. Pelaku Wisata dan Budaya Simalungun Masih Sebatas Diskusi, Tanpa Ada Eksekusi | BeritaSimalungun
Home » , , , » Pelaku Wisata dan Budaya Simalungun Masih Sebatas Diskusi, Tanpa Ada Eksekusi

Pelaku Wisata dan Budaya Simalungun Masih Sebatas Diskusi, Tanpa Ada Eksekusi

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 31 January 2017 | 19:25

Diskusi pelaku wisata, seni dan budaya yang dihadiri Direktur Utama Lovely Holiday Maruli Damanik, Sultan Saragih dari Sanggar Budaya Rayantara, Dirigen Paduan Suara Roynaldo H Saragih, Supra Purba Tambak dari Sinber Simalungun, Andi Siahaan dari Lovely Fotografi, GJM Tuah Purba Pakpak dari Paguyuban Rumah Bolon, Mardi Purba Dasuha dari Parbual Pokkalan dan Triadil Saragih, seniman muda Simalungun. IST

BeritaSimalungun.com, Pematangsiantar-Pelaku wisata dan Budaya Simalungun hingga kini masih hanya doyan sebatas diskusi terud diliput media. Namun untuk hal eksekusi ah...masih jauh dari harapan. Memang betul kok....faktanya memang demikian. Lihat saja apa yang dilakukan pelaku wisata dan Budaya di Simalungun?

Seperti dilansir Metrosiantar.com, Kabupaten Simalungun perlu berbenah di bidang pariwisata untuk mengimbangi program pengembangan Danau Toba melalui Badan Otorita Danau Toba (BODT). Di luar Danau Toba, banyak objek wisata Simalungun yang bisa diexplore menjadi tujuan wisatawan, terutama berasal dari mancanegara.

Hal itu terungkap dalam diskusi pelaku wisata, seni dan budaya yang dihadiri Direktur Utama Lovely Holiday Maruli Damanik, Sultan Saragih dari Sanggar Budaya Rayantara, Dirigen Paduan Suara Roynaldo H Saragih, Supra Purba Tambak dari Sinber Simalungun, Andi Siahaan dari Lovely Fotografi, GJM Tuah Purba Pakpak dari Paguyuban Rumah Bolon, Mardi Purba Dasuha dari Parbual Pokkalan dan Triadil Saragih, seniman muda Simalungun.

Maruli Damanik, pelaku bisnis pariwisata yang telah melanglang buana hingga ke mancanegara, mengatakan bahwa wisatawan mancanegara cenderung menyukai objek wisata yang natural, baik alam maupun budayanya. Kehidupan masyarakat yang alami, menjadi peluang bagi dunia pariwisata yang dapat dikemas menjadi potensi meningkatkan income masyarakat.

“Desa Wisata di Simalungun harus segera diwujudkan. Potensinya masih besar, karena masyarakatnya masih banyak yang menjaga budaya, terutama di nagori. Ini harus ditangkap peluangnya,” kata Maruli Damanik.

Keberhasilan bisnis wisata, lanjut Maruli, membutuhkan kerjasama dari pemerintah, swasta dan masyarakat. Pemerintah berperan dalam mendukung infrastruktur menuju lokasi. 

Sementara swasta, dalam hal ini pelaku wisata, menjadi corong untuk melakukan promosi sekaligus menjadi pelaku untuk mendatangkan wisatawan. Peran masyarakat dalam mendukung wisata, yakni menjadi masyarakat yang melek wisata. Menciptakan keamanan, kebersihan dan keramahan.

“Kita bayangkan sebuah desa wisata yang dihuni masyarakat yang sudah teredukasi soal wisata. Wisatawan datang, menyaksikan kehidupan keseharian warga. Diselingi dengan pertunjukan budaya seperti tortor, nyanyian maupun permainan tradisi Simalungun,” kata Maruli.

Desa yang dilengkapi penenun dan alatnya, dimana wisatawan dapat menenun langsung. Desa memiliki pengolahan gula aren (gula merah), pembuatan nitak, atau bahkan wisatawan disuguhkan bagaimana membuat dayok nabinatur.

“Tujuan wisata, salah satunya menjaga budaya. Keaslian itu yang menjadi daya tarik yang perlu dijual,”.

Budaya

Sementara Sultan Saragih dari Sanggar Budaya Rayantara menambahkan, dari suvei yang telah mereka lakukan di beberapa tempat di Simalungun, ternyata banyak potensi wisata alam yang bisa diexplore untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sayangnnya, kebanyak potensi wisata itu masih ‘tidur’ belum terawat. Infrastruktur pendukung pariwisata masih minim.

“Ke depan, kita ingin bersinergi dengan pemerintah, pelaku wisata dan masyarakat untuk ‘membangunkan’ potensi wisata di Simalungun. Desa Wisata salah satunya, untuk meningkatkan kunjungan,” katanya.


Pihaknya juga siap untuk membantu mengedukasi masyarakat, untuk bersama-sama mendukung industri pariwisata dengan tetap melestarikan budaya. (BS)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.