}); IBUNDA MANTAN EPHORUS GKPS TUTUP USIA | BeritaSimalungun
Home » , , , » IBUNDA MANTAN EPHORUS GKPS TUTUP USIA

IBUNDA MANTAN EPHORUS GKPS TUTUP USIA

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 20 April 2016 | 22:31


"Kematian bukanlah perpisahan - ia bukan akhir, kematian adalah pertemuan- ia adalah awal, selamat bertemu kembali dengan Sang Rahmani bagi Oppung saya yang terbaring kaku di sana. Selamat mengawali hidup yang baru, hidup yang kekal seperti janji Tuhan Yesus pada kita. Karena bagi yang percaya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Dan berbahagianya ham, dihantarkan ke pencipta dengan tulisan lagu Sarah F. Adams - Nearer My God to Thee. Dari kejauhan ini dengan air mata yang menetes kulantunkan jua lagu ini mengenang iman dan perjuanganmu," tulis Pdt Parulihan Sipayung STh.
BERITASIMALUNGUN.COM-Baru terima sms duka cita dari Pdt Jaharianson Saragih, mantan Ephorus GKPS (2010-2015). "Au sol dohor bamu, Ham Naibata (Makin dekat Tuhan: Sarah oleh Adams), mengantarkan keberangkatan RONTA BR PURBA, inang pangintubu (ibundanya mantan Ephorus), pukul 06.40 tadi pagi (20 April 2016)".

Rumah Duka: Kompleks Nirwana Garden N2 No 4, Ring Road Gagak Hitam Pasar II Kiri (Jalan yang sama Menuju Taman Perkasa Indah), MEDAN.

Menurut Pdt Jaharianson, almarhum akan dikebumikan di Pematangraya, Sabtu, 23 April 2016. Turut berduka cita. Semoga keluarga mendapat penghiburan dari Tuhan. Mari rekan-rekan semua kita turut mendoakan dan memberi semangat kepada beliau dan keluarga. (St Jannerson Girsang)

KE RUMAH DUKA

St Jannerson Girsang dan Istri di Rumah Duka, Kamis 21 April 2016. Foto IST
Di Hari Kartini, sekitar pukul 10.30, bersama istri dan Pengantar Jemaat GKPS Simalingkar, St Japorman Saragih Simarmata di rumah duka: Almarhum ibunya Pdt Dr Jaharianson Saragih, mantan Ephorus GKPS.


Rumah duka ini terletak di Kompleks Nirwana Garden N2 No 4 Ring Road Gagak Hitam Pasar II, kiri, Medan. Masuk dari jalan menuju Taman Perkasa Indah (TPI). Sebuah bendera merah dipasang di ujung jalan masuk dari Ring Road. Mudah kok mencarinya.


Pesan terakhir almarhum, "Biasalah, kalau orang tua mau meninggal. Mardame-dame ma hanima (Berdamailah)," kata mantan Ephorus GKPS itu, saat berbincang-bincang tentang almarhum.

Mirip seperti pesan Kristus sebelum naik ke Sorga. .“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Joh 14:27).

Almarhum tutup usia 86 tahun dan meninggalkan enam orang anak, 14 cucu, dan 6 cicit.

Semasa hidupnya, almarhum turut mengusahakan Rumah Makan :"LAPO NI TONDONGTA" milik keluarga mereka di bilangan di Senayan Jakarta. Rumah makan lapo ni Tondongta adalah salah satu rumah makan Batak terkenal di Jakarta.

Selain sebagai rumah makan, pemiliknya juga memberikan kesempatan kepada Pemuda-pemuda GKPS mencari dana di sana, dengan "mengamen" di restoran itu. Mereka memainkan musik dan menyanyi, kemudian para pengunjung memberikan sumbangan sukarela.

Anak saya Bernard Patralison Girsang, bersama teman-temannya Pemuda GKPS Depok, pernah mencari dana di sana seperti itu. 

"Dia adalah seorang wanita pejuang di keluarga kami. Dia saya rasakan benar-benar seorang pejuang,"ujar Pdt Jaharianson.

Ada yang lucu tentunya dalam kisahnya. "Mama suka sekali makan lemak daging,"ujar anak tertua almarhum yang tinggal di Jakarta dan berada di rumah duka, saat kami melayat.

Almarhum Inang Ronta br Purba adalah menantu dari Pdt J Wismar Saragih, Wakil Ephorus, di masa GKPS masih menjadi Huria Kristen Batak Protestan Simalungun (HKBPS). (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment