. TUAN BOSAR SUMALAM | BeritaSimalungun
Home » » TUAN BOSAR SUMALAM

TUAN BOSAR SUMALAM

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 15 May 2014 | 08:15


* Napasnya Berakhir di Sibuntuon
Bagaimana perasaan Anda? Demikian pertanyaan awal pada Kamen Purba Dasuha, putra Tuan Bosar Sumalam, penguasa di Pematang Panei. Tuan Bosar adalah korban revolusi sosial di tahun 1946 dan termasuk sasaran pertama para laskar revolusi.

“Kalau soal perasaan: Aha ma dokkononhu apala perasaan? Anggo perasaan ge, iya, sedih ma ge, anggo ai. Naha ma. Orangtua pe iseat. Harta pe, habis ganup! Tading maetek ma hanami.”

Demikian Kamen Purba Dasuha, kelahiran Juli 1937. Dia salah satu putra Tuan Pematang Panei, Tuan Bosar Sumalam. Di batu nisannya tertera kelahiran tahun 1886 dan wafat pada 4 Maret 1946.

Tuan Bosar Sumalam langsung jadi sasaran sehari setelah revolusi meletus di Karo, yang dimulai pada 3 Maret.

Tragedi ini dua kali perih, karena Saragih Ras adalah penggerak utama. Dua kali perih, karena Saragih Ras adalah keponakan langsung dari Raja Panei, yang bermarkas di Panei Tongah, yang membawahi partuanan di wilayah Kerajaan Panei, termasuk Pematang Panei.

Korban di awal revolusi dari pihak Kerajaan Panei dan Pematang Panei bukan hanya satu. Beberapa anggota keluarga turut menjadi korban, dengan aksi sadisme di Sibuttuon, Kecamatan Dolog Pardamean.
Ayahnya Profesor Boas, Lawei Kandungnya Kamen, juga turut jadi korban.

Saat itu Kamen berusia 9 tahun. Saat kejadian itu dia dan sejumlah anggota keluarga sedang berada di ladang mereka di Naga Huta, di pinggiran kota Pematang Siantar. Karena itu dia tidak menyaksikan langsung tragedi itu. Namun penuturan berulang-ulang tentang kisah itu membekas jelas seolah-olah rangkaian kejadian ada di depan mata.

Ketika ditanya, apakah dia sedih, Kamen terkesan sangat enggan memulai cerita. Lidahnya seperti kelu dan menghambat penuturannya. Terkesan, terlalu pahit sekaligus terlalu berat menguraikan apa yang telah terjadi. Karena itu, Kamen berkata, apa yang sudah terjadi ya sudahlah, telah terjadi. "Ai, sondia ma, tong do manghatai diri diri anggo iulak-ulak kisah on. Ai sedo ise. Keturunan ni pelaku ai pe panagolanhu do homa. Kan tong ma keluarga diri ai ge."

Perlu taktik khusus untuk mendorongnya bercerita. Kamen pun melanjutkan kisah. Namun kalimat-kalimat yang meluncur dari bibirnya seret seolah-olah tetap tidak ingin semua itu ditanya-tanya lagi. Tampaknya masalah bukan soal kepahitan semata, tetapi soal konflik batin yang susah diterima akal. Penuturuannya akan bisa membuat orang paham akan hal itu.

“Sanggah ai, pas hanami modom I juma, sogot na iboto ma. Sonai do kejadian hape,” kata Kamen Purba Dasuha. Artinya, “Saat kejadian itu kami sedang tidur di lading. Besok kami dapatlah berita, bahwa begitulah kejadiannya.”

Bosar Sumalam sebenarnya mendapatkan perlindungan dari pasukan pengamanan kerajaan tetapi tak berdaya menghadapi kelompok penyerang bersenjata dengan jumlah yang lebih banyak. Terlalu memilukan jika semua kisah nyata itu diulangi secara persis karena memang amat jauh dari tata krama perang sekali pun, dimana penembakan atau pembunuhan, harusnya tidak sadis, kecuali tidak ada pilihan.

Bayangkan saja, ketika Osama Bin Laden tewas dalam serangan AS, jasadnya dimakamkan secara agama di lautan. Gambar-gambar penyerangan pun diusahakan untuk tidak muncul di media. Pemerintah AS merahasiakan betul detil dari cara serangan, yang diduga kuat pasti juga jauh dari aksi manusiawi. Akan tetapi intinya, pemerintah AS masih tetap mencoba melakukan sebuah penutupan ketat rahasia cara penyerangan, katakanlah pembunuhan Osama bin Laden.
To be continued…..(Simon Saragih)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.