. DAU Simalungun Dipotong Rp33,4 Miliar Per Bulan | BeritaSimalungun
Home » » DAU Simalungun Dipotong Rp33,4 Miliar Per Bulan

DAU Simalungun Dipotong Rp33,4 Miliar Per Bulan

Written By Beritasimalungun on Friday, 26 August 2016 | 17:57

BeritaSimalungun.com, Raya-Kabupaten Simalungun terkena dampak dari kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menahan Dana Alokasi Umum (DAU). Sebanyak Rp33.4 miliar per bulan akan tertahan masuk ke Simalungun.

Kebijakan kementerian yang berlaku hampir di seluruh daerah ini dalam rangka penghematan anggaran, karena realisasi pendapatan negara diperkirakan tidak sesuai target. Penghematan anggaran itu diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.125/PMK.07/2016 Tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum Tahun Anggaran 2016.

Aturan tersebut menyatakan, DAU yang ditunda ini bisa disalurkan kembali tahun ini, bila realisasi penerimaan negara mencukupi. Namun bila DAU ini ditunda, maka akan diperhitungkan sebagai kurang bayar, untuk dianggarkan dan disalurkan pada tahun anggaran berikutnya, dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara.

Kepala Dinas Pendapatan Simalungun Mixnon Andreas Simamora melalui Kabid Pendapatan Ronal Silalahi membenarkan adanya kebijakan Kemenkeu tersebut. Dia menjelaskan, DAU itu merupakan dana untuk membayar gaji Pegawai Negeri Sipil. Menurutnya, kebijakan ini tidak akan mengganggu pembayaran gaji PNS karena yang ditahan hanya sebagian dari anggaran DAU.

Selama ini, Pemkab Simalungun menerima DAU sebesar Rp100 miliar. Peruntukkannya adalah, Rp50 miliar membayar gaji 14 ribu jumlah PNS di wilayah Pemkab Simalungun. Sementara, Rp50 miliar dipergunakan untuk membayar kegiatan-kegiatan penting lainnya. “Mungkin, kegiatan yang akan dikurangi,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, meski ditahan, DAU itu juga pasti akan dibayarkan Kemenkeu. “Apabila tidak dibayarkan tahun ini, maka dana itu akan menjadi utang pemerintah pusat kepada Pemkab Simalungun,” jelas Kabis Pendapatan itu.(MSC)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.