}); PARA PENULIS YANG MENCERDASKAN DAN MENGINSPIRASIKU | BeritaSimalungun
Home » , » PARA PENULIS YANG MENCERDASKAN DAN MENGINSPIRASIKU

PARA PENULIS YANG MENCERDASKAN DAN MENGINSPIRASIKU

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 29 March 2016 | 11:45

St Jannerson Girsang bersama Istri Tercinta.
BERITASIMALUNGUN.COM-Saya banyak memperoleh pengetahuan dan motivasi dari penulis yang tidak saya kenal, Mereka bekerja sendirian bertahun-tahun, duduk di depan komputer, dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati orang di seluruh dunia dan dalam waktu yang tidak terbatas.

Para penulis di dalam dan luar negeri telah membantu saya memahami lebih jauh tentang penulisan. Melalui buku-buku yang mereka tulis, saya dapat mempelajari bagaimana menulis.yang baik.

Selain itu, saya terinspirasi atas pengalaman mereka, bagaimana mengatasi agar tidak bosan, sehingga saya tidak pernah putus asa, untuk terus menulis. Tidak pernah bosan untuk terus mengupdate pengetahuan.

"Apa yang sudah kuketahui, kukuasai, belum apa-apa dibanding mereka," itulah yang setiap hari mendorong, sehingga terus menulis.

Ada penulis yang karyanya pada awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh para penerbit, bahkan enam puluh kali ditolak. Tetapi, pada akhirnya, tanpa lelah bukunya diterima penerbit.

Itulah Kathryn Stockett. Penulis novel The Help, yang kemudian menjadi best seller.di Amerika Serikat, dan saya membeli bukunya di Bandara Sokarno Hatta beberapa tahun yang lalu,seharga Rp 80 ribu.

Andrea Hirata, penulis novel Lasykar Pelangi, juga tidak meraih suksesnya dengan mudah. Awalnya dia tidak diterima, tetapi akhirnya jutaan bukunya telah tersebar di seluruh dunia, setelah diterjemahkan dalam puluhan bahasa.

Tentu puluhan penulis-penulis lokal yang aaya belum pernah bertemu muka, atau mereka yang saya temui dalam diskusi turut menginspirasi saya. Nama-nama mereka cukup banyak, dan tidak bisa saya sebut satu persatu.

Bahkan terakhir, saya bertemu dengan penulis muda Vinsensius Sitepu, yang pada 2005 di saat menyusun skripsi S1nya di USU Medan, mampu menerbitkan sebuah buku di perusahaan penerbit Kelompok Gramedia. hebat yah!.

Para penulis itu mengajarkan saya teknik, dan kisah hidup mereka yang memotivasi, membekali diri supaya menulis setiap hari.

Saya tidak mengenal mereka secara langsung, tidak pernah bertemu muka, tetapi pekerjaan mereka sangat saya rasakan manfaatnya.

Mereka menulis bukan karena mengejar uang semata. Para penulis menjalankan tugasnya membawa berita suka cita bagi dunia, membuat dunia lebih baik, makin mencintai seni, dan lingkungan yang lebih nyaman.

Mereka menulis, karena memang ingin menulis, kadang tak memikirkan waktu dan biaya yang mereka keluarkan.

Tidak semua penulis lantas kaya raya. Yang penting mereka bangga dengan karyanya yang sedikit mewarnai pandangan orang tentang dunia ini, dan hatinya selalu suka cita.

Semoga makin banyak orang yang mencintai penulisan, menghargai penulis dan karya-karya mereka, mencintai kehidupan yang jujur, damai, lebih baik dari sekarang.

Sekecil apapun tulisan Anda, sejelek apapun itu,adalah sebuah karya yang berguna kalau ditulis dengan jujur dan tidak menjiplak karya orang lain.

Kathryin Stocket, Andrea Hirata sebelumnya tidak dikenal, tetapi akhirnya keduanya menjadi penulis besar.

Coba saja, mudah-mudahan dengan mengikuti kisah mereka, Anda bisa lebih besar dari mereka!

Menulislah maka kamu akan abadi. "Verba Volan Scripta Manen". Yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan tetap. Selamat Pagi!. (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment