Home » , , , , , » Total Ikan Mati di KJA Haranggaol Mencapai 72 Juta Ekor Atau Setara 1800 Ton

Total Ikan Mati di KJA Haranggaol Mencapai 72 Juta Ekor Atau Setara 1800 Ton

Written By Beritasimalungun on Friday, 6 May 2016 | 19:59

Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.
BERITASIMALUNGUN.COM, Haranggaol-Warga petani Keramba Jaring Apung (KJA) yang mengalami musibah ikan mati di zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol sudah mengangkut sebanyak 72 juta ekor atau dengan berat 1800 ton untuk dibuang. Warga bergotongroyong melakukan evakuasi bangkei ikan mati di dalam KJA tersebut. (Berita Terkait: Warga Gotongroyong Buang Bankai Ikan Mati di KJA Haranggaol)

“Terimakasih kepada seluruh warga Haranggaol Horisan yang sudah berperan untuk kebersihan gotong royong mengankut bangkai ikan atau pembersihan ikan mati. Juga terimakasih kepada insan media yang tetap memberi support kepada warga. Hasil terahir, ikan mati sudah diangkat 1800 ton (72 juta ekor). DO 5.5/2 mtr, DO 3.3/4 mtr. PH 8.4 (bbas keramba), DO 1.3 luar KJA, DO 0.6/2mtr dalam KJA, DO0.3-3mt/. Ini adalah hasil lapangan sebelum gotong royong. Ini data melengkapi bila diperlukan,” sebut Hasudungan Siallagan, petani KJA setempat, Jumat (6/5/2016).

Sementara, Ray Retrigo Sitio, juru bicara warga petani KJA mengatakan, guna meluruskan berita yang simpang siur dan menanggapi opini yang beredar di dunia maya atau fb, Ray Retrigo Sitio menjelaskan dan menekankan bahwa: kematian ikan yang terjadi di zona Baddar-Rappa, Haranggaol  murni karena kurangnya oksigen.


“Ini dibuktikan dari hasil analisa para ahli yang telah berada di lapangan selama dua hari. Saya juga ingin menepis anggapan yang muncul di kalangan pengguna media sosial, bahwa kematian ikan di sebabkan up willing atau naiknya sedimen dari limpah pellet, ini jg tidak benar. Sebab Prof Krismono mengatakan, krateristik Danau Toba berbeda dengan budidaya air tawar di tempat lain. Sebab Danau Toba khususnya Haranggaol bukan perairan dangkal yang bisa mengakibatkan up willing. Kematian ikan sampai hari ini belum ditemukan indikasi adanya bakteri atau virus. Jadi ikan dari Haranggaol aman untuk dikomsumsi, terima kasih,” ujar Ray Retrigo Sitio, Jumat (6/5/2016). (Lee)
Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.


Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.


Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.




Hasudungan Siallagan.

Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.



Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.

Warga saat melakukan gotong royong mengangkut bangkei ikan di KJA zona  zona Baddar-Rappa, Kecamatan Haranggaol, Jumat (6/5/2016). Foto-foto Hasudungan Siallagan.

Share this article :

Post a Comment