Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Mematenkan Kopi Simalungun

Kopi Simalungun
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Kopi Simalungun segera dipatenkan. Kopi ini mulai dipasarkan bulan September 2014. Kopi Simalungun ini diproduksi oleh Poktan Namanis, Sinaman II - Simalungun. Pengembangan produksi sudah direncanakan 9747 Ha di 11 kecamatan, Raya, Purba, Haranggaol, Dolok Silou, Pamatang Silimakuta, Dolok Pardamean, Sidamanik, Panen Girsang Sipangan Bolon. Hasil produksi 63 % diekspor ke luar negeri. 

Aroma dan Rasa Menggoda Dunia

Kabupaten Simalungun merupakan salah satu daerah sentra produksi pertanian yang selalu memberikan kontribusi untuk program ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kabupaten berhawa sejuk itu ternyata juga merupakan salah satu daerah yang kaya dengan komoditi perkebunan, seperti kopi, karet, kelapa sawit, dan cokelat. Jika selama ini kopi yang terkenal dari Sumut berasal dari Sidikalang, Kabupaten Dairi, atau Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan, ternyata kopi Simalungun juga tidak kalah kualitasnya dari daerah-daerah penghasil kopi itu.

Bahkan, beberapa bulan belakangan ini kopi Simalungun jenis arabika dan robusta mulai dilirik kedai kopi Starbucks Coffee. Kedai kopi yang memiliki jejaring internasional ini baru mengetahui kopi yang disajikan selama ini ternyata berasal dari Kabupaten Simalungun. Kopi Simalungun dibidik pengusaha Starbucks Coffee di 15 negara untuk disuguhkan kepada pengunjung dengan label daerah. Ini karena cita rasanya tidak kalah dengan kopi dari negaranegara produsen kopi lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan Pemkab Simalungun Amran Sinaga mengatakan, para pengusaha Starbucks Coffee yang di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Prancis, Jepang,Hong Kong, Filipina, dan Thailand ternyata telah melakukan kunjungan ke sejumlah kecamatan yang menjadi sentra produksi kopi di Kabupaten Simalungun, akhir Mei lalu.

“ Kedai kopi Strabucks di sejumlah negara ternyata selama ini sudah menggunakan kopi Simalungun, namun belum mengetahui bentuk tanamannya bagaimana, serta di mana daerahnya. Jadi, saat berkunjung ke kecamatan-kecamatan sentra produksi kopi di daerah ini (Simalungun), mereka sangat tertarik dan menyatakan keinginan untuk memasarkan dengan label daerah,” ujar Amran.

Dari pengakuan pengusaha kedai kopi Starbucks tersebut, ternyata kopi Simalungun tidak kalah dengan kopi dari negara-negara lain, seperti Brasil, Kolombia, Vietnam, dan Etiopia. Mereka menilai penggunaan pestisidanya masih di bawah ambang batas. Meski memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara atau daerah penghasil kopi lainnya, petani kopi di Kabupaten Simalungun nyatanya masih mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksi dan harga penjualan.

Pasalnya, selama ini kopi yang ditanam hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, belum untuk meningkatkan taraf hidup petani. Apalagi belum menjadi ikon daerah atau oleh-oleh khas daerah. Di samping itu, belum adanya pabrik pengolahan kopi di Kabupaten Simalungun membuat para petani masih menjual produksi kepada agen atau pengumpul dengan harga yang tidak menguntungkan petani.

Sekadar diketahui, di Simalungun terdapat 18.850 hektare areal kopi arabika dan robusta yang masih produktif dengan produksi rata-rata 9.260 ton per tahun. Inilah tantangan pemerintah setempat untuk mengembangkan kopi Simalungun hingga benar-benar siap go international.(Lee/Berbagai Sumber)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments