. HARI KE LIMA: Gereja Padang Gembala-Gereja Kelahiran- Perjamuan Terakhir- Makam Raja Daud- Gereja Ayam - Kapel Kenaikan-Fater Noster - Bukit Zaitun -Tembok Ratapan | BeritaSimalungun
Home » , , » HARI KE LIMA: Gereja Padang Gembala-Gereja Kelahiran- Perjamuan Terakhir- Makam Raja Daud- Gereja Ayam - Kapel Kenaikan-Fater Noster - Bukit Zaitun -Tembok Ratapan

HARI KE LIMA: Gereja Padang Gembala-Gereja Kelahiran- Perjamuan Terakhir- Makam Raja Daud- Gereja Ayam - Kapel Kenaikan-Fater Noster - Bukit Zaitun -Tembok Ratapan

Written By Beritasimalungun on Saturday, 4 June 2022 | 12:27

Pdt Defri Judika Purba di Goa kelahiran Tuhan Yesus yang ditandai dengan Cakra Bintang.

Oleh: Pdt Defri Judika Purba

Hari ini kami masih ada di kota Betlehem. Di hari ke lima  ini kami banyak mengunjungi tempat-tempat sejarah seperti yang disebutkan di dalam Alkitab kita. Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu gereja Padang gembala. Tempatnya tidak jauh dari hotel kami menginap di Saint Hotel. 

Kami menginap di Betlehem sementara gereja padang gembala ada di Betsahur. Betlehem artinya rumah roti sementara Betsahur artinya rumah terjaga. Apa artinya? Artinya di tempat inilah para gembala terjaga karena sapaan Malaikat yang menyampaikan akan kelahiran Yesus. 

Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit kami sampai di gereja Padang gembala. Pintu gerbang gereja melengkung dengan tulisan: Gloria in Ecxcelsis Deo. Ini adalah nyanyian para Malaikat di sorga yang disampaikan kepada para gembala.

Di tempat ini kami melakukan ibadah pagi dengan pemandangan kota Yerusalem dan hamparan bukit batunya. Selesai ibadah kami mengunjungi goa para gembala. Saya baru tahu, rupanya gembala yang bermalam di tempat itu, tidur di sebuah goa batu yang memang banyak terdapat di daerah ini. 

Di dalam goa batu inilah Malaikat datang berbicara kepada mereka. Saat ini di goa tersebut ada berbagai lukisan tentang gembala. Tempat ini juga digunakan untuk ibadah. Dari goa gembala kami naik ke gereja Padang gembala. Bentuknya tidak terlalu besar. 

Setelah dari gereja Padang gembala kami pergi lagi ke Betlehem yaitu ke gereja kelahiran Tuhan Yesus. Jaraknya tidak terlalu jauh. Kalau berjalan kaki tidak sampai tiga jam. Ini perlu untuk mengetahui perjalanan para gembala dari Betsahur ke Betlehem. 

Gereja kelahiran ini sangat besar milik tiga denominasi yaitu Yunani orthodoks, Armenia Orthodoks dan Roma Katolik. Gereja ini juga menjadi gereja tertua di dunia. Kami masuk ke gereja ini lewat pintu kerendahan hati. Kenapa disebut kerendahan hati? 

Karena pintunya sangat rendah. Kita harus menundukkan kepala untuk masuk. Sampai di dalam kami harus antri untuk masuk ke dalam goa kelahiran Yesus. Cukup lama juga kami harus antri. Menunggu antrian kami melihat-lihat gedung gereja ini serta ibadah Yunani orthodoks yang sedang berlangsung. 

Setelah menunggu kami pun masuk satu persatu ke goa kelahiran Yesus. Saya berkesempatan menjadi yang pertama karena saya juga bertugas memvideokan semua rombongan. Di goa kelahiran ini ada dua tempat yang istimewa. 

Pertama, tempat kelahiran Yesus yang ditandai dengan Cakra bintang serta palungan. Saya terharu dan bahagia ketika dapat menyentuh Cakra tempat kelahiran Yesus. Tidak boleh lama-lama karena antrian sudah banyak. Dari titik kelahiran Tuhan Yesus, kami pergi di seberangnya yaitu tempat palungan Yesus.

Setelah dari goa kelahiran kami naik kembali ke atas menuju sebuah gereja milik Roma Katolik. Dari gereja inilah selalu disiarkan secara langsung acara ibadah natal setiap tanggal 25 Desember ke seluruh dunia. 

Setelah dari gereja kelahiran kami kemudian pergi ke bukit Zaitun. Kenapa disebut bukit Zaitun? Zaitun (ibrani: zayit) adalah salah satu pohon paling berharga bagi orang ibrani zaman purba. Pertama sekali disebut pada Kej.8:11, saat burung merpati kembali ke bahtera Nuh dengan sehelai daun Zaitun. 

Setelah bangsa Israel sampai di tanah  Kanaan, bagi mereka pohon Zaitun merupakan tumbuhan yang istimewa (Ul.6:11). Pohon Zaitun adalah pohon yang hijau dalam segala musim. 

Buahnya dihancurkan dan diperas lalu minyaknya dikumpulkan dalam tong. Pada zaman Yesus bukit Zaitun disebut karena bukit tersebut banyak ditumbuhi pohon Zaitun. Pada zaman Titus bukit ini telah gundul bersih. 

Bukit Zaitun adalah tempat dengan banyak ingatan eskhatologis (masa-masa yang akan datang). Dari tempat ini Yesus meramalkan pemusnahan Yerusalem (Mrk.13:3); Lukas dan Penulis kisah Para rasul mencatat kenaikan Yesus dari tempat ini (Luk.24:50; Kis.1:12). Dinubuatkan pada saat Tuhan kembali ke Yerusalem, Ia akan berdiri di atas bukit ini (Za.14:4). 

Kami menuju bukit Zaitun melewati sebuah lembah kecil yaitu gehinom atau neraka. Apakah neraka itu? Neraka itu adalah sebuah konsep ajaran yang diajarkan oleh para rabi Yahudi sebagai tempat hukuman kepada setiap yang jahat. 

Pada zaman kerajaan, Lembah Hinom menjadi tempat penyembahan berhala yang dalam bahasa Aram disebut tofet, artinya ”tempat berapi”. Di sinilah orang Israel dan raja-raja mereka menyembah dewa Molokh. 

Dalam penyembah¬an terhadap Molokh, ada upacara pe¬ngurbanan anak-anak, yaitu dengan melemparkan mereka ke dalam api yang akan membakar mereka sampai mati (Im 18:21;20:2-5; Yer 32:35). Karena dosa dan perbuatan yang mengerikan itu, Nabi Yeremia menyatakan dengan keras bahwa tempat itu nantinya akan dikenal sebagai Lembah Pembunuhan (Yer 7:31-32;19:6).

Sampai di bukit Zaitun kami pergi ke tempat perjamuan Yesus yang terakhir bersama para muridNya. Bentuk ruang perjamuan lumayan besar. Di tempat inilah Yesus menyampaikan bahwa saatNya akan tiba. Saat yang akan tiba ini disimbolkan dengan pemberian anggur sebagai perlambang darahNya yang tercurah dan roti yang terpecah sebagai dagingNya.

Di bawah bangunan  perjamuan terakhir ini ada sebuah makam yang dipercaya sebagai makam raja Daud. Kami masuk ke sana. Tempat ini menjadi tempat orang Yahudi berdoa. Saya melihat beberapa orang Yahudi disana berdoa di dinding dan disamping makam raja Daud. 

Setelah dari makam Daud kami pergi ke  gereja Ayam. Kenapa disebut gereja ayam? Karena di tempat inilah Petrus menyangkal imannya kepada Yesus.  Dulunya ini adalah rumah dinas Imam Agung tempat dimana Yesus dibawa setelah ditangkap dari taman Getsemani. 

Di gereja ini kami dapat melihat tempat penyiksaan dan penjara yang digunakan untuk Yesus. Ada sebuah lobang yang dibuat untuk mengangkat tawanan dari bawah penjara. 

Di bagian paling bawah yaitu penjara, kami beribadah singkat sebentar dengan mendengarkan Firman, bernyanyi dan berdoa. Saya tidak dapat menahan air mata ketika berada di tempat ini. Inilah tempat ribuan tahun yang lalu ditempati oleh Yesus sebelum dibawa kepada Pontius Pilatus. 

Dari gereja ayam kami kemudian naik bus untuk pergi ke bukit Sion. Di bukit ini kami mengunjungi tiga tempat. Pertama sebuah kapel yang disebut kapel kenaikan Yesus. Bentuknya tidak terlalu besar. Keunikan kapel ini ada sebuah jejak yang diyakini sebagai jejak kaki Yesus sebelum berangkat ke sorga. 

Dari kapel kenaikan Tuhan Yesus kami pergi ke gereja Fater Noster atau sering disebut gereja bapa kami. Ini adalah tempat yang dipercaya secara tradisi dimana  Yesus mengajar muridNya untuk berdoa. Di tempat ini banyak tulisan doa bapa kami dalam berbagai bahasa di dunia. Dari gereja Fater Noster kami pergi ke sebuah titik untuk berphoto bersama dengan pemandangan kota Yerusalem.

Tempat terakhir yang kami kunjungi yaitu tembok ratapan. Ini adalah tempat tersuci bagi orang Yahudi. Disebut juga tembok barat (Islam: Buraq). Tembok ini merupakan sisa (reruntuhan) dari bangunan Bait Allah yang dibangun oleh Herodes.. 

Bait Allah yang dibangun raja Salomo pada mulanya sangat mahal, besar dan megah. Seiring perjalanan waktu, Bait Allah tersebut banyak mengalami kerusakan akibat perang. Puncak kehancuran Bait Allah terjadi pada masa raja Babel menyerang Yerusalem. 

Bait Allah dijarah dan dibakar. Oleh bangsa Israel yang kembali dari pembuangan, Bait Allah ini dibangun kembali walau tidak sebesar yang dibangun Raja Salomo. Pada masa Herodes memerintah, Bait Allah dibangun kembali (19 M- 64 M).

 Pembangunan memakan waktu selama 45 tahun. Tetapi pada tahun 70 M bait Allah ini dihancurkan kembali oleh orang romawi pada puncak pemberontakan orang Yahudi. Fondasi pelataran yang tersisa inilah yang disebut dengan tembok ratapan. 

Di tembok ini banyak orang dari berbagai suku bangsa berdoa menyampaikan segala permohonan kepada Allah Israel. Saya melihat ada lipatan-lipatan kertas di diselipkan di dalam tembok. Kemungkinan itu adalah kertas yang berisi tulisan doa. Sekian perjalanan kami hari ini. Tuhan memberkati. Betlehem, 04 Juni 2022. (***)
Lubang tempat menarik Yesus dari dalam penjara di bagian bawah. Di tarik dengan menggunakan tali.

Jejak kaki Yesus di kapel kenaikan.

Berdoa di tembok ratapan.

Orang Yahudi berdoa di tembok ratapan.

Ibadah di penjara bagian paling bawah.

Tempat penyiksaan di penjara.

Orang Yahudi berdoa di Makam Raja Daud

Kapel kenaikan Yesus.

Gereja Fater Noster.

Check sebelum masuk ke tembok ratapan.

Gereja Padang gembala.

Antri menunggu ke goa kelahiran Yesus.

Gereja Kelahiran

Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

BERITA LAIN II