Home » , , , , , » “PODAS ADONG NIAYAKNI, DOKAH ADONG PINAIMANI” KITA TUNGGU PAK JOKO WIDODO DATANG LAGI KE SIMALUNGUN

“PODAS ADONG NIAYAKNI, DOKAH ADONG PINAIMANI” KITA TUNGGU PAK JOKO WIDODO DATANG LAGI KE SIMALUNGUN

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 23 August 2016 | 18:01



Suatu Tanggapan atas Wacana Presiden Datang ke Simalungun tetapi Tidak Diberi Pakean Adat.


BeritaSimalungun.com-Bersyukurlah karena Nias, Toba, dll telah berkesempatan memberi penghormatan pakaian adat kepada Presiden Jokowi yg mengunjungi daerah mereka pada momentum Karnaval Danau Toba 2016. 

Tentu Simalungun juga akan dg rasa bangga bila mana berkesempatan seperti itu. Banyak yg tertanya mengapa Simalungun tdk kasi pakean adat, kok PMS tdk menjalankan tugasnya, dsb. Bahkan ada yg menanyakan hal ini langsung pada saya. Berikut diberi penjelasan.

Perihal rencana akan hadirnya Presiden dalam Karnaval Danau Toba Agustus 2016, kami DPP/ Presidium Partuha Maujana Simalungun sudah membentuk tim untuk berkomunikasi ke Istana. 

Maksudnya untuk menanyakan agenda Presiden dan apakah ada momentum yang dimungkinkan untuk Simalungun memberi kehormatan menyandangkan pakaian adat. Sebab pelaksanaan dan penyiapannya tidak gampang maka harus pasti.

Kami akui pendekatan kami ke panitia tdk maksimal dan tdk dalam waktu yg cukup. Ini disebabkan kepengurusan kami masih baru. Hasilnya, sampai hari H agenda penyerahan pakean adat belum ada kepastian namun diberi undangan untuk mengikuti kegiatan Presiden termasuk dialog di Parapat. 

 Acara Presiden ini diiukuti dgn baik namun penyerahan pakean adat belum bisa dilakukan. Hasil dialog terkait dengan masalah yg aktual di Simalungun pro kontra karamba sdh sy posting kemarin.

Prinsip kita, tidak usah buru-buru, tdk mesti sekarang. Niat sdh kita tunjukkan tapi situasi belum memungkinkan. Mudah-mudahan akan tiba waktunya Simalungun memberi kehormatan itu secara lebih sempurna. 

Sempurna dalam arti terencana dan teragenda, jelas yang memberikan yakni PMS selaku pemangku adat dan jelas apa yg diberikan dimana untuk presiden tdk sama dg pemberian lainnya. Cara pemakaian dan penyampaiannya juga harus pasti, tdk boleh salah., apalagi kalau sampai jadi pergunjingan.

Jadi, seperti ungkban Simalungun “Podas adong niayakni, dokah adong napinaimani” - Cepat ada yg dikejar, lambat ada yg ditunggu. 

Mudah-mudah situasi ini merupakan saat menunggu bagi Simalungun untuk momentum pemberian secara sempurna (tdk ada kesalahan dan semua lancar, penerima senang rakyat Simalungun bangga). Kita tunggu Pak Joko Widodo datang lagi di Simalungun.
Salam dari kami, Sekretaris DPP/Presidium PMS, Kurpan Sinaga.
Share this article :

Post a Comment