. Mengapa Gempa Italia Begitu Mematikan? | BeritaSimalungun
Home » , » Mengapa Gempa Italia Begitu Mematikan?

Mengapa Gempa Italia Begitu Mematikan?

Written By Beritasimalungun on Friday, 26 August 2016 | 07:42


Mengapa Gempa Italia Begitu Mematikan?
Kehancuran akibat gempa 6,2 SR di kota Amatrice, Italia, 24 Agustus 2016. (Foto: AFP)


BeritaSimalungun.com, Amatrice: Kombinasi patahan bebatuan dangkal dan konstruksi bangunan yang tidak diperkuat memicu kehancuran dahsyat dalam gempa bumi di wilayah pusat Italia, Rabu (24/8/2016). 

Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) menewaskan sedikitnya 159 orang, dan masih banyak lainnya yang terperangkap reruntuhan di beberapa kota di Italia. 

Korban gempa di Italia ditarik dari reruntuhan bangunan. (Foto: AFP)

Seperti banyak desa dan kota di wilayah pegunungan Italia, Amatrice terdiri dari banyak gereja berkonstruksi batu dan bangunan lain yang dibangun ratusan tahun lalu. Zaman dahulu kala, orang Italia kuno belum begitu mengenal gempa bumi. Saat gempa bumi melanda, bangunan yang memang tidak didesain untuk menahan guncangan, hancur dan rata dengan tanah. 

"Bahkan 100 tahun lalu, mereka tidak tahu bagaimana cara membangun struktur yang tahan gempa," kata David A. Rothery, profesor Open University di Milton Keynes, Inggris, seperti dikutip BBC.

Kekuatan gempa di Italia lebih lemah dari beberapa guncangan terbaru. Gempa berkekuatan 7,8 SR mengguncang Nepal pada April 2015, misahlnya, yang menewaskan 8.000 orang, melepaskan energi 250 kali lebih besar dari gempa di Italia. 

Namun menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa di Italia terjadi di kedalaman yang sangat rendah, sekitar 9,6 kilometer di bawah permukaan Bumi. "Gempa dangkal menyebabkan lebih banyak kehancuran daripada gempa dalam karena kedangkalan itu memicu guncangan yang lebih dahsyat," tutur Profesor Rothery. 

Konstruksi Batu

Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan bangunan di Amatrice. (Foto: AFP)

Video dari Amatrice dan kota lainnya di dekat pusat gempa memperlihatkan sederet bangunan berkonstruksi batu yang hancur terkena imbas gempa. 

Gempa bumi dipicu pergerakan kerak Bumi, yang terbagi ke dalam beberapa bagian bernama lempeng tektonik. Pegunungan Apennine, lokasi gempa terbaru di Italia, adalah tempat di mana sebuah lempeng, yakni lempeng Afrika, bergerak di bawah lempeng lainnya, Eurasian. 

Karena adanya interaksi kompleks antar lempeng, cekungan Laut Tyrrhenian di pesisir barat Italia, meluas. Perluasan tersebut, dan tekanan yang diciptakannya di Apennines, adalah pemicu gempa 6,2 SR di Italia. 

Area terimbas gempa terbaru di Italia mirip dengan guncangan serupa di masa lalu, termasuk gempa 6,3 SR di kota L'Aquila pada 2009 yang menewaskan sedikitnya 295 orang, melukai lebih dari 1,000 lainnya dan membuat 55 ribu warga kehilangan tempat tinggal. 

Massimo Cocco, seorang ahli geologi dari Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi di Roma mengatakan kedua gempa tersebut memiliki kesamaan. "Dari sifat dan kedalamannya, keduanya mirip," sebut Cocco. 

Setelah gempa 2009, tujuh anggota komisis nasional pencegahan bencana Italia ditangkap atas tuduhan tidak memperingatkan L'Aquila mengenai ancaman gempa. Mereka terbukti bersalah atas pembunuhan massal pada 2012, dan divonis enam tahun penjara. Namun tuduhan terhadap mereka akhirnya dicabut setelah mengajukan banding pada 2014. 

Cocco mengatakan Italia sudah menggunakan konstruksi anti-seismik dalam pembangunan gedung-gedung modern. Namun pemerintah Italia kurang memerhatikan bangunan yang sudah dibangun ratusan tahun lalu. Padahal bangunan kuno berkonstruksi batu adalah struktur dominan di Italia. 

Bangunan berkonstruksi batu banyak ditemukan di Italia. (Foto: AFP)

"Ketahanan bangunan (kuno) terlalu rendah dibandingkan dengan frekuensi dan dampak kuat dari fenomena alam yang ditentukan oleh risiko seismik di negara kami," tutur Cocco.(*)



(Metronews.com/WIL)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.