaten Simalungun. 

“Dalam menyambut Hari Guru, kami tetap menaruh harapan adanya peningkatan terhadap kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di lingkungan para guru. Kami mewujudkannya melalui program Si Cerdas (Simalungun Cerdas),”katanya.

Di dalam pemikiran Bupati dan Wakil Bupati, bahwa pendidikan adalah kunci peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam membangun kesejahteraan keluarga dan secara umum rakyat Kabupaten Simalungun. 

“Untuk itu, dunia pendidikan harus didukung sepenuh hati kita. Para guru pun diharapkan semakin kuat memberikan hati, waktu dan pikiran untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam memajukan dunia pendidikan kita. Guru dan pemerintah harus berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Simalungun,” kata Bupati.

Bupati menggambarkan, dengan menguatnya dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan, meningkatnya insentif bagi yang berprestasi dan peningkatan kapasitas guru, harus juga diimbangi dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas penguasaan ilmu pada anak didik. “Kesemuanya yang saya sebutkan tersebut, akan menjadi penguat bagi komitmen kami dalam mewujudkan Kabupaten Simalungun lebih maju, lebih baik dan rakyatnya sejahtera,” katanya.(BS-Rel/Didik S)

Pendiri KoRaSSS: Saya Dukung Bupati Simalungun RHS Tunda Pilpanag 2022

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 24 November 2021 | 14:43

Rikanson Jutamardi Purba.

Pamatangraya, BS-
Pendiri KoRaSSS (Koalisi bersama Rakyat untuk Siantar-Simalungun Sejahtera), Rikanson Jutamardi Purba menyampaikan, bahwa demo para pangulu (kepala desa) di kantor Bupati Simalungun, Senin (22/11/2021), dengan tuntutan mengapa Bupati menunda Pemilihan Serentak 248 pangulu/kepala desa (Pilpanag) yang berakhir masa jabatannya tahun 2022 serta menggabungkannya dengan 75 nagori di 2023, sebenarnya kurang tepat.

“Lebih tepat dilakukan oleh BPD (maujana nagori) atau masyarakat itu sendiri. Mengapa tiba-tiba para pangulu yang sedang menjabat justru yang gusar?” kata Rikanson Jutamardi Purba melalui WhatsApp (WA), Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH, diberi wewenang oleh peraturan perundang-undangan soal pemilihan serentak pangulu/kepala desa, dan mempunyai dasar yang logis menunda Pilpanag tersebut. 

“Motif pangulu-pangulu yang demo, saya duga karena ingin menjabat kembali dan selama ini, terlanjur sudah menikmati DD yang jumlahnya sekitar Rp. 700 juta per tahun,” katanya.

Menurut Jutamardi Purba, ada tiga hal penting mengapa Bupati mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan Pilpanag 2022, dan menggabungkannya pada tahun 2023.

Pertama, masih tingginya risiko Covid-19, terutama ancaman virus varian Delta. Masyarakat sudah merasakan bagaimana sulitnya kondisi ekonomi sebagai dampak wabah ini.

Kedua, beban anggaran (APBD) TA 2022 pun masih berat. Perlu banyak dana untuk pembenahan infrastruktur jalan dan irigasi, sementara dana penanganan wabah Covid-19 pun harus diprioritaskan.

“Bupati Simalungun justru tepat membukakan kondisi faktual keuangan Pemkab Simalungun. Tapi sangat disayangkan bahwa surat konsultasi ke Kemendagri bocor kepada publik, padahal RAPBD TA 2022 belum diketok,” kata Jutamardi Purba.

Ketiga, sesuai jawaban atas surat Bupati Simalungun ke Kemendagri, pihak Kemendagri menyatakan bahwa menyangkut pemilihan serentak pangulu/kepala desa tersebut, sepenuhnya tanggung jawab Bupati.

“Sebenarnya para pangulu, seyogianya lebih berpikir bagaimana melayani masyarakat desanya dan memaksimalkan penggunaan Dana Desa demi kesejahteraan rakyatnya, ketimbang mengurusi pemilihan serentak pangulu/kepala desa yang oleh Bupati Simalungun ditunda,” katanya. 

Tentang penjabat untuk mengisi berakhirnya masa jabatan 248 pangulu, menurut Jutamardi Purba, demi kelangsungan pemerintahan desa, Bupati secara peraturan bisa mengangkat penjabat pangulu.

“Bagus juga kalau masyarakat mencoba memahami data-data yang ada lebih cermat dan mengutamakan kepentingan umum,” katanya.

Menurut Jutamardi Purba, kalau pun Bupati menunda Pilpanag, tidak ada yang dirugikan, karena adanya efisiensi dan DD tetap bisa berjalan seperti sediakala.(BS-Rel/Didik S)

Warga Pertanyakan Pemasangan Tugu Batas Kawasan Hutan Lindung Sigiring-Giring di Hutaimbaru

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 23 November 2021 | 20:33

Warga Dusun Hutaimbaru, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara mempertayakan keberadaan sejumlah Tugu (Patok) Batas Kawasan Hutan Lindung Sigiring-Giring di lintasan jalan Hutaimbaru. Patok yang dibuat dari berbahan semen itu bertuliskan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” B 212, DILARANG MENGGANGGU MILIK NEGARA”.(Foto-Foto: Lamhot P Manihuruk)

Hutaimbaru, BS-Warga Dusun Hutaimbaru, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara mempertanyakan keberadaan sejumlah Tugu (Patok) Batas Kawasan Hutan Lindung Sigiring-Giring di lintasan jalan Hutaimbaru. Patok yang dibuat dari berbahan semen itu bertuliskan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” B 212, DILARANG MENGGANGGU MILIK NEGARA”.

“Kebetulan saya lewat tadi dari sudut Dusun Hutaimbaru “Suhi-suhi”. Ada saya lihat satu bangunan PILAR di bawah jalan. Kepada kita warga Hutaimbaru apakan tujuan patok pilar ini,” kata Lamhot P Manihuruk, warga Hutaimbaru kepada Penulis serta mengirimkan sejumlah foto patok tersebut, Selasa petang (23/11/2021).

Menurut Lamhot Manihuruk saat dihubungi Beritasimalungun, mengatakan, yang mengerjakan dan memasang patok bertuliskan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” B 212, DILARANG MENGGANGGU MILIK NEGARA” adalah oknum perangkat nagori, disuruh oleh Dinas Kahutanan Kabupaten Simalungun.

“Kami warga Hutaimbaru akan mengadakan pertemuan untuk membahas keberadaan  “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” tersebut. Karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau koordinasi dari Pangulu Nagori Ujung Mariah, Icon Haloho. Jadi ini harus dibahas serius karena menyangkut lahan pertanian warga yang sudah puluhan tahun dikelola atau dikuasai warga setempat,” ujar Lamhot P Manihuruk. 

Kata Lamhot P Manihuruk, jika menurut petunjuk penempatan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring”, warga Hutaimbaru bakal tidak memiliki lading. Karena sudah berada dalam kawasan Hutan Lindung seperti yang ditandai patok tersebut. 

Sementara Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Dusun Hutaimbaru St Berlin Manihuruk mengatakan, bahwa nama hutan lindung “Sigiring-Giring” berada di wilayah Haranggaol, bukan di Hutaimbaru. 

“Hutan “Sigiring-giring tidak ada di Hutaimbaru. Setahu saya Hutan “Sigiring-Giring” ada di wilayah Haranggaol. Jarak dari Haranggaol ke Hutaimbaru cukup jauh sekali. Masa kawasan hutan lindung “Sigiring-Giring” sampai ke Dusun Hutaimbaru? Ini harus diluruskan,” kata St Berlin Manihuruk, yang merupakan tokoh masyarakat yang dituakan di Hutaimbaru.

Menanggapi keberadaan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” itu, Riana Saragih Manihuruk, perantau asal Hutaimbaru di Canada berpendapat, kenapa ada patok itu percis berada di ladang warga.

“Tumben ada patok di Hutaimbarun! Lahan itu kan milik warga Hutaimbaru semuanya. Jangan-jangan nanti seluruh ladang warga harus ada suratnya atau sertivikatnya. Warga Hutaimbaru segeralah membuat surat seluruh lahan miliknya. Agar kedepan lahan warga tidak dibilang milik Negara,” ujar Riana Saragih.

Kata Riana Saragih, supaya seluruh warga Hutaimbaru dihimbau untuk mengurus surat-surat tanah atau sertivikat lahan dan rumah yang dimiliki. “Ini sangat penting agar tidak seperti daerah Tapanuli, tanah warga diklaim Negara, padahal lahan sudah dikelola warga selama 7 turunan. Ini harus diantisipasi. Perangkat desa harus mengkomunikasihan ini dengan warganya dan Pemkab Simalungun,” ujar Riana Saragih.

Hal senada juga diungkapkan Rosenman Manihuruk, perantau asal Hutaimbarun yang menetap di Kota Jambi. Menurutnya, keberadaan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” itu bisa memicu konflik.

“Ini bisa jadi sumber konflik dengan warga setempat dengan pemerintah. Sebagian besar tanah, lading, rumah penduduk masih banyak tanpa surat-surat atau sertivikat. Ini harus disikapi perangkat nagori dan Pemerintah Kabupaten Simalungun,” ujar Rosenman Manihuruk.

“Warga Hutaimbaru harus segera melakukan pertemuan bersama perangkat desa membaha ini. Supaya nanti ada penjelasan dari Pemerintah yang lebih berwewenang. Karena ini bisa jadi pemicu konflik warga, dan sejak dini harus disikapi secara bijaksana,” katanya. (Asenk Lee Saragih)









Warga Dusun Hutaimbaru, Nagori Ujung Mariah, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara mempertayakan keberadaan sejumlah Tugu (Patok) Batas Kawasan Hutan Lindung Sigiring-Giring di lintasan jalan Hutaimbaru. Patok yang dibuat dari berbahan semen itu bertuliskan “TUGU BATAS KAWASAN HUTAN LINDUNG Sigiring-Giring” B 212, DILARANG MENGGANGGU MILIK NEGARA”.(Foto-Foto: Lamhot P Manihuruk)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUTANAN.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 36 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor l1 Tahun 2O2O tentang Cipta Kerja, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Kehutanan; Menimbang Mengingat 1. 2. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945; Undang-Undang Nomor 4l Tahun l999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2OO4 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2OO4 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4I Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OO4 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 44121; SK No 087489 A 3. Undang-Undang.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. -2-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2O2O tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2O2O Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);

MEMUTUSKAN: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUTANAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1. Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:

1. Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan Hutan, Kawasan Hutan, dan hasil Hutan yang diselenggarakan secara terpadu.

2. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat

dipisahkan.

3. Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai Hutan Tetap.

4. Hutan Negara adalah Hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebdni hak atas tanah.

5. Kawasan Hutan Negara adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai Hutan Tetap yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.

6. Hutan Hak adalah Hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.

7. Hutan Adat adalah Hutan yang berada dalam wilayah Masyarakat Hukum Adat.

8. Hutan Konservasi adalah Kawasan Hutan dengan cirri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Menetapkan SK No 087488 A. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -3-. 9. Hutan Lindung adalah Kawasan Hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.

10. Hutan Produksi adalah Kawasan Hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil Hutan.

11. Hutan Produksi Tetap adalah Kawasan Hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil Hutan yang dipertahankan keberadaannya sebagai Hutan Tetap.

12. Hutan Produksi yang dapat Dikonversi adalah Kawasan Hutan Produksi yang secara ruang dapat dicadangkan untuk pembangunan di luar kegiatan Kehutanan dan dapat dijadikan Hutan Produksi Tetap.

13. Hutan Tetap adalah Hutan yang dipertahankan keberadaannya sebagai Kawasan Hutan yang terdiri dari Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi Tetap.

L4. Kawasan Hutan Suaka Alam adalah Hutan dengan cirri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai pengawetan keanekeragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah system penyangga kehidupan.

15. Kawasan Hutan Pelestarian Alam adalah Hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

16. Perencanaan Kehutanan adalah proses penetapan tujuan, penentuan kegiatan, dan perangkat yang diperlukan dalam pengurusan Hutan lestari untuk memberikan pedoman dan arah guna menjamin tercapainya tujuan penyelenggaraan Kehutanan untuk sebesar-besarnya kemakmuran ralryat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

17. Sistem Informasi Kehutanan adalah kegiatan pengelolaan data yang meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian serta tata caranya.(Sumber: PP_Nomor_23_Tahun_2021.pdf)

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.

Berita Lainnya

.

.
.

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

 


 


Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak
KLIK Gambar Untuk Selengkapnya

Nomor Pengaduan BNN Pusat

Nomor Pengaduan BNN Pusat
HP 0812-2167-5675

Ragam Berita

Kampanyekan QRIS Sebagai Pembayaran Non Tunai Nasisional

Kampanyekan QRIS Sebagai Pembayaran Non Tunai Nasisional
KLIK Benner Untuk Beritanya

Wanita GKPS Salemba Kunjungan Pelayanan Ke GKPS Hutaimbaru

Wanita GKPS Salemba Kunjungan Pelayanan Ke GKPS Hutaimbaru
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Lagu Simalungun Terbaik Tahun 1986 Dari Trio Mora

Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun

Lewat Ring Tinju, Jeka Asparindo Saragih Perkenalkan Gotong-Bulang-Hiou Simalungun
Juara Lightweight Championship One Pride MMA 70 Kg. Newsnya KLIK Gambar

Pengucapan Sumpah- Janji 50 Anggota DPRD Simalungun Periode 2019-2024

Pengucapan Sumpah- Janji 50 Anggota DPRD Simalungun Periode 2019-2024
Sebanyak 50 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Simalungun Periode 2019-2024 melakukan pengucapan sumpah atau janji Pada Rapat Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah/Janji sebanyak 50 Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Masa Jabatan 2019- 2024 hasil Pemilu serentak 17 April 2019 di Gedung DPRD Simalungun, Pamatang Raya, Simalungun, Rabu (25/9/2019). Berita Selengkapnya KLIK Gambar

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com