}); Satu ODP Corona Meninggal di RS Rondahaim Simalungun, Riwayat Perjalanan dari Kaltim | BeritaSimalungun
Home » , , » Satu ODP Corona Meninggal di RS Rondahaim Simalungun, Riwayat Perjalanan dari Kaltim

Satu ODP Corona Meninggal di RS Rondahaim Simalungun, Riwayat Perjalanan dari Kaltim

Written By Beritasimalungun on Saturday, 21 March 2020 | 08:29

Proses penyemprotan disinfektan pada lorong RSUD Rondahaim Saragih, Pematangraya, Kabupaten Simalungun. 
Pematangraya, BS-Manajemen Rumah Sakit Rondahaim Saragih di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, melaporkan seseorang yang berstatus Orang Dalam pemantauan (ODP) suspect Covid-19 (Corona) dan sempat menjalani rawat inap, meninggal dunia pada Jumat (20/3/2020) siang.

ODP tersebut sebelumnya menjalani rawat inap selama satu hari pada Kamis (19/3/2020) kemarin. Pasien tersebut rawat inap setelah masuk ke UGD RSUD Rondahaim Saragih.

Direktur RSUD dr Debora Haloho melalui pesan singkat membenarkan bahwa ada pasien berstatus ODP yang mereka rawat meninggal dunia.

“ODP susp covid 19+DM type 2+Old miocard infark+iskemik inferior,” tulisnya.

Artinya, ODP (Orang Dalam Pengawasan) terduga Covid-19 meninggal diiringi penyakit lainnya, yakni Diabetes Melitus tipe, mati otot jantung lama, dan gangguan aliran darah pada jantung bawah.

Informasi dihimpun, ODP yang meninggal ini bukan merupakan penduduk Simalungun. Ia hanya sedang bertemu kolega di Simalungun. Orang tersebut sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Bontang, Kalimantan Timur.

Setelah pasien meninggal dunia, keluarga pun menjemputnya dan membawa pulang untuk dimakamkan.

Jenazah diantarkan menggunakan mobil ambulans RSUD Rondahaim.

Sementara itu, pasca kasus ini manajemen RSUD Rondohaim melakukan penyemprotan di seluruh ruangan rumah sakit guna mencegah atau antisipasi penyebaran virus corona.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto memberikan data terbaru terkait pasien yang positif mengidap Covid-19 akibat virus corona.

Hingga Jumat (20/3/2020), pemerintah memastikan ada 369 kasus Covid-19 di Indonesia.

Jumlah ini bertambah 60 kasus dari pengumuman yang disampaikan Yurianto kemarin.

"Ada 60 kasus baru, sehingga jumlah total 369," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat sore.

Penambahan ini berdasarkan data yang didapat sejak Kamis (19/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Jumat siang ini pukul 12.00 WIB.

"Ini adalah catatan yang kita dapatkan dari pergerakan data hari ini," ucapnya.

Kemarin, Yurianto menyebutkan ada 309 kasus Covid-19 di Indonesia.

Jumlah itu kemudian sempat diralat oleh BNPB karena ada perubahan data pasien di Riau.

Menurut BNPB, data pasien positif virus corona hingga kemarin ada 308 kasus.

Dari 308 kasus yang ada di Indonesia, Yurianto menyebutkan bahwa ada 32 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa ada 17 pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

Kemarin, pemerintah menyatakan ada 16 provinsi yang memiliki catatan pasien Covid-19.

Namun, hari ini diketahui bahwa kasus Covid-19 sudah tersebar di 17 provinsi.

Kalimantan Tengah tercatat memiliki kasus baru pasien yang mengidap virus corona.

Ada dua pasien baru di provinsi tersebut. Adapun, penambahan terbesar dalam 24 jam masih tercatat ada di DKI Jakarta.

Menurut data yang dimiliki pemerintah, ada 32 penambahan pasien baru di DKI Jakarta terhitung sejak pukul 12.00 WIB kemarin hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Penambahan terbesar berikutnya tercatat ada di Kalimantan Timur dengan 7 kasus. Berikutnya adalah di Jawa Timur dengan 6 kasus.

Berikut detail penambahan jumlah pasien hingga hari ini, Jumat (20/3/2020):
DKI Jakarta: 32 kasus
Kalimantan Timur: 7 kasus
Jawa Timur: 6 kasus
Bali: 3 kasus
Banten: 2 kasus
Kalimantan Tengah: 2 kasus
Jawa Barat: 1 kasus
Kepulauan Riau: 1 kasus
Dalam proses investigasi: 6 kasus

Siapkan Avigan dan Kloroquine

Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah sudah menyiapkan obat yang diyakini ampuh untuk menyembuhkan pasien Covid-19.

"Pemerintah juga telah menyiapkan obat dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara untuk bisa mengobati Covid-19 ini sesuai resep dokter," kata Presiden Jokowi lewat siaran live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020).

Ada dua jenis obat yang disiapkan. Pertama, Avigan. Kedua, Kloroquine. Avigan telah didatangkan sebanyak 500.000 butir.

Pemerintah juga tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara, obat Kloroquine, sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir.

"Obat ini sudah dicoba oleh satu, dua, tiga negara dan memberikan kesembuhan," kata Presiden Jokowi.

Obat tersebut akan sampai ke pasien melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, serta melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan terinfeksi.

"Saya minta BUMN farmasi yang memproduksi ini untuk memperbanyak produksinya," kata dia. 

Namun, Presiden Jokowi menegaskan kedua obat ini bukanlah antivirus corona. Sampai sekarang antivirus penyakit tersebut belum ditemukan.

"Mengenai antivirus sampai sekarang belum ditemukan, dan ini yang saya sampaikan itu tadi obat," kata dia.

Sebelumnya, Otoritas kesehatan di China menyatakan, obat asal Jepang untuk mengobati flu efektif dalam mengatasi virus corona.

Zhang Xinmin, pejabat di kementerian teknologi dan sains menuturkan, favipiravir, obat yang dikembangkan Fujifilm, menunjukkan hasil positif.

Hasil itu didapatkan setelah China menggelar uji coba klinis terhadap 340 pasien yang berasal dari Wuhan serta Shenzhen.

"Tingkat keamanannya terbukti tinggi, dan jelas efektif untuk digunakan," ucap Zhang mengomentari obat Jepang itu pada Selasa (17/3/2020).

Dilansir The Guardian Rabu (18/3/2020), pasien yang mendapat obat flu di Shenzhen menunjukkan hasil negatif rata-rata empat hari sejak dinyatakan positif.

Dilaporkan NHK, hasil itu kemudian dibandingkan dengan pasien yang tidak mendaapt favipiravir, di mana mereka baru negatif 11 hari setelah didiagnosa tertular.

Hasil Sinar X juga memperlihatkan adanya peningkatan pada kondisi paru-paru sekitar 91 persen.

Berbanding 62 persen tanpa favipiravir.

Fujifilm Toyama Chemical, pabrikan pembuat obat flu dengan nama lain Avigan tidak berkomentar soal klaim bahwa obat mereka efektif mengatasi virus corona.

Dampak dari komentar Zhang, saham perusahaan itu dilaporkan menguat 14,7 persen, dan ditutup setelah berada di angka 5.207 yen.

Saham Fujifilm dikabarkan sempat berada di titik tertinggi, yakni 5.238 yenk sejak ucapan pejabat China itu menjadi viral.

Dokter di Jepang dikabarkan menggunakan obat yang sama dalam uji klinis terhadap pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Melalui konsumsi favipiravir, tim medis berharap virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan itu tidak sampai berkembang di tubuh pasien.

Sumber dari kementerian kesehatan Negeri "Sakura" mengungkapkan, Avigan itu tidak efektif jika gejala yang dialami pasien sudah parah.

"Kami memberikan Avigan 70-80 pasien.

Namun, tidak terlalu bekerja dengan baik ketika virusnya sudah berkembang dalam tubuh," terang dia kepada Mainichi Shimbun.

Pejabat anonim itu mengatakan, mereka juga sempat melakukan studi menggunakan kombinasi obat HIV antiretrovirals lopinavir dan ritonavir.(BS-Sumber/Tribunnews.com)
Share this article :

Post a comment