Ramlan yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang kelontong dan air minum isi ulang ini, mengembuskan napas terakhir setelah dihantam truk Fuso bermuatan sembako.
Kecelakaan yang terjadi di Simpang Pasar Baru, Kabupaten Simalungun tersebut diduga kuat akibat truk mengalami rem blong saat datang dari arah Medan menuju Pematangsiantar.
Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Sinaksak menggunakan ambulans setelah sebelumnya sempat dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih.
Pihak keluarga, melalui adik ipar korban bernama Fauzi, menyatakan rasa terpukulnya karena kehilangan sosok tulang punggung keluarga secara mendadak.
Fauzi mengaku baru mendapatkan kabar mengenai kepergian abang iparnya tersebut saat jenazah sudah berada di ruang instalasi medikolegal rumah sakit.
Keluarga menyoroti kondisi fisik truk yang secara kasat mata terlihat melebihi kapasitas angkut atau Over Dimensi dan Over Loading (ODOL).
“Saya nggak tahu kejadiannya. Saya dikabari kalau abang saya sudah meninggal kecelakaan dan dibawa ke RSUD Djasamen Saragih,” ujar Fauzi saat mengurus kepulangan jenazah.
Fauzi menyayangkan operasional truk bermuatan besar yang tetap dipaksakan berjalan meski diduga kuat dalam kondisi rem yang tidak layak fungsi.
Keluarga menuntut agar sopir serta pemilik truk segera diamankan oleh pihak kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang menghilangkan nyawa anggota keluarga mereka.
Harapan besar keluarga adalah adanya keadilan hukum serta tanggung jawab penuh dari pihak pengelola truk atas insiden berdarah yang menelan korban jiwa ini.
“Kalau secara kasat mata kita lihat, truk itu kelebihan muatannya. Kalau alasannya truknya rem blong, harusnya jangan jalan sejak awal. Banyak korban jadinya seperti ini,” katanya.
“Mereka harus bertanggung jawab pastinya,” tegas Fauzi.
Sosok Pekerja Keras di Mata Warga
Ramlan Damanik dikenal warga sebagai sosok pekerja keras yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kepemudaan di tingkat Kecamatan Tapian Dolok.
Nahas, kepulangannya dari agenda musyawarah organisasi malam itu menjadi perjalanan terakhirnya sebelum dihantam kendaraan berat tersebut
Kepergiannya meninggalkan beban berat bagi istri dan kedua putrinya yang kini harus kehilangan sosok ayah di tengah perjuangan memenuhi kebutuhan hidup.
Prosesi pemakaman direncanakan akan dilakukan segera setelah seluruh keluarga besar berkumpul di rumah duka guna memberikan penghormatan terakhir.(BS-Sumber: tribun-medan.com)



0 Komentar