Home » , » KURSI SEHARGA RP 5,2 MILIAR

KURSI SEHARGA RP 5,2 MILIAR

Written By Beritasimalungun on Saturday, 9 April 2016 | 09:49

BERITASIMALUNGUN.COM-Ketika seseorang menjadi idola, apa saja yang dimilikinya menjadi berharga. Kursi yang diduduki JK Rowling saat menulis dua jilid Harry Potter dijual dalam sebuah lelang di New York seharga nyaris US$400.000 atau setara dengan Rp5,2 miliar.

Menurut BBC, kursi itu banyak terdapat tulisan dan lukisan pemiliknya, menambah nilai kursi itu sendiri. Selain tulisan ‘Harry Potter’, tulisan lain pada kursi itu berbunyi, ‘O, Anda mungkin tidak menganggap saya cantik, tapi jangan nilai pada apa yang Anda lihat’. Ada pula tulisan ‘Saya menulis Harry Potter sembari duduk di kursi ini," kutip BBC’.

Kursi bekasku menulis sekarang paling-paling kujual Rp 50 ribu!.Itupun tidak ada yang mau beli! Kursi yang diduduki JK Rowling saat menulis dua jilid Harry Potter dijual dalam sebuah lelang di New York seharga nyaris US$400.000 atau setara dengan Rp5,2 miliar.

Kursi buatan era 1930-an itu adalah salah satu dari empat kursi milik JK Rowling yang didapat secara gratis di Edinburgh, Skotlandia, sebelum meraih ketenaran.

Saat novel Harry Potter laris, Rowling melelang kursi tersebut untuk amal pada 2002. Pada beberapa bagian kursi itu tampak tulisan dan lukisan yang dibuat sendiri oleh Rowling. Hal itu, menurut James Gannon selaku juru lelang, membuatnya semakin bernilai.
Image caption Kursi yang pernah diduduki JK Rowling saat menulis novel Harry Potter.

Image caption Ada berbagai tulisan dan lukisan karya JK Rowling pada kursi yang dilelang.


Selain tulisan ‘Harry Potter’, tulisan lain pada kursi itu berbunyi, ‘O, Anda mungkin tidak menganggap saya cantik, tapi jangan nilai pada apa yang Anda lihat’. Ada pula tulisan ‘Saya menulis Harry Potter sembari duduk di kursi ini’.

Saat kursi itu laku dilelang, pembelinya menerima surat dari JK Rowling.

Isi surat itu, “Saya diberikan empat kursi makan yang tak serasi pada 1995 dan kursi ini adalah yang paling nyaman. Itulah mengapa kursi ini ditempatkan secara permanen di depan mesin ketik saya, menopang saya saat mengetik Harry Potter dan Batu Bertuah serta Harry Potter dan Kamar Rahasia. Sisi nostalgia saya mengatakan cukup sedih melihatnya lepas, namun punggung saya tidak sedih.”

Pemilik baru kursi tersebut memilih tidak menyebutkan identitasnya.

(St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment