Home » , » Harungguan DPP Partuha Maujana Simalungun (PMS) Dua Blok

Harungguan DPP Partuha Maujana Simalungun (PMS) Dua Blok

Written By Berita Simalungun on Sunday, 10 July 2016 | 15:27

Pinar Pahu Pahu Patundal, walau berbeda pendapat tapi tetap satu tujuan. Salam budaya !

BeritaSimalungun.com-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partuha Maujana Simalungun (PMS) kini dua blok. Satu, DPP PMS di bawah pimpinan Alexius Purba (Harungguan Bolon 12 -13 Juli 2016 di Medan ) dan satu lagi DPP PMS dibawah pimpinan JR Saragih (Bupati Simalungun), Harungguan Bolon 14 - 16 Juli 2016 di Pamatang Raya.

Organisasi Budaya Simalungun terbesar ini, kini pecah akibat ulah-ulah oknum-oknum yang mengaku dirinya penggiat dan tokoh Adat Budaya Simalungun. 
 

"Hu tatap tanoh hasusuran ku, tanoh Simalungun". APAKAH eksistensi Sanggar Budaya Rayantara tergantung dengan keberadaan Partuha Maujana Simalungun ?

Jawabannya tidak, selama 5 tahun perjalanan rata rata sanggar mensubsidi sendiri seluruh kegiatan dibantu oleh simpatisan, volunters dan sponsor yang berpihak dengan pelestarian tradisi dan budaya.

Bulan juli ini, berlangsung Harungguan Bolon PMS untuk memilih pemimpin yang baru, sayang nya ada dua versi yang saling mengklaim sah sebagai pengurus organisasi tertua di tanoh habonaron simalungun ini. 

Arogansi dan ego akan menghasilkan perpecahan terus menerus, menghabiskan banyak tenaga , waktu dan uang. Di sisi lain, tugas utama "patunggung simalungun" menjaga derajat n wibawa sebuah etnik dengan melestarikan tradisi dan budaya menjadi terabaikan, padahal pekerjaan rumah "budaya" juga masih banyak.

Banyak kelemahan dan kekurangan sebaiknya menjadi potret bersama untuk saling berbenah , memeriksa dan memperbaiki diri, jika tidak bisa sepakat hendaknya tetap menjaga kedaulatan masing masing n saling menjaga kehormatan.

Apapun yang terjadi dengan organisasi lain bernafaskan budaya simalungun, mau tidak mau terimbas "vibrasi" konflik nya juga dengan diri kita, separuh semangat akan turun, ekspresi kecewa dengan "tugas besar" bersama yang masih belum di emban, payung berlindung dan bertanya bagi generasi dimana, kenapa simalungun selalu berselisih dan runyam adanya ?

Kami hanya bisa menghaturkan sirih kepada leluhur, semoga "DNA" saling berselisih ini bisa selesai tuntas tidak lagi terjadi pada jenjang generasi berikutnya. (Sanggar Budaya Rayantara)




Share this article :

Post a Comment