Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Inilah Riwayat Sekilas Tentang Bona Petrus Purba

http://bonapetruspurba.files.wordpress.com/2014/08/bona10.jpg
Bona Petrus Purba, Ak, MM, CFE, CA
Nama Lengkap : Bona Petrus Purba, Ak, MM, CFE, CA
Tempat Tanggal Lahir : Seribudolok, 22 Februari 1965
Pekerjaan : PNS BPKP
Istri : DRA Sri Lestari
Anak : Clara Donadei Purba dan Alexander Purba
Riwayat Pendidikan :
SD Seribudolok
SMP Seribudolok
SMA Seminari Menengah P. Siantar
STAN – Jakarta
Universitas Mercu Buana S-2
Gelar Profesi CFE dari Association of CFE, Austin, USA
Gelar CA dari ari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

 
Riwayat Karir :
Auditor BPKP Pusat, Jakarta. 1987
Ketua Tim Audit di BPKP Provinsi Riau, Pekanbaru., 1989 – 2000
Kepala Seksi Pemeriksaan Khusus di BPKP Provinsi Kalimantan Timur . 2000 – 2003
Pengendali Teknis Audit di BPKP Pusat, 2004-2013
Kepala Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah di BPKP Provinsi Papua, 2013 – Sekarang


((Berita Terkait: PEMIKIRAN BONA P PURBA SOAL SIMALUNGUN)

CORONA MEA VOS ESTIS (ENGKAULAH MAHKOTAKU) Cerdas dan Selalu Mencoba Jujur

Lahir di Saribudolok pada 22 Februari 1965 dan memulai sekolah di SD dan SMP di Saribu Dolok juga. Bona Petrus Purba konstan meraih predikat Juara I di ruang kelasnya dan menjadi juara umum dari satu kelas sejak kelas I sampai 6 SD.

Kesibukan sang ayah Bonaventura Purba sebagai Katekis dan kesibukan sang Ibu Sannaria Lingga sebagai pedagang pekan-pekan membuat Bona sering ditinggal sendirian. Akan tetapi hal itu tidak membuatnya melenceng dari status anak baik.

Keadaan serupa berlanjut hingga di memasuki SMP. Bona terus meraih predikat juara I.

Untuk mengikuti jejak keluarga yang tak pernah lupa agama, Bona dikirim untuk bersekolah sebagai calon pastor di SMA Seminari Menengah Pematang Siantar. Seperti biasa, di SMA ini pun dia selalu meraih predikat juara I.

Di mata rekan-rekannya Bona adalah orang baik, bersahabat dan perhatian. “Sampai-sampai saya setuju menjulukinya “par Taman Getsemane’,” kata Jenda Damanik, sekelasnya sejak SD hingga SMA.

Julukan “Par Taman Getsemane” merujuk pada kehidupan yang selalu mencoba menjauhi hal-hal buruk dalam hidupnya.

Bona tidak melanjut menjadi pastor karena saat itu abangnya juga sedang menjalani panggilan sebagai pastor. Karena hanya ada dua putra di dalam keluarga mereka, Bona memilih duluan keluar dan menjadi awam.

Setamat SMA Bona diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Akan tetapi karena ketiadaan biaya Bona memilih kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), yang memberi kuliah gratis.

Maklum, ayahnya telah duluan berpulang untuk selamanya ketika Bona masih SD. Ibunya hanya seorang petani dan pedagang kecil dengan tiga anak, yakni Fransiska, Fransiskus dan Bona sendiri.

Dia menamatkan kuliah di STAN tepat waktu dengan IP di atas 3,5. Selesai program D3 tahun 1987 dia dipekerjakan di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat, Jakarta. 

Penempatan di BPKP pusat merupakan sebuah keistimewaan dan pada umumnya hal itu didapat para lulusan STAN karena prestasi akademik selama kuliah.

Baru dua tahun bekerja di BPKP Pusat, Bona kembali diizinkan kuliah program D4 di STAN. Cepat tidaknya seorang lulusan STAN untuk dikuliahkan kembali, tergantung pada kondute masa kerja.

Bona tergolong istimewa dalam kondute kerja. Karena itu dia diizinkan kembali kuliah tetapi tetap dengan mengikuti test. Hal ini tidak sulit baginya dan dari sekian yang mencoba kuliah kembali dan banyak yang gagal, Bona termasuk yang diterima kuliah pada 1989.

Dia lulus D4 pada 1993 dengan rata-rata IP 3,9.
Lulus D4 dari STAN, Bona hingga tahun 2000 bertugas sebagai Ketua Tim Audit di BPKP Provinsi Riau, Pekanbaru.

Periode 2000 – 2003 Bona dipromosikan lagi menjadi Kepala Seksi Pemeriksaan Khusus di BPKP Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Setelah menimba pengalaman di daerah, Bona ditarik ke BPKP Pusat selama periode 2004 – 2013 sebagai Pengendali Teknis Audit di BPKP Pusat.

Dari semua pengalaman kerja itu Bona tidak saja menapaki karir yang menanjak. Bona memahami dan menimba pengalaman tentang keuangan negara.

Lebih dari itu Bona juga sedikitnya paham bagaimana keuangan negara dijalankan. Lebih jauh lagi, dia paham perangai para pejabat pemerintahan dan paham bagaimana seluk beluk-beluk pemerintahan.

Bona bisa dikatakan sering menjadi “kesepian” dalam menapaki karir. Bukan karena dia tidak bergaul. Bona berteman dengan siapa saja, golongan mana saja. Dia tidak masalah dengan pluralisme dan latar belakang orang yang ditemuinya dalam perjalanan hidup.

Bona “kesepian” karena kukuh mempertahankan nurani yang sejak kecil ditanamkan ayahandanya, “Carilah dulu Kerajaan Surga maka semuanya akan beres.”

Dunia ini bukan surga tetapi Bona tetap tidak goyah dengan terpaan angin. Dia sabar saja menjalani semuanya dan tidak terdengar mengeluh karena dia menganggap kehidupan ini harus dijalani dengan sabar, tabah sebab semuanya akan indah pada waktunya.

Dia pun terus melanjutkan karir dengan perasaan riang. Pada Maret 2013 sampai sekarang Bona dipromosikan menjadi Kepala Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah di BPKP Provinsi Papua.

Bona tidak saja mengejar karir. Dia juga tak lupa menambah ilmu dengan kuliah dan meraih gelar Magister Management dengan konsentrasi Manajemen keuangan dari Universitas Mercu Buana Jakarta.

Kemampuannya dan ketekunan bekerja membuat Bona juga mendapatkan gelar profesi CFE (Certified Fraud Examiner) dari Association of CFE, Austin, USA dengan fasilitas dari kantor. Selain itu, Bona juga memperoleh CA (Chartered Accountant) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Dari semua yang dia raih, Bona suami dari DRA Sri Lestari perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah, diminta sebagai dosen akuntansi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Karawaci Tangerang.

Ayah dari Clara Donadei Purba dan Alexander Purba ini, juga menjadi dosen akuntansi di Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Di luar kerja, dia aktif bersosialisasi. Ikat alumnus SMA Seminari Pematang Siantar yang ada di Jakarta menunjuknya sebagai Ketua CMVE dengan suara telak dengan mengalah dua pesaingnya.

CMVE adalah singkatan dari Corona Mea Vos Estis. Artinya, Engkaulah Mahkotaku. (Uncle Mon) (Sumber: http://bonapetruspurba.wordpress.com)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments