}); October 2011 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Lomba Karya Tulis Populer Dalam Rangka RPL Pemuda se-GKPS Tahun 2012

Written By GKPS JAMBI on Monday, 31 October 2011 | 15:59

A.   Pengantar
Pemuda gereja memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan dan peningkatan Tri Tugas Panggilan Gereja, yakni Koinonia (Bersekutu), Marturia (Bersaksi) dan Diakonia (Melayani). Salah satu potensi besar pemuda gereja yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan dan peningkatan Tri Tugas Panggilan Gereja tersebut ialah pemikiran-pemikiran yang bisa menghasilkan pembaharuan pelayanan di tengah Gereja.
Pemikiran-pemikiran maju pemuda tersebut sangat dibutuhkan untuk memajukan pelayanan di tengah GKPS, mulai dari tingkat jemaat hingga pusat. Potensi pemikiran pemuda di tengah pelaksanaan kegiatan persekutuan, kesaksian dan pelayanan di GKPS seharusnya semakin besar seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan para pemuda GKPS dan juga didukung oleh kemajuan teknologi informasi.
Namun sayangnya potensi pemuda tersebut selama ini masih belum diserap dan dimanfaatkan secara optimal dalam pelayanan-pelayanan di GKPS mulai dari tingkat jemaat, resort, distrik dan pusat. Kita prihatin karena posisi pemuda GKPS dalam organisasi gereja sepertinya masih berada pada posisi sebagai pelengkap.
Salah satu contoh sederhananya, pemuda masih selalu menjadi kelompok minoritas dalam hal mengikuti sermon, padahal disana lah biasanya dibicarakan hal-hal penting yang terkait dengan pengembangan pelaksanaan pelayanan gereja. Contoh lainnya, jumlah pemuda yang masuk dalam jajaran majelis gereja masih sangat minim. Alhasil pemuda masih belum bisa memberi peran secara nyata dalam menjalankan visi-misi organisasi gereja. Fakta yang sangat disayangkan karena pada 10-15 tahun ke depan, pemuda sekaranglah yang diharapkan sekaligus dipastikan menjadi pemimpin masa depan gereja.  
Kemudian pada tataran kepengurusan, pada umumnya kepengurusan Pemuda GKPS masih menghasilkan kegiatan-kegiatan yang bersifat rutinitas dan minim gagasan serta terobosan dalam program-program kerjanya. Mengutip pernyataan seorang Penulis Nasrani, kebanyakan pemuda (gereja) masih memiliki mental asisten yang selalu merasa cukup hanya dengan menjalankan program-program rutinitas serta meniru yang sudah ada.

B. Lomba Karya Tulis
Guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam pelayanan di tengah GKPS, maka mereka perlu diberi kesempatan menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang bersifat membangun. Sumbangsih pemikiran tersebut kiranya dapat menjadi masukan bagi GKPS, baik tingkat jemaat, resort, distrik dan pusat, untuk meningkatkan pelayanan kerohanian, sosial dan ekonomi jemaat.
Untuk menggali pemikiran-pemikiran baru Pemuda GKPS dalam peningkatan pelayanan di GKPS tersebut, Panitia Rapat Pengurus Lengkap (RPL) P-GKPS menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Populer tentang Peranan dan Kemandirian Pemuda GKPS dalam Peningkatan Pelayanan di GKPS bagi Pemuda se-GKPS.

1.       Tema Karya Tulis :
“ Kemandirian Seksi Pemuda GKPS dan Peranannya dalam Organisasi Gereja ”

2.   Sub Thema :
a.    Peningkatan Peran Seksi Pemuda GKPS dalam Pelaksanaan Tri Tugas Panggilan Gereja di GKPS. 
b.    Kesaksian Pemuda GKPS di tengah Gereja, Keluarga dan Masyarakat.
c.    Peran Pemuda GKPS dalam Meningkatkan Pelayanan Sosial dan Ekonomi Warga Jemaat GKPS.
d.    Peningkatan Jumlah Pemuda GKPS sebagai Anggota Majelis dalam rangka Peningkatan Partisipasi Pemuda GKPS dalam Pengambilan Kebijakan dan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan di tengah Gereja.
e.    Kemandirian Seksi Pemuda GKPS dalam Aspek Keuangan untuk Peningkatan Pelayanan terhadap Anggota Pemuda GKPS.
f.     Partisipasi Anggota Pemuda GKPS dalam Membangun Kemandirian Keuangan Seksi Pemuda GKPS.

3.   Peserta Lomba
a.   Anggota dan Pengurus Pemuda se-GKPS
b.   Lomba diikuti perorangan, bukan kelompok.
c.   Lomba karya tulis ini tidak dapat diikuti panitia inti RPL Pemuda GKPS 2012.

4.   Kategori Lomba :
      a.   Kategori Media.
      b.   Kategori Non-Media.

5.   Persyaratan Lomba
a.   Karya tulis berbentuk artikel/opini.
b.   Karya tulis merupakan pendapat/gagasan/opini orisinal penulis.
c.   Judul tulisan bebas namun harus tetap mengacu pada tema dan sub tema. 
d.   Panjang tulisan antara 10 – 15 halaman kwarto spasi ganda/rangkap, diketik rapi.
e.   Untuk peserta lomba Kategori Media, karya tulis yang diikutikan dalam lomba harus sudah dimuat di media cetak/online antara 15 November 2011 – 29 Februari 2012.  
f.    Untuk peserta lomba Non-Media, karya tulis yang diikutkan dalam lomba berupa naskah asli.
g.   Pengumuman dan Penyerahan hadiah lomba karya tulis tersebut dilaksanakan pada saat RPL PGKPS 2012, akhir Maret di GKPS Jambi.

6.   Tim Juri terdiri dari kalangan akademisi, wartawan dan pendeta.

7.   Hadiah
a. Kategori Media :
1) Juara I             : Samsung Tab
2) Juara II           : BlackBerry
3) Juara III         : Camera digital

b. Kategori Non-Media:
1) Juara I             : Laptop
2) Juara II           : Handphone Nokia
3) Juara III         : Camera digital

8.   Pengiriman Karya Tulis
a.   Karya Tulis diterima Panitia RPL PGKPS paling lambat 5 Maret 2012.
b.   Karya Tulis yang sudah dilengkapi biodata pribadi bisa dihantar langsung, dikirim melalui pos tercatat kepada Panitia RPL Pemuda GKPS di GKPS Jambi, Jl Kapten Sujono/Lapangan Tembak No 12, Komplek Gereja Kotabaru, Kota Jambi, Kode Pos 36128, Telp (0741) 42493, atau melalui email Panitia RPL: rpl_jambi2012@yahoo.com. Untuk kategori media, wajib melampirkan foto copy atau scan bukti tulisan yang sudah dimuat di media.


Nb :    -     Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.
-       Karya Tulis yang sudah masuk ke Panitia akan menjadi milik Panitia dan tidak akan dikembalikan.



            A.n Panitia RPL PGKPS 2012
                      
                         dto

                                                                                 Ridho Hamdan Purba
                                                         Ketua Umum RPL Pemuda se-GKPS tahun 2012

(Re)Posisi Pemuda GKPS Kini dan Mendatang

Written By GKPS JAMBI on Monday, 10 October 2011 | 15:48




Oleh: Ridho Hamdan Purba dan Stevan Ivana Manihuruk**

            Pendapat umum menyatakan bahwa masa muda merupakan masa keemasan, masa yang paling baik untuk berkarya, memikirkan sekaligus melakukan gagasan-gagasan besar. 
           Masa muda merupakan masa yang paling ideal untuk tampil menjadi motor penggerak perubahan menuju kebaikan dimana pun ia berada. Tidak dapat dimungkiri bahwa memang pada masa mudanya lah seseorang memiliki banyak potensi dan kesempatan untuk melakukan sesuatu. Banyak yang mengamini bahwa orang-orang muda lah yang biasanya punya semangat berapi-api, keberanian luar biasa, energi yang mumpuni, dan ide-ide besar yang bahkan terkadang “liar”.      
Di dalam Alkitab kita menemui beberapa nama tokoh yang dipakai Tuhan secara luar biasa di masa kemudaannya. Raja Daud yang termashur itu merupakan anak bungsu Isai dan saat dipilih Tuhan menjadi raja bagi Israel wajahnya masih kemerah-merahan (I Sam 16:12). 
Tokoh muda yang tak kalah terkenal adalah Daniel. Tercatat, bahwa Daniel masuk dalam rombongan tawanan Nebukadnezar, raja Babel, namun karena tergolong “orang muda yang tidak ada suatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak, dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu………..” (Dan 1:4) akhirnya menjadi orang istimewa dan bekerja dalam istana raja. Ada pula tokoh Timotius yang selalu disemangati oleh Rasul Paulus bahwa Janganlah seorang pun menganggap ia rendah karena ia muda (I Tim 4:12)    
Pena sejarah kebangsaan kita pun menuliskan. Dr. Soetomo yang belum genap berumur 20 tahun berhasil mendirikan organisasi Budi Utomo yang merupakan organisasi modern pertama yang menandai gagasan perubahan besar model perjuangan yang kala itu masih terpecah-pecah dan bersifat kedaerahan menjadi perjuangan bersama menuju Indonesia merdeka. Ki Hajar Dewantara, bapak Pendidikan Nasional mendirikan Indische Partij pada saat masih berumur 20 tahun. Bapak Proklamator Soekarno mencapai kegemilangan politik kala masih berumur 22 tahun. Muhammad Hatta pun masih berumur 21 tahun kala menggagas berdirinya Perhimpunan Indonesia.
            Proses panjang perjalanan bangsa Indonesia pun jelas tidak terlepas dari peran para pemuda. Mulai dari masa pra kemerdekaan, misalnya pada peristiwa Sumpah Pemuda, masa penggulingan rejim orde lama yang kian otoriter, dan proses lahirnya reformasi yang ditandai dengan tumbangnya rejim orde baru yang sarat KKN. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kondisi pemuda saat ini?. Masihkah pemuda memberi kontribusi positif untuk kebaikan sekitarnya?. Bagaimanakah posisi dan peran pemuda (gereja) saat ini bagi lingkungannya, bagi gerejanya, dan bagi bangsanya?.
Sejujurnya, disadari atau tidak, peran dan posisi pemuda sudah jauh bergeser. Lahirnya tokoh-tokoh besar pemuda di masa lampau kelihatannya hanya akan menjadi ingatan romantisme sejarah yang dikenang anak bangsa karena saat ini semakin langka dijumpai tokoh-tokoh serupa. Kontribusi pemuda memang semakin dipertanyakan. Beberapa faktor penyebabnya bisa diajukan.   
            Sangat mungkin, pemuda-pemuda saat ini telah tergerus perubahan jaman yang semakin maju dan canggih. Ketidaksiapan menghadapi era tersebut membuat pemuda terombang-ambing dan akhirnya hanya sekadar ikut arus pusaran maha dahsyat kemajuan jaman tersebut. 
          Inilah faktanya. Sayangnya, dari kemajuan jaman tersebut seringkali bukan nilai positifnya yang diambil, justru sebaliknya. Indikasinya, kebanyakan pemuda kini kian jauh terseret dalam budaya materialis, konsumtif dan instan. Kini pemuda hanya mau memikirkan hal yang mudah-mudah, ringan-ringan, enteng-enteng, simple dan juga instant. Masalah lingkungan sekitar, masalah gereja, masalah bangsa dianggap hanya menjadi urusannya orang tua, pendeta, dan pemerintah saja. Pemuda sepertinya sudah emoh berpikir rumit untuk memberikan kontribusi.

Pemuda GKPS
Bagaimana dengan kondisi pemuda gereja khususnya pemuda GKPS?. Hasil pengamatan dan diskusi penulis dengan beberapa orang menjelaskan bahwa kondisi yang dialami Pemuda GKPS pun tidak jauh beda dengan pemuda pada umumnya. 
Hingga kini organisasi kepemudaan GKPS pada umumnya masih berkutat pada masalah-masalah klasik misalnya semakin berkurangnya jumlah pemuda yang terlibat dalam pelayanan dari tahun ke tahun. Jangankan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan pelayanan, beberapa pemuda bahkan sangat sulit diajak untuk “sekadar” ikut ibadah, atau dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan lainnya. Yang tidak kalah klasiknya lagi adalah terkait kekompakan pemuda, entah di tingkatan anggota maupun pengurus.  
Lagi-lagi, alasan dampak negatif kemajuan jaman mungkin bisa diajukan sebagai faktor penyebab yang telah mengubah paradigma, cara berpikir bahkan tingkah laku pemuda dalam kehidupannya. Namun dalam konteks Pemuda GKPS, yang perlu dipertanyakan adalah, rasa cinta, kebanggaan dan kepemilikan si pemuda terhadap gereja nya (GKPS). 
Diawali dari pertanyaan sederhana, mengapa saya bergereja di GKPS toh ada banyak gereja lain di luar sana?. Apakah karena saya bermarga Simalungun dan orang tua saya pun bergereja disana? Atau bagi pemuda di perantauan, Apakah hanya karena di GKPS sajalah saya punya kenalan atau keluarga?.          
Pada umumnya, dua hal tersebutlah yang selalu menjadi jawaban. Maka tidak heran, pada suatu waktu, pemuda GKPS bisa saja dengan gampangnya berubah pikiran dan tidak lagi bergereja di GKPS. Berbagai alasan pun diungkapkan, entah karena merasa sudah bosan dengan suasana ibadah GKPS yang dinilai kurang “hidup”, kurang bersemangat, irama musik dan lagu nya yang terlalu “mendayu-dayu”, atau yang lebih parah, GKPS dianggap adalah gereja nya para orang tua, yaitu mereka-mereka yang paham akan adat ke-Simalungunan. 
Ini jelas keliru karena visi gerejawi adalah pewartaan Injil dan membina jemaat dalam terang firman Tuhan. Pada kondisi-kondisi seperti inilah kita menjadi kuatir. Bagaimana masa depan GKPS, kalau para pemuda saat ini yang notabene akan segera melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan gereja justru semakin enggan mengisi diri dan terlibat dalam pelayanan gereja.
Menjadi pertanyaan juga bagi kepengurusan pemuda GKPS saat ini, apakah program dan kegiatan yang sedang dan akan dikerjakan di masing-masing gereja masih sekadar rutinitas tahunan saja yang sebenarnya justru tak lagi memiliki greget dan juga tak mampu mendukung pembentukan watak, mental, dan karakter pemuda GKPS yang “ideal” pertanda sudah mengalami pembaharuan akal budi oleh penyucian darah Kristus?. Atau, apakah pemuda GKPS hanya akan menjadikan gereja sebagai tempat silaturahmi semata, ajang untuk kumpul-kumpul dan ngerumpi saja ?.   
Sejujurnya kita juga harus terus mewaspadai agar orientasi kegiatan pemuda GKPS tidak terjebak dan menyempit untuk sekadar mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya, lalu melaksanakan kegiatan yang “wah” untuk mendapatkan pujian dari banyak orang. 
Jangan sampai pemuda GKPS “mengaminkan” pelesetan yang menyatakan akronim GKPS adalah Ganup Kegiatan (pitah) Patuppu Sen. Idealnya, setiap program dan kegiatan yang dilakukan merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan pemuda saat ini baik dari segi rohani, pendidikan, keterampilan/keahlian, ekonomi, dan sosial budaya sebagai generasi penerus gereja dan bangsa. Tanpa itu, dikuatirkan program dan kegiatan hanya akan menjadi beban, bahkan berpotensi menumbuhkan benih-benih sakit hati dan perpecahan.  
Meletakkan kembali pemuda GKPS pada posisi idealnya di masa kini dan mendatang menjadi tantangan yang harus segera dijawab. Keberadaan seksi Pemuda GKPS haruslah memiliki arti dan kontribusi, bukan pelengkap. Seksi Pemuda GKPS juga harus menjadi mitra sejajar dengan seksi-seksi lain (Bapa, Wanita, dan Sekolah Minggu) dalam upaya memikirkan pembangunan dan panggilan gereja (bersaksi, bersekutu, melayani). 
Untuk mencapainya, perlu keterlibatan dua pihak. Pertama, pemuda sendiri yang memang harus pro aktif mencari dan memasuki ruang-ruang dimana ia bisa memberi kontribusi maksimal bagi gereja. Kedua, pimpinan gereja pun harus turut mendorong, melibatkan dan memberi ruang bagi pemuda untuk turut berperan serta secara aktif memikirkan pembangunan gereja. Jadi, pemuda tidak sekadar pembantu pelaksana program kegiatan yang sudah direncanakan dan ditetapkan oleh pimpinan gereja.
Alangkah indahnya jika pengalaman, kematangan, dan kearifan para orangtua yang didukung oleh ide segar dan semangat nya kaum muda menjadi padu demi membangun gereja sebagai tubuh Kristus. Kita percaya pemuda memiliki banyak potensi yang jika digali dan digunakan secara positif serta maksimal akan memberi andil cukup besar bagi kemajuan gereja. Selain itu, pemuda juga memiliki lebih banyak waktu karena belum dijejali urusan-urusan rumah tangga, anak, dan juga adat istiadat.           
            Permenungan bagi pemuda, ada pepatah yang menyatakan, “Tua itu sudah pasti tetapi menjadi dewasa dan bijak itu adalah pilihan”. Makna sederhananya, menjadi pemuda GKPS merupakan salah satu fase yang harus kita lewati sebelum menikah dan menjadi orang tua. Tinggal pertanyaannya, apa saja yang sudah, sedang dan akan kita lakukan dalam mengisi hari-hari dalam fase kepemudaan yang sedang kita jalani saat ini. Apakah itu semua mengarah pada tujuan pendewasaan iman dan karakter kita atau tidak?. 


 
   









*Tulisan ini disampaikan untuk membuka wacana jelang           pelaksanaan RPL Pemuda GKPS 2012 di Jambi          
           **Penulis pertama adalah Ketua Pemuda Resort Jambi
               sekaligus Ketua Umum RPL Pemuda GKPS 2012. Penulis kedua adalah Anggota Panitia RPL Pemuda GKPS 2012, bekerja di UPT Kementerian Kehutanan BPDAS Batanghari Jambi.


Sekadar info:
Panitia RPL 2012 membuka ruang informasi
dan diskusi di Fb: RPL Pgkps Duaribuduabelas
Komentar, kritik, dan saran juga dapat dikirim ke
Email: Rpl_jambi2012 @yahoo.com


PESERTA RPL PGKPS 2012 AKAN BERWISATA KE SITUS CANDI MUAROJAMBI

Written By GKPS JAMBI on Friday, 7 October 2011 | 16:47


JAMBI.BLOGNEWS

Keunikan serta keajaiban situs purbakala di Komplek Candi Muarojambi di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Marasebo Kabupaten Muaro Jambi sekitar 40 kilo meter (KM) dari Kota Jambi mulai dilirik dunia. Pemerintah Provinsi Jambi kini memimpikan Situs Candi Muarojambi yang mencapai luas lebih 12 KM persegi  menjadi asset serta warisan budaya dunia.

Situs Candi Muaro Jambi yang terletak ditepi Sungai Batanghari Kecamatan Marasebo Kabupaten Muaro Jambi itu merupakan tempat peninggalan purbakala terluas di Indonesia, membentang dari barat ke timur 7,5 kilometer di tepian Sungai Batanghari, dengan luas kurang lebih 12 KM persegi.

Secara Geografis Wilayah Muaro Jambi sebagian besar berada di daerah aliran Sungai Batanghari. Beberapa abad silam daerah ini sudah dikenal menjadi jalur perdagangan baik antara suku bangsa di nusantara maupun asing seperti China, India, Persia, Arab, Eropa serta negeri-negeri di wilayah Asia Tenggara.

Keberadaan situs Muaro Jambi diketahui untuk pertama kalinya dalam literatur barat dari laporan seorang perwira angkatan laut kerajaan Inggris bernama SC. Crooke pada tahun 1883.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kamis (22/9/11) akan meninjau komplek Percandian Muarojambi dan melakukan pencenangan Candi Muarojambi sebagai situs purbakala serta bagian dari warisan budaya dunia.

Sementara dengan ditemukan makara di Candi Kadaton oleh Tim pemugaran Candi Kedaton menemukan makara pada Rabu (10/8/11) silam banyak mengundang keingin tahuan dari berbagai negara termasuk para Bhiksu.

Makara tersebut saat ditemukan berada dalam timbunan tanah yang biasa disebut menapo. Kondisi dua makara yang ditemukan relatif utuh dan masih berada pada konteks bangunan yang berupa reruntuhan bata.

Secara tidak sengaja para pekerja pemugaran di Candi Kedaton, Selasa (16/8/11) kembali menemukan sebuah makara di menapo kompleks Candi Kedaton. Arca tersebut ditemukan dalam posisi miring ke kiri diantara tumpukan bebatuan menapo.

Penemuan makara di Candi Kadaton, membuat nama komplek Percandian Muarojambi semakin banyak dikunjungi orang, bahkan banyak dikunjungi para Bhiksu dan jurnalis luar negeri.

Bhiksu Sasana Bodhi dari Gunung Kidul, Yogyakarta (Jateng) serta pengurus Vihara Sakyakirti Jambi, Rabu (31/8/11) mengunjungi Candi Kadaton untuk melihat langsung penemuan tiga makara itu. Dugaan Bhiksu Sasana Bodhi, manapo tersebut terdapat empat penjuru. Manapo ini ada empat penjuru, pintu gerbangnya berada di timur.

Selain mengunjungi Candi Kadaton, Bhiksu Sasana Bodhi juga menyempatkan diri mengunjungi Candi Tinggi I, Candi Tinggi II dan Candi Gumpung. Di beberapa Candi itu Bhiksu Sasana Bodhi berhenti. Menerawang disusul kemudian tangannya menengadah rendah, pada kesempatan itu Bhiksu Sasana Bodhi melakukan meditasi.

Makara di gapura Candi Kedaton, merupakan temuan yang tidak lazim, karena makara pada umumnya ditemukan pada tangga-tangga masuk menuju bangunan induk candi.

“Temuan seperti ini terjadi ada Candi Gumpung. Salah satu makara masih menempel pada tangga masuk candi hingga kini. Temuan kali ini tidak lazim, karena makaranya menempel di gapura, bukan di tangga masuk,”katanya.

Sementara menurut analisa dari ahli arkeologi, Bambang Budi Utomo dan Ir. Hudaya Kandahjaya, bahwa dugaan yang tertulis disalah satu makara nama Mpu Kusuma. Sedangkan ungkapan di depan nama ini, bisa dibaca Pamurwitanira, artinya: tempat sirnanya sesepuh.

Dengan kata lain ini rupanya tempat memperingati kepergian sesepuh bernama Mpu Kusuma. Untuk waktunya sekitar tahun 1017 (tahun Saka), atau kira-kira tahun (1017 + 78 =) 1095 Masehi.

Jurnalis Luar Negeri

Situs Candi Muarojambi juga sudah mulai diliput oleh media Luar Negeri seperti Jurnalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taiwan) dan Metro TV (Indonesia) Selasa (6/9-2011) lalu.

Rombongan rombongan mengunjungi Candi Muarojambi dan menyempatkan diri bertandang ke Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi. Jurnalis luar negeri tersebut menelusuri komplek percadian yang dinyakini sebagai pusat Agama Budha di Sumatera.

Sebelumnya juga situs purbakala kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi, yakni situs Candi Muarojambi juga dikunjungi oleh Bhikkhu asal Bhutan, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup beserta rombongan, Sabtu (3/9-2011) lalu. Candi Muarojambi merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang cukup terkenal bahkan terbesar di asia tenggara.

Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup mengaku sangat tertarik untuk melihat situs tersebut secara dekat, yang berada di areal Candi Muarojambi luasnya lebih besar dari Candi Borobudur.

“Saya pernah ke sini, makanya keinginan kembali melihat penemuan Makara di Candi Kadaton. Saya sudah keliling candid an ingin melihat makara yang ditemukan tim Ekskavasi (Pemugaran) Candi Kedaton,”katanya.

Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup menjelaskan bahwa keberadaan Candi Muaro Jambi ini merupakan salah satu bukti bahwa, banyak sekali benda peninggalan sejarah yang terdapat di Provinsi Jambi.

Selain melihat makara di Candi Kadaton, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup juga melakukan ritual sembahyang, Gelar Pradaksina. Ritual ini dilakukannya sebagai salah bentuk penghormatan kepada candi yang dianggap sebagai salah satu benda suci.

Rinpoche juga meninjau Gedung Museum Candi Muarojambi, serta melepaskan ratusan ekor burung yang dikenal fang shen.  

Bhiksu Thailand, Bante Sujid juga membuat penasaran terkait dengan penemuan dua makara atau arca batu yang ditemukan pekerja pemugaran Candi Kedaton di kompleks Situs Candi Muaro Jambi.

Dirinya benar-benar mampu menggugah rasa ingin tahu masyarakat terhadap sejarah benda kuno. Masyarakat juga antusias melihat dari dekat dua makara yang berdiri tegak di antara anak tangga di candi tersebut. Bahkan Gubernur H Hasan Basri Agus dan seorang biksu asal Thailand yang akrab disapa Bante Sujid juga meninjau makara tersebut.

Menurut Bante Sujid, bentuk makara menyerupai ular besar dan kepala kambing. Dengan seksama, Bante Sujid menjelaskan alasan ‘menangkap’ makara menyerupai kepala kambing di mulut ular.

Di bawah ada tonjolan batu kecil menyerupai kepala kambing, kemudian ada kesan mulut menganga ular besar berikut gigi ular.

Struktur tangga andesit, Bante Sujid memperkirakan di atas ada hamparan yang bisa saja untuk beribadah atau singgasana. Bante Sujid bercerita bahwa begitu mengetahui ada penemuan makara, langsung mengontak para Bhiksu di Thailand.

Saat itu Bante Sujid menjalani masa wasa ini di Vihara Maha Citiya Oenang Hermawan Jambi. Respon Bhiksu di Thailand senang mendengar kabar atas penemuan makara tersebut. Bhiksu dari Thailand akan datang sekitar November atau Desember 2011 ke Candi Kedaton untuk melihat langsung semuanya.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengatakan, dirinya menyaksikan langsung makara itu dan meminta informasi ini disebarkan luas bahwa kita mempunyai potensi budaya yang cukup besar pada saat ini.

Disebutkan, dengan adanya beberapa temuan yang dua di antaranya adalah makara bisa menjadi petunjuk sejarah di perkembangan agama di Jambi, khususnya Budha. Terlebih kaitannya dengan kian giatnya Pemerintah Provinsi Jambi untuk mendaftarkan Situs Candi Muaro Jambi sebagai salah satu warisan budaya dunia.

“Hal ini semakin membuktikan bahwa lokasi Candi Muaro Jambi merupakan lokasi yang cukup strategis bagi perkembangan agama Budha saat itu. Kompleks Candi Muaro Jambi sebagai sebuat lembaga pendidikan atau kampus. Hal itu didasarkan atas beberapa penelitian terdahulu dan berdasarkan dokumen yang ada,”katanya.

Dengan adanya temuan-temuan dari pemugaran ini, maka semakin memperkaya kepemilikan candi di Situs Candi Muaro Jambi. “Jika selama ini bagian kompleks Candi Gumpung dan Candi Tinggi sebagai Candi Induk, maka dengan temuan ini bisa jadi menjadi yang lebih besar,”katanya.

Disebutkan, pemugaran kompleks Candi Muaro Jambi, khususnya Candi Kedaton ini dibiayai dari dana APBN. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Jambi berkewajiban untuk mengamankan proses tersebut. Terlebih dengan adanya temuan bersejarah yang diperkirakan merupakan tinggalan Abad VII-XIII sesuai catatan diketemukan Situs Candi Muaro Jambi.

“Untuk memajukan sektor wisata di Jambi, perlu dilakukan renovasi peninggalan sejarah itu. Situs Muarojambi diperkirakan berasal dari Abad 9-14, rentan waktu masa kejayaan Raja Sriwijaya dan Melayu Kuno,”katanya.

Saat ini telah ditemukan 83 candi termasuk benteng dan sungai yang mengelilinginya. Selain itu ada juga gundukan tanah (menapo), patung Prajnaparamita. Para ahli menduga bahwa situs itu adalah komplek peribadatan agama Buddha yang terluas di Nusantara.

Obyek Wisata Etnis Tionghoa

Sementara itu ribuan warga etnis Tionghoa di Jambi yang menganut agama Buddha menjadikan Candi Muarojambi sebagai lambang sejarah dan bukti adanya penyebaran agama Buddha di Provinsi Jambi. Candi Muarojambi punya arti penting bagi Etnis Tionghoa Jambi.

Tokoh masyarakat etnis Tionghoa Jambi, Darman Wijaya mengatakan, Candi Muarojambi menjadi salah satu peninggalan sejarah kebanggaan masyarakat Jambi, khussnya etnis Tionghoa.

Bahkan situs purbakala dijadikan tempat perayaan Hari Suci Waisak 2551 Buddhis Era (BE) tahun 2007 secara nasional. Sekitar 5000 umat Buddha dan 60 orang Bhiku Sangha dari berbagai daerah di Indonesia hadir saat itu.

Dipilihnya Candi Muarojambi sebagai pusat pelaksanaan Waisak, menjadi kebanggaan tersendiri bagi etnis Tinghoa Jambi.

Kemah Budaya Dan Wisata Keluarga

Komplek Candi Muarojambi juga pernah dipusatkan menjadi tempat kemah budaya ribuan pemuda dan pelajar se Provinsi Jambi. Kegiatan itu dilakukan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Candi Muarojambi.

Acara itu merupakan program rutin Disbudpar Provinsi Jambi setiap tahun sebagai agenda wisata di Muarojambi. Penyelenggaraan juga diupayakan sejalan dengan kegiatan vestifal Candi Muarojambi setiap tahunnya.

Bahkan kini untuk menikmati keindahan alam disekitar candi, bias mengelilingi komplek percandian seluas 12 kilometer dengan bersepeda. Pengunjung tidak usah membawa sepeda dari rumah, karena semua telah tersedia di komplek percandian dengan biaya sewa Rp 5.000 per orang. Jasa lainnya juga ada tukang ojek setempat.

Saat memasuki pintu gerbang candi, sekitar 200 meter ada sebuah pos satpam dan telah terjejer puluhan sepeda, tingal anda memilih sepeda untuk dinaiki dua orang atau untuk tiga orang.

Pengunjung bisa keliling Candi Gumpung, Candi Tinggi, Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong I dan II, Candi Kedaton, Candi Koto Mahligai dan candi-candi lainya.

Kawasan Candi Muaro Jambi cukup eksotik. Hamparan rumput, pepohonan besar dan bangunan candi dari bata, baik yag utuh ataupun reruntuhan. Tak heran, lokasi ini cocok untuk tempat wisata keluarga. (ASENK LEE SARAGIH)

FOTO-FOTO SITUASI DI KOMPLEKS CANDI MUAROJAMBI SEPTEMBER 2011 OLEH ASENK LEE SARAGIH
Add caption




DIABADIKAN OLEH ROSENMAN MANIHURUK SEPTEMBER 2011




Berita Lainnya

.

.
.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya