. Tor-tor Balangsahuwa Simalungun | BeritaSimalungun
Home » » Tor-tor Balangsahuwa Simalungun

Tor-tor Balangsahuwa Simalungun

Written By GKPS JAMBI on Tuesday, 27 March 2012 | 20:26


Setelah menelusuri seni tradisi simalungun yang nyaris tanpa pewaris (punah), Arbab dan Husapi di sidamanik, kini Tim Komunitasjejak Simaloengoenmenemui salah satu pandihar asli simalungun yang sudah berusia senja Opung Obot Sipayung (82 thn) di kampung sibatu batu Pematang Siantar. 
 
Opung Obot Sipayung mempelajari dihar sejak remaja (tahun 50 an), yaitu Natar – Sitarlak dari Guru Saman yang berdiam di sidamanak( Guru Saman berasal Padang Sidempuan), dihar Rimau Putih ( salah satu nya dihar Begu, memasukkan roh ke dalam badan agar menggerakkan jurus), dihar Horbou Halung dll. 
 
“Dihar do tor tor ni simalungun, tor tor ai do dihar” pesannya kepada kami, bahwa dasar dari tor tor simalungun adalah dihar.”Belajar dihar tidak boleh di tempat terbuka. Kami beriringan membawa obor malam malam hari ke hutan. Alasannya, mereka yang menonton (bukan anggota perguruan) bisa mempelajari ilmu yang kita miliki. Ini pantang. 
 
Dihar i memiliki keunikan, kita para pandihar tidak boleh menyerang duluan, kemudian jurus dengan tenaga pukulan yang di berikan lawan tidak boleh kita balas dengan tenaga pukulan yang lebih besar. “Lang dong marserang anggo dihar, paima hon dassa. Halani, mamakei tenaga ni lawan do hita. Naha pardorasni nai ma parmulak ni.” tutur nya.
 Gelanggang tempat atraksi dihar biasanya di kelilingi lambei horsing (semacam janur kuning) sebagai pembatas agar tidak sembarangan penonton atau orang lain masuk. Pernah sekali, Opung Obot Sipayung bersama kelompok dihar nya melakukan atraksi di kampung Tanah Jawa, tiba tiba masuk orang melewati lambei horsing yang memiliki tujuan hendak menantang, mendadak belum sampai ke pandihar sudah terpukul sendiri. Memang dihar memiliki seh (gaib) nya sendiri tanpa disadari pandihar.

Pernah ada kejadian, ada yang hendak membangunkan teman (memiliki kemampuan dihar) dengan menepuk badannya, tiba tiba gerakan refleks nya bisa muncul, terbangun dari tidur dan langsung mengeluarkan jurus pukulan secara mendadak.

Belajar dihar tidak bisa satu dua bulan, tapi seumur hidup. Butuh kesetiaan dan ketekunan. Selain tidak ada minat, kesungguhan dan kemauan, generasi yang jarang bisa meluangkan waktu, juga tidak adanya sanggar2 latihan akibat minim dana. Hal2 mendasar ini lah yang tidak dimiliki generasi muda sekarang.

Belajar tiga bulan setelah itu abai, tak pernah datang lagi, atau merasa telah belajar beberapa jurus kemudian merasa cukup dan beranjak pergi. Apakah usaha kita melestarikan dihar simalungun ini ? Dengan pandangan mata yang sudah mulai rabun, Opung Obot Sipayung menunjukkan foto dirinya menampilkan tor tor asli simalungun yang pernah dipelajarinya, Tor Tor Balangsahuwa (jurus belalang) asli warisan nenek moyang simalungun. Mungkin sudah nasib seni tradisi simalungun hanya menjadi pelengkap tontonan di usia senja dan cerita cerita kepada anak cucu saja. Seni memang mahal.(Sultan Saragih – Red) Komunitasjejak Simaloengoen
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.