. 2021 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera

MATRA-Media Lintas Sumatera
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Usai Membunuh Wanita Tua, Rohayani Br Purba Alias Gea Ajak Pacar Bercumbu di Hotel

Written By Beritasimalungun on Thursday, 4 March 2021 | 10:37

Usai Membunuh Perempuan Lansia, Rohayani Br Purba Alias Gea Ajak Pacar Bercumbu di Hotel

Pematangsiantar, BS-Dari pengakuan Rohayani Br Purba Alias Gea, setelah dirinya melakukan pembunuhan terhadap korban bernama Riamsa Nainggolan (72), ternyata Rohayani tidak langsung meninggalkan Kota Pematangsiantar. Bahkan dirinya pada Sabtu (27/2/2021) malam masih sempat menginap di City Hotel yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian di Jalan Medan Area, persisnya di belakang Kantor Pos, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

“Aku booking kamar di hotel itu,” kata Gea kepada wartawan yang menemuinya di Mapolres Pematangsiantar, Selasa (2/3/2021). Bahkan Gea juga mengaku, saat berada di kamar hotel, birahinya memuncak. 

Kemudian Gea menghubungi kekasihnya bermarga Saragih dan menyuruhnya datang ke kamar hotel yang sudah dipesannya. “Nggak ada kuceritakan sama pacarku (soal pembunuhan),” sebut Gea.


Setelah sang kekasih datang, keduanya pun bercumbu. Gea memanggil pacarnya itu hanya untuk bercumbu dan setelah itu menyuruh pacarnya itu pulang.

Gea meninggalkan Kota Pematangsiantar menuju Kota Medan keesokan harinya, Minggu (28/2/2021). Namun, sebelum pergi, Gea sempat menjual handphone milik korban Riamsa Nainggolan di kawasan Pasar Horas Pematangsiantar.

“Aku ke tempat pacar adikku di Medan,” kata wanita asal Dusun Tanjung Mariah, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun ini.

Terungkapnya motif pembunuhan ini setelah personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dan Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap Gea di  Kota Medan, Selasa (2/3/2021) siang.

Dari pemeriksaan polisi, motif pembunuhan itu sepele hanya gara-gara korban menagih uang kos pelaku di depan umum. Sehingga membuat Gea kerap malu dan timbul rasa sakit hati pada Riamsa Nainggolan, yang juga istri mantan Sekda Siantar Tagor Batubara ini.

 “Uang kosku diminta di depan orang banyak. Jadi, aku malu. Iya, aku yang bunuh. Sendiri aku membunuh,” kata Gea, sembari tertunduk lesu saat ditanya wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Selasa sore.

Kematian Riamsa Br Nainggolan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar tapi juga para tetangganya di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. 

Istri mendiang Tagor Batubara, mantan Sekda Siantar itu dikenal sangat baik dan ramah. Selain baik dan ramah, wanita berusia 72 tahun itu juga menerapkan pola hidup sehat dan rajin berolahraga. 

Mendiang selama hidupnya, adalah orang yang sangat memperhatikan asupan makanan dan minuman yang ia konsumsi, semata-mata untuk menjaga kesehatan dan tubuh tetap bugar.

“Ibu ini rajin minum jus, minum jamu. Setiap hari olahraga, lari sore atau jalan kaki,” ungkap para tetangga almarhum.

Jika dilihat dari fisiknya, Riamsa Br Nainggolan sama sekali tidak kelihatan jika usianya sudah menginjak 72 tahun. “Dia tampak muda. Sehat kali badannya,” kata warga.

Anak Korban

Sementara itu Walikota Pematangsiantar Hefriansyah melayat ke rumah duka almarhumah Riamsa br Nainggolan (Op Abraham), di Jalan Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, Senin (1/3/2021). 
Walikota Pematangasiantar Hefriansyah bersama rombongan saat melayat ke rumah duka almarhumah Riamsa br Nainggolan (Op Boru Abraham), di Jalan Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (1/3/2021). (Istimewa)

Hefriansyah menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota (Pemko Pematangsiantar) mengucapkan turut berduka cita yang sedalam–dalamnya.

“Mari kita mendoakan semoga almarhumah ditempatkan di tempat terbaik. Semoga juga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ucap Hefriansyah.

Kepada Lamhot Dharma Putra Batubara, Hefriansyah berpesan agar insiden yang menimpa almarhum ibunya tidak disesali. Hefriansyah yakin bahwa almarhum Riamsa br Nainggolan semasa hidup adalah orang baik dan telah diterima Tuhan yang Maha Kuasa.

“Kepada adinda, apa yang terjadi jangan disesali. Kami yakin ibu ini adalah orang yang baik dan sudah disambut dengan senyuman manis oleh Tuhan yang Maha Kuasa,” tambahnya.

Turut serta melayat ke rumah duka, Plt Kadis Kominfo Kartini Batubara, Plt Kepala BPBD Daniel Siregar, Kabag Protokol dan Dokumentasi Pimpinan Mardiana, Camat Siantar Sitalasari, dan para lurah se-Kecamatan Siantar Sitalasari.(Asenk Lee/Berbagaisumber)

Lamsiang Sitompul Apresiasi Kepolisian Ungkap Pelaku Pembunuhan Perempuan Lansia di Pematangsiantar

Lamsiang Sitompul SH MH.

Medan, BS
-Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH mengapresiasi pihak kepolisian dalam hal ini Polres Pematangsiantar bersama Polda Sumut berhasil mengungkap pelaku pembunuhan seorang perempuan lansia (72) Riamsah Br Nainggolan yang juga istri mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Tagor Batubara. Pelaku berhasil diamankan Tim Opsnal Jantanras Polres Pematangsiantar dan Opsnal Subdit III Jatanras Polda Sumut pada Selasa, 2 Maret 2021 sekitar Pukul 12.15 WIB.

Kasus ini terjadi di Pematangsiantar Sabtu 27 Februari 2021 lalu. Seorang perempuan lansia (72 tahun) bernama Riamsa Nainggolan tewas mengenaskan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar.

Pelaku pembunuhan itu adalah Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Motifnya sepele hanya gara-gara korban menagih uang kos pelaku di depan umum.


“Berita pembunuhan tersebut sangat mengejutkan. Dimana seorang ibu lansia dikabarkan dibunuh di dalam rumah miliknya sendiri. Ini peristiwa menarik perhatian publik. Patut kita apresiasi gerak cepat yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap pelaku pembunuhan tersebut," kata Lamsiang Sitompul kepada wartawan, Kamis pagi (4/3/2021).

Menurut Lamsiang Sitompul, peristiwa ini menjadi peringatan bagi siapapun untuk tetap saling menahan diri saat hidup berdampingan. Kemungkinan terjadi tindakan kriminal bisa terjadi kapan pun dan dimanapun. "Mari saling memperhatikan lingkungan sekitar, dan menciptakan suasana rukun," katanya.

Lamsiang Sitompul sangat mengapresiasi keberhasilan kepolisian. Diharapkan, kepolisian bisa mengungkap motif sebenarnya yang menyebabkan peristiwa berdarah itu harus terjadi. Sehingga pelaku dijatuhi hukuman yang sepantasnya dengan tetap mempertimbangkan fakta dan kebenarannya.

Sebelumnya, Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP MP Nainggolan mengatakan, pembunuh korban Riamsah bernama Rohayani br Purba alias Gea (33) warga Tanjung Maria Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Simalungun. “Pelaku ditangkap di Medan dan sudah dibawa ke Polres Pematang Siantar," jelasnya.

MP Nainggolan menerangkan, penangkapan berawal setelah Tim Opsnal mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku yang sedang makan di dalam warung AJJAH, berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Medan Petisah. “Petugas langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Kini pelaku ditahan di Mapolres Pematangsiantar guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. (Asenk Lee Saragih)

Ketika Maruli Tua Sinaga (Pengusaha BIS) Belagak “Preman”

Ketiga Maruli Tua Sinaga (Pengusaha BIS) Belagak “Preman” .(Istimewa)

Dolok Pardamean, BS-
Santi Saragih Garingging (Santi Sagar) kembali mengeluhkan tindakan oknum pengelola obyek wisata Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) yang menutup pintu masuk obyek wisata yang mereka kelola yakni BIS Annex. Oknum pengusaha BIS yang disebut adalah Maruli Tua Sinaga yang bertindak arogan untuk mencegak tamu yang mau masuk ke BIS ANNEX.


“Peradaban barbar. Dengan super ambisius mematikan usaha tetangga, Maruli Tua Sinaga (Pengusaha BIS) langsung datang kegerbang BIS Annex untuk mencegah tamu yang mau masuk tempat kami BIS ANNEX. Lalu mengarahkan masuk ke tempatnya. Belakangan ini dia juga sudah terlibat langsung mencoba menutup jalan BIS ANNEX. Preman berjaya sementara ini, tak mampu bersaing sehat, tak bisa menerima tetangga ada! merusak citra Pariksabungan, Dolok Perdamean,” tulis Santi Sagar dengan melampirkan sebuah gambar yang diduga Maruli Tua Sinaga saat beraksi arogan. (Asenk Lee Saragih)

Insentif Pajak 0%, Toyota Sutan Indo Pematangsiantar Tetap Memberi Diskon

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 3 March 2021 | 17:54

Kepala Cabang Toyota Sutan Indo Dealer Resmi Toyota, Benny Leonardi.(Foto Didik J)

Pematangsiantar (BS)
-Secara resmi Pemerintah memberlakukan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nol persen untuk mobil baru mulai Senin (1/3/2021). Aturan tersebut tertuang dalam Kepmenperin No.169 Tahun 2021, tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Ditanggung oleh Pemerintah pada
 Anggaran 2021.

Kepala Cabang Toyota Sutan Indo dealer resmi Toyota, Benny Leonardi ketika ditemui jurnalis www.beritasimalungun.com di kantornya Jalan Medan KM 2,8 Pematangsiantar, Rabu (3/3/2021) menyambut baik adanya program untuk meningkatkan perekonomian tersebut.

Benny mengatakan, ada tiga tahapan, pemotongan pajak PPnBM. Tahapan pertama dimulai dari bulan Maret sampai Mei 2021 mendapatkan insentif sebesar 100%, tahapan kedua yakni bulan Juni sampai Agustus 2021 mendapatkan insentif sebesar 50% dan tahapan ketiga bulan September sampai Desember 2021 mendapatkan insentif sebesar 25 %.

Disebutkan, ada 5 merek  mobil Toyota yang dapat insentif nol % yakni Avanza ,Vios ,Rush, Yaris dan Sienta. Avanza dapat potongan harga Rp12,3 Jt.sampai Rp 15,8 Jt ,Sienta Rp 18,8 Jt  sampai Rp 28,3 Jt , Yarris = Rp 18.050.000 s/d Rp 20.350.000 , Rush Rp 17,3 Jt sampai Rp 18,4 Jt dan Vios Rp 59,6Jt sampai Rp 65,3 Jt.

"Kita berharap kepada masyarakat agar memanfaatkan kesempatan bagus ini untuk mendapatkan mobil baru dari Toyota mengingat program ini sangat membantu dan ini kali pertama dilakukan oleh pemerintah," kata Benny.

Masih kata Benny, bahwa pihaknya sangat optimis penjualan mobil Toyota akan naik sekitar 15 % mengingat Toyota adalah merek mobil yang paling banyak dapat insentif pajak karena memenuhi syarat yang diajukan pemerintah yaitu 70% bahan lokal dan dibuat di Indonesia.

Toyota Sutan Indo tetap memberi diskon. Dengan adanya insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah hingga harga mobil turun, Toyota Sutan Indo tetap memberikan diskon dan bonus kepada calon pembeli.

Diskon promo dan potongan harga masih tetap diberikan oleh Toyota Sutan Indo untuk meningkatkan animo  masyrakat dalam membeli mobil.

"Kalau potongan pajak diberikan tetapi diskon dihapus itu sama saja dengan harga sebelumnya tetapi kita masih memberi diskon atau kemudahan-kemudahan lainnya kepada pelanggan,ini bentuk kepedulian kita terhadap pencinta mobil Toyota," ujar Benny.

Selain tetap memberi diskon, pihak Toyota juga melayani masyarakat yang enggan keluar rumah untuk datang ke Toyota Sutan Indo karena pandemi covid 19, Sutan Indo melayani masyrakat secara online dan berkas-berkas calon pembeli bisa dijemput langsung ke rumah, dengan cara menghubungi (0622) 432000 pihak Toyota akan melayani segala bentuk kebutuhan kostumer termasuk untuk mendapatkan informasi mengenai Toyota. (Didi J )



Jejak Kasus Pembunuhan Perempuan Lansia di Siantar, Uang Kos Ditagih, Nyawapun Melayang

Pelaku Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun saat diamankan Satreskrim Polres Pematangsiantar,Selasa (2/3/2021) siang. (Istimewa) 

Pematangsiantar, BS
-Sekarang ini perilaku masyarakat cukup memperihatinkan. Hanya karena persoalan sepele, mereka bertindak beringas. Bahkan senjata tajam dan tindak kekerasan dilakukan untuk meluapkan emosi. Seolah tak takut ulah tersebut bakal menyeret mereka ke proses hukum.

Kasus terbaru di Kota Pematangsiantar Sabtu 27 Februari 2021 lalu. Seorang perempuan lansia (72 tahun) bernama Riamsa Nainggolan tewas mengenaskan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar.

Pelaku pembunuhan itu adalah Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Motifnya sepele hanya gara-gara korban menagih uang kos pelaku di depan umum. Sehingga membuat Gea kerap malu dan timbul rasa sakit hati pada Riamsa Nainggolan, yang juga istri mantan Sekda Siantar Tagor Batubara ini.


“Uang kosku diminta di depan orang banyak. Jadi, aku malu. Iya, aku yang bunuh. Sendiri aku membunuh,” kata Gea, sembari tertunduk lesu saat ditanya wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Selasa sore.

Rasa sakit hati Rohayani Purba, dilampiaskannya dengan mencabut nyawa orang lain. Terungkapnya motif pembunuhan ini setelah personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dan Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap Gea di  Kota Medan, Selasa (2/3/2021) siang.

Dari Kota Medan, Gea kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar. Oleh polisi, Gea kemudian dipertemukan dengan sejumlah wartawan untuk mengungkapkan perbuatan yang dilakukannya itu.

Pengakuan Gea, dia datang ke rumah Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar yang bersebelahan dengan kos-kosan Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, tepatnya di belakang Kantor Pos, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu 27 Februari 2021.

Saat bertemu Riamsa di rumah itu, Gea langsung mendorongnya hingga jatuh ke tangga. Selanjutnya, Gea membekap mulut Riamsa menggunakan bantal hingga tak bernafas. “Terus, dia, (korban) kubawa ke gudang,” kata Gea.

Pelaku Gea pun meninggalkan wanita 72 tahun tersebut dalam kondisi tak bernyawa di gudang tersebut. Hingga akhirnya, pada malam hari Sabtu (27/2/2021), Lamhot Dharma Batubara, anak Riamsa, menemukan sang ibu dalam keadaan tak bernyawa. Kini Rohayani Purba alias Gea sudah ditahan untuk diproses hukum lebih lanjut.

Ungkap Kasus

Berdasarkan olah TKP Polisi di lokasi penemuan jenazah korban Riamsa Nainggolan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kecamatan Siantar Barat, Siantar, polisi memiliki jejak pelaku.

Kemudian Polisi bergerak menuju Kota Medan tempat pelarian pelaku. Gea berhasil diamankan dari salah satu warung makan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Medan Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (2/3/2021) sekira pukul 12.00 WIB.

Polisi juga menyita barang bukti berupa uang Rp114 ribu dan 2 unit handphone merk Xiqomi dan Evercross. Dari Medan, Gea dan seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Edi Sukamto kepada wartawan mengatakan, tersangka sudah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasus pembunuhan perempuan lansia ini terungkap saat warga yang bermukim di belakang Kantor Pos Kota Pematangsiantar, geger dengan penemuan mayat seorang perempuan lansia, Sabtu (27/2/2021) malam, sekitar Pukul 21.00 WIB. 

Belakangan diketahui, korban bernama Riamsa Nainggolan adalah istri mendiang mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Tagor Batubara (era Walikota RE Siahaan).

Menurut penuturan keluarga korban bermarga Brian Damanik, saat korban ditemukan posisinya telungkup. Jenazah korban kemudian dibawa ke Instalasi Kedokteran dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih.

Saat ditemukan pertama kali, Riamsa mengenakan pakaian baju merah dan celana biru. Kemudian terdapat luka di bagian lengan tangannya. 

Terpisah, Psikolog Ramayanti menilai, ada beberapa faktor yang membuat seseorang berprilaku begitu keji hanya karena urusan kecil. Pertama, kata dia, bisa jadi faktor ekonomi.

"Kebutuhan akan uang. Hal ini sering menjadi alasan orang melakukan kejahatan. Hal kedua, moral dari si pelaku itu sendiri. Ada sebagian orang yang 'merasa' apa yang dilakukannya tidak salah. Mana yang baik dan buruk belum begitu kental," tambahnya.

Latar belakang lainnya seorang berani bertindak kriminal, karena lingkungan sekitarnya. Di lingkungan tersebut bisa jadi berbuat kejahatan hal yang membanggakan.

"Atau yang keempat bisa jadi karena degradasi mental. Untuk hal ini bentuk nya bisa stress, depresi sampai kelainan mental. Hal ini semua bisa menjadi salah satu penyebab seseorang berbuat jahat terhadap sesamanya. Tentunya dengan alasan yang melatarbelakangi, salah satunya ingin melepaskan perasaan tertekan dalam diri,” katanya. (Asenk Lee Saragih)

Pencabutan Perpres No 10 Tahun 2021, Bisa Redam Peredaran Minol Hingga Pelosok Desa

ILUSTRASI-MINOL

Simalungun, BS-
Peredaran minuman keras (miras) secara ilegal kerap menjadi pemicu timbulnya aksi kekerasan di tengah keluarga dan masyarakat. Bahkan peredaran miras merambah hingga pelosok Suatera. Akibat peredaran miras yang tak terkendali, sehingga menimbulkan gejolak sosial, semisal persoalan keamanan lingkungan dan kekerasan rumah tangga.

Kabar gembira, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut lampiran pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang mengatur tentang izin investasi minuman keras (miras) atau beralohol.

"Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut," kata Presiden Jokowi dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Menyikapi Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal menuai kontra. Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini, menilai fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak dipicu minuman keras banyak terjadi pada daerah yang dilegalkan penanaman modal miras yaitu Bali, Sulawesi Utara, NTT, dan Papua.

Sebelumnya, melalui Perpres 10 Tahun 2021, pemerintah menetapkan bidang usaha industri minuman keras mengandung alkohol, alkohol anggur, dan malt, terbuka untuk penanaman modal baru di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua, dengan memperhatikan budaya serta kearifan setempat.

Theresia Iswarini menjelaskan Bali, Sulut, NTT dan Papua adalah daerah dengan catatan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tinggi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)pada 2018 juga mencatat bahwa daerah tersebut alami peningkatan konsumsi miras selama 10 tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPA), Papua memiliki jumlah kasus KDRT yang tinggi. Salah satunya disumbang oleh tingginya konsumsi minuman keras.

Kemudian, Riset Kesehatan Dasar pada 2018 yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi alkohol Papua sebesar 9,9 poin per bulan, lebih tinggi dari tingkat nasional yaitu 5,4 poin per bulan. Sementara itu indeks pembangunan gender di Papua pada 2019 berada di level 80.05.

"Sehingga menunjukkan masih terendah di Indonesia. Hal tersebut juga berkorelasi dengan tinggi lebih jauh situasi ini juga juga menyumbang rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (2020) untuk Provinsi Papua sebesar 60,84," kata Theresia.

Lalu dalam data Badan Pusat Statistik pada 2020 angka tersebut menurun sebesar 0.40 poin atau turun -0.66% dibandingkan tahun 2019. Kemudian ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antarkabupaten dan kota di Papua tercatat menjadi yang paling tinggi dan menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan.

KDRT 

Kemudian dalam studi tematik pada 2014 dan 2017 oleh Smeru di lima kabupaten di Indonesia, yaitu: Deli Serdang, Cilacap, Timur Tengah, Kubu Daya, dan Pangkajene, ditemukan bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi akibat kesulitan ekonomi, asmara, dan kebiasaan minum-minuman keras.

Sementara dari statistik gender tematik pada 2017 yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik menunjukkan prevalensi kekerasan fisik terhadap perempuan oleh suami atau pasangan yang pernah minum miras tiga kali lipat dibandingkan yang tidak pernah minum miras.

Kemudian prevalensi terjadinya kekerasan seksual pada perempuan yang minum miras lebih dari dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak pernah minum miras. "Terkait miras, bisa jadi perilaku ini sebagai akibat dari tindak kekerasan atau memang kebiasaan yang sudah dilakukan sejak sebelum menikah," ungkapnya.

Pihaknya juga mencermati kasus kekerasan seksual yang korbannya dicekoki miras dan terjadi pemerkosaan secara berkelompok. Korban pun kata dia harus berhadapan dengan situasi akibat perkosaannya secara fisik dan psikis.

Korban harus berhadapan dengan hukum normatif yang mengandalkan pada kesaksiannya. Korban yang tidak sadar pada akhirnya tidak mampu memberikan kesaksian yang kuat dan bahkan sulit mengingat pelaku pemerkosaan.

"Pada akhirnya korban tidak dapat memenuhi unsur pembuktian dan kehilangan akses terhadap hukum dan keadilan," ungkapnya.

Presiden Jokowi Cabut

Perpres tersebut terbit pada 2 Februari 2021 sebagai peraturan turunan UU tentangn Cipta Kerja. Perpres itu memang tidak mengatur khusus miras melainkan soal penanaman modal, namun di dalam lampiran III Perpres disebutkan bahwa investasi baru untuk industri minuman beralkohol di daerah tertentu di Indonesia dapat dilakukan, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.

Presiden Jokowi menyebut keputusan untuk mencabut aturan itu diambil setelah mendengar berbagai masukan. "Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya serta tokoh-tokoh agama lain serta juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah," ungkap Presiden.

Lampiran III Perpres Nomor 10/2021 menyebutkan investasi miras hanya diperbolehkan di Bali, NTT, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat. Namun, penamanan modal untuk industri di luar daerah-daerah tersebut dapat dilakukan bila ditetapkan oleh Kpala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarlan usulan gubernur. Hal tersebut termuat dalam Lampiran III angka 31 dan angka 32 huruf a dan b.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tidak melonggarkan pembatasan konsumsi minuman beralkohol. Artinya, konsumsi minuman beralkohol tetap dibatasi.

Menurut Pingkan, perpres ini tidak mengubah ketentuan pembatasan konsumsi maupun distribusi minuman beralkohol yang sudah diatur oleh pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian Dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, Dan Penjualan Minuman Beralkohol beserta perubahan-perubahannya hingga yang terbaru di No 25 Tahun 2019.

Papua Kaji 

Hal ini menurutnya patut diperhatikan agar masyarakat terinformasikan dengan benar dan tidak terbawa oleh polemik yang terjadi di publik saat ini terkait dibukanya pintu investasi untuk sektor minuman beralkohol (minol).

“Pemahaman yang memadai oleh aparat dan masyarakat sangat diperlukan supaya tidak terjadi aksi-aksi yang nantinya berdampak negatif pada kondusivitas situasi dan kondisi dalam negeri. Situasi yang kondusif saat ini sangat dibutuhkan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi,” kata Pingkan Audrine, Selasa (2/3/2021).

Sebagai informasi, Perpres tersebut menyebut daftar negatif investasi (DNI) telah digantikan oleh daftar positif investasi (DPI). Pasal 2, disebutkan bahwa semua bidang usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali pada bidang usaha yang dinyatakan tertutup untuk Penanaman Modal (poin a) atau hanya untuk kegiatan yang dapat dilakukan oleh pemerintah pusat (poin b).

Untuk poin a, ketentuan lebih lanjut mengacu kepada Pasal 12 UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang telah digantikan oleh UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sedangkan kegiatan yang dimaksudkan pada poin b adalah kegiatan yang bersifat pelayanan atau dalam rangka pertahanan dan keamanan dan bersifat strategis.

Perekonomian Daerah

Dalam Pasal 3 dari Perpres Nomor 10 Tahun 2021, terdapat empat klasifikasi dari daftar bidang usaha terbuka, yaitu bidang usaha prioritas (Lampiran I), bidang usaha yang dialokasikan atau kemitraan dengan Koperasi dan UMKM (Lampiran II), bidang usaha dengan persyaratan tertentu (Lampiran III), serta bidang usaha yang tidak termasuk ke dalam tiga kategori terdahulu.

Minuman beralkohol masuk ke dalam Lampiran III. Pada daftar yang memuat 46 bidang usaha dengan persyaratan tertentu turut memasukkan Industri Minuman Keras Mengandung Alkohol dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 11010), Industri Minuman Mengandung Alkohol: Anggur (KBLI 11020), dan Industri Minuman Mengandung Malt (KBLI 11031) ke dalam daftar bidang usaha dengan persyaratan bahwa ketiga jenis ini penanaman modalnya baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Di luar hal tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dapat menetapkan daerah lain berdasarkan usulan dari gubernur. Aturan inilah yang kemudian menimbulkan pro dan kontra.

“Perlu dipahami kalau ketentuan mengenai pembatasan konsumsi dan distribusi minuman beralkohol masih berlaku dan tidak berubah,” tegas Pingkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Regulasi tersebut, antara lain mengatur penanaman modal minuman beralkohol (minol) di sejumlah provinsi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan, dibukanya keran investasi minol akan menggenjot perekonomian di daerah. Terlebih perekonomian di daerah destinasi wisata.

 “Perpres ini membuka investasi minuman beralkohol tidak di seluruh Indonesia dan sifatnya bottom up. Investasi diizinkan apabila Gubernur sebagai pemimpin daerah mengajukan usulan,” kata Piter Senin (1/3/2021).

Piter menuturkan, investasi minol bisa mendorong perekonomian daerah yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Sebab, turis asing sangat dekat dengan kebiasaan mengonsumsi minol.

 “Meskipun negara kita mayoritas muslim tetapi ada daerah yang mayoritas nonmuslim dan ada daerah-daerah tersebut yang menyandarkan perekonomian mereka ke pariwisata mancanegara,” kata Piter.

Piter mengatakan, investasi minol bukan mengajak masyarakat di daerah untuk mengonsumsi alkohol. Piter menyebut produksi minol dari investasi tersebut justru bisa memenuhi kebutuhan para turis yang datang ke daerah pariwisata.

“Isu minuman beralkohol sangat sensitif. Perpres ini jangan diartikan pemerintah mendukung masyarakat meminum alkohol,” tegas Piter.

Piter menyatakan, kebijakan mengendalikan konsumsi minol bisa dilakukan antara lain lewat cukai atau melarang masyarakat meminumnya.

Ketentuan tersebut harus ditegakkan sepenuhnya bahwa ada law enforcement yang lebih efektif mengendalikan konsumsi minol.

“Karena menjaga masyarakat untuk tidak meminum minuman beralkohol adalah konteks kebijakan yang lain,” tutur Piter.

Sekadar diketahui, Perpres 10/2021 merupakan pelaksanaan Undang-Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja. Aturan soal minol itu tercantum dalam lampiran III perpres, yakni soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu.

Salah satu alasan pemerintah membuka peluang investasi tersebut secara terbatas yakni agar kegiatan yang sudah ada, dan berbasis budaya/kearifan lokal menjadi legal. Dengan begitu, lebih menguatkan pengawasan dan kontrol atas produksi dan distribusinya.

Kepentingan Negara

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan ini diambil Presiden Joko Widodo atas dasar pertimbangan dan kajian yang mendalam dengan mendengarkan aspirasi dari para tokoh agama dan masukan dari provinsi dan daerah. Keputusan diambil juga dengan memperhatikan dinamika aspirasi dalam konteks kebaikan.

“Ini adalah sebuah bukti dan tanda bahwa Presiden sangat demokratis, sangat aspiratif mendengar masukan yang konstruktif untuk kebaikan bangsa. Ini adalah contoh pemimpin yang kita bisa ambil jadi rujukan dalam mengambil keputusan, selama masukan-masukan itu konstruktif. Pikiran-pikiran para ulama dan tokoh agama lain adalah sebuah pemikiran yang konstruktif dan substantif dalam rangka mana kepentingan negara yang harus diselamatkan secara mayoritas,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Namun, Bahlil juga memahami keinginan dunia usaha yang menginginkan agar kebijakan ini tetap dilanjutkan. “Kita harus bijak melihat, mana kepentingan negara yang lebih besar. Apalagi, kita umat beragama yang tahu ajaran kebaikan,” kata Bahlil.

Bahlil menambahkan, sejak 1931 hingga saat ini sebetulnya sudah ada izin membangun industri minuman beralkohol di Indonesia. Bahkan, ada sekitar 109 izin yang keluar di 13 provinsi di Indonesia.
Aturan tentang izin investasi baru dalam industri minuman keras (miras) mengandung alkohol yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal telah resmi dicabut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, aturan investasi dalam industri miras tersebut ada dalam lampiran III Perpres 10/2021 yang memuat 46 daftar bidang usaha terbuka dengan persyaratan tertentu, yaitu nomor 31 industri minuman keras mengandung alkohol, nomor 32 industri minuman mengandung alkohol: anggur, dan nomor 33 industri minuman mengandung malt. Hanya tiga bidang usaha inilah yang dicabut aturannya, sedangkan bidang usaha lainnya tetap terbuka dengan persyaratan tertentu.

“Perpres 10/2021 ini tetap berlaku, kecuali lampiran III nomor 31,32, dan 33 yang berbicara tentang alkohol, itu yang dicabut. Selebihnya tetap berlaku,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Untuk daftar bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan tertentu nomor 44, yaitu perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol, ketentuan ini memang tidak dihapus.

Menurut Bahlil, aturan perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol sebetulnya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan, di mana penjualannya hanya bisa dilakukan di tempat-tempat khusus.
“Jadi ini dua hal yang berbeda. Kalau yang nomor 31,32,33 ini bicara industrinya. Sedangkan yang 44 bicara tentang tempat untuk melakukan proses penjualan, jadi tidak ada korelasinya,” tegasnya.

Bahlil menyebut, keputusan mencabut lampiran III nomor 31,32 dan 33 dalam Perpres 10/2021 ini diambil Presiden Joko Widodo atas dasar pertimbangan dan kajian yang mendalam dengan mendengarkan aspirasi dari para tokoh agama dan masukan dari provinsi dan daerah, dan juga memperhatikan dinamika aspirasi dalam konteks kebaikan.

“Ini adalah sebuah bukti dan tanda bahwa Presiden sangat demokratis, sangat aspiratif mendengar masukan yang konstruktif untuk kebaikan bangsa. Ini adalah contoh pemimpin yang kita bisa ambil jadi rujukan dalam mengambil keputusan, selama masukan-masukan itu konstruktif. Pikiran-pikiran para ulama dan tokoh agama lain adalah sebuah pemikiran yang konstruktif dan substantif dalam rangka mana kepentingan negara yang harus diselamatkan secara mayoritas,” kata Bahlil.(Berbagaisumber/Lee)

“Solusi Cantik” Pdt Franky Doris Malau, STh Mengobarkan Semangat Pekabaran Injil di Tengah Pandemi Covid-19

Pdt Franky Doris Malau STh-Ibadah Pesta Olobolob Pagi di GKPS Jambi Minggu 20 Sept 2020-Foto Asenk Lee Saragih

Jambi, BS
–Pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan ekonomi, sosial dan kegiatan kemasyarakatan sejak pertengahan Maret 2020 hingga Maret 2021 ini cukup banyak berimbas terhadap kegiatan keagamaan, termasuk di lingkungan gereja – gereja di Indonesia. Pembatasan kegiatan berkerumun dan berkunjung selama pandemi membuat kegiatan-kegiatan gereja banyak yang lumpuh. Warga jemaat terpaksa beribadah di rumah karena tidak bisa berkumpul di gereja. Kondisi tersebut cukup berpengaruh terhadap lesunya semangat bersekutu, bersaksi dan melayani di tengah gereja.

Dampak pandemi terhadap penurunan kegiatan gerejawi tersebut juga terjadi di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Jambi. Berbagai kegiatan kerohanian dan pelayanan di tengah warga jemaat GKPS Resort Jambi terhenti karena peribadahan dibatasi.  Hal tersebut membuat semangat pelayanan di tengah jemaat juga terasa lesu.

Terbatasanya pelaksanaan kegiatan kegamaan di GKPS Resort Jambi tersebut juga menyebabkan terjadinya penurunan aspek finansial (keuangan) gereja. Ketersediaan kas dan pendapatan gereja relatif menurun akibat pembatasan berbagai kegiatan gereja. Sementara kebutuhan finansial untuk pelayanan di GKPS Resort Jambi cukup besar.

“Solusi Cantik”

Menyikapi penurunan semangat pelayanan dan kelesuan ekonomi warga jemaat tersebut, Pendeta (Pdt) Franky Doris Morinata Malau, STh hadir membangkitkan semangat pelayanan di tengah GKPS Resort Jambi. Pendeta muda GKPS yang mulai bertugas di GKPS Resort Jambi, Minggu (19/01/2020) tersebut berupaya memberikan “solusi cantik” alias terobosan dengan menggalang potensi-potensi di GKPS Resort Jambi untuk mengatasi kendronya semangat pelayanan dan sulitnya keuangan gereja.

Bertepatan dengan Pesta Olob-olob (sukacita) 117 Tahun Injil di Simalungun tingkat GKPS Resort Jambi, Pdt Franky Doris Malau, STh yang lahir di Huta Tongah, Tigarunggu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), 11 September 1987 ini berkolaborasi dengan para seniman berbakat GKPS Resort Jambi menggelar pentas seni di tengah pandemi.

Berkiprah di balik layar, Pdt Franky Doris Malau, STh membangkitkan kehadiran grup band GKPS Resort Jambi, Jestoya Band dan mendukung pergelaran pentas musik Simalungun secara online/virtual (live treaming). Kesetiaan Pdt Franky Doris Malau, STh  mendampingi latihan-latihan Jestoya Band hampir dua bulan mengantarkan grup band GKPS Resort Jambi tersebut bisa tampil memukau pada malam dana Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi, Sabtu (13/9/2020).

Kemudian Jestoya Band juga sukses menyemarakkan Ibadah Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi di GKPS Jambi, Minggu (20/09/2020). Puncaknya, Jestoya Band tampil memukau pada Live Streaming Marsombuh Sihol (Melepas Rindu) Semalam di Simalungun GKPS Resort Jambi, Sabtu (19/2/2021) malam.

Membuahkan Hasil

Dukungan dan motivasi pelayanan yang disemaikan Pdt Franky Doris Malau, STh pada Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi tersebut membuahkan hasil. Berkat persembahan warga jemaat, donatur GKPS di Jambi dan dari luar Jambi, penggalangan dana pada malam dana dan Live Streaming Marsombuh Sihol Semalam di Simalungun tersebut berhasil mengatasi kesulitan dana kas GKPS Resort Jambi.
Pdt Franky Doris Malau, STh  memberikan kata sambutan pada acara Live Streaming Doding Simalungun GKPS Resort Jambi-Sabtu 19 Sept 2020-Foto Ezer Twopama Manihuruk.


Pdt Franky Doris Malau, STh yang lulus Sekolah Tinggi Theologia (STT) Abdi Sabda Medan, Sumut ini mengakui, menggalang kebersamaan jemaat dan para pelayan gereja pada pelayanan gereja di tengah pandemi cukup sulit. Masalahnya kegiatan berkumpul dan berkerumun dikurangi secara drastis. Terbatasnya kegiatan peribadahan secara tatap muka di gereja dan besarnya dampak ekonomi pandemi Covid-19 terhadap warga jemaat membuat gereja mengalami banyak kesulitan menghadapi krisis keuangan.

“Namun kita tidak bisa menyerah menghadapi situasi tersebut. Melalui kreativitas dan kebersamaan, situasi sulit tersebut pasti bisa diatasi.  Buktinya melalui malam dana dan pentas hiburan virtual (live streaming) Olob-olob GKPS Jambi September 2020, kita tetap bisa memberikan suka cita bagi warga jemaat sekaligus menggalang dana keperluan pelayanan. Kemudian kegiatan seni budaya Simalungun juga bisa tetap kita lestarikan melalui pentas musi dan seni tersebut kendati tidak mendatangkan artis,”kata putra pertama seorang penginjil wanita GKPS ini.

Peduli Kasih

Gebrakan Pdt Franky Doris Malau, STh membangkitkan semangat pelayanan di tengah pandemi tidak berhenti hanya pada Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi. Bertepatan dengan perayaan Natal Desember 2020, Pdt Franky Doris Malau, STh yang ditahbiskan menjadi Pendeta Fulltimer GKPS tahun Desember 2019 juga mengagas pentas musik virtual (live  streaming) lagu-lagu rohani Simalungun bersama Pemuda (Namaposo) GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi.

Live streaming pentas musik dan lagu rohani Simalungun bersama Namaposo GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi, Rabu (23/12/2020) malam tersebut digelar dalam rangka menggalang dana peduli kasih untuk Panti Asuhan Bumi Keselamatan Margaritha (BKM) GKPS, Jalan Silau Malaha Simalungun, Sumut.

“Penggalangan dana aksi peduli kasih Namaposo GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi  tersebut cukup mendapat respon dari warga GKPS di berbagai daerah. Hal itu terbukti dari bantuan yang diberikan warga jemaat di luar GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi. Warga jemaat GKPS Salemba, GKPS Bandung dan berbagai warga GKPS di Sumatera Utara dan daerah lain juga turut memberikan sumbangan,”katanya.

Pdt Franky Doris Malau, STh mengatakan, dirinya turut hadir pada aksi peduli kasih Namaposo Pemuda GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi ke Panti Karya BKM Pematangsiantar, akhir Desember 2020. Pada kesemapatn tersebut anak-anak asuh dan seluruh pengasuh antusias menerima bantuan dan kehadiran Namaposo GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi.

“Kami menggelar aksi peduli kasih tersebut karena melihat kondisi sosial ekonomi di Panti Karya BKM GKPS juga mengalami kesulitan di tengah pandemi. Jadi kami berupaya mengetuk hatisanubari warga jemaat GKPS dimana pun berada untuk memperhatikan kesulitan Panti Karya BKM GKPS Pematangsiantar. Selain itu aksi peduli kasih ini juga kami gelar untuk membangun semangat kepedulian sosial dan pelayan di kalangan Namaposo GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi,”katanya.

Tugas Berat

Pdt Franky Doris Malau, STh mengatakan, satu lagi tugas berat pelayanan GKPS Resort Jambi yang turut membebani pikirannya, yaitu pembangunan Gereja GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi. Gedung gereja GKPS Tanah Kanaan yang berada di pinggiran Kota Jambi tersebut mendesak dibangun karena sudah mendapat izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Jika tidak segera dibangun, dikhawatirkan izin gereja bisa ditinjau ulang. Karena itu Gedung Gereja GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi diupayakan dibangun tahun ini.

Pdt Franky Doris Malau, STh memberikan saran kepada Pimpinan Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKPS Persiapan Tanah Kanaan Kota Jambi agar berani melakukan terobosan memprogramkan pembangunan gereja tersebut tahun ini.

“Memang pembangunan gereja tersebut sulit karena masih situasi pandemi Covid-19. Namun saya sarankan, Panitia Pesta Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi perlu melibatkan GKPS dari tingkat pusat hingga ke jemaat-jemaat di Indonesia ini. Saran saya tersebut bisa diterima,”ujar pendeta berpenampilan low profil (kalem) tersebut.

Menurut Pdt Franky Doris Malau, STh yang masih lajang ini, Pesta Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi tersebut pun akhirnya jadi dilaksanakan dengan melibatkan warga GKPS se-Distrik VI dan se-GKPS. Pada pembentukan Panitia Pesta Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi tahun lalu, Bapak Radiapoh Sinaga, SH ditunjuk sebagai Ketua Umum. Bapak Radiapoh Sinaga, SH ditunjuk menjadi panitia dari unsur GKPS Distrik VI sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020 digelar.

“Kalau tidak ada aral melintang, pesta pembangunan GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi tersebut pun sudah siap digelar 1 – 2 Mei 2021. Bapak Radiapoh Sinaga, SH yang terpilih menjadi Bupati Simalungun 2021 – 2024 sudah datang dan bertemu langsung dengan PHMJ GKPS Tanah Kanaan dan Panitia Pesta Pembangunan GKPS Tanah Kanaan. Bapak Radiapoh Sinaga, SH mengatakan siap mendukung pembangunan gereja di Kota Jambi tersebut,”katanya.

Pdt Franky Doris Malau, STh berharap, Pesta Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi nanti bisa berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari segenap warga jemaat GKPS di seluruh Indonesia. Melalui kebersamaan dan kepedulian seluruh warga GKPS di berbagai daerah di Indonesia, GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi yang hanya memiliki warga jemaat 86 kepala keluarga (KK) bisa terbantu memiliki gereja yang layak untuk beribadah.

Kehadiran Pdt Franky Doris Malau, STh tentunya masih sangat dibutuhkan memberikan semangat dan solusi – solusi cantik kepada warga jemaat GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi yang kini berjuang menggalang dana pembangunan gereja hingga miliaran rupiah tersebut. Seperti tekad Bupati Simalungun terpilih, Radiapoh Sinaga, SH ketika beribadah di GKPS Jambi, Minggu (24/01/2021), warga Jemaat GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi diharapkan sudah bisa merayakan Natal Desember 2021 di gereja yang baru nanti.

Melihat tekad bersama dan besarnya harapan warga jemaat GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi mewujudkan pembangunan gereja dari papan menjadi gedung tersebut, tentunya kiprah Pdt Franky Doris Malau, STh tetap dibutuhkan. Kepiawaian Pdt Franky Doris Malau, STh memotivasi warga jemaat GKPS Resort Jambi menyukseskan Pesta Olob-olob GKPS Resort Jambi dan Aksi Kasih Namaposo GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi 2020 diharapkan juga bisa tetap terasa hingga suksesnya Pembangunan gereja GKPS Tanah Kanaan Kota Jambi 1 – 2 Mei 2021. (St Radesman Saragih, S.Sos)

Polres Jakbar Buru Bandar Ganja 115 Kg ke Sumut

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 2 March 2021 | 16:50

Polres Jakbar Buru Bandar Ganja 115 Kg ke Sumut.

Jakarta, BS
-Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat memburu bandar ganja seberat 115 kilogram (kg) ke Sumatera Utara (Sumut). Polisi telah menangkap dua tersangka kurir dan pemesan 115 kg ganja tersebut di kawasan Depok, Jawa Barat, 16 Februari lalu, yaitu PYP dan DK.

"Jadi kami masih terus mengembangkan peredaran ganja 115 kg dan saya yang akan memimpin langsung pengembangan kasus ini," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Selama penyidikan berjalan, Ronaldo belum bisa membeberkan motif kedua tersangka mengirim ratusan kilogram ganja yang disisipkan ke dalam drum besar hingga ditangkap polisi di Depok.

Namun, lulusan Akademi Kepolisian 2003 itu menyampaikan, pengiriman narkotika ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta, menggunakan sejumlah modus untuk mengelabui petugas.

Dia menduga ada sindikat peredaran narkotika yang menyamarkan pengiriman ganja tersebut dalam berbagai bentuk, mulai dari ganja yang dimasukkan ke dalam mobil bak isinya durian, dimasukkan ke dalam kardus dodol dan lain-lain.

"Pernah juga dimasukkan ke dalam keranjang buah kedondong dan yang kemarin itu dalam drum besar berisi tanah," ujar Ronaldo.

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap kurir ganja 115 kg berinisial PYP (25) dan pemesannya berinisial DK (26) di kawasan Depok, Jawa Barat, pada Selasa (16/2/2021) lalu.

Keduanya menggunakan tiga drum besar berisi tanah untuk mengelabui petugas kepolisian saat mengirim ratusan kilogram paket ganja tersebut.



Sumber: ANTARA

Sinabung Semburkan Abu Panas Setinggi 5.000 Meter

ANTARA FOTO-Sastrawan Ginting.

Karo, BS
-Gunung Sinabung erupsi lagi. Gunung berapi paling aktif di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) kembali menyemburkan awan panas guguran sejauh 4.500 meter dan tinggi kolom abu sejauh 5.000 meter, Selasa (2/3/2021).

“Terjadi awan panas guguran pukul 07.15 WIB dengan jarak luncur 4.500 meter ke arah tenggara timur dan tinggi kolom abu 5.000 meter dengan Amplitudo 120 mm, durasi 485 detik dan arah angin selatan-barat,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Badan Geologi dan PVMBG Armen Putra, Selasa (2/3/2021).

Armen menyebutkan status Gunung Sinabung masih berada pada level III atau Siaga. Pihaknya senantiasa mengingatkan agar masyarakat dan pengunjung atau wisatawan menjauhi zona merah Sinabung.

“Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara,” sebutnya. Sementara itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, kata Armen, juga agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Kami ingatkan agar amankan sarana air bersih serta bersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra, Sabtu (13/2/2021) mengatakan, erupsi Gunung Sinabung terjadi pada, Jumat (12/2/2021) malam.

Luncuran lava pijar terpantau menuju timur dan tenggara Gunung Sinabung. Erupsi kali ini meluncurkan guguran awan panas disertai lava pijar sejauh 2 Km.

Selain itu, guguran awan panas sejauh 1 Km juga terpantau ke arah timur, tenggara, dan selatan Gunung Sinabung. Guguran awan panas ini tercatat dengan amplitudo 120 mm dengan durasi gempa selama 159 detik.

“Cuaca mendung dan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 17-23 derajat celcius,” sebutnya. Saat ini, Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga).

Ia mengimbau warga maupun petani untuk tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi serta di lokasi di dalam radius 3 Km dari puncak gunung. Selanjutnya radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur, dan 4 Km untuk sektor timur-utara.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” ujarnya. (CNNI)

HBB Sambangi Polres Pematangsiantar

HBB Sambangi Polres Pematangsiantar.

Pematangsiantar, BS-Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HBB Kota Pematangsiantar menyambangi Mapolres Pematangsiantar, Senin (1/3/2021). Bahkan pada kesempatan itu Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul SH MH beramah tamah juga dengan Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sutan Boy Siregar.

Sebelum melakukan silaturahmi ke Mapolres Pematangsiantar, Lamsiang Sitompul dan tim menjenguk Bapak Janter Aruan, Ketua DPC HBB Pematangsiantar yang sedang sakit.

Menurut Lamsiang Sitompul, temu ramah Pengurus DPP HBB bersama Pengurus HBB DPC Siantar dengan Kapolres Siantar AKBP  Sutan Boy Siregar dalam rangka mendukung kinerja Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Seperti diketahui, Kota Pematangsiantar baru baru ini menjadi sorotan karena kejadian ditetapkan nya 4 orang tenaga medis sebagai tersangka penistaan agama karena memandikan jenazah namun kemudian dihentikan penuntutannya oleh kejaksaan.

Dalam pertemuan tersebut pengurus HBB memberikan dukungan kepada Polresta Pematangsiantar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan Kapolres Pematangsiantar menyatakan terimakasih atas dukungan dari HBB.

Ikut mendampingi Ketua Umum Lamsaing Sitompul SH MH, Sekjen Luhut Situmorang SH MH, Sekretaris Reky Nelson Barus SH, Pengurus DPC HBB Siantar Al Daulat Sihombing SH MH, Bendahara Donny Waty Purba M Hut, Ketua DPK Siantar Marihat, Adolf Panjaitan, Surya Pandiangan SH disertai beberapa pengurus yang lain.

Sementara Kapolres Pematangsiantar didampingi Wakapolres Kompol Panjaitan dan beberapa anggota. Dalam kesempatan tersebut Pengurus HBB memberikan dukungan kepada Polresta Pematangsiantar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan Kapolres Pematangsiantar menyatakan terimakasih atas dukungan dari HBB tersebut. 

Perbincangan berjalan dengan hangat dan selanjutnya Kapolres Pematangsiantar menjamu para pengurus HBB makan malam di salah satu resto di Kota Pematangsiantar.(Asenk Lee Saragih)






Damma Silalahi, Riwayatmu Kini

Written By Beritasimalungun on Monday, 1 March 2021 | 21:21

Pdt Defri Judika Purba STh dan Damma Silalahi


Oleh: Pdt Defri Judika Purba STh 

BS-Ini cerita tentang seorang seniman yang tidak ada habisnya. Selalu ada sisi atau kisah yang akan terluput. Cerita yang ingin saya sampaikan pun tidak akan lengkap. Kenapa? Karena sosok yang ingin saya ceritakan ibarat mata air yang tidak akan pernah habis untuk diminum. Selalu ada sisi lain yang ketinggalan. Walau demikian saya berharap cerita ini sedikit banyak membuka hati dan mata kita untuk bisa melihat secara baru seorang seniman yang begitu luar biasa dianugrahi Tuhan sebuah talenta.

Siapa lagi sosok seniman yang ingin saya ceritakan selain daripada abang Damma Silalahi. Seorang seniman pencipta dan penyanyi lagu daerah Simalungun yang begitu tersohor. Karya-karyanya begitu luar biasa bahkan fenomenal. Setiap lagu ciptaannya selalu booming di tengah-tengah masyarakat Simalungun.

Tanpa bermaksud merendahkan pencipta lagu simalungun lainnya , untuk kategori lagu pop Simalungun masa kini, saya menilai di tangan seorang Damma Silalahi lah lagu simalungun mendapat mutu yang begitu baik. 

Syair lagunya begitu sederhana, menyentuh, jujur, menggelitik, lucu, berisi kritikan bahkan dapat memancing imajinasi liar para pendengarnya. Lagu-lagunya pun selalu memakai kaidah-kaidah penciptaan sebuah lagu. Kisah yang diceritakan begitu nyata adanya.

Baiklah, saya akan melanjutkan tulisan ini dengan terlebih dahulu menceritakan awal mengenalnya. Sepanjang yang saya ingat, saya mulai mengenal Damma Silalahi setelah karya pertamanya yaitu lagu suntuk yang dibawakan artis jhon eliaman saragih meledak di pasaran. 

Waktu itu saya baru duduk di bangku SMA. Jadi sekitar dua puluh tahun yang lampau. Saat itu lagu suntuk begitu populer. Bahkan sangat populer. Kisah yang disampaikan begitu sederhana, nyata dan menyedihkan. Damma silalahi berhasil memasukkan kebiasaan pasangan yang saling bertukar photo ke lagu suntuk. Ketika mereka berpisah photo yang sempat diberikan pun diminta lagi.

Suatu kali artis Jhon eliaman Saragih, mengadakan konser di rumah bolon Pematang Purba. Damma Silalahi pun hadir. Gayanya urakan. Pakai ransel di punggung dan celana pendek. Itulah pertama kali saya melihatnya. 

Beliau memperkenalkan diri sebagai orang yang menciptakan lagu suntuk. Beliau pun menyanyi saat itu, lagu yang belum direkam yaitu: Horja Kantor. Mendengar lagu tersebut saya pun semakin fans kepada Damma Silalahi.

Sejak saat itulah setiap ada lagu ciptaan Damma Silalahi selalu saya kejar dan buru. Tidak ada yang ketinggalan. Toko kaset di jln diponegoro, Pem.Siantar (Istana Musik) adalah langganan saya untuk membeli kaset Simalungun.

Ketika saya kuliah di Medan, saya pun sering bertemu dengan beliau. Kami bertemu di rapemda, jln Iskandar Muda bahkan berjumpa di rumah kosnya (rumah abang Noah Sumbayak ). Saat itu saudara saya Jhon Kariando Purba pun sudah mulai dikenal sebagai artis Simalungun. 

Lagu pertama mereka Calon Pormaen, meledak di pasaran. Di album pertama itu ada beberapa lagu Damma Silalahi. Ada lagu Hupaima Ham Mabalu, Ham do Nomor Sada, Pareman Tanggung dan Elsa. Semuanya dapat diterima masyarakat.

Nah, untuk kisah selanjutnya saya akan mencoba menarik garis merah kehidupan Damma silalahi melalui lagu ciptaanya.

Menurut saya ada beberapa latar belakang yang menjadi inspirasi bagi abang Damma Silalahi untuk menciptakan lagu. Pertama, kisah hidupnya yang terbatas secara ekonomi.; Kedua, kisah percintaan masa mudanya ; dan ketiga, kisah rumah tangganya. Semuanya begitu nyata dan menyentuh.

Untuk kisah yang pertama yaitu keterbatasan secara ekonomi, inilah menurutku yang paling banyak memberi inpirasi kepada abang Damma Silalahi untuk berkarya. Keterbatasan secara ekonomi ini membentuk cara beliau melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihatnya. 

Lagu haer pagut, bolini haroan, dan pareman tanggung menurut saya adalah satu kesatuan kisah dalam hidupnya. Karena keterbatasan ekonomi pergi merantau ke Jakarta untuk memperbaiki nasib. Lagu dalahi asal manggoluh, talenta, seniman terlantar, baen baenmu adalah lagu pemaknaan kepada diri sendiri dan pandangan orang lain.

Untuk keterbatasan ekonomi ini abang Damma Silalahi sesungguhnya sudah menerimanya. Kisah lagunya dalam talenta dua (belum direkam), menyimpulkan itu:

Lang husosalkon au masombuh tubuh hu dunia on
Hassi sonai pangindoanku lo inang
Boras tengeri ham ma salimbubukin
Ase tongon tenger uhurhin manggoluh i dunia partangisan on

Untuk kisah kedua yang berkenaan dengan kisah percintaannya tidak dapat disebut, karena sangat banyak. Yang paling terkenal adalah Elvi dan Ramaita. Kisah hidupnya yang begitu banyak di lapo tuak dan mabuk juga turut mewarnai karya-karyanya. Lagu tenggen dan raru adalah lagu yang lahir dari pengalaman sehari-hari di lapo. Lagu sel pengasingan adalah karya pamungkas setelah keluar dari penjara karena jerat narkoba.

Tulisan ini tidak mampu memuat dan menganalisa semua lagu ciptaan beliau. Karya dan sosoknya begitu fenomenal. Tulisan ini hanya mampu pada sebuah kesimpulan: Damma silalahi adalah seorang sosok seniman yang rendah hati, urakan dan tidak jaim. Bakatnya begitu luar biasa. 

Dia adalah seniman titisan alam yang tidak ada duanya. Lihat dan nilailah seorang Damma Silalahi sebagai seorang seniman. Jangan menilainya melebihi apa yang patut. Segala tingkah polahnya adalah urusannya pribadi. 

Sekali lagi urusannya pribadi. Jangan pula terkesan iba atau kasihan kepadanya. Dia itu seniman sejati. Seniman yang mampu berkarya justru dari keterpurukan dan ketertekanan hidup. Dia itu seniman yang mampu menghasilkan mutiara dari sebuah pengalaman pahit.

Urusan saya dengan beliau adalah hubungan antara fans dengan artis favorit. Saya bersyukur karya-karya beliau turut mewarnai perjalanan hidupku. Hidupku begitu berwarna bahkan sangat bergairah. Bahkan untuk mencari makna hidup pun sering saya cari melalui lagu-lagu ciptaannya. Saya begitu terberkati dalam hidup ini bisa mengenalnya.

Photo saya dengan beliau ini terjadi di studio dua patunggung Simalungun di perbat, Sondi Raya. Waktu itu ada acara dari Patunggung Simalungun apresiasi kepada pencipta lagu Simalungun, Jilid dua. Saya sudah melihatnya dari kejauhan tetapi memilih sementara waktu untuk tidak menyapanya. 

Ketika beliau melihat saya, beliau terkejut dan memastikan itu adalah saya. Saya terkejut kenapa masih bisa dikenal padahal memakai masker dan suasana tidak terlalu terang. Setelah saya membuka masker beliau pun langsung tertawa dan datang mendekat. Kami pun langsung berpelukan. 

Sudah lama kami tidak bertemu sejak beliau dipenjara. Seperti itulah damma yang saya kenal. Tetap setia kawan dan mau hancur untuk teman walau kondisi sering terjadi kawan yang tidak setia kepadanya bahkan mengkhianatinya.

Abang Damma Silalahi tetaplah berkaya untuk kemajuan lagu Simalungun. Saya selalu setia mendukungmu. Bahapal Raya, 01 Maret 2021. (Penulis Pendeta di GKPS)

Perkumpulan Horas Bangso Batak Minta Kapolri Terbitkan Pedoman Perkara Penistaan Agama

Written By Beritasimalungun on Friday, 26 February 2021 | 15:49

Lamsiang Sitompul, SH MH (kanan) dan Kabareskrim Polri.(IST)

Medan, BS
- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul, SH MH meminta Kapolri untuk menerbitkan Pedoman Penanganan Perkara Tentang Penistaan Agama (P3TPA) atau Keputusan Bersama antara Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman yang di susun bersama dengan Ahli Hukum yang bertujuan untuk mencegah adanya kesan kriminalisasi terhadap orang yang dilaporkan dengan pasal penistaan agama.

Permintaan itu disampaikan Lamsiang Sitompul kepada wartawan di Medan, (Jumat (27/2/2021) menyusul timbulnya polemik tentang pasal penistaan agama yang menjerat 4 tenaga kesehatan  di RS Djasamen Saragih Siantar baru-baru ini.

Kasus 4 Nakes RSUD dr Djasamen Saragih ini  mengundang keprihatinan  bagi banyak kalangan. Dimana tak seharusnya tenaga kesehatan yang hanya memandikan jenazah ditetapkan tersangka oleh kepolisian walaupun akhirnya dihentikan penuntutannya oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar pada 24 Februari 2021.


“Sejumlah perkara yang menjerat para tersangka pasal penistaan agama hingga saat ini masih multi tafsir di tengah masyarakat, bahkan bagi kalangan ahli hukum sendiri. Kerap orang-orang yang ditersangkakan dan dihukum dengan pasal penistaan agama justru sesungguhnya merasa tidak melakukan perbuatan sesuai dengan rumusan pasal penistaan agama,” ujar Lamsiang Sitompul.

Lamsiang Sitompul menegaskan, melihat banyaknya opini yang terjadi justru pasal 156(a) KUHP itu sering dimanfaatkan sekelompok orang untuk mengkriminalisasi orang lain dengan memaksakan penafsiran pasal penistaan agama menurut pendapatnya.

“Karena kalau kita lihat orang-orang yang ditersangkakan dengan pasal ini sejujurnya tidak melakukan satu perbuatan sesuai dengan apa yang dirumuskan dalam undang-undang itu," ujarnya.

Kata Lamsing Sitompul, bahkan jika mencermati isi undang-undang itu bahwa Penistaan Agama adalah tindakan yang menganjurkan atau melakukan kegiatan ajaran agama yang menyimpang dari ajaran Agama tertentu. Sebenarnya menurut Lamsiang Sitompul Penistaan Agama lebih kepada ajaran sesat seperti kasus Lia Eden ataupun Akhmad Musadeq.

Disebutkan, banyak kasus-kasus yang selama ini dituduh menista agama jutru jadi polemik di masyarakat misalnya kasus Arswendo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di DKI, Meiliana di Tanjung Balai, Sumut dan lainnya.

Lanjut Lamsiang Sitompul, pihaknya menyarankan agar Kapolri bersama Kejaksaan, Kehakiman dan Ahli Hukum Pidana untuk membuat Pedoman Penanganan Perkara Tentang Penistaan Agama (P3TPA) itu.  

“Orang sering merasa dikriminalisasi dengan pasal itu. Jadi biar jangan jadi polemik perlu pemahaman kepada publik. Bahwa perbuataan-perbuatan para tersangka yang selama ini terseret dalam perkara penistaan agama justru tidak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal Penistaan Agama tersebut,” katanya. 

“Kalau kita baca Pasal tentang Penistaan Agama  sesuai pasal 1 UU No. 1/PNPS/1965 menyatakan: setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu,” terang Lamsiang Sitompul.

Kata Lamsiang Sitompul, Keputusan bersama Kepolisian bersama Kejaksaan, Kehakiman serta Ahli Hukum Pidana selanjutnya  itu selanjutnya menjadi acuan kepada semua Penyidik, Penuntut Umum maupun Hakim dalam menangani perkara agar jangan sampai ada kesan orang di kriminalisasi dengan pasal penistaan agama. (Asenk Lee Saragih)

Ketua IPK Pematangsiantar Apresiasi Kejari Pematangsiantar Hentikan Proses Hukum 4 Nakes RSUD Dr Djasamen Saragih

Written By Beritasimalungun on Thursday, 25 February 2021 | 11:41

Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Pematangsianta Gregorius Purba.(Istimewa)

Pematangsiantar, BS
-Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Pematangsianta Gregorius Purba mengapresiasi tindakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Pematangsianta Agustinus Wijono Dososeputro yang menghentikan penuntutan kasus 4 Nakes RSUD Dr Djasamen Saragih. Kebijakan itu sungguh telah memenuhi rasa keadilan masyarakat Kota Pematangsiantar yang berMotto “Sapangambei Manoktok Hitei”.

Hal itu diungkapkan Gregorius Purba kepada wartawan di Pematangsiantar, Kamis (25/2/2021). Menurutnya, sejak awal munculnya kasus ini dirinya sudah mencium begitu kuatnya aroma muatan politis dalam perkara ini, untunglah Kajari Siantar berani objektif menangani kasus ini dengan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2), artinya perkara ini ditutup ujar Gregorius Purba.


Ditegaskan Gregorius Purba kedepan, pihaknya berharap tidak ada lagi kasus-kasus yang bisa mengusik rasa keadilan masyarakat apalagi yang bernuansa SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ingat Kota Pematangsiantar Kota "Sapangambei Manoktok Hitei" sejak dulu masyarakatnya sudah beragam multientnis dan beragam aliran kepercayaan serta dipenuhi dengan harmonisasi yang sangat baik jadi jangan ada pihak-pihak yang mencoba berusaha merusak harmonisasi masyarakat yang sudah terjalin dengan baik.

"Saya mengharapkan agar polemik kasus 4 Nakes RSUD Dr Djasamen Saragih dihentikan. Kasus ini sudah dihentikan jangan lagi dipolemikkan mari bersama kita merawat keberagaman masyarakat Kota Pematangsiantar dan Simalungun sekitarnya," kata Gregorius Purba.(Asenk Lee Saragih)

Sebanyak 11 Kepala Daerah Terpilih Pilkada 2020 di Sumut Dilantik Virtual 26 Februari 2021


Medan, BS
-Sebanyak 11 kepala daerah terpilih hasil Pilkada 9 Desember 2020 di Sumatera Utara (Sumut) akan dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, atas nama Presiden RI, Joko Widodo, pada Jumat (26/02/2021). Pelantikan akan digelar secara virtual dalam 2 sesi dengan menerapkan protokol kesehatan. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB. Sedangkan sesi kedua usai salat Jumat, persisnya Pukul 14.00 WIB.

Gubernur melantik dari Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubernur Sumut, sedangkan bupati/wali kota di Kantor DPRD masing-masing dalam virtual zoom.

“Baru ada 11 daerah yang akan dilantik bupati dan wali kota. Pelantikan sesi pertama dan kedua masih dirapatka ," ujar Kadis Kominfo Sumut, Irman Oemar, kepada wartawan, Rabu (24/02/2021) malam.

Berikut ini 11 Kepala Daerah Dilantik: 

1. Serdang Bedagai: Darma Wijaya-Adlin Umar Yusri Tambunan
2. Labuhanbatu Utara: Hendriyanto Sitorus-Samsul Tanjung
3. Toba: Poltak Sitorus- Tonny M.Simanjuntak
4. Humbang Hasundutan: Dosmar Banjarnahor-Oloan P Nababan
5. Sibolga: Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing
6. Binjai: Juliadi-Amir Hamzah
7. Pakpak Bharat: Franc Bernhard Tumanggor-Mutsyuhito Solin
8. Medan: Muhammad Bobby Nasution-Aulia Rachman
9. Tapanuli Selatan: Dolly Putra Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran
10. Asahan: Surya-Taufik Zainal Abidin
11. Tanjungbalai: M Syahrial-Waris. 





(Asenk Lee Saragih)

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.

Berita Lainnya

.

.
.

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

 


 


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak
KLIK Gambar Untuk Selengkapnya