}); 2020 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

Himbauan

Himbauan
Pemkab Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
"Ketika tangan tak bisa saling menjabat. Dan mata tak bisa saling menatap. Maka melalui pesan singkat ini saya mengucap: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah/ 2020 M. Minal Aidil Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Selamat Lebaran!".

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Maju Pilkada Simalungun, Ini Pesan Sang Naualuh Damanik Kepada Wagner Damanik

Written By Beritasimalungun on Sunday, 31 May 2020 | 12:31

ILUSTRASI-SND-St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanik MAP.

DIALOG IMAJINER WAGNER DAMANIK BERSAMA RAJA SND

Oleh: Wagner Damanik 

Beritasimalungun-Hampir dua bulan menghabiskan waktu di rumah akibat pandemi Covid-19. Sudah menjadi kebiasaan saya setiap berada di meja kerja, selalu merapikan buku-buku yang ada di atasnya, spontan mata saya tertuju ke Buku Riwayat Hidup dan Perjuangan Sang Naualuh Damanik. 

Entah karena “Stay at Home” yang sudah terlampau lama atau mungkin karena keprihatinan saya melihat ketertinggalangan pembangunan di Simalungun. 

Saya ambil bukunya, lalu saya amati photonya, saya coba berimajinasi hanya untuk bisa berdialog dengan Ompung Raja Sang Naualuh Damanik (SND).

Op SND: Horas Ambia, hutangar han Abang Ompungmu Tuan Kalabosar Damanik Sipolha, laho sihol uhurmu mulak hu Simalungun.

WD: Horas Pung, hanja itanda ham Ompunghu Tuan Kalabosar ?

Op SND: Hasoman seperjuangan do hanami sapari Ambia. Sonari pe gatih do hanami diskusi pasal Siantar-Simalungun on.

WD: Eak Pung, siholdo uhurhu mulak patureihon Simalungun. On ma panorang bakku manggalar utang alani domma buei namadear hujalo han bani nasiam, sonai ge hun tanoh Simalungun namambere goluh namajenges.

Op SND: Dear do niat mu ai Ambia. Tapi ingat da :makorjahon namadear sedo na urah. Maningon siapdo ho jadi pemimpin songon goranhu sang naualuh aima :pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggungjawab, teguh pendirian, saling menghormati dan berjiwa membangun, demi mandalankon tanggung jawabmu selaku parhobas.

WD: Sirsir ma ahu ijai Ompung.

Op SND: Au sapari soppat do piga-piga hali diancam, ipahata hata, anjaha na parpudi igijikkon ma ahu hu Bengkalis das marujung goluh manadingkon haganup hinadongan i Siantar. Padahal ahama gatni nahuhorjahon? Ganup do namadear hubahen hubani masyarakat termasuk na di Bengkalis.

WD: Jaman nasiam nasapari pakon sonari beda do Pung. Perjuangan nasiam pitah manlawan penjajahdo, anggo sonari perjuangan lobih boratdo halani lang pitah mangalo penjajah dalam konteks sonarion tapi bangsanta sandiri do na gabe alonta.

Op SND: Sintong do ai. Ingat ma hatakkon Ambia, mambobain jolma sonari memang haru do. Lang na botoh hasoman pakon lawan, tapi porsaya ma anggo domma marhasoman Naibata, torsa anjaha deardo in ganupan .

WD: Sintong do ai Pung, alani aido ase sihol tumang diri mulak, marhobas bani hamajuhon ni Simalungun. Sagohgoni gogoh ku, huhorjahon pe mangubah haganup nalang madear ai. Sedo nalao manorihi habayakon Pung, tapi borsih ni uhur hu do nalaho mamberehon diri bani hamajuan ni Simalungun. Hupabotohkon hubamu Pung, rohpe hu Simalungun pitah laho mambaere do sedo laho mambuat.

Op SND: On ma sipasingatku hubam Ambia ! Hita panganut Habonarondo da, artini anggo borsih do uhur mu, dear, pittor janah jujur pikkiran pakon parlahomu, posma uhurmu dear do ho makkorjahon ai, tapi anggo manlembang doho humbani hasittongan, sai na magou do ho ambia. Lang pitah bam berlaku on, tapi hubani ganup jolma na adong tarlobihma ai na di Siantar-Simalungun. Ase, asok-asok janah tulimat ma ho Ambia.
(lalu tiba-tiba muncul seseorang, menurut dugaanku Ompungku Tuan Kalabosar)

Op TK: Ahu Ompungmu Tuan Kalabosar, Sada do pesanku hubam. Iboto ho do bahasa buei do keluargatta korban revolusi sosial. Ulang das adong domdom mu bani isepe, hulobei ma tonggor, ulang be hupudi. Maningon bujur anjaha sisei maho hubani ganupan jolma.

Ketika anak saya masuk kamar, suara pintu yang menghentak membuat saya kaget dan sadar sehingga dialogpun terhenti. 

Bersyukur bisa berdialog dengan seorang pejuang nasionalis yang nasionalismenya tidak pernah digadaikan untuk kepentingannya sendiri. 

Yang pasti semua yang dititahkan Ompung Raja Sang Naualuh Damanik kepada saya juga menjadi harapan masyarakat untuk pemimpin Siantar-Simalungun siapapun yang terpilih kelak.
#SalamHabonarondoBona#. (Penulis Calon Bupati Simalungun Pilkada 9 Desember 2020 Jalur Independen)

Suami Muda Marga Situmorang Diduga Bunuhdiri di Dapur Rumahnya

Peristiwa bunuh diri pria yang disebut baru menikah ini diketahui dari seorang warga kumpulan “Punguan” Marga Parna Sengeti, Muarojambi, K Naibaho disalah satu Group WA Marga terbatas, Sabtu (30/5/2020) Pukul 22.00 WIB.(Istimewa)
Jambi, BS-Seorang pria dewasa yang diketahui Marga Situmorang, Istrinya Br Tamba diduga melakukan bunuhdiri di dapur rumahnya dengan seutas tali. Pelaku bunuhdiri ini dalam posisi duduk di kursi pendek dengan leher terikat menggantung. Belum diketahui motif dan modus kejadian bunuh diri yang menggemparkan warga setempat tersebut.

Peristiwa bunuh diri pria yang disebut baru menikah ini diketahui dari seorang warga kumpulan “Punguan” Marga Parna Sengeti, Muarojambi, K Naibaho disalah satu Group WA Marga terbatas, Sabtu (30/5/2020) Pukul 22.00 WIB.

K Naibaho mengirimkan dua video pendek kondisi Marga Situmorang dalam keadan leher terikat dengan kaki duduk di kursi pendek orange. Dalam dua video itu, tampak juga ibunda dari Marga Situmorang ini menangis histeris melihat anaknya dengan leher terikat dalam seutas tali di sebuah rumah.

“Pelaku satu kumpulan kami Parna Sengeti. Baru menikah, rumahnya belum siap dibangun tapi sudah dibuatnya “maningkot” (bunuhdiri-red). Istrinya Br Tamba. Jenazah Marga Situmorang itu dilakukan visum oleh pihak Raden Mattaher Jambi setelah kejadian. Ada kecurigaan keluarga, sehingga jenazahMarga Situmorang itu divisum. Peristiwa ini membuat warga di Sengeti memperbincangkannya,” tulis K Naibaho. 


Sementara dari informasi lain yang diperoleh Jambipos, pria yang tewas diduga gantung diri itu adalah warga RT 07, Dusun Suka Mulia, Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kejadian Sabtu 30 Mei 2020 pagi.

Pelaku disebut berusia 24 tahun berenisial DS dan ditemukan tewas di dapur rumahnya yang belum selesai dibangun. DS diketahui pertama kali oleh ibundanya yang diikat seutas tali di dapur rumah pelaku.

Kapolsek Mendahara Ulu IPTU Osli G Sitompul mengatakan, dugaan sementara tewasnya korban karena gantung diri. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan otopsi jenazah korban guna mengetahui penyebab kematian korban.

IPTU Osli G Sitompul menerangkan, berdasarkan keterangan dari Istri korban, tigahari sebelum ditemukan tewas, DS sempat terlibat cekcok dengan keluarganya terkait masalah keluarga.(Asenk Lee Saragih)  

Sukses Konser Live Streaming FB Intan Saragih Feat “FIF Trio”

Written By Beritasimalungun on Friday, 29 May 2020 | 11:13

Senandung Simalungun. 
Pematangsiantar, BS-Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, sehingga kebijakan Pemerintah memaksa masyarakat untuk tidak bebas beraktifitas di luar rumah. Bahkan salah satu yang terpukul akibat kebijakan Pemerintah ini adalah Seniman Simalungun.

Pasalnya, mata pencaharian mereka nyaris kosong karena tak ada kerja karena pembatalan sejumlah Pesta dan kegiatan lain yang mengumpulkan massa. Namun ditengah keterbatas ini, Seniman Simalungun tak patah arang untuk tetap bisa beraktifitas atau menghibur serta mencari nafkah.

Adalah Intan Saragih, yang kali kedua melakukan “Konser Live Streaming Facebook” Senandung Simalungun, Kamis (28/5/2020) malam mulai Pukul 19.30 WIB hingga Pukul 23.00 WIB dari Rumah di Pematangsiantar. 

Setidaknya puluhan tembang-tembang Simalungun dibawakan dengan apik oleh Intan Saragih dan FIF Trio (Fitriani Br Sinaga, Fitri Br Saragih, Intan Saragih).

Kali pertama Intan Saragih seorang diri melakukan “Konser Live Streaming Facebook” Senandung Simalungun, dari rumah di Pematangsiantar pada Kamis 7 Mei 2020 malam lalu. 

Gebrakan seniman ditengah pandemi Covid-19 dengan kebijakan Pemerintah, didukung masyarakat pecinta Seniman Simalungun. Kreativitas di era musik digital saat ini, Musisi Simalungun tetap bisa berkarya dan berpenghasilan dengan melakukan "Konser Live Streaming Sosial Media (FB)”.


Penayangan “Konser Live Streaming Facebook” Senandung Simalungun, di akun Facebook “Intan Saragih Cbm” sukses dibagikan 669 kali dan ditonton 37 Ribu tayangan dengan 1,2 Ribu kali disukai dan dikomentari.

Puluhan ribu penonton konser live FB itu adalah masyarakat Simalungun dan etnis lainnya dari Sabang sampai Papua hingga luar negeri seperti Canada, Malaysia, Jerman, Belanda, Singapura. 

Bahkan konser live streaming FB ini juga meraup “Saweran atau Batu Demban” ke Nomor Rekening BRI : 5342-01-021347-53-7. Saweran juga bervariasi mulai dari Rp 100.000 hingga Jutaan Rupiah. 

Seperti Riana Br Saragih Manihuruk dari Canada menyawer Rp 500 Ribu dan Ibu Ketua Komunitas Patunggung Simalungun Rp 1 Juta dan masih banyak saweran lain dari berbagai wilayah.

Berikut lagu-lagu Simalungun yang didendangkan Intan Saragih dan FIF Trio (Fitriani Br Sinaga, Fitri Br Saragih, Intan Saragih).

1.Sipungkah Huta (Cipt: Agus Erdiaman Purba)
2.Sitalasari & Deideng (Cipt: Taralamsyah Saragih)
3.Mulak Pe Ahu Girah (Cipt: Kasmir Saragih)
4.Holongku (Cipt: Sabar Tondang)
5.Asal Janji (Cipt: Sabar Tondang)
6.Cinta Bulung Motung (Cipt: Sabar Tondang)
7.Mase Marsirang (Cipt: Sarudin Saragih)
8.Horas Simalungun (Cipt: Kasmir Saragih)
9.Inang Na Bujur (Cipt: Angelo PK Purba) 
10.Tanggiang Na Tarpulo (Cipt: Sarudin Saragih)
11.Marpadan (Cipt: Jerry Sigumonrong)
12.Sorot Ni Ranggiting (Cipt: Sabar Tondang)
13.Jalo Helamon (Cipt: Sabar Tondang)
14.Selendang Biru (Cipt: Damma Silalahi)
15.Parhobas Simalungun (Cipt: Jan RI)
16.Sungkupma (Citp: Sabar Tondang)
17.Bapa Na Bujur (Cipt: Damma Silalahi)
18.Bunga Papan (Citp: Sabar Tondang)
19.Patunggung Simalungun (Cipt: Agus Erdiaman Purba)
20.Torsuk (Cipt: Jhon Syah Sinaga)
21.Botou-Botou (Cipt: Lamser Girsang)
22.Ise Do Ham (Trio Mora-Cipt : JH Purba)
23.Friska (Jhon Eliaman Saragih-Cipt: Damma Silalahi)
24.Sirang Padan (Cipt: Sarudin Saragih)
25.Elvi (Cipt: Damma Silalahi)
Musik Kybord: Herlin Rumapea dan Risman Lingga.

(BS-Asenk Lee Saragih)


Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Simalungun Kini 14 Orang

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 27 May 2020 | 14:47

Akmal H Siregar. (Istimewa)
Pematangraya, BS-Jumlah pasien Corona Virus Diases (Covid-19) hasil pemeriksaan swab di Kabupaten Simalungun bertambah menjadi 14 orang setelah sebelumnya 12 orang. 

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diases Covid-19 Kabupaten Simalungun Akmal H Siregar menyampaikan pertambahan jumlah Covid-19 kepada wartawan, Selasa, (26/5/2020). 

Disebutkan, penambahan 2 jumlah pasien positif hasil swab tersebut satu orang warga Kecamatan Dolok Pardamean dan satu lagi warga Kecamatan Ujung Padang. 

Saat ini keduanya sudah dirawat di Rumah Sakit Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 di Batu 20 Kecamatan Panombeian Pane. "Kita harapkan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan semakin ditingkatkan,” katanya. (Rodo S)

Tim RHS Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Siturituri Silimakuta

Ketua Tim Center RHS Chrismes Haloho menyerahkan "Boras Tenger" kepada keluarga korban kebakaran rumah di di Huta Siturituri, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). (Foto Criemes Haloho)
Saribudolok, BS-Ketua Tim Center RHS Chrismes Haloho mengatakan, bahwa Tim Center Bakal Calon Bupati (Balonbud) Simalungun St Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) SH akan mengunjungi korban kebakaran 4 unit rumah penduduk di Huta Siturituri, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). Empat unit rumah yang dihuni 5 Kepala keluarga (KK) hangus terbakar, Selasa (26/5/2020) dini hari. 

"Tokkin Nari berangkat hanami hun Siantar laho manjuppahkon keluarga korban kebakaran. Asa Merapat ma nasiam Tim na i Situri turi (Kecamatan  Silimakuta). Diatetupa. Horas hubanta ganupan. (Sebentar lagi kami akan meluncur dari Siantar menuju Siturituri dan diminta kepada tim merepat di Situri-turi-red)," ujar Crismes Haloho, Rabu (27/5/2020).

RHS akan memberikan bantuan pangan dan materi kepada korban kebakaran tersebut dan memberikan kekuatan agar keluarga korban tegar dan tetap semangat. 

Sementara itu, Pemuda Siturituri juga menggalang bantuan untuk korban kebakaran tersebut.

Rekening BRI : 526901015715536. Atas nama : Wira Dani Damanik. 

"Mangindo hanami ase itonggohon hita keluarga na terkena musibah kebakaran i huta nami Siturituri. Ijon homa mangindo do tolong hanami bani uluran tangan nassiam laho mangurupi beban ni keluarga aima marhitei bantuan materi ni nassiam ase andohar boi mangurangi beban ni keluarga on. Ijon ibaen hanami No Rekening BRI : 526901015715536. Atas nama : Wira Dani Damanik. Diateitupa ma bani tonggo pakon pangurupion ni nassiam. Naibata mamasu-masu," ujar Wira Dani Damanik.
Kebakaran 4 unit rumah penduduk di Huta Siturituri, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). (IST)
Seperti diberitakan, empat unit rumah di Huta Siturituri, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, hangus terbakar, Selasa (26/5/2020) dini hari.

Rumah itu dihuni Andi Girsang, Nai Lena Silalahi, Nasken Purba dan Edi Munthe. Sedangkan 2 rumah lainnya dan loods desa yang berdekatan dengan lokasi kebakaran, mengalami gosong di bagian dinding.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah, karena banyak harta benda korban tidak terselamatkan.

Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek. (Rodo S/Lee)




Ketua Tim Center RHS Chrismes Haloho menyerahkan "Boras Tenger" kepada keluarga korban kebakaran rumah di di Huta Siturituri, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). (Foto Criemes Haloho)

Tim WD-BISA Berikan "Upaupa" Kepada Keluarga Korban Kebakaran di Siturituri

Wagner Damanik melalui Relawan dan Tim Center Gerbang Simalungun diwakilkan Ketua Tim Pemenangan WD-BISA, Janri Parkinson Damanik, datang untuk memberikan "Boras Tenger" dan bantuan kepada mereka para korban di Huta Situri-turi Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). (Istimewa)
Saribudolok, BS- Ketua Tim Pemenangan WD-BISA, Janri Parkinson Damanik dan Tim Center WD-BISA melaksanakan acara "Upaupa" (penguatan) kepada keluarga korban kebakaran rumah di memberikan Huta Situri-turi Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 4 unit rumah warga itu terjadi Selasa (26/05/2020) dini hari. 

Tim WD-BISA juga memberikan tali asih kepada korban kebakaran ini. Setiap kehidupan pasti ada tantangan dan tragedi yang dihadapi. 

Begitu juga yang dialami oleh warga Huta Situri-turi Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun yang terbakar, Selasa (26/05/2020) dini hari. 
Atas kejadian tersebut, Wagner Damanik melalui Relawan dan Tim Center Gerbang Simalungun datang untuk memberikan "Boras Tenger" dan bantuan kepada mereka para korban. 

Semoga korban dan keluarga secepatnya kembali pulih dari trauma kejadian. Salam dari kami,  saudara seperjuangan, WD-BISA.

Seperti diberitakan, empat unit rumah di Huta Siturituri, Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun, hangus terbakar, Selasa (26/5/2020) dini hari. 

Rumah itu dihuni Andi Girsang, Nai Lena Silalahi, Nasken Purba dan Edi Munthe. Sedangkan 2 rumah lainnya dan loods desa yang berdekatan dengan lokasi kebakaran, mengalami gosong di bagian dinding. 

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah, karena banyak harta benda korban tidak terselamatkan. 

Penyebab kebakaran belum diketahui pasti. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek. (Lee)

  

Wagner Damanik melalui Relawan dan Tim Center Gerbang Simalungun diwakilkan Ketua Tim Pemenangan WD-BISA, Janri Parkinson Damanik, datang untuk memberikan "Boras Tenger" dan bantuan kepada mereka para korban di Huta Situri-turi Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun, Rabu (27/5/2020). (Istimewa)

Mempertahankan Eksistensi Lagu Simalungun di Tengah Pandemi Covid-19

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 26 May 2020 | 10:30

Foto Kolase FB
Oleh : St Radesman Saragih, SSos

Beritasimalungun-Pandemi (wabah yang mendunia) virus corona deseasea (Covid-19) yang memukul berbagai sendi kehidupan manusia ternyata juga turut mematahkan semangat kreativitas para seniman, termasuk para musisi dan penyanyi Simalungun. Akibat pandemi Covid-19 dan larangan berkumpul-kumpul, banyak artis Simalungun tidak bisa mengaktualisasikan kreativitas mereka.

Namun di tengah tekanan pandemic Covid-19 tersebut, beberapa musisi dan artis Simalungun tetap berupaya mempertahankan eksistensi lagu-lagu Simalungun. Mereka menerobos kebuntuan dengan memanfaatkan media digital untuk merelease (mengeluarkan) karya-karya terbaik mereka di masa pandemi Covid-19.

Salah satu musisi dan artis Simalungun yang mampu menerobos kebuntuan berkreativitas dengan memanfaatkan media digital (YouTube), yakni Jhon Irwanto Sipayung. 

Terobosan jitu yang dilakukan Jhon Irwanto Sipayung di tengah pandemic Covid-19 ini, yakni merelease lagu rohani Simalungun melalui YouTube bertema Covid-19. Terobosan tersebut sedikit memberikan harapan bagi masyarakat Simalungun untuk tabah menghadapi pandemi Covid-19 yang mendera kehidupan manusia di dunia, termasuk warga Kristen Simalungun.

Dua lagu rohani Simalungun terbaru yang dirilease Jhon Irwanto Sipayung di tengah pandemi Covid-19 yang cukup menyentuh dan menggugah hati, yakni “Lang Tarsuhat Au” dan “Togu Ham Tuhan” , karya cipta Jamanson Sipayung. Lagu “Togu Ham Tuhan” yang dirilease Jhon Irwanto Sipayung secara khusus bertema dampak dan pengharapan orang percaya tentang  pandemi Covid-19.

Kedua lagi rohani tersebut tertata dengan apik dari segi musik begitu juga video klip. Karakter suara Jhon Irwanto Sipayung juga cukup pas membawakan lagu pengharapan tersebut.

Jhon Irwanto Sipayung kepada BeritaSimalungun.Com baru-baru ini mengatakan, dirinya tergerak membawakan lagu-lagu rohani Simalungun di tengah kesedihan yang dialami manusia di dunia saat ini sebagai rasa peduli terhadap nasib manusia yang didera pandemi Covid-19 dan sebagai tanggung jawab kepada Tuhan sebagai orang percaya.

“Saya dan tim tertarik membawakan lagu-lagu Rohani Simalungun di tengah pandemic Covid-19 ini sebagai salah satu rasa prihatin dan simpati atas derita yang dihadapi   seluruh umat manusia saat ini. Selain itu saya juga merasa bertanggung jawab kepada Tuhan untuk tetap bersaksi tentang kuasa dan kemuliaan Tuhan dalam kehidupan ini,”katanya.

Menurut Jhon Irwanto Sipayung, dia dan timnya juga terus berupaya mempertahankan eksistensi lagu-lagu Simalungun memanfaatkan media digital (YouTube) agar lagu-lagu Simalungun tidaksampai tenggelam akibat sulitnya musisi berkreativitas di tengah pandemi Covid-19.

Lagu-lagu Simalungun terbaru yang direlease Jhon Irwanto Sipayung melalui Payung Record Official di tengah pandemi Covid-19 juga cukup membanggakan. Ada lagu terbaru “Bangun Hita Tanoh Simalungun”, “Negeri Sakura” karya cipta Riandy Saragih. Kemudian beberapa lagu lawas (lama) yang dibawakan bersama Asisi Trio seperti “Sada Aluk” dan “Tanoh Na Martuah”.

 Viral “Halani Tiput”

Selain Jhon Irwanto Sipayung, beberapa musisi dan artis Simalungun lainnya juga mampu mengangkat pamor lagi Simalungun di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya, Panca Saragih. Salah satu lagu karya cipta Panca Saragih yang cukup hits (viral) di tengah pandemi Covid-19, yakni “Halani Tiput”. 

Lagu yang dilantunkan dengan merdu dan penuh penjiwaan oleh Desi Br Saragih dengan tata musik yang apik oleh Gr Billy Simarmata (pencipta lagu Batakyang viral “Sidoli Pargojek”).


Lagu lain yang direlase Panca Production selama pandemi Covid-19, yakni “Paima Padan” yang dibawakan Desi Br Saragih dan lagu “Halani Corona” yang dibawakan Yeni Br Saragih.

“Kami tetap berkarya mempertahankan eksistensi lagu Simalungun di tengah pandmi Covid-19 ini agar lagu Simalungun tidak sampai kehilangan pamor. Mohon ma dukung nasiam channel nami ase totap hanami boi berkarya,”katanya.
Foto Kolase Youtube
Seorang lagi musisi baru Simalungun yang berupaya mempertahankan eksistensi lagu Simalungun di tengah pandemic Covid-19 melalui media digital, yakni Medio Purba. Musisi muda Simalungun yang piawa memainkan lagu dengan inggou (legato/cengkok) Simalungun ini mencoba  menembus kebuntuan berkreativitas di tengah pandemi Covid-19 dengan mengcover (menyanyikan ulang) lagu-lagu Simalungun lawas.

Salah satu lagu Simalungun  yang mendadak viral setelah di-cover Medio Porba, yakni lagi “Marihur Leto” yang pernah dipopulerkan Dewita Purba. Cukup banyak lagu-lagu Simalungun yang di-cover Medio Purba dan dipublikasi melalui YouTube selama pandemi Covid-19, Februari – Mei ini.

“Saya masih merintis, jadi maklumlah kalau masih banyak kekurangan. Saya tetap mohon dukungan pencinta musik dan lagu Simalungun agar saya bisa tetap berkarya. Mohon like, subscribe dan share karya-karya saya agar saya bisa melanjutkan proses kreativitas mempertahankan eksistensi lagu Simalungun di tengah pandemi Covid-19 ini,”ujarnya.

Seorang penyanyi legendaris Simalungun, Lamser Girsang juga berupaya mempertahankan eksistensi lagu Simalungun melalui media digital di tengah pandemi Covid-19. Lamser yang biasa tampil di panggung-panggung dan dapur rekaman kini mempertahankan eksistensi lagi Simalungun dengan memanfaatkan media digital melalui Lamser Girsang Channel. 

Beberapa lagu terbaru Lamser Girsang yang mengorbit melalui YouTube di tengah pandemic Covid-19, yakni “Sangat Sadis” dan “Korban Virus Corona”. 

Lagu “Korban Virus Corona” bahkan dibawakan Lamser Girsang hanya menggunakan gitar akustik akibat sulitnya menggarap lagu seperti biasa, yaitu menggunakan alat musik lengkap di studio musik.  

Juga tak kalah adu vocal Yogi Purba yang menyanyikan lagu Corona "Di Rumah Saja" Ciptaan Jerry Sigumonrong dibawah Payung YCF Team. Yogi Purba ini juga sukses "mendaur ulang" Lagu Ojur Ni Inang yang juga ciptaan dari Jerry Sigumonrong ini.

Bravo artis, musisi dan lagu Simalungun yang tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.(Penulis Adalah Pengamat Musik dan Lagu Simalungun)

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Simalungun Rayakan Idul Fitri Lebih Awal

Written By Beritasimalungun on Saturday, 23 May 2020 | 09:21

Foto Kolase Youtube
Simalungun, BS-Jemaah Tarekat Naksabandiyah Alholidiyah Jalaliyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah pada Jumat, 22 Mei 2020. Ratusan orang dari berbagai daerah datang untuk melaksanakan salat Idul Fitri di Pondok Pesantren Syakh Salman Da'im di Nagori Bandar Rejo, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ikuti berita terbaru di tahun 2020 dengan kemasan internasional berbahasa Indonesia, dan jangan ketinggalan breaking news dengan berita terakhir dan live report CNN Indonesia di https://www.cnnindonesia.com/tv dan channel CNN Indonesia di Transvision.(*) 

M Nuh, Pemenang Lelang Motor Gesits Jokowi Rp2,55 Miliar Diperiksa Penyidik Polresta Jambi

Written By Beritasimalungun on Thursday, 21 May 2020 | 18:13

Kolase Indonews.id
Beritasimalungun-Motor listrik Gesits produk lokal yang bertanda tangan Presiden Jokowi akhirnya laku dibeli Rp 2,5 miliar dalam lelang konser'Berbagai Kasih Bersama Bimbo' pada Minggu (17/5/2020). Sosok pembeli motor listrik itu adalah seorang pengusaha Jambi bernama M Nuh. Lantas, siapa sebenarnya M Nuh yang tinggal di Kampung Manggis, Kota Jambi, ini?

Sosok M Nuh kini tengah membuat publik penasaran setelah dirinya membeli motor listrik Jokowi seharga Rp 2.550 miliar. Setelah bersaing ketat dengan seorang politisi petinggi PDIP, akhirnya M Nuh pengusaha asal Jambi menangkan lelang motor listrik Jokowi. Tak main-main, M Nuh menebus motor listrik Jokowi tersebut dengan harga yang sangat fantastis.

Namun demikian, ada kabar yang tak mengenakkan dari seorang M Nuh. Bahkan menurut berita https://indonews.id/, Muhammad Nuh, pemenang lelang motor Gesits Jokowi ditangkap Polda Jambi.

Menurut Portal INDONEWS.ID ini, Muhammad Nuh atau M.Nuh, pria asal Jambi yang kini tengah membuat publik penasaran setelah dirinya membeli motor listrik Jokowi seharga Rp 2.550 miliar dikabarkan tengah diperiksa aparat kepolisian Polda Jambi. M. Nuh ditangkap aparat dari Polda Jambi pada Kamis (20/5/2020) dini hari.

Dari informasi yang didapatkan media ini, M. Nuh ternyata bukanlah seorang pengusaha seperti yang dibayangkan masyarakat beberapa hari terakhir, setelah dirinya memenangkan lelang motor listrik "Gesits" milik Jokowi di acara konser amal BPIP beberapa waktu lalu.  Ia diketahui merupakan seorang buruh harian di Jambi.

M.Nuh memiliki nama lengkap Muhammad Nuh. Ia merupakan warga RT/RW 020/000, Desa Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Provinsi Jambi.

Sosok yang memiliki Nomor Induk Kependudukan 1571041903740001 itu lahir di Jambi pada 19 Maret 1974, beragama Islam dan sudah beristri.

Dalam Kartu Tanda Penduduk yang bersangkutan, tertera status pekerjaannya yakni berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas (BHL).

Kepala Biro Indonews.id Jambi, Saut Yansen mengatakan lelang motor gesit milik presiden dalam acara konser amal BPIP berujung mengecewakan. Sebab lelang yang mengalahkan tokoh PDIP Maruar Sirait itu justrud dimenangkan oleh warga Jambi yang merupakan seorang buruh, bukan pengusaha.

"Dia ternyata tipu-tipu. Setelah Indonews.id menelusuri yang bersangkutan, ternyata bukan pengusa melainkan seorang buruh harian lepas di Jambi," ungkap Yansen dalam keterangannya kepada INDONEWS.ID, Kamis (21/5/2020).

Kecurigaan wartawan Indonews,id timbul, lanjut Yansen, karena sampai sekarang, yang bersangkutan belum melakukan pembayaran. Hal ini, tambah dia, tentu sangat memalukan masyarakat Jambi.
"Info sementara, yang bersangkutan (M.Nuh) sedang diperiksa di Polda Jambi," tutur Yansen. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Jambi belum berhasil dikonfirmasi.

Sebelumnya, motor listrik dengan bubuhan tandatangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dilelang dalam konser virtual "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" pada Minggu, 17 Mei 2020.

Motor buatan dalam negeri merek Gesits itu terjual dengan harga fantastis untuk sebuah sepeda motor yakni Rp 2,55 miliar.

“Jadi pemenang lelang adalah pengusaha dari Jambi bernama M. Nuh,” ujar pembawa acara di konser dan lelang itu, Choky Sitohang.

Sepeda motor tenaga baterai Gesits dipromosikan bisa menempuh jarak 70 kilometer dalam sekali pengisian baterai selama sekitar 3 jam.

Selain motor bertanda tangan Jokowi, lukisan karya Iwan Suhaya berjudul "Menembus Dimensi" juga dilelang dalam konser ini. Lukisan tersebut dibeli oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo seharga Rp 150 juta.

Konser Bimbo diprakarsai MPR RI bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Acara disiarkan secara langsung dari studio TVRI pukul 19.30-22.00 WIB dengan dimeriahkan sejumlah artis secara virtual.

"Dalam konser virtual ini, kami galang donasi dari presiden dan pejabat lainnya serta masyarakat sebagai bentuk gotong royong untuk para seniman dan para pekerja seni, para petani, dan para peternak serta kelompok-kelompok masyarakat lainnya yang terdampak pandemi Covid-19," ujar Bambang Soesatyo lewat keterangan tertulisnya.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (21/5/2020) sore membenarkan bahwa M Nuh tengah diamankan Penyidik Polda Jambi. Menurutnya, M Nuh diamankan oleh Polresta Jambi.

Kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, pria tersebut hanya diamankan untuk dimintai keterangan. Ia juga mengatakan tidak ada penahanan terhadap M. Nuh.

"Barusan saya sudah cek ke Polresta Jambi. Tidak ada ada penangkapan, tidak ada penahanan. Hanya dimintai keterangan," kata Kuswahyudi, seperti dikutip dari Metrojambi.com.

Kata Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, M. Nuh sudah dipulangkan. "Sudah dipulangkan setelah dimintai keterangan," tandasnya.

Terpisah Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi kepada wartawan Kamis malam mengatakan, memastikan tidak ada penangkapan terhadap M. Nuh. "Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," kata Firman saat dikonfirmasi.

Kata Firman Shantyabudi , yang bersangkutan datang untuk meminta perlindungan kepada pihak kepolisian. 

"Yang bersangkutan setelah diwawancara, tidak paham acara yang diikuti tersebut adalah lelang. Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," kata  Firman Shantyabudi.

Dia juga menyampaikan jika tidak ada pengusutan terkait kasus ini. "Tidak ada kasus. Yang bersangkutan diwawancarai untuk diketahui apa yang sebenarnya terjadi," katanya. (BS/Lee)

Ustad Khalifah Sinaga, Belajarlah Pada Kyai yang Teduh dan Berilmu Padi

Written By Beritasimalungun on Monday, 18 May 2020 | 16:35

Birgaldo Sinaga. (FB)
Beritasimalungun-Sejak kanak2 saya sudah berbaur dengan teman dari beragam suku dan agama berbeda. Tetangga sebelah rumah saya muslim Jawa. Setiap sore menjelang Mahgrib, Pak Sunarto menyetel radio tausiah dari Dai Sejuta Umat KH Zainudin MZ.

Saya ikutan mendengarnya. Wong suara radionya kenceng, apalagi zaman dulu punya radio itu gak banyak yang punya. Rumah kami berdekatan.

Kenapa saya senang dengar tausiah Kyai Zainudin MZ? Enak aja. Ceramahnya penuh guyon. Enak didengar dan ringan mudah dimengerti.

Saban dengarnya kasih tausiah pasti saya tertawa terpingkal2. Soal sandal jepit yang hilang pas Jumatan misalnya.

Masa kecil saya banyak bersama kawan2 saya yang muslim. Muslim Jawa. Di lingkungan kampung saya dari ratusan keluarga hanya 4 keluarga yang Kristen. Itupun berjauhan tinggalnya.

Tidak heran saya bisa mengerti seluk beluk kehidupan muslim terutama muslim NU.

Pak Sunarto tetangga saya sering bikin acara wirid di rumahnya. Dari sela2 dinding rumah terdengar suara kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah“

Saat menyebut kalimat itu kepala mereka seperti geleng2 ke kiri ke kanan. Saya sering melihatnya. Buat anak kecil seperti saya tentu ada rasa ingin tahu.

Cukup lama mereka mengucapkan kalimat itu. Saya tidak tahu jumlah zikirnya. Semakin di ujung semakin cepat ketukan zikirnya. Herannya, puluhan orang itu bisa serentak mengucapkannya dan bisa tepat menghitung jumlah zikirnya.

Selepas wirid, setiap orang dapat nasi. Kami juga kebagian. Di antar anak Pak Narto ke rumah kami.

Acara tahlilan orang yang meninggal dunia juga saya tahu. Acara 7 hari. Acara 40 hari. Acara 1000 hari. Sering saya dapat makanan dari keluarga yang bikin acara tahlilan. Saya duduk manis saja di tikar saat tahlilan berlangsung. Buku kecil Yasinan jadi bacaan doa saat tahlilan.

Nah pas tiba bulan puasa, ini benar2 rezeki nomplok buat saya. Kebayang sahur dan buka puasa. Biasanya, selepas sahur teman2 saya keliling kampung. Bangunin warga dengan kentongan bambu. Anak2 kampung gerilya pake sarung.

Selepas itu kami ramai2 jalan kaki ke Pintu Gerbang Tol Tj Mulia Medan. Di sana ramai orang berkumpul. Orang menyebut asmara subuh. Banyak remaja selepas sahur nongkrong di sana. Akhirnya saling lirik, jadi deh pacaran. hehhee

Saat berbuka, ini bikin bertambah gizi saya. Semua jenis makanan menggugah selera ada. Dan hebatnya menu berbuka itu selalu istimewa. Ada kolang kaling. Cincau. Kolak dingin. Ahh lezatos nikmatoslah menu berbukanya.

Bulan puasa dianggap bulan berkah. Bulan ampunan. Bulan penuh pahala. Saya setuju, karena di bulan puasa anak2 seperti saya selalu dapat berkah. Dapat makan enak.

Selepas sholat Tarawih, biasanya kami bermain di tanah lapang. Kadang main bola api yang ditendang berkejaran. Bola api ini dari batu apung yang dicelupkan minyak tanah. Kadang dilempar ditangkap

Jika bosan, kami bermain sambar elang. Seharian bulan puasa dari subuh sampai malam adalah bermain. Saya ingat sekali masa2 puasa zaman saya kecil.

Ustad di kampung saya dulu sama seperti warga kebanyakan. Kalo berpapasan suka menegur ayah saya. "Pak Nagaaaa ", tegur Pak Ustad saat lewat depan rumah kami.

Guyub, rukun, damai dan tentram. Begitu suasana harmoni beragama waktu saya kecil.

Dua tahun lalu, saya berkunjung ke Pondok Pesantren Motivasi Indonesia, Bekasi.

Saya diundang Kyai Enha, pengasuh pondok. Ada Halaqah Kebangsaan yang juga dihadiri tokoh besar Prof Dr Nadirsyah Hosen PhD, Guru Besar Monash University Australia. Beliau juga Ketua PCNU Australia.

Dan juga ada Rois Syuriah PBNU Kyai Haji Ahmad Ishomuddin. Kyai Ishom sosok pemikir utama NU. Kyai Ishom bukan saja cerdas, namun punya keberanian yang sulit dicari tandingnya.

Saat banyak ulama menolak menjadi saksi ahli untuk Ahok, Kyai Ishom berani menerima beban itu.

Ujungnya, berbulan2 Kyai Ishom dihujat, dinista, diolok2. Disebut dajjal, PKI, antek aseng sudah sarapan paginya. Kyai Ishom juga menjadi saksi ahli melawan gugatan HTI di PTUN. Saya beruntung bertemu dengan beliau.

Halaqah Kebangsaan itu mengambil tema "Khilafnya Penyeru Khilafah".

Di joglo Pondok, Kyai Ishom dan Gus Nadir menjadi bintangnya. Kami duduk melingkar. Senangnya kalau duduk dengan Kyai NU itu pasti awet muda.

Dapat siraman rohani plus jasmani jadi bugar segar. Gimana gak segar bugar kalo tertawa sepanjang obrolan. Padahal yang disampaikan itu serius lho.

Saya membayangkan andai negeriku ini dipenuhi ulama cerdas namun rendah hati sekaliber Kyai Ishom dan Gus Nadir, alangkah bahagia dan damainya negeriku. Saya serasa seperti keluarga bersama dengan mereka.

Sore menjelang pulang, saya ditawari minum air zam zam oleh Kyai Enha.

"Bro Bir..kemari..ini teguk air zam zam biar sampeyan jadi mualaf", ledek Kyai Enha.

Saya melangkah mendekat. Secangkir kecil dituangkan dari teko berwarna keemasan. Lalu saya teguk. Glek..glek.

"Lho Kyai..kok tiba2 saya dapat bisikan jadi cawapres Jokowi ya..", guyon saya sambil memasang wajah serius seperti kemasukan roh halus.

Spontan semua tertawa mendengar saya membalas guyon mualaf Kyai Enha.

"Ya pantes ente jadi cawapres Jokowi bro..tapi musti muslim dulu", ledek Kyai Enha.

"Pak Kyai..satu mualaf Felix aja dah buat negeri ini rame..apalagi kalo saya mualaf", balas saya sambil ngakak.

"Saya ini ngucap sholawat udah sering, tinggal syahadad aja yang belum kyai", tambah saya sambil membetulkan peci hitam pemberian Kyai Enha.

Semua kami yang duduk lesehan di joglo Pondok Pesantren Motivasi ngakak pol. Benar2 cair guyub adem tentrem persaudaraan kami. Meski berbeda keyakinan tapi kami saudara dalam kemanusiaan.

Begitulah sejatinya manusia. Kita berbeda bukan untuk merasa benar sendiri, tapi saling melengkapi untuk tujuan hidup yang baik penuh kebajikan. Semuanya menjadi manusia yang manfaat bagi sesamanya. Menjadi rahmatan lil alamin.

Jadi buat kamu mualaf Ustad M Khalifah Sinaga gak usah ngegas kali ngolok2 agama dan leluhurmu ya.

Belajarlah sama orang2 muslim yang berilmu padi. Makin berisi makin menunduk. Makin teduh. Menjadi rahmatan lil alamin. Bukan malah jadi provokator. Bukan malah menjadi perusak relasi keberagaman. Salam perjuangan penuh cinta. (FB-Birgaldo Sinaga)

Jangan Ada Materai Sama Perisak Rizal

Beritasimalungun-Seorang anak kecil bernama Rizal akrab dipanggil Momo dirisak lelaki dewasa bernama Andi Putra Yusuf dan kawan2nya saat naik sepeda berjualan pastel.

Momo anak yang baik dan rajin. Ia rajin membantu ibunya berjualan Jalangkote.

Jalangkote nama kue khas Marang, Pangkep, Sulsel. Mirip pastel.
Momo berjualan masuk kampung keluar kampung dengan sepeda mini bututnya.

Momo sering dirisak oleh orang dewasa saat melewati kampung mereka. Sudah sering dibully. Dilecehkan. Dipukul. Ditendang hingga sepeda dan jualannya jatuh berceeran.

Rizal anak yang kuat. Ia tidak pernah cerita kepada siapapun termasuk ibunya sendiri pernah dirisak orang. Ia menyimpan dalam hatinya sendiri agar ibunya tenang.

Nah, kemarin ada yang rekam pembullyan Rizal. Viral.

Si pelaku bernama Andi Putra Yusuf yang bekerja sebagai teknisi PLN Sulsel yang berkumis berwajah iblis ini ditangkap polisi.

Saya meminta polisi menjerat si pelaku sakit jiwa ini dengan hukuman seberat2nya.

Jangan ada meterai 6000 sama pembully anak2. Kita lindungi anak2 dari orang2 sakit jiwa ini.

Penjarakan seberat2nya...

Ini link akun FB Andi Putra Yusuf...
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1861801330523607&substory_index=0&id=100000812744434

Salam perjuangan penuh cinta. (FB-Birgaldo Sinaga)

Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan Ari Puspita Sari

Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan Ari Puspita Sari.
Beritasimalungun-Kita sangat bersedih atas kehilangan pejuang kesehatan Mba Ari Puspita Sari, S. Kp, NS pada hari ini Senin 18 Mei 2020 pukul 11.00 WIB. 

Mba Ari meninggal dunia dengan membawa bayi 4 bulan yang masih dalam kandungan. Sungguh nyesek dada mendengar kabar dukacita ini. 

Terimakasih Mba Ari untuk cintamu pada kemanusiaan engkau harus kembali ke Sang Pencipta dengan janin bayi yang belum sempat menghirup udara negeri ini. Beristirahatlah dengan damai Mba Ari. (FB-Birgaldo Sinaga- Relawan Lawan Covid 19)

Strategi GKPS Talun Kahombu Berdamai Dengan Corona

Written By Beritasimalungun on Sunday, 17 May 2020 | 15:11


Talun Kahombu. (FB)
 Oleh: Pdt Defri Judika Purba 

Beritasimalungun-Hari ini (Minggu 17 Mei 2020) saya melayani ibadah minggu ke GKPS Talun Kahombu. Ada yang menarik yang saya perhatikan pada saat pelaksanaan ibadah minggu.

Ibadah minggu tetap dilaksanakan di rumah masing-masing dan pelaksanaan nya dipandu langsung oleh majelis jemaat dari gereja. Majelis yang bertugas (khotbah-agenda-siboan doding), melayani seperti biasa. Pengeras suara (toa) pun dipasang di tengah-tengah perkampungan. Hasilnya, semua warga jemaat bisa mengikuti ibadah dengan baik walau tidak datang ke gereja.

Strategi majelis jemaat GKPS Talun Kahombu ini adalah lanjutan dari hasil survei yang kami laksanakan dua minggu yang lewat. Hasil survei memberi gambaran warga jemaat tidak menikmati ibadah di rumah masing-masing tanpa ada panduan langsung dari gereja. 

Jemaat juga rindu beribadah bersama di gereja dan membutuhkan terobosan baru dalam beribadah selain ibadah rumah dengan model pembagian kertas tata ibadah.

Berbekal hasil survei,kajian dan analisa maka majelis jemaat pun membuat satu strategi untuk memecahkan kebuntuan, kejenuhan bahkan kebosanan yang mulai muncul pada warga jemaat. 

Dan strategi baru ini pun sedikit banyak memberikan "kenikmatan" yang berbeda kepada warga jemaat dalam mengikuti ibadah. Beberapa warga jemaat mengaku, sudah lebih bisa menikmati ibadah di rumah dengan penerapan strategi baru ini. "domma songon na marminggu pangahap pandita ", ujar mereka.

Apa yang dilakukan majelis jemaat GKPS Talun Kahombu ini menurut saya adalah salah satu terobosan yang luar biasa dalam kiprah pelayanan gereja di masa pandemi ini. Gereja GKPS Talun Kahombu terus berkreasi dan memikirkan strategi baru untuk tetap eksis.
Gereja memang harus terus bergerak maju. Gereja tidak boleh terlena dengan situasi saat ini. Harus ada keberanian untuk memecahkan masalah seraya tetap waspada dan menjaga diri.

Corona, kata WHO mungkin akan tetap ada di dunia ini. Selagi vaksin belum ditemukan, selama itu pula corona akan ada di sekeliling kita. 

Karena itu, ide saat ini adalah berdamai dengan corona dengan memulai sebuah kehidupan baru yang akan mengubah kehidupan kita semua. Mengubah kehidupan persekutuan, relasi sosial, ekonomi dan cara pandang kita. 

Mungkin kita belum siap dan itu wajar karena masih di tahap awal. Tapi lama kelamaan kita diharapkan akan mampu beradaptasi pada perubahan besar yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Selamat mengubah dan berubah. (FB-Bahapal Raya, 17 Mei 2020).

Berita Lainnya

.

.
.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya





MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya