Home » , , , , » Peryataan "Dibawah Alam Sadar" Saut Situmorang, Membuat HMI Meradang Hingga Geruduk Gedung KPK

Peryataan "Dibawah Alam Sadar" Saut Situmorang, Membuat HMI Meradang Hingga Geruduk Gedung KPK

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 11 May 2016 | 08:24

Demo Ricuh HMI Kemarin, Ini Sejumlah Kerusakan di Gedung KPK
Demo HMI di depan KPK, Senin, 9 Mei 2016 (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta -Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan demo di KPK pada Senin, 9 Mei 2016. Aksi itu merujuk pada ucapan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam sebuah tayangan televisi yang dianggap menyinggung HMI.

Demo itu sempat memanas ketika massa mulai membakar ban di depan KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Lemparan batu dan aksi corat-coret pun mewarnai aksi demo tersebut.


Kerusakan akibat demo HMI di KPK, Senin, 9 Mei 2016 (foto: Natahania Riris Michico/detikcom)

Akibatnya sejumlah kerusakan ditemukan di gedung KPK. Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menyebut sejumlah kerusakan itu telah diperbaiki.

"Sudah langsung dirapikan oleh Biro Umum, beberapa yang bisa diperbaiki langsung diperbaiki," kata Yuyuk saat dikonfirmasi, Selasa (10/5/2016).


Petugas membersihkan coretan di tulisan KPK akibat demo HMI, Senin, 9 Mei 2016 (foto: Natahania Riris Michico/detikcom)
"Kaca pos satpam hancur, tulisan 'Komisi Pemberantasan Korupsi' rusak parah, taman rusak dan kran air dipatahkan," sambung Yuyuk menyebut sejumlah kerusakan.


Kerusakan akibat demo HMI di KPK, Senin, 9 Mei 2016 (foto: Natahania Riris Michico/detikcom)

Selain itu, pagar gedung KPK juga sempat dicorat-coret menggunakan cat. Namun coretan itu disebut Yuyuk telah dibersihkan.

"Pagar dicoret-coret, sudah dibersihkan pakai tiner (pembersih cat)," kata Yuyuk.

Sebelumnya diberitakan, pada Senin, 9 Mei 2016, massa HMI berdemo di depan KPK karena tak terima dengan pernyataan Saut Situmorang dalam tayangan televisi. Sementara Saut sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyebut kader HMI dekat dengan korupsi. 


Kerusakan akibat demo HMI di KPK, Senin, 9 Mei 2016 (foto: Natahania Riris Michico/detikcom)

Saut Situmorang Minta Maaf


Sebut Kader HMI dekat Dengan Korupsi, Saut Situmorang Minta Maaf
Foto: Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (foto: Dhani Irawan/detikcom)
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang meminta maaf ke Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saut meminta maaf terkait pernyataannya di sebuah stasiun TV yang menyebut kader HMI ketika sudah menjadi pejabat publik dekat dengan korupsi.

"Terkait dengan pernyataan di acara di sebuah stasiun TV pada Kamis 5 Mei, ada menyebut nama HMI. Maka dari itu saya perlu memberikan klarifikasi," kata Saut di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

Saut menjelaskan, dirinya tidak bermaksud menyebut kader HMI yang sudah menjabat di jabatan publik dekat dengan korupsi. Dia mengaku pernyataannya itu di luar kontrol pikirannya.

"Saya selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI atau lembaga lain. Saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut," jelasnya.

"Saya menyampaikan itu di alam bawah sadar saya. Kami percaya, HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di Indonesia bisa menjadi mitra KPK untuk memberantas korupsi," tegas Saut.

Saut mengatakan, dalam waktu dekat pimpinan KPK akan menemui jajaran pengurus PB HMI. Pimpinan KPK akan memberikan klarifikasi langsung ke PB HMI.

"Untuk itu kami akan segera bertemu dengan pimpinan HMI. Tadinya kita berharap kemarin bisa bertemu, tapi beberapa pengurus belum ada di Jakarta," ungkap Saut.  


Ketua MPR: Hati-hati Berbicara

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menanggapi komentar pimpinan KPK Saut Situmorang yang sempat menyinggung Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam sebuah acara televisi. Menurutnya sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya berbicara dengan hati-hati sehingga tidak menimbulkan perpecahan.

Hal itu diungkapkan di sela kunjungannya ke Lawang Sewu Semarang didampingi Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dan anggota Komisi X  DPR RI Yayuk Basuki. Zulkifli mengatakan tindakan maupun ucapan pemimpin harus bertujuan mempersatukan, bukannya menyebar kebencian.

Ketua MPR Zulkifli Hasan (foto: Angling Adithya Purbaya/detikcom)`

"Pemimpin itu yang Pancasilais. Apapun ucapannya apapun tindakannya, tujuannya harus mempersatukan, menyebar kebaikan, jangan menyebar kebencian, membuat perpecahan. Kebencian akan dibalas kebencian, kemarahan akan dibalas kemarahan," kata Zulkifli, Senin (9/5/2016).

Pernyataan itu juga merujuk pada aksi demo ricuh yang terjadi di depan gedung KPK akibat kata-kata Saut. Zulkifli menjelaskan memang tidak mudah memadamkan 'api' yang sudah tersulut. Peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran agar para pemimpin lebih berhati-hati saat berucap.

"Hati-hati memadamkan 'api' memang tidak mudah. Hati-hati berbicara. Bagi saya kalau sudah minta maaf ya sudah," pungkasnya.

Sementara itu Saut sudah melakukan permintaan maaf lewat media atas ucapannya tanggal 5 Mei lalu dan berencana bertemu pihak HMI. Sedangkan Ketua Umum PB HMI Muhammad Fauzi sudah melaporkan Saut ke Bareskrim Polri dengan dugaan pencemaran nama baik.  


Mahfud MD: HMI Banyak Mencetak Pejuang Antikorupsi

Mahfud MD: HMI Banyak Mencetak Pejuang Antikorupsi
Mahfud Md. (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto/detikcom)
Ketua Presidium Majelis Nasional Korps Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Mohammad Mahfud MD menyesalkan pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberasantasan Korupsi Saut Situmorang yang menyebut kader HMI dekat dengan budaya korupsi. Padahal, faktanya HMI banyak mencetak kader pejuang antikorupsi. 

Mahfud menyebut sejumlah tokoh HMI yang berjuang melawan korupsi. Seperti hakim agung Artidjo Alkostar yang selalu memberi vonis berat untuk para pelaku kejahatan korupsi. Ada juga nama mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. 

"HMI banyak mencetak pejuang anti orupsi yang jumlahnya lebih banyak dari katakanlah yang terkena musibah (terlibat korupsi)," kata Mahfud MD saat berbincang dengan detikcom, Senin (9/5/2016). 

"Kenapa itu tidak dilihat sebagai fakta," tambah Mahfud. 

Namun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku bisa menerima permintaan maaf Saut Situmorang yang disampaikan hari ini.  "Saya pribadi, kalau (Saut) sudah minta maaf ya sudah selesai," kata Mahfud. 

Dia mengaku tak melihat secara langsung tayangan televisi yang menampilkan pernyataan lengkap Saut soal kader HMI dekat dengan budaya korupsi. Mahfud hanya memantau kasus tersebut dari sejumlah media online dan media sosial. 

Menurut Mahfud, bisa saja Saut Situmorang 'keseleo' saat memberikan pernyataan tersebut. "Karena durasi (siaran TV) kan terbatas," kata Mahfud. 

Hari ini Saut memberikan klarifikasi atas statemennya di televisi swasta pada Kamis 5 Mei 2016. Dia tidak bermaksud menyebut kader HMI yang sudah menjabat di jabatan publik dekat dengan korupsi. Dia mengaku pernyataannya itu di luar kontrol pikirannya.

"Saya selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI atau lembaga lain. Saya mohon maaf atas pernyataan saya tersebut," jelas Saut di kantor KPK. (**)



Sumber: Detik.com




Share this article :

Post a Comment