Sambut Hari Natal 2016 & Tahun Baru 2017

Sambut Hari Natal 2016 & Tahun Baru 2017
.

BERITA TERBARU

Latest Post

Polri:10 Orang Ditangkap karena Dugaan Makar dan Hina Penguasa

Written By Berita Simalungun on Friday, 2 December 2016 | 18:25

Ahmad Dhani saat dimintai keterangan oleh Polisi. (Beritasatu.com)

BeritaSimalungun.com, Jakarta - Polisi menangkap 10 orang yang diduga merencanakan makar dan menghina penguasa, seperti diatur dalam Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 dan Pasal 207 KUHP. Mereka ditangkap di beberapa lokasi di Jakarta dan saat ini diperiksa di Mako Brimob. 

Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul membenarkan penangkapan terhadap 10 orang tersebut.

"Ya, ada sekitar 10 orang. Iya ada beberapa perbuatan melanggar KUHP, ini bagian upaya kita mencegah dan menindaklanjuti laporan yang masuk," ujar Martinus di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).

Dikatakan, di antara 10 tersebut, ada yang telah beberapa kali dipanggil polisi, tetapi tidak datang.

"Ada beberapa panggilan, tetapi tidak diikuti. Ya, kita lakukan upaya hukum lain dengan lakukan penangkapan. Dalam proses KUHAP kan itu ada penangkapan satu kali 24 jam. Itu boleh dilakukan Polri," katanya. 

Saat ditanya nama orang-orang yang ditangkap, Martinus menyatakan,"Saya kira ada beberapa nama itu. Ada 10 ya. Yang tersebar itu benar," katanya.

Berikut 10 nama yang dikabarkan ditangkap polisi: 

1. Ahmad Dhani
2. Eko Suryo
3. Adityawarman 
4. Kivlan Zein 
5. Firza Huzein 
6. Rachmawati
7. Ratna Sarumpaet
8. Sri Bintang Pamungkas
9. Jamran 
10. Rizal Kobar 

Sumber: Beritasatu.com

Hadir di Monas, Presiden Jokowi Ucapkan Terima Kasih

Jutaan massa aksi Bela Islam 212, memadati kawasan monas, Jakarta, 2 Desember 2016. Mereka mulai duduk berdoa, tausiyah, dan berdzikir. Saat ini kawasan patung kuda sudah tertutup massa, kendaraan sudah tidak bisa melintas sama sekali. (BeritaSatu Photo/David Gita Roza)
BeritaSimalungun.com,Jakarta - Presiden Joko Widodo yang membuat kejutan karena hadir di tengah aksi ribuan umat Muslim di lapangan Monumen Nasional (Monas) mengucapkan statemen pendek usai melakukan salat Jumat bersama mereka, Jumat (2/12/2016).

"Terimakasih atas doanya bagi keselamatan bangsa dan negara," ujar Presiden di atas podium. Di sela-sela pernyataannya, Presiden menyerukan takbir "Allahu Akbar" yang disambut umat.

Ketika menyampaikan itu, dia didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Tampak pula Kapolda Metro Jaya lrjen Pol M Iriawan yang menempatkan dirinya berjongkok tepat di depan Presiden sebagai tindakan pengamanan. (BS)

Analisa Politik Pilkada DKI

 
Pesona Danau Toba di Parapat, Kabupaten Simalungun.

Oleh: Defri Judika Purba

BeritaSimalungun.com-1. Si “bapak Prihatin” semakin galau dan gelisah. Umpan yang dia lemparkan ternyata tidak dimakan oleh Jokowi. Umpannya hanya dimakan oleh orang-orang pencari Fulus berbungkus jubah ke-agamaan. Itulah yang diusung dalam tema GNPF (Gerakan Nasional Pencari Fulus).

Coba perhatikan, betapa apik dan cantik permainan politik Jokowi. Dia mengundang semua ketua umum pendukung pemerintah dan oposisi. Hanya dua yang tidak di undang. Siapa itu? Partai Demokrat dan PKS.

Tentu Jokowi yang makan siang dan minum kopi di beranda istana menjadi tontonan yang menyiksa baginya. Apa sebab? karena tentu dia juga ingin diundang dalam acara tersebut, tapi ternyata tidak diundang. Apa pesan dari kejadian tersebut?

Pesannya adalah rasa penasaran yang tidak terjawab akan menyiksa setiap orang. Dan rasa penasaran itulah pesan politik Jokowi kepada semua orang yang memberi umpan kepadanya. Masih akan banyak kejadian yang tidak terduga. Pertempuran masih panjang. Dan selama rasa penasaran itu belum terjawab, selama itulah permainan cantik akan terus dimainkan.

2. Umpan dari lembaga survei telah dirilis. Hasil terakhir dari semua lembaga survei, baik yang abal-abal dan tidak, menempatkan pasangan nomor satu sebagai pemenang andai pilkada DKI dilaksanakan hari ini.

Ahok-Darot menempati urutan kedua, dan Anies-Sandi urutan ketiga. Semua lembaga survei memiliki hasil yang berbeda. Sebagai contoh. Lembaga Survei LSI Pimpinan Denny JA menempatkan Ahok diposisi ketiga, dengan elektabilitas hanya 10 %.

Semantara Charta Politika pimpinan Yunarto Wijaya menempatkan Ahok diposisi kedua dengan persentase hampir 30 % tidak beda jauh dengan hasil Poltracking pimpinan Hanta Yuda. Dari kejadian ini, kelihatan benar lembaga survei pun sudah berperang.

Ada yang benar-benar murni akademik dan pencerahan tetapi ada juga ingin memberi umpan ingin menjadi konsultan politik. Apa motivasi? Apalagi kalau tidak fulus. Dimana lagi kesempatan mencari uang kalau tidak dalam musim pilkada?

Majalah sekaliber Tempo saja sekarang memilih sikap berseberangan dengan Ahok, menurunkan berita tendensius, karena gagal mempengaruhi Ahok walau sebelumnya sudah menurunkan berita yang menyanjung-nyanjungnya.

Majalah tersebut gagal masuk dalam deretan team sukses bagian dana khususnya iklan. Andai masuk, gampang benar mengatasnakaman team sukses untuk bergerilya kepada pengusaha dan pengembang mencari uang.

3. Terkait dengan hasil survei yang menyebut tingkat elektabilitas Ahok semakin menurun, benarkah demikian? Ada benarnya juga. Kalau dulu tingkat elektabilitas Ahok tidak tertandingi, itu karena belum ada muncul calon yang lain.

Saat ini calon sudah ada tiga. Yang pasti setiap calon memiliki magnet tersendiri. Dan yang menarik adalah ketika dikatakan dukungan kepada Ahok menurun, situasi ini tidak diimbangi dengan kenaikan dukungan kepada pasangan yang lain.

Jadi kemana dukungan beralih? Ada teori yang menyatakan, pemilih tersebut (swings voter) memilih wait and see. Mereka memilih menunggu dan melihat perkembangan kasus hukum Ahok. Jadi kalau saat ini ada lembaga survei yang memenangkan pasangan nomor satu, akankah Ahok tergusur?

Melihat hasil survei tersebut, Ahok akan tergusur. Tapi tunggu dulu. Mari kita lihat hasil survei di med-sos yang memiliki jumlah suara yang lebih banyak dari populasi sampel dari lembaga survei. Ketika hasil survei menempatkan pasangan nomor satu sebagai pemenang, para pendukung sudah senang.

Mereka ramai-ramai membuat twiitpol. Hasilnya sungguh membuat mereka shock dan kecele. Semua menempatkan Ahok sebagai pemenang, bahkan di atas angka 70 %. Bahkan ada hasil poling yang buru-buru dihapus karena menempatkan Ahok hampir seratus persen.

Hasil poling yang dihapus adalah Twittpol dari PBHMI. Dari enambelas ribu suara yang masuk, yang memilih Ahok lebih lima belas ribu, beda jauh dengan Agus-Silvi di bawah lima ratus. Padahal PB HMI adalah pendukung paslon nomor urut satu yang setia turun ke jalan berdemo, termasuk hari ini.

Untuk Pilkada DKI, Politica Wave yang memantau percakapan di medsos, memiliki teori yang hampir selalu benar. Teorinya adalah, siapa yang paling sering dibicarakan di med-sos dalam citra positif, selalu akan menang. Dan saat ini, Ahok lah yang paling banyak dibicarakan orang di med-sos dalam citra positif.

4. Masyarakat Jakarta sudah sangat cerdas. Merekalah yang paling tahu siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka dan siapa yang tidak. Walau saat ini, ada sebagian yang terpana kepada pasangan yang baru muncul, itu hanya sebentar saja.

Sudah jamak terjadi dimana-mana, sesuatu yang baru itu selalu menarik untuk dilihat, dibicarakan dan dibahas. Pada faktanya, semua akan tiba pada kesimpulan, kebaikan itu bukan sesuatu yang dibuat-buat, tidak instan, dan retorika.

Lihat saja contoh yang terakhir, ketika pasangan nomor satu menyusuri kali Ciliwung. Aksi mereka menjadi blunder. Masyarakat tidak terpesona pada aksi agus yang berani turun ke Sungai Ciliwung. Bukan Agus yang dilihat orang, tetapi hasil pekerjaan Ahok di kali Ciliwung, yang telah berhasil membersihkan sampah. Kalau agus berani berenang di ciliwung, seperti aksinya di Pulau Seribu mungkin menjadi beda.

5. Pertarungan yang sebenarnya dalam setiap Pilkada adalah dalam debat. Disitulah setiap calon akan benar-benar diuji ke-orisinalitas berpikirnya. Bagaimana dia memiliki jurus taktis menghadapi pertanyaan dan solusi dalam permasalahan. Apakah hanya omdo atau tidak.

Setelah debat dukungan akan naik dan turun kepada setiap paslon. Dan dari beberapa kejadian, kelihatan benar pasangan nomor satu tidak siap untuk hal ini. Mereka tidak siap dialog dimana ada ruang untuk bertanya.

Mereka lebih suka monolog, dimana pertanyaan tidak akan muncul. Indikasi kesana kelihatan benar ketika salah satu stasiun televisi swasta dengan program yang mendidik “mata Najwa” tayang. Sudah dua kali team sukses atau paslon nomor satu tidak bersedia hadir di acara tersebut.

Padahal acara tersebut sangat mendidik secara politik, karena pertanyaan yang disampaikan benar-benar real dan ada di benak setiap orang. Tapi hal ini dapat dimaklumi, mengingat ketika pertama sekali pas-lon nomor satu bersedia hadir, Agus benar-benar gugup dan tidak siap menjawab pertanyaan.

Bahkan terpancing emosi. Sejak itu, banyak meme muncul yang menyatakan Agus belum layak tampil dalam acara “Mata Najwa” tapi di “Hidung Najwa” bolehlah. Untuk menutupi itu, saban pekan team paslon nomor urut satu membuat acara di Balai Sarbini, pidato politik yang monolog.

6. Masing-masing team sukses dan calon gubernur akan makin intens menyapa dan menawarkan program kepada masyarakat. Ada beberapa yang hal menarik atau ganjil dari proses kampanye tersebut.

Pasangan nomor urut satu, tanpa sadar menawarkan program yang sudah di-cover dan dikerjakan gubernur sebelumnya (Ahok). Dari sepuluh program unggulan, hanya dua yang orisinil milik mereka.

Dan yang dua ini pun ternyata hasil copy paste program SBY. Apa itu? Program BLS (bantuan langsung sementara) dan BLT (bantuan langsung tunai). Dalam kampanye, mereka menjanjikan, kalau mereka menang, maka setiap RT/RW akan mendapat bantuan 1 M/tahun, 500/ bulan untuk orang miskin dll.

Pasangan nomor tiga, mengelabui masyarakat dengan indahnya kata-kata. Informasi dan program mereka selalu salah data. Sementara Ahok? Setiap hari rumah lembang dipadati, dan Ahok memaparkan program dengan lugas, tegas dan benar-benar sudah dikerjakan. Dalam kesempatan lain Ahok berani berkata: yang lain masih akan, saya sudah mengerjakannya.

7. Terkait demo hari ini (Jumat 2/12/2016), sudahlah...saya sudah malas membahasnya. Hanya sedikit analisa saya terkait itu. Karena logistik sudah diterima, maka proyek harus dikerjakan. Apa proyeknya? Menggerus suara Ahok. Selain itu tidak ada. Siapa yang diuntungkan?

Tentu, lagi-lagi pas-lon nomor urut satu. Sudah banyak beredar gambar, begitu banyak pertemuan di Cikeas yang orangnya adalah sebagian yang demo hari ini. Kalau dikatakan aksi hari ini adalah doa bersama, kenapa umbul-umbul ada tulisan: “Penjarakan Ahok? Apa tujannya. Hanya satu; supaya Ahok tidak ikut pilkada.

8. Apa yang saya lakukan ini, lebih pada sikap harus berani berbicara. Ada buku yang menyatakan Taliban berkuasa karena kaum terpelajar lebih banyak memilih diam dan tidak bersuara akan kondisi yang terjadi.

Setelah Taliban berkuasa, maka tindakan mereka pertama adalah menghabisi para kaum terpelajar, karena berpotensi menjadi musuh. Karena itu, bersuaralah. Tentang apa saja. Jangan diam tetapi di dalam hati mengharapkan sesuatu terjadi. Dia saja berkata: “Mintalah..”. artinya kita diharapkan berbicara dalam kata-kata. Jangan simpan di dalam hati, beranilah mengutarakan sesuatu sesuai hati nurani masing-masing. Sekian dan Terimakasih. (Tambun Raya, 02 Desember 2016-Penulis Adalah Rohaniawan).


Beda Kisah Novanto dan Ade Komarudin di MKD DPR

Written By Berita Simalungun on Thursday, 1 December 2016 | 11:14

Beda Kisah Novanto dan Ade Komarudin di MKD DPR
Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah

BeritaSimalungun.com, Jakarta - Ade Komarudin akhirnya lengser dari kursi Ketua DPR. Selang beberapa saat, Setya Novanto naik kembali menjadi Ketua DPR setelah sebelumnya sempat mengundurkan diri dari jabatan itu. 

Baik Novanto maupun Ade ada kesamaan. Selain sama-sama dari Partai Golkar, mereka sama-sama pernah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Namun bedanya, Ade diputus melakukan pelanggaran etik. Sedangkan untuk Novanto, MKD tak memutus pelanggaran etik untuk Ketua Umum Partai Golkar itu.

Siapa lupa dengan kasus 'papa minta saham' yang pernah menghebohkan jagat politik negeri ini? Sampai-sampai, Presiden Jokowi marah namanya dicatut secara ugal-ugalan demi rente dari PT Freeport Indonesia. 

Sang Papa, tak lain dan tak bukan adalah Novanto, dilaporkan oleh Sudirman Said, kala itu adalah Menteri ESDM, pada 16 November 2015. Pihak Sudirman membawa bukti sadapan rekaman perbincangan Novanto, pengusaha Riza Chalid, dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Berbagai kecaman dan reaksi keras muncul di pengujung 2015 saat itu. Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyeru agar polisi dan kejaksaan mengusut kasus 'papa minta saham'. MKD DPR kemudian memproses kasus Novanto, pihak-pihak yang berkepentingan dipanggil. 

Sebenarnya ada satu lagi laporan terhadap Novanto ke MKD, yakni kasus katebelece ke PT Pertamina. Namun belakangan MKD menolak memproses laporan itu karena laporan itu dinilai tak memenuhi syarat.

Kembali ke Novanto pada kasus 'papa minta saham', meski semua anggota MKD menyatakan Novanto melakukan pelanggaran kode etik, namun MKD akhirnya tak menjatuhkan sanksi bagi Novanto. 

Hal ini dikarenakan Novanto mengirim surat pengunduran diri sebagai Ketua DPR di menit terakhir sebelum MKD mengambil keputusan final soal sanksi untuk Novanto. Novanto menyampaikan pengunduran dirinya dari kursi DPR pada 16 Desember 2015.

Novanto memang lengser dari Ketua DPR saat itu, namun dia tak benar-benar terpuruk. Novanto menjadi Ketua Fraksi Golkar di DPR dan melakukan perombakan-perombakan di internalnya. 

Bahkan Novanto berhasil menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Dia terpilih lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa di Bali, pada 17 Mei 2016. Kala itu, Novanto berhasil mengalahkan Ade lewat proses sampai fajar menyingsing

Waktu berjalan, Novanto menggugat pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ke Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa sadapan yang dikemukakan Sudirman Said tidak sah karena tidak dilakukan oleh aparat penegak hukum. MK kemudian mengabulkan gugatan Novanto itu pada 7 September 2016. Maka menjadi problematislah sadapan itu, padahal sadapan itu menjadi alat bukti pula di Kejaksaan Agung untuk menyidik kasus pemufakatan jahat.

Berbekal keputusan MK, muncul dorongan pengembalian nama baik Novanto. MKD benar-benar memutuskan mengembalikan nama baik Novanto. 

Adapun Ade Komarudin, dia menjadi Ketua DPR setelah Novanto mengundurkan diri. Ade dilantik pada 11 Januari 2016. Setelah itu, nyaris tak ada 'angin kencang' yang menggoyang kursi Ade.




Sampai pada 13 Oktober 2016, 36 Anggota Komisi VI DPR melaporkan Ade ke MKD. Mereka tak terima mitra kerja mereka yakni BUMN dipindah menjadi mitra kerja Komisi XI DPR. 


Ada pula laporan yang diajukan oleh anggota-anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ke MKD. Ini terkait RUU Pertembakauan, Akom dituding menunda sidang paripurna untuk pengesahan UU tersebut padahal sudah melalui tahap harmonisasi.

MKD bergerak cepat. Sanki akhirnya dijatuhkan untuk Akom. MKD menyatakan telah meminta keterangan sejumlah saksi terkait pelaporan terhadap Akom. Pada kasus pertama Akom disanksi ringan dan yang kedua sedang dengan keputusan pemberhentian dari Ketua DPR. 


"MKD telah memutuskan terdapat pelanggaran kode etik DPR RI dengan kriteria sedang. Sehingga diputusan terhitung sejak hari Rabu, 30 November 2016, yang terhormat Sdr Dr H Ade Komarudin dari Fraksi Golkar dinyatakan berhenti dari jabatan Ketua DPR RI masa keanggotaan tahun 2014-2019," kata Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad membacakan amar putusan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11) kemarin.

Tak lama berselang, rapat paripurna pelantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR (kembali) digelar. Akom tak hadir karena masih dalam kondisi sakit. (Sumber: Detik.com)

3 Terdakwa Korupsi yang Divonis Seumur Hidup: Adrian, Akil dan Brigjen Teddy

3 Terdakwa Korupsi yang Divonis Seumur Hidup: Adrian, Akil dan Brigjen Teddy
Brigjen Teddy diadilli di Pengadilan Militer II Jakarta (edo/detikcom)
BeritaSimalungun.com, Jakarta- UU Pemberantasan Korupsi mengancam orang yang korupsi memperkaya diri sendiri atau menjual jabatannya dapat dihukum penjara seumur hidup. Tapi dalam kenyatannya, baru tiga orang yang kini menghuni penjara dengan hukuman tersebut: Adrian Waworuntu, Akil Mochtar dan Brigjen Teddy Hernayadi.

Dengan menyandang hukuman seumur hidup, maka mereka wajib menghuni penjara hingga meninggal dunia. Berikut carara ketiga orang tersebut yang dirangkum detikcom, Kamis (1/12/2016):

Adrian Waworuntu (Pengusaha)

Ini 3 Koruptor yang Divonis Seumur Hidup: Adrian, Akil dan Brigjen Teddy

Kasus: Membobol Bank BNI sebesar Rp 1,2 triliun.
Tuntutan: Hukuman seumur hidup.
Vonis: PN Jaksel menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada 30 Maret 2005. Adrian mengajukan Peninjauan Kembali (PK) tapi ditolak Mahkamah Agung (MA) pada 18 November 2013.

Akil Mochtar:

Ini 3 Koruptor yang Divonis Seumur Hidup: Adrian, Akil dan Brigjen Teddy

Kasus: Jual beli vonis kasus Pilkada saat Akil menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Tuntutan: Hukuman seumur hidup. Vonis: Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada 30 Maret 2014. Vonis itu dikuatkan di tingkat banding dan kasasi.

Brigjen Teddy Hernayedi.
Pendidikan:
Akmil (1988), Seskoal (2008 dan Kursus Manajemen (2001).
Ini 3 Koruptor yang Divonis Seumur Hidup: Adrian, Akil dan Brigjen Teddy


Karier:
Direktur Keuangan TNI AD
Kepala Bidang Pelaksana Pembiayaan Kementerian Pertahanan.

Kasus: Korupsi anggaran Alutista 2010-2014, seperti pembelian jet tempur F-16 dan helikopter Apache.
Tuntutan: 12 Tahun penjara.
Vonis: Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman seumur hidup. Brigjen Teddy menerima hukuman itu tetapi tetap menggunakan hak hukumnya.

"Keadilan dan kebenaran di Indonesia saat ini di Kemenhan, TNI apalagi di militer tidak mungkin bisa ditegakkan," ujar Brigjen Teddy usai persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II, Jalan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (20/11/2016).

Teddy mengaku menerima putusan penjara seumur hidup oleh hakim. Namun dirinya juga akan berupaya banding di tingkat selanjutnya,

"Tapi memang kebenaran yang hakiki tidak ada di manusia, kan adanya di Tuhan kan. Idealis kebenaran itu tidak mungkin bisa ditegakkan semaunya, terus terang saya orientasi berbuat ini justru untuk Indonesia," ujar Teddy.
(asp/rvk)


Sumber: Detik.com

Dr Junimart Girsang SH M Hum Diminta Membantu

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 30 November 2016 | 12:46

Pembukaan Jalan Haranggaol-Nagori-Sihalpe, Minggu 26 Juni 2016. Akibat proyek ini, aliran listrik ke Desa Hutaimbaru, Nagoripurba, Gaol, Binangara, Sihalpe, Nagori padam sejak 11 Agustus 2016 lalu hingga kini. Foto Asenk Lee Saragih.

Sejak Pembukaan Jalan Haranggaol-Nagori-Sihalpe, Aliran Listrik di Enam Nagori Padam Hingga Kini

BeritaSimalungun.com, Hutaimbaru-Sejak pembukaan akses jalan lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun tepatnya di Haranggaol-Nagori-Sihalpe oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun bekerjasama dengan TNI awal Agustus 2016 lalu, aliran listrik untuk enam Desa (Nagori) putus.

Putusnya aliran listrik itu akibat dampak proyek pembukaan jalan tersebut yang merobohkan sejumlah tiang listrik yang mengaliri arus listrik ke Nagori (desa) Hutaimbaru, Nagoripurba, Gaol, Binangara, Sihalpe, Nagori dari Haranggaol Horisan.

Ternyata hingga 30 November 2016 aliran listrik ke enam desa itu masih mati. Bahkan perbaikan sarana tiang listrik dan jaringan masih terbengkalai, karena alasan kondisi jalan bagus lebih dulu baru dibangun jaringan tiang permanen. Ternyata hingga kini pembukaan jalan itu belum juga selasai.

“Di desa ini sejak bulan Agustus arus PLN dipadamkan sampai detik ini karena ada alasan mereka memperbaiki jalan. Masyarakat disana bingung semua karena yang mengerjakan jalan dari Haranggaol ke Desa –Nagori-Sihalpe tersebut adalah Tentara Manunggal. Ada masyarakat mempertanyakan kapan dibagusin PLNnya. Siap dulu jalannya baru didirikan lagi tiang PLN nya. Golap Ma Hutakin. Kenapa diam ya anak rantau berasal dari desa yang enam ini. Maaf bukan provokator. Timbul Saragih sedang mengincar yang tidak bisa dibayar,” ujar Rodo Timbul Saragih, warga asal Desa Hutaimbaru yang kini berdomisili di Pematangsiantar.

Hal senada juga diutarakan Lamhot Saragih Manihuruk, warga Desa Hutaimbaru. Menurutnya, sejak  11 Agustus 2016 lalu, aliran listrik ke enam desa diputus akibat perbaikan jalan. Namun hingga kini listrik juga masih padam. Bahkan anak keduanya yang lahir Agustus lalu, hingga kini belum bisa menikmati manfaat aliran listrik tersebut.

Dia juga mengatakan, banyak alat-alat elektronik dan pelaratan rumah tangga rusak akibat padamnya listrik tersebut. Warga ke enam desa itu meminta perhatian Pemerintah khususnya Anggota DPR RI Dapil Sumut III, Dr Junimart Girsang SH Mhum bisa membantu ribuan warga enam desa tersebut.

“Listrik mati sejak 11 Agustus 2016 lalu. Makana si Ucok lang iboto dope sonaha rumang ni lampu PLN on. Halani golap malam in. Ipaima ma tanggal 12 pagi ase berangkat Bersalin hu Bage! Heheee......belakangan on rohoma par PLN managih bayaran. Hapeni lampuna pe mate do. Habis kita gok. Hahahaaaaaaaaaa,” sebut Lamhot Saragih.

Menurut Lamhot P Saragih Manihuruk, warga sekampunya dan lima kampung lain hanya diam membisu menerima keadaan. Tak ada yang berani bersuara, khususnya kepala desa. “Songon hanami par huta-huta on berkutik pe lang....!!Unga sonin dokahni mate lampu, Siiiip Sude....!hheeeeee,” sebut Lamhot Saragih.

Ribuan warga dari enam desa (Hutaimbaru, Nagoripurba, Gaol, Binangara, Sihalpe, Nagori) meminta PLN Sumut atau Pemkab Simalungun untuk membangun kembali jaringan listrik yang rusak akibat pembukaan jalan dari Haranggaol-Nagori-Sihalpe.


Anggota DPR RI Dapil Sumut III, Dr Junimart Girsang SH M Hum juga diminta untuk memperhatikan keluhan ribuan warga desa (Hutaimbaru, Nagoripurba, Gaol, Binangara, Sihalpe, Nagori) soal aliran listrik yang sudah lama padam tersebut. Karena enam desa itu merupakan basis massa Dr Junimart Girsang SH M Hum saat Pemilu lalu. (Asenk Lee Saragih)

Salut! Juru Parkir ini Kembalikan Uang Rp 10 Juta yang Ditemukan di Jalan

Cerita Atang Sukarman (54).
BeritaSimalungun.com, Sukabumi - Di antara orang serakah dan hidup bermewah-mewah, terselip orang sederhana dan jujur. Cerita Atang Sukarman (54) ini jadi buktinya. Juru parkir warga Kampung Ciangsana, Cikembang, Sukabumi, Jawa Barat, ini mengembalikan uang Rp 10 juta yang ditemukannya. Salut!

Senin (28/11) kemarin, Atang bekerja seperti biasa di kompleks ruko Jl Raya Sukabumi-Palabuhanratu, Cikembang. Dia mengatur mobil dan motor yang hendak parkir. Nah di sela itu, dia menemukan sebuah bungkusan 'paper bag' berisi uang sebesar Rp 10 juta.

"Saya habis markirin mobil, pas mau balik ke ruko saya penasaran dengan kantong besar berwarna coklat tergeletak di pinggir jalan. Sekitar 15 menit posisinya tidak berubah. Saya tendangin pakai kaki isinya terasa berat, lalu saya ambil. Pas di parkiran ruko lalu saya buka ternyata isinya uang," tutur pria yang akrab dengan panggilan Mang Atang kepada detikcom, Selasa (29/11/2016).

Di dalam bungkusan, Mang Atang menemukan sebuah slip setoran bertuliskan nama, nomer telepon, jumlah uang, dan alamat yang diduga sebagai pemilik uang. Kabar penemuan kantong berisi uang didengar sejumlah teman Mang Atang.

"Maklum namanya dekat terminal ada teman-teman sopir, tukang ojek, mereka ngisengin agar saya bagikan uang itu. Mereka tahu saya nemu bungkusan uang di pinggir jalan," katanya. Mang Atang bergeming.
Atang menyebut dirinya pernah kehilangan sejumlah dokumen penting. Dia resah dan kalut. "Di situ saya berpikir, kehilangan berkas saja bisa sampai terasa perih. Apalagi ini berisi uang," imbuh dia.

Dengan berjalan kaki, Mang Atang berangkat menuju bank yang lokasinya memang tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja.

"Saya nanya ke satpam bank, kemudian dianterin ke bagian teller. Saat itu ada orang bank yang nanya kenapa uangnya tidak diambil, saya jawab aja kalau ini bukan uang saya," tuturnya.

Pemiliknya datang tak lama setelah Mang Atang mengantarkan uang itu. Dia diketahui bernama Deni.

Satpam bank, Edi Rahmat, membenarkan Mang Atang mengembalikan uang milik nasabah. Dia sempat melihat seorang nasabah mondar-mandir di halaman parkir. Ternyata dia kehilangan uang. Saat uangnya dikembalikan oleh Mang Atang, dia sangat senang.
Lokasi penemuan uang Rp 10 juta
Syahdan Alamsyah/detikcom
Lokasi penemuan uang Rp 10 juta

Satpam Bank: Saat Mang Atang Kembalikan Uang Rp 10 Juta, Nasabah Bengong

Satpam Bank: Saat Mang Atang Kembalikan Uang Rp 10 Juta, Nasabah Bengong

Atang Sukarman dan Keluarga

Bagi Atang Sukarman (54) atau akrab disapa Mang Atang, mengembalikan uang yang ditemukan di jalan bukan hal istimewa. Tapi bagi orang lain, aksi itu sungguh luar biasa. Apalagi jumlahnya uangnya tak main-main: Rp 10 juta!

Mang Atang adalah juru parkir di kompleks ruko Jl Raya Sukabumi-Palabuhanratu, Cikembang. Saat bekerja, Jumat (25/11), dia melihat paper bag berwarna cokelat di pinggir jalan. Posisi paper bag itu tak berubah selama 15 menit. Juga tak ada yang menyentuh.

Karena penasaran, Mang Atang mengambil paper bag itu. Ternyata isinya uang Rp 10 juta, slip setoran ke bank bertuliskan nama, alamat, dan lain-lain. Meski digoda beberapa teman, Mang Atang bergeming. Dia membawa temuannya ke bank yang tak jauh dari tempatnya bekerja.

Oleh satpam, Mang Atang diantar ke bagian teller. Nah tak lama setelah itu, seseorang bernama Deni datang. Data identitas dicocokkan, ternyata klop.

Satpam bank, Edi Rahmat, membenarkan Mang Atang mengembalikan uang milik nasabah. Sebelumnya, dia sempat melihat seorang nasabah mondar-mandir di halaman parkir. Ternyata dia kehilangan uang. Saat uangnya dikembalikan oleh Mang Atang, dia sangat senang.

"Saya sempat melihat pemiliknya mondar-mandir di halaman parkir bank dengan wajah kebingungan. Sempet saya tanya dia mengaku kehilangan uang. Lalu dia saya bawa masuk ke dalam dan saya pertemukan dengan Mang Atang," tutur Edi.

Edi salut dengan kejujuran Mang Atang. Menurut dia, jarang sekali orang-orang seperti pria yang sehari-harinya bekerja sebagai juru parkir itu.

"Pas mengembalikan uang itu banyak nasabah yang bengong. Mungkin orang seperti dia bisa dihitung pakai jari," imbuh dia.

Mang Atang hidup sederhana di rumah kontrakan bersama keluarganya. Istrinya membuka warung kelontong untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meski hidup serba terbatas, Mang Atang tak gampang tergoda.

Mang Atang Diberi Hadiah Rp 100 Ribu

Atang Sukarman (54) atau akrab disapa Mang Atang tak pernah mengira bakal berurusan dengan uang dalam jumlah besar. Juru parkir ini menemukan uang Rp 10 juta. Kemudian dia mengembalikannya ke pemilik dan menolak diberi hadiah.

"Beberapa kali saya menolak, dia memaksa dan memasukkan selembar uang ke saku celana saya," kata Mang Atang di rumahnya, Kampung Ciangsana, Cikembang, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (29/11/2016). Selembar uang yang dimaksud adalah uang Rp 100 ribu.

Mang Atang merupakan juru parkir di kompleks ruko Jl Raya Sukabumi-Palabuhanratu, Cikembang. Senin (28/11), dia kaget saat melihat paper bag berwarna cokelat di pinggir jalan. Selama 15 menit, posisi paper bag itu tak berubah. Tak ada yang menyentuh.

"Saya tendangin pakai kaki isinya terasa berat, lalu saya ambil. Pas di parkiran ruko lalu saya buka ternyata isinya uang," tutur Mang Atang.

Di dalam bungkusan, ada slip setoran bertuliskan nama, nomor telepon, jumlah uang, dan alamat yang diduga sebagai pemilik uang. Dengan berjalan kaki, Mang Atang berangkat menuju bank yang lokasinya memang tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja.

"Saya nanya ke satpam bank, kemudian dianterin ke bagian teller," tuturnya.

Pemilik yang bernama Deni datang tak lama setelah Mang Atang mengantarkan uang itu. "Dia berterima kasih karena uangnya ketemu," tandas Mang Atang.

Mang Atang sangat paham arti kehilangan karena pernah kehilangan dokumen penting. Rasanya kalut, resah, dan jadi pikiran. Maka itu, pria yang sehari-hari tinggal bersama keluarga di kontrakan tersebut mengembalikan uang yang ditemukannya. Padahal kalau ia mau, uang itu bisa jadi miiknya. 
(Sumber: Detik.com)


Video Mengharukan Balita Korban Bom Samarinda Nyanyi Lagu Gereja

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 29 November 2016 | 12:11

Video Mengharukan Balita Korban Bom Samarinda Nyanyi Lagu Gereja
Foto: Alvaro Sinaga terbaring di rumah sakit (Istimewa/Youtube)
BeritaSimalungun.com-Samarinda - Video balita korban pelemparan bom di depan Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, ini viral di media sosial (medsos). Meski terbaring di rumah sakit dengan badan dan wajah terbalut perban, mereka tetap ceria menyanyikan lagu gereja.

Dilihat detikcom, Senin (28/11/2016) video ini sudah banyak diunggah oleh netizen di medsos, seperti di Facebook dan YouTube. Salah satu yang mengunggah di Facebook adalah netizen bernama Mary Asiba Hutapea.

"Video korban bom Gereja Oikumene Samarinda, Trinity Hutahayan dan Alfaro Aurelius Tristan Sinaga. Sedih nontonnya, di tengah-tengah musibah yang mereka alami, mereka masih tetap memuji nama Tuhan, dengan lagu kesukaan mereka: 'Kingkong Badan Besar Tapi Kaki Pendek'. Semoga cepat sembuh ya sayang, tetap semangat dan ceria selalu. Anak Tuhan Yesus harus lebih kuat lagi. Gbu all," tulis Mary.

Pukul 11.24 WIB ini, video yang diunggah Mary itu sudah di-share oleh sebanyak 27 ribu lebih netizen. Video itu juga mendapatkan hampir 7 ribu komentar. Banyak yang mengaku sedih dan terharu. Mereka juga berkirim doa agar anak-anak korban bom molotov ini cepat sembuh.

Dalam video itu, Trinity (3) dan Alvaro (4) tampak terbaring di atas tempat tidur yang berdekatan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur. Meski wajah dan tubuh terbalut perban, keduanya ceria menyanyikan lagu gereja 'Kingkong Badannya Besar'.

Video Mengharukan Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Lagu GerejaFoto: Trinity Hutahayan terbaring di rumah sakit (Istimewa/Youtube)

Suara seorang ibu terdengar mengajak Trinity dan Alvaro menyanyikan lagu 'Kingkong Badannya Besar'. 

Ibu: Ayo Ity (Trinity) dulu, Ity...

Trinity: Kingkong badannya gendut... (tertawa)

Ibu: Aduh kok gendut. Jangan gendut, nang. Coba sekarang, Varo (Alvaro).

Alvaro: Kingkong badannya gendut... (Tertawa bersama Trinity).

Alvaro dan Trinity tertawa geli. Mereka bercanda saat menyanyikan lirik lagu itu. Lirik lagu kingkong badannya besar, mereka ubah menjadi kingkong badannya gendut.

"Aduuuuuh...gendut terus ah. Janganlah gendut terus," kata ibu itu meminta Alvaro dan Trinity menyanyikan lagu tersebut secara benar. Kedua balita itu pun akhirnya menyanyikan lirik lagunya dengan benar.

"Kingkong badannya besar, tapi aneh kakinya pendek. Lebih aneh binatang bebek, lehernya panjang, kakinya pendek. Haleluya Tuhan Mahakuasa. Haleluya Tuhan Mahakuasa...," demikian Alvaro dan Trinity menyanyikan lagu itu bergantian. 

Lagu 'Kingkong Badannya Besar' ini memang merupakan lagu favorit Alvaro dan Trinity. Lagu ini juga merupakan lagu favorit Intan Olivia Marbun (Banjarnahor) sahabat kedua balita ini, yang juga menjadi korban ledakan bom molotov tersebut. Sayangnya, balita berusia 2,5 tahun itu sudah lebih dulu menghadap Sang Pencipta karena luka bakar yang sangat parah.

Dikonfirmasi detikcom, suara ibu di dalam video itu ternyata merupakan suara ibunda Alvaro, Novita Sagala. Dia sengaja merekam video Alvaro dan Trinity bernyanyi untuk koleksi pribadinya.

"Memang saya yang merekamnya untuk pribadi. Mungkin ada keluarga yang menyebar ke internet. Tapi ya puji Tuhan lah, banyak yang mendoakan anak-anak kami," kata Novita saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (28/11/2016). Dia mengambil video itu belum lama ini.

Video Mengharukan Balita Korban Bom Gereja Samarinda Nyanyi Lagu Gereja
Foto: Alvaro Sinaga terbaring di rumah sakit (Istimewa/Youtube)
Novita, yang selalu menjaga anaknya di rumah sakit, mengatakan, saat ini kondisi Alvaro, Trinity, dan balita lainnya yang jadi korban bom molotov ini, Anita Kristobel (2), semakin membaik. Ketiga balita jemaat HKBP Samarinda Seberang ini sudah 2 minggu terbaring di rumah sakit.

"Sejauh ini, puji Tuhan sudah ada perkembangan. Sudah bisa cerita, nyanyi, sudah ketawa. Tapi masih dibalut perban semua," ujarnya. Anita mengatakan, para balita ini sudah sangat ingin pulang dan kembali bermain dengan teman-temannya. Namun dokter belum bisa memastikan kapan mereka bisa keluar karena luka bakar ini butuh penanganan khusus.

"Masih lama mungkin bisa pulang, masih disuruh bersabar," ucapnya.

(Sumber: Detik.com)

Polisi Mohon Dibantu Ungkap, Endah Br Manik Mahasiswa Unja Ini Korban Penipuan


BeritaSimalungun.com, Jambi-Seorang mahasiswi Universitas Jambi FKIP Fisika semester I Endah Br Manik jadi korban penipuan “hipnotis” lewat telepon gengam. Uang milik Endah Manik dari rekeningnya terkuras hingga Rp 5 Juta lewat ditransfer ke nomor rekening pelaku dan lewat pembelian paket pulsa. Pelaku mengaku atas nama M Fadil bekerja di Bengkel dan menggunakan Nomor HP 0813 60214808 dan 081260175335 untuk menipu korban.

Menurut keterangan korban (Endah Br Manik) kepada Penulis (Rosenman Manihuruk) Senin (28/11/2016) pukul 13.50 WIB, kronologis kejadian itu bermula saat dirinya menelepon teman satu kuliahnya (Erwin Siregar) hendak berangkat ke Gereja Minggu (27/11/2016) sekitar pukul 10.00 WIB untuk sama-sama berangkat ke gereja. Namun nomor Erwin Siregar tidak aktif.

Berselang beberapa menit, ada telepon masuk ke HP Endah. Endah menjawab dan menayakan kalau itu Erwin Siregar teman prianya itu “Ini Bang Erwin?”. Tiba-tiba orang (pria) yang menelepon itu menjawab kalau dia adalah Erwin Siregar.

Kemudian pria yang mengaku Erwin Siregar itu mengaku berada di salah satu SPBU di Jambi mendapatkan sebuah tas di kamar mandi SPBU. Dalam tas itu ditemukan dua buah HP merek BlackBerry, Kamera Sony DLSR  dan emas 50 gram. Kemudian pria yang mengaku Erwin Siregar itu mengaku ditangkap warga sekitar SPBU karena dituduh mencuri tas itu dari kamar mandi SPBU.

Kemudian pria yang mengaku Erwin Siregar itu memanggil salah satu warga di SPBU itu yang seolah-olah menahan dirinya untuk berunding dengan Endah Br Manik. Pria itupun menanyakan kalau Endah Br Manik sedang sendiri dan jangan ada orang lain tahu untuk bernegosiasi.

Tiba-tiba Endah Manik merasa terhipnotis dan menuruti seluruh perintah si pria itu lewat telepon. Bahkan Endah Br Manik yang kos di Perum Valencia depan Kampus Unja Mendalo itu mengirimkan sejumlah uang ke dua nomor rekening lewat ATM. Endah juga menuruti permintaan pelaku untuk mengirimkan paket pulsa ke nomor pelaku tersebut. Jumlah uang direkening Endah Br Manik terkuras hingga Rp 5 Juta.

Endah Br Manik baru mengetahui dirinya tertipu setelah dirinya menceritakan apa yang dialaminya dari sejak pukul 10 pagi hingga pukul 21.00 WIB kepada teman sekosnya. Saat itu juga Endah Br Manik menghubungi teman Erwin Siregar untuk meminta nomor HP dan menelepon Erwin Siregar menayakan kapan mau dibayar pinjaman uang itu (Rp 5 Juta).

Malam itu juga Erwin Siregar terkejut saat Endah Manik menayakan soal utang tersebut. Kemudian Erwin Siregar menemui Endah Manik dikosannya untuk menayakan kronologis kejadian penipuan modus hipnotis telepon itu.

Esok harinya, Senin (28/11/2016) sekira pukul 08.00 WIB, Endah Br Manik dan Erwin Siregar melaporkan kejadian penipuan itu ke Polsek Jaluko. Kemudian Endah dan Erwin Siregar datang menemui penulis (Rosenman Manihuruk) menceritakan kejadian penipuan itu.

Saat Endah Manik di rumah (Rosenman Manihuruk-Saudaranya) pelakupun masih meminta ditransfer uang Rp 1 Juta lewat pengiriman paket pulsa. Namun Endah Manik tak lagi meladeninya. Hingga malampun pelaku terus menelepon Endah Manik dan mengirimkan SMS soal ancaman jika tidak mengirimkan paket pulsa dengan jumlah Rp 500.000 tersebut.


Melalui Kronologis Ini, semoga Jajaran Polri (Polda Jambi) bisa mengungkap sindikat penipuan ini. Semoga. (Asenk Lee)   

Ini Catatan SBY tentang Kondisi Bangsa Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono (Antara/Yulius Satria Wijaya)


BeritaSimalungun.com, Jakarta - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki catatan atas situasi dan dinamika politik, hukum dan keamanan Tanah Air belakangan ini. Berikut catatan SBY seperti yang diterima redaksi, Senin (28/11/2016).

Ada dua nasehat orang bijak yang saya ingat. Pertama, in crucial thing unity. Artinya, kita mesti bersatu jika menghadapi sesuatu yang penting, apalagi genting. Kemudian, yang kedua, there will always be a solution to any problem. Maknanya, setiap persoalan selalu ada solusinya. Ada jalan keluarnya.

Saya rasakan kedua ungkapan ini relevan dengan situasi di negara kita saat ini. Bangsa Indonesia kembali menghadapi ujian sejarah. Bukan hanya di Jakarta, tetapi saya amati juga terjadi di seluruh Tanah Air. Yang semula isunya cukup sederhana dan bisa dicarikan solusinya, baik secara hukum maupun non hukum, telah berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi rumit.

Gerakan massa yang mengusung tema mencari keadilan mendapatkan simpati dan dukungan yang luas. Sementara itu, pemerintah memilih cara melakukan gerakan imbangan dengan tema besar menjaga kebhinnekaan dan NKRI. Sungguhpun niat pemerintah ini tentulah baik, langkah ini justru memunculkan permasalahan baru.

Pernyataan penegak hukum bahwa negara akan menindak siapapun yang melakukan tindakan makar, yang disampaikan beberapa hari yang lalu sepertinya tak menyurutkan gerakan pencari keadilan tersebut, bahkan membuat ketegangan sosial semakin meningkat. Apa dengan demikian negara kita menuju ke keadaan krisis? Menurut saya tidak. Saat ini tidak akan ke sana. Dengan catatan, permasalahan yang ada sekarang ini segera diselesaikan secara cepat, tepat dan tuntas.

Dalam situasi seperti ini, secara moral saya wajib menjadi bagian dari solusi. Akan menjadi baik jika saya ikut menyampaikan pandangan dan saran kepada pemimpin kita, Presiden Jokowi, agar beliau bisa segera mengatasi masalah yang ada saat ini. Namun, lebih dari tiga minggu ini memang saya memilih diam. Bahkan untuk sementara saya menutup komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk para sahabat, yang ingin bertemu saya (saya mohon maaf untuk itu), dari pada kami semua kena fitnah.

Saya masih ingat ketika saya melakukan klarifikasi atas informasi (baca: fitnah) yang sampai ke pusat kekuasaan bahwa seolah Partai Demokrat terlibat dan SBY dituduh membiayai Aksi Damai 4 November 2016, saya diserang dan "dihabisi" tanpa ampun. Tetapi, mengamati situasi yang berkembang saat ini, saya pikirkan tak baik jika saya berdiam diri. Oleh karena itu, melalui wahana inilah saya ingin menyampaikan harapan dan pandangan sederhana saya tentang solusi dan tindakan apa yang layak dilakukan oleh pemerintah.

Memburuknya situasi sosial dan politik sebagaimana yang kita rasakan sekarang ini, sebenarnya preventable. Bisa dicegah. Cuma, barangkali penanganan masalah utamanya di waktu lalu kurang terbuka, kurang pasti dan kurang konklusif. Kebetulan sekali (unfortunately) kasus Gubernur Basuki ini berkaitan dengan isu agama yang sangat sensitif, yaitu berkenaan dengan kitab suci.

Ketika akhirnya Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjanjikan bahwa kasus Pak Ahok itu akan diselesaikan secara hukum, boleh dikata ucapan kedua pemimpin puncak yang saya nilai tepat dan benar itu terlambat datangnya. 

Sama saja sebenarnya dengan penanganan kasus Pak Ahok yang dinilai too little and too late. Nampaknya sudah terlanjur terbangun mistrust (rasa tidak percaya) dari kalangan rakyat terhadap negara, pemimpin dan penegak hukum. Sudah ada trust deficit.

Karenanya, menurut pandangan saya saat ini prioritasnya adalah mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap negara. Dengan pendekatan yang bijak dan komunikasi yang tulus dan tepat, diharapkan bisa terbangun kembali kepercayaan rakyat terhadap negara dan pemerintahnya.

Mengalirkan isu Pak Ahok ke wilayah SARA, kebhinnekaan dan NKRI, dengan segala dramatisasinya menurut saya menjadi kontra produktif. Isu Pak Ahok sesungguhnya juga bukan permasalahan minoritas vs mayoritas. Justru dalam kehidupan bangsa yang amat majemuk ini harus dijaga agar jangan sampai ada ketegangan dan konflik yang sifatnya horizontal.

Ingat, dulu diperlukan waktu 5 tahun untuk mengatasi konflik komunal yang ada di Poso, Ambon dan Maluku Utara. Upaya membenturkan pihak-pihak yang berbeda agama dan etnis mesti segera dihentikan. 

Masyarakat bisa melihat bahwa dalam melakukan aksi-aksi protesnya para pengunjuk rasa tak mengangkat isu agama dan juga isu etnis. Karenanya, jangan justru dipanas-panasi, dimanipulasi dan dibawa ke arah medan konflik baru yang amat berbahaya itu. Mencegah terjadinya konflik horizontal baik di Jakarta maupun di wilayah yang lain juga merupakan prioritas.

Sementara itu, ada juga yang berusaha membawa kasus Pak Ahok ini ke dunia internasional dengan tema pelanggaran HAM. Saya khawatir hal begini justru membuat situasi di dalam negeri makin bergejolak. Di negeri ini banyak yang amat mengerti mana yang merupakan isu HAM dan mana yang bukan.

Dulu ketika saya mengemban tugas sebagai Menko Polkam dan kemudian Presiden Republik Indonesia, isu-isu demokrasi, kebebasan serta perlindungan dan pemajuan hak-hak asasi manusia selalu menjadi perhatian kita. Isu-isu itu juga terus kita kelola dengan cermat, transparan dan senantiasa merujuk kepada hukum nasional dan internasional. Menurut pendapat saya, proses hukum terhadap Pak Ahok bukanlah isu pelanggaran HAM.

Kita serahkan saja kepada penegak hukum di negeri sendiri. Biarlah para penegak hukum bekerja secara profesional, adil dan obyektif. Jangan ada pihak yang mengintervensi dan menekan-nekan. Biarlah hukum bicara ~ apakah Pak Ahok terbukti bersalah atau tidak. Begitu pemahaman saya terhadap rule of law.

Tetapi dalam perkembangannya, baik di Jakarta maupun di daerah, gerakan massa sepertinya kini mengarah ke Presiden Jokowi. Saya mengikuti berbagai spekulasi yang menurut saya menyeramkan. Apa itu? Muncul sejumlah skenario tentang penjatuhan Presiden Jokowi.

Tak pelak pernyataan Kapolri tentang rencana makar menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Di samping ada pihak di luar kekuasaan yang berniat lakukan makar, menurut rumor yang beredar, katanya juga ada agenda lain dari kalangan kekuasaan sendiri. Skenario yang kedua ini konon digambarkan sebagai akibat dari adanya power struggle di antara mereka.

Terus terang saya kurang percaya. Pertama, saat ini tak ada alasan yang kuat untuk menjatuhkan Presiden Jokowi. Yang kedua, apa sebegitu nekad gerakan rakyat yang tidak puas itu sehingga harus menjatuhkan Presiden dengan cara makar. 

Demikian juga, jika ada pihak di lingkar kekuasaan yang sangat berambisi dan tidak sabar lagi untuk mendapatkan kekuasaan, apa juga kini gelap mata, sehingga hendak menjatuhkan Presiden, pemimpin yang mengangkat mereka menjadi pembantu-pembantunya.

Memang sekarang ini namanya fitnah, intrik, adu domba dan pembunuhan karakter luar biasa gencarnya. Termasuk ganasnya "kekuatan media sosial" yang bekerja bak mesin penghancur. Banyak orang menjadi korban, termasuk saya. 

Banyak bisikan maut, bahkan termasuk spanduk, yang mengadu saya dengan Pak Jokowi, misalnya. Sebagai veteran pejuang politik saya punya intuisi, pengalaman, pengetahuan dan logika bahwa banyak fitnah yang memanas-manasi Presiden agar percaya bahwa SBY hendak menjatuhkan Presiden, tidak selalu berasal dari pihak Pak Jokowi. Luar biasa bukan? Semua harus waspada.

Jangan sampai kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Jangan sampai ada maling teriak maling. Jangan sampai ada yang mancing di air keruh. Mari berwaspada, jangan sampai kita mau diadu-domba. 

Jangan kita berikan ruang media sosial yang sudah tidak civilized (tidak berkeadaban) hanya untuk menghancurkan peradaban di negeri ini. Banyak yang berpendapat bahwa mesin penghancur” itu tidak selalu bermotifkan ideologi, tapi uang (money power).

Saya amat sedih jika menyimak penggunaan bahasa yang amat kasar dan tak sedikitpun menyisakan tata krama dari kelompok Sosmed tertentu. 

Mereka bukan hanya merusak jiwa kita semua, lebih-lebih anak-anak dan remaja kita, tetapi sesungguhnya juga menghancurkan nilai-nilai luhur Pancasila. Kelompok model ini pulalah yang membuat bangsa kita terpecah dan saling bermusuhan.

Sementara itu, jangan sampai pula kita semua jadi korban dari permainan intelijen bohong dan buatan (false intelligence). Saya jadi ingat dulu sebelum terjadinya kudeta atau makar terhadap Presiden Soekarno di bulan September tahun 1965, juga diisukan ada Dewan Jenderal yang mau makar. Kemudian, yang menamakan dirinya Dewan Revolusi justru yang melakukan makar, dengan dalih daripada didahului oleh Dewan Jenderal.

Berbicara tentang makar, saya tetap konsisten bahwa saya tak akan pernah setuju dengan upaya menurunkan Presiden di tengah jalan. Akan menjadi preseden yang buruk jika seorang Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat kemudian dengan mudahnya dijatuhkan oleh sekelompok orang yang amat berambisi dan haus kekuasaan melalui konspirasi politik.

Kalau kita paham konstitusi, seorang Presiden hanya bisa diberhentikan jika melanggar pasal pemakzulan (impeachment article). Memang ada pula pengalaman di banyak negara seorang penguasa jatuh oleh sebuah revolusi sosial atau people's power. 

Contoh yang paling baru adalah kejatuhan sejumlah penguasa di Afrika Utara (Arab Spring). Tetapi, ingat sebenarnya people's power dan revolusi sosial itu tak bisa dibuat begitu saja. Seolah-seolah seorang elit politik bisa menciptakan revolusi dengan mudahnya.

Saya jadi ingat dulu ketika ada "Gerakan Cabut Mandat SBY" di era kepresidenan saya. Sebenarnya, hakikat gerakan itu juga sebuah kehendak untuk melakukan makar. Saya tenang dan tidak panik. Saya tahu gerakan cabut mandat itu hanyalah keinginan sejumlah elit, bukan rakyat. 

Saya tetap bekerja, dan terus bekerja. Saya tak berselingkuh dengan merusak nilai-nilai demokrasi dan rule of law, dan kemudian bertindak represif. Saya tahu tokoh-tokoh politik mana yang turun ke lapangan untuk mencabut mandat saya, tapi tak ada niat saya untuk memidanakan mereka. Gerakan yang namanya seram itu, "cabut mandat dan turunkan SBY" akhirnya cepat berlalu ....

Tentu ada sebuah pesan moral. Bagi yang ingin menjadi Presiden atau Wakil Presiden, tempuhlah jalan yang benar dan halal. Ikuti etika dan aturan main demokrasi. Toh pada saatnya akan ada pemilihan Presiden. Sabar. Jangan nggege mongso.

Kembali kepada situasi nasional saat ini, bagaimanapun permasalahan yang menurut saya sudah menyentuh hubungan antara rakyat dengan penguasa (vertikal sifatnya), harus diselesaikan dengan baik. Penyelesaian yang dilakukan mestilah damai, adil dan demokratis. Cegah jangan sampai ada kekerasan yang meluas. 

Cegah jangan sampai ada martir yang sengaja dijadikan pemicu terjadinya kerusuhan dan kekerasan yang lebih besar. Pemimpin dan pemerintah harus lebih mengutamakan soft power, bukannya hard power. Atau paling tidak paduan yang tepat dari keduanya, yang sering disebut dengan smart power.

Persuasif harus lebih diutamakan dan dikedepankan, bukannya represi. Penindakan dari aparat keamanan haruslah menjadi pilihan terakhir, jika harus melindungi keamanan dan keselamatan banyak pihak, utamanya rakyat sendiri.

Mesti diketahui pula bahwa pengerahan dan penggunaan kekuatan militer ada aturannya. Pahami konstitusi dan Undang-Undang Pertahanan serta Undang-Undang TNI. Jika harus menetapkan keadaan bahaya, penuhi syarat-syaratnya. 

Pelajari Peraturan Pemerintah yang mengatur keadaan bahaya dan tindakan seperti apa yang dibenarkan jika negara berada dalam keadaan darurat. Cegah, jangan sampai Presiden dan para pembantunya dinilai melanggar konstitusi dan undang-undang yang berlaku.

Dalam keadaan "krisis", semoga tidak terjadi, Presiden harus benar-benar pegang kendali. Jangan didelegasikan. Tutup rapat-rapat ruang dan peluang bagi siapapun yang ingin menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Namun, dalam era demokrasi seperti sekarang ini, Presiden tidak boleh menempatkan diri sebagai "penguasa absolut".

Bangun hubungan yang baik dan sehat dengan parlemen serta lembaga-lembaga negara yang lain. Jangan hadapkan Presiden dengan rakyat. Jangan sampai Presiden berbuat salah. 

Ada motto yang berbunyi the president can do no wrong. Artinya, Presiden pantang berbuat salah atau tidak boleh salah. Para pembantu Presiden harus mengawal dan menyelamatkan Presidennya. Sekali lagi, semoga krisis ini tak terjadi. Saya yakin krisis yang banyak dicemaskan banyak orang itu tetap preventable.

Saya berpendapat, sekarang ini Presiden Jokowi dengan para pembantunya haruslah memusatkan pikiran, waktu dan tenaganya untuk menemukan solusi yang terbaik.

Bangun dan dapatkan solusi terbaik itu dengan berbagai pihak. Langkah-langkah Presiden Jokowi untuk membangun komunikasi dengan para pemimpin agama, pemimpin sosial dan pemimpin politik perlu dilanjutkan.

Jangan hanya mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Yang diajak untuk berpikir bersama oleh Pak Jokowi juga jangan hanya pihak-pihak yang nyata-nyata ada di "belakang" Presiden, tetapi seharusnya juga mencakup mereka yang dinilai berseberangan. Rangkullah rakyat, pemegang kedaulatan yang sejati, dengan penuh kasih sayang. Teduhkan hati mereka, jangan justru dibikin takut dan panas.

Himbau mereka untuk tak perlu selalu menurunkan kekuatan massa jika hendak mencari keadilan, dengan jaminan pemerintah benar-benar menyelesaikan masalah yang ada secara serius. Cegah dan batasi para pembantu Presiden untuk membikin panggung politiknya sendiri-sendiri. Jadi lebih rumit nantinya. Ingat, in crucial thing unity....

Dalam situasi seperti ini, sebagai seorang yang pernah mengemban tugas negara di masa silam, termasuk hampir 30 tahun mengabdi sebagai prajurit TNI dan 15 tahun bertugas di jajaran pemerintahan, saya mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kebersamaan kita.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Marilah kita menahan diri untuk tidak bertindak salah dan melampaui batas, sehingga justru akan mengancam kedamaian, keamanan dan ketertiban sosial di negeri ini. 

Marilah kita jaga persaudaraan dan kerukunan kita, seberat apapun tantangan yang kita hadapi. Memang adalah sebuah amanah jika rakyat menjadi gerakan moral yang menjunjung tinggi panji-panji kebenaran dan keadilan. Namun, hendaknya perjuangan suci itu dilaksanakan secara damai dan senantiasa berjalan di atas kebenaran Tuhan.

Akhirnya, menutup tulisan ini, dengan segala kerendahan hati saya ingin menyampaikan bahwa sebagai pemimpin, tidaklah ditabukan jika ingin melakukan introspeksi dan perbaikan-perbaikan. Hal begitu juga kerap saya lakukan dulu ketika selama 10 tahun memimpin Indonesia. Tak ada gading yang tak retak ....



(Sumber: Beritasatu.com)



Beras Sigambiri

Beras Sigambiri
Info Lengkap Klik Gambar (Hubungi Agribisnis Kopjaskum Indonesia Call Center: 081-1238-7288 SMS Center: 081-1238-7287/ 0813-1212-3416)

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona

Wisata Horison Haranggaol Simalungun yang Masih Memesona
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun

Menelisik Kisah Unik Rumah Bolon Simalungun
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA

PERCETAKAN HUTARIH JAYA
PEMATANGSIANTAR. KLIK BENNER UNTUK INFO SELENGKAPNYA

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT

DUKUNG MARUARAR SIRAIT JADI GUB SUMUT
KLIK GAMBAR UNTUK SELENGKAPNYA

GALAN PUNYA GAYA

GALAN PUNYA GAYA
UNTUK DI JAMBI HUBUNGI SH DAMANIK HP 085383195380

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN

DIJUAL KAMUS SIMALUNGUN
JUGA 4 BUKU SEJARAH, ADAT, SENI BUDAYA SIMALUNGUN. HUB: St Drs Jomen Purba (Ketua Yayasan Museum Simalungun). HP 081370266156.

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun

Roti Ketawa, Roti Bulan, Roti Coklat, Kue Oleh-oleh dari Simalungun
Rumah Produksi Milik Ucok Saragih Djawak di marjandi Embong, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun. Atau persis di Jalan Lintas Siantar-Saribudolok. Kamis 7 Januari 2016. Foto Asenk Lee Saragih.

KOMUNITAS

KOMUNITAS
Sejarah & Budaya Simalungun

.

.
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

.

.
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

.

.
KLIK BENNER UNTUK PRODUK SELENGKAPNYA

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

.

.
JUAL ALAT KELENGKAPAN PANCING DI SARIBUDOLOK

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com

PMS JAMBI

PMS JAMBI
KLIK GAMBAR

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
SMS 08127477587

PASANG IKLAN ANDA

PASANG IKLAN ANDA
BAHAN EMAIL KE : beritasimalungun@gmail.com

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN

MARI BERSIHKAN NARKOBA DARI "TALUN" SIMALUNGUN
KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA
 
Support : Redaksi | Contac Us | PT PARNA KARSA
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by BERITASIMALUNGUN