}); Catatan Facebook Pdt Defri Judika Purba STh | BeritaSimalungun
Home » » Catatan Facebook Pdt Defri Judika Purba STh

Catatan Facebook Pdt Defri Judika Purba STh

Written By GKPS JAMBI on Tuesday, 31 July 2012 | 18:04



MY FATHER IS MY HERO. Ayah sedang bekerja di ladang. Kehidupan sebagai petani sudah dijalani ayah bertahun-tahun. Dalam sebuah kisah keluarga yang kami jalani, saya selalu bangga bercerita bahwa saya adalah anak seorang petani; yang dalam sebuah kesusahan hidup yang menekan, pernah tidur di ladang berhari-hari, selama kurun waktu enam tahun.

Sejak ayah ditinggal ibunda tercinta tiga tahun yang lalu, semangat ayah untuk bekerja tidak pernah luntur. Pagi sampai sore selalu di ladang. Bekerja keras melebihi kekuatan yang ayah miliki.

Sebuah cita-cita luhur terpatri kuat di hati ayah. Beliau ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Di usia ayah yang sudah menginjak 55 tahun, sudah sepatutnya ayah menikmati kehidupan ini dengan memberi tubuhnya tidak terlalu bekerja keras.

Tapi beban tanggung jawab dan cita-cita ayah untuk anak-anaknya tidak memberi ruang untuk itu. Semogalah Dia Pemilik Kehidupan ini, berkenan memberikan kemurahan-Nya, kelemah lembutan-Nya, belas kasihan-Nya kepada ayah. Ayah, saya sangat bangga dan sangat menyayangimu. (Sumber Facebook : Pdt Defri Judika Purba STh)

HIDUP ADALAH TUGAS, Tekunilah. Ramai-ramai pulang partonggoan bersama jemaat. Berjalan kaki dengan kondisi jalan yang berbatu-batu. Badan yang letih tidak terasa karena alam menghadirkan dirinya dengan megah, pebukitan yang menawan dan hamparan danau toba yang indah.

Sepanjang perjalanan, berbagi cerita dalam sebuah sukacita. Hidup ini sungguh indah adanya. Bekerjalah...selama masih siang; akan datang malam, dimana tidak seorang pun yang dapat bekerja (Yoh.9:4). (Sumber Facebook : Pdt Defri Judika Purba STh)

 
HIDUP ADALAH CINTA –terimalah dan bagilah. Bersama salah seorang jemaatku. Beliau dipanggil na patar, sesuai dengan nama anaknya yang paling besar. Ibu dari empat anak ini sudah hampir tiga tahun ditinggal oleh suami yang dia cintai.

Anak-anaknya dua orang sudah berumah tangga, yang sulung dan bungsu belum berumah tangga. Tentu beban kehidupan sejak ditinggal oleh suami semakin berat. Untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan dalam keluarga, inang ini berjualan.

Membawa dagangan ikan mas, nila, pora-pora (haporas Danau Toba) yang diperolehnya dari penduduk sekitar Danau Toba di Desa Tambun Raya dan menjualnya ke pekan yang ada di Sarimatondang dan Sait Buttu, Kabupaten Simalungun.

Kalau dagangan inang ini tidak habis di pekan, beliau akan memasuki perkampungan yang ada di PTPN IV Kebun Toba Sari, menjajakan dagangannya kepada masyarakat di Perumahan Emplasmen atau Afdeling.

Dari usaha inilah inang ini bertahan memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai anaknya yang masih berada di bangku perkuliahan. Doa yang tulus yang dilatarbelakangi oleh kisah Petrus dan Yohannes yang menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak lahirnya di Bait Allah itulah yang kupanjatkan. (Kis.3:1-10).

Dalam kisah tersebut, diceritakan Petrus dan Yohannes akan bersembahyang di Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya dan harus diusung. Tiap-tiap hari dia diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah untuk meminta sedekah.

Ketika dia bertemu Petrus dan Yohannes, orang lumpuh tersebut menatap mereka dengan harapan mendapat sesuatu. Tetapi Petrus berkata: emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah.

Dan orang lumpuh itu menjadi sembuh. Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi yang kupunyai, kuberikan kepadamu; itulah yang kulakukan saat ini. Saya tidak memiliki emas dan perak untuk dibagi kepada jemaatku, karena mustahil untuk memiliki benda-benda tersebut dan saya juga yakin mereka tidak mengharapkan itu.

Yang saya miliki hanyalah cinta, cinta dan cinta. Cinta dalam sebuah tawa, cinta dalam keberpihakan kepada seorang inang yang sudah mabalu, cinta dalam sebuah kepedulian. Semoga inang ini bertambah-tambah rejekinya, dipenuhi sukacitanya dan dimuluskan setiap rencananya. (Sumber Facebook : Pdt Defri Judika Purba STh)

Share this article :

Post a Comment