. TIDAK SAMA, BUKAN BERARTI TIDAK BISA BERSAMA | BeritaSimalungun
Home » , » TIDAK SAMA, BUKAN BERARTI TIDAK BISA BERSAMA

TIDAK SAMA, BUKAN BERARTI TIDAK BISA BERSAMA

Written By Beritasimalungun on Monday, 18 April 2016 | 16:30

Ilustrasi/Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia.
BERITASIMALUNGUN.COM-"Kita tidak bisa sama, tetapi kita bisa bersama," (Pdt Bambang Nooersena). Suku yang satu tidak mungkin sama dengan suku yang lain, agama yang satu tidak mungkin bisa sama dengan agama yang lain.

"Dan jangan pernah disama-samakan" kata Bambang. Masalahnya, ketika kita tidak bisa sama, untuk bersamapun kita tidak mau, apalagi tidak bisa.

Sampai bumi ini hancur, kita tidak mungkin sama. Apakah kita tidak bisa bersama, harus berpisah, apalagi sampai bermusuhan karena tidak sama, masih menunggu hingga dunia ini kiamat?

Begitu indahnya semboyan bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun kita berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Hukum tertinggi umat Kristen mengatakan: "Kasihilah Allahmu dengan segenap hatimu, dan kasihilah Tuhan Allahmu seperti dirimu sendiri".

Walaupun kita tidak sama, kita harus bisa bersama. Jangan menganggap dirinya paling...paling benar, paling hebat, paling jujur, paling bersih, dan paling semuanya. Ajaran agama semua mengajarkan agar mereka seperti itu.

Tetapi orangnya? Untuk bersama-sama saja sulit. Padahal, untuk menjadikan negerinya bebas korupsipun tidak bisa. Hanya semboyan yang membuat orang lain iri, bukan menginspirasi.

Bagaimana persatuan bisa tercipta, kalau kemana-mana, kita berpisah, tidak bersama? Kalau yang satu dengan yang lain hanya menonjolkan keunggulannya, dan merendahkan yang lain?

Bagaimana kasih itu bisa dijalankan, kalau kita masih memahami, bahwa tidak sama, tidak bisa bersama-sama. Mari kita renungkan: "Tidak sama, bukan berarti kita tidak boleh, apalagi tidak bisa bersama!:" (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.