. Rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Ada Mutasi Rp 200 Juta Setelah Tiga Hari Meninggal | BeritaSimalungun
Home » , » Rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Ada Mutasi Rp 200 Juta Setelah Tiga Hari Meninggal

Rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Ada Mutasi Rp 200 Juta Setelah Tiga Hari Meninggal

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 17 August 2022 | 07:38

Dana Rp 200 Juta Ditranfers Ke salah Satu Tersangka RR

Jakarta, BS-Pengacara Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjutak mengungkapkan bahwa ada uang senilai Rp200 juta dari rekening kliennya yang ditransfer ke salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana. Brigadir Yosua meninggal Jumat 7 Juli 2022, tapi transfers itu tanggal 11 Juli 2022.

"Bukan diduga lagi, orang sudah tewas orangnya, tapi uangnya mengalir dari rekeningnya. Bayangkan kejahatan-kejahatan perbankan dan itu nanti melibatkan perbankan. Dari rekening almarhum mengalir ke tersangka Rp200 juta," kata Kamaruddin di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022).

Kamaruddin Simanjuntak enggan menyebut siapa sosok tersangka yang menerima uang ratusan juta itu dari rekening milik Brigadir.

"Nah itu nanti biar diumumkan, kalau saya yang umumkan nanti kesannya mereka tidak kerja," ujar Kamaruddin Simanjuntak.

Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan bahwa, Irjen Ferdy Sambo mencuri empat rekening milik kliennya. Bahkan, Kamaruddin Simanjuntak menyebut, masih ada kegiatan transaksi dalam rekening itu usai Yosua telah tewas.

"Seperti yang saya katakan lalu-lalu, ada empat rekening daripada almarhum ini dikuasai atau dicuri oleh terduga Ferdy Sambo dan kawan-kawan," ucap Kamaruddin Simanjuntak.

Selain kartu ATM di empat bank, Kamaruddin Simanjuntak juga menyatakan bahwa, Ferdy Sambo juga telah mengambil Handphone dan Laptop merk Asus milik dari Brigadir Yosua.

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, pihaknya mendapatkan informasi valid bahwa, rekening milik Brigadir Yosua masih melakukan transaksi pada tanggal Senin 11 Juli 2022. Padahal, kejadian penembakan di rumah dinas Kadiv Propam terjadi pada Jumat 8 Juli 2022.

"Tadi terkonfirmasi sudah, memang benar apa yang saya katakan bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan duit. Nah kebayang tidak kejahatannya," tutup Kamaruddin Simanjuntak. (Asenk Lee)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis