Home » , , » Ini Konsep Jembatan Tano Ponggol Samosir

Ini Konsep Jembatan Tano Ponggol Samosir

Written By Beritasimalungun on Thursday, 25 August 2016 | 13:56

BeritaSimalungun.com, Jakarta-Sebagai pulau dalam pulau, serta berada di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, Pulau Samosir menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Danau Toba. 

Namun tidak banyak yang tahu bahwa Samosir baru menjadi pulau saat tanah yang menghubungkannya dengan daratan Sumatera, tepatnya di daerah Pangururan, dipenggal oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka pembuatan kanal. Karena telah terpisah dari daratan, kebanyakan wisatawan mencapai Pulai Samosir melalui jalur air, seperti menggunakan kapal feri. 

Satu-satunya jalur darat menuju Pulau Samosir adalah melalui Jembatan Tano Ponggol. Nama jembatan ini berarti "tanah yang dipenggal". 

Sejalan dengan upaya pemerintah memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan normalisasi kanal sekaligus rekonstruksi Jembatan Tano Ponggol. Dengan ini, diharapkan pariwisata di kawasan tersebut semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat setempat. 

Sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, pemerintah menggelar rapat tindak lanjut pembentukan Badan tersebut (20/8) di Toba Samosir, Sumatera Utara. Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. 

 Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki memaparkan mengenai dukungan infrastruktur PUPR untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Sesuai rencana pembangunan KSPN Danau Toba 2015-2019, untuk tahun 2016, dukungan Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur berupa pembangunan Kawasan Permukiman Perdesaan di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Humbang Hasundutan. 

Selanjutnya, pembangunan PSU rumah umum berjumlah 62 unit di Kabupaten Dairi dan pembangunan rumah susun mahasiswa 114 unit yang terdiri dari lima lantai dengan tipe 24 di Sekolah Teknologi Del Tapanuli Tengah, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Memperlancar konektivitas, dilakukan rekonstruksi Jalan Sp. Bandara Silangit-Muara yang ditargetkan selesai Oktober 2016 untuk mendukung penyelenggaraan festival Danau Toba, pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan pembangunan jalan Tebing Tinggi-Siantar-Parapat. 

Lalu pembangunan jalan masuk ke Bandara Sibisa dari dua arah (proses inventory dan topo dengan progres 15 persen), penanganan infastruktur jalan sebagai dukungan untuk kegiatan “Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba” di Kota Balige (pengaspalan sepanjang 1 kilometer) dan lainnya.

Sementara untuk 2017 telah direncanakan untuk penataan lingkungan KSPN Danau Toba melalui Penyusunan RTBL Kawasan Wisata Danau Toba, Pembangunan Sistem Pengolahan Sampah di Kabupaten Samosir, dan pelebaran jalan Pangururan-Ambarita-Tomok-Lagundi-Onan Runggu. Pengadaan tanah dan pembangunan jalan tol Tebing Tinggi-Siantar-Parapat (multiyears contract), pembangunan Jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir dan lainnya.

Saat ini juga sedang dilakukan pemeliharaan/pembersihan Danau Toba dengan anggaran sebesar Rp 659,9 juta. Untuk progres fisik telah mencapai 80,50 persen sementara progres keuangan mencapai 62,50 persen.

Kemudian pembangunan bendung dan jaringan daerah irigasi Sidilanitano di Kabupaten Tapanuli Utara yang ditargetkan selesai pada 2017. Pembangunan bendung dan jaringan yang memakan biaya Rp 42,99 miliar tersebut progres fisiknya saat ini mencapai 27,38 persen.

Lalu peningkatan embung Aek Natonang di Kabupaten Samosir yang menelan biaya Rp 9,79 miliar dan saat ini progres fisiknya telah mencapai 26,30 persen sementara untuk progres keuangannya mencapai 33,02 persen. 

Untuk perbaikan tanggul Aek Sigeaon progres fisiknya telah mencapai 80,21 persen dan progres keuangannya 42,50 persen. Biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan tanggul Aek Sigeaon mencapai Rp 25 miliar. (Rel)
Share this article :

Post a Comment