. Petani Ikan Tanah Jawa Minta Subsidi Benih dan Pakan | BeritaSimalungun
Home » » Petani Ikan Tanah Jawa Minta Subsidi Benih dan Pakan

Petani Ikan Tanah Jawa Minta Subsidi Benih dan Pakan

Written By GKPS JAMBI on Wednesday, 6 June 2012 | 12:03

PETANI IKAN- Seorang petani ikan sedang memperbaiki jaring di kolam. Petani ikan di Tanah Jawa mengharapkan perhatian pemerintah, terutama bantuan subsidi benih dan pakan. (Foto: Marihot Sinaga)PETANI IKAN- Seorang petani ikan sedang memperbaiki jaring di kolam. Petani ikan di Tanah Jawa mengharapkan perhatian pemerintah, terutama bantuan subsidi benih dan pakan. (Foto: Marihot Sinaga)TANAH JAWA- Ratusan petani ikan nila Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, yang bergabung di Kelompok Pembudi Daya Ikan (Pokdakan) mengharapkan perhatian langsung Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Simalungun. Petani ingin diberikan pembinan, serta diberikan bantuan subsidi benih ikan dan pakan.

Sutarno (45) salah seorang petani ikan, Senin (4/6) mengatakan, para petani sangat menyayangkan tidak aktifnya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Perikanan Tanah Jawa. Bahkan Balai Benih Ikan yang kantor pusatnya di Hatonduhan tidak pernah bermitra kepada petani ikan Totap Majawa.

Sementara, Denni M Damanik (47) Ketua Pokdakan Totap Majawa mengatakan, petani butuh bimbingan bagaimana mengenal dan mengetahui pengetahuan dasar budidaya ikan nila. Petani juga ingin mengetahui temperatur air kolam yang tepat. Ikan nila merupakan usaha potensial yang dapat dilirik oleh siapa saja yang ingin menggelutinya. Jika dikelola dengan baik, maka pendapatan petani akan semakin meningkat.

Dia menyampaikan, ikan nila dikenal dengan ikan tropis karena memang hanya ada di daerah tropis seperti Indonesia, dengan suhu antara 23-32 derajat celcius. “Ikan nila murah dibanding ikan lainnya. Dapat dipelihara di pekarangan rumah, reproduksi atau pembibitan ikan nila yang lebih muda, berproduksi setiap bulan, pertumbuhan ikan nilai relatif cepat dibanding ikan lainnya. Jenis ikan nila bersih karena menyukai air yang bersih dan mengalir tidak seperti ikan lele. Waktu pemeliharaan yang pendek daripada ikan lainnya,” jelasnya.

Deni M Damanik menambahkan, saat ini luas lahan budidaya ikan di Totap Majawa seluas 72 hektare. Kemudian 100 hektare lagi digunakan petani untuk tanaman padi. Sebelumnya petani ikan memelihara ikan mas. Namun akibat serangan virus koi herves yang mewabah di Simalungun tahun 2002-2004, akhirnya petani ikan beralih ke jenis ikan nila yang lebih kebal terhadap serangan virus.

Dia menambahkan, meski budidaya ikan nila sudah digandrungi petani karena jauh lebih menguntungkan, namun pola tertib tanam di Totap Majawa tetap diperhatikan. Jadwal musim tanam padi tetap dibuat serentak. Dengan demikian budi daya ikan nila tidak mengganggu pola musim tanam.

Sementara itu Kadis Peternakan dan Perikanan Simalungun Zonny Waldi ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan, akan memperhatikan keluhan petani ikan di Nagori Totap Majawa, Tanah Jawa. Juga akan dibuat pertemuan kelompok tani ikan nila dengan Dinas Peternakan Perikanan Simalungun.
“Dinas Petenakan dan Perikanan Simalungun akan membuat jadwal kunjungan ke Nagori Totap Majawa,” katanya.(METROSIANTAR.COM)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.