}); Di Medsos, Mengalir Ucapan Dukacita Atas Berpulangnya Maestro Musik Gereja Bonar Gultom “Gorga” | BeritaSimalungun
Home » , , » Di Medsos, Mengalir Ucapan Dukacita Atas Berpulangnya Maestro Musik Gereja Bonar Gultom “Gorga”

Di Medsos, Mengalir Ucapan Dukacita Atas Berpulangnya Maestro Musik Gereja Bonar Gultom “Gorga”

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 29 March 2016 | 10:00

Bonar "Gorga" Gultom saat menjadi Juri Pesparawi Nasional di Samarinda, Kaltim, November 2009. Foto Asenk Lee Saragih. 
Bonar "Gorga" Gultom saat menjadi Juri Pesparawi Nasional di Samarinda, Kaltim, November 2009. Foto Asenk Lee Saragih. 

Bonar "Gorga" Gultom saat menjadi Juri Pesparawi Nasional di Samarinda, Kaltim, November 2009. Foto Asenk Lee Saragih. 
BERITASIMALUNGUN.COM-Selasa 29 Maret 2016, media sosial (Medsos) Facebook tersiar meninggalnya Komponis Batak dan Maestro Musik Gereja Bonar Gultom “Gorga”, Senin 28 Maret 2016 Pukul 22.55 WIB di Jakarta. (JURI PESPARAWI NASIONAL SAMARINDA NOVEMBER 2009)

Diakun FB Bonar "Gorga" Gultom yang disukai 2295 pertemanan (suka) itu tertulis “Selamat jalan menemui sang Penciptamu. Bonar "Gorga" Gultom. Tuhanlah yang menguatkan semua keluarga.

Karya-karya besarmu akan tetap dikenang sepanjang masa. Amen. Menjadi kebanggaan keluarga besar TOGA GULTOM sedunia. Saat ini (Selasa/29/3/2016) pagi jenazah disemayamkan di Rumah Duka Dharmais di Jalan S Parman, Jakarta”.

Ucapan Belasungkawapun atas kepergian Bonar "Gorga" Gultom juga mengalir di Medsos FB. “Komponis Batak dan Rohani, Bapak Bonar Gultom, telah meninggal dunia, Senin 28 Maret 2016 pukul 22.55 WIB. Selamat jalan amang Gorga. Komponis dan Sutradara Batak Rohani. Karya-karyamu akan tetap dilakonkan dan dinyanyikan. Seluruh umat yang mencintaimu, yang menjadi kesaksian bagi Kemuliaan Tuhan Yesus Kristus, dan keluarga yg ditinggalkan diberi penghiburan dan kekuatan dari Tuhan Yesus, Amin,” tulis Edwin Purba di status Fbnya, Selasa (29/3/2016).

“Selamat Jalan Amang Ke Rumah Bapa di Surga kiranya seluruh Keluarga besar mendapat kekuatan dan kesabaran dari Tuhan kita Yesus Kristus kami dari semua yang mencintaimu majelis Jemaat GKPI Jatinegara Jakarta,” tulis GN Manalu di stautus Fbnya Selasa pagi.

“Selamat jalan menemui sang Penciptamu... Opung Bonar "Gorga" Gultom... Tuhanlah yang menguatkan semua keluarga. Karya-karya besarmu akan tetap dikenang sepanjang masa, Amen. Karyamu akan selalu menjadi kebanggaan keluarga besar Paduan Suara Anak Gereja Kristus Cibinong,” tulis Alexia Christie di akun Fbnya, Selasa pagi. Hingga berita ini disiarkan belum dapat dikonfirmasi kepada keluarga.

Berita duka datang dari maestro musik gereja Bonar Gultom yang menutup cerita hidupnya di usia 81 tahun di Rumah Sakit Premier Jatinegara, hari Senin (28/3/2016) pukul 22.56 WIB, seperti dilansir http://www.satuharapan.com, Selasa (29/3/2016) siang.


“Telah dipanggil Bapa di surga Bapak Bonar Gultom di RS Premier Jatinegara tanggal 28 Maret 2016 pukul 22.56. Jenazah kini disemayamkan di Rumah Duka Dharmai Ruang Garnet Slipi Jakarta Barat,” kata Wakil Sekretaris Yayasan Musik Gereja Pendeta Weinata Sairin melalui pesan singkat yang diterima oleh satuharapan.com di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Profile Bonar "Gorga" Gultom

Bonar "Gorga" Gultom saat menjadi Juri Pesparawi Nasional di Samarinda, Kaltim, November 2009. Foto Asenk Lee Saragih. 
Drs. Bonar Gultom (GORGA)
Tempat Tanggal/Lahir: Siborongborong, 30 Juni 1934.
Pendidikan: Sekolah Rakyat SR di Dolok Sanggul, Humbang-Hasundutan
Mulo di Siborongborong, Tapanuli Utara.
Sarjana dari Universitas Indonesia, Jakarta (1963). Selama dalam kuliah beasiswa penuh oleh Perusahaan Belanda: NV Vereenigde Deli Maatschappijen.
Pekerjaan: Jabatan Terakhir sebelum pensiun pada tahun 1989 adalah Direktur Komersial dan Umum pada PT Perkebunan Negara XIII, Bandung, Jawa Barat.

Keluarga:
Istri: Leila Ester Sitompul
Anak: Tiga Putera dan Tiga Putri
Menantu Empat Orang Anak
Cucu sepuluh orang cucu (2006).

Pengalaman Musik
Otodidak. Sejak kecil senang menyanyi dari umur delapan tahun
Juara I menyanyi seriosa Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia pada 1958 di Yogyakarta dan tahun 1960 di Denpasar, Bali.
Juara-I menyanyi seriosa bintang Radio Republi Indonesia di Medan dan kemudian di Jakarta (Nasional) 1968.
Aktif sebagai anggota Paduan Suara Gereja sejak SMA dan diteruskan selama Mahasiswa.
Pemimpin dan pelatih Suara Gerejawi dan Nasional sejak Mahasiswa 1958 hingga sekarang.
Paduan Suara NHKBP Menteng Jalan Jambu, Jakarta.
Paduan Suara SERDAM ROHANI, Jakarta, mendampingi bapak E.L Pohan
Paduan Suara Ibukota, Jakarta mendampingi Binsar Sitompul
Paduan Suara Pria Immanuel GKPI Medan
Paduan Suara Gabungan GKPI Medan
Paduan Suara Exaudi GKPI Ciliwung-Bandung
PS Anugerah HKBP Jakarta
PS Gerja Bethel Indonesia, Tanjung Priok- Jakarta
PS Sola Gratia GKPI Menteng- Jakarta
Khusus sebagai PS Anugerah HKAP Jakarta, Gorga—pernah mengantarkan 2 kali Paduan Suara ini tampil dalam konser Internasional di Amerika Serikat, Yaitu 1991 dalam tour – I ke Los Angeles.

Conductor

Memimpin gabungan Paduan Suara yang terdiri dari kontingen yang berasal dari 33 Provinsi di Indonesia, menyanyikan Mazmur 150 ciptaanya yang menjadi lagu wajib pada Pesparawi Nasional ke VI di Istora Senayan, Jakarta, dihadapan Presiden RI pada saat itu Gus Dur hadir.
Mencitakan 150 lagu rohani dan non rohani—sekaligus mengrasemen untuk segala jenis musik dalam Paduan Suara.

Dalam Lomba Pasparawi Nasional ciptanya menjadi lagu wajib diantaranya:
“Doa Bagi Negara” menjadi lagu wajib PS-SATB Golongan A pada Pesparawi ke III di Medan 2006.
“Langit Menceritakan” menjadi lgu pilihan wajib PS-SATB golongan B pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006.
“Yesusku juru Selamatku” menjadi lagu pilihan trio SSA pada Pesparawi ke VIII di Medan tahun 2006.
“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung” menjadi lagu wajib solis remaja pada Pesparawi ke Vii di Makassar tahun 2003.
“kepada siapa Aku Harus Takut” menjadi lagu pilihan pertama PS-SATB pada pesparawi ke VII di Makassar tahun 2003.
“Pujian Allah di tempat kudusNya” menjadi Lagu Wajib pada Pesparawi ke VII di Jakarta tahun 2000.
“Persaudaraan Yang Rukun” menjadi lagu pilihan pada Pesparawi ke aV di Surabaya 1996.

Hampir semua lagu ciptaanya telah dikenal dan dinyanyikan menjadi judul album mereka. Lalu tersebut dipakai sebagai lagu wajib. Dan menerjemahakan lagu-lagu asing ke dalama bahasa Indonesia dan bahasa Batak.

Sekaligus membuat aransemen paduan suaranya, antaranya:
O Holy night (Malam Suci?Borgin Na Badia) karya Adolphe Adams
No Body Knows (Holan Tuhan Yesus) Negro Spritual
Deep River (didia) Negro Spritual
My Heavenly Father Watches Over me (Tuhan ku menjaga aku) karya Charles Gabriel
God And Alone (hanya Allah Hu ) karya Phil Mc Hugh
Majesty (Pujianlah Yesus) karya Jack Hayfort
He is Exalted (Tuhanlah Raja Semesta) karya Twila Paris
You Raise Me Up karya Rolf Lovland (dipopulerkan oleh Josh Groban dan davi Foster)
Bagai Tetesan Embun karya Putri dan Maruli Simorangkir ,SH
Terima Kasih Tuhan karya Putri dan Maruli Simorangkir, SH
Bunga Pansur karya Cadman dan roger Wagner
Dolok Betany karya NN (Transkripsi dari kaset berbahasa Jerman)
Yesus Gembala Yang Baik karya H. R Palmer
Were You There (Uju I di atas ni sada dolok) Negro Spritual
Natarsilang do Kristus karya W.A Mozart
Narer My God to Thee karya sarah Adams dan Lowell Mason
Holan Tuhan Jesus, Negro Spritual
Nyanyian Kidung Natal karya W.A Mozart
Nearer my God to Thee karya Sarah Adams dan
Gog be With You Sai Tuhanta mandongani Ho karya William G. Tomer
Laiseir d’Amour Tuiahn Berkatilah karya Giovani Martini
Sejauh Timur dari Barat karya Jonathan Prawira
Maha Mulia (Namarmulia) karya G.F Handel
Ada saatnya kita jumpa karya Taralamsyah Saragih
Ya Allah Bapa karya St A. K Saragih
Tumbuhan Poyon-Poyon karya St A.K Saragih
The Prayer karya Carol Sager dan David Foster
Ave Maria karya Franz Schubert
Lagu Lagu Etnik yang daransemen ke Bahasa Inggris diantaranya:
Yamko Rambe Yamko (Papua) menjadi stand Tall, God Loves Us ALL
Jali-jali (Betawi) menjadi Up Anda Down
Bukit Kemenangan Karya Djuahari menjadi My God is Near Me
Karya Opera

Argado Bona Ni Pinasa (Opera Batak), 1969
Parsorion ni Parmitu (opera Batak), 1970
Kembali ke Betlehem (Opera Natal) 1972
Putih dan Hitam (opera Natal) 1972
Nostalgia Masa Hasiswa (Opera Komedi) 1979
Tumba Singamangara XII (Opera Sejarah) 1980
Kasih Paling Agung (Opera Paskah) 1982
Lilin-lilin Perdamaian (Opera Natal) 1983
Si Boru Tudosan (Opera Budaya Batak) 1989

Buku:
Kumpulan Karya Bonar Gultom (Gorga) diterbitkan Yayasan Musik Gerja (Yamuger)
• Kumpulan Lagu-lagu Rohani Untuk Paduan Suara jilid I 2002
• Kumpulan Lagu-lagu rohani untuk Paduan suara jilid II, 2005
• Opera Natal Putih dan Hitam 2005
• Kumpulan lagu-lagu rohani untuk Paduan Suara Wanita untuk PS Wanita jilid 2006.

Konser:
• Dalam rangka menyambut tamu pemerintah Sumatera Utara di Medan lewat Opening dan Closing Ceremony Medan Fair (Pekan Raya Medan)
• Pageran Bernard dari Kerajaan Belanda (1972)
• Raja Boumdewijn dan Ratu Fabiola dari kerjaan Belgia (1974)
• Menyambut perdana menteri Lee Kwan Yew dari Singapura (1975)
• Dan menyambut Toen Abdul Razak dari Malaysia (1976) dengan pementasan “Arga do Bona Ni Pinasa” di alam terbuka ditepi pantai Danau Toba, Parapat.
Penghargaan

Pada tahun 1975 menerima penghargaan dari pangeran Bernard dalam undangan khus ke Istana Kerjaan Belanda Soesdijk.
Menerima penghargaan dari KNPI Sumatera Utara sebagai penghargaan atas peranyan dalam pengemabangan generasi muda Sumatera Utara 1980.

Pada 1982 menerima penghargaan dari Pangkowilhan Sumatera Utara sebagai putra teladan.

Pada 1998 menrima penghargaan sari Gubernur Suamtera Utara atas lagu ciptaanya “Marsipature Hutanabe”.
Pada tahun 2003 menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya yang dicapainya saat menyutradarai pementasan Opera Arga Do Bona Ni Pinasa pada Pesta Rakyat Danau Toba di Kota Parapat sebagai opera yang melibatkan pemain terbanyak 232 orang dan merupakan pendudukan setempat.

Alamat rumah
Jalan Ayahanda No 57, RT 02/04
Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta 13430
Telephone ® 021-86610567
Handphone; 0811-903166
e-mail:BonarGultom @ Yahoo.com
Pesan:


(Berbagai Sumber: Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a Comment