. Belajar Toleransi dari Keberagaman Di Sipirok | BeritaSimalungun
Home » , » Belajar Toleransi dari Keberagaman Di Sipirok

Belajar Toleransi dari Keberagaman Di Sipirok

Written By Beritasimalungun on Thursday, 25 May 2017 | 21:14

Belajar Toleransi dari Keberagaman Di Sipirok.
BeritaSimalungun.com-Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara di muka bumi ini. Perbedaan yang meliputi agama, suku, ras, dan adat istiadat adalah hak mutlak yang mesti dimiliki manusia yang hidup di alam yang memang sudah diciptakan Tuhan dengan berbagai perbedaan.

Agar terciptanya suasana kondusif dan jauh dari berbagai gesekan antar golongan, maka sangat diperlukan sikap-sakap yang senantiasa selalu menjaga kerukunan dan perdamaian antar agama, suku, ras, dan adat istiadat tersebut.

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang hidup dengan masyarakat yang heterogen. Dihuni dengan berbagai macam suku, adat-istiadat, dan menganut enam agama yang diakui merupakan suatu kekayaan bangsa yang sangat majemuk.

Diantara sekian banyak wilayah di Indonesia yang hidup dalam keberagaman, salah satu diantaranya yaitu Sipirok. Sipirok yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara ini adalah daerah yang berada di dataran tinggi Sumatera yang terkenal akan toleransi dan kerukunan antar ummat beragama yang masih terjaga.

Sipirok dihuni beragama Muslim sebagai agama mayoritas serta Kristen Protestan, Katolik, dan Buddha hidup dalam satu wilayah yang menjunjung tinggi rasa toleransi dan kerukunan ummat beragama.

Seiring terus bergantinya zaman, hampir tidak pernah terdengar daerah ini diterpa suatu konflik baik yang berupa perbedaan antar agama maupun suku yang juga dikenal sangat beragam menghuni derah Sipirok. 

Semua aspek kehidupan masyarakat selalu mengutamakan rasa cinta dan kasih sayang dengan menjunjung tinggi persaudaraan yang terkenal dengan “Dalihan Natolu” sebagai landasan pengerat antar golongan sekalipun berbeda akan keyakinan.

Masyarakat sipirok yang sudah terbiasa hidup berdampingan dalam keberagaman sudah terjadi dari masa ke masa. Hal tersebut dibuktikan dengan masih berdiri kokoh bangunan-bangunan tua yang merupakan tempat ibadah berbagai agama.

Bahkan tempat-tempat ibadah tersebut banyak yang saling berdekatan satu sama lain tanpa pernah menimbulkan suatu gesekan yang mengundang konflik seperti yang sering terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia.

Sipirok adalah lembah kerukunan ummat beragama yang menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lainnya. Derah yang pernah melahirkan tokoh-tokoh bangsa dimasanya ini bukan hanya mendoktrin masyarakatnya untuk senantiasa menjaga perdamaian, tetapi juga mengajarkan tentang pemahaman akan pentingnya kehidupan beragama.

Masyarakat mayoritas tidak pernah jumawa dan selalu mengayomi, sebaliknya masyarakat minoritas tidak pernah tertindas dan tidak merasa terpinggirkan. Semua berbaur menjadi satu ketika berada dalam konteks berkehidupan sosial. Sementara dalam konteks beragama semua saling memberi ruang tanpa harus mengusik penganut kepercayaan lain.

Pentingnya nilai-nilai keagamaan dan pancasila sebagai dasar untuk mengenal toleransi dan saling menghargai sejatinya harus tertanam sejak dini pada generasi saat ini. Masyarakat sipirok menyadari menyikapi toleransi dan kerukunan tidak harus ikut terlibat pada keyakinan agama lain.

Ummat muslim tidak harus ke gereja pada acara keagamaan Kristen Protestan atau Katolik, demikian juga sebaliknya. Ummat agama yang satu tidak pernah memaksakan kehendak untuk mengakui kebenaran agama lainnya, tidak juga harus mendirikan tempat ibadah secara berdampingan seperti di Solo atau beribadah di halaman rumah ibadah agama lain seperti yang terjadi di  Malang. 

Cukup dengan membiarkan masyarakat menjalankan kewajibannya sebagai ummat beragama sesuai kepercayaan serta keyakinannya masing-masing dengan koridor yang tepat dan aturan yang berlaku.

Banyaknya konflik yang ditimbulkan dari issu agama merupakan bencana sosial yang harus mendapatkan penanganan serius. Sipirok harus tetap menjadi daerah lembah kerukunan yang menjadi pionir bagi daerah lain yang ada di negeri ini.

Sikap toleransi yang sudah tertanam pada generasi penerus Sipirok harus dirawat dengan baik agar Sipirok sebagi Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi contoh teladan bagi semua elemen yang yang masih kurang paham akan makna toleransi.

Karena pada dasarnya memupuk kerukunan antar ummat beragama harus dimulai dengan mencintai sesama dengan asas prinsip kekeluargaan seperti yang sudah di praktekkan masyarakat Sipirok selama bertahun-tahun.

Sudah menjadi keharusan bahwa Indonesia dengan segala keberagamannya harus bisa lebih dewasa dalam memaknai kerukunan dan toleransi. Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara yang beragama sejatinya menjadi prioritas yang harus di utamakan pada pendidikan formal maupun non formal.

Agama adalah hak mutlak yang dimiliki setiap manusia setelah hak untuk hidup. Setiap agama selalu mengajarkan kebaikan dalam ajarannya, sehingga setiap individu atau kelompok tidak boleh lagi berlaku intoleran terhadap ajaran lain yang tidak sepaham dengannya.

Sipirok merupakan salah satu contoh kecil dari sekian banyak daerah yang sudah mampu mengimplementasikan tentang hidup damai dalam keberagaman. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri ketika setiap elemen masyarakat sipirok tidak pernah terhasut pada issu yang selalu menjurus pada konflik agama.

Masyarakat sipirok adalah masyarakat yang bijaksana dalam memilih dan memilah informasi yang ingin memecah belah bangsa.  Sehingga perbedaan menjadi sebuah keniscayaan yang Tuhan ciptakan agar setiap individu mampu mencari kebenaran yang hakiki menurut agama dan keyakinan yang di imaninya. (BS)


Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.