. TERIMA KASIH NU, TERIMA KASIH MUHAMMADIYAH | BeritaSimalungun
Home » , » TERIMA KASIH NU, TERIMA KASIH MUHAMMADIYAH

TERIMA KASIH NU, TERIMA KASIH MUHAMMADIYAH

Written By Beritasimalungun on Thursday, 6 August 2015 | 14:36

Hari ini (Rabu, 5 Agustus 2015) saya membaca sebuah artikel yang menarik di Harian Sinar Indonesia Baru, terbitan Medan. Judulnya "Indonesia Layak Bersyukur Punya NU dan Muhammadiyah".

Seharusnya masyarakat, khususnya para pemimpin agama seluruhnya membaca artikel ini. Baru-baru ini kedua ormas Islam terbesar di Indonesia itu mengadakan Muktamar (Kongres). NU di Jombang, Jawa Timur mendeklarasikan Islam Nusantara, dan Muhammadiyah di Makassar Sulawesi Selatan mengumandangkan Islam Berkemajuan.

Artikel ini menarik karena memberi pencerahan sekaligus membuka mata kita betapa pentingnya peran organisasi keagamaan di Indonesia mengindonesiakan Indonesia. Organisasi keagamaan seharusnya terlihat wujudnya dengan khotbah-khotbah "BERISI" dan membumi di bumi Indonesia, terlihat nyata dalam aksinya secara individu dan lembaga di tengah-tengah masyarakat.

Dan semua agama jangan lupa, bahwa mereka hidup di Indonesia, mengembangkan pelayanannya berbasis budaya dan karakter Indonesia dengan empat piilar kebangsaannya: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

"Bahkan para intelektual NU dalam sepuluh tahun terakhir ini lebih mewarnai pemikiran Islam di Indonesia yang lebih menonjolkan inkusivitas Islam berbasis kebudayaan lokal.nasional," kata artikel yang ditulis oleh Ahmad Zaenal itu.

Negara ini berhutang kepada kedua Ormas Islam ini. Kehadiran kedua ormas tersebut di tengah masyarakat dengan puluhan ribu lembaga pendidikan umum dan keagamaan yang dikelolanya, demikian pula pelayanan kesehatan, sosial dan ekonominya yang memberi manfaat langsung ke masyarakat.

Saya setuju, bangsa ini seharusnya juga sama dengan pendapat Jokowi dalam pidatonya pada pembukaan Muktamar Muhamadiyah di Makassar baru-baru ini, seperti dikutip artikel ini, "Negara ini benar-benar berhutang kepada Muhammadiyah, Bayangkan berapa ratus ribu bayi, bahkan jutaan anak bangsa ini yang lahir di di PKU Muhammadiyah atau klinik bersalin Aissy'ah seluruh pelosok negeri ini," kata Jokowi, seperti dikutip penulis artikel ini. Muhammadiyah juga mendidik jutaan orang di sekolah-sekolah dan berbagai usaha yang dikelolanya.

Satu hal yang paling penting yang kutangkap dari artikel ini, "Gus Dur dengan Amin Rais berbeda. Begitu pula NU dengan Muhammadiyah. Namun menyangkut kepentingan bangsa, sejarah membuktikan dua ormas ini dan tokoh-tokohnya memiliki kesamaan tujuan", tulis artikel ini.

Kiyai Haji Mohammad Dahlan pendiri Muhammadiyah dan Kiyai Haji Wahid Hasyim tokoh NU, adalah nasionalis sejati pemimpin pergerakan nasional. Hendaknya para pemimpin agama sekarang ini tidak berada dalam kungkungan kepentingan agamanya saja, tetapi juga bagi kepentingan nasional.

Kita semua berdoa, semoga kedua ormas terbesar ini terus menjaga konsistensinya, menjaga Indonesia dengan keragaman agama mampu berdamai dan hidup harmonis berlandaskan tujuan nasional yang sama.


"Tidak berlebihan jika kita berharap banyak dari NU-Muhammadiyah. Keduanya dapat dikatakan sebagai reservoir etika republik. Keduanya berinvestasi banyak dalam menyemai benih kehidupan etis sebelum republik berdiri. Keduanya juga menempatkan wakilnya dalam perumusan dasar negara dan konstitusi negara pertama". (Yudi Latif, Kompas.com, 4 Agustus 2015)
: .
Para pemimpin agama lainnya seharusnya bergandeng tangan mengelola ormas keagamaannya dengan bijaksana, menyemaikan nilai-nilai baik, dan membawa negeri kita ini menuju masyarakat adil dan makmur.


Mari belajar saling menghargai dan saling menghormati. Berbeda tetapi dalam kerangka tujuan nasional kita adalah satu tujuan, membangun Indonesia dan menjadikan Sumber Daya Manusia yang Cerdas, Inovatif, dan Kompetitif.

Tidak picik, tidak seperti katak dalam tempurung! .erima kasih NU, terima kasih Muhamadiyah. .
Artikel itu dapat diakses di : http://hariansib.co/mobile/?open=content&id=70661. Baca juga artikel yang ditulis Judi Latif, berjudul: NU-Muhammadiyah sebagai Jangkar Etika. (http://print.kompas.com/baca/12r3O). (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.