}); January 2012 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

WARTA KEUANGAN PANITIA RPL PGKPS 2012 DI JAMBI 6-8 APRIL 2012

Written By GKPS JAMBI on Saturday, 28 January 2012 | 21:01


No
Sumber Dana
Penerimaan (Rp)
Pengeluaran
Saldo
1
Gal Persekutuan Doa
83.000


2
Bazar di Mendalo
319.000


3
Banggal Ni Uhur (BNU)
1.100.000


4
Janji Iman PGKPS
4.320.000


5
Penjualan Kalender RPL PGKPS
4.855.000


6
Hasil Kantin RPL (8/1/12)
126.000


7
Penjualan Kalender RPL di GKPS Palembang (15/1/12)
1.100.000


8
Penjualan Kalender RPL Kepada Kel Simalungun di Purwodadi, Tungkal Ulu
1.050.000


9
Hasil Kantin RPL (15/1/12)
278.000


10
Hasil Kantin RPL (22/1/12)
724.000


11
Hasil Kantin di Pesta Bona Tahun Humpulan Marga Sitopu/Boru/Panagolan se Kota Jambi (23/1/12)
208.000



Total Penerimaan
14.163.000

14.163.000


Tertanggal 29 Januari 2012



Mengenal Kecerdasan Emosional Pemuda GKPS

Written By GKPS JAMBI on Wednesday, 25 January 2012 | 13:09

Oleh : Aldy Nerson Saragih (Mantan Pengurus Pemuda GKPS Yogyakarta 2006; Psikologi UGM)

Penulis merasa perlu menambah tulisan tentang kepemudaan guna menyentuh pemahaman yang mendalam khusus tentang pemuda GKPS.

Ditahun ini, sudah selayaknyalah pemuda diberikan perhatian khusus, dan diberikan kebebasan berekspresi positif dalam menyikapi berbagai persoalan baik di dalam maupun di luar pemuda itu sendiri. Persoalan apa yang paling mendasar dalam pemuda GKPS? Timbul dalam benak pikiran penulis adalah mengenai persoalan kecerdasan emosi. 

Dalam kecerdasan emosi inilah kita berbicara mengenai pola pikir (parpikiran), perasaan (paruhuran), pemahaman (pangatusan) terhadap diri sendiri maupun orang lain, Intinya sejauh mana kita megenal diri kita dan diri kita mengenal orang lain di sekitar kita. Bagaimana komunitas pemuda GKPS sebagai organisasi kepemudaan Gereja berperan mengasah dan memberikan manfaat positif pada kecerdasan emosi pada Pemuda?

Apakah Kecerdasan Emosional Itu?
Goleman (1997), mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu yang lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. 

Lebih lanjut Goleman mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati.
Penulis berpendapat yang dikatakan dengan kecerdasan emosional adalah menuntut diri individu untuk belajar mengakui dan menghargai perasaan diri sendiri dan orang lain dan untuk menanggapinya dengan tepat, menerapkan dengan efektif energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. 3 (tiga) unsur penting kecerdasan emosional terdiri dari : kecakapan pribadi (mengelola diri sendiri); kecakapan sosial (menangani suatu hubungan) dan keterampilan sosial (kepandaian menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain).

Komponen-Komponen Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional (EQ) bukan merupakan lawan kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan IQ, namun keduanya berinteraksi secara dinamis. Pada kenyataannya perlu diakui bahwa kecerdasan emosional memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan di sekolah, kuliah, tempat kerja, di lingkungan gereja dan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat.
Ada 5 (lima) wilayah kecerdasan emosional yang dapat menjadi pedoman bagi pemuda untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :

Mengenali emosi diri

Kesadaran diri dalam mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan dasar kecerdasan emosional. Pada tahap ini diperlukan adanya pemantauan perasaan dari waktu ke waktu agar timbul wawasan psikologi dan pemahaman tentang diri. 

Ketidakmampuan untuk mencermati perasaan yang sesungguhnya membuat diri berada dalam kekuasaan perasaan. Sehingga tidak peka akan perasaan yang sesungguhnya yang berakibat buruk bagi pengambilan keputusan masalah. Pemuda seringkali tidak mengerti apa yang terjadi dalam dirinya, mungkin ada perasaan tiba-tiba marah, mood hilang, merasa rendah diri, dan juga merasa takut. 

Misalnya Seorang Pemuda yang sudah lama tidak pernah sama sekali masuk kuliah, dihadapkan pada pertanyaan orang tua kapan lulus. Kalau ditanyakan kepadanya mengapa tidak pernah kuliah, dia akan memberikan 1001 alasan yang berbeda. Hal tersebutlah yang menjadi sinyal bahwa pemuda tersebut tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya. Dalam fase yang lebih tinggi lagi, pemuda tersebut akan mengaku akan lulus dalam waktu dekat ini. 

Padahal kenyataannya sungguh tidak demikian. Berani menjawab segera lulus inilah sebagai tanda adanya proses ketidaksadaran secara tanpa disengaja terjadi dalam pikiran pemuda tersebut. Inilah akibat kurangnya penegenalan kita terhadap emosi yang ada dalam diri kita. Apakah hal seperti ini ada terjadi dalam Pemuda GKPS?

Mengelola emosi
Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan tepat, hal ini merupakan kecakapan yang sangat bergantung pada kesadaran diri. Emosi dikatakan berhasil dikelola apabila : mampu menghibur diri ketika ditimpa kesedihan, dapat melepas kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan bangkit kembali dengan cepat dari semua itu. Sebaliknya orang yang buruk kemampuannya dalam mengelola emosi akan terus menerus bertarung melawan perasaan murung atau melarikan diri pada hal-hal negatif yang merugikan dirinya sendiri.

Ketika pemuda dihadapkan pada permasalahan perbedaan pendapat dalam suatu rapat pemuda di gereja, seringkali beberapa anggota pemuda terbawa emosi, dan keluar dari rapat. Permasalahan bahkan merambat kearah perpecahan sehingga timbul dinding pemisah, prasangka-prasangka antara kelompok satu dengan kelompok lain. 

Hal ini terjadi diakibatkan kurangya pengelolaan emosi pada diri kita. Orang mampu mengelola emosinya dengan baik menganggap perbedaan pendapat adalah hal yan wajar. Dan orang tersebut tetap komitmen menjalankan keputusan rapat tanpa mempersoalkan apakah keputusan itu sesuai atau tidak dengan pendapatnya. Apakah hal seperti ini masih terjadi dalam Pemuda GKPS?

Memotivasi diri
Kemampuan seseorang memotivasi diri dapat ditelusuri melalui hal-hal sebagai berikut : a) cara mengendalikan dorongan hati; b) derajat kecemasan yang berpengaruh terhadap unjuk kerja seseorang; c) kekuatan berfikir positif; d) optimisme; dan e) keadaan flow (mengikuti aliran), yaitu keadaan ketika perhatian seseorang sepenuhnya tercurah ke dalam apa yang sedang terjadi, pekerjaannya hanya terfokus pada satu objek. Dengan kemampuan memotivasi diri yang dimilikinya maka seseorang akan cenderung memiliki pandangan yang positif dalam menilai segala sesuatu yang terjadi dalam dirinya.
Adanya berbagai kegiatan pemuda di gereja seperti persekutuan (partonggoan), ikut koor dan vokal Group, ikut dalam kepanitiaan kegiatan pemuda, kegiatan olah raga dan sebagainya sebenarnya memberikan pengaruh positif dalam proses pengembangan diri pada pemuda bersangkutan. Hubungan persekutuan seringkali memunculkan perenungan-perenungan pada diri tentang arti hidup di dunia ini. Sejauh manakah kita memaknai itu semua. Kalau pemaknaan diri kita positif akan timbul rasa percaya diri, timbul perasaan bahwa hidup ini benar-benar berharga dan merupakan anugerah dari Tuhan. 

Apabila rasa seperti ini terinternalisasi dalam diri kita, maka dengan mudahnya kita akan menemukan motivasi hidup ini. Motivasi hidup disini sudah meliputi motivasi untuk sekolah, kuliah, bekerja dan juga motivasi untuk selalu punya kerinduan bertemu dan berbagi dengan sesama anggota Pemuda. Semakin banyak kita berbagi dengan orang lain, maka semakin tinggi juga motivasi yang kita temukan. 

Motivasi memang sebaiknya datangnya dari dalam diri kita sendiri, tapi kalau belum kita temukan dari diri kita, masih terbuka luas motivasi itu kita temukan dari orang lain, melalui proses kita terbiasa mendapat motivasi dari luar, dengan sendirinya kita akan pintar mencari motivasi pada diri kita sendiri, bahkan lebih dari situ, kita akan menjadi sumber motivasi bagi orang lain. Kuncinya hanyalah kesabaran menjalani proses dan ada kemauan untuk belajar. Bagaimana dengan Pemuda GKPS kita?

Mengenali emosi orang lain
Empati atau mengenal emosi orang lain dibangun berdasarkan pada kesadaran diri. Jika seseorang terbuka pada emosi sendiri, maka dapat dipastikan bahwa ia akan terampil membaca perasaan orang lain. Sebaliknya orang yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan emosinya sendiri dapat dipastikan tidak akan mampu menghormati perasaan orang lain.
Simpati berbeda dengan empati, simpati termasuk juga ungkapan perhatian positif terhadap orang lain. Sementara empati didasari pada ungkapan positif lebih dalam terhadap orang lain disertai tindakan. Sebagai ilustrasi, Tigor (Par Pasar Gostong ) sedang mencari pekerjaan, dalam waktu yang lama dia belum mendapatkan pekerjaan, lalu Tigor bercerita/curhat, berkeluh kesah pada temannya yang bernama Jahultop (Par Juma Ujung). 

Tigor : “Aih borat dassa namanggoluh on, nonma anggo lang dong horja” (duh, berat amat hidup ini kalau gak punya pekerjaan). Lalu Jahultop menanggapi : “memang nonma ma zaman on, borat do ganupan, na pasabar-sabar mando da, naha baenon ambia”. (hidup di zaman ini memang serba berat, kita sabar aja menghadapi. Apa yang dilakukan Jahultop adalah bentuk simpati. 

Kalau misalnya jawaban Jahultop mengatakan (Yah, kamu sabar aja, mungkin belum waktunya, yakinlah pekerjaan itu bisa kau dapatkan asalkan kamu tetap berusaha, pantang meyerah dan selalu berdoa. Nanti kubantu mencari pekerjaanmu, saya akan kasi tahu ke kamu kalau ada informasi kerja yang sesuai denganmu). Jadi jelas ini adalah bentuk empati, karena didasari dengan perhatian lebih dalam dan disertai tindakan.

Pemuda GKPS sebagai satu kesatuan pemuda gereja hendaknya bukan hanya kumpulan orang-orang bersimpati. Tetapi jadilah kumpulan orang-orang yang berempati yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap sesama. Pemuda GKPS, sudahkah demikian?

Membina hubungan dengan orang lain
Seni dalam membina hubungan dengan orang lain merupakan keterampilan sosial yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan dengan orang lain. Tanpa memiliki keterampilan seseorang akan mengalami kesulitan dalam pergaulan sosial. Sesungguhnya karena tidak dimilikinya keterampilan-keterampilan semacam inilah yang menyebabkan seseorang seringkali dianggap angkuh, mengganggu atau tidak berperasaan.
Aktif dalam kegiatan pemuda adalah salah satu bentuk seni dalam membina hubungan dengan orang lain. Dikepemudaan kita akan menghadapi berbagai orang dengan berbagai sifat, karakteristik, pola pikir yang sama, berbeda, bahkan jauh berbeda dengan diri kita. Apakah dengan adanya perbedaan dengan orang lain membuat diri kita terpisah dan mucul prasangka-prasangka satu sama lain. 

Tentu tidak, justru dengan perbedaan inilah membuat kita banyak belajar, mengerti dan memahami karakteristik masing-masing orang. Dan proses seperti inilah modal pergaulan dimanapun kita berada. Ijon hita marlajar, songonon ma nabaen bani halak , kira-kira sonaha do pangahapni, Bagaimana dengan pemuda kita ?
Dengan memahami komponen-komponen emosional tersebut diatas, diharapkan para pemuda GKPS dapat menyalurkan emosinya secara proporsional dan efektif. Dengan demikian energi yang dimiliki akan tersalurkan secara baik sehingga mengurangi hal-hal negatif yang dapat merugikan masa depan Pemuda, generasi Simalungun.
Melalui RPL PGKPS Pemuda GKPS diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Kita jadikanlah momen ini sebagai sumber motivator untuk menggerakan kegiatan pemuda lebih kearah positif lagi. Mari kita bentuk berbagai macam kegiatan yang benar-benar mempunyai manfaat bagi pemuda itu sendiri. 

Jadikanlah organisasi Pemuda GKPS sebagai sarana pertumbuhan iman, sarana untuk saling mengenal dan berbagi, saling memperhatikan satu sama lain, dan saran untuk menegembangkan potensi diri. Jadi sudah jelas organisasi pemuda GKPS merupakan wadah untuk melatih kecerdasan emosional para pemuda. Tunggu apa lagi, selamat bergabung dan mengikuti kegiatan kepemudaan bagi yang belum aktif, dan tetap bertahan bagi yang sudah yang aktif. SELAMAT JELANG RPL PGKPS 2012

Lomba Karya Tulis Populer Dalam Rangka RPL Pemuda se-GKPS Tahun 2012 di Jambi 6-8 April 2012

Posting Kembali

(Posting Pertama Senin, 31 Oktober 2011)

A.   Pengantar
Pemuda gereja memiliki peran yang sangat penting dalam pelaksanaan dan peningkatan Tri Tugas Panggilan Gereja, yakni Koinonia (Bersekutu), Marturia (Bersaksi) dan Diakonia (Melayani). Salah satu potensi besar pemuda gereja yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan dan peningkatan Tri Tugas Panggilan Gereja tersebut ialah pemikiran-pemikiran yang bisa menghasilkan pembaharuan pelayanan di tengah Gereja.
Pemikiran-pemikiran maju pemuda tersebut sangat dibutuhkan untuk memajukan pelayanan di tengah GKPS, mulai dari tingkat jemaat hingga pusat. Potensi pemikiran pemuda di tengah pelaksanaan kegiatan persekutuan, kesaksian dan pelayanan di GKPS seharusnya semakin besar seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan para pemuda GKPS dan juga didukung oleh kemajuan teknologi informasi.
Namun sayangnya potensi pemuda tersebut selama ini masih belum diserap dan dimanfaatkan secara optimal dalam pelayanan-pelayanan di GKPS mulai dari tingkat jemaat, resort, distrik dan pusat. Kita prihatin karena posisi pemuda GKPS dalam organisasi gereja sepertinya masih berada pada posisi sebagai pelengkap.
Salah satu contoh sederhananya, pemuda masih selalu menjadi kelompok minoritas dalam hal mengikuti sermon, padahal disana lah biasanya dibicarakan hal-hal penting yang terkait dengan pengembangan pelaksanaan pelayanan gereja. Contoh lainnya, jumlah pemuda yang masuk dalam jajaran majelis gereja masih sangat minim. Alhasil pemuda masih belum bisa memberi peran secara nyata dalam menjalankan visi-misi organisasi gereja. Fakta yang sangat disayangkan karena pada 10-15 tahun ke depan, pemuda sekaranglah yang diharapkan sekaligus dipastikan menjadi pemimpin masa depan gereja.  
Kemudian pada tataran kepengurusan, pada umumnya kepengurusan Pemuda GKPS masih menghasilkan kegiatan-kegiatan yang bersifat rutinitas dan minim gagasan serta terobosan dalam program-program kerjanya. Mengutip pernyataan seorang Penulis Nasrani, kebanyakan pemuda (gereja) masih memiliki mental asisten yang selalu merasa cukup hanya dengan menjalankan program-program rutinitas serta meniru yang sudah ada.
B. Lomba Karya Tulis
Guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam pelayanan di tengah GKPS, maka mereka perlu diberi kesempatan menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang bersifat membangun. Sumbangsih pemikiran tersebut kiranya dapat menjadi masukan bagi GKPS, baik tingkat jemaat, resort, distrik dan pusat, untuk meningkatkan pelayanan kerohanian, sosial dan ekonomi jemaat.
Untuk menggali pemikiran-pemikiran baru Pemuda GKPS dalam peningkatan pelayanan di GKPS tersebut, Panitia Rapat Pengurus Lengkap (RPL) P-GKPS menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Populer tentang Peranan dan Kemandirian Pemuda GKPS dalam Peningkatan Pelayanan di GKPS bagi Pemuda se-GKPS.
1.       Tema Karya Tulis :
“ Kemandirian Seksi Pemuda GKPS dan Peranannya dalam Organisasi Gereja ”
2.   Sub Thema :
a.    Peningkatan Peran Seksi Pemuda GKPS dalam Pelaksanaan Tri Tugas Panggilan Gereja di GKPS. 
b.    Kesaksian Pemuda GKPS di tengah Gereja, Keluarga dan Masyarakat.
c.    Peran Pemuda GKPS dalam Meningkatkan Pelayanan Sosial dan Ekonomi Warga Jemaat GKPS.
d.    Peningkatan Jumlah Pemuda GKPS sebagai Anggota Majelis dalam rangka Peningkatan Partisipasi Pemuda GKPS dalam Pengambilan Kebijakan dan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan di tengah Gereja.
e.    Kemandirian Seksi Pemuda GKPS dalam Aspek Keuangan untuk Peningkatan Pelayanan terhadap Anggota Pemuda GKPS.
f.     Partisipasi Anggota Pemuda GKPS dalam Membangun Kemandirian Keuangan Seksi Pemuda GKPS.
3.   Peserta Lomba
a.   Anggota dan Pengurus Pemuda se-GKPS
b.   Lomba diikuti perorangan, bukan kelompok.
c.   Lomba karya tulis ini tidak dapat diikuti panitia inti RPL Pemuda GKPS 2012.
4.   Kategori Lomba :
      a.   Kategori Media.
      b.   Kategori Non-Media.
5.   Persyaratan Lomba
a.   Karya tulis berbentuk artikel/opini.
b.   Karya tulis merupakan pendapat/gagasan/opini orisinal penulis.
c.   Judul tulisan bebas namun harus tetap mengacu pada tema dan sub tema. 
d.   Panjang tulisan antara 10 – 15 halaman kwarto spasi ganda/rangkap, diketik rapi.
e.   Untuk peserta lomba Kategori Media, karya tulis yang diikutikan dalam lomba harus sudah dimuat di media cetak/online antara 15 November 2011 – 29 Februari 2012.  
f.    Untuk peserta lomba Non-Media, karya tulis yang diikutkan dalam lomba berupa naskah asli.
g.   Pengumuman dan Penyerahan hadiah lomba karya tulis tersebut dilaksanakan pada saat RPL PGKPS 2012, akhir Maret di GKPS Jambi.
6.   Tim Juri terdiri dari kalangan akademisi, wartawan dan pendeta.
7.   Hadiah
a. Kategori Media :
1) Juara I             : Samsung Tab
2) Juara II           : BlackBerry
3) Juara III         : Camera digital

b. Kategori Non-Media:
1) Juara I             : Laptop
2) Juara II           : Handphone Nokia
3) Juara III         : Camera digital
8.   Pengiriman Karya Tulis
a.   Karya Tulis diterima Panitia RPL PGKPS paling lambat 5 Maret 2012.
b.   Karya Tulis yang sudah dilengkapi biodata pribadi bisa dihantar langsung, dikirim melalui pos tercatat kepada Panitia RPL Pemuda GKPS di GKPS Jambi, Jl Kapten Sujono/Lapangan Tembak No 12, Komplek Gereja Kotabaru, Kota Jambi, Kode Pos 36128, Telp (0741) 42493, atau melalui email Panitia RPL: rpl_jambi2012@yahoo.com. Untuk kategori media, wajib melampirkan foto copy atau scan bukti tulisan yang sudah dimuat di media.
Nb :    -     Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun.
-       Karya Tulis yang sudah masuk ke Panitia akan menjadi milik Panitia dan tidak akan dikembalikan.
            A.n Panitia RPL PGKPS 2012
                      
                         dto
                                                                                 Ridho Hamdan Purba
                                                         Ketua Umum RPL Pemuda se-GKPS tahun 2012

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.