}); 2014 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

"Sulitnya Menjual Kalender GKPS"

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 December 2014 | 08:46

Saat Menjual Kalender GKPS 2015 di Gereja GKPS Kotabaru Jambi Minggu 21 Desember 2014.

Judul tersebut tepat rasanya dituliskan. Sejak hadirnya Kalender GKPS Pusat ( 150 eks) di Jambi sekira 26 November 2014 lalu, hingga kini masih tersisa hingga 45 eks. 

Padahal jumlah jemaat GKPS Resort Jambi ada sekitar 250 KK, dengan rincian GKPS Kotabaru Jambi 170 KK dan sisanya ada GKPS P Tanah Kanaan Jambi. Kemudian Majelisnya Sekitar 50 Orang.

Dengan niat membantu menjualnya, saya harus merayu, mengiba dan mendekatkan diri layaknya seorang salesman. Lalu timbul dalam pikiran saya, apakan jemaat ini tak lagi rindu dengan Kalender GKPS Karya Kantor Pusat GKPS ini. Ataukah Jemaat GKPS Sudah "Mati Rasa" akan menghargai karya GKPS Pusat ini. Saya terus menduga-duga.

Dan memang begita juga adanya. "Sudah banyak Kalender di Rumah," demikian jemaat menjawab saat saya menawarkannya. Militansi ahab Jemaat GKPS terhadap Produk Hasil Karya GKPS Pusat seperti Kalender ini terus merosot. Kalender GKPS Tahun 2014 justru banyak teronggok di Lemari Konsistori GKPS Jambi. Padahal dipesan hanya 100 Eks.

Sidih rasanya. Rasanya jemaat kurang percaya diri untuk memajang Kalender GKPS di Ruang tamu rumahnya. Oh sungguh rasanya. Apa yang salah, apa yang kurang dari GKPS ini. Ataukah Jemaat GKPS sudah tak lagi peduli dengan buah karya GKPS?.
"Ah.......Sedih.......Sulitnya Menjual Kalender GKPS"

Yayasan PEDULI PENDIDIKAN MARSIURUPAN Berbuat Untuk Generasi Masa Depan Simalungun

Written By Beritasimalungun on Monday, 29 December 2014 | 11:05



Dr. Djaserlin Saragih, Marlan Sinaga, Irwando saragih, Pdt Martin Lukito Sinaga, Edy M. Saragih, Sehat Damanik, Ari Kesnal Saragih, Dr. Darmon Sinaga, Irjen Wagner Damanik.

Mulai BERGULIR persiapan Yayasan PEDULI PENDIDIKAN MARSIURUPAN, dengan visi menyiapkan generasi Simalungun yang unggul dan berdaya saing -dan kiranya akan membentuk "blok enterpreneur" di masa depan. Tanggal 28 Desember akan "berpesta-pelajar" di Desa si Turi-turi, Distrik 3. Sejumlah pendukung: Dr. Djaserlin Saragih, Marlan Sinaga, Irwando saragih, Pdt Martin Lukito Sinaga, Edy M. Saragih, Sehat Damanik, Ari Kesnal Saragih, Dr. Darmon Sinaga, Irjen Wagner Damanik.

YAYASAN PEDULI PENDIDIKAN MARSIURUPAN: pada tangal  28 Desember 2014 telah berkumpul 600 siswa, dan telah memberi penghargaan kepada 95 siswa SD, 48 siswa SMP, 29 siswa SMA, dan 30 mahasiswa PTN. 

Terimakasih untuk Boston Purba, Iwan Setiawan Saragih, Kornat Rumapea, dan Sehat Damanik yang melakukan acara Yayasan ini di Si Turi-turi, Dist 3 GKPS. Sungguh Natal memberi Kabar Baik-nya! 

Foto Pdt Martin L Sinaga

AirAsia Hilang Kontak, Hari Mulai Gelap, Kapal dan Pesawat Pencari QZ8501 Kembali ke Pangkalan

Written By Beritasimalungun on Sunday, 28 December 2014 | 18:28

http://newopenx.detik.com/images/ed1cb716f12bd34de1d045cf87041262.jpg 

Kabasarnas: Malaysia Bantu 3 Pesawat dan Singapura 1 Pesawat

 Jakarta - Pemerintah akan mengeluarkan kekuatan penuh untuk mencari pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang di lepas pantai Belitung. Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga ikut membantu mencari pesawat A320-200 itu.

"Besok Malaysia akan membantu 3 pesawat dan Singapura 1 pesawat untuk membantu pencarian," ujar Kepala Basarnas F Henry Bambang Sulistyo dalam konferensi pers di kantornya bersama Wapres Jusuf Kalla, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014).

Sutrisno mengatakan, pencarian akan kembali dilakukan besok pagi dengan kekuatan penuh dari Basarnas, TNI, Polri dan nelayan. Basarnas juga akan membangun posko taktis di Pangkal Pinang.

"Tindakan awal operasi ini kita akan menuju titik perkiraan jatuhnya pesawat dan pencarian akan dilakukan sesuai situasi di lapangan," ujarnya.

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertandang ke Basarnas dan memimpin operasi pencarian dan penyelamatan pesawat AirAsia QZ8501. JK menyatakan kemungkinan besar pesawat itu mengalami kecelakaan.

"AirAsia yang hilang kontak kemungkinan besarnya mengalami kecelakaan," jelas JK dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014) pukul 17.50 WIB. JK didampingi Kepala Basarnas F Henry Bambang Sulistyo.

JK kemudian mengungkapkan duka cita pada keluarga korban. "Duka cita pada korban atas kejadian ini. Pemerintah menginstruksikan Basarnas, AL, AU, untuk menemukan pesawat baik di darat atau di laut tentunya," imbuh JK yang mengenakan jaket hitam ini.


Jakarta - Kapal-kapal milik TNI AL dan pesawat TNI AU serta sejumlah kapal lain dikerahkan untuk melakukan pencarian AirAsia AZ8501 yang hilang. Namun karena hari sudah mulai gelap, kapal dan pesawat ini dipulangkan kembali ke pangkalan.

"Karena hari sudah gelap, semua kembali ke pangkalan," ujar Wapres Jusuf Kalla dalam konferensi pers di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakpus, Minggu (28/12/2014).

JK mengatakan, seluruh kapal TNI AL yang berada di sekitar Batam dikerahkan untuk melakukan pencarian pada hari ini. Untuk pencarian besok Senin, jumlah kapal pencari akan ditambah untuk memperluas area pencarian.

"Besok akan ditambah lagi secara maksimum," ujar JK.

Tak hanya itu saja, JK mengatakan, Indonesia juga mendapatkan bantuan dari negara tetangga seperti Australia, Singapura dan Malaysia terkait pencarian ini. "Dan itu kita terima sebagai bentuk operasi bantuan kemanuasiaan," kata JK.

KNKT: Tawaran Bantuan Internasional Belum Bisa Kami Terima 

Jakarta - Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 membuat negara-negara sahabat bersedia mengirim bantuan untuk melakukan pencarian. Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menerima tawaran tersebut.

"Kami juga kalau ada peristiwa di ASEAN selalu ingin membantu dan ini memang sudah menjadi punya kewajiban moril untuk membantu, kami dapat informasi banyak yang mau bantu tapi kami masih ingin mengandalkan kemampuan dalam negeri," ujar Tatang di Bandara Internasional, Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (28/12/2014).

Adapun negara yang sudah menawarkan bantuan adalah Inggris, Australia, Singapura, dan Malaysia.

Sementara itu dari pihak Indonesia telah mengerahkan TNI AU dan Basarnas. "Alasan belum bisa menerima adalah yang pertama kami masih belum bisa pastikan di mana posisi pesawat itu. Kedua adalah masalah efisiensi, kita gunakan kemampuan kita dahulu," tutur Tatang.

Dari 155 penumpang pesawat tersebut memang ada beberapa yang merupakan warga negara asing. Mereka berasal dari WN Singapura (1 orang), WN Inggris (1 orang), WN Malaysia (1 orang), WN Korea Selatan (3 orang), dan 1 WN Prancis yaitu kopilotnya.

Kemenhub: Ada 155 WNI dan 7 WNA di Dalam Pesawat AirAsia QZ8501 

Detik

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali meng-update informasi mengenai upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di antara Tanjung Pandan dan Pontianak. Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo menyebut ada 155 warga negara Indonesia dan 7 warga negara asing.

"Jadi ada 155 WNI, kemudian 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, 3 WN Korea Selatan dan 1 WN Prancis, itu kopilotnya," ucap Djoko saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (28/12/2014).

Djoko juga bahwa Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar masing-masing negara yang warganya ikut dalam pesawat tersebut. Selain itu, negara-negara itu juga menawarkan bantuan dalam upaya pencarian pesawat itu.

"Kita sudah koordinasi dengan Kemenlu melalui Dirjen Protokoler dan Konsuler sudah menghubungi Kedubes sehingga semua keluarga sudah diberitahu," ucapnya.

Pesawat AirAsia jenis Airbus A320-200 yang mengangkut 155 penumpang dan 6 kru telah take-off dari Bandara Juanda di Surabaya pada pukul 05.35 WIB menuju ke Bandara Changi Singapura. Namun pada pukul 06.17 WIB pesawat hilang kontak di antara Tanjung Pandan dan Pontianak. Hingga kini, pihak pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya pencarian pesawat tersebut.
 

 Rumor Pesawat Landing Darurat, Dirjen Perhubungan: Belum Bisa Dikonfirmasi 

Jakarta - Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Joko Muryatmojo merespon adanya kabar burung soal isu pesawat AirAsia bernomor penerbangan QZ8501. Pihaknya menyatakan rumor itu tidak bisa dikonfirmasi.

"Isu pesawat landing di NTT, terus ada di Belitung Timur, katanya penumpangnya meng-SMS saudaranya, dan sebagainya," kata Djoko, di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengakreng, Tangerang, Banten, Minggu (28/12/2014).

Pesawat itu belum dipastikan berhasil landing atau bagaimanapun ujung nasibnya. Yang jelas, rumor itu belum terbukti kebenarannya.

"Ini kita belum bisa dikonfirmasi," kata Djoko.

Djoko memastikan, bahan bakar yang dimuat oleh pesawat ini hanya cukup untuk 4,5 jam terbang. "Dan kita belum bisa berikan kesimpulan di mana pesawat itu berada," kata Djoko.

Kabar muncul di BBM yang menyatakan bahwa pesawat AirAsia QZ8501 mendarat darurat di Belitung Timur, Bangka Belitung. Juru bicara Kemenhub JA Barata menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kabar itu.

"Kami di pusat belum dapat kabar itu. Kabarnya rekan-rekan di Surabaya sudah (dapat informasi). Ini langsung kami cari kepastiannya," ungkap Barata saat dikonfirmasi detikcom.

Barata dikonfirmasi detikcom setelah sebuah pesan via Blacberry Messenger yang diterima salah seorang keluarga penumpang mengabarkan informasi tersebut. Intan yang merupakan warga NTT itu menerima pesan dari temannya. (Detik.com)





PDIP Rangkul Bona Petrus Purba Sebagai Balon Bupati Simalungun

Bona Petrus Purba mendaftarkan diri untuk menjadi bakal calon Bupati Simalungun 2015 – 2020 di DPC PDI - Perjuangan Kabupaten Simalungun Jalan Asahan Km 3,5 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Minggu (28/12/2014). FT IST

BERITASIMALUNGUN.COM, Sialungun-DPC PDI-P Kabupaten Simalungun mulai melirik Bona Petrus Purba sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Simalungun Pilkada 2015 mendatang. Bona Petrus Purba mendaftarkan diri untuk menjadi bakal calon Bupati Simalungun 2015 – 2020 di DPC PDI - Perjuangan Kabupaten Simalungun Jalan Asahan Km 3,5 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Minggu (28/12/2014).

Pendaftaran Bona Petrus Purba SE Ak MM di sekretariat diterima beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan Simalungun antara lain, Wakil ketua DPC PDI – P Simalungun yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Simalungun, Rospita Sitorus SE MM, Sekjen DPC PDI – P Simalungun, Aleksius Ginting, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati Simalungun, Tamba Tua Gultom, beserta seluruh kader dan simpatisan DPC PDI – P Simalungun.

Disela – sela pendaftaran berlangsung, beberapa media melakukan konfirmasi kepada Bona Petrus Purba tentang pencalonnya, Bona Purba mengatakan adapun niatnya untuk turut berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Kabupaten Simalungun 2015 mendatang untuk menjadikan Kabupaten Simalungun menjadi daerah percontohan di Indonesia untuk “Bebas” korupsi.

Menurut Bona Petrus Purba, dimana Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD ) yang terdapat di Pemkab Simalungun diprioritaskan oknum–oknum yang memiliki latar belakang “Bersih” dari segala bentuk pelanggaran, serta pengangkatan jabatan di Pemkab Simalungun bukan karena  "balas jasa" .
 
Pria yang saat ini bertugas menjadi Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Provinsi Irian Jaya juga mengatakan Kabupaten Simalungun merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam.
  Kata pria dari alumni SD RK Don Bosco Saribu Dolok ini, Kabupaten Simalungun dengan keindahan alam dan panorama dapat menjadi daerah pusat Pariwisata di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Ketua TimPenjaringan Bakal Calon Bupati Simalungun DPC PDI – P Kabupaten Simalungun, Tamba Tua Gultom mengatakan, melihat latar belakang bakal calon bupati Bona Petrus Purba ini dirinya berikan apresiasi yang sangat positif.
  Menurut Tamba Tua Gultom, sosok Bona Petrus Purba inilah yang dibutuhkan untuk membenahi segala sesuatunya di Kabupaten Simalungun menuju daerah yang lebih maju lagi dari sekarang, harapnya. (Net)

Mengangkat Derajat Lagu Simalungun Ke Tingkat Nasional

Written By Beritasimalungun on Friday, 26 December 2014 | 13:21

Pdt JP Tamsar STh Memainkan Gitar Sembari Bernyanyi Dengan Lagu Ciptaannya Kamis (25/12/2014) di Ruang Konsistoris GKPS Jambi. Setidaknya sudah ada 33 Judul Lagu Hasil Ciptaanya Yang Belum Direkan Secara Profesional. Kini Sudah 13 tahun juga Pdt JP Tamsar SThtak lagi mencipta lagu. Foto Asenk Lee Saragih.
Pdt JP Tamsar STh, Pendeta Berjiwa Seniman Simalungun

BERITASIMALUNGUN.COM, JAMBI-Dikalangan Pendeta  Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) nama Pdt Jadiman Purba Tamsar STh (Pdt JP Tamsar) tak asing lagi. Pendeta ini selain aktif dalam pelayanan di gereja, ternyata memiliki naluri seni yang tinggi, khususnya untuk lagu-lagu Pop Simalungun. Namun sebagian besar masyarakat GKPS dan Simalungun di Dunia, belum mengenal betul Pdt JP Tamsar STh. Selain aktif sebagai seorang Pendeta di GKPS, ternyata Pdt JP Tamsar STh juga belum dikenal secara luas selaku seorang seniman Simalungun yang mumpuni.

Beberapa lagu cimptaannya kini sudah memasyarakat di kalangan etnis Simalungun khususnya. Misalnya lagu berjudul “Langkah kon Ma Inang”. Lagu ini diciptakan Pdt JP Tamsar STh atas permintaan seorang keluarga bermarga Purba/br Saragih karena putrinya mau menikah.

“Lagu ini saya ciptakan atas permintaan satu keluarga Marga Purba/br Saragih saat saya melayani di GKPS Kampung Durian 16 Juli 1998. Saat itu setiap orang Batak yang mau menikahkan putrinya selalu menyanyikan lagu Toba “Borhatma Dainang” saat memberikan ulos kepada putrinya. Namun kini sudah ada lagu Simalungun “Langkahkon Ma Inang”, ujar Pdt JP Tamsar STh saat wawancara khusus dengan penulis di GKPS Jambi, Kamis (25/12/2014). (Video Lagu Lakkahkon Ma Inang Vokal Betty Br. Sinaga)

Menurut Pdt JP Tamsar STh, lagu “Langkahkon Ma Inang” pertama kali direkam dalam pita kaset oleh Ledis Trio (Pop Simalungun) Asuhan St Darmawan Saragih. Kemudian direkam ulang dalam bentuk VCD oleh penyanyi Betty Br Sinaga. Lagu “Langkahkon Ma Inang” kini sudah menjadi lagu wajib pesta adat saat perkawinan mempelai putrinya Boru Simalungun. Lagu ini juga sudah menyebar di Media Youtube.

“Simalungun kini sudah memiliki lagu khusus yakni “Langkahkon Ma Inang”,saat orang tua mepelai wanita menyematkan Bulang dan Hiou (ulos-red)  kepada  mempelai wanita. Jadi lagu ini menggantikan lagu Toba “Borhat Ma Dainang”. Lagu “Langkahkon Ma Inang”,sudah menjadi lagu wajib pesta perkawinan Simalungun,” ujar ayah dari tiga putra satu putri ini.

Namun ketenaran lagu “Langkahkon Ma Inang”, ternyata Pdt JP Tamsar STh tak mendapat apa-apa, termasuk royalty. Bahkan ucapan yang dia dapat saat lagu itu diminta seorang produser di Medan hanya mendapat ucapan “Kan malas uhur mu Pa, boi ham terkenal alani lagu ai irekam” (Kan senang rasanya bapa, lagu bapa masuk dapur rekanan dan bapa terkenal-red). Jawaban itu membuat saya seperti patah arang,” ujar Pdt JP Tamsar STh yang hidupnya sederhana ini.

Boomingnya “Langkahkon Ma Inang” sebagai lagu Pesta Adat Perkawinan Simalungun, ternyata banyak juga yang tak tahu siapa pencipta lagu tersebut. Bahkan lagu itu sudah ada di Youtube tanpa disebutkan siapa penciptanya. 

“Serupiahpun saya tak dapat apa-apa dari lagu “Langkahkon Ma Inang”. Namun saya tetap bersyukur bisa lagu “Langkahkon Ma Inang” menjadi lagu wajib saat pesta adat perkawinan Simalungun. Jadi tak lagi selalu lagu Tapanuli “Borhat Ma Dainang”.

“Lagu “Langkahkon Ma Inang” saya ciptakan dalam satu hari. Saya selalu mencipta lagu dalam keheningan malam. Biasanya pukul 00.00WIB keatas, saya merenung dan mulai menuliskan syair demi syair. Saya kemudian membayangkan dan merenungkan kalau orang tua yang hendak menikahkan putrinya yang telah lama hidup bersama. Itulah terciptanya lagu “Langkahkon Ma Inang”, ujar Pdt JP Tamsar.

Tak hanya lagu “Langkahkon Ma Inang” yang sudah akrab di telingan penikmat lagu Simalungun. Salah satu lagu adalah “Ulang Mintor Holsohan” hasil Lomba Cipta Lagu Daerah Simalungun dengan Panitia HIMAPSI tahun 1980. 

Lagu “Ulang Mintor Hosohan” sudah direkam dalam pita kaset oleh Trio Mora (Edi Purba, Edi Haloho, Purba) dengan Pdoducer St Monang Saragih (Bandung) tahun 1986. Lagu ini juga sudah sangat akrab ditelingan masyarakat Simalungun pecinta lagu Simalungun.

Dalam Lagu “Ulang Mintor Hosohan” inipun, Pdt JP Tamsar STh tak mendapatkan jerih hasil karyanya. Sungguh sangat ironi, seorang karya seorang Seniman Simalungun yang juga Pendeta GKPS, justru tak dihargai etnisnya sendiri. 

Jangankan Royalti, uang terimakasih atas lagu ciptaan itupun tak ada. Lagu “Ulang Mintor Hosohan” pernah jadi lagu wajib saat Lomba Duet di Pesta Jubileum GKPS Se Resort Jambi tahun 2012 lalu. Sejumlah videonya Duetnya lagu “Ulang Mintor Holsohan” ada diposting di Media Sosial Youtube.

Lagu “Ulang Mintor Hosohan” juga manjadi Juara II Lomba Cipta Lagu Simalungun yang diadakan Himapsi Siantar Tahun 1980 dengan Piala Menteri Cosmas Batubara. Saya tak dapat apa-apa atas lagu ini. Saya bukan menuntut, tapi hanya sedikit minta dihargai hasil karya cipta saya,” ujar Pdt JP Tamsar STh yang kini menjabat sebagai Pendeta GKPS Resort Jambi sejak tiga tahun lalu.

Juara I Lomba Cipta Lagu Daerah Se Sumut
Pdt JP Tamsar STh
Prestasi gemilang dalam hal mencipta lagu sudah ditorehkan Pdt JP Tamsar STh. Lagu berjudul “Ingat Ma Amang” menjadi Juara I Se Sumatera Utara saat ikut lomba Cipta Lagu Daerah yang diadakan Stasion TVRI Sumatera Utara, Medan 1989. 

“Lagu ini saya ciptakan saat saya melayani di GKPS Merek Raya, Simalungun. Lagu ini saya ciptakan tepatnya 23 Mei 1989. Awalnya lagu ini saya ikutkan lomba cipta Lagu Daerah Se Sumut. Seleksi pertama dari 154 lagu, lagu saya ini lolos ke 25 besar kemudian 10 besar. Kemudian dinyanyikan dan diarasemen oleh pemusik dak akhirnya Juara I se Sumut,” katanya.

Namun lagu “Ingat Ma Amang” gagal mewakili Sumut ke Tingkat Nasional karena surat pemberitahuan Juara I Se Sumatera Utara tak diterima Pdt JP Tamsar STh saat itu.

“Saat itu Sinode Bolon GKPS di Bogor. Saat istirahat makan siang, saya baca Koran Kompas, tiba-tiba ada berita hasil Lomba Cipta Lagu Daerah Se Nasional di Jakarta. Saya baca diberita itu, lagu ciptaan saya yang mewakili Sumut tidak ikut. Saya langsung lemas. Saat itu belum ada telepon genggam (HP). Jadi pemberitahuan Juara I Se Sumut hanya dikirim lewat surat Pos ke tempat kos. Saat saya pulang, saya lihat sudah ada surat pemberitahuan itu sudah ada, saya saat itu sungguh kecewa,” katanya.

Pdt JP Tamsar STh juga awalnya kurang yakin kalau lagu ciptaanya juara I. Biasanya yang mendominasi juara adalah Tapanuli dan Karo. 

“Saat saya ke TVRI Medan, saya ditanya oleh TVRI Medan kenapa tak ikut lomba ke Tingkat Nasional di Jakarta. Saya berikan alasan karena Sinode Bolon. Jadi saya diberikan hadiah Juara I Sumut berupa TV, Tabanas Rp 800 Ribu, Piala  dan hadiah lainnya,” katanya.

Kata JP Tamsar, lagu itu hingga kini belum direkam. Lagu “Ingat Ma Amang” yang menjadi Juara I Se Sumatera Utara saat ikut lomba Cipta Lagu Daerah yang diadakan Stasion TV TVRI Sumatera Utara, Medan 1989 lalu, hingga kini belum direkam.

Syair Lagu Harus Bahasa Seni

“Saat ini saya prihatin dengan pencipta lagu-lagu Simalungun masa kini. Banyak syair lagu dengan bahasa pasaran dan bukan bahasa seni. Inilah yang membuat derejat Lagu Simalungun redah dimata etnis sendiri dan orang lain. Kalau saya mencipta lagu selalu dengan bahasa Seni, yakni bahasa Simalungun yang artinya mendalam,” ujar suami dari L br Saragih ini.

Kini setidaknya ada 33 Judul lagu Ciptaan Pdt JP Tamsar STh yang belum direkam. Dari 33 judul tersebut ada lagu Rohani Simalugun, Pop Indonesia dan Pop Simalugun. 

“Garis kelompok lagu yang saya ciptakan selalu beraliran sendu atau sentimentil. Karena saya saat mencipta lagu selalu larut dalam rasa “kesedihan”. Selain itu, karena saya juga seorang Pelayan, unsur arahan ke peda Pemujian Tuhan juga tak luput saya sajikan dalam syair lagu. Kalau soal lagu yang irama girang, minim sekali. Adapun mungkin hanya ada satu dua,” katanya.

Pdt JP Tamsar STh dalam mencipta lagu terkesan hanya otodidak dengan naluri seni yang tinggi. Dalam mencipta lagu untuk membuat nada irama hanya menggunakan gitar. Namun hasil lirik dan syair lagunya sungguh menggugah dan bernilai seni tinggi.

“Saya juga berharap agar pencipta lagu Simalungun untuk tetap menjaga kualitas dan nama identitas Bahasa Simalungun. Bahasa Seni Simalungun harus dipertahankan dalam lagu Simalungun. Sehingga lagu Simalungun bukan lagu “kacangan”, tapi berkualitas tinggi,” katanya.

“Saya salut dan angkat tangan kepada Maestro Seniman Simalungun Taralamsyah Saragih. Lagu ciptaanya hingga kini abadi dan bahasa seni Simalungunya dalam. Kita berharap kepada musisi Simalungun, khususnya yang muda-muda agar bisa mempertahankan Bahasa Seni Simalungun tersebut,” ujarnya.

13 Tahun Tak Mencipta Lagu

Sembari menunjukkan teks lagu-lagu ciptaanya kepada Penulis, Kamis (25/12/2014) di Ruang Konsistoris GKPS Jambi, Pdt JP Tamsar STh sadar bahwa dirinya sudah 13 tahun tak lagi menciptakan lagu. 

“Sudah 13 tahun rupanya saya tak lagi mencipta lagu, khususnya lagu Simalungun. Redupnya keinginan saya mencipta lagu ini, akibat dampak tak adanya perhatian dari para producer dan juga para pengusaha entertainer Simalungun. Saya sempat kecewa kepada producer yang sesenaknya merekam lagu saya, namun saya tak dapat apa-apa, bahkan sebatang rokok pun tidak,” kenangnya.

Pdt JP Tamsar STh berharap, lagu-lagu karya ciptaanya bisa direkam dengan baik dan professional. Namun hingga kini dirinya masih menanti tawaran dari para Producer yang cinta dengan Lagu Simalungun. 

“Saya berharap ada producer yang mau merekam lagu-lagu saya ini secara professional. Saya juga berharap para penyanyi yang menyanyikan lagu saya untuk mau menyebutkan pencita lagu. Sebab hak cipta ini kan dilindungi undang-undang, jadi saya berharap para Senian bisa dihargai,” kata Pdt JP Tamsar SH yang juga piawai bernyanyi ini.

Kini setidaknya ada 33 judul lagu yang masih disimpan raih oleh Pdt JP Tamsar yang belum direkam secara professional. Diantaranya lagu itu yakni “Ijado Ham Sonari, Sedo Nalupa Au Bamu, Sayang Dimanakah Kau Kini, Naha Uhurmu Bakku, Diri Ini hanya Milikmu, Tading Ilobei, Dipimpin Oleh Yesus, Dosa Warisan, Glory Haleluya, Semoga Kau Lahir Dihatiku, Ranting Berduri Sebagai Mahkota, Hasrat Hati Kandungan Sanubari”.

Kemudian “Ahama Jambarhu Anak Hu, Malam Ini Malam Yang Indah, Mase Sonin, Tangkap Ham Tangan hu Botou, Sahei Do Sabou Do, Apala Hata Sangkababah, Urupi Ham Au, Rembulan Jadi Saksi, Katakan Sejujurnya, Soya Do Haganupan, Ingat Ma Amang, Selamat Tinggal Kawanku, Songon Bunga Na Italun, Seakan Tak Terasa, Odakhon Ma Da, Ulang Sai Inunut Tangis. 

Menurut Pdt JP Tamsar, dirinya banyak mencipta lagu saat melayani di GKPS Merek Raya. Saat itu jemaat dan pemuda banyak meminta agar diciptakan lagu untuk dinyanyikan mereka. “Kemudian laguku dinyanyikan mereka dan kemudian dinyanyikan orang lain lagi. Begitulah seterusnya,” katanya.


Awal Mencipta Lagu


Pdt JP Tamsat berkisah, kalau niat awalnya muncul naluri mencita lagu karena musibah ditinggal kekasih yang meninggal di Pemandian Sabas Haranggaol saat dirinya kuliah di STT HKBP Pematang Siantar.

Saat itu dirinya ditinggal kekasihnya karena meninggal. Padahal sudah menjalin kasih selama beberapa tahun. Bahkan Pdt JP Tamsar sempat sampai tak selera makan di Asrama selama 3 hari karena musibah yang menimpa kekasihnya itu.

Namun karena dorongan dari teman kampus, Pdt JP Tamsar bangkit dari kesedihan. Dirinya menguraikan kesedihan itu dalam syair lagu yang berjudul “Sai Malungun Do Au”. Dari situlah awalnya Pdt JP Tamsar menuliskan syair-syair  lagu yang kebanyakan lagu-lagunya adalah kisah nyata dalam kehidupan manusia.
Bahkan satu lagu yakni “Ipaikkan Bai Nadaoh” terinspirasi dari seorang pemuda GKPS yang sudah menjalin hubungan kasih sejak kelas 3 SMP hingga lulus SMA. Namun akibat status sosial antara laki-laki dan si perempuan, orang tua perempuan itu menyekolahkan putrinya ke Bandung untuk kuliah.

Sehingga kedua sejoli itu terpisah karena orang tua si perempuan tak senang kepada si pria yang dekat dengan putrinya itu.

“Awalnya saya lihat pemuda ini rajin ke gereja, partonggoan dan kegiatan pemuda lainnya. Namun tiba-tiba ada perubahan akibat dipisahkan keadaan dengan pacarnya. Lalu saya tanyakan kenapa pemuda itu berubah. Lalu pemuda itu bercerita, dan saya membuat kisahnya dalam sebuah lagu Pop Simalungun yang berjudul “Ipaikkan Bai Nadaoh” katanya. 

Bagi Producer Profesional yang tertarik dengan lagu-lagu Ciptaan Pdt JP Tamsar STh ini bisa menghubungi di HP 081361339025. (Asenk Lee Saragih-HP 08127477587). 


(Video Pdt JP Tamsar "Langkahkonma Inang" di Pesparawi Seksi Bapa Se Distrik VI Pekanbaru )



 Pdt JP Tamsar STh "Tangkapham Tangan Hu Botou"
 

Daftar Lagu Ciiptaa Pdt JP Tamsar STh
                                           Daftar Lagu Ciptaan Pdt JP Tamsar STh
 Lagu berjudul “Ingat Ma Amang” Ciptaan Pdt JP Tamsar STh menjadi Juara I Se Sumatera Utara saat ikut lomba Cipta Lagu Daerah yang diadakan Stasion TVRI Sumatera Utara, Medan 1989.



Lirik Lagu Langkah Kon Ma Inang

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih




Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih



Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh, Kamis 25 Des 2014 Memainkan Gitar Dan Lagu Ciptaannya. Foto-foto Asenk Lee Saragih

Pdt JP Tamsar STh Memainkan Gitar Sembari Bernyanyi Dengan Lagu Ciptaannya Kamis (25/12/2014) di Ruang Konsistoris GKPS Jambi. Setidaknya sudah ada 33 Judul Lagu Hasil Ciptaanya Yang Belum Direkan Secara Profesional. Kini Sudah 13 tahun juga Pdt JP Tamsar SThtak lagi mencipta lagu. Foto Asenk Lee Saragih.


Kumpulan Lagu Ciptaan Pdt JP Tamsar STh

Ulang Mintor Holsohan

Lirik Lagu Ulang Mintor Holsohan Cip Pdt JP Tamsar STh

Potret Haranggaol Oleh Simalungun Frame

Written By Beritasimalungun on Saturday, 20 December 2014 | 15:23

Potret Danau Toba di HARANGGAOL, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Haranggaol,2/12/2014,
Photo by : Seniman Na Tarlantar.

"Polisi Keramba di Danau Toba di HARANGGAOL "

Haranggaol,2/12/2014, 17 52
Photo by : Seniman Na Tarlantar


" SIMARMATA "

Haranggaol,2/12/2014, 17:44
Photo by : Seniman Na Tarlantar

" HU NAGORI "
Haranggaol,2/12/2014, 17:34

Photo by :Seniman Na Tarlantar

" SETIA "
Haranggaol, 2/12/2104: 17:29
Photo by : Seniman Na Tarlantar
 

Haranggaol, Simalungun. " TEPI BUKIT "

Haranggaol, 2/12/2014,17:23
Photo by : Seniman Na Tarlantar

Dana Bansos di Pemkab Simalungun Senilai Rp 4,1 M "Raib"

Laporan BPK Tahun 2012 Atas Pemkab Simalungun
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pemkab Simalungun melalui dinas pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) tahun 2012menganggarkan bantuan hibah sebesar Rp17. 204.000.000 dengan realisasi sebesar Rp15.284.000.000 atau 88 % dari anggaran dan belanja Bantuan Sosial seebsar Rp8.161.000.000 dengan realisasi sebesar Rp6.393.000.000 atau 78 % dari anggaran.
Mekanisme penganggaran, pelaksanaan, dan penatausahaan, pertanggungjawaban dan pelaporan serta monitoring dan evaluasibelanja bantuan TA 2012 didasarkan padaPeraturan Bupati Simalungun No 37 Tahun 2011. Unit kerja yang mengelola bantuan hibah, bantuan social, dan bantuan keuangan adalah DPPKA.
Melihat laporan keuangan Pemkab Simalungun diatas kemudian BPK melakukan pemeriksaan atas bukti – bukti pertanggungjawaban tersebut dan konfirmasi secara uji petik kepada penerima bantuan diketahui hal – hal sebagai berikut :
a. Belanja Hibah 
Realisasi belanja hibah sebesar Rp15.284.000.000 direalisasikan kepada 36 badan /lembaga/organisasi//kelompok/kelompok masyarakat. Dari realisasi belanja tesebut terdapat Tiga badan yang tidak menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan penggunaan atas belanjua hibah sebesar Rp3.210.000.000.
b. Bantuan belanja bantuan social 
Realisasi belanja bantuan social senilai Rp6.393.000.000 diealisasikan kepada 266 kelompok/ organisasi masyarakat. Dari realisasi belanja tesebut terdapat 6 kelompok masyarakat / kelompok masyarakat yang tiak menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan penggunaan atas belanja bantuan social yang diterima sebesar Rp900.000.000
Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran belanja bantuan sebesar Rp4.110.000.000 (3.210.000.000 + 900.000.000 ) tidak diketahui kesesuaian penggunaan tujuan pemberian bantuan dan berpeluang untuk disalahgunakan.(PenaRakyat.Com)

Lembaga Talun Mandiri Lakukan Penanaman Perdana Bibit Kentang di Simalungun

Penanaman Perdana Bibit Kentang Unggul di Simalungun. Ft Rikanson Jutamardi Purba
Mewakili Dewan Pendiri Lembaga Talun Mandiri, St Sudiman Purba melakukan penanaman pertama bibit g0 kentang sebagai bagian dari upaya menjadikan Simalungun sebagai pusat penangkaran selain Lembang, Jawa Barat, seperti UD Hikmah itu. Foto Rikanson Jutamardi Purba

Setelah Marihot Manullang terpilih sbg rektor USI 2014-2018, saya sih berharap PR I - nya Marlan, PR II Pasu Malau, PR III Corry Purba, & Unit Penjaminan Mutu (UPM) Hisarma Saragih.

Tadinya, sangat berharap pula bahwa dekan Fak Pertanian adalah DR Ir Jef Rudhianto MSi. Dengar2 yg mereka usulkan justru Warlinson Girsang.
Kita tunggu, sbg lembaga perguruan tinggi dimana dua di antara tridarmanya adl penelitian & pengabdian kpd masyarakat, apakah USI tertarik utk membuka diri thd penangkaran kentang sebagaimana yg di Lembang, Jawa Barat, itu? UD Hikmah -penangkar yg sangat terkenal itu- dimulai 30 tahunan lalu. Bukankah Simalungun bisa jadi alternatif? Kalau bukan kita, siapa lagi; kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Kalau TIDAK tertarik, hmmmh..., Andalah yg kasih pendapat sendiri mengenai USI yg kita cintai ini.

Usulan saya berikut ini adalah orisinal (bukan KW) dan otentik. Di USI hrs ada jurusan bahasa serta seni-budaya & adat Simalungun. Bahkan, USI hrs menjadi pusat Simalungunologi, sebagaimana UGM menjadi pusat Javanologi. Kalau TIDAK juga, hmmmh..., Anda jugalah yg kasih pendapat sendiri mengenai USI yg kita cintai ini.

Yg ini bukan dari saya, melainkan saya dengar pertama kali dari mulut Salmon Sinaga, ketua yayasan USI saat ini: "Di bagian depan kampus akan kita pampangkan nama KAMPUS HABONARON DO BONA. Dipasangi lampu sorot, agar malam hari pun tampak oleh orang2 yg melintas di depan kampus USI."

Saya sih berharap, USI-lah promotor "HdB" itu. Intinya: takut akan Sang Kebenaran itu sendiri alias Tuhan. Bukankah "Fear of God is the beginning of knowledge"?

Krn menjadi promotor HdB, maka sangat berdosa jika "catering" skripsi/tesis masih jalan dan dana2 off-budgeter dipelihara untuk sabetan berjamaah.

UI, ITB, Unpad, UGM, & Unair -sepanjang yg saya tahu- sdh menyatakan diri sebagai research universities. Bahkan Kadarsah Suryadi -Rektor ITB yg baru- sdh menyatakan bahwa ITB menjadi entrepreneurial university. ITB menambah jumlah universitas kewirausahaan setelah Podomoro University yg dikomandani Prof Rhenald Kasali PhD dan Ciputra University serta beberapa universitas lainnya.

Kalau mantan rektor Hisarma Saragih fokus menangani UPM, akreditasi USI yg pas2 makan bisa diperbaiki lagi. Jangan kelak lulusan USI tdk bisa jadi PNS, karena tlh dipersyaratkan bhw akreditasi prodinya minimum B. Materi kuliah di-updated terus-menerus, agar mhs Fak Ekonomi tdk diajarkan bhw pengawas perbankan di Indonesia adl BI, melainkan -semestinya- OJK.

Bangunlah sistem administrasi kemahasiswaan agar rektor tak bingung ketika ditanya berapa sebenarnya jumlah mahasiswa? (Terdaftar - noaktif = aktif). Bangun juga sistem keuangannya agar transparansi dan akuntabilitasnya bisa dijamin.

Kepada orang2 Simalungun, sekali-kali omongan perlu agak keras, agar kita "terbangun/siuman". Peringatan Rhenald Kasali agar jangan jadi "rektor administratur" itu hrs jadi perhatian bersama.

(Catatan: Goresan ini saya buat berdasarkan rasa cinta akan USI dan Simalungun).

Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Dipertayakan

Proyek Rehab Ruang Kelas SD 091333 Raya Usang Dipertayakan
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Pelaksanaan proyek rehab ruang kelas di kec Raya banyak ditemukan “PROYEK SILUMAN”Seperti di SD 091333 Raya Usang kec Raya kab Simalungun, yang sampai saat ini mulai pelaksanaan rehab itu baru mencapai 75 persen bangunan rehab pihak sekolah tidak memasang plank proyek sehingga sumber dananya tidak diketahui berasal dari mana.
Menurut salah satu warga Raya bermarga Sitopu menuding kalau proyek rehab ruang kelas yang dikerjakan sekolah ini merupakan proyek Siluman. Saya mengatakan proyek ini Siluman karena mulai dikerjakan pihak sekolah tidak transaparan dengan tidak ditemukan plank proyek dilokasi sekolah.Selain tidak transparan proyek rehab ruang kelas di SD 091333 ini juga diborongkan.
Padahal publik tahu kalau proyek rehabilitasi ruang kelas Dak 2014 harus dikelola oleh Kepala Sekolah dan tidak dapat diborongkan ujar Sitopu yang ditemui Orbit 14/12 sekira pukul 11.00 wib.
Sepengetahuan saya proyek rehabilitasi Dak 2014 SD 091333 dikerjakan tukang dari luar kecamatan Raya. Tukang yang mengerjakan rehab ini semuanya berasal dari warga serapuh kec Gunung Malela, dan tidak ada satu orang tukang warga setempat yang mengerjakannya.
Jadi menurut saya bangunan ini tidak melibatkan komite sekolah selaku perwakilan orang tua siswa ujar Sitopu yang mengaku tinggal di kecamatan Raya. Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum agar proyek Siluman ini diusut karena ada dugaan korupsi.
Kepala Sekolah SD 091333 Raya Usang Sarlina br Saragih SPd yang dihubungi melalui ponselnya mengatakan kalau proyek rehab ruang kelas yang sedang dikerjakan di sekolahnya sama sekali tidak terlibat. Saya hanya diberi tahu pihak Dinas Pendidikan (DISDIK) Simalungun selaku penanggung jawab Dak 2014 bahwa sekolah saya akan direhab ruangan kelasnya.
Mengenai dari mana sumber dananya saya sama sekali tidak tahu menahu karena dananya tidak masuk ke rekening saya kata Sarlina.Disinggung soal pembelian matrial kepala sekolah Sarlina br Saragih SPd mengaku tidak tahu, karena dia sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam hal belanja matrial maupun pelaksanannya. Bukan itu saja saya juga tidak tahu siapa yang menyuruh tukang yang mengerjakan rehab ini,karena saya sama sekali tidak mengenal mereka.
Sarlina mengaku kalau proyek rehab ruang kelas Dak 2014 di kecamatan Raya ini,bukan sekolahnya saja yang mengalami seperti ini.Masih banyak sekolah SD di kecamatan Raya ini yang sekolahnya direhab tanpa melibatkan kepala sekolah, bahkan sama sekali tidak diketahui kepala sekolah.
Jadi mengenai proyek rehab 2014 di sekolah saya silahkan bapak tanya saja ke Disdik Simalungun, karena mereka yang tahu ungkap kepala sekolah SD 091333 Sarlina br saragih SPd yang tidak mau ketemu sama wartawan.Ditanya siapa yang mempertanggungjawabkan proyek rehab ruang kelas di sekolahnya Sarlina mengatakan jelas Pemerintah yang dalam hal ini Bupati Simalungun.
Sementara itu Parno salah satu tukang yang mengerjakan proyek rehab yang ditemui dilokasi mengatakan kalau dia bekerja karena diajak rekannya Supardi yang diketahui pemborong bangunan rehab ini. Parno bekerja bukan atas perintah kepala sekolah, tetapi Supardi yang mengajak dia bersama 3 orang rekannya yang mengerjakan rehab ini.
Kami semua satu kampung sama sama warga Serapuh kec Gunung Malela.Parno mengaku kalau dia bersama rekan rekannya tidak mengenal sama kepala sekolah,bahkan kepala sekolah tidak pernah memerintahkan kami.
Amatan dilokasi tukang sedang mengerjakan pemasangan keramik,dan mencet bangunan.Asbes yang baru diganti tampak sudah retak dan ada tujuh asbes yang tidak diganti.Tinggi bangunan juga tidak sesuai dengan bestek dan masih mengikuti bangunan lama. Padahal bangunan itu menurut RAB harus ditambah tingginya.Sementara itu besi yang digunakan diduga dimanipulasi pemborong.(Hasudungan/SyamP)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.