}); KJA Sebagai Tumpuan Keluarga | BeritaSimalungun
Home » , , » KJA Sebagai Tumpuan Keluarga

KJA Sebagai Tumpuan Keluarga

Written By Beritasimalungun on Thursday, 26 May 2016 | 08:23

Ratusan tenaga kerja baik petugas packing..pengisi oksigen..petugas timbang...penjaga kolam...juru mudi boat/tongkang..supir pengangkut ikan tanpak terlibat dalam proses budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Haranggaol. Foto Darma Purba


BERITASIMALUNGUN.COM, Haranggaol-“Good mourning (Selamat Pagi) Haranggaol...Ratusan tenaga kerja baik petugas packing..pengisi oksigen..petugas timbang...penjaga kolam...juru mudi boat/tongkang..supir pengangkut ikan tanpak terlibat dalam proses budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) Haranggaol yang berbasiskan "Ekonomi Kerakyatan" ini adalah cermin betapa pentingnya kita harus mempertimbangkan penghapusan KJA rakyat Haranggaol,” kata Darma Purba, pendamping petani KJA Haranggaol, Kabupaten Simalungun.

“Ingatlah keluarga yang menggantungkan harapan di belakang mereka. Juga para pemilik keramba yang menciptakan peluang kerja buat mereka. Usaha Kerakyatan ini menyangkut ribuan perut saudara-saudara kita broo. Dan semua usaha ini dilakukan oleh entrepreneur lokal tanpa keterlibatan investor ataupun perusahaan baik kecil maupun besar seperti yang diisukan oleh sekelompok pihak,” kata Darma Purba.

Mereka para petani KJA berusaha dengan mempertaruhkan harta mereka yang hanya sepenggal sebagai agunan di bank dengan segala resikonya. Bukan Perusahaan besar yang mungkin saja hasil hengki pengki..monkey busines...merampok APBD/N.

“Mari objective saudara-saudaraku para Haters KJA. Kalau polusi atau pemandangan yang menjadi masalah, mari kita bina dan tata. Bukan diberangus hanya agar kalian bisa memanjakan mata dan mandi-mandi di Danau Toba yang belum tentu kalian blusukan setahun sekali sambil ber euphoria masa lalu,” katanya.

“Ingat kawan..populasi penduduk terus bertambah sementara lahan darat tetap tidak bertambah. Kalian di kota memiliki akses pada modal. Pada pendidikan. Pada kekuasaan. Sementara mereka hanyalah orang desa yang harus berjuang dengan semua keterbatasan yang seperti kalian miliki. Mencintai Danau Toba juga harus mencintai masyarakat di sekeliling Danau Toba. Keramba Rakyat....Yesss, Keramba Korporat...Nooooo,” pungkas Darma Purba. (Asenk Lee)


Share this article :

Post a Comment