. Heboh, Warga Danau Toba Berhasil Pancing Ikan Mas Berukuran 15 Kilogram | BeritaSimalungun
Home » » Heboh, Warga Danau Toba Berhasil Pancing Ikan Mas Berukuran 15 Kilogram

Heboh, Warga Danau Toba Berhasil Pancing Ikan Mas Berukuran 15 Kilogram

Written By Beritasimalungun on Monday, 10 August 2020 | 17:21

Juliarson Saragih pemancing dari Merek Situnggaling memperlihatkan ikas mas berbobot 15 kilogram yang berhasil ditangkap dengan cara dipancing di Danau Toba di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), Jumat, 7 Agustus 2020. (Foto: Juliarson Saragih/Istimewa)

Dairi, BS - Dunia media sosial (medsos) kembali dihebohkan dengan penangkapan ikan mas berukuran sangat besar atau berat sekitar 15 kilogram (kg) olwh warga di pesisir Danau Toba, atau persisnya di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Desa Silalahi 3, Rincon Situngkir menyampaikan, Senin (10/8/2020), ikan mas seberat 15 kg itu berhasil dipancing warga pada Jumat (7/8/2020) lalu.

"Banyak ikan mas berukuran besar yang berhasil didapatkan warga saat memancing di Danau Toba. Sebelumnya, ada 2 ekor ikan mas dengan memiliki berat masing - masing sekitar 12 kg yang juga didapatkan warga saat memancing," kata Rincon.

"Saya yakin, ikan mas yang berukuran lebih besar dan lebih berat di atas 20 kg pun masih ada di Danau Toba ini. Banyak warga yang mengaku sering melihat ikan mas lebih besar dari 15 kg itu. Warga melihat saat ikan mas itu muncul di permukaan air di Danau Toba," ujar Rincon lagi.

Rincon mengatakan, warga di desa itu sering memancing ikan di Danau Toba. Ikan yang didapatkan itu untuk dikonsumsi di rumah. Ada juga sebagian warga yang menjual ikan mas yang berhasil ditangkap. Di Danau Toba itu, diketahui sangat banyak ikan mas dengan berukuran sangat besar.



Kepala Dusun Silalahi, Peter Sihaloho menyampaikan, ikan mas berukuran besar sering muncul di permukaan Danau Toba. Kondisi ini membuat pihaknya menyediakan tempat khusus pemancingan untuk masyarakat di sana.

"Ikan mas ukuran besar yang didapatkan pemancing tidak masalah jika dikonsumsi. Saya juga pernah mencicipi daging ikan mas ukuran besar itu. Rasanya tidak jauh berbeda dengan ikan mas ukuran biasanya. Ikan mas di Danau Toba ini memiliki rasa tersendiri jika dibanding dengan ikan mas di luar," sebutnya.

Danau Toba memiliki luas sekitar 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman maksimal sekitar 1.600 meter. Danau Toba yang terbentuk karena letusan gunung berapi sekitar 74.000 tahun lalu itu, berada pada wilayah 7 kabupaten di Sumut.

Tujuh kabupaten yang memiliki perairan di Danau Toba itu yakni, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Samosir.

Terkait dengan penangkapan ikan mas oleh warga di Danau Toba, sejumlah netizen di medsos, menganjurkan supaya warga melepaskan ikan mas yang ditangkap. Mereka memberikan saran itu sebagai penghormatan terhadap leluhur dan supaya tidak ada musibah di Danau Toba.

"Lebih baik dilepaskan cepat daripada menunggu sampai besok...Takutnya yang tak diinginkan akan terjadi... Belajar dari tenggelamnya Kapal Sinar Bangun," tulis akun Ima Sari Pandiangan. "Tolong lah.. Segera dilepaskan aja ikannya Ban, jangan nunggu besok. Takutnya ada nanti kejadian kayak kemarin. Jujur, merinding kali aku lihat ikan itu," tambah akun Vitry Pane.

Seperti diketahui, sebelum Kapal Motor Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba dan menewaskan 188 orang penumpang pada bulan Juni 2018 lalu, ada warga di sana yang berhasil mendapatkan ikan dengan berat sekitar 13 kg dari Danau Toba. Pemancing membawa pulang dan memakan hasil tangkapannya itu.

Saat itu, banyak warga yang menyarankan agar si pemancing mengembalikan ikan mas itu ke tempat asalnya. Namun, tidak lama setelah penangkapan itu, Kapal Motor Sinar Bangun tenggelam dihantam ombak besar. Banyak warga yang mengaitkan masalah bencana itu dengan warga yang tidak mau melepaskan ikan mas tersebut. 

Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.