. Dapat Dukungan Dari Prof Dr Laurence Manulang, Lamsiang Sitompul Berjuang Lewat Ormas HBB | BeritaSimalungun
Home » , » Dapat Dukungan Dari Prof Dr Laurence Manulang, Lamsiang Sitompul Berjuang Lewat Ormas HBB

Dapat Dukungan Dari Prof Dr Laurence Manulang, Lamsiang Sitompul Berjuang Lewat Ormas HBB

Written By Beritasimalungun on Monday, 10 October 2022 | 18:26

Prof Dr Laurence Manulang dan Ketum HBB Lamsing Sitompul SH MH saat bertemu di Jakarta baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Jakarta, BS
-Berjuang secara sendiri akan sulit merperjuangkan aspirasi atau membela orang yang tidak bersalah. Lewat organisasi masyarakat, perjuangan akan lebih terukur dan sangat besar dampaknya. Ormas bukan soal jumlah anggotanya, namun ormas adalah kelompok yang terorganisir yang seraca lantang menyuarakan kebenaran. Seperti kata bijak mengatakan, lebih baik satu orang berteriak dengan lantang, daripada seribu orang baik diam melihat ketidak adilan.

Demikian gambaran Lamsiang Sitompul SH MH, cikal bakal berdirinya Ormas Horas Bangso Batak (HBB) yang tidak mengenal status sosial, profesi, namun berkumpul dalam satu perjuangan HBB untuk membela komunitas Orang Batak yang tertindas ketidak adilan.

Baru-baru ini, Lamsing Sitompul berada di Jakarta dan berjumpa dengan Tokoh Batak, Prof Dr Laurence Manulang. Mereka banyak membicarakan, soal “Habatakon” dan ormas Batak.

Dalam pertemuan selama dua jam, Lansiang Sitompul dan Prof Dr Laurence Manulang membicarakan eksistensi Ormas HBB untuk membela orang-orang yang terzolimi hukum, khususnya Orang Batak. Keduanya juga banyak membicarakan stretegi memajukan Bangso Batak untuk jangka pendek menengah dan jangka panjang.

Lamsiang Sitompul mengamati bahwa Bangso Batak sangat takut berlebihan, sehingga munculnya Ormas HBB yang dia pimpin menunjukkan keberanian yang terukur dan bernilai tinggi dalam memperjuangkan keadilan hukum.

“Namun kami harap pemikir tua Bangso Batak memberikan masukan pada kami untuk kami laksakan secara berkesinambungan demikian. Memang keberanian yang ditunjukkan oleh HBB dalam menggelar frontal attack itu di appresiasi banyak pihak. Kalau kita berbicara mengenai offensive stratrgi ada beberapa option selain frontal attack yaitu encirclement attack, flanking attack by pass attack ataupun gurillia attack,” jelas Lamsing Sitompul.

“Kalau nanti sesuatu medan yang telah kita kuasai, maka kita akan mendrive depensive attack dengan bervariasi sesuai dengan positioningnya. Kapan kita lakukan preemptive offensive devensive, counter attack devensive flanking devensive dan mobilization devensive,” terang Lamsing Sitompul. 

Lamsiang Sitompul juga mengapresiasi para senior tokoh Bangso Batak bisa mengkonsolidasikan diri dan memberikan bimbingan kepada pengurus dan anggota HBB.

“Kita mengharapkan bahwa Dewan Mangaraja Locus Adat Budaya Batak DM LABB dan Batak Center bisa jadi sumber kearifan yang dapat kami gunakan jadi panutan dan referensi. Kalau ada pertemuan diselenggarakan oleh kedua orgsnisasi itu mohon kami diundang. Seperti buku yang diterbitkan DM LABB yang mempersiapkan anak pintar, mohon kami dibagikan. Kami beranggotakan 10.000 orang,” ujar Lamsing Sitompul.

Dikatakan, permohonan itu akan dipertimbangkan dan nanti diteruskan kepada Ketua Umum DM LABB untuk juga diteruskan pada Ketua Umum DM LABB baru sebagai hasil munas yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 Desember 2022 mendatang.

Pertemuan Lamsiang Sitompul dengan Prof Dr Laurence Manulang banyak memberikan semangat dan berpikiran positif dan produktif tengang Bangso Batak. 

Lamsiang Sitompul menandaskan bahwa Bangso Batak adalah taat hukum dan mengajak memerangi hotel (hosom teal elat,late) dari Bangso Batak. Kiranya sifat itu jangan sampai diwarisi kepada generasi muda. 

Seperti diketahui, Lamsiang Sitompul pada saat ini di Jakarta mengawal persidangan Ferdy Sambo CS, tersangka utama kasus pembunuhan Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat, Jumat 8 Juli 2022 lalu. 
 
Lamsiang Sitompul juga memberikan dukungan kepada Kamaruddin Simanjuntak dan Tim dalam pembelaanya yang cemerlang atas pembunuhan yang terencana kepada Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kejanggalan meninggalnya Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat, berhasil dibongkar Kamaruddin Simanjuntak dan Tim sehingga kini bisa menyeret lima tersangka yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan sopir Putri Kuat Ma’ruf. Kelima tersangka disangkakan dalam Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau selambat-lambatnya 20 tahun.

Bahkan Lamsiang Sitompul SH MH secara khusus mendatangi kantor Pengacara Kamarudin H Simanjuntak di Jakarta, Kamis (6/10/2022). Kamaruddin Simanjuntak adalah Penasehat Hukum (PH) keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak, rang tua almarhum Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal tak wajar (korban pembunuhan) di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 pukul 17.00 WIB. Jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah dikebumikan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (11/7/2022).

Kemudian pengangkatan jenazah atau ekshumasi Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, telah dilakukan Rabu (27/7/2022) pagi guna penyidikan kasus pembunuhan berencana.

Sebelum proses ekshumasi, dilakukan doa bersama yang dihadiri seluruh keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak, Bripda Reza Hutabarat (adik almarhum), tim kuasa hukum keluarga Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, Martin Lukas Simanjuntak, Jhonson Panjaitan, Mansur Febrian, dan keluarga besar PBB Jambi serta pihak kepolisian yang hadir.

Usai proses ekshumasi dilanjutkan autopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022) hingga Pukul 13.00 WIB. Autopsi ulang melibatkan sejumlah dokter forensik dari berbagai rumah sakit dan universitas yang dipimpin oleh Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ade Firmansyah Sugiharto.

Kejanggalan meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah menyita perhatian publik sejak Senin (11/7/2022) hingga Senin 8 Oktober 2022, baik di media massa maupun sosial media. (AsenkLeeSaragih)



Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

BERITA LAIN II