Hadirilah Pagelaran Tor-tor dan Lagu-Lagu Simalungun "Bintang Na Rondang" Karya Taralamsyah Saragih

Hadirilah Pagelaran Tor-tor dan Lagu-Lagu Simalungun "Bintang Na Rondang" Karya Taralamsyah Saragih
Sabtu 25 Oktober 2014 di Auditorium Taman Ismail Marzuki Jakarta Mulai Pukul 10.WIB (Klik Gambar Untuk Informasi Selengkapnya)

SELAMAT BEKERJA PRESIDEN RI KE 7

SELAMAT BEKERJA PRESIDEN RI KE 7
KEMAJUAN RAKYAT INDONESIA ADA DIPUNDAKMU

Trending Topic

Latest Post

Anggota DPRD Siantar Yesika Pratiwi Sidabalok Hampir Diperkosa di Kamar Hotel Oleh Anggota DPRD Siantar Denny Siahaan

Written By Berita Simalungun on Wednesday, October 22, 2014 | 6:48 PM

BREAKING NEWS: Yesika Trauma, Tidak Berani Datang ke Kantor
Yesika Pratiwi Sidabalok saat diwawancari oleh awak media di Polres Kota Pematang Siantar
Anggota DPRD Siantar Yesika Pratiwi Sidabalok bersama Anggota DPRD Siantar Denny Siahaan Dalam satu Moment.
 BERITASIMALUNGUN.COM, SIANTAR - Usai nyaris "dibobol" dalam upaya pemerkosaan yang dilakukan rekan sesama anggota DPRD Pematangsiantar, Yesika Pratiwi dari Partai Hanura, mengaku trauma untuk ke kantor. (Baca: Anggota Dewan Siantar Jessica Mengaku Diperkosa)
 
"Saya pun trauma. Ke kantor pun saya gak berani sekarang. Setelah kejadian tanggal 30 (September) itu, tanggal 1 (Oktober) pun dia masih mengganggu saya. Dia bilang, 'Tanpa kehadiranmu kantor sepi, Dik'. Berarti kan dia masih merasa gak bersalah," ujarnya, Senin (20/10/2014).

Tiwi mengatakan, dia sempat diseret masuk ke kamar hotel di Hotel Siantar oleh Denny pada tanggal 30 September lalu. (Baca: Denny Siahaan Lakukan Kekerasan Seksual pada Yesika)

"Kan udah nyampe di dalam. Terus transaksinya di dalam. Terus saya diseret ke kamar. Saya minta tolong sama orang situ tapi gak ada yang dengar. Dia campakkan saya. Saya udah menjerit-jerit. Dia sudah menampar dia. Kebetulan saya pake korset. Korset saya kan atas bawah. Karena saya sudah trauma pkarena kebejatan si Denny Siahaan, saya dibalikinnya ke Kantor DPRD."

"Lalu saya ngadu sama adik saya. Hannah Sidabalok. Lalu adik saya ngadu ke suaminya. Samuel Siahaan. Lalu adik ipar saya (Samuel Siahaan) ke kantor DPRD untuk mencari si Denny." (Baca: Yesika: Saya Ditariknya, Ditolaknya ke Tempat Tidur)
Tiwi membantah sebelumnya sempat ada upaya perdamaian dengan Denny.
 
"Intinya, saya gak mau berdamai sama dia. Saya hanya mau dia membuat surat pernyataan di depan Golkar bahwa dia bersalah. Tanggal 3 kemarin."

Seandainya Denny minta berdamai?
"Enggak. Saya gak mau berdamai. Makanya saya melapor sama polisi. Karena saya kemana-mana jadi takut. Trauma. Mau ke Medan aja saya takut."
Kenapa begitu lama melaporkannya? Kejadiannya, kan, tanggal 30 September?

"Tadinya sempat tidak akan mengadu. Karena saya kan menjaga marwah DPRD juga kan. Awalnya saya shock. Setelah saya pikir-pikir saya ini gak bisa dibiarkan. Makanya saya datang ke sini untuk melapor," ujarnya.

"Sampai saat ini dia gak ada lagi mengganggu. Saya minta dia dihukum sesuai UU yang berlaku. Kalau soal sanksi dia di DPRD, hanya pihak Golkar ke dialah."
Tiwi pun mengaku tidak takut atas konsekuensi pelaporan yang dilakukannya.

"Saya tidak takut. Saya hanya untuk melindungi diri saya. Karena saya kan wanita. Biar dia juga jangan semena-mena sama wanita. Cukuplah saya yang terakhir menjadi korban," ujarnya.

Pembangunan Tak Berkeadilan di Simalungun

BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pemerataan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Simalungun tak kunjung merata hingga 4 tahun (Oktober 2014) kepemimpinan Bupati Simalungun JR Saragih. Pembangunan itu ibaratkan pilih kasih sehingga banyak masyarakat di Simalungun kecewa.

Berikut ini Postingan Rayyama Tania Saragih yang dikutip BS dari FB bersangkutan.

PEMBANGUNAN TAK BERKEADILAN

Dalam Rencana Umum Pengadaan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten simalungun tahun 2014 pada Paket pengadaan peningkatan jalan lingkungan tidak berkeadilan antar kecamatan, di mana kecamatan yang paling banyak mendapatkan peningkatan jalan lingkungan adalah : 

1. Kecamatan Siantar terdapat 51 proyek jalan lingkungan
2. Kecamatan Raya terdapat 47 proyek jalan lingkungan
3. Kecamatan Dolok Pardamean terdapat 38 proyek jalan lingkungan
4. Kecamatan Panombean Panei terdapat 33 proyek jalan lingkungan
sedangkan yang paling sedikit mendapatkan proyek peningkatan jalan lingkungan ada di kecamatan :
1. Kecamatan Dolok Batu Nanggar hanya ada 2 proyek jalan lingkungan
2. Kecamatan Bandar Huluan hanya ada 3 proyek jalan lingkungan
3. Kecamatan Hatonduhan hanya ada 5 proyek jalan lingkungan
4. kecamatan Bosar Maligas hanya ada 5 proyek jalan lingkungan
apakah sedikitnya proyek peningkatan jalan lingkungan di kecamatan Dolok Batu Nanggar, Bandar Huluan dan Hatonduhan sudah masuk tindakan diskriminatif dari Pemerintah Simalungun ? (Lee)

Jokowi: Ada 8 Nama yang Tidak Diperbolehkan KPK dan PPATK

Jokowi Umumkan Susunan Kabinet Sore ini
Rencananya Jokowi akan lakukan pengumuman kabinet, di rumah Transisi, Jalan Sutubondo nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat.

BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dari 43 nama calon menteri yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), 8 nama mendapatkan catatan merah dari 2  lembaga tersebut. 

‎"Saya sampaikan apa adanya. Semalam kita menyampaikan itu kepada PPATK dan KPK. Dan ada 8 nama yang tidak diperbolehkan," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers di halaman belakang Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014). 

Jokowi merahasiakan siapa 8 nama bermasalah yang dicoret oleh KPK dan PPATK. "Tidak bisa saya sebutkan," kata dia. 

Atas pencoretan 8 tersebut, Jokowi akan kembali mengajukan nama-nama pengganti untuk kembali ditelusuri oleh KPK. ‎Walau belum bisa memastikan kapan susunan kabinet diumumkan, Jokowi memastikan kalau pengumuman tersebut akan disampaikan secepatnya. 

"Ya iya dong (mengajukan nama lain ke KPK dan PPATK). Saya hanya bisa katakan, secepatnya " tandas Jokowi.

Sebelumnya, KPK memberi‎ tanda merah kepada beberapa nama calon menteri Presiden Jokowi yang diserahkan akhir pekan lalu. Nama-nama calon menteri itu diserahkan ke KPK untuk di-tracking (ditelusuri) rekam jejaknya.


Sebelumnya, KPK memberi‎ tanda merah kepada beberapa nama calon menteri Presiden Jokowi yang diserahkan akhir pekan lalu. Nama-nama calon menteri itu diserahkan ke KPK untuk di-tracking rekam jejaknya.

"Kita tidak pakai istilah lolos tidak lolos, tapi memberikan masukan sesuai yang diminta. Yang berisiko tinggi kami anggap merah, yang kami anggap kurang kami beri warna kuning," kata Wakil Ketua KPK Zulkarnaen dalam pesan singkatnya di Jakarta, Senin (20/10/2014).

Pria yang akrab disapa Zul menjelaskan, nama-nama calon menteri itu adalah orang yang ditelusuri sejarah dan latar belakangnya oleh KPK. Apakah pernah tersangkut atau terlibat kasus korupsi. Termasuk juga ketaatan yang bersangkutan terhadap pencegahan korupsi.

"Dari laporan masyarakat juga, perkara yang ditangani selama ini dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dan gratifikasi," ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnaen. (lip6.com)

REVOLUSI MENTAL: Mimpi Merubah Dunia, Awali Perubahan Diri Sendiri

St Jannerson Girsang
Bermimpi merubah orang lain, merubah negara?.

Jangan kawan!. Tidak usah mengharapkan orang lain berubah, apalagi memaksakan mereka berubah. Kitalah yang lebih dulu berubah.

Ayat emas kita mengatakan: "Sebagaimana kamu menginginkan orang lain berbuat kepadamu, perbuatlah demikian kepada mereka, sebab itulah perintah tertinggi dari taurat dan hukum para nabi"
Kalau Anda ingin orang lain berubah, maka ubahlah diri Anda lebih dahulu. Jadilah teladan!. Sebab yang lain menginginkan teladan, bukan perintah atau kata-kata.

Itulah Jokowi kita. Dia yang merubah diri lebih dahulu, memberi teladan dan orang lain mengikutinya.

Jokowi tidak meminta Prabowo atau Abu Rizal Bakrie berubah, tetapi Jokowilah yang terlebih dahulu memberi teladan. Memaafkan, merajut kembali luka lama. Menyembuhkan!

Tindakan-tindakan baru menuju kebaikan, kejujuran sekecil apapun yang kita lakukan, akan menarik orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Ingat!. Anda hanya bisa menjadi diri Anda, tidak bisa menjadi orang lain.

Anda bisa mencaplok kata-kata orang lain, perbuatan orang lain menjadi perbuatan Anda, tetapi pada akhirnya Anda akan kecewa.
Sebab itu bukan diri Anda, bukan perbuatan Anda, hanya pencitraan semata.

Ketika Anda merasa sudah berhasil, Anda sendiri tidak akan menikmatinya, tidak akan mampu bersyukur! Kecewa melihat diri sendiri, kecewa melihat orang lain.
Berbuat satu kebaikan yang jujur dengan identitas sendiri, lebih berharga dari seribu kata-kata kebaikan, kejujuran milik orang lain.

Jangan bermimpi merubah orang lain, merubah bangsa, merubah dunia. Lakukan perubahan dari diri sendiri. Revolusi Mental. Medan, 22 Oktober 2014.(St Jannerson Girsang)

Diduga Menunggak 7 Bulan, Mobil Ekspedisi Tribun Jambi Dirampas Kolektor

Written By Berita Simalungun on Tuesday, October 21, 2014 | 7:20 AM

Add caption

Mobil Ekspedisi Tribun Dirampok di Lubuk Paku

BERITASIMALUNGUN.COM, Kerinci-Mobil Ekspedisi Tribun Jambi dari Bangko menuju Kerinci dirampok oleh orang tidak dikenal di jalan Desa Lubuk Paku Kecamatan Batang Merangin, Kerinci sekitar pukul 10.45 WIB Selasa (21/10).

Informasi dari warga setempat, mobil avanza yang dibawa oleh salah seorang tiba di Desa Lubuk Paku dirampas oleh lebih dari satu orang.

"Ya, mobilnya avanza warna hitam kaca depannya merek Tribun Jambi dirampas oleh orang tidak dikenal siang tadi," ujar salah seorang warga Lubuk Paku kepada wartawan, kemarin.

Kapolres Kerinci AKBP Abdul Mun'I'm dikonfirmasi mengakui, menurutnya sementara mobil ekspedisi tribun tersebut dirampas.

"Bukan dirampok. Kabarnya dirampas oleh lima orang pelaku yang mengaku dari PT Astra Toyota (leasing) karena nunggak  7 bulan," ujar kapolres saat dihubungi, Harian Jambi, tadi malam.

Ia mengatakan, setelah mendapat laporan, pihak melakukan pencarian atas laporan tersebut.

"Tapi saat sekarang ini Polres Kerinci dan Polsek jajaran sedang melaksanakan pencarian dan razia di wilayah perbatasan," katanya.

Terpisah, waka polres Kerinci Kompol Prasetya Adhi Wibowo dikonfirmasi mengatakan, sementara mobil tersebut masih kredit dan sudah lama nunggak pembayaran.

"Kalo mau lebih jelas, bisa lansung konfirmasi sama kapolsek Batangmerangin, soalnya laporan polisinya disana, kami juga masih di lapangan," ungkap waka. (Pir/lee)

Selingkuhi Bendahara Gereja, Pendeta di Bekasi Dibui 6 Bulan

BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Tokoh agama yang seharusnya memberikan suri teladan bagi ummat malah sebaliknya. Seorang pendeta di Bekasi, AAP (55), menyelingkuhi bendahara gereja LS. AAP pun harus mendekam di bui selama 6 bulan.

Kasus bermula saat AAP dipercaya menjadi pendeta di Tambun, Bekasi, pada 1996. Di waktu yang sama, LS juga diangkat menjadi bendahara gereja. Dalam perjalanannya, komunikasi AAP dan LS tidak hanya berjalan secara profesional, tetapi juga melibatkan perasaan sehingga AAP menyatakan jatuh cinta kepada LS. Padahal AAP telah beristrikan EL yang dinikahinya pada 1989.

Cinta terlarang itu membutakan AAP dan LS dan mengesampingkan moral yang harus mereka junjung. Pada November 2006, mereka chek in di sebuah hotel di Bekasi dan terjadilah perbuatan ilegal tersebut.

Ternyata perbuatan itu dilakukan berulang-ulang. Berdasarkan kuitansi pembayaran hotel, mereka tidur satu kamar di hotel pada 25 Juni 2007, 31 Juli 2007, 8 Februari 2007, 2 Maret 2007, 14 Mei 2007. Hal itu diulangi pada 2008 selama dua kali dan pada 2009 selama dua kali.

Istri yang curiga dengan perilaku suaminya lalu mencari jejak perselingkuhan AAP. Setelah didapati bukti-bukti check in hotel, sang istri lalu mempolisikan AAP. Untuk mendesak proses penyidikan, sang istri juga mengantongi surat dari Komnas HAM untuk mempercepat kasus itu.
Pada 1 Maret 2011, Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menjatuhkan hukuman kepada AAP selama 5 bulan penjara. Hukuman ini diperberat menjadi 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung pada 19 Maret 2012. Atas vonis itu, AAP lalu kasasi tapi kandas.

“Tidak dapat menerima permohonan kasasi," putus majelis sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Selasa (21/10).


Duduk sebagai ketua majelis Dr Zaharuddin Utama dengan anggota Dr Dudu Duswara Machmudin dan Dr Sofyan Sitompul. Dalam putusan yang diketok pada 12 Februari 2013 itu, mereka menjelaskan tidak bisa menerima kasasi karena berdasarkan UU MA, perkara pidana yang ancamannya maksimal 1 tahun penjara tidak bisa diajukan kasasi. Adapun perkara pidana a quo (pasal perzinaan) diancam pidana penjara paling lama 9 bulan penjara.(dtk/lee)

Undangan Terbuka Pesta Pengadaan Tanah & Pembangunan Gedung GKPS Persiapan Samosir

Undangan Umum

Riduan Pohan-Nur Sebut Nama Wakil Walikota Bekingi SMPN 4 P.Siantar



Terkait 2Ruangan Bak Kandang Ayam dan Dugaan Penyimpangan Dana BOS

BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Kepala Sekolah SMP Negeri 4 jalan Kartini Pematangsiantar, Riduan Pohan terkesan tidak memiliki kepemimpinan yang bijak malah seraya tidak bertanggung jawab atas adanya 2 ruangan yang digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar dan penggunaan dana BOS.

Anehnya, Riduan Pohan dan Nur yang belakangan ini diketahui pelaksana pengadaan taman sekolah sekota Pematangsiantar yang dikelola dari dana BOS menyebut nama Wakil Walikota Pematangsiantar sebagai ipar Kepsek yang membekingi SMPN 4 Pematangsiantar.

Mengherankan Nur yang tidak diketahui posisi dan kedudukanya di SMPN 4 Pemtangsiantar sesuai informasi menyebut bahwa Wakil Walikota akan mengadukan awak media ini ke Polres Siantar.

Riduan Pohan dan Nur malah melakukan pencemaran nama baik bahkan melakukan perbuatan tidak menyenangkan akan tuduhan yang melanggar pasal 351 KUHPidana.

Awal permasalahan akibat perlakuan maupun penyambutan MS selaku security Sekolah yang melarang insan pers melakukan tugas jurnalistiknya mengenai tindak lanjut investigasi tentang informasi dari orang tua siswa adanya 2ruangan yang tidak layak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar begitu juga dengan dugaan penyimpangan dana BOS.

Sebelumnya Riduan Pohan disambangi di ruang kerjanya, terkesan bak tidak pantas menjabat sebagai Kepsek karena tidak memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi bahkan mampu di propokator Nr yang sebelumnya memberitahukan kepada seorang tim bahwa dirinya tidak mendapat uang dari Kepsek tanpa tujuan pasti.

Adanya 2 ruangan yang digunakan untuk ruangan kelas yang menampung 25 siswa kelas VIII  dan satu ruangan untuk kegiatan belajar mengajar study pendidikan agama sangat terkesan adanya pengecualian sehingga menimbulkan kecemburuan sosial antar sesama siswa.

Kepsek diruang kerjanya hanya menerangkan tidak mengetahui permasalahan tersebut, bahkan tidak mengerti akan arti konfirmasi. Selain hal itu sifat tidak memiliki tanggung jawab diperlihatkan Kepsek akan cara minta maaf sesuka hati.

Janji Kepsek akan menjumpai Kepala Dinas Pendidikan Pematangsiantar hanya bual mokkap (janji palsu.red) kepada 2 awak media yang dilarang meliput untuk meminta petunjuk akan permasalahan.

Narasumber yang enggan namanya dipublikasikan sangat menyayangkan perlakuan security yang dengan sengaja melarang insan pers melakukan tugas jurnalistik yang melanggar implementasi UU No 14 Tahun 2008 tentang KIP dan UU No 40 Tahun 1999 tentang PERS.

"Sangat disayangkan sekarang ini masih ada oknum yang bekerja di dunia pendidikan melakukan larangan maupun menghalangi insan pers untuk meliput bahkan dengan ucapan nada keras lagi" jelasnya

"Begitu juga kinerja Kepsek masa memperdayakan 2 ruangan yang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar, itu sudah merupakan penyimpangan karena diporsilnya penerimaan siswa kelas 1 sehingga memaksakan kakak kelas menempati ruangan yang tidak layak" bebernya

"Hal lain, selain adanya 2ruangan yang bak 'kandang kambing' ada juga dugaan penyimpangan dana BOS karena selama ini tidak terlihat dana yang dianggarkan untuk rehap ringan sebesar 7%, kmana selama ini dana rehap ringan tersebut melihat jumlah siswa sampai 300 orang jika dikalikan besar bantuan BOS pertahun yang cair triwulan, kmana itu di anggarkan" tegasnya

"Sudah layaklah pihak berwenang melakukan audit kemungkinan Kepala Sekolah sudah melakukan mark up laporan pertanggung jawapan penggunaan dana BOS. Begitu juga dengan oknum atas nama Nur kenapa melakukan pembohongan dan menuduh seseorang tanpa ada bukti, kan sudah sangat meresahkan perlakuan seperti itu bahkan menuduh seseorang tanpa bukti sudah masuk pidana itu" tutupnya

Drs. Koni Ismail Siregar selaku Wakil Walikota Pematangsiantar melalui selular, Senin (20/10) pukul 19.40wib kepada insan pers  menjelaskan tidak mengetahui permasalahan maupun adanya 2ruangan bak kandang ayam yang diperuntukkan untuk kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 4 Pematangsiantar.

Riduan Pohan selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Pematangsiantar tidak berhasil dihubungi melalui selular, begitu juga dikonfirmasi melalui pesan singkat tidak ada respon baik.(SyamP)

Selamat Sebulan, Polres Simalungun Tangkap Penjahat 76 Orang

Para Penjahat yang ditangkap Polres Simalungun. Foto Silver Silalahi

BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Guna terciptanya keamanan dan kenyamanan ditengah-tengah masyarakat Simalungun, pihak kepolisian setempat terus berupaya untuk mewujudkannya. Dengan memaksimalkan pelayanan, juga mengungkap kasus-kasus kejahatan yang terjadi diwilayah hukum Polres Simalungun.

Hal ini disampaikan Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik pada saat jumpa pers di halaman Mapolres Simalungun, Pematang Raya, Selasa (21/10/2014). Dalam keterangan nya, Andi mengatakan bahwa dalam sebulan terakhir, pihak nya sudah menangkap 76 orang dengan kasus yang berbeda.

“Kami sudah menangkap 76 orang. 29 orang kasus judi, curas 2 orang, curat 10 orang,curanmor 4 orang, kasus pembunuhan 1 orang dan tindak pidana 46 orang,” ujar Andi.

Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa pihak nya masih mengharapkan kerja sama yang baik dari masyarakat. “Silahkan masyarakat beri bukti dan laporkan, saya akan turun langsung,” katanya.

Untuk itu Kapolres Simalungun akan segera mengevaluasi kinerja Kapolsek di Simalungun apabila tidak berhasil mengungkap kejahatan-kejahatan di wilayah kerja masing-masing.


Ketika wartawan menanyakan tentang keberadaan bandar judi dan narkoba,Adi mengatakan masih akan tetap menyelidiki dan memproses secepat mungkin. “Kami akan tetap berupaya untuk mengusut tuntas sampai ke bandar  besar nya,” kata Andi. (Silver Silalahi)
Barangbukti Narkoba
Barang Bukti Judi

Presiden Jokowi Diharapkan Pilih Menteri Bersih


BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto harapkan Presiden Joko Widodo memilih figur menteri kabinet yang kompeten, bersih, dan aspiratif.

"Masyarakat menaruh harapan besar kepada Presiden Jokowi untuk memilih menteri-menteri yang sesuai dengan harapan masyarakat yakni kompeten, bersih, dan aspiratif," kata Heri Budianto pada diskusi "Membangun Sinergi Pemerintahan dan Parlemen yang Sehat" di Jakarta, Selasa.

Menurut Heri, langkah Jokowi meminta KPK untuk membantu menseleksi calon menteri apakah bersih atau tidak dari indikasi kasus korupsi serta apakah memiliki rekening mencurigakan atau tidak, adalah salah satu aspirasi masyarakat.

Nama-nama calon menteri hasil rekomendasi KPK apakah bersih atau tidak, menurut dia, sudah menurunkan kemungkinan pemerintahannya dari tersandera oleh menteri yang bersangkutan.

"Ini tergantung pada Pak Jokowi, apakah akan menggunakan indikator dan rekomendasi dari KPK," katanya.

Pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mercu Buana ini menegaskan, sebaiknya Jokowi mendapat figur menteri yang bersih dan berintegritas tinggi.

"Jangan sampai orang yang terkait dengan kasus korupsi, menjadi saksi kasus korupsi, atau disebut-sebut terkait dengan kasus korupsi menjadi menteri. Jangan sampai karena menteri menteri bersih jadi menyandera pemerintah," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Heri Budianto juga menyarankan, agar Jokowi tidak menempatkan figur neo-liberalisme sebagai menteri di kabinetnya.

Menurut dia, figur yang neo-liberal lebih mengutamakan pasar global daripada rakyat dan nasionalisme.

Padahal, kata dia, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang menjadikan melakukan revolusi mental dengan pendekatan konsep Trisaksi lebih mengutamakan kerakyatan dan nasionalisme.(ant/lee)

Catatan Simon Saragih Terhadap Balon Bupati Bona B P Purba Ak

Written By Berita Simalungun on Monday, October 20, 2014 | 8:10 PM

Bona P Purba Ak
KEHIDUPAN YANG KONTRAS
* Doa dan Harapan Seorang Istri


BERITASIMALUNGUN.COM,-SULIT membayangkan seseorang yang bergelut dengan angka miliaran rupiah tetapi hidup kesehariannya adalah kadar recehan. Sulit membayangkan profil "dina" seorang yang pernah jadi dosen di perguruan tinggi swasta mahal, Universitas Pelita Harapan.(Klik Profile Bona P Purba)

Mungkin juga ini adalah buah dari ironi penggajian pegawai pemerintahan. Bekerja bertahun-tahun hingga 27 tahun di Badan Pengawasan Keuangan dan Keuangan Pembangunan (BPKP) bertahun-tahun pula dia bertahan dengan kehidupan "sumir".

Penasaran dengan kisah nyata kehidupan keluarganya, sengaja saya ditemani Andersius Ginting Ofs dan Jobs Tarigan berkunjung. Ini baru pertama kali saya sendiri memasuki rumah Bona BP Purba Ak walau sudah berteman sejak 1980.

Memasuki kompleks rumahnya seperti membutuhkan perjuangan. Melintasi perumahan Alam Sutra nan megah serta mewah terbayang pula sebuah rumah besar dan jalan besar. Kami menuju Alam Sutra di Tangerang karena akses ke kompleksnya tertulis melalui Alam Sutra, hunian elite di kawasan Tangerang.

Ternyata menuju kompleks perumahannya di Kinciran, tetangga Alam Sutra, tidak lewat boulevard alias jalan lebar.

Dari lingkungan Alam Sutra harus menuju lagi sebuah akses mirip gang tikus dimana dua mobil tak bisa saling melewati dengan mulus. Di di titik-titik tertentu satu mobil harus berhenti untuk memberi akses bagi mobil lainnya.

Kinciran dan Alam Sutra adalah simbol dualisme. Hunian kaya dan tak kaya. Hunian megah dan sederhana, sebenarnya hampir mirip kumuh. Di tembok salah satu sudut jalan tertulis "Desa yang saya tinggali tak lagi ramah".

Mungkin juga ini sindiran implisit warga yang tertinggal atau terpinggirkan dari deru pembangunan.

Begitu banyak gang kecil, semraut dan berliku sehingga ada dua kali maju mundur karena keliru. Begitu tiba, rumah ada di jejeran perumahan tipe 36 dengan luas bangunan 60 meter dan begitu juga luas tanahnya.

"Silahkan masuk, maaf rumah RSS ya," demikian Sri Lestari tersenyum menyambut kami. Namun posisi ruangan terasa nyaman karena penataan interior yang apik walau sempit.

Perbincangan pun berlangsung dengan istri Bona P Purba Ak, bernama Sri Lestari. Dia pun menceritakan putra bungsu mereka Alex yang bersekolah di SMP Ora et Laboran di bilangan Bumi Serpong Damai (BSD).

"Lha, kan ada Yayasan Santa Laurensia dekat sini? Mengapa harus jauh ke BSD?"

Di Yayasan Laurensia uang pangkal Rp 35 juta tetapi di Ora et Labora Rp 17 juta. "Uang sekolah di Laurensia mahal, RP 2 juta sebulan. Karena itu kami pilih Ora et Labora," kata Sri Lestari yang setiap hari mengantar anaknya naik sepeda motor dengan jarak sekitar 15 KM dari rumah yang mereka tinggali puluhan tahun.

Lalu dimana putri tertuanya, Donna kuliah? "Dia diterima di PTN Universitas Brawijaya jurusan Komunikasi di Malang."

Perbincangan pun mengarah ke hal pribadi dari sisi rumah tangga sejoli ini.

Jangan bayangkan kehidupan mewah, berlebihan apalagi liburan ke Bali atau Singapura sebagaimana dilakukan banyak kalangan kelas menengah sekarang ini. Bertahun-tahun pasangan ini tidak pernah mampu melakukan itu. Di saat libur mereka kadang hanya kembali ke kampung halaman orangtua. "Siamu saya selalu ingat Ibundanya."

"Saya seorang asal Solo dan diajarkan berprinsip layaknya seorang istri yang harus memahami. Karena itu sebagai istri saya menurut saja dan berdoa semoga suami selalu bahagia dan baik-baik di pekerjaannya," kata Sri Lestari.

Setuju Bona maju menjadi bakan calon bupati?
"Iya, kebetulan rencana ini sudah didiskusikan pada saya dan anak-anak. Kami setuju. Namun sebenarnya ada tanda tanya."

Apa karena suami akan kehilangan waktu untuk keluarga atau apa?
"Oh, kalau soal waktunya saya sudah paham. Sejak dulu dia memang sibuk dengan pekerjaan dan kami sudah memaklumi.”
Lalu ada opini ketika dia mencoba maju sebagai balon bupati?

“Tidak ada. Saya setuju saja. Sejak dulu memang dia sudah memilih untuk melayani dan fokus pada pekerjaannya. Kalau keadaan di rumah lebih banyak saya yang menangani termasuk anak-anak.”

Namun saya memang bertanya karena sekilas saya tahu jika maju atau mencalonkan diri jadi anggota legislatif dan eksekutif diperlukan banyak uang. “Karena itu saya menanyakan bagaimana mengatasi itu. Ya karena saya yang selalu memegang uang. Jadi sangat tahu sekaligus sempat heran dan berpikir bagaimana jika ini membutuhkan uang besar?"

Jika untuk kehidupan keluarga, menjalani hidup sederhana tentu tak masalah. Akan tetapi ini soal balon yang terkait uang besar.

Namun ketika dijelaskan bahwa ini adalah sebuah perjuangan, sesuatu yang tidak mudah tetapi tetap harus dicoba demi sebuah perjuangan sekaligus memberi warna tanpa “money politics”.

“Jika memang demikian, saya setuju saja. Hanya saja saya tentu sempat bertanya karena demikianlah fakta kehidupan kami. Jika memang itu keinginannya, saya turut berdoa dan itulah yang bisa saya lakukan seperti yang sudah-sudah.”

Kalau soal sifat, ya saya tidak pernah ragu. Sejak dulu dia selalu bicara soal pelayanan dan melayani. “Doaku menyertainya dari hati terdalam.”

Soal kesediaan pelayanan dan kebaikan, ini adalah satu hal yang bisa saya katakan seujujurnya. Tentu tak ragu mengatakan bahwa suami saya memang baik. “Saya sering kali memilih mengalah karena ya memang begitulah orangnya.”

Mengalah dalam arti, merelakan kepribadian suami yang memang terus memilih melayani orang sejak kami menikah. Ya hanya itu warna utamanya. Dan saya kuat serta rela menerima itu."

“Hal yang saya tahu sejak kecil dia ingin menjadi rohaniwan walau tidak kesampaian. Karena itu saya bisa memahami mengapa sikap seperti itu tetap dia pegang konsisten sampai sekarang, bahwa dia ya untuk orang lain. Kadang sebagai istri saya sering merindukan agar dia utuh milik saya dan keluarga. Akan tetapi lama-lama saya mengerti karena dia sudah seperti itu.”

Sekali lagi saya mengatakan, “Saya berdoa agar ini tercapai dan ini tulus dari hati saya.”(Simon Saragih)

INI TANGGAPAN BERITA INI DI GROUP FB (KoRaSSS)
  • Henry Leonard Saragih Satu gambaran latar belakang keluarga terdekat Balon Simalunun 1 yang sangat menyentuh..tetap berdoa dan akan kita perjuangkan..Diatei tupa bani saninaku..yang mencoba menggali aspek keluarga terdekat..Maju terus Lawei Bona Petrus Purba..Doa dan dukungan kami untuk Lawei..

  • Simon Saragih Antara hasrat dan fakta soal mekanisme politik praktis nyata. Terpikir oleh saya, adakah mekanisme politik memberi ruang bagi sebuah hasrat tulus?

    Ya, kita memang ada di negara berkembang yang sedang mencari wujud. Namun demikian harapan dan hasrat seharusnya tak pernah surut, meski mesin politik sangat unik.

  • Marim Purba Politik memang unik. Tapi ketulusan bisa menembusnya. Kita memang perlu yang otentik.

  • Simon Saragih Eak Tulang. Eak. Domma malas uhur manjaha komentar mu ai Tulang. Lang ge na sa ikkon monang dahkam. Tapi ipadas hita ma ge tong aha na porlu si padasaon tene Tulang.

    Eak, malas do uhur tumang dahkam.

  • Simon Saragih Hal yang paling mengharukan saya, Sang Istri ini tidak bicara soal kemampuan suami membeli berlian misalnya, atau pindah ke kompleks lebih layak.

    Dia bilang, "Ya inilah Tuhan berikan pada saya."Oh God....

  • Monang Saragih Kesederhanaan, kejujuran dan ketulusan yg semakin langka ditengah masyarakat yg umumnya merana ini adalah merupakan sebuah modal berharga utk bekerja/melayani. Tinggal menambahkan semangat juang yg super disertai kecerdasa plus kemampuan melihat segala sesuatu secara realistis baik olh ybs maupun olh org2 yg ada disekitar ybs. Slamat berjuang, semoga sukses.......

  • Simon Saragih Ai ma da Bang Monang Saragih: Na realistis on ma ge sipata nanimarsakhon ni uhur ai . He he he

  • Bona P Purba Ak Terima kasih atas segala postingan dan comment atas postingan ini. Itulah kenyataan hidup, itulah saya. Saya tidak pernah mau lari dari kenyataan hidup. Saya selalu bersyukur padaNya atas segalanya yang telah Ia anugerahkan padaku. Itu jawabannya, mengapa saya dapat menjalaninya semuanya, karena saya percaya bahwa Ia selalu memberikan yang terbaik buat kita manusia, termasuk saya. Kita sering terjebak dengan pola pikir kita sendiri dalam menghadapi hidup ini. Sesuai dengan ilmu yang kita punya, kita sering melogikakan Tuhan. 
    Jika kita mengerjakan A maka kita berharap hasilnya adalah B, ketika hasilnya menjadi C dan tidak B yang seperti kita harapkan, kita sering tidak bisa menerimanya, sedih, frustasi, marah, ngambek dan lain sebagainya dan kadang-kadang merasa bahwa Tuhan itu tidak adil pada kita dan mulai befikir: untuk apa saya berdoa kepadaNya, untuk apa saya berbaik-baik pada orang, untuk apa saya rajin beribadah dan lain sebagainya. Kita tidak sadar bahwa kita adalah "nothing"dibandingkan denganNya dan sangat tidak layak di hadapannya. 
    Pertanyaannya: mengapa kita melogikakan Ia? Mengapa saya menerima semua hasil dari apa pun pekerjaan dan apa yang telah saya lakukan dan apapun kehidupan saya apa adanya, karena saya yakin dan sangat percaya bahwa Ia selalu memberikan yang terbaik kepada saya dan kita semua.Mari kita selalu berpasrah dan memohon bimbinganNya dalam semua apapun yang kita lakukan dan ucapkan sehari-hari dalam hidup di dunia yang fana ini.

  • Rikanson Jutamardi Purba What a nice post!

  • Bona P Purba Ak Diatei tupa ma sanina

  • Hamonangan Girsang Tulisan yg sangat bermakna mengetahui siapa dan bagaimana serta untuk apa ....Nice, salah satu langkah to know him and abilitynya,..lanjutkan ke next posting !!!

  • Monang Saragih Betul, tpi tampaknya Tuhan berkehendak lain, tdk utk Bupati.-

  • Rikanson Jutamardi Purba Hasil terawangan do ai Bang?

  • Monang Saragih Sebaiknya org yg mau jadi Bupati, setidaknya 5 tahun terakhir sudah berkarya gemilang di Tanoh Simalungun, sehingga dia sdh dikenal dan mengenal daerah tsb. Biarlah org Simalungun yg semacam itu yg memimpin Simalungun kedepan ini.

  • Monang Saragih Ulang ge namin na roh susur hun nagori....., atap na hun sion na madaoh, heheeee.....

  • Rikanson Jutamardi Purba Sayang hurang gemilang ope na hubaen ijon sejak 2008 ai, Dahkam!

  • Monang Saragih Bahen ham ma torus, ganjang ope panorang mu.....

  • Rikanson Jutamardi Purba Bersama Mora, kita jaya. He...4x.

  • Asenk Lee Saragih Lanjutkan dan rapatkan barisan

  • Monang Saragih Mora siap mendukung org Simalungun yg sdh jelas2 berkarya nyata di Tanoh Simalungun, walaupun dia hanya mantan Pangulu.....

  • Rikanson Jutamardi Purba Mantap do tong Abangkon!

  • Monang Saragih Kasihanlah org2 Simalungun yg sdh sejak lama berjuang di Tanoh Simalungun, dg mudah mereka ditilap org yg tdk jelas karya nyatanya utk masyarakat yg tinggal menetap di Kab, Simalungun. Sangat tdk adil.......

  • Rikanson Jutamardi Purba Ha...4x. Kasihan memeng...! (catatan: ini memang tdk salah ketik!).

  • Monang Saragih Perantau klw ada jago2nya mw jdi pejabat, rebutlah jabatan diperantauan, msh banyak jabatan yg lowong disana......


HONDA SELALU TANGGUH

HONDA SELALU TANGGUH
KLIK GAMBAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR

SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR
Profile Klik Gambar

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA

KEDAI KOPI ENAK DI HARANGGAOL, KARYA RIMBA TEMPATNYA
KLIK GAMBAR UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN

RUMAH MAKAN KHAS SIMALUNGUN
DI JALAN SUTOMO SARIBUDOLOK (KLIK GAMBAR)

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun

Bona Petrus Purba Bakal Maju di Pilkada Simalungun
KLIK GAMBAR

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja

“Bagod & Tambuls” Tempat Tongkrongan Bersahaja
Alamat di Jalan Gereja No. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar. (Selengkapnya Klik Gambar)

BPJS KESEHATAN

BPJS KESEHATAN
WAJIB DAN BERMANFAAT (INFO SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)

SIMPEDES BRI

SIMPEDES BRI
Simpedes adalah simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang dilayani di BRI Unit, yang penyetorannya dapat dilakukan setiap saat dan frekuensi serta jumlah pengambilan tidak dibatasi sepanjang saldonya mencukupi.(SELENGKAPNYA KLIK GAMBAR)
 
Support : Redaksi | Contac Us | Pedoman Media
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by Blogger