Home » , » APBN Gelontorkan Rp 12 Triliun Untuk Kawasan Danau Toba

APBN Gelontorkan Rp 12 Triliun Untuk Kawasan Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Saturday, 16 January 2016 | 11:32

Kondisi Jalan Saribudolok-Sar Padang yang bisa tembus langsung ke Lubuk Pakam hingga Bandara Kualanamu. Diperkirakan jalan ini bakal mulus dan lebar seperti yang dijanjikan Otorita Danau Toba. Gambar diabadikan Rabu 30 Desember 2015. Foto Asenk Lee Saragih.

Kondisi Jalan Saribudolok-Sar Padang yang bisa tembus langsung ke Lubuk Pakam hingga Bandara Kualanamu. Diperkirakan jalan ini bakal mulus dan lebar seperti yang dijanjikan Otorita Danau Toba. Gambar diabadikan Rabu 30 Desember 2015. Foto Asenk Lee Saragih.

BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Kepala Sekretariat Badan Pelaksana Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba (BP-BKPEKDT) Rahmad Karokaro mengungkapkan, alokasi anggaran dari APBN dalam pembangunan destinasi wisata Danau Toba sebesar Rp 12 triliun.

“Itu yang saya dengar, dari menteri pariwisata, tapi kabar tersiar mau ditambah lagi, cuma rencana itu belum tahu, mungkin akan ada alokasi anggaran dari sektor-sektor yang lain atau dari pihak swasta atau stakeholder,” katanya kemarin.

Menurutnya, dengan adanya gebrakan dari pemerintah pusat yang dikomandoi lima menteri dalam pembangunan destinasi wisata Danau Toba ini merupakan suatu gebrakan positif, apalagi direncanakan akan masuk menjadi salah satu dari 10 wisata nasional.

“Kita merasa optimis pembangunan ini akan terwujud dalam waktu yang tidak terlampau lama. Saat ini, karena belum keluar keppres nya, kalau sudah tentu ini sudah berjalan,” ujarnya.

Adapun, lanjutnya, alasan BP-BKPEKDT optimis pembangunan ini akan terwujud adalah karena sudah ada niat baik dari pemerintah pusat yang dikomandoi kelima menteri tersebut, tinggal lagi bagaimana gebrakan di lapangannya nanti.

“Tinggal kita tunggu saja. Masyarakat juga kami yakin akan mensuport gebrakan ini. Soal kendala, sebuah pekerjaan pasti ada kendala. Apalagi ini merupakan program besar, pasti prosesnya ada kendala, yang penting jika ada kemauan pasti ada jalan,” ucapnya.


Jika ini terwujud, kata Rahmad, bukan hanya masyarakat di kawasan Danau Toba saja yang merasakan dampak positifnya, tetapi juga di 7 kabupaten/ kota dan daerah lainnya. 

Apalagi, dari segi infrastruktur juga bisa dibangun jarak tempuh yang singkat, bisa saja dari jalan yang ada dibangun kembali contohnya, dari Lubuk Pakam, langsung ke Gunung Meriah dan tembus ke Saribu Dolok dan ke Tongging hanya membutuhkan waktu 2,5 jam saja, sehingga tidak perlu lagi usaha pembebasan lahan. “Dengan begitu, masyarakat pun akan sadar wisata dengan sendirinya,” tandasnya. (Ant/Lee) 
Share this article :

Post a Comment