Home » , » SOAL A HOK

SOAL A HOK

Written By Beritasimalungun on Friday, 15 April 2016 | 19:26

BERITASIMALUNGUN.COM-Pendukung A Hok hendaknya jangan latah dan terpancing menyebarkan, membela A Hok atas berita tentang fitnah, penghinaan, pelecehan, apalagi berbau SARA terhadap dirinya.

Saya sebut berita-berita seperti itu adalah berita kekerasan, hal-hal yang mengundang rasa kebencian, dan menurut UU Pokok Pers, berita seperti itu sebenarnya tidak layak terbit.

Berita kekerasan tidak bisa dilawan dengan berita kekerasan. Kalau ada yang membicarakan agama, sukunya A Hok agar dia tidak layak jadi gubernur, itu berita kekerasan dan SARA, jangan pernah ditanggapi.

Semua agama, suku di Indonesia berhak menjadi apapun, sejauh komitmen, kesetiaan, kompetensinya cocok untuk jabatan itu. Kalau kita masih mengakui negara Pancasila.

Apa kata Ridwan Kamil, Walikota teladan dari Bandung: "Kalau Anda tidak memilih A Hok di Jakarta, bukan A Hok yang kecewa, Anda sendiri!". (http://www.merdeka.com/…/ridwan-kamil-puji-ahok-luar-biasa-…)
"Saya mendukung orang-orang yang terbaik ya di republik ini. Kalau Pak Ahok dianggap yang terbaik oleh warga DKI, ya saya dukung-dukung aja," jelas dia.

Kalau percaya, dan Anda jujur pilih A Hok. Kalau nggak percaya yah jangan pilih.

Orang cerdas, kayak Ridwan Kamil, bicaranya singkat dan bernas. Tidak melawan siapa-siapa, dan tidak menghina siapa-siapa. Berita yang datar, sopan, merasuk ke hati dengan lembut, dan masuk akal! Silakan Anda menilainya dengan jujur.

Cerdaslah!.Lawanlah berita kekerasan dengan berita suka cita, berita yang cerdas. Teliti sumber beritanya, dan motivasinya. Menebar kebencian, mengundang permusuhan, lewatkan saja! EGP!

Tebarkanlah ini. Sekali lagi, jangan latah dan terpancing menyebarkan berita "kekerasan", apalagi berisikan SARA, fitnah, ancaman terhadap A Hok!.

Jangan turut menebar rasa kebencian, jangan gara-gara A Hok, hubungan sesama kita jadi terganggu, dan misi pencipta beritanya tercapai.

Menyebarkan berita kekerasan, Anda turut mengajak bangsa ini memiliki karakter kekerasan, menumbuhkan rasa curiga, rasa kebencian.

Berita kekerasan, diamkan, jangan komentari. Dia akan hilang sendiri. Kalau Anda turut menyebarkannya, mengomentarinya dengan emosi, Anda akan sakit jantung, dan Anda juga turut berpartisipasi dalam menyebar berita kekerasan, mengundang rasa kebencian dari pihak lain.

Rasakanlah dengan jujur. Bila denyut jantung Anda naik karena timbul rasa kebencian, bila Anda harus dengan muka cemberut setiap hari karena A Hok, maka Anda tidak sempat turut memilihnya. Anda akan mati sakit jantung, sebelum Pilgub DKI!

Di FB saya tidak akan saya izinkan berita-berita yang membuat kening berkerut! Karena berita seperti itu tidak ada tenaganya untuk membangun karakter. Boikot saja berita itu, maka dia akan mati sendiri.

Maaf teman-teman. Berita-berita penghinaan, pelecehan, apalagi berbau SARA terhadap A Hok, serta berita kekerasan lainnya tidak saya izinkan di FB ini, karena pembacanya pasti ada pendukung A Hok dan penentang A Hok.

Saya sendiri pengagum berat A Hok, tetapi tidak suka menyebarkan berita kekerasan yang diarahkan melawan dirinya, karena dengan demikian saya turut menebar rasa kebencian kepada yang lain. Bahkan mereka yang tidak ada rasa benci, jadi muncul rasa benci.

Biarkanlah rakyat tidak tau berita kebencian itu. Tokh nanti di TPS mereka memilih dengan nuraninya. Jokowi dan A Hok yang melawan berita kekerasan dengan kelembutan, ketulusan sudah terbukti berhasil lima tahun yang lalu. Jadi jangan kecil hati kalau postingan Anda dengan berita-berita kekerasan saya delete! (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment