Home » , , » Budaya Panen Jagung Bersama Anak Desa di Simalungun

Budaya Panen Jagung Bersama Anak Desa di Simalungun

Written By Beritasimalungun on Thursday, 25 February 2016 | 09:22

Keceriaan anak Desa Dolog Mariah saat ikut bersama orangtuanya memanen. Budaya anak ikut ke ladang sudah menjadi tradisi turun temurun di Simalungun. Foto Dori Alam Girsang.
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Panen jangung bersama dengan keponakan-keponakan di kampung halaman. Eits tunggu dulu ini bukan exploitasi anak lho.

Di kampung kami ini memang ada keunikan tersendiri anak-anak tanpa diajak pun dah otomatis langsung ngekor dengan ortunya untuk ikut ke ladang.

Anak-anak diladang tak pernah di suruh kerja. Hanya saja ketika melihat orang tuanya nyangkol, panen dan menyirami tanaman mereka anak-anak terdorong untuk membantu.

Seberapa lah kekuatan anak-anak kecil untuk membantu orang tuanya. Ketika akan hendak menyirami tanaman kalau orang tuanya pakai alat siram yang biasanya mereka pun ikut nyiram.

Memakai alat yang lebih kecil dan semampu nya saja setelah itu mereka melompat, manjat pohon, main tanah dan permainan-permainan yang mereka bisa mainkan.

Kadang suara tawa renyah mereka membuat letihnya bekerja para orang tua tak terasa sama sekali. Bahkan menambah semangat bagi para orang tua mereka.

Cangkol demi cangkol yang orang tua gunakan untuk mengkelola tanah banyak membuahkan hasil bagi anak-anak mereka. Di kampung kami ini hanya dengan bekal cangkol, anak-anak mereka rata-rata mengenyam pendidikan di bangku kuliahan.

Akhirnya anak-anak mereka memilih untuk mencari pekerjaan dimana mereka kuliah dan rata-rata pula di luar Sumatra bahkan ada yang sekolah di luar negri.

Semangat anak-anak dikampung sejak kecil udah di tepa dengan keadaan dan alam sekitar jadi ini bisa menjadi bekal hidup mereka kelak.

Kesehatan mereka anak-anak jarang terganggu ini akibat mereka menyelaraskan diri dengan alam. Membuka sandal lalu bermain dan berjalan di areal perladangan membuat mereka terkoneksi dengan semesta.

Belum lagi bukit barisan yang menjadi pagar kampung ini tingginya bukit itu membuat tingginya cita-cita mereka dengan kekuatan Mind anak-anak yang masih murni dapat menembus pintu surga dan membukakan portal keberkahan dan kelimpahan untuk mereka. Horas Dolog Mariah. (Penulis: Dori Alam Girsang)


Keceriaan anak Desa Dolog Mariah saat ikut bersama orangtuanya memanen. Budaya anak ikut ke ladang sudah menjadi tradisi turun temurun di Simalungun. Foto Dori Alam Girsang.

Keceriaan anak Desa Dolog Mariah saat ikut bersama orangtuanya memanen. Budaya anak ikut ke ladang sudah menjadi tradisi turun temurun di Simalungun. Foto Dori Alam Girsang.

Keceriaan anak Desa Dolog Mariah saat ikut bersama orangtuanya memanen. Budaya anak ikut ke ladang sudah menjadi tradisi turun temurun di Simalungun. Foto Dori Alam Girsang.

Share this article :

Post a Comment