Home » , , » Gadis Cilik Penjual Kartu Pos di Bali Ini Kuasai 23 Bahasa

Gadis Cilik Penjual Kartu Pos di Bali Ini Kuasai 23 Bahasa

Written By Berita Simalungun on Monday, 12 September 2016 | 17:05

Ni Putu Rista saat menawarkan post card ke wisatawan yang berkunjung ke Besakih, Karangasem, Bali. Ia menggunakan berbagai bahasa. Para wisatawan heran melihat kemampuan berbahasa asing. Foto Tribun Bali/ Saiful Rohim
BeritaSimalungun.com, Denpasar-Ni Putu Rista, mendadak dikenal banyak orang. Bocah asal Banjar Kidulung Kreteg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali ini jadi topik pembicaraan di media sosial (medsos).


Ia dipuji lantaran memiliki skill yang jarang dimiliki orang kebanyakan. Apa itu? Menguasai banyak bahasa asing. 

Ditemui di Pura Besakih, Sabtu (10/9/2016), Rista tampak sedikit malu. Bocah penjual kartu pos di Besakih mengaku sudah tahu jadi bahan pembicaraan lantaran bisa 21 bahasa asing.

Tak hanya tenar di lingkup nasional. Sebagian wisatawan luar pun heran akan kemampuan Rista, bocah yang kini duduk di bangku kelas IV SD.

Anak yang tinggal di bawah kaki Gunung Agung itu cukup lincah bertutur dengan bahasa asing.

Menurut pengakuannya, wisatawan yang ditawari kartu pos ikut heran atas kemampuannya. Saat menawarkan, Rista mengunakan bahasa sesuai asal negara wisatawan. Itu dilakukan setiap hari secara terus menerus.
Rista mengaku mengerti Bahasa Belanda, Denmark, Hongaria, Polandia, Slovakia, Luxemburg, Inggris, Jepang, Macedonia, Norwegia, Spanyol, Jerman, Portugis, Perancis, Italia, Rusia, Thailand, Korea, Rumania, Slovenia, dan Ceko.

"Tambah Bahasa Bali dan Indonesia, jadinya 23," jelas Rista. Dari 21 bahasa yang dimengerti, empat bahasa sudah dikuasainya yakni Bahasa Perancis, Jerman, Belanda, dan Inggris. Setiap hari, katanya, empat bahasa digunakan untuk menawarkan kartu pos kepada wisatawan.

Pengunjung yang datang ke Besakih kebanyakan memang dari Perancis, Belanda, Inggris, dan Jerman. Sisanya, Rista mengaku belum menguasai alias belum lihai mengucapkannya meskipun Bahasa Spanyol dan Jepang ia sudah mulai fasil mengucapkannya.

"Jika disuruh menawarkan post card atau kenalan dengan 21 bahasa, saya bisa. Kalau sudah bahas hal lain enggak bisa, tapi ngerti maksudnya," jelasnya.

Ia mulai mengenal bahasa asing sejak berusia lima tahun. Saat itu Rista sudah berjualan bersama ibunya. Di umur 7 tahun, bocah berperawakan kurus ini sudah mahir mengunakan bahasa Perancis, Jerman, Belanda, dan Inggris. (Saiful Rohim)

Sumber: Komps.com
Share this article :

Post a Comment