. Wisatawan Waswas Karena Longsor Jalan Siantar-Parapat | BeritaSimalungun
Home » » Wisatawan Waswas Karena Longsor Jalan Siantar-Parapat

Wisatawan Waswas Karena Longsor Jalan Siantar-Parapat

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 28 June 2012 | 05:00


Berdampak Buruk Bagi Sektor Wisata
(Foto: Jetro Sirait) Jalan Siantar Parapat yang terancam longsor di kawasan Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan, Senin (25/6).(Foto: Jetro Sirait) Jalan Siantar Parapat yang terancam longsor di kawasan Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan, Senin (25/6).
PARAPAT- Hingga kini, longsor di jalan umum Siantar-Parapat tepatnya di Km 24 Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, tak kunjung diperbaiki. Longsor yang terjadi pada Maret lalu kini sudah mulai melebar dan memakan hampir separuh bahu jalan.

Jika tak segera diperbaiki, akses Siantar-Parapat akan terputus total, dan arus lalu-lintas terpaksa dialihkan dari simpang Sidamanik-Sipolha-Tanjung Dolok. Selain jarak tempuh makin jauh, kondisi jalan via Sidamanik yang sempit dan berlubang akan berdampak buruk terhadap sektor wisata. 

Dampak lain juga dapat mengancam nyawa pengendara dan sering menimbulkan kemacetan ketika terjadi lonjakan kendaraan menuju daerah wisata Parapat di Danau Toba. Hal itu dirasakan sejumlah wisatawan dan pengemudi angkutan umum jurusan Siantar-Parapat dan Siantar-Bonapasogit, yang merasakan kekawatiran jika jalan tersebut tiba-tiba terputus, dapat mengganggu kelancaran arus transportasi kedua arah.

Sejumlah supir, pelaku wisata dan pengusaha angkutan di Ajibata dan Parapat, kepada METRO, Senin (25/6), meminta keseriusan pemerintah untuk segera memperbaiki jalan rusak khususnya di lokasi longsor.

“Ini tugas pemerintah, jangan dibebankan lagi kepada pihak swasta. Kita bayar pajak dan retribusi kemana semuanya itu jika jalan raya sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat dibiarkan begitu saja. Apa menunggu terputus baru diperbaiki,” ujar Tuan Nanser Sirait.

Pengusaha Angkutan asal Ajibata ini menilai, pemerintah tidak serius dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba dengan alasan banyaknya infrastruktur penunjang wisata yang kurang memadai. “Jika jalan rusak, maka wisatawan akan enggan datang berkunjung ke Danau Toba,” ucapnya.

Senada disampaikan Pengamat Pariwisata Danau Toba dan Wakit Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) Kabupaten Tobasa Monang S. Dia meminta pemerintah membenahi fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata. “Jika ingin Danau Toba maju sebagai daerah kunjungan wisata, pemerintah harus memperbaiki sejumlah jalan rusak dari Siantar-Parapat hingga Tarutung,” katanya.

Monang berharap pemerintah tidak hanya membuat program-program yang belum jelas arahnya. “Kita salut atas keseriusan mereka membuat program seperti Geopark di kawasan Danau Toba dan pembentukan Forum Pengembangan Pariwisata (FPP) atau Destination Management Organization (DMO), tapi yang terpenting diperbaiki adalah fasilitas-fasilitas yang sudah rusak seperti jalan, dermaga wisata dan mengadakan penyulusah sadar wisata terhadap masyarakat di kawasan wisata,” harapnya.

Sementara Manager Sapadia Hotel P Sidabutar, mengungkapkan dampak buruk dari rusaknya jalan menuju Danau Toba yang dapat mengakibatkan beralihnya pengunjung ke daerah lain. “Jalan dari Siantar ke Parapat lebih dekat jika melalui Pondok Bulu, kalau jalan itu terputus hanya ada satu jalan alternatif melalui Simpang Sidamanik ke Sipolha dan keluar dari  Simpang Tanjung Dolok.

Namun jarak tempuhnya akan memakan waktu 3 jam dari Siantar ke Parapat, jelas itu pemborosan waktu, di samping itu mereka akan lebih memilih menuju ke Kabanjahe dan Berastagi, karena jalan ke sana lebih bagus dan ramai,” terangnya.

Namun Sidabutar mengakui, keindahan panorama Danau Toba jika melitas dari arah tersebut akan melalui beberapa objek wisata. “Dulu jalan itu dibangun untuk memajukan wisata Batu Hoda, Tanjung Unta, Simarjarunjung, Pantai Sipolha dan Repa dengan pembukaan jalan lintas kanan Danau Toba, namun kurangnya fasilitas seperti hotel dan restoran di sana menjadikan pariwisata di daerah  itu tertinggal,” tandasnya. (MSC)
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.