}); Budidaya Ikan Patin Mulai Digalakkan di Haranggaol | BeritaSimalungun
Home » , » Budidaya Ikan Patin Mulai Digalakkan di Haranggaol

Budidaya Ikan Patin Mulai Digalakkan di Haranggaol

Written By Beritasimalungun on Sunday, 7 February 2016 | 21:42

Salah seorang petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Haranggaol tengah memberi pakan pada ikan patin yang dibudidayakannya. Sabtu (6/2)(Metrosiantar/Yoga Girsang
Salah seorang petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Haranggaol tengah memberi pakan pada ikan patin yang dibudidayakannya. Sabtu (6/2/2016). Foto Metrosiantar/Yoga Girsang.
BERITASIMALUNGUN.COM, Haranggaol- Selain ikan mas dan ikan nila yang telah berhasil dibudidayakan masyarakat petani Keramba Jaring Apung (KJA) di pesisir Danau Toba, ternyata ikan patin juga sangat menjanjikan untuk dibudidayakan di perairan air tawar tersebut.
IKAN PATIN BISA MENCAPAI 50 KG DI SUNGAI. BAHKAN DI KOLAM BISA MENCAPAI 20 KG. DI DANAU TOBA KALAU DILEPAS LIARKAN BISA MENCAPAI 100KG.

Kaspar Purba salah seorang petani KJA di Haranggaol telah membuktikannya. Dikatakannya, produksi ikan patin ini mampu menghasilkan bobot hingga 4 Kg per ekor. Selain itu, proses pengurusannya tidak membutuhkan banyak biaya. Justru lebih dinamis jika dibandingkan dengan biaya budidaya ikan mas dan ikan nila.

“Ikan patin ini tergolong sangat rakus terhadap pakan. Ini membuat proses pasca panen semakin cepat. Ditambah lagi dengan rasa dagingnya yang sangat gurih dan manis. Membuat jenis ikan yang mirip lele ini sangat laris di pasaran,” ujar Kaspar saat memberi pakan pelet di lokasi KJA Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan.

“Tempo 6 bulan sudah bisa panen,” tambah Kaspar. Selain mampu menghasilkan bobot 4 Kg per ekor, harga pemasarannya juga tergolong lumayan. Saat ini harga pasaran mencapai Rp16 ribu per Kg. Sehingga dengan menghasilkan bobot 4 kg per ekor, petani ikan patin mampu meraup keuntungan sebesar Rp64 ribu per ekornya.


“Dibandingkan dengan ikan mas dan ikan nila, keuntungan membudidayakan ikan patin masih lebih besar,” terangnya. Hanya saja, masyarakat petani KJA lainnya belum mengetahui potensi bisnis budidaya ikan patin.

“Seperti itulah hitung-hitungannya. Hanya saja belum semua petani KJA mengetahui itu,” tutup Kaspar Purba sembari berharap petani lainnya ikut membudidayakan ikan patin.

Ketertarikan Kaspar untuk membudidayakan ikan patin diawali ketika temannya dari Jakarta memberikan penjelasan prospek budidaya ikan patin.

Setelah dipelajari, Kaspar yang sebelumnya bertani ikan nila dan mas, memutuskan beralih ke ikan patin sejak tahun 2015 lalu. Saat ini ia telah memiliki 15 petak kerambah di perairan Danau Toba. Untuk satu petak, bibit yang dimasukkan mencapai 10 ribu ekor.

“Saat ini masih saya sendiri yang membudidayakan ikan ini. Mudah-mudahan yang lain bisa ikut,” tambahnya.

Bisa Ikan Hias di Akuarium

Ikan patin adalah salah satu hewan yang termasuk dalam kategori omnivora pemakan segala. Intinya ikan ini bisa diberikan pakan apa saja sesuai habitat di alam liarnya. Ikan patin dewasa mampu memiliki panjang badan hingga 150 Cm dengan bobot sampai 3-5 Kg. Memang cukup besar untuk kategori ikan lele-lelean.

Warna ikan patin bagian bawah putih dan atas punggung memiliki warna kebiruan. Cara inilah untuk menentukan ciri fisik ikan patin dari jenis warna yang tergolong cukup mudah. 

Banyak orang yang sengaja memelihara ikan patin di akuarium sebagai ikan hias, memang ikan ini tergolong ikan yang unik, menarik dan memiliki harga tinggi.kususnya untuk ikan patin yang masih kecil.


Jika ikan sudah dewasa, warna pada badannya akan berubah dan kurang bagus untuk di pajang di akuarium. Di indonesia, ikan patin ada dua jenis yang sering dijadikan ikan budidaya. 

Yaitu patin jenis jambal dan patin jenis patin siam. Untuk patin jambal banyak ditemui di danau, rawa dan sungai. Untuk patin siam inilah yang sering ditemui di pasaran dan sebagai ikan patin budidaya.


Syarat Hidup Ikan Patin

Ikan patin tergolong ikan yang paling mudah untuk dibudidayakan. Ia bisa hidup di perairan apa saja, akan tetapi, bisa hidup di air dengan PH tinggi maupun PH rendah. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor banyaknya orang yang beralih untuk ternak ikan patin karena kemudahannya.


Untuk di alam liar, ikan patin menyukai lokasi sedikit berlumpur, misal di sungai, ikan ini akan banyak bersarang di bagian dalam atau samping sungai dengan membuat lubang kusus. Ikan patin adalah ikan yang hidup aktif pada malam hari. 

Ia akan mencari makan malam dan siang digunakan untuk tidur istirahat atau tidur di sarang. Menyantap apa saja yang ditemui di hadapannya. Namun pakan yang paling disukai adalah cacing, anak ikan, anak udang, serangga serta dari biji-bijian.


Untuk ikan patin budidaya, pakan yang bisa kita gunakan berupa pelet atau dari jenis hijauan yang dicacah. Ikan patin menyukai pakan apa saja, jadi pakan utama pelet yang bisa kita berikan pakan tambahan lainnya.


Persiapan Budidaya di Kolam

Saat mempersiapkan kolam yang akan dijadikan untuk media budidaya, di atas kolam harus dikeringkan terlebih dahulu sampai dengan dasar kolam retak-retak. 

Sebelum digunakan taburi pupuk kompos di permukaan dasar kolam dengan tujuan untuk membuat bibit fitoplankton nantinya. Setelah pupuk di kompos ditaburkan, taburkan juga pupuk kapur dan pupuk urea yang bertujuan untuk menyetabilkan kadar asam air.


Kontruksi kolam bisa di sesuaikan dengan kebutuhan misal 5 M x 10 M dengan kedalaman 2 – 3 M. Jika kita tidak mempunyai cukup lahan kita dapat mumbuat petak kolam lebih kecil yang disarankan yaitu kedalam kolam karena ikan patin merupakan ikan yang suka dengan kedalam air.


Pengisian air dapat di lakukan setelah semua syarat di atas terpenuhi. Isi kolam dengan air kira-kira 50 – 100 CM, dengan tujuan untuk mempermudah ikan patin menjalani aktifitas menghirup oksigen. 

Jika air terlalu dalam maka ikan akan sulit untuk melakukan hal tersebut. Lalu biarkan kolam dengan posisi air seperti itu hingga 2 minggu lamanya sampai air berwarna kehijauan, karena di dalam kolam terdapat banyak makanan alami ketika air sudah berwarna kehijauan.

Pada saat penebaran benih adahal yang harus di perhatikan. Sebelum benih ikan di tebarkan ke kolam hal yang dilakukan adalah menyiapkan ember atua bak. 

Selanjutnya masukkan air yang diambil dari kolam calon budidaya. Masukan benih patin ke dalam ember tersebut kurang lebih selama 30 menit dengan tujuan untuk membuat ikan melakukan penyesuaian dengan habitatnya nanti supaya tidak stres dan mengakibatkan kematian. Setelah itu masukan benih ikan ke dalam kolam dengan kepadatan tebar 5 ekor/ 1 M persegi. Agar mengalami laju pertumbahan yang cepat.

Ikan patin tergolong ikan yang rakus makan seberapapun yang diberikan maka akan habis, tetapi langkah tersebut tidak efektif. Frekuesi pemberian pakan cukup dengan pagi siang dan malam hari dengan jenjang waktu pagi hari pukul 06.00 WIB siang hari pukul 13.00 WIB dan malam hari pukul 20.00 WIB dengan jumlah 30 persen pagi hari, 30 persen siang hari, 40 persen malam hari. Dengan kandungan gizi protein 25 persen, karbohidrat 25 persen, lemak 35 persen. Pakan dapat diberikan berupa pelet ikan dan pakan tambahan pakan buatan.

Ketika Ikan berusia 40 hari, kita harus melakukan sleksi atausortir dengan alat penyortir ikan dengan tujuan untuk membuat ikan sama besarnya dan dalam jangka waktu yang sama.


Panen ikan patin dapat dilakukan setelah 5 bulan masa budidaya. untuk mendapat besar ikan sesuai ketentuan pasar, kita dapat menyesuaikanya dengan panjag masa budidaya, dan panen disarankan untuk dilakukan pengangkatan semua ikan di dalam kolam dan dipindahkan ke dalam kolam terpal untuk menghindari stres dan kematian. (MSC) 
Share this article :

Post a Comment