. 60 Persen Pabrik di Sumut Masih Cemari Lingkungan | BeritaSimalungun
Home » , , , , » 60 Persen Pabrik di Sumut Masih Cemari Lingkungan

60 Persen Pabrik di Sumut Masih Cemari Lingkungan

Written By Beritasimalungun on Thursday, 26 January 2017 | 07:04

PT Tanduk Banua Batu Perkasa...Silimahuta Simalungun.IST
* Komisi D akan Cek Lokasi Pembuangan Limbah PT Rapala

BeritaSimalungun.com, Medan-Komisi D DPRD Sumut memperkirakan 60 persen pabrik di Sumut masih melakukan pencemaran lingkungan,  dengan membuang limbah ke sungai, sehingga sangat mengganggu bagi kesehatan masyarakat sekitar. 

"Hampir semua pabrik masih buang limbah ke sungai, baik itu PKS (Pabrik Kelapa Sawit) maupun  pabrik industri lainnya melakukan pencemaran lingkungan.  Hal ini kita ketahui dari pengaduan masyarakat ke Komisi D," ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut Drs Baskami Ginting dan anggota Komisi D Leonard S Samosir SH kepada wartawan, Selasa (24/1/2017) usai mengikuti RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan BLH Provsu, BLH Langkat dan manajemen PT Rapala, di gedung dewan.

Disebutkan Baskami, pencemaran lingkungan yang dilakukan pabrik-pabrik  acap kali tidak diketahui, akibat pihak perusahaan berupaya mengelabui dengan memberi laporan palsu, pada kenyataan mereka membuang limbah pabriknya tidak sesuai aturan yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Komisi D DPRD Sumut sendiri, kata Baskami, akan melakukan evaluasi dengan turun langsung ke lapangan untuk mengecek keberadaan pabrik-pabrik di Sumut yang masih merusak lingkungan dan membuang limbah di sungai termasuk proses limbah pabrik PT Rapala, karena pihak manajemen PT Rapala melaporkan bahwa limbah cair yang dikelola IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) perusahaannya dengan BOD kurang dari 100 atau di bawah ambang batas.

Karena, ungkap Baskami, setiap pertemuan dengan Komisi D, pihak perusahaan dalam paparannya selalu melaporkan kondisi yang baik-baik. "Jadi kita akan cek untuk menyesuaikan apakah benar yang mereka paparkan ke DPRD. Setiap bulan kita melakukan sample, kalau pengusaha tidak mau juga menjaga lingkungan, kita siap untuk membawa kasus ke ranah hukum," tuturnya. 

Dalam RDP, tambah anggota Komisi D Leonard S Samosir, manajemen PT Rapala melaporkan bahwa limbah yang dikelola mereka masih di bawah ambang batas. Komisi D tentunya tidak menerima laporan pihak Rapala begitu saja, tapi harus mengecek langsung kebenarannya, apakah pengelolaan limbahnya sudah sesuai aturan atau tidak.

"Kita sudah sepakati untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi, yang akan dijadualkan di bulan Pebruari 2017, karena dari Dinas Lingkungan Hidup baik Provsu maupun Kabupaten Langkat menyatakan bahwa pengolahan limbah pabrik yang dilakukan PT Rapala sudah baik dan sudah ada perubahan dari sebelumnya," tambah Leonard.

Meski demikian, ungkap Leonard lagi, Dinas Lingkungan Hidup harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap limbah-limbah yang dapat mencemari lingkungan yang bisa merugikan masyarakat sekitar pabrik.

Karena, tambah Baskami dan Leonard, syarat mendapatkan izin operasional pabrik, perusahaan tersebut harus memiliki pengelolaan limbahnya dan tidak melakukan pencemaran lingkungan. "Memang untuk mengelola limbah itu membutuhkan cost yang besar. Pengusaha pengusaha yang tidak mau rugi, tentu akan membuang limbah pabriknya ke sungai," tandas kedua anggota dewan ini.(SIB)

Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.