. Ayat Suci dan Timnas Indonesia | BeritaSimalungun
Home » , , , » Ayat Suci dan Timnas Indonesia

Ayat Suci dan Timnas Indonesia

Written By Beritasimalungun on Thursday, 15 December 2016 | 13:02

TIMNAS INDONESIA

Oleh : Eko Kuntadhi

BeritaSimalungun.com-Ketika menyaksikan Boaz Salosa bergaya di lapangan hijau kemarin, adakah yang mempertanyakan, apa agama Boaz? Ketika Stefano Lilipaly menyambar bola yang disorongkan Boaz hingga menciptakan gol indah untuk timnas kita, adakah yang peduli apa keyakinan yang dianut Stefano? 

Boaz
Meski skor 2-2 melawan Vietnam, kita ikut berjingkrak ketika tim nasional akhirnya masuk ke partai final piala AFF. Setiap kali ada timnas berlaga, saya merasakan atmosfir berubah. Sesuatu yang dinamakan Indonesia, terasa hadir di ruang keluarga, di kafe-kafe, di berbagai acara nonton bareng. Tiba-tiba ada kerinduan mendengar lagu ‘Tanah Airku Indonesia’.

Begitu juga Timnas Indonesia saat menjamu Thailand Final AFF Leg I di Stadion Mekar Sari Cibinong, Rabu (14/12/2016). Tim Garuda menang 2:1 atas Thailand dengan dua Gol dicetak oleh Hansamu Yama dan Rizky Pora.


Boaz, lelaki papua ini, menjadi kapten kesebelasan nasional. Dia adalah pemimpin pemain lain di lapangan. Tapi sampai sekarang saya tidak mendengar ada orang menggunakan Ayat Suci (51) untuk menentang kepemimpinan Boaz. Bukankah kapten di lapangan bola itu, juga pemimpin? Apakah pemain lain yang beragama muslim, jadi berdosa karena dipimpin Boaz Salosa?


Saya rasa tidak ada yang berfikir begitu. Memilih seorang kapten lapangan, yang lebih diutamakan keterampilannya bermain kulit bundar, kemampuannya memotivasi tim serta pengalaman tandingnya. Bukan apa agamanya.


Itu cara mikir yang rasional. Sebab targetnya adalah kemenangan timnas, sesuatu yang terukur. Untuk target terukur itu, mestinya memang kita menggunakan kreteria yang lebih terukur.


Nah, pernahkah kita bertanya, apa yang ingin Anda dapatkan dari seorang Gubernur atau kepala daerah?


Kenapa gak kita gunakan saja cara kita menilai Boaz Salosa : yang penting timnas menang, tentu dengan kaidah-kaidah persepakbolaan. Soal apa agama Boaz, tidak ada relevansinya dengan kemenangan dan kekalahan timnas.


Jadi mari kita susun pertanyaanya untuk diri kita. Setujukah kamu Jakarta butuh Gubernur yang bisa mengurangi banjir, agar rakyat tidak sengsara lagi ketika musim hujan? Ukurannya gampang, banjir bisa berkurang. kalau memungkinkan, bebas banjir.


Setujukah kamu, Jakarta butuh Gubernur yang mau memikirkan pendidikan anak-anak, dari PAUD sampai sarjana? Baik untuk sekolah umum maupun madrasah? Ukurannya, apa program pendidikan dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mensupport anak-anak kita.


Setujukah kamu, Jakarta butuh Gubernur yang ngotot memberantas korupsi? Ukurannya, lihat saja sikapnya terhadap korupsi selama ini. Toh, calon-calon Gubernur dan kepala daerah bukan mahluk planet yang turun dari langit. Kita bisa melacak rekam jejaknya.


Setujukah kamu, Jakarta butuh transportasi publik yang lebih manusiawi dan elegan? Ukuranya, bagaimana kondisi angkutan umum dan pembangunan sarana transportrasi lainnya seperti MRT.


Setujukah kamu, Gubernur hrus bisa menjadikan aparat Pemda Jakarta harus serius mengurusi kepentingan rakyatnya? Ukurannya gampang, lihat saja perilaku aparat dalam Kelurahan, Kecamatan dan Dinas-dinas lainnya.


Setujukah kamu, diperlukan transparansi anggaran agar tikus-tikus busuk tidak bisa menilep APBD lagi? Ukurannya, lihat saja sistem lelang proyek. E-Budgeting menjadi salah satu indikator transparansi anggaran ini.


Setujukah kamu, anak-anak di Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang bermain yang manusiawi. Ketimbang keleleran karena tidak ada sarana bermain? Ukurannya simpel, adakah Gubernur yang mampu membangun sebanyak-banyaknya ruang publik yang bagus?


Setujukah kamu, jika setiap keluhan warga, sekecil apapun, harus dilayani dengan baik oleh aparat? Ukurannya, lihat saja sistem pengaduan yang digagas dan bagaimana implementasinya.


Jadi itulah ukuran-ukuran rasional kita dalam memilih Gubernur. Seperti saat Alfred Riedl menunjuk Boaz Salosa menjadi kapten kesebelasan. Bagi kita yang penting timnas menang. Makanya kita tidak pernah mempersoalkan apa agama Boaz Salosa.


“Tapi saya mau Gubernur yang suka bagi-bagi duit?,” teman saya tiba-tiba menyambar. “Gampang. Pilih saja Dimas Kanjeng…” (Sumber: redaksiindonesia.com)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.