Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Pukul 12.53 WIB, Halo di Langit Siantar


Fenomena matahari yang dikelilingi sinar warna-warni seperti pelangi, Senin (7/5). (Foto: FAHMI)Fenomena matahari yang dikelilingi sinar warna-warni seperti pelangi, Senin (7/5). (Foto: FAHMI)SIANTAR- Momen langka dan pemandangan menarik, terjadi di langit biru Kota Siantar. Senin (7/5) pukul 12.53 WIB, fenomena halo atau awan nimbus terlihat di seluruh Kota Siantar. Puluhan warga terlihat mengabadikan gambar pelangi melingkat di matahari itu dengan telepon seluler dan kamera.
Di seputaran kantor DPRD Siantar, usai Forum Solidaritas Wartawan dan LSM Siantar Simalungun (FSWLSS) melakukan aksi, di tengah matahari siang yang tidak terlalu terik, pemandangan menarik terlihat di langit. Matahari yang saat itu berada persis di atas kepala, terlihat dikelilingi cahaya putih.
“Woi, lihat itu ke atas, ada halo. Jarang ini terjadi di Kota Siantar,” ujar salah seorang warga di sana.
Sejumlah masyarakat di Jalan Aman, Kelurahan Siopat Suhu dan kecamatan lainnya di Siantar dihebohkan dengan halo tersebut. Warga mengaku, sangat jarang melihat fenomena alam seperti itu.
“Indah sekali, ada pelangi mengelilingi matahari. Kenapa ya bisa terjadi seperti itu, saat siang hari pula,” sebut Jefre Siringo-ringo dan rekannya Andre Manullang warga Jalan Aman.
Fenomena matahari yang dikelilingi sinar warna-warni seperti pelangi, Senin (7/5). (Foto: FAHMI)Fenomena matahari yang dikelilingi sinar warna-warni seperti pelangi, Senin (7/5). (Foto: FAHMI)Warga lainnya, Samuel Sihotang mengaku, awalnya ada beberapa kawan-kawannya yang mengirim bbm, soal fenomena tersebut. “Awalnya aku di-bbm kawan, soal pelangi mengelilingi matahari. Setelah kulihat ternyata benar adanya. Sangat indah,” katanya didampingi kawan satu rumahnya, Harapan Aruan.      
    
Informasi dihimpun METRO dari berbagai sumber, halo disebut juga nimbus, icebow, atau gloriole. Halo merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan.

Atau bisa juga muncul pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tapi umumnya halo muncul disebabkan kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada pada 5-10 km atau 3-6 mil di lapisan atas troposfer. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es.

Cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma, sehingga sinar matahari menjadi terpecah ke dalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya. Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.(METROSIANTAR.COM)

Berita Lainnya

There is no other posts in this category.

Post a Comment

0 Comments