. Bulang Sulappei Tudung Kepala Perempuan Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , » Bulang Sulappei Tudung Kepala Perempuan Simalungun

Bulang Sulappei Tudung Kepala Perempuan Simalungun

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 10 December 2019 | 22:10


Niar Br Damanik adalah Perempuan Simalungun sebagai Pioner Bulang Sulappei Simalungun yang sudah lama memperkenalkan Bulang Sulappei Simalungun go Nasional dan Internasional. (Dok FB).
Bulang Sulappei, tenun khas berbahan hiou dikenakan kaum perempuan Simalungun sebagai tudung kepala.

Beritasimalungun-Bulang Sulappei, sebuah tenun khas etnis Simalungun berbahan hiou (ulos, red), dikenakan kaum perempuan Simalungun sebagai tudung kepala.

Dulunya, Bulang Sulappei dipakai perempuan Simalungun yang telah menikah. Dalam pemakaiannya, rambut perempuan tidak boleh terlihat.

Terutama ibu rumah tangga yang akan menghidangkan makanan, agar terhindar dari urai rambut yang jatuh ke dalam penyajian makanan.

Nah, proses melipat Bulang Sulappei ini juga ada kiatnya. Ribuan pelajar dari Kabupaten Simalungun mempertontonkannya dalam ajang Festival Danau Toab 2019 di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, yang dibuka Senin 9 Desember 2019 kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara dr Ria Telaumbanua, menyebut Bulang Sulappei merupakan tenunan asli budaya Simalungun dan kini sudah semakin jarang dipakai.

"Kita ingin melestarikan budaya Bulang Sulappei supaya tidak hilang ditelan zaman. Itu adalah identitas perempuan Simalungun. Bulang Sulappei dipakai kaum perempuan di bagian kepala dan dipakai sehari-hari," katanya.

Di ajang Festival Danau Toba ke-7 ini, sebanyak 1.024 pelajar yang mempertontokan cara atau seni melipat Bulang Sulappei berhasil memecahkan rekor MURI. Disaksikan langsung Manejer MURI Jusuf Ngadri.

Ria pun menyampaikan kebanggaannya atas raihan itu. "Melalui FDT di tahun ini, Bulang Sulappei semakin diperkenalkan dan mari dikenakan oleh kaum perempuan. Pasti kesannya lebih cantik," kata dia.

Niar Damanik, 50 tahun, warga Kota Medan, sangat bangga memakai Bulang Sulappei dalam aktivitas kesehariannya. Pemakaian Bulang Sulappei atau tudung kepala perempuan Simalungun berbahan hiou, sudah dilakoninya sejak tahun 2015 lalu.

Niar secara khusus kepada Tagar, Selasa 10 Desember 2019 mengaku, pemakaian Bulang Sulappei berawal dari etos hidupnya. Dia mencoba apa yang bisa dilakukan sebagai perempuan Simalungun.

"Dan jatuh cinta ke Bulang Sulappei, yang hampir punah. Toh ini bagiku jati diri dan bisa dikenakan sehari-hari dan kucoba dengan busana sehari-hari juga bahkan mengarah ke milenial. Ternyata direspons banyak perempuan Simalungun dan sempat ada pro kontra mengatakan itu untuk janda," terangnya.

Lalu dia balik bertanya berapa banyak janda memakainya saat ini. "Tak ada jawaban, yang ada perempuan Simalungun tetap diberi hiou atau ulos tujung ketika suaminya meninggal," terangnya.(BS-Tagar.ID)
Dok Asenk Lee Saragih
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.